Mom Life

Adakah Dampak untuk Bayi Bila Bunda Menerapkan Pola Hidup Vegan?

alcohol-blur-cuisine-390403

Sebagai seorang ibu sekaligus istri dari Pangeran Harry, nama Meghan Markle cukup populer dibicarakan para ibu. Mengingat statusnya sebagai ibu baru, Meghan pun dikenal tetap mempertahankan pola hidup sehat yang sudah ia jalani semenjak sang putra, Archi Harrison Mountbatten-Windsor belum lahir.

Ya, Meghan diketahui menjalankan pola hidup vegan alias mengonsumsi makanan yang berbasis tumbuhan. Bahkan sang suami pun mulai mengikuti kebiasaan Meghan dengan mengurangi konsumsi daging dan memperbanyak makan sayur serta buah.

Para orangtua khususnya ibu baru mungkin bertanya, adakah dampak yang akan dirasakan si kecil bila orangtuanya memilih untuk menjadi vegan? Tenang Bun, mengutip dari New York Post, Dr Carrie Quinn, seorang dokter anak sekaligus direktur pusat pengasuhan anak di Rumah Sakit Mount Sinai mengatakan pola hidup vegan tak akan membuat kesehatan seseorang menjadi berisiko.

“Pertanyaannya adalah apakah Anda mendapatkan jumlah yang tepat dan nutrisi yang cukup,” katanya.

Menurut Quinn, nutrisi lengkap yang dimaksud adalah vitamin B12, asam lemak, serta zat besi. Bila Bunda salah satu pegiat pola hidup vegan, maka nutrisi tersebut dapat bias didapatkan dari sayuran berdaun hijau. Quinn mengatakan, untuk bayi baru lahir yang sedang menyusui, pola makan mereka tergantung pada apa yang sang ibu konsumsi. Artinya, apabila Duchess of Sussex benar-benar menjalankan pola makan vegan alias tidak mengonsumsi daging, belum tentu si kecil Archie juga akan jadi seorang vegan.

“Ibu vegan harus berhati-hati dan memastikan apakah dia perlu tambahan suplemen vitamin dan mineral agar nutrisi dalam ASI-nya memenuhi kebutuhan si kecil,” tambah Quinn.

Di lain sisi, ahli nutrisi bernama Prof Mary Fewtrell dari University College London pernah mengatakan ada dampak yang akan ditimbulkan dari diet vegan. Tubuh ibu akan mengalami ketiadaan sejumlah nutrisi penting seperti vitamin B12, kalsium, seng dan protein.

“Kekurangan vitamin B12 adalah bahaya terbesar lantaran dapat memberikan efek mengerikan bagi otak, sistem saraf dan darah anak,” katanya.

Sama halnya yang disampaikan Prof. Myriam Van Winckel. Menurutnya, ibu-ibu vegan yang menyusui anaknya bisa saja memicu defisiensi vitamin B12 pada buah hatinya.

“Karena sedari awal ibu mereka tak memiliki nutrisi ini dalam tubuhnya, yang kemudian ‘ditularkan’ lewat ASI, bahkan ketika si ibu tidak memperlihatkan gejala defisiensi itu sendiri,” paparnya.

adorable-book-boy-1250722 adorable-book-boy-1250722
Click to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.


Kesehatan Ibu & Anak

Tips Bangunkan Si Kecil Tak Perlu dengan Suara Keras, Bun

bed-child-cute-101523 (2)

Salah satu tantangan orangtua yang buah hatinya sudah mulai sekolah adalah cara membangunkan si kecil di pagi hari. Bahkan kadang si anak bisa saja mengamuk bila dibangunkan pagi-pagi nih Bun. Ternyata ada tips tersendiri supaya si kecil lebih mudah dibangunkan nih Bun. Pertama, orangtua perlu memperhatikan jam tidur si kecil di malam hari. Anak usia 3-5 tahun membutuhkan 10-13 jam tidur agar saat pagi bangun dengan segar.

“Jadi kita lihat kalau anak bangun jam 6 pagi dan tidak segar, berarti jam tidurnya harus dipercepat lagi,” jelas Andyda seperti dikutip dari Liputan6.com.

Jam tidur yang cukup sangat diperlukan untuk kesehatan dan tumbuh kembang anak. Kurang tidur dapat menganggu kemampuan anak untuk belajar. Selain itu, kurang tidur mengganggu emosi sehingga menyebabkan gangguan mood, kecemasan, hiperaktif dan berbagai gangguan perilaku lainnya pada anak.

