Mainan Anak

Supaya Tak Membahayakan Buah Hati, Bunda Jangan Asal Membelikan Mainan Untuk Anak

Mainan merupakan benda yang tidak bisa dilepaskan dari dunia anak-anak. Bahkan sebagian besar waktu anak dihabiskan untuk bermain. Meski begitu Bunda juga harus tahu bahwa tidak semua mainan aman untuk anak. Banyak mainan yang justru berbahaya untuk anak-anak.

Untuk itu, Bunda bisa memilihkan mainan yang memenuhi standar keamanan untuk anak-anak. Nah untuk menyiasati hal itu, Bunda bisa membelikan mainan yang aman untuk buah hati dengan karakteristik berikut ini.

Hal Pertama yang Harus Bunda Perhatikan Adalah Ukuran Mainan

Untuk Bunda yang memiliki bayi dengan usia dibawah 2 tahun, memperhatikan ukuran mainan adalah hal yang sangat penting. Pilihlah mainan dengan ukuran yang sedikit lebih besar, paling tidak memiliki diameter 3 cm dan panjang 6 cm agar mainan tersebut tidak tertelan oleh si kecil.

Bentuk Mainan Juga Tidak Boleh Diabaikan Ya Bun!

Bunda pun perlu menghindari mainan berbentuk koin, kelereng, ataupun bola-bolaan. Jenis mainan seperti ini rawan untuk dimasukan ke dalam mulut. Selain itu, jenis mainan seperti ini akan sangat membahayakan si kecil jika sampai tertelan.

Luangkan Waktu Untuk Membaca Aturan Penggunaan Mainan Anak

Biasanya pada mainan yang dijual di toko-toko khusus mainan anak terdapat aturan penggunaannya. Bacalah baik-baik aturan penggunaan tersebut. Jangan sampai Bunda salah dalam menggunakannya karena hal itu bisa membahayakan si kecil.

Setelah Itu Baca Petunjuk Rekomendasi Mainan Yang Tertera Pada Jenis Makanan Tertentu. Pastikan Si Kecil Telah Cukup Umur Ya Bun

Pada beberapa jenis mainan tertentu terdapat petunjuk rekomendasi mainan. Pada petunjuk rekomendasi mainan ini tertera usia anak yang sudah dan belum diperbolehkan untuk menggunakan mainan tersebut. Hal ini penting untuk diperhatikan agar tujuan dari pemberian mainan tersebut dapat tersampaikan.

Perhatikan Seluruh Bagian Mainan Dengan Cermat Dan Pastikan Tidak Menimbulkan Bahaya Bagi Si Kecil

Sebelum memutuskan untuk membeli jenis mainan tertentu, Bunda harus memperhatikan seluruh bagian dari mainan itu. Perhatikan dengan cermat apakah ada bagian-bagian yang memungkinkan untuk menimbulkan bahaya bagi si kecil atau tidak. Bukan hanya pada bagian luar saja, untuk memastikan keamanan dari mainan tersebut Bunda juga perlu memperhatikan hingga bagian-bagian terkecilnya.

Bila Bunda Ingin Memberikan Mainan Elektronik Untuk Si Kecil, Pastikan Baterai Yang Terdapat Di Dalamnya Telah Ditutup Dengan Benar

Saat ini banyak beredar jenis mainan elektronik. Kebanyakan jenis mainan seperti ini menggunakan baterai sebagai sumber energinya. Jika jenis mainan ini yang Bunda pilih, maka pastikan bahwa baterainya telah ditutup rapi dengan sekrup. Ini bertujuan agar si kecil tidak bisa membukanya. Perlu  Bunda tahu bahwa di dalam baterai terdapat bahan-bahan kimia yang sangat berbahaya bagi anak. Jika baterai tersebut mudah untuk dikeluarkan dihawatirkan akan diemut oleh si kecil dan ini sangat berbahaya.

