Parenting

8 Cara Membentuk Kebiasaan Anak Tidak Menonton TV

Kebanyakan pengguna televisi adalah anak-anak yang berinteraksi dengan televisi dengan pasif, bahkan sering kali terhanyut dan terpaku dalam menikmati tayangan televisi.

Terkdang banyak orangtua yang secara tidak sadar menjadikan TV sebagai teman anak. Bila itu terus terjadi pada anak, lama kelamaan berakibat anak jadi keranjingan nonton TV. Bisa-bisa perkembangannya tak optimal, belum lagi pengaruh negatif dari TV.

Berikut ini tips menerapkan kebiasaan agar anak tidak terbiasa tanpa TV ( NO TV) dari Aliansi Pendidikan Rumah Independen Indonesia  :

anaktanpatv

1. Tidak menyediakan televisi di rumah.

Jual atau berikan televisi pada orang lain begitu memutuskan program NO TV di rumah. Selama masih ada televisi di rumah, akan lebih berat mempertahankan konsistensi kebiasaan NO TV yang sedang dibentuk.

2. Terangkan alasannya.

Edukasi tentang bahaya televisi dilakukan secara bertahap, dengan bahasa yang mudah dipahami anak. Kami juga sering membacakan berita/artikel yang memuat efek buruk menonton televisi, dan berusaha menghubungkannya dengan keseharian anak. Misal: Coba perhatikan, kamu jadi lesu dan tidak punya ide kalau terlalu lama menonton tivi. Bandingkan kalau kamu bermain lari-larian? Terasa lebih ceria dan segar. Mana yang lebih enak?

3. Menambah intensitas kebersamaan keluarga.

Ketika anak ‘tidak mendapatkan televisi’, pastikan ia ‘mendapatkan ayah dan ibunya’ lebih banyak daripada biasanya. Lakukanlah kegiatan yang menekankan kebersamaan keluarga, seperti olahraga pagi, mengobrol, bermain, membaca, piknik, dll. Hal ini yang bisa menambah kedekatan hubungan keluarga secara emosional. Kebutuhan emosional anak akan kelekatan pada orangtua tidak bisa digantikan oleh tontonan sebagus apapun, sebab inilah kebutuhan naturalnya, seperti kebutuhan makan dan minum. Meskipun anak terlihat anteng di depan televisi menonton program seberkualitas apapun, tidak akan dapat mengisi kebutuhan emosional ini.

4. Menyediakan buku-buku untuk dibaca anak.

Kami tak segan-segan mengalokasikan dana untuk membeli buku-buku baru untuk anak, membuat semacam perpustakaan kecil di tempat biasanya televisi diletakkan. Jadi, setiap kali anak ingin menonton televisi, yang ia temukan adalah buku-buku itu. Lalu, kami juga menyiapkan kertas-kertas, spidol, mainan-mainan kesukaan anak, dll. sebagai alternatif kegiatan. Saat beraktifitas, kami biasa memutar musik kesukaan anak, sehingga suasana terasa menyenangkan dan hidup.

5. Mengakses Youtube.

Kami menemukan bahwa Youtube adalah media yang cukup efektif sebagai sumber tontonan yang sangat minim iklan. Dengan syarat, dilakukan pendampingan hingga orangtua yakin anak bisa melakukan akses positif secara mandiri. Kami memberi waktu terbatas kurang lebih 2 jam per hari untuk kegiatan ini. Perlu diperhatikan, bahwa orangtua juga tidak boleh mengakses internet berlebihan (setidaknya di depan anak). Supaya tidak beralih menjadi kecanduan gadget/internet karena kekosongan ‘posisi’ tv.

6. Peraturan yang Lentur.

Seperti batang-batang bambu yang mampu bertahan dalam terpaan angin kencang karena kelenturannya, begitulah kurang-lebih cara kami menerapkan peraturan di rumah.

