Parenting

Anak Sulit Bicara? Mungkin mengalami speech delay, Ini 5 Tips Mengatasi Gangguan Speech delay?

Gangguan komunikasi dan bahasa pada anak yang biasa dikenal dengan istilah speech delay memang bisa dialami oleh sebagian anak. Dalam perkembangan bicara, anak mengalami tahapan pada fase usia tertentu. Sehingga Anda bisa mengetahui apakah si kecil tergolong mengalami gangguan atau tidak.

Tahapan Perkembangan Bicara dan Bahasa yang Normal

Melihat setiap perkembangan anak menjadi momen yang paling berharga, termasuk dalam hal berbicara. Hal ini sangat penting untuk mengetahui apakah anak Anda masih dalam tahap normal atau mengalami gangguan hingga membutuhkan bantuan ahli. Berikut ini tahapan yang perlu diketahui:

Tahapan Perkembangan Bicara Sebelum 12 Bulan

Saat si kecil usianya belum sampai 12 bulan, perkembangan yang akan dialaminya adalah mengoceh atau babbling sebagai tahap awal. Jika bayi sudah berusia sekitar 9 bulan, mereka biasanya sudah mulai menggunakan nada berbeda untuk berbicara seperti mengucapkan “mama” atau “dada”.

Meskipun belum paham sepenuhnya arti dari kata yang diucapkan, anak sudah mulai mengoceh dengan kombinasi vokal dan konsonan yang mudah diucapkan. Karena pada umumnya anak di usia sebelum 12 bulan sudah mulai tertarik pada suara.

Tahapan Perkembangan Bicara Usia 12 – 15 Bulan

Saat memasuki usia 12 – 15 bulan, variasi babbling mereka setidaknya sudah semakin banyak dengan minimal 1 – 2 kata yang dimengerti. Anak di usia ini juga sudah bisa mengerti kata atau kalimat yang mengandung petunjuk seperti “Tolong berikan mainannya!” atau “Matanya mana?”

Mereka biasanya sudah bisa merespon kalimat instruksi tersebut meskipun belum mampu untuk mengucapkan dengan jelas dalam bentuk kata-kata. Ketika diminta untuk menunjukkan posisi mata, mereka pun bisa melakukannya dengan baik.

Tahapan Perkembangan Bicara Usia 18 – 24 Bulan

Kosakata yang dikuasai anak pada saat memasuki usia 18 – 24 bulan semakin banyak sekitar 20 – 50 kata. Mereka pun harusnya sudah mulai belajar mengkombinasikan dua kata seperti “buku baru”. Di saat usia ini, Anda juga sudah bisa memberikan kalimat perintah untuk meminta tolong sesuatu.

Tahapan Perkembangan Bicara Usia 2 – 3 Tahun

Seiring bertambahnya usia si kecil, koleksi kosakata yang dikuasai mereka pun semakin meningkat. Setidaknya anak sudah bisa mengkombinasikan tiga kata atau lebih menjadi sebuah kalimat, mampu mengidentifikasi warna, paham konsep deskriptif, dan mengerti berbagai kalimat perintah.

Tips Mengatasi Gangguan Komunikasi dan Bahasa Pada Anak dan Solusinya

Jika saat memasuki usia tersebut di atas kemampuan bicara dan bahasa si kecil masih belum memenuhi tahapan perkembangan secara normal, bisa jadi anak tersebut mengalami gangguan. Cakupannya pun cukup luas baik dari segi bahasa, artikulasi, afasia, dan lain sebagainya.

Tips Mengatasi speech delay: Ajak Anak Komunikasi Dua Arah

Komunikasi dua arah dengan si kecil sangat diperlukan agar ada interaksi dan respon yang nantinya dilakukan oleh anak. Meskipun mereka belum bisa mengeluarkan kata-kata dan belum paham dengan apa yang dibicarakan, tetap ajak anak berbicara dan ngobrol. Biasanya akan merespon dengan tertawa.