Mengingat pentingnya tidur bagi kesehatan anak, maka orangtua perlu memprioritaskan tidur sebagai ritual utama keluarga. Bagi orangtua yang bekerja dan pulang larut malam, maka bisa menugaskan kepada orang di rumah yang mengasuh anak untuk mengajak anak tidur pada jamnya.

Bisa dimulai dengan membacakan cerita, mendongeng, atau mendampingi anak hingga anak tertidur lelap kata Andyda. Menyanyikan lagu atau membaca dongeng dengan menyenangkan dapat membantu anak untuk bisa tidur lebih cepat dan bangun dengan segar.

Bangunkan secara perlahan

Bun, tak semua orang merasa nyaman karena terbangun lantaran suara keras atau tubuh diguncang-guncang. Begitu juga dengan si Kecil. Karenanya, sediakan waktu untuk membangunkan si Kecil sehingga Bunda bisa membangunkannya dengan perlahan.

Misalnya dengan memberi pelukan, menggosok punggungnya atau mengajaknya bangun dengan nada suara yang gembira. Biasakan untuk membangunkan si Kecil 5-10 menit lebih awal dari waktu bangun sehingga Bunda punya cukup waktu untuk membangunkannya secara perlahan.

Pasang musik kesukaannya

Cara membangunkan anak ini lebih efektif dari yang Bunda bayangkan, lho. Pasang saja musik kesukaanya yang berirama gembira atau energik agar suasana hati anak menjadi gembira saat ia terbangun. Tentunya secara berkala Bunda perlu mengganti lagunya, ya. Tapi tenang saja, Bunda tak akan pernah kehabisan stok lagu, kok.

Beri reward jika ia bisa bangun pagi tanpa kesulitan

Tak ada salahnya kok Bun, membuat kesepakatan dengan si kecil mengenai reward untuk bangun di pagi hari yaitu dengan memberikan pujian bahwa ia berhasil bangun pagi dengan tertib.

Beri waktu adaptasi setelah liburan

Nah, biasanya yang lebih menantang adalah bagaimana cara membangunkan anak pagi hari setelah liburan panjang. Karenanya, sebaiknya seminggu sebelum liburan berakhir anak sudah mulai dibiasakan untuk bangun lebih pagi daripada biasanya sehingga ia ada waktu untuk beradaptasi kembali dengan rutinitas pagi di hari sekolah.

Click to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.

adorable-book-boy-1250722 adorable-book-boy-1250722

Kesehatan Ibu & Anak

Simak Bun, Cara Mendapat Anak Laki-laki Bagi Para Pasutri

Cara mendapatkan bayi laki-laki

Bun, sebagai pengantin baru tentu saja wajar bila Bunda atau pasangan langsung terpikir untuk memiliki momongan. Nah, ada orang bilang, guna mendapatkan momongan, tentu perlu usaha ya Bun. Dalam arti begini, agar bisa hamil cepat, maka Bunda harus berada di waktu yang tepat dimana terdapat telur dan sperma sehingga terjadi pembuahan nih Bun.

Sementara itu, kemauan lain calon orangtua biasanya soal jenis kelamin bayi. Untuk dapat hamil bayi laki-laki, Bunda dan suami dapat mengupayakan beberapa hal ini.

1. Tak Ada Salahnya Mencoba Posisi berdiri

Posisi seks ternyata membawa pengaruh pada jenis kelamin janin Bunda kelak. Bila mendambakan anak laki-laki maka tak ada salahnya mencoba berhubungan badan dengan posisi berdiri. Banyak orang percaya, dengan menerapkan posisi ini, maka peluang mendapatkan anak laki-laki semakin besar.

Faktanya, posisi berdiri akan membuat penetrasi saat berhubungan jadi lebih dalam sehingga sperma pun lebih dekat mencapai sel telur, Bun. Selain itu, posisi laki laki di atas juga dipercaya akan memudahkan untuk terbentuknya janin laki-laki.

2. Lelaki Harus Memperbanyak Konsumsi Kopi

Sekalipun terdengar unik, ternyata kopi yang mengandung kafein dipercaya dapat memudahkan Bunda dan suami mendapatkan janin berjenis kelamin laki-laki. Minta ayah mengonsumsi kopi 30 menit sebelum berhubungan intim, pakar kesehatan mengatakan, sperma yang membawa kromosom laki-laki akan cenderung memiliki performa yang jauh lebih baik dalam mencapai sel telur.

