Parenting

Jangan Langsung Panik Saat Anak Belum Juga Bisa Berjalan Bunda, Latih Si Kecil Dengan Cara Ini

StockSnap_23EYZEIAO7

Menurut beberapa ahli tumbuh kembang anak, pada umumnya anak mulai melangkahkan kakinya antara usia 9-12 bulan, dan mereka dapat berjalan secara lancar pada usia antara 14-15 bulan. Namun pada kenyataannya ada beberapa anak yang pada usia tersebut belum dapat berjalan dengan lancar.

Hal ini seringkali membuat para orangtua mengkhawatirkan perkembangan anaknya. Tapi anda tidak perlu khawatir. Selama si kecil tidak menunjukan adanya gangguan pada tubuhnya, maka hal itu tidak perlu disikapi dengan rasa panik berlebihan.

Tak Perlu Terlalu Cemas, Yuk Kenali Dulu Tahap Perkembangan Gerak Anak Anda Bun!

  • Pada Usia 5 Bulan Pertama

Pada usia 5 bulan pertama pertumbuhan anak, dia telah masuk ke tahap gerak reflek. Hal ini dapat terlihat ketika anda menempelkan kaki si kecil ke lantai, maka dia akan langsung merespon dengan cara menggerak-gerakan kakinya seolah-olah ingin berjalan. Inilah yang disebut dengan gerak refleks.

  • Usia 6-9 Bulan

Memasuki usia 6 bulan pertama otot-otot anak sudah mulai kuat. Ketika kakinya ditempelkan ke lantai maka dia akan menekan-nekan lantai seolah ingin meloncat. Proses ini berlangsung antara usia 6 hingga 9 bulan. Pada tahap ini pula anak akan belajar merangkak, berguling, dan duduk.

  • Usia 9-12 Bulan

Pada usia ini, anak akan berusaha untuk berdiri. Dia akan menarik benda apa pun yang ada di dekatnya sebagai cara untuk menopang tubuhnya agar tidak jatuh. Pada tahap inilah proses anak berjalan dimulai. Bahkan beberapa anak pada usia ini sudah mampu berdiri dan berjalan tertatih-tatih untuk meraih mainan yang diinginkannya.

Agar Anak Bisa Cepat Berjalan, Anda Bisa Melatihnya Untuk Berdiri Tegak

Latihlah si kecil untuk berdiri tegak saat usianya 9-10 bulan. Dan jika anda melihatnya terjatuh, maka motivasi dia agar mau berdiri sendiri tanpa bantuan anda. Namun begitu, jangan paksa buah hati untuk terus berlatih berdiri tegak hanya karena anda tak sabar melihatnya bisa berjalan ya Bun!

Latih Anak Untuk Berjalan Dengan Memegang Satu Tangannya Bun!

Tips selanjutnya untuk melatih si kecil berjalan adalah dengan melatihnya untuk berjalan dengan bantuan anda. Anda dapat memegang satu tangannya kemudian ajaklah dia untuk berjalan secara perlahan. Dan jika dirasa si kecil sudah dapat berjalan dengan lancar, maka biarkan dia yang memegang tangan anda. Ini adalah cara untuk menghilangkan ketakutan anak untuk berjalan sendiri, karena pada suatu saat anda pasti akan melepasnya untuk berjalan sendiri.

Ajak Anak Untuk Berjalan Menelusuri Box Tidurnya Dengan Berpegangan Pada Bagian Tepinya

Cara lain yang bisa anda lakukan adalah dengan mengajaknya untuk berdiri di dalam box tidurnya. Ajak anak untuk berjalan menelusuri box tidurnya dengan berpegangan pada bagian tepinya. Cara ini cukup efektif untuk mempercepat anak berjalan.

Gunakan Stimulus Mainan Bunda!

Anda dapat meletakan mainan kesukaan si kecil pada posisi tertentu lalu mintalah dia untuk mengambil mainan tersebut dengan cara berjalan. Cara ini cukup efektif karena si kecil akan termotivasi untuk bisa meraih mainan kesukaannya.

Manfaatkan Mainan Yang Bisa Didorong Untuk Merangsang Anak Berjalan

Anda juga bisa menggunakan mainan yang bisa didorong sebagai rangsangan anak untuk berjalan. Caranya, gunakan mainan yang memungkinkan untuk didorong oleh anak. Sebaiknya gunakan mainan berukuran besar agar benda tersebut dapat menopang tubuh si kecil sehingga keamanannya pun terjamin.

adorable-book-boy-1250722 adorable-book-boy-1250722
Click to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.


