Parenting

Agar Si Kecil Tak Gundah, Persiapkan Dia Menjadi (Calon) Kakak Dengan Tetap Membuatnya Merasa Diperhatikan Bun!

Masa kehamilan adalah momen yang paling berkesan untuk orangtua. Kehadiran anggota baru dalam keluarga menjadi sesuatu yang membahagiakan. Meski akan kembali disibukkan dengan berbagai rutinitas mengurus bayi dan kakaknya yang juga belum terlalu besar, namun rasanya hal itu tidak jadi masalah.

Kebahagian yang anda rasakan, tentu juga harus dibagikan pada si kecil yang sebentar lagi akan menjadi kakak. Namun mengingat usianya yang belum terlalu besar, butuh waktu untuknya memahami semua itu. Tapi Bunda tak perlu terlalu khawatir, pelan-pelan berikan penjelasan agar dia mengerti.

Sebagai Langkah Awal, Kita Bisa Mencoba Untuk Bertanya Padanya. Apakah Dia Menginginkan Seorang Adik Atau Teman Bermain?

brothers-family-siblings-boys-50692

Keberadaan anggota keluarga baru tentu membuatnya harus beradaptasi, untuk itu sampaikan hal tersebut dengan cara yang menyenangkan.Bunda bisa menyelipkan informasi ini ketika sedang melakukan interaksi dengannya. Saat sedang makan atau bermain bersama hingga ketika membacakan sebuah cerita untuknya, cobalah bertanya apakah dirinya tak ingin punya adik atau teman bermain.

Bunda juga bisa memberinya pertanyaan untuk memancing reaksinya. “Kalau Bunda kasih adik untuk Kakak, mau nggak?”. Pertanyaan-pertanyaan seperti ini akan jadi sesuatu yang terlihat menyenangkan baginya. Bahkan tanpa terlihat seperti sedang menjelaskan sesuatu, dirinya akan berimajinasi sendiri bahwa sebentar lagi ia akan mendapat hadiah seorang adik baru.

Secara Perlahan Mulailah Melibatnya Dalam Proses Kehamilan Yang Sedang Anda Lalui

Seiring dengan perkembangan usia kehamilan, tentu akan ada beberapa perubahan dalam diri Bunda.  Jika memang cukup jeli, si kakak akan menghujani Bunda dengan beberapa pertanyaan ajaibnya. Hal ini jadi salah satu momen tepat yang akan membantu kita untuk memberinya pemahaman.

Perlihatkan padanya bentuk perut yang sudah mulai membesar, serta perubahan lain yang akan menjelaskan. Sebisa mungkin libatkan dia dalam setiap proses kehamilan yang anda jalani. Seperti ketika sedang melakukan check up rutin ke dokter kandungan hingga aktivitas ibu hamil lainnya. Untuk membantunya memahami lebih mudah, kita juga bisa menggunakan media lain sebagai alat. Mulai dari gambar-gambar ibu hamil, bayi yang baru lahir hingga ibu lain yang juga sedang hamil. Sesekali mintalah ia untuk mencoba merasakan pergerakan yang sedang terjadi dalam perut anda. Jelaskan pula bahwa di dalamnya sedang ada mahkluk hidup yang sama sepertinya dulu saat masih di kandungan.

Buatlah Dia Merasa Hebat Dengan Bertanggung Jawab Membantu Bunda Menyambut Kelahiran Bayi

pexels-photo-235243

Untuk kegiatan yang satu ini tentu akan jadi sesuatu yang menyenangkan baginya. Karena anak seusianya tentu masih senang untuk hal-hal yang bersifat seperti permainan. Bawalah ia untuk turut serta dalam proses penyambutan anggota keluarga baru yang akan lahir. Mulai dari berbelanja keperluan bayi, hingga kegiatan menghias kamar untuk adiknya kelak. Biarkan ia berimajinasi untuk sesuatu yang akan dilakukannya, serta beri ia tanggung jawab untuk beberapa hal yang kelak akan jadi tugasnya. Misalnya “Kakak pilih ya warna apa yang cocok untuk adik?”. Tak hanya membuatnya senang karena diikutsertakan, ini jadi momen yang akan menjelaskan bahwa sebagai kakak ia bertanggung jawab atas beberapa hal yang dibutuhkan adiknya nanti.

