Parenting

Akibat Memaksa Anak Makan dan Solusinya

Memaksana Anak makan bukanlah  tindakan yang bijaksana. Yang namanya pemaksaan, apapun bentuknya pasti tidak baik. Meski tujuannya supaya anak tidak kelaparan dan sehat namun kalau caranya salah, akibatnya bisa bermacam-macam.

anakmemilihmakan

Berikut ini akibat memaksa anak makan.
Muntah
Anak yang baru sembuh dari sakit akan muntah bika dipaksa makan karena organ-organ tubuhnya masuh harus recovery sehingga belum siap menerima makanan dalam jumlah banyak.

Beci Makan
Anak yang ketika kecil sering diuber0uber untuk makan bisa mengakibatkan kebencian terhadap aktivitas makan. Yang diingat adalag bagaimana tidak enaknya ia harus menelan makanan yang sebenarnya tak diinginkan.  Beberapa bahkan mengalami trauma pada jenis makanan tertentu.

Berbohong
Karena sering dipaksa makan, lama-lama muncul ide untuk berbohong. Misal bilangnya udah makan padahal belum, makanan yang harusnya dimakan malah dibuang dan sebagainya.

Simak juga 7 Problem anak susah makan dan penyebabnya
Lantas Apa solusinya? Salah satunya dengan membuat menjadi lebih menarik.  Dari pada memaksa anak, lebih baik orang tua membuat acara makan menjadi sesuatu kegiatan yang menenangkan.

Misalnya dengan memasak makanan kesukaan anak dan memnuat tampilan makanan semenarik mungkin. Untuk anak usia sekolah bisa diajak memasak di dapur sehingga terinspirasi dengan proses pembuatan makanan.

Selain itu, orang tuapun harus menjadi contoh. Bagaimana mungkin anak mau makan kalau orang tua tidak memberi contoh bahwa aktivitas makan sebetulnya menyenangkan.

Click to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published.

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.


Kesehatan

MPASI Pertama: Lebih Baik Buah atau Bubur?

Saat anak menginjak usia enam bulan, waktunya Bunda menyiapkan MPASI untuk buah hati. Mengingat anak baru belajar mengunyah, makanan pendamping pertamanya harus lembut agar anak tidak kesulitan menelan.

Pada dasarnya, tidak ada aturan mengenai jenis makanan pertama yang harus diberi pada si kecil. Dalam buku Anak Sehat: 100 Solusi dr. Tiwi, I Gusti Ayu Nyoman Pratiwi, dokter spesialis anak yang bekerja di RS Bunda Jakarta menganjurkan memberi buah untuk anak dengan berat badan normal. Sementara itu, untuk anak yang memiliki berat badan di bawah rata-rata disarankan mengonsumsi serealia.

Anjuran pemberian buah harus sesuai aturan, yakni dihaluskan dan hindari buah yang terlalu manis karena kandungan fruktosanya dapat memengaruhi kecenderungan anak terhadap rasa manis. Jika MPASI didominasi makanan berkadar gula tinggi, anak cenderung menolak makanan yang berkadar gula rendah.

Sementara anak yang cenderung kurus dianjurkan untuk bisa mengonsumsi bubur. Pastikan bubur memiliki kekentalan yang baik. Bubur yang encer karena terlalu banyak air tidak memiliki banyak nutrisi. Di masa ini, pemberian daging atau hati sebagai protein juga dapat mempercepat proses kenaikkan berat badan.

Lantaran anak berisiko terpapar arsenik, serealia beras bayi tidak dianjurkan diberikan pada anak secara terus-menerus. Food and Drug Administration menganjurkan untuk melakukan variasi dengan memberi anak sereal bayi yang difortifikasi, seperti oat, multigrain, dan barley.

World Health Organization (WHO) juga menganjurkan menu MPASI bayi 6 bulan terdiri dari beragam sumber makanan. Pasalnya, satu jenis makanan tidak mampu mencukupi kebutuhan gizi harian si kecil. Menu makanan pendamping tunggal tidak hanya membatasi pilihan makanan, melainkan juga zat gizinya.

