Parenting

5 Hal yang Harus Dilakukan Orang Tua untuk Menghasilkan Anak yang Sopan dan Disenangi Banyak Orang

Anak yang sopan pastinya dambaan semua orang tua. Tetapi pada kenyataannya tidak semua anak berlaku sopan baik kepada orang tua maupun yang lain. Hal ini tentu merepotkan, menambah pikiran bahkan bisa sampai memalukan orang tua. 

Namun karena mereka masih anak-anak, tentu sudah jadi tanggung jawab kitalah sebagai orangtua mendidik mereka. Mengarahkan si kecil ke sikap yang lebih baik, hingga akhirnya ia bisa tumbuh jadi sosok yang sopan dan disenangi banyak orang. Tapi, bagaimanakah caranya? 

Cari Tahu Terlebih Dahulu, Penyebab Anak Bersikap Tidak Sopan 

Jika orang tua ingin anaknya berlaku sopan, sebaiknya ketahui dulu hal atau faktor menjadikan anak tidak sopan. Menemukan penyebab lebih mudah mengatasinya karena akar masalahnya sudah diketahui. Jadi jangan langsung memarahi tetapi pahami dulu poin berikut ini:

1. Coba Lihat dan Pastikan Terlebih Dahulu, Apa Saja Kebiasaan Hal yang Menjadi Kebiasaan Orangtuanya

Kebiasaan orangtuanya yang bersikap tidak sopan diikuti oleh anak. Orang tua harus paham bahwa semua tindakannya baik atau buruk dengan mudahnya ditiru si kecil. Makanya, selalu dianjurkan untuk memberikan contoh teladan yang bagus bagi anak. 

Selain itu, orang tua yang terlalu toleran terhadap perilaku anak juga dapat menyebabkan si kecil bertindak tidak sopan. Bunda merasa anak-anak naif dan polos sehingga perilaku kasar anak dimaklumi begitu saja. Padahal hal ini tidak bagus untuk perkembangannya. 

2. Si Kecil Sulit untuk Mengontrol Emosi 

Bukan hanya anak-anak, remaja pun masih ada yang sulit mengontrol emosi. Padahal jika tidak dikendalikan, emosi dapat membawa dampak negatif melalui perilaku. Kecuali emosi positif yang menuntun pribadi bersikap positif juga. 

Anak bahkan tidak paham yang mana disebut emosi. Meskipun mereka pernah merasa sedih, senang, takut, khawatir dan lainnya. Tetapi, untuk meluapkannya belum bisa dilakukan dengan cara yang tepat. Sehingga tak sadar perbuatannya menyakiti orang lain.

3. Berlaku Tidak Sopan Sebagai Upaya Tipu Daya untuk Mewujudkan Keinginannya

Anak juga sering berlaku tidak sopan saat orangtuanya tidak menuruti keinginannya. Misalnya saat anak masih ingin menonton televisi, tetapi sudah larut malam. Anak tidak mau televisi itu dimatikan sehingga akan bertingkah saat orang tua bertindak. 

Anak sering berteriak bahkan sampai memukul saat orang tua tidak membelikan mainan kesukaannya. Meskipun bertingkah, sebaiknya orang tua jangan langsung menuruti. Harus bersikap tegas agar si kecil tidak mengulangi tipu daya. 

4. Anak Sedang Merasa Bosan Hingga Jail atau Iseng Melakukannya 

Semua manusia di dunia pasti pernah mengalami rasa bosan, tak terkecuali anak. Oleh karena itu, si kecil sangat mungkin berlaku tidak sopan demi memperoleh perhatian orang tua. Makanya, sebagai Ayah dan Ibu jangan terlalu sibuk sampai tidak meluangkan waktu untuk anak. 

Buat jadwal rutin anak dengan berbagai aktivitas sehingga setelah siap satu bisa lanjut ke berikutnya. Masukkan anak ke kursus bahasa, matematika atau yang lainnya. Selain di sekolah, anak akan bertemu banyak teman jika ikut kursus dan kegiatan mengaji. 

5. Orangtua Terlalu Over Protektif Sehingga Ia Merasa Terlalu Dikekang 

Anak yang terlalu dikekang juga merasa bosan dan tidak nyaman. Merasa kesal sehingga meluapkan emosinya melalui tindakan tidak sopan. Memang benar sebagai orang tua ingin melindungi dan mengawasi anak. 