Contoh kasus. Bila anak menonton televisi di rumah teman atau kakek nenek, maka kami biarkan, selama masih dalam batas wajar. Malahan, kami menggunakan momen ini untuk mengedukasi anak tentang tayangan televisi. Menanyakan apa pendapatnya tentang tontonan itu, membenturkannya dengan nilai-nilai kebaikan dalam keluarga kami, menggali argumen-argumen, dan membiarkannya memutuskan apakah tontonan itu baik atau buruk. Cara ini diharapkan bisa membangun auto-sensor dalam diri anak, sehingga di masa depan, otomatis akan menyeleksi tontonan meski tanpa orangtua. Tetapi bila dirasa telah berlebihan, kami akan menawari anak alternatif kegiatan lain yang sama-sama menyenangkan, misalnya bermain bersama di luar rumah atau jalan-jalan.

7. Bimbing anak menemukan hobinya.

Terus gali minat anak, dengan tujuan menemukan apa yang sungguh-sungguh menjadi hobi. Bila anak sudah menemukan hobinya, ia tidak akan terpikir untuk nonton televisi lagi. Sebab waktunya sudah tercurahkan untuk melakoni hobinya seharian.

8. Teladan dan Inisiatif Orangtua

Program NO TV tidak akan bisa sukses dengan modal teriakan, hukuman, atau omelan. Teladan dan inisiatif orangtua memainkan peran yang sangat besar di sini. Isilah waktu luang dengan melakukan kreatifitas, menekuni hobi, membaca, atau hal-hal positif lain yang pantas untuk diteladani anak. Bangunlah komunikasi yang akrab dengan anak, dan tambah intensitas kebersamaan keluarga.

Click to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published.

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.


Parenting

Beberapa Tips untuk Meningkatkan Kecintaan Anak Usia 5 Tahun Membaca Buku

Karena perkembangan teknologi yang semakin canggih, saat ini anak-anak lebih banyak menghabiskan waktu dengan penggunaan smartphone. Belum lagi situasi yang memang membuat mereka kerap lebih banyak menikmati kegiatan yang berbentuk visual. Sehingga, ketika kita mulai mengarahkan anak untuk membaca buku, mereka tentu tidak akan langsung menyukainya.

Untuk itulah, sebagai orangtua kita perlu memberitahu anak, jika aktivitas membaca juga adalah kegiatan yang menyenangkan. Karena selain membantunya mengurangi kegiatan dengan gadget, ada banyak sekali manfaat pentingnya bukiu bagi anak usia 5 tahun. Dan berikut adalah beberapa manfaatnya:

1. Membantu Anak Meningkatkan Kreativitas dalam Dirinya

Pentingnya buku bagi anak usia 5 tahun yaitu dapat meningkatkan kreativitasnya. Dan perlu diketahui jika kreativitas ini mempunyai peranan yang sangat penting agar anak dapat mengembangkan ide atau minatnya. Selain itu buku juga sangat bermanfaat untuk meningkatkan imajinasi anak. Tentunya jika anak mempunyai kemampuan tersebut kedepannya bisa lebih mudah dalam mengelola emosi. Terutama nantinya Saat berinteraksi dengan orang lain. 

2. Mampu Meningkatkan Fungsi Otaknya dalam Berpikir

Manfaat lain buku bagi anak usia 5 tahun yaitu dapat meningkatkan fungsi otaknya. Dengan kata lain, fungsi otak anak akan semakin aktif jika sering membaca buku. Bahkan, sudah dibuktikan oleh sebuah penelitian di mana anak yang sering membaca buku dapat meningkatkan pemahaman dan kemampuan berbahasa. Apalagi jika sejak kecil sudah di bacakan buku oleh orang tuanya, kemungkinan terbesarnya saat sudah berusia 5 tahun atau lebih akan lebih mudah untuk belajar membaca. Inilah kenapa penting untuk membiasakan membaca buku. 

3. Dengan Membaca Kemampuan Kognitif Anak Juga Ikut Meningkat

Kemampuan kognitif yang meningkat juga menjadi salah satu dampak dari terbiasanya anak membaca buku. Kemampuan kognitif yang dimaksudkan bisa berupa ingatan, pemecahan masalah, perhatian dan penggunaan kata-kata. Tentu jika kemampuan kognitif tersebut semakin meningkat, maka kedepannya anak akan lebih mudah untuk berinteraksi dan bersosialisasi dengan orang lain. Selain itu, hal tersebut juga sangat bermanfaat agar anak mudah beradaptasi.