Panduan Memperkenalkan MPASI Bayi 6 Bulan

Anak memerlukan vitamin dan mineral agar tumbuh kembangnya sempurna. Oleh karena itu, sangat penting untuk memilih MPASI yang mengandung seluruh vitamin dan mineral yang dibutuhkan si kecil.

Untuk memperkenalkan makanan pendamping, biarkan anak mencoba makanan satu per satu. Selain untuk mengetahui makanan apa yang anak sukai, cara ini membantu Bunda melihat apakah si kecil memiliki alergi terhadap makanan tertentu atau tidak. Beri jeda selama tiga hingga lima hari untuk setiap makanan baru.

Umumnya, makanan yang sering memicu alergi pada anak antara lain telur, susu, kerang, ikan, kacang tanah, gandum, buah geluk (kacang pohon), dan kedelai. Jika anak menunjukkan tanda alergi terhadap makanan tersebut, segera hubungi dokter spesialis anak.

Tekstur MPASI Bayi 6 Bulan

Pada awal pemberian MPASI, sebagian besar anak mungkin akan mengalami batuk atau muntah. Tenang, Bunda, risiko ini bisa dicegah.

Untuk permulaan, sebaiknya beri anak MPASI yang dihaluskan lantas disaring. Hasilnya, Bunda akan mendapatkan tekstur yang sangat halus. Bubur saring adalah makanan yang lembut tetapi tidak encer, serta mudah larut oleh air liur. Bubur saring semacam ini dapat membantu anak menyesuaikan diri dengan tekstur makanan baru dan mencegahnya tersedak.

Makanan pendamping bayi haruslah dibuat dari bahan aman yang tidak memicu alergi. Untuk rasa, sebaiknya cenderung hambar. Apabila diperlukan, terutama untuk merangsang nafsu makan anak, pemberian garam maupun gula diperbolehkan dalam jumlah kecil.

Seiring meningkatnya usia dan keterampilan mulut anak, Bunda bisa memberinya makanan dengan tekstur lebih kental. Peningkatan tekstur bisa dilakukan dengan menyajikan MPASI melalui cara ditumbuk atau dicincang dalam beragam jenis rasa. Variasi tekstur dan rasa makanan dapat membantu anak mengembangkan keterampilan motorik halus. Keterampilan mengunyah anak juga meningkat. Selain itu, anak bisa belajar untuk menerima serta menyukai berbagai jenis makanan.

Cara Menyiapkan MPASI

Hal yang wajar apabila Bunda merasa kesulitan menyiapkan MPASI pertama untuk si kecil. Banyak orang tua yang juga mengalami hal serupa. Untuk memudahkan Bunda, berikut sejumlah tips dari American Academy of Pediatrics yang dapat dicoba untuk menyiapkan MPASI anak.

  1. Campur sereal atau biji-bijian yang sudah dihaluskan dengan ASI, susu formula, atau sedikit air supaya teksturnya lembut dan mudah ditelan.
  2. Hancurkan buah, sayur, atau makanan lainnya hingga halus.
  3. Sayuran yang bertekstur keras, seperti wortel perlu direbus agar lebih mudah dihaluskan.
  4. Sebelum memasak ikan atau daging, pastikan untuk menyingkirkan semua lemak, duri atau tulang, dan kulit.
  5. Saat hendak memberikan buah pada si kecil, buang bijinya dan potong sekecil mungkin.
  6. Potong makanan lunak berbentuk bulat maupun silinder menjadi potongan atau irisan tipis.
  7. Sebelum dimasak, biji-bijian, seperti gandum, barley, dan lainnya harus ditumbuk lebih dulu.

Panduan Pemberian MPASI Pertama

World Health Organization (WHO) menganjurkan MPASI haruslah cukup, baik dalam jumlah, frekuensi pemberian, konsistensi makanan, dan variasi jenisnya. Seluruh komponen ini sangat diperlukan untuk memenuhi kebutuhan gizi anak sembari tetap mempertahankan pemberian ASI.

Untuk memastikan terpenuhinya kebutuhan gizi anak, makanan pendamping harus memenuhi kriteria yang dicantumkan WHO dalam websitenya berikut.

