Kesehatan Ibu & Anak

Daripada Menyinggung Perasaannya, Ini 7 Pertanyaan yang Sebaiknya Tidak Ditanyakan Pada Ibu Hamil

hamilan

Mengandung anak yang selama ini dinanti-nanti adalah bagian hidup yang paling membahagiakan saat menjadi seorang istri. Kehadiran seorang anak dapat menambah lengkap anggota keluarga, status istri yang sebelumnya disandang pun berubah menjadi “ibu” kettika sang anak lahir ke dunia.

Seperti yang telah diketahui, mengandung selama sembilan bulan lamanya bukanlah hal yang mudah. Tak jarang, ibu yang sedang mengandung perasaannya lebih sensitif atau mudah marah ketika mendapatkan perlakuan yang tidak menyenangkan. Termasuk ketika orang-orang di sekitarnya mulai bayak bertanya-tanya tentang kehamilannya.

Daripada menyinggung perasaan ibu hamil yang sedang berjuang dengan kehamilannya, sebaiknya hindari menanyakan 10 pertanyaan ini!

ANAK LAKI-LAKI ATAU PEREMPUAN?

Pertanyaan ini aling sering ditanyakan oleh orang-orang ketika melihat ibu yang sedang mengandung. Pertanyaan ini wajar saja jika ditanyakan oleh keluarga atau kerabat dekat, namun jika Anda tidak terlalu mengenalnya sebaiknya jangan menanyakan, “Ini anak laki-laki atau perempuan?”

Sebagai orang yang tidak terlalu mengenalnya, Anda sebaiknya hanya mendoakan kesehatan sang anak dan ibu yang sedang hamil. Meski terdengar sepele, tak jarang ibu hamil merasa tersiggung karena ia sendiri pun belum mengetahui pasti tentang kelamin anak yang dikandungnya.

APA KEHAMILAN INI DIRENCANAKAN?

Ketika seorang ibu hamil memberitahukan tentang kehamilannya, itu tandanya ia ingin diperhatikan dan sangat senang karena dalam waktu dekat ia akan segera memiliki anak. Seagai orang yang diberi kabar, hal yang sepatutnya Anda lakukan adalah mengucapkan “Selamat!” kepada calon ibu bukan malah bertanya tentang apakah kehamilan tersebut karena sedang mengikuti suatu program tertentu. Turut merasa senang dan memberikan senyuman hangat, sudah cukup untuk membuat hati sang calon ibu merasa bahagia dan dihargai.

BAKAL PUNYA ANAK KEMBAR YA?

Pertanyaaan ini biasanya ditanyakan ketika seseorang melihat seorang ibu hamil dengan perut yang besar dan menyangka sang ibu sedang mengandung anak kembar. Beberapa orang saat hamil perutnya menjadi sangat besar, namun sebagian lagi tidak. Maka dari itu jangan langsung mengira bahwa hamil besar itu anaknya kembar. Daripada Anda menyinggung perasaannya ketika bertanya sesuatu yang tidak penting, lebih baik menanyakan kesehatan ibu yang mengandung.

BOLEH PEGANG PERUTNYA?

Tak jarang orang yang merasa gemas ingin memegang perut ibu hamil tanpa alasan yang jelas. Padahal tidak semua ibu hamil senang dipegang perutnya oleh orang asing karena alasan privasi atau merasa tidak nyaman.

BAGAIMANA RASANYA MENGANDUNG?

Ini juga merupakan pertanyaan tidak penting yang sebaiknya tidak perlu ditanyakan pada ibu hamil. Sebelum bertanya tentang hal tersebut, Anda pasti sudah bisa membayangkan bagaimana beratnya ujian yang perlu ditempuh seorang ibu hamil. Bertanya seperti ini bukan hanya menyinggung perasaannya tapi juga akan membuatnya kesal!

Daripada bertanya bagaimana rasanya mengandung, lebih baik Anda memberinya semangat dan mendoakan agar semuanya baik-baik saja kedepannya.

SAYA RASA ANAK ANDA PEREMPUAN / LAKI-LAKI

Sebagian dari Anda mugkin sering melontarkan pendapat kepada ibu hamil, bila penampilannya terlihat lelah dan tidak suka dandan, sang ibu mengandung seorang anak laki-laki. Sedangkan jika wajah ibu terlihat berseri-seri, bersih, dan gemar dandan, anak yang dikandungnya tersebut adalah perempuan.

Sebaiknya pendapat-pendapat seperti itu dihilangkan dan tidak perlu disampaikan pada seorang ibu yang sedang hamil. Karena belum tentu, ciri-ciri yang telah disebutkan di atas benar-benar mewakili jenis kelamin sang anak karena belum ada penelitian ilmiah yang pasti mengenai hal tersebut.