Tetap gunakan bahasa yang baik dan santun saat mengajak anak berbicara karena bisa jadi kata-kata tersebut akan selalu direkam hingga mereka kelak bisa berbicara. Ucapkan bahasa yang jelas dan jangan dibuat-buat dengan bahasa bayi pelafalannya agar nanti anak bisa mengucapkan kata dengan baik.

Tips Mengatasi speech delay: Mengulang-ulang Kata yang Anak Pelajari

Mengajarkan anak agar bisa berbicara dan mengucapkan kata memang butuh proses. Tidak apa-apa meskipun harus mengulang kata terus-menerus karena bisa jadi hal tersebut dapat mengatasi gangguan bahasa pada mereka. Cara ini juga dapat melatih anak mengucapkan kata dengan benar.

Jika Anda juga rajin mengulang kata yang telah anak pelajari, kosakata yang mereka kuasai pun akan semakin banyak. Anak juga akan merasa dihargai ketika orang tuanya mengatakan kembali bahasa yang baru saja mereka ucapakan dan akan terus termotivasi untuk belajar kosakata baru.

Tips Mengatasi speech delay: Menghafal Lirik Lagu dengan Bernyanyi

Menghafal kosa kata melalui lirik lagu saat bernyanyi biasanya lebih mudah dilakukan oleh si kecil. merkea juga cenderung lebih senang mendengarkan musik dan suara meskipun belum bisa berbicara. Bernyanyi juga menjadi cara yang menyenangkan saat mengajari anak bahasa dan kosakata baru.

Mereka akan meresponnya dengan antusias dan tidak terpaksa saat melakukannya. Usahakan untuk mengajak anak menyanyikan lagu anak-anak. Anda bisa mengajak anak bernyanyi di rumah dan menjadikan cara ini sebagai stimulan agar mereka terus semangat menghafal lirik / menambah kosakata.

Tips Mengatasi speech delay: Membacakan Dongeng atau Cerita

Biasakan untuk membacakan dongeng atau cerita sebelum mereka tidur. Bacakan buku yang memiliki gambar menarik dan kata-kata sederhana agar mereka lebih mudah memahaminya. Gambar yang lucu dan ilustrasi menarik cenderung lebih mereka sukai.

Dengan semakin sering membacakan cerita untuk anak, mereka pun akan merekam kosakata baru yang didengar. Anak pun akan lebih mudah mengucapkan kata dengan jelas saat usianya sudah memasuki tahap perkembangan ini.

Tips Mengatasi speech delay: Terapi

Saat Anda menyadari bahwa si kecil mengalami masalah atau gangguan dalam perkembangan bicara dan bahasanya, maka sudah saatnya untuk memberikan terapi yang tepat. Tidak perlu gengsi karena bisa jadi itu adalah cara yang memang dibutuhkan oleh anak.

Semakin menunda terapi takutnya akan menimbulkan masalah yang semakin parah. Periksakan ke dokter dan jalani apa yang disarankan oleh ahli demi kebaikan si kecil.

Gangguan komunikasi dan bahasa pada anak dan solusinya di atas bisa Anda praktekkan untuk mengatisipasi dan mengatasi speech delay. Berikan yang terbaik untuk si kecil agar mereka bisa mengalami tumbuh kembang yang normal.

Click to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.


Parenting

Ternyata Keterlambatan Bicara Bisa Jadi Awal Dari Sejumlah Gangguan Serius Yang Dialami Anak. Jangan Sepelekan Ya Bun!

Banyak orang tua yang merasa resah jika melihat anak atau anak kecil di sekitarnya mengalami keterlambatan dalam berbicara. Hal ini wajar bila mengingat melihat perkembangan anak-anak seumurannya yang sudah bisa berbicara. Beberapa waktu yang lalu Rumah Sakit Pondok Indah mengadakan sebuah diskusi yang cukup menarik dengan tema “Keterlambatan bicara pada anak”.