Namun over protektif tidak bagus untuk perkembangan si kecil. Tidak boleh ini dan itu membuat si kecil merasa marah karena dibatasi. Apalagi anak-anak memang sedang masanya suka bereksplorasi pada berbagai hal baru. 

Jika Sudah Tahu Penyebabnya, Cobalah Cari Cara untuk Mengajarkan si Kecil Menjadi Anak yang Sopan

Peran orang tua sangat penting dalam pembentukan karakter anak. Tetapi, ada kalanya anak semakin meningkatnya umur bertambah tidak sopan. Oleh karena itu, orang tua harus mengajarkan sikap anak yang sopan sejak dini melalui langkah berikut. 

1. Jangan Ditunda-tunda atau Dibiarkan Ajarkan Ia Apa Itu Sopan Santun Sekarang

Ajarkan sikap sopan santun sekarang jangan tunggu saat anak beranjak remaja. Pendidikan karakter itu harus dimulai sejak dini. Waktu yang tepat saat anak berusia 1-3 tahun sehingga sikap yang diajarkan oleh orang tua dapat diingat dengan baik. 

Cara bersalaman, duduk yang sopan, makan menggunakan tangan kanan dan yang lainnya bisa diajarkan sedari kecil. Sebab hal ini sering dilakukan sehingga pendidikan karakter bisa langsung dipraktikkan si kecil. Ajarkan secara bertahap, jangan sekaligus. 

2. Sebagai Orangtua, Jadilah Teladan yang Baik untuk Ditiru Oleh Anak

Mengajarkan anak sopan santun akan sia-sia jika tak diikuti contoh dengan baik. Orang tua sebagai teladan bagi anak harus menampakkan sikap sesuai yang diajarkan. Jangan lakukan suatu hal bertentangan dengan pendidikan karakter. 

Sebab, anak melihat sesuatu bertentangan dan bingung harus mengikuti yang mana. Selanjutnya menganggap bahwa bersikap sopan tidak terlalu penting akibat orang tua jarang mempraktikkan. Oleh karena itu, mulailah mengajarkan dan mencontohkan pada si kecil.

3. Jangan Plin-plan, Jadilah Orangtua yang Tegas dengan Konsisten

Semua yang diajarkan harus konsisten, jangan plin plan. Apalagi pendidikan karakter tidak bisa dilakukan secara instan. Membutuhkan proses dan waktu sampai anak benar-benar dapat mempraktikkan dalam kehidupan tanpa pengawasan orang tua. 

Jangan mentolerir sikap anak yang tidak sesuai. Terlalu sering memaklumi sikap anak membuat orang tua tidak konsisten. Anak pun dengan mudahnya melakukan tipu daya demi mendapatkan keinginan. Jika terus berlanjut tidak baik untuk masa depannya. 

4. Pastikan untuk Mengajarinya Untuk Menggunakan Kata Maaf, Tolong dan Terima Kasih

Ajarkan anak tiga kata penting yaitu “Maaf, Tolong dan Terima Kasih”. Ketika membutuhkan sesuatu yang tidak bisa dilakukan, ucapkan kata Tolong. Sedangkan kata Maaf disampaikan saat melakukan kesalahan pada orang tua, teman dan orang lain. 

Terima Kasih disampaikan setelah mendapat bantuan dan menerima pemberian seseorang. Bisa juga ajarkan ucapan Salam saat hendak memasuki ruangan. Sedangkan kata Permisi ketika ingin melewati orang. Banyak sekali hal yang bisa dilatih pada si kecil.

5. Dan Cobalah untuk Mengajarinya Sambil Bermain dan Bercerita, Agar Lebih Mudah Dipahami oleh Anak

Lebih mudah lagi mengajarkan anak sambil bermain dan bercerita. Jadi, mendapat dua manfaat sekaligus yaitu senang atau bahagia bermain dan ilmu dari orang tuanya. Manfaatkan waktu sebaik mungkin menanamkan pendidikan karakter pada anak. Itulah hal yang harus dilakukan orang tua untuk membentuk pribadi anak yang sopan. Pendidikan karakter anak tanggung jawab orang tua. Karena itu, mengajarkan dan mendisiplinkan anak dengan sabar dipraktikkan sejak dini.

