Kesehatan

5 Menu MPASI untuk Tumbuh Gigi dan Poin Penting Lainnya yang Harus Bunda Pahami

Pemberian wajib MPASI untuk tumbuh gigi bayi tidak boleh sembarangan! Karena, makanan pendamping ASI harus disesuaikan berdasarkan umur atau usianya. Bayi sejak pertama lahir ke dunia hingga berusia 6 bulan diberikan ASI eksklusif agar pertumbuhan dan perkembangan berjalan optimal. Selanjutnya, ketika ia sudah memasuki usia keenam, ia perlu makanan pendamping untuk memenuhi kebutuhan nutrisinya. 

Menu MPASI untuk Tumbuh Gigi yang Harus Diketahui Orangtua

MPASI yang baik mampu merangsang pertumbuhan gigi si kecil. Karena itu, sebagai orang tua penting sekali menemukan menu yang tepat supaya bayi dapat asupan bergizi. Berikut ini ada 5 menu MPASI yang cocok sekali diberikan untuk tumbuh gigi bayi.

1. Telur Orak Arik 

Menu ini bahannya mudah didapat begitu juga dengan cara mengolahnya. Tidak butuh waktu lama, hanya beberapa menit saja, telur orak arik siap disajikan. Lebih bagus lagi jika ditambahkan sayur dan keju untuk menambah nutrisinya. 

Umumnya, masak menu telur orak arik menggunakan mentega (butter), minyak kelapa, minyak canola. Jangan gunakan minyak terlalu banyak agar makanan tetap sehat. Sayur yang cocok digunakan seperti bayam, wortel dan brokoli yang sudah dicincang halus. 

2. Es Loli

Tujuan diberikan es untuk mengurangi rasa tidak nyaman dan nyeri saat tumbuh gigi. Suhu dingin es mematikan saraf untuk sementara, tetapi hindari mengoleskan es batu langsung ke gusi atau area tumbuh gigi tersebut.

Karena itu, disarankan memberikan es loli menggunakan bahan dasar buah mangga atau buah naga. Bahan lain yang digunakan seperti whipped cream, susu kental manis dan susu cair full cream. Sesuai dengan nama MPASI ini, sebelum diberikan untuk si kecil harus dimasukkan dalam freezer terlebih dulu agar beku. 

3. Bubur Ayam 

Bubur memang identik dengan makanan bayi karena teksturnya yang halus dan lembut. Jika tidak sempat masak sendiri, tinggal beli di tempat orang jual MPASI. Daging dan hati ayam dihaluskan terlebih dulu sebelum dimasukkan ke dalam bubur. 

Tekstur daging yang masih kasar sulit dikunyah oleh bayi sebab giginya belum tumbuh sempurna. Tujuan diberikan MPAS ini untuk merangsang dan mendukung pertumbuhan gigi. Jadi, harus dihaluskan dulu untuk melindungi gigi si kecil.

4. Biskuit Lumer Bayi 

MPASI untuk tumbuh gigi berikutnya yang bagus adalah biskuit lumer. Tidak hanya bergizi, namun rasanya yang lezat dengan tekstur lembut pasti disukai bayi. Tinggal dihisap saja kemudian ditelan, tidak perlu susah payah mengunyahnya terlebih dulu. 

Mendapatkan biskuit sangat mudah berbagai merek tersedia di pasaran. Pastikan beli varian yang disukai si kecil supaya semangat mengkonsumsinya. Cara unik makan biskuit yang umumnya dilakukan bayi adalah mencelupkan ke dalam air terlebih dulu sampai teksturnya lembek, baru dimakan.

5. Bread Puding Banana

Menu ini mengandung karbohidrat, serat, lemak dan protein sehingga cocok sekali disajikan untuk si kecil. Rasa pisang manis dengan tekstur bread puding yang lembut pasti menarik perhatian si kecil. Bahannya mudah didapat dan cara membuatnya juga tidak sulit. 

Selain pisang dan roti tawar, juga menggunakan bahan lain seperti susu cair, mentega, telur, gula pasir dan pasta vanila. Gunakan keju parut untuk topingnya atau masukkan sebagai isiannya. Setelah dipanggang selama 30 menit, bread puding banana siap disajikan. 