Sejumlah nara sumber berkualitas pun dihadirkan dalam diskusi tersebut, salah satunya adalah Dr. Gitayanti Hadisukanto, Sp. KJ (K), Psikiater Anak dan Remaja. Pada kesempatan tersebut, Dr. Gitayanti menyatakan bahwa keterlambatan bicara atau delayed speech bukanlah sebuah gangguan tapi bisa jadi hal itu adalah sebuah indikasi gangguan awal yang dialami oleh anak. Menurut Dr. Gitayanti ada 6 jenis gangguan yang memiliki gejala keterlambatan bicara.

Pertama, Terlambat Bicara Karena Gangguan Berbahasa Eksklusif

Ini sebenarnya termasuk dalam kategori gangguan yang normal. Anak yang berusia dibawah 3 tahun mengalami kemauan untuk mengekspresikan bahasa lisannya. Karena hal itu adalah wajar maka Dr. Gitayanti menyatakan bahwa gangguan tersebut tidaklah termasuk dalam disabilitas mental atau retardasi mental, autisme, tulis atau epilepsi.

Lalu Terlambat Bicara Karena Gangguan Berbahasa Reseptif

Bentuk gangguan pada anak lainnya adalah karena adanya gangguan berbahasa reseptif. Biasanya kondisi ini terjadi pada anak yang berusia 2 tahun yang mengalami gangguan bahasa ekspresif dan artikulasi yang cedal. Jika hal ini terjadi maka orangtua dapat mengunjungi dokter untuk mengkonsultasikan dilakukannya terapi bicara.

Ada Juga Terlambat Bicara Karena Gangguan Autisme

Autisme atau autism spectrum disorder juga bisa menjadi penyebab gangguan bicara pada anak. Anak dengan gangguan autisme bisa mengalami gangguan bicara atau komunikasi. Dan dalam cakupan yang lebih luas lagi si anak bisa mengalami gangguan interaksi sosial.

Terlambat Bicara Bisa Juga Disebabkan Oleh Disabilitas intelektual

Penyebab gangguan bicara yang lainnya adalah akibat disabilitas intelektual. Anak dengan gangguan yang satu ini biasanya memiliki IQ dibawah rata-rata, yaitu antara 71 – 90. IQ-nya yang dibawah rata-rata pun menyebabkan kemampuan belajarnya jadi lambat.

Kemudian Terlambat Bicara Karena Gangguan ADHD (Attention Defixit/Hyperactivity Disorder)

Hal lainnya yang menyebabkan gangguan bicara pada anak adalah karena ADHD. ADHD atau attention defixit/hyperactivity disorder adalah bentuk gangguan pada anak yang terkait dengan pemusatan perhatian. Anak dengan gangguan yang satu ini akan bersifat impulsif dan hiperaktif. Hal-hal ini ditunjukan dengan anak yang susah untuk diam, suka bergerak, dan sulit untuk duduk diam dalam waktu yang lama.

Ciri lainnya adalah anak akan gelisah dan selalu menggerak-gerakan anggota badannya. Kalau secara sepintas, anak dengan ADHD adalah anak yang banyak bicara tapi menurut Dr. Gitayanti pada beberapa kasus anak dengan gangguan seperti itu justru mengalami keterlambatan bicara. Ada 2 cara yang bisa dilakukan untuk mengatasinya, yaitu dengan melakukan serangkaian terapi seperti terapi integrasi sensorik, orthopedagogik dan modifikasi perilaku serta menggunakan obat-obatan.

Pun Terlambat Bicara Karena Gangguan motorik

Jika gangguan di atas terjadi pada anak yang berusia 3 tahun kebawah, untuk gangguan motorik ini justru terjadi pada anak yang berusia antara 5 – 11 tahun. Bentuk-bentuk gangguannya berupa sulit jongkok, lompat, berlari, memanjat, melempar, merayap, dan aktivitas motorik lainnya.

