Parenting

Anak Anda Memang Cerdas, Tapi Anda Harus Tahu Jenis Kecerdasan Apa yang Ia Miliki

parenting indonesia, permainan anak, bermain untuk anak

Orangtua mana yang tak menginginkan anaknya tumbuh menjadi individu yang cerdas dan terampil. Cerdas tidak hanya kecerdasan otak dan akademis saja.

parenting indonesia, permainan anak, bermain untuk anak

Kecerdasan menurut Thomas Armstrong, Ph.D, seorang ahli di bidang multiple intelligences adalah kepintaran yang tidak hanya dilihat dari segi akademis saja, melainkan juga dari keterampilan maupun bakat anak. Diakui Thomas Armstrong, setiap anak itu sebenarnya pintar, hanya saja jenis dan konsentrasi kepintarannya berbeda-beda.

Berikut adalah 8 jenis kecerdasan anak yang perlu orangtua ketahui menurut Thomas Armstrong, Ph.D:

1. Word Smart: Anak dengan jenis kepintaran ini dapat dilihat dari kegemarannya yang suka membaca, menulis, berbicara dan juga mendengarkan cerita

Orang tua dapat mengajak si kecil untuk membaca buku cerita bersama-sama, melakukan percakapan maupun bermain blok yang bertuliskan kata-kata. Ini 8 jenis kecerdasan anak yang pertama.

2. Number Smart: Anak lebih tertarik pada angka, matematika, sains dan juga hal-hal yang berhubungan dengan logika, misalnya menanyakan “mengapa langit berwarna biru?”

Orang tua dapat mengajak si kecil bermain angka-angka, mengajaknya melakukan permainan yang mengharuskan ia menghitung, seperti monopoli.

3. Nature Smart: Jenis kepintaran yang satu ini dapat Orangtua lihat dari kesukaan si kecil dengan lingkungan

Misalnya suka alam, menyukai binatang, peduli dengan lingkungan alam, bahkan ia dapat menggolongkan tanaman dan mengoleksi dedaunan. Orang tua dapat mengajak si kecil untuk membuat kebun kecil di belakang rumah dan biarkan ia berkreasi apa saja yang ingin ia tanam.

4. Self Smart: Ia cenderung senang bermain sendiri, bahkan ia sudah tahu saat besar nanti ingin jadi apa

Tak hanya itu, ia juga memiliki rasa percaya diri yang kuat dan juga dapat mengkomunikasikan perasaannya. Orang tua dapat mengajak si kecil untuk berbicara dari hati-hati, saat ia memberitahu ingin jadi apa, dukung dan arahkan agar ia dapat meraih apa yang ia cita-citakan.

5. People Smart: Anak yang memiliki kepintaran jenis ini dapat terlihat saat ia suka bermain dengan teman-temannya, memiliki empati, suka memimpin dan bahkan dapat memahami perasaan orang lain

Bermain bersama di luar rumah, mengajaknya datang ke acara keluarga merupakan salah satu cara untuk mengembangkan kepintarannya tersebut.

6. Body Smart: Dapat terlihat dari si kecil yang dapat menciptakan sesuatu dari tangannya, suka menari, berolahraga, serta menyentuh benda-benda dan mempelajarinya.

Agar perkembangan kepintaran si kecil berjalan dengan optimal, orang tua dapat mengajaknya melakukan olahraga bersama atau mengajaknya menonton bioskop. ini 8 jenis kecerdasan anak yang keenam.

7. Picture Smart: Si kecil yang memiliki jenis kepintaran ini biasanya ia suka gambar dan imajinasi

Si kecil yang memiliki jenis kepintaran ini biasanya ia suka menggambar, menyukai seni, suka berimajinasi dan juga bermain dengan menggunakan balok untuk membangun sesuatu. ini 8 jenis kecerdasan anak yang ketujuh.

8. Music Smart: Sudah jelas si kecil suka bernyanyi, memainkan alat musik, mengingat lagu dan berbagai hal yang berhubungan dengan musik

kita sebagai orang tua dapat mengajaknya nonton konser musik, bernyanyi bersama seperti melakukan karaoke. Selain itu, bisa juga mengikutsertakan si kecil dalam kegiatan musik, misalnya les piano atau berlatih vokal.

