Dapatkan Artikel menarik dan mendalam langsung lewat SAYANGIANAK EXTRA di emailmu...

* indicates required
Kesehatan Ibu & Anak

5 Hal yang Bisa Menyebabkan Seorang Ibu Merasa Bersalah, Jika Berlarut-larut dapat Menyebabkan Ibu Mengalami Depresi

merasabersalahdepresi

Ada berbagai hal yang bisa menyebabkan seorang ibu merasa bersalah ketika mengasuh sang buah hati. Perasaan bersalah ini biasanya menghinggapi para ibu baru. Jika dibiarkan berlarut-larut hal tersebut dapat menyebabkan ibu mengalami depresi.

merasabersalahdepresi

Rasa bersalah yang berujung pada penyesalan ini sebenarnya memiliki manfaat, asal tidak terlalu dipikirkan berlebihan. Anda dapat belajar dari perasaan bersalah tersebut. Apa saja hal-hal yang bisa menyebabkan seorang ibu, khususnya yang baru memiliki bayi, merasa bersalah?

1. Memberikan susu formula walau secara terpaksa membuat ibu  selalu bersalah

Mengganti ASI dengan susu formula menjadi perasaan bersalah yang dialami para ibu baru ketika produksi air susu mereka kurang. Apalagi dengan banyaknya tekanan dari sesama ibu atau lingkungan lainnya. Berdasarkan poling Baby Center, 67% ibu mengaku memberikan susu formula di enam bulan pertama bayinya. 79% yang memberikan susu formula ini pun merasa bersalah.

ASI memang makanan terbaik bayi di enam bulan pertamanya. Namun jika ternyata produksi ASI ibu tidak mampu mencukupi kebutuhan bayi dan ibu sudah melakukan berbagai langkah agar produksi ASI banyak, susu formula memang menjadi solusi.

2. Sebenarnya dengan Menjadikan TV sebagai pengganti babysitter Ibu memiliki rasa bersalah

Bagi Anda yang tidak menggunakan bantuan pengasuh anak dalam mengurus buah hati, mungkin akan sedikit kerepotan saat ingin melakukan aktivitas seperti memasak, mencuci baju, ataupun sekadar bersih-bersih. Agar anak tidak ‘merecoki’ kegiatan, Anda meletakkannya di depan tv. Anda pun bebas melakukan aktivitas sedangkan buah hati Anda berada di depan tv dan menonton acara yang belum tentu baik untuknya.

Pada 2003 lalu, American Academy of Pediatrics mengumumkan, anak dibawah dua tahun tidak seharusnya menonton televisi. Termasuk DVD ataupun acara anak-anak. Hal ini mengakibatkan perasaan bersalah ibu terhadap anaknya.

Berdasarkan poling yang dilakukan oleh Baby Center, hanya 10% ibu melarang bayinya untuk menonton tv, 67% ibu berpikir tidak ada masalah jika bayinya menonton tv, dan 69% sisanya membiarkan anaknya menonton tv dan DVD. Sedangkan 26% ibu berbohong mengenai seberapa sering anaknya menonton tv.

3. Memberikan junk-food

76% orangtua mengatakan mereka bergantung dengan makanan cepat saji minimal sebulan bahkan lebih. Terkadang mungkin Anda lupa, makanan cepat saji memang bukan racun. Namun makanan cepat saji tidak baik untuk kesehatan. “Mengkonsumsi makanan cepat saji dalam dua kali seminggu tidak masalah, selama Anda memilih yang lemaknya rendah,” kata Mary Savoye-Desanti, bionutrisi di Yale University dan Direktur Bright Bodies Program.

4. Meninggalkan anak di pengasuh lain mengekpresikan rasa bersalahnya dengan menangis dan kesal 

Bagi para ibu pekerja yang memiliki anak dan tidak memiliki pengasuh bayi memang akan kesulitan saat akan bekerja. Biasanya ibu yang juga wanita karier ini menitipkan anaknya pada tempat penitipan anak. Menurut Tela Durbin, ibu pekerja mengekpresikan rasa bersalahnya dengan menangis dan kesal saat dia meninggalkan anaknya di penitipan. “Aku memiliki dua rasa bersalah, rasa bersalah karena meninggalkannya (anak) dan rasa bersalah karena menginginkan waktu luang,” kata Tela.

