Parenting

Anak Anda sulit untuk tidur? Ini 24 Alasan Bayi dan Anak Susah Tidur

Anak Anda sulit untuk tidur? Menurut Roslina Verauli, MPsi, seorang psikolog anak, hal ini dapat disebabkan oleh:

Adanya perbedaan individual dalam pola dan proses tidur pada setiap anak. Ada yang mudah tidur dan dapat tidur dengan panjang, ada yang sebentar-sebentar terbangun dan gelisah, dan ada pula yang butuh distimulasi berlebihan agar bisa tertidur.

anaksusahtidur

Simak juga alasan lainnuya:

1. Kolik

Sekitar 20% bayi sehat pernah mengalami kolik. Kondisi ini biasanya terjadi antara minggu ke-2 dan ke-4 setelah lahir.

Jika Anda sedang menyusui, sebaiknya Anda menghindari produk susu olahan serta makanan yang menimbulkan gas, seperti kubis, bawang, dan bawang putih. Berkonsultasilah dengan ahli kesehatan tentang cara menangani alergi terhadap makanan tertentu.

2. Tumbuh Gigi

Tumbuh gigi untuk bayi itu menyakitkan dan tidak nyaman. Ketika hal ini terjadi, buah hati Anda akan sulit ditidurkan di malam hari dan sudah bisa dipastikan rewel hingga pagi

3. Waktunya Ganti Popok

Popoknya basah atau kotor seringkali akan membangunkan buah hati Anda yang tadinya sudah enak-enak tidur, Ladies. Karena bayi belum mampu menahan rasa ingin buang air seperti halnya orang dewasa, hal seperti ini pasti akan sering terjadi.

4. Haus atau Lapar

Bayi yang rewel dan susah ditidurkan, baik di siang hari maupun di malam hari bisa disebabkan karena lapar. Coba susui si Kecil jika ia susah ditidurkan. Selain itu, bayi yang sudah mendapatkan MPASI bisa juga diberi makan terlebih dulu supaya perutnya tidak lapar dan mau tidur, namun sebaiknya berikan anak makan 1 – 2 jam sebelum tidur.

5. Terlalu Banyak Bermain

Jika Anda mengajak si kecil bermain terus, maka ia akan semakin enggan untuk tidur. Apalagi, jika Anda mengajaknya bermain menjelang waktu tidurnya.

6. Terbiasa Dibantu Tidur

Membantu bayi untuk tidur setiap malam akan membuat dia tidak bisa belajar untuk tertidur sendiri. Sebaliknya ia akan menangis untuk mendapatkan apa yang membantu dia untuk bisa tidur. Cobalah menempatkan dia ke tempat tidur ketika dia mengantuk, tapi tidak menungguinya hingga tertidur. Anda bisa memberikan beberapa hal yang bisa membuat dia tenang dan bisa membantu belajar tertidur sendiri, bahkan jika ia terbangun di tengah malam.

7. Merasakan Kecemasan

Itu normal bagi anak Anda untuk melalui fase ini. Cobalah untuk tidak mendorong dengan banyak berbicara, bernyanyi, goyang, atau menyusui tambahan. Pada usia sekitar 6 bulan, Anda dapat membantu bayi untuk tidur sendiri. Selama dia tidak tampak sakit, berbicara dengan lembut dan mengusap punggungnya. Menghiburnya, tapi jangan membuatnya terlalu bermanfaat dan tergantung pada Anda dengan memeluknya. Sebuah lampu malam bisa menghibur balita yang takut gelap.

8.Tidak ada Waktu Tidur Rutin

Melakukan hal yang sama setiap malam sebelum tidur membantu anak Anda tahu sudah waktunya untuk tidur. Buat rutinitas tidur dan bersantai. Misalnya, setiap malam anak Anda mendengarkan Anda membaca cerita mereka, memiliki camilan, dan kemudian itu mematikan lampu utama. Melakukan rutinitas yang sama setiap malam dan selalu berakhir di kamar anak Anda. Hal terbaik untuk memulai rutinitas awal saat anak berusia 4 bulan.

9. Terlambat Tidur

Beberapa anak-anak bisa mengalami keterlambatan tidur. Mereka membuat alasan untuk tetap terjaga atau meminta lebih banyak cerita, minum, atau perjalanan ke toilet. Pergilah ke kamar anak Anda untuk merespon hal ini. Jadilah baik dan tegas. Membuat kunjungan Anda lebih pendek setiap kali. Biarkan anak Anda tahu bahwa itu adalah benar-benar waktunya untuk tidur.