Karena Sebentar Lagi Bunda Harus Membagi Perhatiannya, Ajari Dia Untuk Mulai Belajar Mandiri Sejak Dini

Sebagai seseorang yang akan menjadi kakak, dia memang sudah sepantasnya belajar mandiri sejak sekarang. Namun mandiri yang dimaksud disini bukanlah pekerjaan-pekerjaan berat yang selayaknya dilakukan orang dewasa ya! Ajak buah hati untuk mandiri pada hal-hal kecil yang biasa dia lakukan. Seperti menyimpan kembali mainan ketika sudah selesai bermain, atau menyimpan kembali buku bacaannya ke tempat semula.

Jika perlu Bunda bisa memberinya sebuah aturan yang menyenangkan. Contohnya jika anak berhasil melakukan kegiatan itu dengan baik, berarti dia sudah membantu dan berhak mendapat hadiah. Bukan bermaksud mengajari anak untuk melakukan sesuatu dengan imbalan, hal lain yang tentu ia dapatkan adalah pelajaran penting tentang arti sebuah usaha. Dengan begitu ia tahu bahwa untuk sesuatu yang mungkin sedang diinginkannya, ada usaha yang harus dilakukan terlebih dahulu.

Tapi Jelaskan Pula Padanya, Kehadiran Sang Adik Tak Lantas Merebut Kasih Sayang Anda Sebagai Orangtua

Disatu sisi momen kelahiran adik ini memang sering dipandang sebagai sesuatu yang akan merebut kasih sayang orangtua darinya. Karena secara tak langsung kelahiran bayi di rumahnya memang membutuhkan perhatian khusus. Belum lagi kedatangan tamu saat adiknya lahir nanti, mau tak mau pada saat itu perhatian jadi terfokus pada adiknya saja.

Bersamaan dengan itu sang kakak akan merasa tersingkirkan, atau bahkan berpikir bahwa sang adik telah merebut semua miliknya. Nah disinilah peran serta kita sebagai orangtua sangat dibutuhkan, sebisa mungkin berilah pengertian padanya. Bahwa situasi saat itu memang menjadikan sang adik jadi fokus utama, tapi bukan berarti semua orang akan melupakannya. Katakan padanya bahwa kita akan tetap ada untuknya. Demi menghibur hatinya, jelaskan padanya bahwa dulu ketika ia lahir, hal itu juga terjadi padanya. Jadi dia tidak perlu iri atau merasa dilupakan. Penjelasan tersebut akan membantu untuk menenangkan hatinya.

Mengingat usianya yang masih anak-anak, memang tak akan mudah untuk memberinya pengertian akan kehadiran anggota baru dalam keluarga. Namun setidaknya beberapa cara di atas akan membantu anda untuk membuatnya lebih mudah mengerti dan menerima kehadiran adik kecilnya.

Click to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.


Kesehatan

Perbedaan Gejala Flu dan Gejala Batuk Pilek Yang Harus Bunda Pahami dan Penanganan yang Perlu Dilakukan

Pilek dan flu bisa dialami oleh semua orang di dunia mulai dari anak-anak hingga orang dewasa. Gejala flu dan gejala batuk pilek tidak sama sehingga penting sekali dipahami agar tidak terjadi kesalahpahaman dan kesalahan penanganan. Oleh karena itu, orangtua juga harus mengetahui beberapa info penting lainnya.

Pengertian dan Gejala Flu 

Flu adalah masalah kesehatan organ pernapasan yang disebabkan oleh virus. Meskipun begitu, masih banyak orang menganggap flu sebagai pilek, padahal keduanya memiliki gejala yang berbeda. Akibat dari flu pada tubuh seperti demam, sakit tenggorokan, batuk hingga sakit kepala.

Terdapat sejumlah virus yang menyerang sistem pernapasan seperti hidung, tenggorokan bahkan paru-paru. Menimbulkan gejala gejala diantaranya batuk kering, sakit tenggorokan, sakit kepala, sakit badan, kelelahan hingga demam tinggi. Kondisi ini jika tak segera diobati bisa memberikan masalah serius. 

Gejala flu pada anak berlangsung lebih lama yang melibatkan demam, nyeri otot serta menggigil. Flu bisa diatasi dengan sering mencuci tangan dan hindari kontak langsung dengan orang sakit. Bahkan dalam kasus tertentu, kondisi flu akan pulih dalam lima sampai 6 hari.

Pengertian dan Gejala Batuk Pilek 

Batuk pilek adalah infeksi virus ruangan yang menyerang saluran pernapasan bagian atas yaitu tenggorokan dan hidung. Kondisi ini dapat menyebar secara tidak langsung melalui kontak tangan serta secara langsung lewat percikan lendir dari mulut atau hidung penderita. 