5. Berteriak pada anak penyebab utama seorang ibu merasa menyesal

Tidak ada satu pun ibu yang merasa lega saat meneriaki anaknya. Faktanya,survei yang dilakukan Renner dan Pflock menemukan para meneriaki anaknya merupakan penyebab utama seorang ibu merasa menyesal. “Bahkan orangtua yang lembut dan baik hati pun bisa meneriaki anaknya dari wakut ke waktu, ” kata Elizabeth Pantley, The No-Cry Discipline Solution. Jika anak Anda salah, jelaskan padanya jika ia melakukan kesalahn tanpa berteriak. Jika berteriak merupakan kebiasaan, Anda harus belajar mengurangi hal itu.

Click to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.


Parenting

Mom Shaming, Perilaku Merendahkan yang Bisa Membuat Ibu Depresi

Momcry

 

Menjadi ibu bukanlah hal yang instan. Bunda perlu belajar tentang tumbuh kembang anak dan metode parenting yang sesuai.

Tidak jarang ada perbedaan pola asuh antar ibu karena keadaan setiap keluarga pasti juga berbeda-beda. Perbedaan adalah hal normal terjadi, termasuk perbedaan dalam mengambil keputusan untuk anak dan terkait pola asuh.

Namun, kadang justru ada orang yang mengomentari bunda mengenai setiap keputusan bunda. Kritik dan komentar negatif yang diucapkan tanpa diminta dan cenderung merendahkan atau menjatuhkan sehingga membuat bunda tertekan bisa tergolong dalam mom shaming.

Mom shaming bisa menjurus sebagai tindakan bullying. Komentar yang diberikan biasanya tentang pola asuh, fisik anak, hingga fisik ibu. Pelakunya pun bisa dari keluarga sendiri misalnya saudara dan bahkan orangtua sendiri, teman, tetangga, sesame ibu, hingga orang lain yang tidak kita kenal.

Bunda bisa mengalami mom shaming di mana pun, termasuk di media sosial saat bunda mengunggah foto atau video anak bunda.

Bentuk Mom Shaming yang Sering Terjadi

Dalam interaksi sehari-hari bisa saja seseorang melakukan atau mengalami mom shaming. Bahkan, kadang orang yang berkomentar tidak sadar bahwa dia melakukan mom shaming.

Tidak sedikit orang yang mengomentari ibu lain saat bersama anaknya. Misalnya komentar tentang tumbuh kembang anak seperti, “Kok anakmu kurus banget,” atau, “Kok anakmu belum bisa jalan?”.

Bisa juga tentang fisik bunda sendiri, misalnya, “Kamu kok masih gendut banget, kan udah lama lahiran.” Banyak orang yang memberikan komentar-komentar tersebut tanpa menyadari bahwa hal itu dapat menyinggung perasaan bunda.

Efek Negatif Mom Shaming Terhadap Psikologi Seorang Ibu

Sering mendapat komentar negatif dan kritik atas setiap pilihan hidupnya akan membuat bunda tertekan. Hal itu bisa membuat ibu kehilangan rasa percaya dirinya sebagai seorang ibu.

Kecemasan dan khawatir berlebih bisa melanda hingga bunda merasa bukanlah ibu yang baik dan tidak pantas memiliki anak. Efek buruk bagi bunda yang baru melahirkan adalah terjadinya baby blues hingga post partum depression.

Oleh karena itu, jika bunda mengalami mom shaming, lebih baik bunda segera menjauhi pelakunya. Tanamkan pada diri bunda bahwa bunda sudah berusaha yang terbaik bagi anak. Selain itu, selalu libatkan suami dan mintalah dukungan dari suami.

Mom shaming memiliki banyak efek buruk, oleh karena itu, jika ingin memberikan masukan atau saran kepada seorang ibu, lebih baik tanyakan dulu padanya apakah dia membutuhkannya. Serta fokuslah dalam memberikan saran yang positif, bukan hanya kritik dan komentar jahat tanpa solusi.