  1. Tepat waktu – makanan pendamping diperkenalkan saat kebutuhan energi dan nutrisi anak sudah melebihi apa yang bisa diberikan ASI eksklusif.
  2. Memadai – makanan pendamping tidak hanya menyediakan energi, tetapi juga mengandung protein dan mikronutrien yang cukup untuk memenuhi kebutuhan gizi dan mengoptimalkan tumbuh kembang anak.
  3. Aman – makan pendamping harus disimpan dan disiapkan secara higienis. Tangan dan peralatan harus terjaga kebersihannya.
  4. Sesuai kebutuhan – makanan pendamping diberikan sesuai usia, sinyal nafsu makan dan rasa kenyang, serta frekuensi makan anak.

Saat memulai MPASI, mungkin sulit bagi Bunda menentukan jumlah dan frekuensi makanan yang harus diberikan. Bunda bisa mengikuti saran dari American Academy of Pediatrics berikut:

  1. Mulailah secara bertahap. Beri 1 atau 2 sendok makan sembari memperhatikan tanda si kecil masih lapar atau kenyang.
  2. Atur jadwal makan dan kudapan. Pemberian dilakukan secara selang-seling.
  3. Hindari membiarkan anak makan dan minum sepanjang hari. Maksimal pemberian makan adalah enam kali setiap 2 hingga 3 jam.

Kapan Anak Harus Diberi Makan?

Bunda boleh memberikan makanan saat anak memberi tanda bahwa ia lapar, seperti meletakkan tangan ke mulut. Bersihkan tangannya lebih dulu dan mulailah dengan menyuapinya makanan sebanyak dua sampai tiga sendok.

Umumnya, rasa makanan baru kerap mengejutkan si kecil. Beri ia waktu untuk beradaptasi. Jangan memaksanya apabila si kecil tampak tak menyukai makanan pendamping yang Bunda berikan.

Kendati tidak ada jadwal baku untuk pemberian MPASI, Bunda bisa membuat jadwal makan si kecil sendiri yang dimulai dari pagi hingga malam. Berikut contoh jadwal makan anak usia enam hingga delapan bulan.

  1. Pukul 06.00: ASI
  2. Pukul 08.00: Bubur susu
  3. Pukul 10.00: Buah yang dihaluskan
  4. Pukul 12.00: ASI
  5. Pukul 14.00: ASI
  6. Pukul 16.00: Buah yang dihaluskan
  7. Pukul 18.00: Nasi tim saring
  8. Pukul 20.00: ASI

Untuk meminimalkan rasa jenuh, variasi MPASI sebaiknya dilakukan secara bertahap dalam jangka waktu tiga atau lima hari. Misalnya, hari pertama sampai ketiga menu si kecil adalah buah, kemudian tiga hari selanjutnya serealia.

Jika pada minggu kedua Bunda ingin mengenalkan jenis buah, sayuran, atau umbi-umbian, pilih salah satu jenis, lalu beri dalam jumlah kecil secara bertahap selama tiga hari baru kemudian beralih ke menu lain.

Ide MPASI Bayi 6 Bulan

Membuat makanan pendamping anak tidak sesulit yang dibayangkan. Cara memasaknya tidak jauh berbeda dari makanan orang dewasa, hanya berbeda pada pilihan makanan dan teksturnya. Untuk memudahkan Bunda, berikut ini sejumlah variasi menu MPASI bayi 6 bulan yang dapat dijadikan sebagai inspirasi.

Nasi Tim Sawi Ayam

Buat bubur beras putih dengan tekstur semi encer. Tambahkan sawi yang telah direbus dan suwiran ayam yang sudah dihaluskan. Beri sedikit garam. Masak hingga matang.

Puree Bayam dan Jagung Manis

Siapkan bayam segar dan satu buah jagung manis. Rebus keduanya di tempat terpisah hingga matang, lalu haluskan menggunakan blender atau food processor. Pastikan tidak ada serat kasar yang tersisa.

Sup Wortel Kentang Daging

Anak usia enam bulan boleh mengonsumsi daging-dagingan. Untuk memasaknya, rebus daging hingga matang lalu masukan kentang dan wortel. Tambahkan sedikit garam atau gula. Aduk hingga tercampur rata dan diamkan sampai matang, lalu tiriskan. Haluskan menggunakan food processor hingga teksturnya halus.