Gejala yang muncul akibat batuk pilek pada anak biasanya bersin-bersin, hidung tersumbat, demam, mata berair, nyeri telinga, hilang nafsu makan serta gatal dan nyeri tenggorokan. Sebagian orang juga merasa tidak enak badan atau pegal-pegal, sakit kepala, menurunnya daya pengecapan dan penciuman. 

Batuk pilek umumnya jarang menimbulkan demam tetapi rasa pegal-pegal yang ringan saja. Batuk pilek tidak sampai mengakibatkan nyeri dada dan sakit kepala. Gejala yang lebih sering dialami adalah bersin, hidung tersumbat dan sakit kepala. 

Perbedaan Gejala Flu dan Gejala Batuk Pilek dari Segi Risiko Komplikasi 

Flu dan batuk pilek juga memiliki perbedaan jika dilihat dari segi risiko komplikasi. Biasanya batuk pilek tidak memberikan komplikasi pada organ tubuh yang lain. Sehingga, batuk pilek bisa disebut sebagai masalah kesehatan ringan. 

Berbeda dengan flu berlarut-larut tanpa pengobatan yang tepat mengakibatkan munculnya penyakit lain. Seperti pneumonia (radang paru-paru), gangguan sistem saraf pusat, myositis (radang otot). Selain itu juga bisa menyebabkan masalah jantung diantaranya perikarditis, miokarditis dan serangan jantung. 

Jika memiliki riwayat penyakit asma kemudian sedang dalam kondisi flu dan belum membaik, segera konsultasi dengan dokter. Sampaikan semua gejala dengan jelas agar dokter mudah memberikan resep obat. Jangan malas untuk periksa ke dokter atas masalah kesehatan yang dialami. 

5 Hal yang Harus Dilakukan Orangtua Saat Anak Mengalami Flu dan Batuk Pilek 

Orangtua tentu tidak akan membiarkan anaknya terkena flu dan batuk pilek berlarut-larut. Masalah kesehatan ini jika tak segera diatasi bisa mengakibatkan penyakit lainnya. Karena itu orangtua dapat menerapkan langkah berikut untuk mengurangi flu dan batuk pilek pada anak. 

1. Pastikan Kebutuhan Air Anak Tercukupi

Flu membuat anak mengalami dehidrasi apalagi jika sampai muntah dan diare. Jika air dalam tubuh terus berkurang, kondisi tubuh menjadi tidak bertenaga. Orang tua perlu memastikan si kecil minum air putih yang cukup. 

Jus buah juga sangat disarankan untuk dikonsumsi. Sedangkan minuman berkafein seperti kopi dan sejenisnya sebaiknya dihindari sebab bersifat diuretik. Jika merasa mual, maka minumlah air putih sedikit demi sedikit, jangan sampai tidak ada air sama sekali masuk ke tubuh. 

2. Sajikan Sup Ayam untuk Dimakan oleh Anak

Menyediakan sup ayam untuk si kecil yang sedang flu atau batuk pilek juga pilihan yang bagus. Hangatnya sup mampu mengatasi gejala infeksi saluran pernapasan bagian atas. Juga memiliki efek antiinflamasi bagus untuk mengurangi risiko peradangan.

Uap dari sup ayam berkhasiat dalam membersihkan sinus dan meredakan gejala infeksi pada anak. Juga kaya nutrisi yang bagus untuk kesehatan tubuh. Tambahkan juga sayuran seperti brokoli, tomat, wortel agar supnya berwarna guna menarik perhatian si kecil. 

3. Pastikan Anak Mendapatkan Istirahat yang Cukup

Kondisi tubuh saat terkena flu dan batuk pilek biasanya tidak bergairah dan lemas. Karena itu, ajarkan anak agar beristirahat yang cukup jangan keluyuran di luar rumah. Hindari aktivitas fisik bahkan tidak masalah menghabiskan sepanjang hari di tempat tidur. 

Anak-anak belum ada tanggung jawab bekerja, sehingga mudah sekali memiliki waktu istirahat yang cukup. Tujuannya untuk mengembalikan sistem imun tubuh agar flu dan batuk pilek bisa cepat hilang. Larang anak bermain game sampai larut malam ketika kesehatannya tidak mendukung. 

