Parenting

Anak Susah Disuruh Mandi Sering Buat Orangtua Pusing, Daripada Harus Emosi, Ini Tips yang Perlu Bunda Lakukan

Mungkin tampak sepele, namun anak susah disuruh mandi bisa membuat orang tua marah-marah. Mandi dua kali sehari sangat penting untuk menjaga kebersihan badan si kecil. Maka, jangan heran orangtua jadi stress saat anak malas disuruh mandi.

Tapi yang namanya anak-anak, meski sudah membuat Bunda kesal, sebagai orangtua kita tentu harus tetap ekstra sabar. Nah, daripada terbawa emosi, cobalah pahami beberapa hal di bawah ini. 

Ketahui Terlebih Dahulu, Beberapa Alasan Anak Susah Disuruh Mandi

Semua tingkah yang ditampakkan si kecil memiliki alasan, begitu juga susah disuruh mandi. Sebelum marah-marah orang tua harus paham hal ini. Karena bukan penyelesaian masalah dengan marah-marah, sebaliknya memicu anak memberontak. Kira-kira, apa saja ya?

1. Sedang Fokus pada Aktivitas Lain yang Membuatnya Tak Ingin Beranjak untuk Mandi

Misalnya, anak sedang bermain petak umpet dengan teman-temannya. Tiba-tiba disuruh mandi, tentu saja anak akan menolak agar tidak mengacaukan permainan. Bukan sama sekali tidak mau mandi, tetapi menunda waktu mandi sampai jam bermain selesai. 

Mandi di tengah permainan menghilangkan fokus si kecil. Tidak salah sikap anak seperti ini asalkan mau mandi sebelum malam tiba. Orang tua sebaiknya tidak memaksa anak mengakhiri permainan yang sedang seru-serunya. 

2. Barangkali Ada yang Membuatnya Takut di Kamar Mandi, Misalnya Serangga

Mungkin saja di kamar mandi ada laba-laba atau semut hitam yang suka menggigit. Wajar saja jika si kecil takut. Orang tua harus memastikan kamar mandi bersih dari berbagai kotoran dan hewan pengganggu agar anak bersedia mandi. 

Jangan meremehkan ketakutan si kecil dengan tetap memaksanya masuk ke kamar mandi. Anak bisa saja marah atas perlakuan seperti ini. Trauma juga dapat dirasakan yang akhirnya berpengaruh pada kondisi psikologisnya. 

3. Tak Suka dengan Suhu Air yang Dingin

Biasanya kejadian ini di pagi hari dimana suhu air sedang dingin-dinginnya. Terasa menusuk dan mengejutkan saat air menyentuh ke kulit si kecil. Banyak sekali anak tidak mau mandi pagi disebabkan takut bersentuhan dengan air dingin di kamar mandi. 

Tetapi, jika anak sudah bersekolah tetap dipaksakan mandi. Bisa juga menggunakan pemanas air untuk menghasilkan air hangat. Anak menjadi lebih nyaman dan menikmati mandi pagi dengan senang hati. Bahkan tanpa dipaksa anak akan mandi sendiri. 

4. Ia Tak Mau Mandi Sebagai Reaksi Sensorik Saat Bersentuhan dengan Air 

Anak masih dalam tahap pertumbuhan dan perkembangan termasuk saraf sensoriknya. Melatih fungsi saraf sangat penting agar otaknya dapat berkembang dengan optimal. Tetapi, rangsangan dari saraf ini tidak semuanya disukai si kecil. 

Air mengguyur badan membangunkan saraf sensoriknya menimbulkan rasa tertentu. Hal ini membuat anak terkejut sebagai bentuk reaksinya. Apalagi air di kamar mandi jumlahnya sangat banyak, otomatis si kecil takut mengakibatkan susah disuruh mandi. 

5. Bisa Jadi Juga si Kecil Takut Jika Matanya Perih Saat Mandi

Mandi dengan sabun dan shampoo jika terkena mata terasa perih. Berbeda dengan orang dewasa yang menganggap hal ini sepele, anak merasa sangat takut. Perih memberi perasaan tidak nyaman apalagi saat harus menutup mata. 

Apalagi jika disuruh keramas spontan anak menolak sebab takut rasa perih. Sebagian orang tua tetap memaksa bahkan sampai marah-marah. Padahal hal ini menyakiti perasaan si kecil yang sedang membutuhkan rasa aman. 

Hal yang Harus Dilakukan Orang Tua Saat Anak Susah Disuruh Mandi 

Orang tua pastinya tidak ingin kondisi anak susah mandi berlanjut hingga berhari-hari. Perlu cara ataupun trik mengatasinya. Karena tidak mau mandi juga memberikan dampak negatif bagi diri si kecil seperti dijauhi teman-temannya.