News

Oreo Luncurkan Area Permainan Bertema Spider-Man

oreo

Dalam rangka pemutaran film Spider-Man: Far From Home, terdapat area permainan bertema pahlawan super tersebut di Mal Senayan City, Bun. Area Spider-Man dari Oreo itu menyajikan wahana panjat tembok, flying fox, hingga trampolin sehingga pengunjung dapat bergerak lincah layaknya sang superhero berkekuatan laba-laba super itu.

Head of Biscuit, Mondelez Indonesia Maggie Effendy mengatakan, alasan dipilihnya Spiderman sebagai karakter untuk edisi khusus Oreo adalah karena tokoh tersebut memiliki sifat jenaka, menyenangkan sama dengan manusia biasa pada umumnya.

“Spider-Man sama saja dengan manusia biasa yang memiliki sifat jenaka dan menyenangkan. Berbeda dengan tokoh superhero lainnya seperti Alien dari luar angkasa mungkin atau superhero kaya raya yang bisa mengubah segala sesuatu dan lainnya,” tuturnya dalam press conference di Cinema XXI, Senayan City, Jakarta, Selasa (2/7).

Seiring dengan rilisnya film Spider-Man, Oreo meluncurkan kemasan khusus Spider-Man di produk terbarunya dengan varian rasa vanila, cokelat, dan Oreo softcake. Ke depan ada rencana untuk mengeluarkan edisi terbaru dengan tokoh superhero yang berbeda.

Film ini bercerita tentang rencana Peter Parker untuk berlibur bersama teman-teman sekolahnya yang buyar karena muncul serangan misterius di berbagai negara. Film Spider-Man dibintangi Tom Holland, Jake Gyllenhaal, Zendaya, serta Samuel L Jackson.

Click to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.

adorable-book-boy-1250722 adorable-book-boy-1250722

Parenting

Supaya Si Kecil Mau Mendengarkan Bunda tanpa Harus Diancam

boy-child-cute-1598122

Bun, saat si kecil tak mau menuruti nasihat orangtua, biasanya hal ini membuat para orangtua kehabisan akal untuk mengendalikan si kecil. Apalagi kalau kondisi orangtua sudah lelah, misalnya baru pulang kerja atau sedang sibuk mengurus adiknya. Akhirnya, alih-alih menasehati, tak sedikit orangtua yang akhirnya mengancam sang anak. Ini karena ancaman, dianggap salah satu cara paling mudah untuk mendapatkan hasil secepat mungkin.

Sebenarnya, kita para orang tua, perlu tahu: ancaman tidak efektif untuk membuat anak menurut. Ya Bun, pasalnya ancaman hanya ampuh sesaat saja tapi tidak untuk jangka panjang.

Lagipula anak yang sering diancam kelak menjadi anak yang terbiasa diancam dulu baru mau melakukan sesuatu. Tentu kebiasaan semacam ini jadi tak mendidik si kecil, kan? Tugas orangtua tak hanya mengasuh si kecil, tapi juga menumbuhkan sifat tanggung jawab dan rasa percaya diri padanya. Lantas bagaimana solusinya, Bun?

Adele Feber, seorang penulis buku berjudul How to Talk so Kids Will Listen and Listen so Kids Will Talk menyampaikan tiga tips ini, Bun.

Berikan Pilihan Padanya dan Jangan Mengekangnya

Berikan pilihan yang mudah dipahami oleh anak. Misalnya, “Rapikan mainanmu sekarang supaya kamu masih punya waktu nonton televisi sebelum tidur, atau rapikannya nanti saja tapi kamu enggak nonton televisi sama sekali.” Dengan memberikan pilihan, si kecil merasa mendapat kepercayaan sehingga ia akan percaya diri untuk melakukan hal tersebut. Selanjutnya, biarkan ia memilih dan Bunda tak perlu mengekangnya.

Beri Batasan

Bila Bunda memberikan perintah, maka berikan batasan yang jelas padanya. Batasan ini melatih kepekaan dan rasa tanggung jawabnya, Bun. Misalnya, “Ibu akan pergi ke rumah Nenek 30 menit lagi. Kamu bisa ikut kalau sekarang segera mandi dan berpakaian. Kalau kamu belum siap saat ibu akan berangkat, kamu bisa tidak bisa ikut dan main di rumah saja.”

Dan Tetapkan aturan

Buatlah aturan yang jelas dan sampaikan aturan ini di awal serta pastikan anak paham apa saja yang menjadi tugas atau kewajibannya berikut konsekuensi jika ia tidak memenuhinya. Entah mengenai jam main, atau hal-hal seputar aktivitasnya. Bila si kecil menunjukkan perilaku melanggar aturan, maka Bunda tak perlu kesal. Tetap ingatkan ia lagi dan lagi. Dengan begitu, Bunda tidak perlu lagi mengancam.