4. Mandikan Anak dengan Air Hangat

Mandi air hangat juga solusi yang tepat mengatasi flu dan batuk pilek pada anak. Suhu hangat dan udara lembab membantu meredakan sakit tenggorokan dan hidung tersumbat. Tinggal nyalakan shower dan anak bisa menikmati air hangat hingga beberapa menit. 

Tetapi, perhatikan juga agar jangan sampai berjam-jam berada di kamar mandi. Bisa juga menggunakan alat bantu vaporizer dan pelembab udara (humidifier). Bersihkan alat yang digunakan secara rutin untuk menghindari tumbuh jamur. 

5. Tempatkan Anak dalam Posisi Tidur dengan Sandaran yang Lebih Tinggi 

Cara terakhir yang bisa diterapkan adalah menidurkan anak pada sandaran atau bantal lebih tinggi. Terutama penderita flu akan lebih nyaman sistem pernapasan saat tidur dengan posisi sandaran lebih tinggi. Bisa menggunakan bantal double jika perlu. Itulah perbedaan gejala flu dan gejala batuk pilek yang penting sekali diketahui agar ke depannya tidak salah lagi. Jangan lupa terapkan tips di atas untuk mengurangi flu dan batuk pilek pada anak.

Click to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.


Kesehatan

Perubahan Cuaca Sering Bawa Gangguan Kesehatan, Inilah 5 Ciri-ciri Anak Masuk Angin yang Perlu Penanganan Cepat

Saat cuaca sedang sering hujan, gangguan kesehatan seperti masuk angin bisa dialami oleh siapa saja. Bahkan bukan hanya orang dewasa, anak-anak kecil juga bisa saja mengalaminya. Biasanya banyak hal yang dilakukan jika kondisi anak sudah rewel, namun jangan salah diagnosis. Nah, agar tak salah dalam menanganinya, beginilah ciri anak masuk angin yang harus Bunda ketahui agar mudah mengatasinya. 

Ketahui Terlebih Dahulu, Beberapa Ciri Anak Masuk Angin yang Harus Segera Ditangani 

Sebenarnya banyak hal yang menyebabkan anak bisa masuk angin yang mengakibatkan ketidaknyamanan beraktivitas. Saat mendapati anak dalam keadaan masuk angin, Bunda jangan langsung panik ya. Jika anak menunjukkan ciri-ciri berikut, artinya dibutuhkan penanganan cepat dan tepat untuk mengurangi parahnya kondisi ini.

1. Kembung 

Kondisi masuk angin pertama adalah perut kembung. Sering terjadi pada anak usia 1 sampai 3 tahun dengan ciri perut membuncit. Saat ditepuk menimbulkan bunyi “bung bung bung”, tandanya anak sedang kembung. 

Selain itu, kadang perut anak juga terasa dingin saat diusap, untuk memastikannya orang tua harus mengusap langsung. Bagian tubuh lainnya tidak sedingin perut. Jika ditekan, terasa perut agak keras. Kondisi ini sangat tidak menyenangkan sebab anak merasa begah sehingga mengurangi keceriaan.

2. Mual dan Muntah 

Kondisi kedua yang menandakan anak masuk angin adalah mengalami mual dan muntah. Mual ditandai dengan rasa bergejolak dan tidak nyaman di perut bagian atas. Jika ditekan kondisi mual akan semakin meningkat hingga bisa berakhir dengan muntah. 

Saat anak merasa mual, sulit sekali diajak makan. Mungkin anak tidak tahu yang dirasakannya disebut mual. Sehingga tidak bisa dijelaskan pada orangtua, yang bisa dilakukan adalah mengolah makan agar anak tetap mau makan. Hal ini harus diperhatikan dengan baik agar tidak memperburuk kondisi kesehatan.

3. Pilek dan Batuk 

Anak yang sedang masuk angin juga bisa ditandai dengan gejala batuk dan pilek. Seperti batuk berdahak, hidung tersumbat, meler hingga demam. Bahkan ada juga kondisi batuk disertai muntah sampai keluar air mata menandakan sakitnya yang dirasakan anak. 

Mungkin sebagian orang tua menganggap ini flu biasa. Tetapi, tidak salah melakukan pengecekan ke dokter dan melihat sejumlah gejala lain yang mungkin terjadi pada anak. Hal ini memudahkan mengetahui penyebab dan dokter bisa memberikan penanganan yang sesuai. 

4. Demam dan Diare 

Demam merupakan kondisi saat suhu tubuh anak meningkat. Meskipun begitu, tidak semua demam tandanya masuk angin. Jika suhu tubuhnya melebihi 38 derajat celcius kemungkinan si kecil sedang masuk angin. 