Tak hanya satu jenis kecerdasan yang dimiliki anak. Armstrong juga menegaskan bahwa setiap anak bisa saja memiliki lebih dari satu jenis kecerdasan, dari delapan kecerdasan yang disebutkan di atas. Jadi sebagai orang tua, kita harus mencoba menstimulasi kedelapan kecerdasan tersebut pada si kecil dan mengobservasinya. Mana kecerdasan paling menonjol dari si anak. Setelah itu baru mengarahkannya pada jalur yang tepat. Selamat mencoba.

Click to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.


Kesehatan

Manfaat Ikan Bandeng untuk Bayi yang Bisa Jadi Menu MPASI

Untuk urusan menu MPASI, bunda mungkin sering mendengar olahan ikan salmon dan dori baik dijadikan pilihan. Tapi, apakah bunda tahu jika ikan Bandeng juga memiliki kandungan yang baik untuk dijadikan salah satu menu MPASI?  

Bisa ditemukan dengan mudah, Ikan bandeng juga memiliki kandungan nutrisi yang tak kalah baik dari jenis ikan lainnya. Mulai dari zat besi, lemak sehat, fosfor, kalium, kalsium, vitamin A, vitamin B1, dan vitamin B12. Dimana, semua nutrisi tersebut dibutuhkan bayi untuk tumbuh kembangnya. Berikut adalah manfaat lain dari ikan Bandeng yang bisa membantu proses pertumbuhan si kecil. 

1. Perkembangan Otak Hingga Jantung Bayi

Ikan bandeng mengandung omega 3 yang bermanfaat untuk tumbuh kembang otak dan kecerdasan bayi. Pasalnya, tubuh manusia tidak dapat memproduksi omega 3, sehingga membutuhkan asupan nutrisi dari olahan makanan. Tak hanya itu, kandungan omega 3 juga bermanfaat untuk meningkatkan daya ingat anak, mencegah penyakit jantung, dan mengontrol kadar kolesterol dalam darah. Oleh karena itu, ikan bandeng cocok dijadikan MPASI bayi sejak dini bun. 

2. Menjaga Kesehatan Tulang dan Gigi

Selanjutnya, Ikan Bandeng juga memiliki kandungan kalium, magnesium, dan fosfor yang dapat memenuhi kebutuhan mineral bayi. Kandungan mineral dibutuhkan untuk menjaga kesehatan tulang dan gigi si Kecil sehingga menurunkan risiko bayi mengalami kerusakan tulang saat beranjak dewasa. 

Dan info menarik lain yang perlu Bunda tahu adalah, saat si Kecil mengonsumsi 100 gram daging ikan bandeng, itu berarti ia telah mendapat asupan nutrisi 20 mg kalsium dan 150 mg fosfor. Oleh karena itu, semakin banyak olahan ikan bandeng yang diberikan kepada bayi, maka semakin kuat pula tulang dan gigi si Kecil. 

3. Meningkatkan Sistem Imunitas Bayi

Dan yang terakhir, Ikan Bandeng juga memiliki kandungan vitamin A, zat besi, dan protein yang mampu menguatkan daya tahan tubuh si Kecil sehingga tidak mudah terserang penyakit atau virus. Kandungan protein juga dibutuhkan untuk memperbaiki jaringan tubuh yang rusak akibat virus dan bakteri. 

Setelah tahu jika Ikan Bandeng memiliki kandungan nutrisi yang cukup baik pada pertumbuhan si kecil. Bunda bisa mulai mengolah ikan bandeng segar sebagai menu MPASI si kecil di rumah. Dengan catatan, perhatikan duri dan tulangnya sebelum diberikan kepada bayi, karena Ikan Bandeng adalah salah satu jenis ikan yang memilki cukup banyak duri halus sehingga berisiko tertelan atau tercampur pada daging ikan yang dikonsumsi si kecil. 

Untuk meminimalkan risiko alergi yang dialami si Kecil, Bunda bisa memberikan ikan bandeng secara bertahap sejak berusia enam bulan. Apabila bayi tidak mengalami alergi, maka bisa terus memberikan olahan ikan bandeng sebagai MPASI. Akan tetapi, jika bayi menunjukkan tanda-tanda alergi, segera hentikan pemberian ikan bandeng dan konsultasikan ke dokter untuk menu MPASI berikutnya.

Click to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.


Mom Life

Ketika Anak Membuat Ayah dan Bunda Marah

Sedari bangun tidur, sudah berapa kali Ayah dan Bunda marah atau ngomel sama si kecil?