Poin Penting Lain yang Harus Diperhatikan Saat Pemberian MPASI untuk Tumbuh Gigi Bayi 

Bayi menunjukkan perilaku yang tak biasa saat masa pertumbuhan gigi seperti badan panas, rewel, sulit makan bahkan bisa sampai diare. Membuat MPASI pun kadang tidak konsentrasi karena khawatir dengan kondisi bayi. Untuk mengatasinya berikan MPASI dengan memperhatikan poin berikut. 

1. Memberikan Makanan Dingin 

MPASI dalam kondisi dingin mampu mengurangi rasa sakit atau nyeri selama proses pertumbuhan gigi. Bayi yang merasakan sakit wajar saja rewel bahkan akan lebih sering menggigit lengan atau pipi ibunya. Memberikan makanan dingin dapat meredam kondisi tidak nyaman pada gusinya. 

Hindari menyajikan MPASI panas ataupun hangat. Suhu tinggi pada makanan bisa memperparah rasa nyeri sehingga menyakiti si kecil. Meskipun begitu, juga tidak dianjurkan langsung mengompres gusi menggunakan es. 

2. Gunakan Sendok Makan Bahan Karet 

Seperti disebutkan di atas, tumbuh gigi membuat bayi suka menggigit apapun yang ditemuinya. Jika menggunakan sendok berbahan stainless steel bisa saja menyakiti gusi si kecil. Sedangkan pakai sendok karet lebih nyaman dengan permukaannya yang lembut aman untuk gusi. 

Ketika sendok karet digigit tidak akan melukai gusi, malah terasa seperti sedang digaruk. Send ok karet bisa diperoleh di toko yang menjual peralatan makan bayi. Pilih bahan berkualitas yang tidak mudah rusak atau robek saat digigit.

3. Cobalah untuk Menyajikan Bubur Kental 

Bubur umumnya memiliki dua tekstur yaitu kental dan encer. Hindari memberi bubur encer karena saat masuk ke mulut langsung bisa ditelan, bayi tidak dilatih untuk belajar mengunyah. Berbeda jika memberikan bubur kental akan merangsang si kecil mengunyah makanan sampai siap untuk ditelan. 

Bubur bayi banyak variannya seperti bubur ayam, bubur beras putih dan bubur beras merah yang dicampur dengan sayuran. Usahakan bahan yang digunakan jangan terlalu kasar untuk memberi perlindungan pada gusinya.

4. Jangan Memaksa Anak untuk Makan 

Saat si kecil tidak mau makan, jangan memaksanya. Tetapi, yang harus dilakukan adalah terus meyakinkan bayi untuk mencicipi makanan. Jika dipaksa, si kecil merasa tidak nyaman, kesal hingga akhirnya rewel dan sulit untuk ditangani. 

Sebagai seorang ibu, sangat dianjurkan menghadapi bayi yang sedang tumbuh gigi. Wajar saja jika sedang tidak mau makan karena kondisi tubuhnya sedang tidak nyaman. Penyebab lain mungkin si kecil masih kenyang dengan makanan sebelumnya.Itulah 5 menu MPASI untuk tumbuh gigi bayi yang dapat disajikan Bunda di rumah. Tetapi tidak boleh memberikan secara sembarangan, perlu memperhatikan beberapa poin sudah dijelaskan di atas. Jangan lupa tingkatkan kesabaran menghadapi si kecil yang sedang tumbuh gigi.

Click to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.


Parenting

Tips Sukses Buat Menu Mpasi 6 Bulan untuk Si Kecil

Masa-masa mpasi bisa dikatakan sebagai saat paling dinantikan oleh orang tua. Pasalnya mereka akan mempersiapkan menu mpasi 6 bulan yang bervariasi. Hal ini tentunya membuat mereka semakin bersemangat demi mendukung perkembangan dari pertumbuhan buah hati tercintanya. 

Resep Menu Mpasi 6 Bulan Lezat bagi Balita 

Mempersiapkan menu makanan mpasi untuk balita bukanlah perkara mudah. Orang tua harus pandai-pandai menimbang takaran gizinya agar sesuai dengan kondisi badan si kecil. Perkenalan makanan padat ini juga harus sesuai dengan ASI, jangan sampai ada ketidakseimbangan antara keduanya. 

1. Resep Nasi Tim Ikan Tuna 

Menu pertama bisa dicoba oleh para bunda adalah nasi tim ikan tuna. Perpaduannya lezat dan punya kandungan gizi maksimal. Resep kali ini biasanya berhasil diterima oleh si kecil di awal perkenalannya dengan makanan padat. Jika ingin mencobanya siapkan bahan-bahan sebagai berikut.