3. Pertimbangkan Juga Waktu Berhubungan Seksual

Tahukah Bunda, ternyata melakukan hubungan seksual di masa-masa mendekati masa ovulasi. Sperma kromosom Y (laki-laki) memliki sifat lebih cepat, agresif dan lincah dibanding sperma X (perempuan). Sementara itu, sperma X (perempuan) lebih lambat namun lebih kuat dan lebih bertahan lama sehingga jika ingin memiliki anak perempuan, hubungan seksual harus dilakukan 2 hingga 4 hari sebelum masa ovulasi.

Namun demikian, sangat sulit untuk memprediksi secara tepat waktu ovulasi wanita. Tingkat keberhasilannya tidak dapat dibuktikan dengan pasti, karena pada dasarnya kesempatan untuk memiliki anak laki-laki atau perempuan adalah 50:50.

4. Pastikan Asupan Nutrisi Tercukupi dengan Baik

Ada sebuah studi yang mengungkapkan jika sekelompok wanita yang banyak melahirkan anak laki-laki dibanding wanita lainnya–karena asupan sereal dan makanan yang kaya akan kandungan potasium satu tahun sebelumnya.

Kendati para ahli belum bisa memastikan apakah asupan kalori atau potasium yang turut memengaruhi jenis kelamin, setelah melakukan percobaan dengan hewan, yaitu induk yang memperoleh cukup makanan tersebut melahirkan jenis kelamin jantan.

Sedangkan yang kurang memperoleh makanan melahirkan betina. Satu lagi, cobalah meningkatkan asupan makanan yang mengandung natrium dan kalium melalui menu-menu makanan asin, telur, dan daging merah, Bun.

5. Pastikan Bunda Mencapai Orgasme

Salah satu cara yang efektif guna mendapatkan anak laki-laki adalah sang istri harus mendapatkan orgasme. Ya Bun, orgasme akan memicu produksi cairan vagina bersifat basa yang bisa membantu sperma kromosom Y bertahan hidup lebih lama.

Namun, kondisi basa ini menciptakan lingkungan yang kurang bersahabat bagi sperma X (perempuan). Selain itu, orgasme wanita juga memudahkan gerak sperma menuju serviks. Kondisi ini memfasilitasi sperma anak laki-laki untuk merebut satu-satunya kesempatan untuk membuahi sel telur.

6. Kondisi fisik dan mental Juga Berpengaruh

Saat seorang wanita mengalami stres yang cukup berat, maka tubuhnya akan mengalami peningkatan hormon kortisol dan testosteron. Kondisi inilah yang kemungkinan memengaruhi sel telur untuk lebih mudah menerima sperma pembawa anak laki-laki.

Bahkan ada penelitian yang mengungkap bila beban kerja dan polusi yang dialami pria dapat mempengaruhi jenis kelamin anaknya kelak. Jadi, semakin tinggi stres kerja atau polusi, maka akan lebih tinggi kemungkinan memiliki anak perempuan.

7. Frekuensi hubungan seksual

Salah satu cara membuat anak laki laki yaitu dengan sering melakukan hubungan seksual. Semakin sering Anda melakukan hubungan seks, maka kemungkinan memiliki anak laki-laki semakin tinggi. Sebab, sperma untuk anak laki-laki lebih ringan, dengan kepala lebih kecil, dan buntut lebih pendek akan lebih mudah berenang menuju sel telur.

8. Usia

Usia juga menjadi faktor penentu pasangan berpeluang mendapatkan anak laki-laki atau tidak.  Semakin tua pasangan maka kemungkinan untuk memiliki anak perempuan lebih tinggi. Hal ini antara lain disebabkan pengaruh hormon pada wanita di atas usia 35 tahun. Selain itu, kualitas dan jumlah produksi sperma pada pria di atas 40 tahun juga bisa memengaruhi.

9. Bayi Tabung

Diantara sederet cara, maka yang dinilai akurat adalah dengan mengikuti program bayi tabung. Namun kendalanya,  program bayi tabung butuh biaya yang lumayan tinggi dan prosesnya juga cukup rumit. Cara ini juga pada umumnya hanya digunakan sebagai pilihan terakhir saat semua cara mencoba kehamilan tidak kunjung berhasil. Jika Bunda tertarik untuk menjalani prosedur ini, maka mulailah berkonsultasi langsung dengan dokter spesialis kandungan.