1. Buatlah Suasana Mandi yang Menyenangkan, Sehingga Anak Akan Suka

Mungkin mandi bagi anak adalah sesuatu yang menakutkan. Orang tua dapat mengubahnya menjadi sesuatu yang menyenangkan. Contohnya mengajak si kecil bermain busa sabun. Bisa juga membeli busa warna warni yang banyak dijual di pasaran. 

Boleh juga tawarkan makanan kesukaannya dengan syarat harus mandi dulu. Sediakan mainan air yang tahan lama seperti kapal-kapalan atau bebek karet. Banyak hal yang dapat diterapkan sekreatif mungkin demi si kecil mau mandi tepat waktu. 

2. Ajari dan Ingatkan Anak untuk Mandi dengan Membuatkan Jadwal Mandi

Jika biasanya memerintah anak untuk mandi, mulai sekarang ubah cara itu dengan mengingatkan si kecil. Bukan memberi perintah tetapi gunakan kalimat pengingat. Misalnya dengan menyampaikan bahwa sepuluh menit lagi sudah masuk waktu mandi. 

Jadi, anak dapat menyiapkan diri sebelum mandi. Membereskan mainan, mengakhiri bermain dengan teman-teman dan hal lainnya. Anak tidak terburu-buru berganti aktivitas sebab memiliki waktu yang cukup. 

3. Jika Memang Takut Matanya Perih, Coba Lindungi Matanya dengan Alat Khusus 

Jika anak susah diajak mandi karena takut mata perih karena shampo atau air sabun. Berikan alat khusus seperti kacamata air atau topi khusus penghalang air. Sediakan peralatan mandi dengan formula anti perih di mata.

Saat membilas shampoo, minta anak untuk menengadah atau mendongak ke atas. Berhati-hati saat Bunda mengguyur air agar tidak jatuh ke mata si kecil. Bisa juga tempelkan aksesoris atau berikan mainan untuk mengalihkan perhatian anak saat hendak menyiramkan air di kepalanya. 

4. Ajak Si Kecil Baca Buku Tentang Mandi yang Bisa Memberinya Pelajaran

Ajak si kecil baca buku tentang aktivitas mandi seperti dongeng atau komik. Anak lebih suka buku bergambar, orang tua dapat mengajaknya ke toko buku untuk memilih buku yang diinginkan. Melalui buku tersebut, si kecil dapat tahu bahwa mandi sebenarnya kegiatan menyenangkan. 

Rutinlah baca buku tentang mandi supaya si kecil terbiasa. Jika sudah merasakan betapa serunya mandi bersama mainan airnya, ke depannya anak akan mandi sendiri tanpa disuruh terlebih dulu. Tetapi ini butuh proses dan waktu beradaptasi. Itulah cara yang bisa dipraktikkan oleh orang tua menghadapi anak susah disuruh mandi. Hindari menyuruh, tetapi lebih kepada mengingatkan bahwa waktu mandi sebentar lagi tiba. Si kecil dapat membereskan serta mengakhiri aktivitasnya dengan baik.

Click to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published.

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.


Extra

Beberapa Hal yang Ditakutkan Orang Tua Saat Anak Remaja

Menginjak usia remaja, anak-anak mulai mencari jati dirinya. Tak jarang mereka lebih sering bergaul dengan teman-temannya daripada menghabiskan waktu di rumah bersama orang tua. Ada banyak hal yang ditakutkan orang tua saat anak remaja, terutama terkait masa depannya karena masa ini krusial.

Bunda Perlu Memahami Apa itu Masa Remaja?

Masa remaja merupakan masa yang cukup krusial karena di fase ini anak-anak mengalami perubahan dari anak-anak menuju dewasa sehingga posisinya berada di tengah-tengah. Sudah tidak bisa disebut anak-anak, namun belum layak juga disebut dewasa. Pada fase ini anak-anak sering labil.

Mereka cenderung kesulitan untuk mengambil keputusan. Tak jarang banyak juga yang akhirnya salah dalam mengambil keputusan karena galau dan labil. Mereka masih belum sepenuhnya memahami mana yang benar dan mana yang salah karena masih dalam masa pencarian jati diri.

Pada fase ini Anda jangan kaget jika anak tiba-tiba tidak mudah bercerita dan cenderung lebih senang curhat kepada teman-temannya. Namun, ketakutan orang tua terhadap anak remaja semua akan bisa dengan mudah teratasi jika mereka sudah diberi bekal yang cukup agar tidak salah langkah.