Semangat bermain dan melakukan kegiatan lainnya menjadi berkurang. Tubuh lemas, panas dan tidak tertarik saat diajak bermain. Selain itu, anak buang air dalam sehari bisa sampai 3 kali dan yang keluarnya cairan, bukan kotoran. Lebih parah lagi jika diare disertai busa dan perut melilit.

5. Anak Rewel 

Rewel juga salah satu ciri anak masuk angin karena rasa tidak nyaman pada tubuhnya. Jika orang bertanya bagian yang sakit, pasti langsung ditunjukkan. Karena itu, jangan langsung marah bila anak tidak berperilaku seperti biasanya tetapi bicarakan dan tanyakan dengan baik untuk mengetahui penyebabnya. 

Anak rewel juga tidak ceria seperti biasanya dan sulit diajak istirahat. Nafsu makan menurun bahkan menolak apapun yang ditawarkan untuk dikonsumsi. Padahal jika sedang masuk angin, asupan makanan dan minuman harus tetap dijaga. 

Dan Beginilah Hal yang Harus Dilakukan Orangtua saat Anak Masuk Angin 

Melihat anak tidak ceria seperti hari-hari biasa, orang tua juga tidak enak hati melihatnya. Karena itu, daripada panik sendiri lebih baik mengatasi kondisi anak masuk angin dengan beberapa poin berikut. Berbagai perawatan di rumah dapat diterapkan untuk memulihkan kondisi si kecil.

1.Pastikan Anak Istirahat yang Cukup 

Hal pertama yang bisa dilakukan orangtua adalah memastikan anak beristirahat dengan cukup. Hal ini bisa mengurangi gejala dan meningkatkan kembali sistem imun. Sehingga setelah bangun, anak akan kembali sehat. 

Tetapi, jangan hanya istirahat begitu saja. Penting diselingi makanan atau obat alami yang mampu meredakan rasa tidak nyaman di perutnya. Orangtua dapat memberikan sup hangat dan pastikan anak minum air putih cukup. 

2. Berikan Sup Hangat 

Sup hangat mampu menghangatkan tubuh yang dingin dan perlahan mengurangi kondisi masuk angin. Sup yang bagusnya diberi adalah sup ayam dibuat menggunakan bahan berkualitas. Tambahkan juga sayur seperti wortel, tomat, kentang dan daun seledri. 

Setelah minum sup, anak akan merasa lebih baik. Tubuhnya sudah sanggup beraktivitas dan nafsu makan kembali meningkat. Jika memberikan makan di ruang tidur, pastikan AC dimatikan agar tidak bertambah dingin suhu tubuh si kecil. 

3. Pastikan Asupan Air Cukup 

Air putih yang cukup selalu dianjurkan dokter dalam kondisi apapun. Apalagi saat anak masuk angin, penting sekali memastikannya mau minum air putih. Karena sebagian anak saat sedang sakit tidak suka air putih, maunya air yang ada rasanya. 

Saat masuk angin mual dan muntah, anak rentang mengalami dehidrasi. Hal ini mengakibatkan kandungan air dalam tubuhnya semakin menurun. Cara untuk mengisi kembali adalah dengan menasehatinya minum air putih yang cukup dan hindari minuman berkafein. 

4. Siapkan Air Hangat untuk Mandi 

Penggunaan air hangat membantu mengurangi nyeri dan pegal pada tubuh anak ketika masuk angin. Otot perut yang awalnya tegang perlahan mengendur saat terkena hangatnya air. Tidur si kecil pun lebih nyenyak dibandingkan sebelumnya. 

Pastikan air yang digunakan tidak terlalu hangat atau terlalu dingin. Setelah mandi oleskan minyak hangat untuk mengembalikan rasa nyaman di tubuhnya. Lebih bagus lagi disertai pijatan di area punggung dan perut. Itulah 5 ciri anak masuk angin yang harus segera ditangani. Jika tidak bisa memperparah kondisinya. Makanya orang tua penting sekali menerapkan beberapa poin di atas untuk mengatasi masuk angin pada si kecil.

Click to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.