  • 1 ruas jari ikan tuna 
  • 3 iris bawang bombay 
  • 1 genggam beras putih 
  • Seledri secukupnya saja 
  • Jahe sedikit saja 
  • Air secukupnya 

Cara untuk Membuatnya 

  • Rebus air, kemudian masak beras putih terlebih dulu 
  • Aduk sampai nasi terasa lembek, kemudian masukkan ikan tuna, cincangan bawang bombai, dan sejumput jahe untuk menghilangkan bau amis ikan tuna. 
  • Aduk sampai beras dan ikan tercampur sempurna, kemudian taburkan seledri agar aromanya semakin harum. Kembali aduk hingga teksturnya terasa pas. 
  • Jika sudah diamkan dulu sampai hangat, saring dan sajikan kepada si kecil.

2. Pure Nasi Kentang Wortel

Menu kedua bisa Anda coba untuk memberikan asupan kepada si kecil adalah pure nasi kentang wortel. Seperti yang diketahui sayuran merupakan hal penting harus di dapatkan oleh anak semasa pertumbuhannya. Resepnya juga simpel tidak perlu ketrampilan khusus untuk membuatnya. 

  • 5 sdm nasi putih 
  • 1 batang seledri atau setengahnya juga bisa 
  • 1 buah wortel porsi kecil 
  • I buah kentang porsi kecil 
  • ASI atau susu formula 

Cara Membuatnya 

  • Cuci bersih seledri, kentang, juga wortelnya 
  • Kemudian masak nasi putih sampai jadi bubur 
  • Ketika sudah masak tambahkan seledri 
  • Kukus wortel juga kentang sampai terasa empuk 
  • Ketika sudah matang saring bubur, wortel juga kentang 
  • Campur semua bahan dengan ASI atau susu formula tadi 
  • Aduk sampai rata kemudian sajikan 

3. Puree Jagung Manis, Telur, dan Tahu

Resep selanjutnya melibatkan  komponen makanan berbeda. Namun cara membuatnya tidak ribet sama sekali, cenderung mudah juga. Hanya saja catatan takaran dibawah ini bisa Anda sesuaikan dengan berat si kecil, tidak harus sama persis dengan penjelasan di bawah ini.

  • 15 gram tahu putih (sutra juga bisa)
  • 30 gr jagung manis pipil 
  • 1 siung bawang putih 
  • 25 gr telur bisa putihnya saja

Cara Membuatnya

  • Rebus telur sampai matang kemudian kupas dan diamkan 
  • Kukus jagung manus bersama tahu sampai matang 
  • Tumis bawang putih dan campurkan dengan jagung manis, tahu, serta telur 
  • Blender sampai tekstur yang diinginkan 
  • Kemudian sajikan ke si kecil

Tips Agar Resep Mpasi Berhasil 

Banyak para bunda mengeluhkan jika proses mpasi mereka sering tidak berhasil. Hal ini tentu saja membuat kekhawatiran bagi para ibu baru. Namun sebenarnya ada banyak cara agar proses mpasi dapat diterima oleh si kecil. Untuk lebih jelasnya simak penjelasan dibawah ini. 

1. Support Anak Untuk Jadi Petualang Rasa 

Pertama jadikan anak petualang rasa yang berani dan tidak manja. Kebiasaan anak biasanya menurun dari orang tuanya, meskipun bunda belum punya banyak referensi untuk membuat resep makanan tidak ada salanya mencoba semuanya dulu. Masalah anak suka atau tidak bisa belakangan. 

Ketika bunda merasakan masakan tersebut enak dan layak maka bisa coba hidangkan ke si kecil. Biasanya anak juga akan suka jika orang tuanya berlaku demikian. Jadi jangan gara-gara belum punya referensi atau tidak suka memasak membuat anak harus melewatkan masa  mpasi yang berharga. 

2. Selalu Perhatikan Konstipasi 

Pada usia 6 bulan organ dalam tubuh si kecil masih dalam tahap adaptasi dengan beragam tekstur makanan. Selain itu kemungkinan berhadapan dengan konstipasi atau sembelit masih sangat besar, tugas orang tua adalah memperhatikan dengan baik dampak dari setiap makanan yang diberikan. 

Bila setelah makan masakan tertentu dan mengalami sembelit kemungkinan si kecil mengalami alergi. Jika sudah begitu maka jangan berikan lagi, untuk menghentikan konstipasi tersebut bisa berikan anak buah-buahan yang punya banyak kandungan air misalnya apel, pir, manggis, jeruk, dan semacamnya.