ANDA NANTI AKAN MENYUSUI KAN?

Entah seorang ibu akan menyusui anaknya atau tidak setelah melahirkan, itu sama sekali bukan urusan Anda! Ada beberapa ibu yang tidak mampu memberikan ASI eksklusif pada anaknya karena berbagai faktor. Bertanya tentang hal ini hanya akan menyakiti perasaan ibu yang tidak bisa menyusui anaknya. Memberikan ASI eksklusif atau tidak, sudah menjadi kewajiban ibu untuk memberikan yang terbaik pada buah hati tercinta. Sang ibu tentunya sudah memiliki rencana tersendiri untuk mengurus hidup anak agar bisa tumbuh dengan baik.

APAKAH ANDA AKAN LANJUT BEKERJA?

Bagi para ibu pekerja, ketika berhasil melahirkan anak dengan kondisi sehat, tentu akan dihadapkan dengan pilihan apakah akan melanjutkan pekerjaan yang telah dilakukan sebelumnya atau menjadi seorang full time mother?
Pertanyaan ini masih wajar untuk ditanyakan pada ibu yang baru saja melahirkan. Namun pastikan bertanya dengan pikiran yang terbuka, jangan sampai menghakimi bahwa ibu yang memilih kembali bekerja ke kantor adalah orang egois.

adorable-book-boy-1250722 adorable-book-boy-1250722
Click to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.


Mom Life

Jenis-Jenis Kontraksi Jelang Proses Bersalin yang Bunda Perlu Kenali

Tanda pasti hamil

Dalam proses kehamilan, salah satu tahapan yang tak mudah adalah Bunda harus mengalami proses kontraksi. Situasi ini datang biasanya ditandai dengan sakit perut yang melilit di area pinggang dan terjadi berulang setiap 5-8 menit.

Kendati terdengar menyakitkan, kontraksi memang membawa manfaat yakni menghasilkan hormon oksitosin yang memicu bayi keluar dari rahim. Sebab setiap perut berkontraksi, otot-otot rahim otomatis akan meregang dan melebar sehingga memberi jalan keluar untuk si kecil.

Namun tak jarang, ibu hamil bingung apakah gejala yang mereka alami sekadar kram perut biasa atau kontraksi yang sesungguhnya. Untuk itu, Bunda pun perlu mengenali apa itu kontraksi.

Kontraksi Braxton Hicks

Kontraksi yang satu ini memiliki sebuah gejala yang mirip dengan kontraksi persalinan, Bun. Bahkan tak jarang disebut kontraksi palsu karena bertujuan untuk menyiapkan mulut rahim untuk membesar dan meningkatkan aliran darah dalam plasenta, Bun.

Bun, biasanya kontraksi ini akan terjadi pada trimester kedua atau ketiga. Ada ciri-cirinya lho Bun, antara lain kontraksi yang tak teratur, bahkan sensasinya lebih ke arah tak nyaman, bukan yang menyakitkan. Umumnya kontraksi ini terjadi di sekitar pangkal paha atau di depan tubuh ibu hamil dan bisa diatasi dengan berjalan atau berbaring.

Kontraksi Persalinan Prodromal

Persalinan yang satu ini mengacu pada kontraksi kelahiran yang dialami beberapa minggu sampai beberapa jam sebelum melahirkan. Munculnya pun relatif teratur bahkan durasinya lebih lama dari kontraksi braxton-hicks. Tapi sekali lagi, kontraksi ini bukan pertanda kelahiran.

Menurut dokter, persalinan prodromal bisa membantu bayi berpidah dari posisi yang salah ke posisi yang benar, Bun. Ciri-cirinya antara lain seperti tidak ada perubahan serviks setelah 24-36 jam, berbaring tidak membantu kontraksi tersebut hilang, dan cenderung lebih kuat dan tidak sering terjadi.

Kontraksi Persalinan Prematur

Mengutip Kumparan.com, nama lain persalinan ini yaitu early labor, dimana ibu hamil berada di tahap mengalami kontraksi saat usia kandungan di bawah 37 minggu. Nah biasanya, kondisi serviks Bunda akan melebar sampai 6 sentimeter. Kontraksi ini biasanya terjadi karena kondisi kehamilan yang tidak normal, misalnya ibu mengalami suatu penyakit atau kelainan bentuk rahim, bahkan stress bisa jadi pemicunya nih Bun.