Click to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published.

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.


Parenting

8 Peran Orang Tua Dalam Kehidupan Anak

Setiap orang pasti memahami jika peran orang tua dalam kehidupan anak sangatlah penting. Bahkan, peran orang tua diperlukan sejak anak emas dalam kandungan hingga dewasa. Entah itu berperan untuk mengajari anak hingga memenuhi kebutuhannya. 

Pentingnya Peran Orang Tua

Orang tua menduduki peran yang sangat penting, karena menjadi sekolah pertama bagi anak-anak. Sekalipun anak sudah sekolah, peran orangtua masih diperlukan. Mengingat aktivitas anak akan paling banyak dilakukan di rumah.

Tentu jika orang tua tidak melakukan peranannya dengan baik, pasti akan berpengaruh terhadap pertumbuhan anak. Contoh sederhananya jika orang tua tidak menanamkan hal-hal positif dan memberikan contoh tidak baik, tentu anak akan menirunya.

Begitu juga sebaliknya, orang tua yang melakukan perannya dengan baik, maka akan berdampak pada karakternya. Intinya, orang tua mempunyai peranan penting dalam pembentukan karakter anak yang akan berguna untuk masa depan. 

Inilah 8 Peran Orang Tua Di Kehidupan Anak

Meskipun setiap orang memahami jika peran orang tua dalam kehidupan anak sangat penting, tapi tidak semua orang yang benar-benar memahami dan menerapkannya. Apalagi bagi Anda yang baru pertama kali mempunyai anak, penting mengetahui beberapa peranannya berikut ini. 

  1. Menjamin Kebutuhan Anak Tercukupi

Bukan menjadi hal yang asing lagi jika orang tua mempunyai peranan yang cukup penting terutama dalam memenuhi kebutuhan anak. Beberapa hal yang termasuk dalam kebutuhan Anda seperti pakaian yang layak, makanan bergizi, tempat tinggal dan lainnya.

Terutama dalam hal ini penting untuk memastikan kebutuhan anak dalam asupan bergizi sangat diperlukan. Hal ini disebabkan karena asupan yang bergizi sangat berperan penting dalam menunjang pertumbuhan dan perkembangan anak. 

  1. Memastikan Anak Berada Di Lingkungan yang Baik

Peran orang tua terhadap kehidupan anak selanjutnya yaitu memastikan berada di lingkungan yang baik. Tentunya jika anak berada di lingkungan yang tepat, maka akan berpengaruh juga terhadap tumbuh dan kembangnya.

Begitu juga sebaliknya, jika anak berada di lingkungan yang tidak baik maka akan mudah terpengaruh melakukan hal-hal yang negatif. Kenapa menjadi orangtua penting untuk melakukan pengawasan terhadap anak. 

  1. Menciptakan Keamanan dan Kenyamanan

Menciptakan keamanan atau rasa aman terhadap anak merupakan salah satu peran orang tua. Mengingat orang tua adalah tempat pulang, sehingga jika tidak terdapat rasa aman maka anda akan merasa tertekan.

Menciptakan keamanan dan rasa nyaman bisa dilakukan dengan berbagai hal Salah satunya memberikan kasih sayang. Selain itu, penting juga untuk memberi arahan mengenai apa yang seharusnya dilakukan dan tidak seharusnya.

  1. Menanamkan Nilai yang Baik

Peran lain yang harus dilakukan oleh orang tua terhadap anaknya yaitu menanamkan nilai-nilai baik. Mengingat orang tua menjadi guru pertama dalam pendidik anak, sehingga karakter anak dimulai dari orang tuanya. Ada beberapa hal yang harus ditanamkan sejak dini dan setiap orang tua wajib mengetahuinya.

Adapun beberapa hal yang dimaksudkan seperti bersikap jujur, tidak mengambil barang orang lain, saling tolong-menolong, tidak merendahkan orang lain dan lain sebagainya. Selain itu, penting juga untuk memberi pengertian kepada anak jika melakukan sesuatu yang buruk tidak diperbolehkan. 

  1. Mengajari Anak dalam Hal Baik

Mengajari dan mendidik anak juga menjadi salah satu peran orang tua yang wajib untuk dilakukan. Tentunya dalam hal ini harus mengajari anak dalam hal yang baik. Didikan yang diberikan oleh orang tua sejak dini bisa berpengaruh terhadap karakternya di masa depan. 