Lalu Bagaimana Tips untuk Meningkatkan Kecintaan Anak Terhadap Buku? Ini Jawabannya

Dari penjelasan sebelumnya bisa diambil kesimpulan jika buku mempunyai peranan yang sangat penting pada anak usia 5 tahun. Lalu, bagaimana tips meningkatkan kecintaan anak usia 5 tahun terhadap buku? Berikut ini penjelasannya. 

1. Sebagai Orangtua Kita Harus Bisa Menciptakan Lingkungan yang Kaya Aksara

Tips pertama yang bisa diterapkan dalam meningkatkan kecintaan anak terhadap buku yaitu menciptakan lingkungan kaya akan aksara. Dengan kata lain, sediakan tempat bermain dengan berbagai media seperti gambar dan teks. Tentu dengan media-media tersebut, anak akan lebih mudah untuk memahami dan memperkaya pengetahuannya. Contoh sederhananya permainan yang berhubungan dengan menyusun huruf, suara hewan, tebak gambar dan permainan lainnya.

2. Jadilah Sosok yang Bisa Dicontoh Anak dalam Hal Membaca

Orang tua memang menjadi role model atau contoh bagi anak. Jadi, apapun yang dilakukan oleh orang tuanya akan mudah ditiru oleh anak-anaknya. Tentunya untuk meningkatkan kecintaan anak terhadap buku, pastikan jika orang tuanya juga gemar membaca buku. Melihat orang tuanya yang sering membaca buku, anak juga akan tertarik untuk melakukan hal sama. Bahkan, Jika memungkinkan mengajak anak untuk membaca buku bersama-sama atau sekedar menemaninya membaca. 

3. Ajak Anak Membaca Buku dengan Ekspresi

Tips selanjutnya yang bisa diterapkan untuk meningkatkan kecintaan anak usia 5 tahun terhadap buku yaitu membacakan buku cerita dengan intonasi dan ekspresi yang tepat. Membaca buku dengan cara yang seperti ini bisa menarik minat anak untuk mengetahui isi buku tersebut. Selain itu, tips ini juga sangat berguna agar anak bisa mempersepsi jika pada buku tersebut banyak hal yang menarik dan selalu ingin untuk menggalinya. Berawal dari tips sederhana ini diharapkan anak bisa tertarik untuk membaca buku. 

4. Beli dan Sediakan Buku Menarik dan Sesuai dengan Minat Anak

Menyediakan buku yang menarik juga menjadi salah satu cara agar kecintaan anak terhadap pukul bisa meningkat. Sebagai langkah awal, pastikan jika orang tua menyediakan buku yang penuh dengan gambar dan warna. Hal ini penting dilakukan dengan tujuan agar anak tidak merasa bosan saat melihat buku tersebut. Buku yang seperti ini juga akan mengenalkan warna dan bentuk gambar pada buku tersebut, sehingga kemampuan anak akan mengalami peningkatan.

5. Sering-seringlah Ajak Anak Ke Toko Buku dan Perpustakaan

Tips selanjutnya bisa mengajak anak ke perpustakaan. Cara ini bisa meningkatkan minat anak dalam membaca buku dan pengalaman baru. Hal ini disebabkan karena di tempat tersebut akan menjumpai banyak orang yang membaca buku, sehingga bisa meningkatkan minat anak. Selain itu, dengan mengajak anak ke perpustakaan atau toko buku juga bisa meningkatkan kemampuannya dalam berinteraksi dengan orang lain yang ada disekitarnya. Tentu tips ini bisa memberikan dua manfaat sekaligus. 

6. Dan Berikan Kesempatan Anak Memilih Buku yang Disukainya

Selanjutnya tips meningkatkan kecintaan anak usia 5 tahun terhadap buku bisa dilakukan dengan cara memberikan kesempatan dalam memilih buku. Dengan kata lain, kesempatan tersebut dapat meningkatkan minat anak untuk membaca buku sesuai dengan keinginannya.