Bila Bunda mengalami ciri-ciri seperti merasakan sakit pada punggung, kesulitan bernapas saat kontraksi muncul, ada tekanan pada panggul, rasa sakit yang menjalar dari belakang hingga ke bagian depan, dan mengalami kram yang kuat, berarti Bunda wajib mengunjungi rumah sakit dan menghubungi bidan atau dokter.

Kontraksi Persalinan Aktif

Nah, bila kandungan memasuki usia 42 minggu, ibu hamil umumnya mulai mengalami kontraksi yang satu ini. Bunda perlu tahu, pada tahapan ini, serviks akan melebar bahkan mencapai 6 sentimeter yang artinya Bunda sudah siap melahirkan.

Gejala yang dialami adalah kontraksi terjadi setiap 5 menit sekali atau lebih sering, kontraksi berlangsung 60 detik atau lebih, rahim mulai tidak rileks, ada rasa sakit dan tekanan yang signifikan di punggung saat kepala bayi bergerak menuju jalan lahir. Selain itu, pada saat ini mungkin Anda akan merasa seolah-olah akan buang air besar dan merasa akan mendorong sesuatu keluar.

Tips untuk Bunda, cobalah catat beberapa kali kontraksi kelahiran terjadi dalam kurun waktu satu jam. Termasuk durasi dan intensitasnya. Kemudian cobalah untuk berbaring selama beberapa menit, apakah kontraksi membaik atau justru semakin sering. Selain soal durasi dan intensitas kontraksi, penting diingat bila air ketuban pecah disertai cairan berwarna hijau atau coklat, maka sudah saatnya Bunda ke rumah sakit.

Click to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.

adorable-book-boy-1250722 adorable-book-boy-1250722

Kesehatan Ibu & Anak

Benarkah Bentuk Perut Ibu Hamil Tentukan Jenis Kelamin Bayi?

anticipation-belly-body-1376959 (1)

Sebagai seorang ibu, Bunda mungkin pernah mendengar beberapa mitos tentang bayi dalam kandungan. Mitos yang paling sering terdengar juga tentang jenis kelamin bayi yang bisa ditebak dari bentuk perut ibunya. Bunda sendiri apakah percaya dengan hal itu? Kendati sumber pastinya tak dapat dipastikan, kenyataannya banyak ibu yang percaya dengan mitos tersebut.

Misalnya, konon katanya bila perut bagian atas lebih besar maka bayi yang dikandung adalah perempuan. Sebaliknya, jika yang besar bagian bawah maka bayinya adalah laki-laki. Selain teori itu, ada juga yang mengatakan kalau perut ibu hamil melebar maka anaknya perempuan. Sementara, apabila perut ibu hamil lonjong ke depan maka ibu mengandung bayi laki-laki. Lantas, benar tidak ya anggapan tersebut?

Dikutip dari Kumparan.com, dalam bukunya yang berjudul Mitos Seputar Masalah Seksualitas & Kesehatan Reproduksi, dokter umum dr. Handrawan Nadesul dan dr. Kartono Mohamad menjelaskan bahwa kedua teori itu tidak benar. Sebab, bentuk dan tinggi perut ditentukan oleh otot perut, rahim dan bayi yang ada di dalamnya.

Sementara untuk perut yang besar di bagian bawah–dekat pelvis atau selangkangan, justru menandakan ibu hamil semakin dekat dengan waktu melahirkan. Bentuk perut yang lebar atau menonjol ke depan juga dipengaruhi oleh kandungan kemih dan posisi bayi di dalam perut.

Sementara mengenai tinggi atau rendahnya bentuk perut saat hamil lantaran dikarenakan bentuk tubuh serta riwayat kehamilan, Bunda perlu tahu lebih lanjut. Justru misalnya Bunda tengah mengandung anak kedua, otot perut sudah lebih kendur sehingga bentuk perut tampak lebih rendah. Dilansir BBC, sebuah penelitian menunjukkan rata-rata bayi laki-laki memang lebih berat daripada bayi perempuan saat lahir. Sehingga logikanya, perut ibu hamil cenderung lebih besar saat mengandung bayi laki-laki.

Jadi jika suatu waktu keluarga ataupun tetangga melihat bentuk perut Bunda dan mengomentari jenis bayi di dalam kandungan, jangan percaya sepenuhnya ya. Berikan saja senyuman padanya dan berterima kasih atas perhatian mereka.Kalaupun tebakan mereka benar, ya memang mungkin terjadi. Apalagi memang lantaran semua kehamilan punya peluang 50 persen bayi perempuan dan 50 persen bayi laki-laki.