10. Kurang Tidur Siang

Jika mereka tidak cukup tidur di siang hari, anak-anak muda mungkin mengalami kesulitan tidur di malam hari. Kebanyakan bayi memerlukan dua atau tiga jam tidur siang hari. Balita membutuhkan setidaknya satu kali tidur siang. Sebagian anak-anak masih mengambil setelah makan siang-siang sampai usia 5 tahun. Jika anak Anda rewel dan mengantuk, biarkan dia tidur siang, asalkan itu tidak terlalu dekat dengan waktu tidur dimalam hari.

11. Mengalami gangguan tidur

Alasan Anak Susah Tidur karena mengalami gangguan tidur

12. Hidung Tersumbat

Di bulan-bulan pertama, terkadang sistem pernafasan bagian atas dari buah hati Anda belum cukup bersih. Hidung tersumbat seperti ini sangat umum terjadi dan ketika terjadi, buah hati Anda akan kesulitan tidur serta rewel lho, Ladies.

13. Alergi, Asma, dan Lainnya

Beberapa masalah kesehatan dapat menjaga anak-anak dari tidur dan menjadi Alasan Anak Susah Tidur. Hidung tersumbat akibat alergi, pilek, dan asma dapat membuat sulit untuk bernapas. Pada bayi, kolik, refluks asam, sakit telinga, atau gigi nyeri juga dapat menghambat tidur. Dokter anak anda mungkin dapat membantu.

14. Obat

Beberapa obat flu dan alergi atau obat ADHD dapat mempengaruhi tidur anak. Jika obat tampaknya akan membuat anak Anda terjaga, bicarakan dengan dokter anak Anda untuk melihat apakah ada perubahan obat, dosis, atau waktu mungkin bisa membantu. Jangan membuat perubahan-perubahan pada Anda sendiri.

15. Perubahan siklus tidur

Ketika seorang anak menjadi remaja, mereka mengalami perubahan siklus tidur dan ini salah satu faktor yang manjadi Alasan Anak Susah Tidur. Mereka menjadi lebih waspada di malam hari dan mengantuk di pagi hari. Untuk mengatasi dengan perubahan tersebut. Biarkan anak remaja Anda melakukan pekerjaan rumah pada malam hari dan tidur nanti jika dia bisa. Anak remaja masih membutuhkan setidaknya 8,5 jam tidur.

16. Tidak Ada Boneka

Kadang-kadang memiliki objek khusus didekat mereka dapat membantu penurunan anak kecil tertidur. Boneka binatang adalah salah satu obyek kenyamanan. Dot dapat menyenangkan kebutuhan bayi untuk menghisap, bahkan jika mereka sedang menyusui.

17. Suasana Ruangan

Untuk menciptakan ruang yang tepat untuk tidur, buatlah gelap kamar anak Anda di malam hari dengan sebuah lampu malam kecil. Suhu kamar yang terlalu panas atau terlalu dingin bisa membuatnya tidak mau tidur.

18. Baju yang dikenakan tidak nyaman

Bayi bisa saja susah tidur karena baju yang dikenakannya tidak nyaman. Pakaika  bayi yang berbahan lembut, nyaman dipakai, dan tidak membuat bayi gerah. Perhatikan pula ukuran bajunya, jangan pakaikan baju yang terlalu sempit maupun kedodoran karena akan membuat anak tidak bebas dalam bergerak.

19. Peralatan Elektronik di Kamar Tidur

Telepon, komputer, video game, dan TV bisa menjadi Alasan Anak Susah Tidur. Jauhkan mereka dari kamar tidur anak Anda. Dan kecilkan suara TV atau apapun yang membuat berisik rumah Anda. Bahkan anak-anak besar membutuhkan rutinitas santai untuk angin untuk tidur.

20. Stres

Stres dapat mempengaruhi tidur dan menjadikan Alasan Anak Susah Tidur. Cobalah untuk membantu mereka rileks dengan menarik nafas, mandi air hangat, dan rutinitas tidur tenang. Anda juga dapat mulai mengajarkan mereka cara yang baik untuk mengatasi stres disiang hari, sehingga tidak mempengaruhi tidur mereka.

21. Mengabaikan Isyarat Lelah

Apakah anak Anda terkantuk-kantuk di sekolah? Apakah dia mengalami kesulitan tertidur dalam waktu 30 menit untuk pergi ke tempat tidur, atau bangun di waktu untuk memulai hari nya? Periksa bahwa dia cukup tidur. Anak-anak usia 5 sampai 10 tahun membutuhkan setidaknya 10 jam tidur malam.