Semakin baik didikan dari orang tua sejak dini, maka anak akan lebih mudah untuk berbaur dengan masyarakat dengan cara yang baik. Misalnya saja mempunyai sopan santun, saling tolong-menolong, saling memaafkan dan lain sebagainya. 

  1. Memberikan Arahan

Peran orang tua selanjutnya yang yaitu memberikan arahan kepada anak dan juga bimbingan. Arahkan anak untuk selalu melakukan hal yang baik. Selain itu, jelaskan juga alasan kenapa tidak boleh melakukan hal yang buruk dan apa dampaknya kepada diri sendiri dan orang lain.

Sekalipun anak melakukan sebuah kesalahan, jangan langsung memarahinya. Langkah yang paling tepat untuk menanganinya yaitu menasehati dan memberi hukuman yang sekiranya bisa memberikan kesadaran kepada anak. Selain itu, penting juga untuk memberikan motivasi kepada anak. 

  1. Identitas Keagamaan

Identitas agama seorang anak berasal dari keluarganya, terutama orang tua. Tentunya peran orang tua dalam hal ini harus mengenalkan nilai-nilai agama dan keberadaan Sang Pencipta. Terutama untuk anak-anak, penyampaian tersebut harus dalam bahasa yang mudah dipahami. 

Tentunya untuk menyampaikan nilai-nilai tersebut akan lebih mudah jika dipraktekkan dalam kehidupan sehari-hari. Selain itu, orang tua juga harus memberikan contoh yang baik agar anak lebih mudah untuk menirunya. 

  1. Mendisiplinkan Anak

Meskipun kasih sayang dari orang tua sangat diperlukan oleh anak, tapi tetap saja harus menerapkan disiplin. Justru dengan membiarkan anak melakukan apapun yang disukainya dapat berdampak menjadi manja dan tidak bisa bertanggung jawab atas setiap perbuatannya.

Semakin dini mengajarkan untuk disiplin, anak akan tumbuh menjadi orang yang bertanggungjawab. Contoh sederhananya mengajarkan anak untuk makan dan tidur tepat waktu. Bahkan, tidak ada salahnya juga untuk membuat jadwal harian anak. Demikian penjelasan mengenai peran orang tua yang dibutuhkan untuk kehidupan anak. Dari penjelasan ini bisa diambil kesimpulan jika karakter anak dibentuk dari didikan dan peran orang tua. Begitu juga sebaliknya, jika orang tua tidak melakukan perannya dengan baik, karakter yang terbentuk juga tidak baik.

Click to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published.

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.


Extra

Memahami Gigi Bayi dan Seluk Beluk Pertumbuhannya

Gigi merupakan bagian tubuh yang sangat penting. Selain berfungsi untuk mengunyah, keberadaan gigi juga bisa menambah estetika wajah. Karena itu, setiap fase perkembangannya—mulai dari gigi bayi sampai dewasa—harus diperhatikan dengan baik, terutama oleh para ibu.

Gigi bayi atau gigi susu bia

 

Artikel ini merupakan bagian Sayangi Anak Extra

Sayangi Anak Extra adalah mendalam dan premium dari Sayangianak.com yang membantu Bunda dalam mendidik dan membesarkan Anak. Yuk Bantu Sayangi Anak membuat konten – konten berkualitas..

Lebih Detail

Already a subscriber? Log in here.

Click to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published.

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.


Extra

Mengenal Bagaimana Perkembangan Mental Anak Usia 4 – 5 Tahun

Usia bawah lima tahun merupakan masa golden age di mana sebagai orang tua sangat penting untuk memperhatikan perkembangan anak di usia ini. Terlebih lagi terkait perkembangan mental anak usia 4 – 5 tahun yang biasanya mulai muncul pada fase ini terkadang membuat bingung banyak orang tua.

Fase Per

 

Artikel ini merupakan bagian Sayangi Anak Extra

Sayangi Anak Extra adalah mendalam dan premium dari Sayangianak.com yang membantu Bunda dalam mendidik dan membesarkan Anak. Yuk Bantu Sayangi Anak membuat konten – konten berkualitas..

Lebih Detail

Already a subscriber? Log in here.

Click to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published.

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.

Most Share

To Top