Begitu juga sebaliknya, jika anak dipaksa membaca buku yang diberikan oleh orang tua, justru akan merasa tertekan. Bahkan, parahnya lagi tidak berminat untuk membaca buku. Tentunya setiap orang tua pasti tidak menginginkan hal tersebut.

Demikian penjelasan mengenai beberapa tips yang bisa diterapkan dalam meningkatkan kecintaan anak terhadap buku. Dengan tersedianya berbagai tips tersebut, bisa diterapkan secara bergantian agar anak tidak bosan dan justru tertarik untuk membaca buku terus menerus.

Click to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published.

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.


Parenting

Jangan Jadi Orangtua yang Sekedar Status Saja, Inilah Peran Kita Bagi Pertumbuhan Anak

Setiap anak pasti mempunyai tahapan pertumbuhan yang tentunya harus dipantau oleh orangtuanya. Dengan kata lain, peran orang tua bagi pertumbuhan anak sangatlah penting untuk mendeteksi gangguan sejak dini. Begitu juga penting untuk melakukan penanganan dengan cepat. Karena kelalaian kita dalam menyikapi tumbuh kembang anak, bisa jadi berakibat fatal bagi mereka. Nah, sebelum membahas lebih lanjut, yuk pahami dulu apa itu perkembangan anak.

Sekilas Pemahaman Tentang Apa yang Dimaksud dengan Pertumbuhan Anak

Orangtua perlu mengetahu terlebih dahulu, apa itu pertumbuhan anak. Secara singkatnya pertumbuhan merupakan proses perubahan yang terjadi pada anak dan ditandai dengan bentuk tubuh dan ukuran Fisik yang bertambah.

Selain itu, pertumbuhan juga bisa diartikan sebagai perubahan yang terjadi pada anak dalam aspek fisik maupun jasmaniah dan bersifat terbatas serta kuantitatif. Proses pertumbuhan ini merupakan proses pematangan setiap individu. 

Dengan kata lain, untuk mengetahui pertumbuhan anak bisa dilakukan dengan boleh bang berat badan maupun mengukur tinggi badan. Sedangkan untuk mengetahui pengukuran bisa dikatakan Normal atau tidak dapat disesuaikan dengan standar yang tersedia.

Orangtua Berperan Memastikan Kebutuhan Nutrisi yang Dibutuhkan Oleh Anak

Orangtua mempunyai peranan yang cukup penting terhadap pertumbuhan anak, Salah satunya yaitu menjamin kebutuhan nutrisi tercukupi. Dengan kata lain, nutrisi yang tercukupi pada tubuh anak sangat berperan penting pada pertumbuhannya. Lebih jelasnya berikut ini beberapa asupan nutrisi yang harus didapatkan anak dalam memastikan pertumbuhannya lebih optimal, seperti:

  • Menyediakan makanan yang kaya akan nutrisi seperti vitamin, karbohidrat, mineral, protein dan lemak baik. Beberapa nutrisi tersebut berperan penting agar proses pertumbuhan anak bisa lebih optimal.
  • Beberapa nutrisi tersebut, anak juga membutuhkan kandungan omega 3 dan omega 6. Nutrisi tersebut bisa didapatkan pada produk susu atau makanan tertentu. Mengingat kandungan tersebut merupakan lemak baik yang berperan penting untuk pertumbuhan anak. 
  • Orang tua juga harus memastikan kebutuhan nutrisi penting lain seperti DHA, EPA dan ALA. Kandungan tersebut bisa didapatkan pada beberapa jenis makanan seperti ikan salmon maupun sarden.

Orangtua Berperan Memastikan Kebiasaan Makan yang Baik

Peran penting orang tua bagi pertumbuhan anak tidak hanya terfokus pada kebutuhan nutrisi. Namun, coba berperan penting untuk memastikan agar anak mempunyai kebiasaan makan yang baik. Selengkapnya berikut adalah beberapa kebiasaan makan yang baik dan harus diterapkan pada tumbuh kembang anak.