Sedangkan untuk gangguan motorik halus, anak akan kesulitan untuk menggenggam, mewarnai, mengingat, menulis, menempel, menggunting, dan beberapa aktivitas motorik lainnya. Untuk mengatasinya orangtua dapat berkonsultasi ke dokter agar dilakukan sejumlah terapi seperti terapi okupasi, integrasi, dan fisioterapi.

Gangguan pendengaran Juga Dapat Membuat Anak Terlambat Bicara

Dalam kesempatan tersebut, Dr. Gitayanti mengingatkan agar orangtua selalu waspada dengan tumbuh kembang anak dan segera berkonsultasi kepada dokter jika anak mengalami gangguan bicara karena hal tersebut bisa mengindikasikan adanya gangguan lain yang lebih serius.

Click to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.


Parenting

Bila Anak Belum Dapat Bicara Padahal di Usianya Sudah Harus Bisa Bicara, Ini 8 penyebabnya

Sebagai orang tua, Anda pasti menantikan kata pertama yang terucap dari anak tercinta. Tapi bagaimana jika Anda tidak kunjung mendengar sepatah kata pun terlontar dari bibir mungil si Kecil?

Lantas anda  khawatir anak dengan usia yang seharusnya sudah bisa bicara tetapi belum bisa bicara, pahami penyebabnya:

Pertama, dan yang tersering adalah kurangnya komunikasi kepada anak. Anak jarang diajak bicara atau mengajarkan lebih dari satu bahasa sehari-hari yang membuat anak menjadi bingung.

Kedua, adalah keterlambatan bicara karena kelemahan saraf motorik bicara. Biasanya hal ini perlu pelatihan khusus dan diharapkan anak akan dapat bicara setelah dilakukan pelatihan khusus.

Ketiga, adalah anak terlambat bicara karena terdapat penyakit yang lain seperti retardasi mental atau autisme, pada kasus ini anak tidak hanya keterlambatan berbicara, tetapi juga terlambat dalam personal sosialnya dan anak tidak dapat berkomunikasi dengan lingkungannya.

Keempat. mengajarkan beberapa bahasa pada anak supaya anak mudah mengerti dan belajar berbicara. memang ada sebagian anak yang mudah mempelajari beberapa bahasa dalam waktu bersamaan. Namun sebagian besar bisa jadi malah bingung untuk memahami banyaknya bahasa tersebut. Akibatnya, anak malah jadi kebingungan dan malas belajar bicara.

Kelima. Anak tidak mendengar. Anak akan belajar bicara bila ia medapatkan input kata-kata dari apa yang ia dengar sehari-hari. Otak anak akan memproses, mengerti, menyimpan dan kemudian mengucapkan kata-kata yang sering ia dengar. Hal ini tidak terjadi ia kemampuan mendengar anak terganggu.

Keenam. Anak tidak bisa mengerti kata-kata yang diucapkan. Keterlambatan bicara juga bisa terjadi pada anak yang bisa mendengar namun tempat penyimpanannya (otak) kurang baik. Kondisi ini biasanya terjadi pada anak dengan mental retardasi (kelemahan mental).

Ketujuh. Lidah tidak berfungsi dengan baik. Anak bisa mendengar, bisa mengerti dan menyimpan kata-kata yang didengar dalam otak, tapi ketika akan diucapkan lidahnya tidak berfungsi dengan baik, sehingga menyebabkan kesulitan bicara.

Kedelapan. Anak yang dikenalkan gawai sejak dini menjadi lambat berbicara, meskipun pemahamannya cukup baik. Gawai untuk anak usia dua tahun tidak ada manfaatnya. Anak menjadi lambat dalam berbicara. Hal ini karena anak lebih asik dengan gadgetnya ketimbang berkomunikasi dengan lingkungan sekitarnya.

Click to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.

Most Share

To Top