Akan Lebih Baik Bila Bunda Membeli Mainan Untuk Si Kecil Di Authorized Toys Store

Authorized toys store adalah toko yang khusus menjual mainan anak. Toko yang resmi dan legal ini akan menaati standar mainan yang aman untuk anak. Jadi Bunda tak perlu lagi khawatir jika di dalam mainan tersebut mengandung material berbahaya. Dengan demikian, anak bisa bermain dengan riang, dan Bunda pun tetap tenang.

Untuk mengatahui Jenis Bahan Yang Digunakan Dalam Mainan, Bunda Bisa Membeli Mainan Yang Dilengkapi Dengan Kotak

Biasanya pada kotak mainan tertera berbagai jenis material yang digunakan dalam membuat mainan tersebut. Dengan demikian Bunda jadi tahu apakah mainan tersebut aman atau tidak untuk dimainkan anak. Hal ini tentu tidak akan Bunda dapatkan jika membeli mainan tanpa kotak. Namun, hal ini dapat diatasi dengan bertanya pada penjaga tokonya bila Bunda berbelanja di toko resmi.

Selalu Periksa Kondisi Mainan Setelah Digunakan Bermain Anak

Saat Bunda membantu si kecil untuk membereskan mainannya, lakukan pengecekan kondisi mainan tersebut. Pastikan mainan dalam kondisi yang aman. Tidak ada baut yang lepas dan tidak ada bagian mainan yang keluar. Hal ini sangat penting dilakukan Bun, sebab mainan yang tidak dalam kondisi semestinya bisa saja melukai si kecil.

Ternyata tidak semudah yang dibayangkan untuk memilihkan mainan si kecil. Ada hal-hal yang harus diperhatikan. Untuk itu, pilihlah mainan yang benar-benar aman untuk anak. Jangan sampai Bunda menuruti keinginan si kecil begitu saja tanpa memperhatikan keamanan mainan tersebut.

Click to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published.

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.


Kesehatan

Memahami Gigi Bayi dan Seluk Beluk Pertumbuhannya

Gigi merupakan bagian tubuh yang sangat penting. Selain berfungsi untuk mengunyah, keberadaan gigi juga bisa menambah estetika wajah. Karena itu, setiap fase perkembangannya—mulai dari gigi bayi sampai dewasa—harus diperhatikan dengan baik, terutama oleh para ibu.

Gigi bayi atau gigi susu bia

 

Artikel ini merupakan bagian Sayangi Anak Extra

Sayangi Anak Extra adalah konten mendalam dan premium dari Sayangianak.com. Langganan Sayangi Anak Extra akan membantu Bunda & Ayah mengakses artikel premium, ebook, video dan kelas – kelas dari Sayangi Anak. Yuk Bantu Sayangi Anak membuat konten – konten berkualitas..

Lebih Detail

Already a subscriber? Log in here.

Click to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published.

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.


Parenting

9 Cara untuk Mendidik Anak Agar Tidak Bandel dan Tumbuh Jadi Anak Penyejuk jiwa

Kelakuan anak bandel, kerap kali buat orangtua kewalahan hingga bingung harus berbuat seperti apa. Maka, agar anak tumbuh jadi sosok penyejuk jiwa. Ada beberapa hal yang perlu kita lakukan sebagai orangtua, untuk mendidik mereka. Terutama pada masa-masa lucu usia dini, kelucuan anak hingga semua tingkah menggemaskannya menjadi penghibur bagi orang tua.

Hal yang Wajib Dilakukan Orangtua untuk Memiliki Anak Penyejuk jiwa

Seiring berjalannya waktu, si kecil mengalami pertumbuhan dan perkembangan. Kelucuan anak mulai berkurang dan anak tumbuh remaja hingga dewasa. Karakter dan sifat si kecil pun terbentuk menjadi penyejuk jiwa atau sebaliknya, tergantung pendidikan dan pengarahan orang tua. Oleh karena itu, berikut ada beberapa cara didik agar anak mampu menjadi penyejuk hati orangtua. 