Dalam bukunya yang berjudul The Gentle Discipline Book, Sarah Ockwell-Smith bercerita, jika orangtua yang berada di titik kehilangan kesabaran hingga akhirnya marah ke anak adalah sesuatu yang lumrah. Tapi, bukan berarti Ayah dan Bunda dibenarkan untuk marah-marah. Karena hal tersebut ya, karena sikap ini akan berdampak buruk pada tumbuh kembanng si kecil.

Ayah dan Bunda harus paham, jika setiap anak pasti pernah melakukan seuatu yang membuat orang tua kesal atau marah. Lalu apa yang harus kita lakukan sebagai orangtua? Apakah memarahi anak, membentak, atau mencoba menahan amarah?

Namun perlu Bunda ketahui, membentak dan berteriak kepada anak ketika anak berbuat salah tidak akan efektif untuk mengubah perilakunya. Hal ini justru menimbulkan banyak efek negatif jika anak sering dimarahi. Mulai dari gangguan psikologis, penurunan rasa percaya diri, hingga perubahan perilaku bisa terjadi pada anak yang sering dibentak. Jadi jika anak membuat ayah dan bunda marah cobalah untuk melakukan beberapa cara berikut:

1. Tenangkan diri lebih dulu, dan beri tahu anak perasaan ayah dan bunda.
2. Ambil jeda beberapa saat dengan menyendiri hingga emosi mereda.
3. Setelah amarah berkurang dan emosi lebih stabil, ajak anak bicara. Jelaskan perbuatan anak yang salah dan jangan menyerang kepribadian dan karakter anak misal dengnan memberi label “anak nakal”
4. Fokus pada solusi, cari solusi untuk memperbaiki kesalahannya dan agar anak tidak mengulanginya lagi.

Jadi setiap kali si kecil membuat Ayah dan Bunda  marah, cobalah untuk menarik nafas terlebih dahulu dan melakukan beberapa trik diatas. Yuk, belajar mengelola emosi ya bun.  

Click to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.


Parenting

Daripada Memaksa Anak Makan, Lebih Baik Memahami Penyebab Mengapa Ia Susah Makan

Perkara anak susah makan, barangkali jadi salah satu hal yang kerap membuat Bunda bingung. Sebab biar bagaimana pun, di usia kanak-kanak ia butuh nutrisi dan asupan gizi yang cukup dari makanan yang harus ia konsumsi. Di tengah-tengah kondisi yang membingungkan seperti ini, bunda mungkin akan berpikir lebih baik untuk memaksanya saja.

Tapi bun, jika anaknya tidak mau makan, jangan dipaksakan. Nanti kalau anak merasa lapar, kemungkinan besar ia akan mau makan. Daripada memaksakan anak makan, sebagai orangtua sebaiknya Bunda memahami penyebab, mengapa anak sulit makan.

1.Barangkali Ia Tak Pernah Benar-benar Merasa Lapaar

Tak heran jika makanan yang terdiri atas tiga kali makanan utama dan dua kali makanan selingan membuatnya kenyang. Jadi ketika waktu makan yang berikutnya tiba, ia belum benar-benar lapar. Ditambah lagi rutinitas makan dan minum susu yang bisa membuat anak bosan.

Hal seperti ini akan terbawa terus hingga masa batita awal. Namun orang tua sering lupa dan menganggap perilaku menolak atau melepehkan makanan sebagai masalah besar.

2. Si Kecil Mulai Punya Selera Terhadap Rasa

Yang juga kerap terlupakan, di usia batita ini rasa ingin tahu anak sudah semakin besar. Ia sudah punya selera tersendiri terhadap makanan. Itulah kenapa makanan anak usia ini tidak boleh disamakan dengan makanan bayi yang tawar.

Tidak ada salahnya memberikan rasa-rasa tertentu yang dia sukai ke dalam makanannya, seperti garam dan gula. Apa citarasa yang disukai anak, tugas orang tualah untuk menemukannya.

3. Bosan dengan Tesktur Makanan yang Halur dan Campur Aduk 

Rasa bosan bisa juga muncul dari tekstur. Maka, bukan mustahil anak bosan atau sudah merasa mual dengan makanan lunak dan campur aduk seperti makanannya semasa bayi. Dengan demikian orang tua mesti cerdik dalam menyiasati olahan dan penyajian makanan.

Untuk mengatasinya, cobalah bunda variasikan makanan yang sedemikian rupa agar anak tetap suka makan, misalnya dengan memisah-misahkan lauknya dan memblender berasnya saja lebih dulu sebelum diolah.

Click to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.

Most Share

To Top