1. Tidak Melewatkan Sarapan Bersama

Cara pertama agar menciptakan kebiasaan makan yang baik yaitu dengan tidak melewatkan sarapan bersama. Setidaknya pada saat sarapan akan terjadi obrolan yang bisa memacu semangat untuk melakukan aktivitas. 

Selain itu, sarapan juga menjadi waktu yang paling tepat untuk menyetok sumber tenaga tubuh dan terutama otak dalam melakukan aktivitas sehari-hari. Bahkan, dasarkan penelitian yang telah dilakukan jika sarapan dapat meminimalisir terjadinya resiko obesitas. 

2. Menyediakan Cemilan Berupa Buah-buahan

Selain membiasakan sarapan bersama, kebiasaan baik yang yang selanjutnya yaitu menyediakan buah-buahan sebagai camilan. Seperti yang diketahui jika buah-buahan mempunyai peranan yang sangat penting untuk kesehatan dan pertumbuhan anak.

Salah satu cara untuk meningkatkan minat anak mengkonsumsi buah-buahan yaitu menyediakannya sebagai camilan dan setiap harinya berbeda jenis. Tentu camilan buah-buahan ini lebih sehat dibandingkan dengan camilan kemasan yang kaya akan MSG. 

3. Membiasakan Makan Bersama Anak

Salah satu cara untuk memastikan kebiasaan makan yang baik agar pertumbuhan lebih maksimal yaitu membiasakan makan bersama. Terutama saat di malam hari, pastikan meluangkan waktu untuk makan bersama bersama anak dan anggota keluarga lainnya.

Selain membiasakan makan yang lebih sehat, makan bersama juga bisa meningkatkan hubungan yang baik antara anggota keluarga yang satu dengan yang lainnya. Bahkan, bisa menciptakan keluarga yang lebih hangat. 

Untuk Itu, Ada Beberapa Cara Mengoptimalkan Tahapan Pertumbuhan Anak yang Juga Perlu Diketahui Orangtua

Mengetahui peran penting orang tua bagi pertumbuhan anak rasanya kurang lengkap jika tidak mengetahui cara mengoptimalkannya. Dengan kata lain cara pengoptimalan ini diperlukan agar pertumbuhan anak bisa lebih optimal yang bisa berpengaruh terhadap perkembangannya.

1. Membiasakan Anak Makan Makanan Sehat

Cara pertama yang bisa dilakukan untuk mengoptimalkan tahapan pertumbuhan anak yaitu membiasakannya mengkonsumsi makanan sehat. Seperti yang telah dijelaskan sebelumnya ada banyak makanan sehat yang dapat dipilih dan dikonsumsi anak. 

Beberapa makanan sehat yang dimaksudkan seperti sayuran, buah-buahan, daging, kacang-kacangan dan lainnya. Intinya pastikan makanan tersebut kaya lemak baik, protein dan nutrisi lainnya. 

2. Terapkan Pola Hidup Sehat

Selain memastikan anak biasa mengkonsumsi makanan sehat, cara selanjutnya yang bisa dilakukan untuk mengoptimalkan pertumbuhan yaitu Menerapkan pola hidup yang sehat, seperti halnya menjaga kebersihan. Upaya ini dilakukan dengan tujuan agar anak terbebas dari penyakit infeksi atau bakteri lain yang dapat membahayakan kesehatannya. Tentunya jika kesehatan terjaga akan berpengaruh terhadap pertumbuhan anak dan begitu juga dengan perkembangannya.

3. Membiasakan Tidur Cukup

Cara selanjutnya yang bisa diterapkan untuk mengoptimalkan tahapan pertumbuhan anak yaitu membiasakan tidur cukup. Pada umumnya waktu tidur yang ideal bagi balita, setiap harinya sekitar 11 sampai 14 jam.