1. Didiklah Mereka Sedini Mungkin dengan Ajaran-ajaran yang Bisa Membuatnya Tumbuh Jadi Anak Baik

Orangtua perlu memiliki ilmu dalam mendidik anak. Tanpa hal ini sulit sekali membentuk pribadi penyejuk jiwa. Setelah mendapat ilmu, arahkan anak ke hal-hal positif dan bagus untuk pertumbuhan serta perkembangannya.

Harus mendidik anak sedini mungkin, jangan tunggu anak sampai besar baru mulai mengajarkannya. Sebab, semua didikan sejak kecil lebih mudah diingat dan dipraktikkan si kecil. Apalagi untuk menjadi si kecil penyejuk jiwa tidak bisa langsung berhasil begitu saja, perlu proses. 

2. Ajarkan Anak Anak Menjadi Anak yang Soleh/Soleha dengan Menanamkan Nilai-nilai Agama

Ciri-ciri anak penyejuk jiwa salah satunya soleh dan soleha. Karena itu, orangtua bertanggung jawab penuh dalam hal ini terutama saat anak masih kecil. Tanpa diajarkan, anak tidak akan tahu atau paham apa itu soleh dan soleha. 

Anak soleh soleha seakan menjadi tabungan pahala bagi kedua orangtua. Karena itu, semua suami istri menginginkan hal ini. Tidak ada orangtua yang menginginkan keburukan untuk si kecil. Pribadi anak soleh dan soleha lebih baik, sopan, santun, ramah dan tahu cara menghargai Ayah dan Ibunya. 

3. Tuntun dan Berikanlah Contoh Agar Anak Rajin Beribadah dan Berikan Perintah-perintah Agama

Beribadah seperti shalat, berpuasa di bulan ramadhan, membaca al quran dan kegiatan lainnya yang bernilai pahala. Semua amalan ini akan dihisab di akhirat nanti. Keluarga yang taat beribadah diberi keselamatan dunia dan akhirat. 

Anak yang rajin beribadah tanpa disuruh sangat menyenangkan mata dan menyejukkan hati orangtua. Tetapi, sejak kecil harus diajarkan dulu agar rajin beribadah. Tidak bisa langsung begitu saja. Jika orangtua tidak menanamkan pendidikan karakter ini, sulit sekali menemukan si kecil semangat ibadah.

4. Ajarkan Ia Bersyukur dan Selalu Mencintai Allah dan Rasulullah

Allah SWT adalah pencipta manusia dan Muhammad SAW merupakan rasul yang harus kita sayangi dan cintai. Hal ini berhubungan dengan tauhid dan wajib sekali diajarkan pada anak. Karena tanpa hal ini, rugi sekali hidup di dunia dan sulit mendidik si kecil menjadi anak penyejuk jiwa. 

Rasa cinta kepada Allah dan Rasulullah adalah pondasi keislaman yang harus dipahami oleh semua umat muslim dunia. Kenalkan sosok suri tauladan agar anak mengikuti perbuatan baik Rasul. Salah satu cara membuat pribadi anak lebih baik dan menyejukkan hati Ayah Ibu. 

5. Tanamkan Perilaku Berbakti pada Orangtua dan Bagaimana Cara Menghormati Orang Lain yang Lebih Tua Darinya

Berbakti kepada orangtua merupakan kewajiban setiap anak. Ayah dan ibu sangat beruntung jika memiliki anak berbakti. Selain menyejukkan hati, anak juga tidak akan mendurhakai orang tuanya. Si kecil bersikap baik, lemah lembut, sayang dan patuh pada orang tua. 

Banyak sekali perilaku berbakti yang perlu dikenalkan pada anak. Sejak dini anak harus diberi pemahaman pentingnya berbakti. Supaya ketika dia beranjak dewasa, tanpa perintah pun anak memiliki kesadaran untuk memperlakukan orangtua dengan baik. 