Puree Alpukat Pisang

Siapkan setengah buah alpukat dan satu buah pisang. Tambahkan ASI atau susu formula secukupnya. Haluskan menggunakan blender.

Nasi Tim Tofu Sawi Putih

Siapkan nasi, kemudian rebus tofu dan sawi putih hingga matang. Tambahkan sedikit garam untuk menggugah selera makan. Campur seluruh bahan ke dalam food processor, kemudian haluskan.

Demikianlah penjelasan mengenai MPASI bayi 6 bulan lengkap dengan panduan dan ide menu makanan pendamping. Semoga bermanfaat.

Click to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published.

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.


Kesehatan

Serba Serbi Pemberian MPASI Saat Bayi 6 Bulan

Makanan pendamping ASI atau MPASI bayi 6 bulan harus diberikan secara bertahap selepas program ASI eksklusif. Sebagaimana diketahui, idealnya bayi baru lahir harus mendapat ASI hingga usianya enam bulan. Bahkan, World Health Organization (WHO) menyarankan pemberian ASI dilakukan hingga anak berusia dua puluh empat bulan.

Pemberian ASI eksklusif sangat direkomendasikan. Setiap tetes ASI mengandung enzim dan nutrisi lengkap yang berperan penting dalam membangun antibodi. Selain mencegah anak tak mudah tertular atau terserang penyakit, antibodi juga dapat menurunkan risiko infeksi dan kematian bayi.

Bahaya MPASI Dini

Kendati ASI eksklusif dianjurkan, tingkat pemenuhannya masih jauh dari target nasional yang berada di angka 80 persen. Rendahnya pencapaian ini tidak hanya disebabkan faktor usia ibu, melainkan juga sulitnya ASI keluar, kualitas ASI yang kurang baik, kelahiran prematur, dan ibu bekerja. Alhasil, tak sedikit orang tua yang memberikan makanan pada anak sebelum waktunya.

Mengenalkan bayi pada makanan dan minuman selain ASI dan susu formula dianjurkan ketika usianya telah mencapai enam bulan. Anjuran pemberian MPASI pada usia enam bulan bukan tanpa alasan.

Pada usia enam bulan, anak cenderung membutuhkan asupan energi tambahan yang tidak bisa didapatkan hanya dari ASI. Tubuh anak, terutama sistem pencernaan, usus, dan lambung dinilai sudah siap menerima dan mencerna asupan selain ASI. Oleh karena itu, bayi perlu mendapatkan asupan berupa makanan pendamping lain.

Sebelum usia tersebut, Bunda tidak disarankan memberi makanan pendamping pada anak. Sistem pencernaan dan metabolisme anak usia nol hingga lima bulan belum sempurna. 

Dalam jurnal yang dipublikasikan oleh The American Academy of Pediatrics tahun 2011, pemberian MPASI dini dapat mengganggu tumbuh kembang anak dan menyebabkan masalah pencernaan. Agar lebih jelas, simak risiko pemberian MPASI dini berikut ini!

Gangguan Pencernaan

Organ pencernaan anak usia kurang dari enam bulan belum mampu untuk menerima makanan padat. Pasalnya, enzim maltase untuk mencerna karbohidrat, enzim laktase untuk mencerna protein, enzim lipase untuk mengurai lemak, dan enzim lainnya belum diproduksi secara optimal.

Enzim pencernaan baru berfungsi sempurna ketika bayi berusia enam bulan. Jika dipaksakan, proses pemecahan dan penguraian asupan menjadi sari makanan akan terganggu. Risikonya, anak akan sering buang angin, mengalami kesulitan buang air besar, atau diare.

Infeksi Pencernaan

Kondisi usus pada bayi di bawah enam bulan masih terbuka sehingga rentan menjadi pintu masuk mikroorganisme. Jika anak diberi MPASI dini, risiko anak mengalami infeksi saluran cerna dengan gejala berupa demam, gelisah, rewel, tidak nafsu makan, hingga muntah sangat tinggi.