Click to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.


lifestyle

Bunda, Inilah Tips Menghabiskan Waktu di Rumah Aja Bersama Anak

child-drawing-with-crayons-with-her-mom-at-home_1301-6422

Sebagian besar ketika waktu libyuran tiba akan mengajak anak-anaknya untuk berlibur di luar kota. Atau hanya bermain di tempat-tempat disekitar yang bisa dikunjungi. Namun tidak semua orang tua bisa seperti itu, karena pekerjaan yang tidak memungkinkan untuk ditinggalkan dalam kurun waktu yang lama. Seperti, anak libur sekolah tetapi orang tua bekerja hanya libur hari sabtu dan minggu, atau ada pula yang minggu saja. Keadaan itulah yang terkadang membuat anak harus menghabiskan liburan hanya di rumah saja. Tentu membuat terkadang anak merasa bosan dan rewelingin berlibur di luar kota. Tentu tidak semua orang tua akan memenuhinya, sebagai solusi yang tepat menghabiskan liburan di rumah dengan suasana yang menyenangkan. Bagaimana tipsnya? Dalam artikel ini penulisakan membahas tentang tips berlibur di rumah tanpa ada rasa bosan.

Tips menghabiskan liburan di rumah dengan menyenangkan

Jika anda termasuk orang tua yang perhatian dan sayang terhadap anak pasti tidak tega jika membiarkan si kecil menghabiskan liburan di rumah hanya dengan kegiatan atau aktifitas yang sama seperti biasanya. Tentu anda ingin memberikan yang terbaik buat sang buah hati bukan? Nah di bawah ini bisa menjadi solusi tepat untuk anda sebagai orang tua yang ingin memanjakan si kecil.

  1. Ciptakan suasana tropis

Anda pastinya tahu bahwa bulan juni adalah bulan yang identik dengan cuaca hangat, tidak heran jika pantai dan area tropis lainnya menjadi tujuan utama berlibur. Hadirkan suasana tropis di rumah anda. Misalnya: ubahlah dekorasi ruang makan dengan menggunakan meja kayu panjang. Atau gantilah taplak meja dengan motif tropis,seperti: pohon kepala atau bunga cerah. Tambahkan dengan bunga segar yang hanya ada di daerah iklim tropis,misalnya kembangsepatu atau bunga kamboja.

  1. Perbanyaklah kegiatan di halaman

Supaya anak tidak merasa bosan, maka perbanyaklah kegiatan di luar rumah, misalnya bermain bola di halaman atau mengajaknya berkebun. Maka anak pun boleh tidur siang di halaman rumah, misalnya dengan memasang hammock di teras atau menggelar karpet atau alas duduk di halaman rumah serta gazebo. Jangan lupa untuk mengoleskan losion anti nyamuk dan seranga, agar anak bisa tidur dengan nyenyak.

  1. Memasak di luar rumah

Sesekali jangan menyajikan nasi putih yang sudah lengkap dengan lauk pauknya sebagai makanan harian. Belum tentu makanan tersebut memiliki nutrisi yang seimbang untuk anak. Tetapi sajikan makanan yang biasa dinikmati pada saat liburan, misalnya spageti dengan saus bolognese, bola-bola daging, atau bisa juga salat dan sandwich buatan sendiri. Sebagai penyegar nikmati jus buatan sendiri, rujak, buah segar, dan sorbet sebagai pencuci mulutnya. Makanlah di luar rumah dengan piring rotan yanyang dialasi dengan daun jati atau pisang. Pasti anak tidak akan merasa bosan liburan hanya di rumah saja.

  1. Tidur di ruang terbuka

Tidak perlu anda mengajak anak pergi kemah ke pegunungan, tetapi cukup lakukan saja kegiatan tersebut di belakang rumah anda. Lakukan kegiatan ini seperti tengah berada di alam bebas, makan di depan kemah, mendongeng tidur didalam kemah. Halaman anda tidak terlalu luas? Pindahkan kemah anda ke ruang TV anda, sama serunyakok bun. Gunakan lampu temaram untuk penerangan lampu kemah.

  1. Membersihkan kolam ikan

Kegiatan yang berhubungan dengan air selalu disukai oleh anak-anak bahkan orang dewasa. Ketika libur telah tiba, saatnya anda untuk memperhatikan kolam ikananda. Ajaklah anak-anak ikut menguras kolam. Setelah itu anda bisa memandikannya di halaman.