6. Didik Anak untuk Berdoa Pada yang Maha Kuasa 

Panjatkan doa pada Allah SWT agar dianugerahkan anak soleh soleha mampu menyejukkan hati orang tua. Berdoa sebenarnya dimulai sebelum anak lahir atau masih dalam kandungan. Selain itu, ibu juga harus rajin membaca Alquran dan bershalawat. 

Hindari perbuatan negatif agar  tidak membawa pengaruhnya bagi anak. Kenalkan si kecil tentang azan dan iqamah, kalimat thayyibah. Meskipun hamil, selama masih bisa beribadah ibu seharusnya melakukannya. Perbanyak doa agar diwujudkan keinginan orangtua. 

7. Berikan Anak Pendidikan Karakter Sopan dan Ramah Selama dalam Masa Tumbuh Kembangnya 

Sopan santun dan ramah juga karakter yang mampu menyenangkan orang tua. Selain kepada orang tua, ajarkan juga si kecil mempraktikkan kepada teman dan orang lain. Perilaku sopan dan santun salah satu bentuk menghargai dan menghormati siapa saja yang ditemui anak. 

Pasti saat melihat anaknya memiliki sikap sopan santun juga ramah, orangtua sejuk hati melihatnya. Mulai dari cara bicara atau tutur kata hingga tindakannya selalu enak dilihat. Karena itu, penting bagi orangtua untuk menanamkan pendidikan karakter pada anak. 

8. Tanamkan Rasa Empati dalam Dirinya Sedari Kecil

Anak yang memiliki rasa empati juga menyejukkan hati orang tua. Sebab, si kecil memiliki rasa peduli kepada sesama manusia termasuk ayah dan ibu. Misalnya, orangtua sedang butuh sesuatu, anak bersedia dengan senang hati membantunya. 

Tidak ada keluhan ataupun umpatan keluar dari mulutnya karena hal itu dapat menyakiti perasaan orang lain. Perilaku ini juga dipraktikkan kepada teman sebayanya dan orang lain di luar rumah. Siapa saja yang melihatnya tentu bangga kepada orangtua karena berhasil mendidik si kecil dengan baik. 

9. Dan Ajarkan Ia untuk Tumbuh Jadi Anak yang Mandiri 

Sikap mandiri tentu tak kalah menyenangkan orang tua. Anak mandiri dapat melakukan tugas atau pekerjaannya dengan baik tanpa selalu bergantung kepada orang tua. Mungkin saja dia meminta bantuan tetapi pada hal yang sulit dilakukan. 

Anak yang mandiri diinginkan oleh semua orang tua. Karena mampu menyejukkan hati, pastilah membuat perasaan tenang pada orangtua terutama saat si kecil berada di luar rumah. Tidak banyak bertingkah dan berbuat hal memalukan. Sebab, citra orangtua selalu dijaga dengan baik.Itulah 9 cara dapat dipraktikkan orangtua untuk memiliki anak penyejuk jiwa. Ingat bahwa peran orangtua sangat besar dalam hal ini. Harus sabar, konsisten. Tidak boleh menginginkan hasil instan.

Click to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published.

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.


Parenting

Anak Hiperaktif Sering Buat Kewalahan, Begini Trik Menghadapi Anak Hiperaktif yang Bisa Bunda Terapkan

Anak Hiperaktiv

Anak yang berada dalam periode emas yaitu berada dalam rentang usia 1 hingga 5 tahun maka memulai sebuah hal yang tidak mampu disalahkan orang tua, yaitu pertumbuhan dan perkembangan mereka. Ada anak yang selalu diam, ada juga yang tidak bisa berhenti beraktifitas. Serba bingung dan harus penuh untuk fokus dalam perkembangan dan pertumbuhannya.