Usus baru tertutup sempurna setelah anak menginjak usia enam bulan. Oleh karena itu, sangat dianjurkan untuk memberi anak ASI eksklusif yang akan membantu melindungi usus dan meningkatkan antibodi pada saluran pencernaan.

Kegemukan

Lantaran organ pencernaan belum berfungsi sempurna, makanan yang masuk tidak dapat diolah dan dicerna dengan baik. Alhasil, sebagian besar makanan akan menumpuk menjadi lemak sehingga anak berisiko terkena obesitas di usia dini.

Kendati anak yang gemuk tampak menggemaskan, risiko ini wajib diwaspadai karena dapat menghambat perkembangan motorik, gangguan tidur, masalah pada tulang, hingga mengalami penyakit serius.

Lebih Rentan Sakit

Tak hanya organ tubuh yang belum berfungsi sempurna, sistem imun pada bayi di bawah enam bulan juga belum optimal. Sistem imun yang lemah cenderung sulit melindungi tubuh dari bahaya kuman penyakit. Pemberian makanan pendamping pada usia dini dapat menyebabkan anak lebih rentan sakit.

Asteriosklerosis (Penyumbatan Pembuluh Darah)

Selain memicu obesitas, pemberian MPASI dini bisa meningkatkan risiko anak terkena asteriosklerosis atau penyumbatan pembuluh darah. Hal ini dapat terjadi karena tubuh tidak dapat memproses dan mencerna lemak dengan baik. Lemak yang berlebih menyebabkan terhambatnya saluran pembuluh darah arteri oleh plak.

Sindrom Kematian Mendadak

Bahaya MPASI dini yang paling mengkhawatirkan adalah sindrom kematian mendadak. Selain karena tersedak makanan, sindrom ini juga disebabkan oleh penumpukan makanan berlebih di dalam perut anak. Makanan yang tidak dicerna dengan baik menyebabkan organ pencernaan anak rusak. Meskipun kondisi ini jarang, kematian mendadak akibat MPASI dini pernah terjadi beberapa kali.

Kendati waktu ideal pemberian makanan pendamping adalah saat anak berusia enam bulan, terdapat kondisi khusus yang memungkinkan anak mendapatkan MPASI pada usia relatif muda sekitar usia empat hingga lima bulan, yaitu karena bobot tubuh di bawah standar atau adanya masalah kesehatan. Namun, diperlukan konsultasi dan persetujuan dari dokter anak atau ahli gizi lebih dulu untuk meminimalisasi dampak buruk MPASI dini.

Kapan Waktu Terbaik untuk Memberi MPASI?

American Academy of Pediatrics menganjurkan supaya anak diperkenalkan dengan makanan pendamping ketika memasuki usia enam bulan. Namun, setiap anak berbeda, sehingga Bunda harus memahami tanda apakah ia sudah siap mengonsumsi makanan selain ASI atau belum.

Adapun sejumlah tanda yang menunjukkan anak sudah siap untuk memulai MPASI pertamanya, antara lain sebagai berikut.

  1. Anak sudah bisa duduk dengan sedikit atau tanpa bantuan.
  2. Anak memiliki kendali kepala yang baik.
  3. Anak dapat membuka mulutnya dan mencondongkan tubuh ke depan ketika Bunda menawarkan makanan.
Click to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published.

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.


Extra

Panduan MPASI dan Makanan yang Direkomendasikan

MPASI merupakan singkatan dari makanan pendamping ASI yang biasanya diberikan pada bayi di atas 6 bulan. Makanan ini diperlukan sebagai tambahan nutrisi untuk si kecil. Panduan MPASI ini juga sudah direkomendasikan oleh WHO menganjurkan minimal 4 bulan dan jika memungkinkan 6 bulan pertama.

Kapan

 

Artikel ini merupakan bagian Sayangi Anak Extra

Sayangi Anak Extra adalah konten mendalam dan premium dari Sayangianak.com. Langganan Sayangi Anak Extra akan membantu Bunda & Ayah mengakses artikel premium, ebook, video dan kelas – kelas dari Sayangi Anak. Yuk Bantu Sayangi Anak membuat konten – konten berkualitas..

Lebih Detail

Already a subscriber? Log in here.

Click to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published.

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.

Most Share

To Top