 

Artikel ini merupakan bagian Sayangi Anak Extra

Dengan Sayangi Anak EXTRA, orang tua dapat mengakses semua artikel premium, kelas & event eksklusif dan video – video seputar parenting, kesehatan dan ibu & anak baik dari para ahli Sayangi Anak maupun dari Team Sayangi Anak..

Lebih Detail

Already a subscriber?

Click to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published.

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.


Extra

Memilih Permainan yang Pas Untuk Bayi Usia 0 – 12 Bulan

Banyak yang mengira bahwa memberikan mainan pada bayi yang baru lahir sebenarnya tidak dibutuhkan. Padahal memberikan mainan membantu tumbuh kembang anak meskipun baru lahir. Karena bermain adalah proses belajar yang bisa dilakukan anak di kehidupan awal mereka. Apa saja permainan yang pas untuk bayi?

Ide Mainan Untuk Bayi

Ada banyak sekali jenis mainan yang bisa Anda berikan kepada bayi mulai dari lahir hingga umur 12 bulan. Tentu saja mainan tersebut harus menyesuaikan dengan fase perkembangan anak. Seiring dengan kemampuannya semakin bertambah, maka macam-macam mainan yang diberikan pun bisa lebih bervariasi dan menantang.

Gambar Hitam Putih

Gambar hitam putih merupakan mainan yang sangat tepat untuk diberikan kepada bayi yang baru lahir dengan usia 0 sampai 1 bulan. Hal ini dikarenakan fungsi mata bayi belum bisa berfungsi dengan sempurna sehingga ia hanya dapat melihat warna hitam putih saja dengan jarak pandang yang dekat yakni 10 sampai 25 cm.

Cara pandang bayi akan semakin bertambah seiring berjalannya waktu. Anda bisa memperlihatkan gambar yang berwarna hitam dengan putih kontras. Meskipun hanya warna tersebut, biasanya bayi akan memperhatikan dan menunjukkan ketertarikannya.

 

Artikel ini merupakan bagian Sayangi Anak Extra

Dengan Sayangi Anak EXTRA, orang tua dapat mengakses semua artikel premium, kelas & event eksklusif dan video – video seputar parenting, kesehatan dan ibu & anak baik dari para ahli Sayangi Anak maupun dari Team Sayangi Anak..

Lebih Detail

Already a subscriber?

Click to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published.

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.


Extra

Solusi Terbaik Ketika Orang Tua Berekspektasi Terlalu Tinggi Pada Anak

Setiap orang tentu memiliki harapan untuk anak-anaknya. Namun, bagaimana ketika orang tua berekspektasi terlalu tinggi pada anak? Padahal perlu disadari bahwa setiap orang memiliki bakat masing-masing sejak lahir sehingga tidak dianjurkan untuk terlalu menekan anak dengan push parenting.

Apa Itu Push Parenting?

Push parenting merupakan salah satu gaya pengasuhan yang terlalu menuntut dan memaksa anak. Sebagian dari mereka memiliki rasa takut dan khawatir yang berlebihan akan masa depan anaknya, sehingga terpaksa melakukan pola pengasuhan seperti ini dengan memberi bekal sejak kecil.

Orang tua yang menerapkan pola pengasuhan ini karena memiliki harapan dan keinginan agar anak-anaknya tidak bernasib sama seperti saat mereka kecil. Sehingga dengan sekuat tenaga dan melalui berbagai cara mereka berusaha menyekolahkan anaknya di sekolah terbaik dan unggulan.

Pengaruh push parenting juga tidak hanya berasal dari dalam diri orang tua saja. Namun, pengaruh media yang sering menggembor-gemborkan dan menampilkan anak berprestasi juga menjadi faktor penyebab lainnya. Sehingga banyak orang tua yang akhirnya terlalu menuntut anak sesuai keinginan mereka.

Dampak Ketika Orang Tua Berekspektasi Terlalu Tinggi Pada Anak

Baik orang tua maupun anak sebenarnya masing-masing juga memiliki ekspektasi. Hanya saja harapan dan ekspektasi mereka tidak mencapai titik temu terutama bagi orang tua yang memberikan standar terlalu tinggi. Padahal orang tua juga harus paham bahwa hal tersebut bisa berpengaruh pada perilaku anak.

 

Artikel ini merupakan bagian Sayangi Anak Extra

Dengan Sayangi Anak EXTRA, orang tua dapat mengakses semua artikel premium, kelas & event eksklusif dan video – video seputar parenting, kesehatan dan ibu & anak baik dari para ahli Sayangi Anak maupun dari Team Sayangi Anak..

Lebih Detail

Already a subscriber?

Click to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published.

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.

Most Share

To Top