24. Rasa bosan

Balita mudah merasa bosan dengan rutinitas, mungkin mereka merasa bosan dengan kegiatan bermain dan belajar di pre-school nya. Rasa bosan pada balita bisa menyebabkan mereka sulit untuk tidur.

Click to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published.

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.


Parenting

Si Kecil Sering Menangis Histeris Tengah Malam, Kenapa Ya Bun?

Terbangun tengah malam karena si kecil menangis, memang sudah jadi hal lumrah untuk orangtua. Hal yang membuat frustasi adalah ketika Bunda tidak tahu apa yang membuat si kecil menangis, tengah malam pula. Eits, jangan dulu berpikir yang tidak tidak ya Bun. Karena jika cermati lagi, pasti ada beberapa pemicu yang membuat si kecil sering histeris tengah malam. 

Nah, daripada terbawa emosi saat menghadapi kondisi ini, karena mungkin Bunda juga sedang mengantuk dan tak bisa mengontrol diri. Mari, pahami dan teliti lagi, apa sih yang membuat anak sering terbangun dan menangis di tengah malam.

Bisa Jadi si Kecil Sedang Mengalami Mimpi Buruk

Tidak hanya orang dewasa saja, anak kecil juga bisa mengalami mimpi buruk loh Bun. Apa yang dialaminya, kemungkinan membuatnya terjaga hingga tak lagi bisa tidur atau justru menangis karena memang benar benar takut. Karena mimpi buruk yang dialaminya bisa jadi terasa begitu nyata. 

Dan tidak hanya membuatnya terbangun, mimpi buruk juga bisa membuatnya merasa selalu ada yang menganggunya saat akan tertidur. Alhasil, si kecil menjadi lebih cemas atau bahkan merasa trauma hingga membuatnya histeris. 

Terlalu Capek Karena Aktivitasnya Seharian

Ayo Bun, coba ingat lagi. Di malah si kecil menangis histeris, apakah siangnya dia bergerak teralalu banyak? Atau mungkin juga ia menjalani aktivitas yang benar benar padat sampai membuatnya kelelahan. Jika ternyata Iya, hal tersebut bisa jadi faktor pemicunya. 

Untuk kondisi ini, salah satu cara yang bisa segera Bunda lakukan adalah memahaminya. Coba tanyakan pada si kecil, bagian tubuhnya mana yang terasa sakit. Dengan begitu Bunda bisa memberinya pijitan sederhana untuk menghilangkan rasa kram atau lelah di bagian tubuhnya karena terlalu banyak bergerak. 

Suasana Dan yang Ia Gunakan di Tempat Tidurnya Tidak Nyaman

Harus diakui, kenyamanan adalah poin penting yang harus Bunda perhatikan ketika si kecil sedang tidur. Karena pada rentang usia tersebut, si kecil masih sangat sensitif terhadap sesuatu yang ada di sekitarnya. Untuk menghindari ia menangis di tengah malam, maka Bunda perlu memerhatikan lagi.

Apakah tempat tidurnya sudah nyaman, bagaimana bahan selimut dan pakaian tidur yang ia gunakan, hingga pada udara ruangan tempat ia tidur. Jika ternyata kamarnya terlalu panas, bukan tak mungkin jika ia bisa mendadak terbangun lalu histeris tengah malam. 

Dan Gangguan Malam Lain yang Mungkin Sedang Dirasakannya 

Yap, ini jadi pemicu atas gangguan tidur yang banyak dialami si kecil hingga membuatnya bangun dan histeris di tengah malam. Gangguan yang dimaksud tidak hanya membuat ia terbangun, tapi juga ketika mendadak berbicara hingga berteriak sendiri. 

Kondisi ini bisa disebabkan oleh jam tidurnya yang tidak teratur, sehingga istirahat malamnya kurang berkualitas. Untuk menghindari terjadinya gangguan tidur saat malam seperti ini, Bunda perlu memastikan jika si kecil tidak beraktivitas secara berlebihan saat siang hari. Hindari pula kegiatan berlebihan lain sebelum ia tidur, seperti menatap layar gadget terlalu lama. 

Dan sebaliknya, sebagai orangtua Bunda perlu menjamin jika ia bisa terhindar dari kondisi tersebut dan bisa tidur dengan situasi dan kondisi yang nyaman. Sebagai tambahan, Bunda bisa membuat suasana kamar tidurnya lebih bersahabat untuk mendukung aktivitas tidurnya. Mulai dari mengatur pencahayaan, menambah wangi wangian di ruangan, dan memastikannya tidur dengan aman dan nyaman. 

Click to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published.

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.

Most Share

To Top