Sedangkan untuk anak yang berusia antara 3 sampai 5 tahun, waktu ideal tidur setiap harinya sekitar 10 sampai 13 jam. Baik itu waktu tidur di siang hari maupun malam hari, pastikan dilakukan secara rutin setiap harinya. Anak yang mendapatkan Tidur yang cukup, pertumbuhannya bisa lebih optimal.

Demikian penjelasan mengenai peran penting orang tua bagi pertumbuhan anak. Tentu dengan mengetahui peran ini, diharapkan pertumbuhan anak bisa lebih optimal. Mengingat pertumbuhan anak juga sangat berpengaruh terhadap perkembangan anak hingga dewasa. 

Click to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published.

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.


Parenting

Cara Meningkatkan Kemampuan Motorik Halus Anak di Usia 0-5 Tahun

Perkembangan anak jadi suatu proses penting yang wajib untuk dipantau oleh orangtua, khususnya pada kemampuan motorik halus anak. Namun, perlu diketahui pula, beberapa perubahan yang terjadi pada anak, tentulah membutuhkan arahan dan dukungan dari kita orangtuanya dan orang dewasa lain yang ada di sekitarnya. Dengan kata lain, perkembangan motorik halus anak di usia 0 – 5 tahun tidak terlepas dari pengaruh orang dewasa. Dan kali ini, sayangianak ingin mengajak Bunda-bunda memahami lebih dalam, mengapa peran kita sangat penting pada perkembangan motorik halus anak di usia 0-5 tahun.  

Sebelumnya, Orangtua Perlu Memahami Apa Saja Tahapan Motorik Halus Anak Usia 0-5 Tahun

Setiap tahunnya, tahapan motorik halus anak akan mengalami perubahan. Tentunya dalam setiap tahapan tersebut tidak terlepas dari peran orang tua maupun orang dewasa. Selengkapnya berikut ini penjelasan mengenai tahapan motorik halus anak. 

  • Pada Tahapan pertama atau saat anak berusia 0-3 bulan, sudah mulai bisa menatap orang-orang yang ada disekitarnya. Pada saat itu juga Indra penglihatannya juga sudah mulai berfungsi dengan baik.
  • Saat anak berusia 3-6 bulan, anak akan mulai bisa meraih benda yang ada di sekitarnya seperti memegang pensil, memperluas pandangan dan memegang tangannya sendiri. Selain itu, anak di usia ini juga sudah mulai bisa mengarahkan pandangan ke benda-benda kecil.
  • Anak berusia 6-9 bulan sudah mulai bisa mengambil dua benda dalam waktu bersamaan.  Bahkan, sudah mulai bisa untuk memindahkan benda dari satu tangan ke tangan yang lain dalam waktu singkat.
  • Anak berusia 9-12 bulan sudah bisa untuk menggenggam pensil dengan erat, mengangkat benda ke posisi berdiri, memasukkan benda ke dalam mulut hingga mengulurkan badan untuk dapat mengambil mainan.
  • Anak berusia 12-18 bulan sudah mulai bisa merengek jika yang menginginkan sesuatu, memasukkan kubus dalam sebuah kotak, menumpuk 2 benda dan mencoba menarik tangan orang yang ada di sekitarnya.
  • Anak berusia 18 bulan sampai 2 tahun sudah mulai bisa mengambil benda kecil hanya dengan satu jari, mulai bisa ha bertepuk tangan, menggelindingkan bola dan menumpuk kubus 4 buah sekaligus.
  • Anak berusia 2-3 tahun sudah mulai bisa mencoret kertas dengan menggunakan pensil, mengambil mainannya sendiri, meluncur satu bagian tubuh dan mengangkat benda dengan satu tangan.
  • Anak berusia 3-4 tahun sudah mulai bisa mengenal hingga 4 warna, menggambar garis lurus dan menumpuk 8 buah kubus sekaligus. Bisa dikatakan anak di usia ini sudah mulai sering melakukan apapun sendiri.
  • Anak berusia 4-5 tahun ini sudah mulai bisa menggambar lingkaran, mengancing baju sendiri, menggambar tanda silang dan menggambar orang dari bagian tubuhnya. Apalagi di usia ini anak sudah mulai sekolah, sehingga sudah lebih memahami banyak hal.