Anak yang hiperaktif memang terkenal lebih jarang sakit, namun juga lebih mampu mengenal hal yang baru. Biasanya memang menjadi hal yang tidak mudah bagi orangtua dalam menghadapi anak yang sedang hiperaktif seperti itu. jadi, bukan hal yang mudah untuk memenuhi kebutuhan anak hiperaktif, dan inilah beberapa cara tepat dalam menghadapi anak yang hiperaktif:

1. Buat si Kecil Bahagia dengan Kemampuan Bunda Menghadapinya Bukan Dengan Bentakan atau Amarah

Masalah yang utama untuk mengatasi anak hiperaktif adalah orangtua itu sendiri. Karena, yang kebanyakan ada justru orangtua kurang mampu membimbing anak hingga anak merasa sedih. Tingkah anak yang terlalu hiperaktif maka akan menghasilkan amarah orang tua. Dari bentakan, cubitan, hingga omelan, nyatanya mampu membuat anak semakin urung untuk mendengar orangtuanya. 

Karena rasa sibuknya dengan tingkah-polah dan hiperaktif, sehingga banyak anak yang justru merasa bahwa hiperaktifnya membuat mereka nyaman.Sedangkan bila orangtua mampu menekan egonya dan amarah, maka anak akan semakin mampu menelaah tentang rasa marah dari orangtua. Karena dapat dibedakan antara rasa sayang serta amarah. Anak akan semakin mengenal dan mengerti tentang hiperaktifnya begitu pula mengenai sikap orangtua yang akan ia dapatkan.

2. Berikan Ia Fasilitas Yang Membangun untuk Menuangkan Energinya

Anak hiperaktif bukan sebuah masalah hebat sebenarnya, asalkan tingkat hiperaktif anak masih dalam batas normal. Artinya, tingkah aktifnya masih beriringan langsung dengan usianya. Nah, justru anak yang hiperaktif, orangtua tinggal memaksimalkan fasilitas yang akan banyak membantunya dalam berkembang dan tumbuh. 

Karena dengan cara yang tepat mampu membuat anak semakin pesat dalam perkembangannya. Terlebih lagi jika anak Anda berada pada masa emas, akan sangat mempengaruhi kinerja otak dan perkembangan dirinya untuk mengolah rasa, karsa, hingga alunan jiwa yang penting bagi tahapan pertumbuhan diri anak.

3. Jangan Lupa untuk Memenuhi Asupan Nutrisi yang Memadai

Jangan lupakan hal yang teramat penting satu ini, yaitu mengenai asupan nutrisi untuk anak. Karena dengan asupan tepat, anak hiperaktif juga akan tepat dalam mengolah kontrol diri karena pertumbuhan dan perkembangannya terpenuhi. Maka dari itulah nutrisi sehat dan seimbang menjadi asupan khusus dalam memenuhi tenaga untuk anak. Karena nutrisi akan membuat anak jauh lebih sehat, karena energy anak mampu seimbang dengan daya nutrisinya.

4. Beri Anak Pengertian dan Pemahaman Tentang Sikap yang Seharusnya Dilakukan  

Anak hiperakti juga harus diperkenalkan dengan rasa moral yang akan mampu membawa mereka ke sebuah tanggung jawab yang sangat tepat. Dengan pengertian yang Bunda berikan untuk anak hiperaktif, secara dini mengenai sikap moral akan mampu membawa anak lebih faham tentang teman, dan tidak boleh menjadikan lawan. Melalui pengertian moral ini, anak akan bersikap mengerti tentang apa yang boleh ia lakukan dan tidak baik untuk ia perbuat. Meskipun hal yang terlihat dan terkesan sepele, namun ini begitu penting demi masa dan perkembangan pola pikir dari anak.

Itulah tadi beberapa hal tentang cara mengatasi anak hiperaktif yang tidak terlalu mengharuskan orang tua menggunakan sesuatu yang akan membahayakan diri maupun mental anak. Jadi, akan sangat penting adanya sebuah keseimbangan untuk mendapatkan hal yang tepat dalam memberikan pengertian hingga rasa untuk anak. Semoga bermanfaat.

Click to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published.

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.

Most Share

To Top