3. Memperhatikan Tanda-Tanda Kenyang dari Anak 

Selain itu faktor dari kesuksesan mpasi adalah peka terhadap tanda atau kode yang dikirimkan oleh si kecil. Pengalaman mpasi  jadi hal yang menyenangkan, kebiasaan baru dan selalu ditunggu oleh anak. Agar mereka meras s demikian  hal penting harus diperhatikan adalah tahu kapan ia merasa kenyang. 

Sebaiknya bunda tahu tanda-tanda ketika anak sudah merasa kenyang. Misalkan mendorong sendok makan menjauh dari jangkauannya, menutup rapat mulutnya, bisa juga menahan tubuhnya agar bersandar ke kursi makan. Tanda yang muncul bisa saja berbeda tergantung kondisi anak.

4. Makan Makanan Tidak Terlalu Padat dengan Sendok 

Terakhir adalah mencoba untuk memberikan makanan tidak terlalu padat untuk anak melalui sendok. Cara ini juga cenderung berhasil, selain membuat komponen makanan cepat masuk juga mencegah kemungkinan tersedak pada si kecil. 

Ada beberapa makanan semipadat bentuknya bisa seperti minuman. Misalnya saja sereal atau havermouth. Jika diberikan dengan botol maka dapat mengakibatkan kelebihan gizi. Lebih baik gunakan mangkuk atau sendok saja.

Click to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.


Parenting

Jangan Bingung, Menyiapkan MPASI Tak Sesulit yang Dibayangkan

mpasi homemade

Memasuki usia bayi mulai MPASI, orang tua biasanya dilanda kegalauan. Rasanya campur aduk, antara senang karena anak akan makan untuk pertama kalinya, sekaligus bingung karena baru belajar tentang MPASI. Wajar saat banyak pertanyaan muncul.

Menyiapkan MPASI memang susah-susah gampang. Namun, kata mereka yang sudah melewatinya, tidak sesulit yang dibayangkan kok. Buat sebagian orang tua, mempersiapkan MPASI malah mengasyikkan karena bisa bereksperimen di dapur. Bebas, yang penting, tetap ikuti aturan seperti yang disarankan para ahli ya. 

Kapan Mulai MPASI? 

Menurut World Health Organization (WHO), MPASI sudah boleh diberikan ketika anak berusia 180 hari atau 6 bulan. Di usia ini, sistem pencernaan anak sudah berkembang lebih baik dan cukup matang sehingga siap untuk menerima makanan selain ASI.

Tanda anak siap makan antara lain: 

  • Sudah bisa duduk tegak dan stabil menyangga kepalanya. 
  • Mulai tertarik pada makanan, berusaha meraih makanan yang didekatkan kepadanya dan ada refleks membuka mulut. 
  • Anak bisa mengunyah dan mengendalikan lidah dengan baik untuk menggerakkan makanan yang ada di mulutnya. 

MPASI yang Baik

Agar gizinya seimbang, panduan MPASI yang disarankan WHO menyebutkan kuncinya adalah keberagaman makanan. Perlu diketahui, tidak ada satu pun bahan makanan yang mengandung semua elemen gizi yang diperlukan.

Karenanya, sejak usia 6 bulan, anak perlu dikenalkan semua variasi makanan. Apa saja? Mulai dari bahan pangan pokok (serealia, ubi-ubian), buah dan sayuran, kacang-kacangan dan olahannya (tempe tahu), sumber protein hewani (daging sapi, ayam, telur, ikan, hati), dan sumber lemak tambahan (minyak, mentega tawar, santan, kaldu). 

Jadi jelas ya, variasi makanan berlaku untuk semua usia. Hanya saja, untuk tekstur, porsi dan frekuensi ditingkatkan secara bertahap sesuai perkembangan bayi. 

Gimana kalau Anak Alergi Saat Memulai MPASI? 

Ini memang jadi ketakutan tersendiri orang tua yang baru memulai MPASI untuk anaknya. Tapi tunggu deh, coba singkirkan dulu kekhawatiran itu. Kalau belum dicoba, dari mana kita tahu anaknya alergi atau tidak? 

Sebenarnya, kita bisa mengambil rujukan dari periode  pemberian ASI selama 6 bulan. Selama menyusui, makanan atau minuman apa saja yang dikonsumsi ibu, yang menimbulkan reaksi alergi pada bayi? Coba diingat-ingat.   