Dan Inilah Peran Orang Dewasa Dalam Membangun Pengetahuan Anak 0-5 Tahun

Salah satu peran orang dewasa dalam membangun pengetahuan anak 0-5 tahun, Salah satunya yaitu dengan meningkatkan kemampuan motorik halus. Mengingat kemampuan ini sangatlah diperlukan untuk tumbuh dan perkembangan anak. Selengkapnya berikut ini beberapa kegiatan yang bisa dilakukan. 

1. Tummy Time

Tummy time yaitu upaya yang bisa dilakukan untuk meningkatkan kemampuan motorik halus anak. Lebih tepatnya tummy time adalah upaya memposisikan tubuh bayi agar bisa tengkurap. Jadi tujuan dari Aktivitas ini agar bisa melatih gerakan anak dari satu posisi ke posisi lain. 

Upaya ini jika dilakukan di usia yang tepat sangat bermanfaat untuk meningkatkan pengetahuan dan kemampuan anak mengenai cara menyingkirkan benda-benda. Jadi, benda-benda yang dirasa mengganggu, anak akan berusaha menyingkirkannya. 

2. Biarkan Anak Menggenggam Makanannya

Cara selanjutnya bisa dilakukan untuk meningkatkan kemampuan motorik halus anak yaitu dengan membiarkannya agar menggenggam makanannya sendiri. Tentu cara ini sangatlah dibutuhkan dalam tumbuh dan perkembangan anak.

Cara ini juga diperlukan agar anak bisa meraba tekstur dan merasakannya. Bahkan, cara ini juga sangat berguna untuk meningkatkan kemampuan anak untuk memasukkan makanan tersebut kedalam mulutnya sendiri.

3. Mengajak Anak Bermain

Meningkatkan kemampuan motorik halus anak juga bisa dilakukan dengan cara mengajaknya bermain. Tentunya ada banyak sekali permainan yang bisa dilakukan, Salah satunya yaitu menggunakan lilin. 

Maksud dari permainan ini yaitu untuk melatih kekuatan tangan anak dalam mengangkat lilin tersebut. Selain itu, bisa juga dengan memanfaatkan adonan tepung atau busa. Namun, pastikan jika bahan tersebut sangat aman untuk anak. 

4. Mengajak Anak Menggambar dengan Jari

Cara selanjutnya yang bisa dilakukan yaitu mengajak anak menggambar menggunakan jari. Sedangkan untuk menggambar ini tidak harus menggunakan tinta atau cat khusus, tapi juga bisa menggunakan bahan lain.

Misalnya saja menggunakan bahan makanan yang berwarna seperti tepung, susu atau yang lainnya. Permainan ini sangatlah bermanfaat untuk anak agar bisa melampiaskan ekspresinya dan agar lebih aktif. 

5. Bermain dengan Kedua Tangannya

Meningkatkan kemampuan motorik halus anak juga bisa dilakukan dengan cara bermain menggunakan dua tangan. Permainan ini sangatlah berguna untuk meningkatkan kekuatan otot tangan anak dan membuatnya lebih aktif.

Salah satu contoh permainan yang bermanfaat dalam hal ini yaitu menyusun lilin menjadi bentuk panjang atau bulat. Selain itu, Tidak ada salahnya juga untuk mengajak anak untuk memotong lilin menggunakan pisau, tapi tetap dalam pengawasan ya Bun!

6. Belajar dengan Memakai Pakaian Sendiri

Cara lain yang bisa diterapkan untuk meningkatkan kemampuan dan pengetahuan anak yaitu belajar menggunakan pakaian. Selain itu, bisa juga untuk mengajarinya bagaimana cara menggunakan sepatu dengan benar.

Cara ini sangatlah berguna untuk meningkatkan ketangkasan dan kekuatan tangan. Selain bisa memberikan manfaat tersebut, cara ini juga bisa meningkatkan pengetahuan anak jika mandiri sangat diperlukan.

Click to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published.

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.

Most Share

To Top