10. Buat Kalender Ovulasi

Seorang pakar kandungan, Landrum menyarankan,  bila hendak mendapatkan bayi laki-laki maka baiknya bercinta dilakukan di waktu mendekati masa ovulasi. Misalnya apabila masa ovulasi perempuan bermula di tanggal 26, maka lakukanlah hubungan intim di tanggal 25, 26, dan 27. Kemudian setelah itu, pastikan untuk tidak terlalu sering bercinta, Bun.

11. Mengonsumsi Makanan dengan Kalori Lebih Tinggi

Beberapa penelitian mengatakan para wanita yang mengonsumsi sarapan sehat dan 2.000 kalori setiap harinya ketika sedang dalam program mendapatkan anak laki-laki, akan menambah peluang keberhasilan Bunda mendapatkan anak laki-laki.

Untuk itu, pilihlah makanan yang tinggi energi seperti pisang, ikan dan sayuran. Sementara itu, Dr Ava Cadell, terapis cinta dan seks mengatakan, dengan mengatur konsumsi makanan tentu dapat meningkatkan kemungkinan wanita untuk mengandung anak laki-laki.

12. Pakaian Nyaman

Salah satu faktor yang berpengaruh yaitu pakaian ayah. Karena faktanya kromosom Y tidak tahan dengan suhu panas, maka disarankan agar si laki-laki memakai pakaian yang nyaman dan berbahan dingin. Kenapa? Agar area gential dapat terjaga dengan suhu dingin sehingga sperma dari gen laki-laki tersebut dapat bertahan lebih lama, Bun.

Click to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.

adorable-book-boy-1250722 adorable-book-boy-1250722

Parenting

Olahraga di Pagi dan Sore Hari Ternyata Punya Efek Berbeda

exercise-person-runner-2291874

Olahraga merupakan salah satu aktivitas penting yang tak boleh dilewatkan. Biasanya dilakukan di pagi atau sore hari. Menariknya, ada efek berbeda yang ditimbulkan karena perbedaan waktu tersebut. Hal ini bahkan sudah diteliti oleh para ilmuwan dari University of Copenhagen dan University of California Irvine.

Penelitian tersebut menunjukkan bahwa olahraga di pagi hari menghasilkan peningkatan respons metabolik pada otot rangka, sedangkan olahraga di sore hari meningkatkan pengeluaran energi dalam waktu yang lama bun.

“Tampaknya ada perbedaan yang cukup signifikan antara efek olahraga yang dilakukan di pagi dan sore hari. Perbedaan-perbedaan ini mungkin dikendalikan jam sirkadian tubuh. Olahraga pagi hari berpengaruh pada gen dalam sel otot. Kinerja gen menjadikan lebih efektif dan mampu memetabolisme gula dan lemak,” tulis peneliti Jonas Thue Treebak dari Novo Nordisk Foundation Center for Basic Metabolic Research Center, dilansir dari Medical Xpress.

Penelitian berjudul Time of Exercise Specifies the Impact on Muscle Metabolic Pathways and Systemic Energy Homeostasis ini ternyata mengukur sejumlah efek olahraga pagi dan sore hari di dalam sel otot. Hasil penelitian menunjukkan respons otot jauh lebih kuat setelah olahraga di pagi hari.

Hal ini terjadi karena tubuh cenderung dikendalikan mekanisme sentral yang melibatkan protein jenis HIF1-alfa, yang mengatur jam biologis tubuh. Dengan kata lain, olahraga di pagi tampaknya meningkatkan kemampuan sel-sel otot dalam melakukan proses metabolisme gula dan lemak. Sementara di lain sisi, olahraga di sore hari meningkatkan pengeluaran energi dalam beberapa jam saja setelah berolahraga.

Karenanya, para peneliti tidak dapat menyimpulkan, olahraga di pagi hari lebih baik daripada olahraga di sore hari.

“Atas penelitian ini, kita tidak dapat mengatakan dengan pasti, mana yang terbaik, olahraga di pagi hari atau sore hari. Kami hanya dapat menyimpulkan, efek keduanya wakut itu tampak berbeda,” Jonas melanjutkan.

Jadi apapun efeknya, selagi efek tersebut membawa dampak positif bagi tubuh, maka Bunda dapat melakukan olahraga dengan aman baik di pagi maupun sore hari.

Click to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.

adorable-book-boy-1250722 adorable-book-boy-1250722

Most Share

To Top