Jangan lupa untuk membuat food diary. Fungsinya, agar kita tahu dan punya catatan tentang makanan apa saja yang memberikan reaksi tertentu pada anak. 

MPASI Homemade 

Pemberian makanan bagi anak pada periode emas sangat penting. Karena di masa ini, terjadi pertumbuhan dan perkembangan untuk tumbuh kembang anak secara optimal. Setuju kan?   

Untuk MPASI sendiri ada pilihan yang bisa diberikan, yakni MPASI instant atau yang homemade alias dibuat sendiri. MPASI instan banyak sekali beredar di pasaran dengan menawarkan kepraktisan dan lebih cepat dalam proses penyajiaannya. 

Sedangkan MPASI homemade, sesuai namanya, merupakan hasil olahan sendiri, pastinya membutuhkan waktu dan persiapan untuk mengolahnya. Meski agak repot, MPASI yang diolah sendiri punya beberapa keuntungan, yaitu dibuat langsung dari bahan alami dan masih segar, dan menunya bisa lebih bervariasi untuk memenuhi kriteria gizi seimbang. 

Kalau mau belajar lebih banyak, semua ini dibahas secara lengkap dan bisa diikuti di kelas online ‘Memulai MPASI Buatan Rumah’. Untuk detail acara dan cara pendaftaran, bisa langsung klik di link ini

— source foto: Canva

Click to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.


Parenting

Pemberian Buah pada Masa MPASI Sebaiknya Jangan Awal, Buah Justru Berada di Urutan Paling Akhir

Beberapa orangtua, khususnya ibu, mungkin pernah mengalami kebingungan ketika anak memasuki masa MPASI. Salah satu yang sering membuat dilema adalah menu makan apa yang seharusnya diberikan kepada anak di hari pertama mereka makan.

Pemberian Pisang dan buah kurang tepat, mengapa?

Tak bisa dipungkiri, sekarang ini masih banyak orangtua memberikan anaknya pisang, alpukat atau buah dan sayuran lainnya ketika anak mulai belajar makan. Kebiasaan ini terjadi turun-menurun seolah sudah menjadi warisan nenek moyang.

Ternyata itu kurang tepat. Kenapa? Menurut dr. Tiwi, seperti, sebaiknya bayi berusia 6 bulan tidak diberikan buah semacam pisang sebagai pengenalan MPASI tahap awal. “Kebanyakan orang memberikan buah sebagai MPASI. Padahal, yang pertama penting dikenalkan itu adalah karbohidrat,” kata dr. Tiwi.

Urutan Pemberian MPASI: karbohidrat, protein hewani, protein nabati, sayur, dan barulah buah.

Orang dewasa perlu banyak makan serat, baik dari sayur maupun buah, agar pencernaannya lancar. Berbeda dengan orang dewasa, untuk bayi, buah dan sayuran justru urutan terakhir. Mengapa? karena pencernaan bayi masih susah untuk menerima serat. Ingat, sistem pencernaan orang dewasa tidak sama dengan sistem pencernaan bayi, khususnya yang di bawah 12 bulan.

Jadi buah justru berada di urutan paling akhir untuk dikenalkan kepada bayi. Jadi, urutan asupan yang sebaiknya diperkenalkan pada bayi dalam tahapan MPASI pada masa-masa awal adalah karbohidrat, protein hewani, protein nabati, sayur, dan barulah buah.

Mengapa buah sebaiknya tidak diberikan kepada bayi

Dalam bukunya berjudul Sehat lezat Olah Saji, dr. Tiwi, juga menjelaskan bahwa buah sebaiknya tidak diberikan kepada bayi karena buah tidak mengandung nutrisi yang dibutuhkan bayi pada awal pemberian MPASI.

Selain itu, buah juga umumnya memiliki rasa manis. Jika bayi sudah lebih dulu dikenalkan pada rasa manis, ia seringkali akan enggan menerima makanan lain yang rasanya tawar atau bahkan amis seperti ikan.

Sebagai solusinya, Bunda bisa berikan sereal dengan mencampurkan pada buah

Bunda bisa memberikan buah pada Si Kecil jika ia sudah mencoba berbagai jenis karbohidrat, seperti beras, kentang, ubi, dan labu kuning, namun tetap menolak. Sebagai solusinya, Bunda bisa berikan sereal dengan mencampurkan pada buah untuk menambah sedikit rasa manis pada karbohidrat yang biasanya berasa tawar.

Click to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.

Most Share

To Top