Parenting

Jangan Bandingkan Anak, 10 Akibat Buruk Ini Bisa Terjadi

membandingkan-anak

Pernahkah membandingkan anak dengan orang yang lain? Terkadang hal ini dilakukan agar anak lebih kompetitif, sehingga termotivasi untuk menjadi lebih baik. Nyatanya membandingkan anak justru berdampak buruk.

Yuk, Bunda, disimak bersama berbagai macam akibat bagi tumbuh kembang anak jika kita sering membanding-bandingkannya,

  1. Anak Stres

Terlalu sering dibandingkan dengan orang lain akan membuat anak menjadi stres. Anak terbebani tanggung jawab untuk menjadi yang terbaik sehingga orang tua senang dan bangga padanya.

Kenali tanda anak yang merasa terlalu terteka ya, Bun. Tandanya antara lain anak menjadi selalu gelisah. Si kecil bahkan tidak dapat tidur nyenyak .

2. Anak Menjadi Pemalu

Ketika kita terus membandingkan anak dengan orang lain, secara tidak langsung kita menyebut mereka tidak hebat. Hal ini akan membuat anak merasa dirinya tidak kompeten. Anak pun akan menarik diri dan menghindari keramaian atau interaksi sosial.

3. Anak Dapat Kehilangan Bakatnya

Seringkali kita tidak menyadari bakat yang dimiliki anak. Hal itu menyebabkan kita memaksa anak melakukan sesuatu yang tidak sesuai dengan bakat dan kegemarannya.

Misalnya anak suka melukis, namun kita lebih berfokus mendorong anak menjadi seorang atlet agar seperti anak orang lain. Lama-lama bakat alami anak bisa hilang.

4. Anak Menjadi Pemberontak

Terus-terusan dibandingkan dengan orang lain akan membuat anak marah dan memberontak kepada orang tuanya. Anak merasa tidak dihargai dan dipercaya, sehingga bersikap tidak peduli dan enggan mendengarkan orang tuanya.

5. Anak Rendah Diri dan Merasa Tidak Berharga

Selalu dibandingkan dengan anak lain membuat anak merasa dirinya direndahkan dan selalu kalah dari anak lain. Akibatnya anak akan merasa dirinya tidak bisa melakukan apa-apa atau tidak berguna.

Si kecil pun jadi rendah diri. Dia bahkan merasa tidak berharga, serta tidak memiliki harapan dan semangat untuk menjadi orang yang hebat di masa depan.

6. Anak Tidak Mau Kalah

Jika kita selalu membandingkan anak dengan anak orang lain itu akan membuat mereka menjadi orang yang lebih egois. Anak jadi tidak mau dikalahkan orang lain, sehingga mengandalkan segala cara agar tidak kalah dalam persaingan.

Akibatnya anak cenderung pilih-pilih teman. Bisa jadi juga ia suka memanfaatkan temannya, atau bahkan tidak mau membantu orang lain.

7. Anak Merasa Tidak Disayang Orang Tuanya

Saat terus-menerus dibandingkan dengan anak lain oleh orang tuanya, anak merasa dirinya negatif dan payah. Karena orang tua terlihat mengagumi dan membanggakan anak lain, mereka jadi beranggapan tidak disayangi orang tuanya. Ia akan merasa perasaannya diabaikan.

8. Anak Tidak Menjadi Dirinya Sendiri

Akibat lain jika sering dibanding-bandingkan, anak akan sulit menjadi dirinya sendiri. Hal ini dikarenakan segala hal yang dilakukannya selalu menurut kehendak orang tua. Ia takut membuat orang tuanya kecewa dan marah.

Yuk, Bun, kita pahami lagi bahwa setiap anak memiliki kelebihan yang berbeda-beda. Setiap anak adalah spesial. Oleh sebab itu kita perlu memperlakukannya dengan spesial juga, agar dia bisa menjadi semakin baik tanpa perlu membandingkannya dengan orang lain.