Itulah tadi bunda, tips menghabiskan liburan sekolah bersama anak di rumah. Sangat seru bukan? Dijamin deh anak tidak akan bosan.

Click to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.


Parenting

Tumbuh Kembang Setiap Anak Berbeda, Stop Membandingkan Dengan Anak Lain

membandingkananak

Sebagai orangtua tentunya kita menginginkan tumbuh kembang yang optimal untuk anak. Namun, terkadang orangtua mengukur tumbuh kembang anak dengan membandingkan dengan anak lain. Hal itu justru akan membuat orangtua khawatir dan merasa insecure jika tumbuh kembang anaknya tidak sama dengan anak lain.

Hal yang sering dibandingkan orangtua misalnya berat badan anak, kapan anak bisa merangkak, berjalan, dan berbicara. Momen saat berkumpul bersama sesama ibu biasanya menjadi waktu di mana bunda sering membandingkan anak dengan anak lain, atau justru ada orang lain yang membandingkan anaknya dengan anak bunda.

Diawali dari obrolan ringan seputar anak berujung dengan membandingkan, misalnya saat ada yang bertanya, “Anakmu sudah bisa apa?” lalu berlanjut dengan membandingkan, “Wah, anakku umur segitu sudah bisa jalan.”

Obrolan-obrolan kecil seperti itu bisa membuat bunda merasa tertekan karena merasa gagal mengasuh anak, lho. Padahal, kecepatan tumbuh kembang setiap anak pasti berbeda-beda. Bunda tidak perlu membandingkan anak bunda dengan anak lainnya, cukup membandingkan dengan kurva pertumbuhan dan perkembangan dari dokter.

Efek Buruk Membandingkan Anak Bagi Ibu

Sering membandingkan anak sendiri dengan anak orang lain mempunyai efek buruk untuk bunda, lho. Hal itu bisa menjadi penyakit yang tidak terlihat. Bunda bisa merasa iri, malu, tidak percaya diri, hingga merasa tertekan dan gagal dalam mengasuh anak. Jika rasa tertekan tersebut terjadi berlarut-larut bunda bisa stres dan depresi.
Oleh karena itu, saat bunda melihat anak lain lebih montok, lebih cepat merangkak, jalan, berbicara, dan lainnya, bunda jangan langsung mengambil kesimpulan bahwa anak bunda kalah atau pertumbuhannya terlambat.

Yang harus bunda lakukan adalah mengukur setiap pertumbuhan dan perkembangannya lalu sesuaikan dengan milestone dan kurva pertumbuhan. Jika bunda merasa ada aspek tumbuh kembang yang terlambat, sebaiknya bunda berkonsultasi langsung kepada dokter agar mendapatkan penjelasan dari ahlinya.

Efek Psikologis Anak yang Sering Dibandingkan

Selain mempunyai efek buruk bagi ibu, sering membandingkan anak juga mempunyai efek negatif bagi anak. Terkadang orangtua berniat memotivasi anak dengan membandingkannya dengan teman sebayanya.

Namun, hal itu bukanlah cara yang tepat untuk memotivasi lho. Setiap anak mempunyai karakter dan talenta yang berbeda-beda, sehingga tidak seharusnya dibanding-bandingkan.

Membadingkan anak membuatnya mengalami stres, rendah diri, kurang percaya diri, dan menarik diri dari lingkungan sosial

Dilansir dari laman beingtheparent.com, sering membandingkan anak mempunyai efek psikologis untuk anak. Anak bisa mengalami stres, rendah diri, kurang percaya diri, dan menarik diri dari lingkungan sosial.

Anak juga akan menjauh dari orangtua jika orangtua terus-terusan membandingkannya dengan orang lain sehingga merasa dirinya tidak berharga di mata orangtuanya.

Oleh karena itu, yuk bunda, kita stop membandingkan anak kita dengan anak lain. Daripada membandingkan, lebih baik bunda fokus untuk menstimulasi setiap aspek tumbuh kembang si kecil, memberikan nutrisi yang terbaik, dan mendukung setiap aktivitas anak.

Click to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.

Most Share

To Top