Parenting

Anak Hiperaktif Sering Buat Kewalahan, Begini Trik Menghadapi Anak Hiperaktif yang Bisa Bunda Terapkan

Anak Hiperaktiv

Anak yang berada dalam periode emas yaitu berada dalam rentang usia 1 hingga 5 tahun maka memulai sebuah hal yang tidak mampu disalahkan orang tua, yaitu pertumbuhan dan perkembangan mereka. Ada anak yang selalu diam, ada juga yang tidak bisa berhenti beraktifitas. Serba bingung dan harus penuh untuk fokus dalam perkembangan dan pertumbuhannya.

Anak yang hiperaktif memang terkenal lebih jarang sakit, namun juga lebih mampu mengenal hal yang baru. Biasanya memang menjadi hal yang tidak mudah bagi orangtua dalam menghadapi anak yang sedang hiperaktif seperti itu. jadi, bukan hal yang mudah untuk memenuhi kebutuhan anak hiperaktif, dan inilah beberapa cara tepat dalam menghadapi anak yang hiperaktif:

1. Buat si Kecil Bahagia dengan Kemampuan Bunda Menghadapinya Bukan Dengan Bentakan atau Amarah

Masalah yang utama untuk mengatasi anak hiperaktif adalah orangtua itu sendiri. Karena, yang kebanyakan ada justru orangtua kurang mampu membimbing anak hingga anak merasa sedih. Tingkah anak yang terlalu hiperaktif maka akan menghasilkan amarah orang tua. Dari bentakan, cubitan, hingga omelan, nyatanya mampu membuat anak semakin urung untuk mendengar orangtuanya. 

Karena rasa sibuknya dengan tingkah-polah dan hiperaktif, sehingga banyak anak yang justru merasa bahwa hiperaktifnya membuat mereka nyaman.Sedangkan bila orangtua mampu menekan egonya dan amarah, maka anak akan semakin mampu menelaah tentang rasa marah dari orangtua. Karena dapat dibedakan antara rasa sayang serta amarah. Anak akan semakin mengenal dan mengerti tentang hiperaktifnya begitu pula mengenai sikap orangtua yang akan ia dapatkan.

2. Berikan Ia Fasilitas Yang Membangun untuk Menuangkan Energinya

Anak hiperaktif bukan sebuah masalah hebat sebenarnya, asalkan tingkat hiperaktif anak masih dalam batas normal. Artinya, tingkah aktifnya masih beriringan langsung dengan usianya. Nah, justru anak yang hiperaktif, orangtua tinggal memaksimalkan fasilitas yang akan banyak membantunya dalam berkembang dan tumbuh. 

Karena dengan cara yang tepat mampu membuat anak semakin pesat dalam perkembangannya. Terlebih lagi jika anak Anda berada pada masa emas, akan sangat mempengaruhi kinerja otak dan perkembangan dirinya untuk mengolah rasa, karsa, hingga alunan jiwa yang penting bagi tahapan pertumbuhan diri anak.

3. Jangan Lupa untuk Memenuhi Asupan Nutrisi yang Memadai

Jangan lupakan hal yang teramat penting satu ini, yaitu mengenai asupan nutrisi untuk anak. Karena dengan asupan tepat, anak hiperaktif juga akan tepat dalam mengolah kontrol diri karena pertumbuhan dan perkembangannya terpenuhi. Maka dari itulah nutrisi sehat dan seimbang menjadi asupan khusus dalam memenuhi tenaga untuk anak. Karena nutrisi akan membuat anak jauh lebih sehat, karena energy anak mampu seimbang dengan daya nutrisinya.

4. Beri Anak Pengertian dan Pemahaman Tentang Sikap yang Seharusnya Dilakukan  

Anak hiperakti juga harus diperkenalkan dengan rasa moral yang akan mampu membawa mereka ke sebuah tanggung jawab yang sangat tepat. Dengan pengertian yang Bunda berikan untuk anak hiperaktif, secara dini mengenai sikap moral akan mampu membawa anak lebih faham tentang teman, dan tidak boleh menjadikan lawan. Melalui pengertian moral ini, anak akan bersikap mengerti tentang apa yang boleh ia lakukan dan tidak baik untuk ia perbuat. Meskipun hal yang terlihat dan terkesan sepele, namun ini begitu penting demi masa dan perkembangan pola pikir dari anak.

Itulah tadi beberapa hal tentang cara mengatasi anak hiperaktif yang tidak terlalu mengharuskan orang tua menggunakan sesuatu yang akan membahayakan diri maupun mental anak. Jadi, akan sangat penting adanya sebuah keseimbangan untuk mendapatkan hal yang tepat dalam memberikan pengertian hingga rasa untuk anak. Semoga bermanfaat.

Click to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.

Most Share

To Top