9. Menjadi Anak yang Tidak Peduli

Pencapaian anak yang selalu diabaikan dan dianggap tidak lebih baik dari anak lain akan melahirkan sikap tidak peduli. Anak jadi malas meraih prestasi apa pun. Ketika orang tua terus-terusan memuji anak lain, anak akan berpikir bahwa apa yang dilakukannya sia-sia. Akibatnya dia berpikir tidak perlu repot berusaha untuk memuaskan orang tuanya lagi.

10. Persaingan Tidak Sehat Antara Adik dan Kakak

Kadang kala orang tua membandingkan adik dengan kakaknya. Dampak negatifnya, bisa memunculkan persaingan tak sehat di antara adik dan kakak. Ini karena anak yang satu dipuja-puja, sementara yang satunya dipandang lebih rendah.

Apabila kakak dan adik terus-menerus dibandingkan, salah satu dari mereka bisa mencari berbagai cara untuk menyingkirkan atau menyakiti saudaranya. Duh, tentu hal ini bisa merusak hubungan dalam keluarga.

Nah, itu dia 10 dampak buruk yang mungkin terjadi apabila kita sering membanding-bandingkan anak. Ketimbang fokus pada kelemahannya, yuk kita lebih merayakan kekuatan yang dimiliki anak, Bun.

Click to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published.

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.


Extra

Memahami Gigi Bayi dan Seluk Beluk Pertumbuhannya

Gigi merupakan bagian tubuh yang sangat penting. Selain berfungsi untuk mengunyah, keberadaan gigi juga bisa menambah estetika wajah. Karena itu, setiap fase perkembangannya—mulai dari gigi bayi sampai dewasa—harus diperhatikan dengan baik, terutama oleh para ibu.

Gigi bayi atau gigi susu bia

 

Artikel ini merupakan bagian Sayangi Anak Extra

Sayangi Anak Extra adalah mendalam dan premium dari Sayangianak.com yang membantu Bunda dalam mendidik dan membesarkan Anak. Yuk Bantu Sayangi Anak membuat konten – konten berkualitas..

Lebih Detail

Already a subscriber? Log in here.

Click to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published.

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.


Extra

Panduan MPASI dan Makanan yang Direkomendasikan

MPASI merupakan singkatan dari makanan pendamping ASI yang biasanya diberikan pada bayi di atas 6 bulan. Makanan ini diperlukan sebagai tambahan nutrisi untuk si kecil. Panduan MPASI ini juga sudah direkomendasikan oleh WHO menganjurkan minimal 4 bulan dan jika memungkinkan 6 bulan pertama.

Kapan

 

Artikel ini merupakan bagian Sayangi Anak Extra

Sayangi Anak Extra adalah mendalam dan premium dari Sayangianak.com yang membantu Bunda dalam mendidik dan membesarkan Anak. Yuk Bantu Sayangi Anak membuat konten – konten berkualitas..

Lebih Detail

Already a subscriber? Log in here.

Click to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published.

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.


Extra

Apa Sajakah Tantangan Mendidik Anak 1 – 3 Tahun itu?

Setiap fase pertumbuhan anak mengalami tantangan tersendiri mulai dari ketika si kecil lahir ke dunia hingga tumbuh dewasa, menikah, dan bisa mandiri sendiri. Bagaimana tantangan mendidik anak 1 – 3 tahun? Fase ini termasuk dalam golden age yang sangat penting untuk diperhatikan perkembangannya.

 

Artikel ini merupakan bagian Sayangi Anak Extra

Sayangi Anak Extra adalah mendalam dan premium dari Sayangianak.com yang membantu Bunda dalam mendidik dan membesarkan Anak. Yuk Bantu Sayangi Anak membuat konten – konten berkualitas..

Lebih Detail

Already a subscriber? Log in here.

Click to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published.

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.

Most Share

To Top