Click to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.

adorable-book-boy-1250722 adorable-book-boy-1250722

Kesehatan Ibu & Anak

Sebelum Si Jagoan Kecil Minta Sunat, Pastikan Bunda Sudah Mempersiapkan Diri dari Jauh-jauh Hari

blurred-background-boy-child-1416741

Untuk Bunda yang memiliki anak laki-laki, kelak akan tiba saatnya ia meminta khitan, terlebih bila teman-teman sekelasnya sudah mulai banyak yang dikhitan. Budaya sunat atau khitan seolah memang membawa prestis tersendiri untuk anak yang usianya kurang lebih 10 tahun.

Bahkan ada anak laki-laki yang malu bila dirinya merasa terlambat dikhitan, atau juga ingin segera melakukan khitan karena tergiur kado yang diterima teman-temannya yang sudah melakoninya. Nah, sebagai orangtua, Bunda tentu juga harus mempelajari dan mempersiapkan banyak hal sebelum menuruti permintaan si Anak. Yang penting, si kecil harus siap lahir dan batin ya Bun.

Tanyakan dan Pastikan si Kecil Memang Sudah Yakin dengan Keinginannya

Ya Bun, hal pertama yang perlu Bunda lakukan tentu memastikan si kecil sudah benar-benar yakin dengan keinginannya untuk dikhitan. Tanyakan padanya, apa dia sudah tahu seperti apa prosesnya. Bunda jangan menakut-nakuti apalagi berbohong tentang proses sunat. Nah, bila Bunda terbuka sejak awal, maka pastikan lagi tentang keinginannya itu.

Baca dan Caritahu secara Detail Tentang Sunat

Khitan sudah dilakukan secara turun temurun baik sebagai tradisi atau ritual keagamaan ya Bun. Menariknya, semakin berkembangnya zaman, diketahui bahwa pada kenyataannya sunat juga punya banyak manfaat untuk kesehatan. Salah satunya yaitu menurunkan risiko infeksi saluran kemih serta memberikan perlindungan terhadap kanker penis. Bahkan sunat juga dapat mengurangi risiko kanker serviks pada pasangan, dan masih banyak lagi keuntungan lain dalam hal medis.

Di Indonesia sendiri, tradisi sunat kebanyakan dilakukan saat usia remaja. Namun melakukan sunat di usia yang mendekati remaja tentu ada risikonya. Seperti nyeri yang lebih lama, kemungkinan iritasi di kepala penis, serta meningkatkan risiko radang dan cedera pada penis. Namun risiko tersebut dapat dicegah dengan ketelatenan Bunda merawat buah hati pasca sunat. Rajin membersihkan lukanya, mengganti perban secara berkala, dan memberikan obat dalam dan luar yang diberikan dokter secara teratur.

Siapkan Anggaran dan Cari Dokter Terpercaya dari Jauh-jauh Hari ya Bun

Sebagai orangtua dengan anak laki-laki, punya tabungan khusus, menyisihkan sedikit dari penghasilan selama kurang lebih tiga tahun, seharusnya cukup untuk menggelar syukuran momen sunat si Anak. Akan ada banyak yang harus dibayarkan saat momen itu tiba. Selain itu, cari tahu dokter yang memang terpercaya melakukan proses sunat ya Bun. Jangan ragu membayar lebih mahal untuk dokter terbaik bagi jagoan Bunda. Penting juga memperhatikan jam terbang dokter tersebut.

Di lain sisi, biarkan anak tahu mengenai teknik-teknik sunat dan biarkan ia memilih sendiri proses dan tekniknya nanti. Bunda cukup memberitahu kekurangan dan kelebihannya sampai si anak memiliki gambaran prosesnya. Setidaknya ada tiga teknik sunat yang bisa dipilih, yaitu:

  1. Teknik dorsumsisi, ini adalah teknik dengan metode konvensional. Setelah dibius lokal, kulup diiris melingkar dengan gunting atau pisau bedah, sampai terlepas. Proses yang umum dilakukan pada anak atau orang dewasa.
  2. Teknik laser atau electrical cauter. Pemotongan kulup dengan metode ini dilakukan dengan pemotongan menggunakan logam yang dialiri listrik. Untuk proses ini, perdarahan dan jahitan bisa lebih minim, serta penyembuhannya pun lebih cepat.
  3. Teknik klem, yaitu pemotongan kulup dengan memasangkan klem terlebih dahulu pada penis. Ukuran klem yang berupa tabung plastik khusus ini berbeda-beda sesuai ukuran penis. Klem akan tetap terpasang pada penis sampai luka mengering.
Click to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.

adorable-book-boy-1250722 adorable-book-boy-1250722

Most Share

To Top