Click to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.

adorable-book-boy-1250722 adorable-book-boy-1250722

Mom Life

Waktu Tepat Melakukan Latihan Kontak Menyusui yang Bunda Perlu Tahu

adult-art-baby-235243 (6)

Setiap ibu yang baru saja melahirkan tentu mendambakan proses menyusui bisa berjalan dengan lancar supaya si kecil mendapatkan nutrisi yang cukup dan terbaik untuk tumbuh kembangnya. Menariknya, memikirkan urusan mengASIhi ternyata tidak dimulai ketika si kecil sudah lahir, melainkan dari jauh-jauh hari saat Bunda tengah mengandung atau yang disebut dengan proses kontak menyusui atau perlekatan.

Konselor laktasi yakni dr Ameetha Drupadi mengatakan, Bunda juga disarankan untuk sering-sering melakukan konseling. Lebih jauh lagi, Ameetha mengatakan, perlekatan adalah hal terpenting dalam menyusui agar bayi nyaman dan Bunda tidak merasakan sakit pada puting.

Nah, berikut ini ada tujuh opsi waktu yang disarankan agar Bunda dapat belajar perlekatan dengan benar dan proses menyusui dengan tepat Bun.

Saat Usia Kehamilan Menginjak 28 Minggu

Kontak pertama kali dilakukan saat trimester yang akan membahas hal dasar tentang menyusui seperti anatomi payudara, proses produksi ASI, dan cara menyusui. Sebagai calon ibu, mungkin ada kalanya Bunda masih bingung memilih ASI atau susu formula. Nah, inilah waktunya bertanya pada konselor laktasi, Bun.

Kelak Bunda juga akan dijelaskan seputar Inisiasi Menyusui Dini (IMD) dan mulai dikenalkan teori posisi dan perlekatan menyusui bayi. Cara merawat payudara saat hamil juga bisa Bunda ketahui dalam tahap ini, lho.

Di Usia Kehamilan Menginjak 36 Minggu

Bun, mendekati masa persalinan, Bunda pun harus tetap melakoni konseling. Biasanya, bahasan yang ditekankan pada tahap ini adalah soal IMD. Tak hanya berkonsultasi pada konselor laktasi, Bunda pun diarahkan untuk bertanya pada obgyn tentang apa yang perlu disiapkan guna kelancaran IMD. Pertemuan kedua ini diajarkan proses produksi ASI di tiga hari pertama pasca persalinan dan ada praktek menyusui menggunakan boneka.

Lakukan IMD ya Bun

Setelah bayi baru lahir sehat dan tidak membutuhkan penanganan khusus, Bunda bisa langsung melakukan Inisiasi Menyusui Dini (IMD). Caranya, bayi diletakan di atas dada atau perut Bunda dalam posisi tengkurap minimal selama 1 jam untuk menemukan puting Bunda. Skin to skin contact ini sangat baik lho Bun untuk menciptakan bonding antara ibu dan bayi dan yang terpenting akan menstimulasi keluarnya kolostrum.

Pastikan Bunda Melakukan Masa Perawatan 1-2 Hari Pasca Melahirkan

Saat dalam perawatan rumah sakit atau tempat bersalin, keberadaan konselor laktasi sangat diperlukan guna membimbing Bunda caranya memposisikan si kecil agar terjadi perlekatan yang benar saat ia sedang menyusu. Bunda juga akan diberi tahu mengenai perkembangan BB bayi ASI eksklusif, banyaknya produksi ASI yang bergantung dari frekuensi bayi menyusu, bonding dan kapasitas lambung bayi serta pentingnya mengASIhi.

Kemudian setelah Bunda dan si kecil keluar dari rumah sakit, pada hari yang ke-7 perkembangan bayi akan dicek lagi Bun. Bunda juga akan kembali konselor laktasi untuk mengkroscek cara menyusui selama sepekan. Bunda masih terus diajarkan cara menyusui yang benar agar bayi mendapatkan ASI dengan tepat.

Khusus untuk Working Mom, Dua Minggu Sebelum Kembali Bekerja, Penting Sekali Mengetahui Tahap Perlekatan Khusus

Di tahap ini, Bunda akan diajarkan cara pumping atau memerah ASI yang benar. Manajemen dan penyimpanan serta pemberian ASI perah juga dibahas tuntas di kontak ke 7 ini. Mama juga disarankan “menabung” ASI perah tidak kurang dan tidak lebih dari 1 bulan sebelum masuk kerja. Kuncinya, persiapkan diri dan jangan lupa mengikuti konseling ASI ya Bun, agar proses mengASIhi Bunda berjalan lancar dan si Kecil mendapatkan ASI yang cukup untuk kesehatan dan tumbuh kembangnya.

 

Click to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.

adorable-book-boy-1250722 adorable-book-boy-1250722

Most Share

To Top