Parenting

15 Hal yang Harus Orang ketahui Dalam Mendidik Anak

mendidik anak, cara mendidik anak

Orangtua yang mampu mendidik anak-anaknya dengan baik, akan menghasilkan individu yang baik ketika dewasa. Sebagai orang tua, Anda memiliki tanggung jawab yang besar terhadap masa depan anak Anda. Oleh karena itu, Anda perlu mengetahui hal-hal berikut dalam mendidik anak.

 

1. Jadilah konsisten

Anak selalu ingin tahu hal-hal baru yang masih asing baginya dan akan menanyakan banyak hal kepada Anda. Sebagai orang tua, Anda harus konsisten terhadap jawaban Anda. Jangan sekali-kali menjadi orang tua yang plin-plan ketika menjawab pertanyaan anak yang dilontarkan berulang kali.

2. Tetapkan batas

Batasan disini dapat berupa peraturan maupun proteksi fisik terhadap anak. Menurut Jim Cunningham, seorang penulis, penelitian pengaruh pagar pembatas taman bermain di sekolah terhadap anak

Ketika pagar dihilangkan, anak-anak cenderung cemas dan meras tidak aman dalam bermain. Ketika keesokan harinya pagar tersebut kembali di pasang, anak merasa aman kembali dan bermain dengan bebas di taman.

Sama seperti proteksi fisik tersebut, dalam hati anak juga merasa tidak ingin hidup di dunia tanpa batas. Anak-anak ingin orang tuanya menetapkan batasan untuk melindungi, memelihara dan membimbing dirinya hingga menjadi dewasa.

3. Jangan memaksa anak menjadi seperti diri Anda

Seringkali orang tua menganggap bahwa anak-anaknya merupakan versi kecil dari dirinya. Orang tua cenderung memperlakukan anaknya sesuai dengan apa yang diinginkannya ketika masih kanak-kanak.

Padahal anak Anda tentu berbeda dengan Anda ketika muda karena perbedaan generasi dan lingkungan juga yang mempengaruhi sifat anak. Harapan orang tua tersebut biasanya hanya mengarah pada kekecewaan karena tidak sesuai dengan bayangan Anda.

4. Mendorong perilaku positif pada anak

Orang tua hendaknya mencari tau hal-hal baik dan yang tidak pada anak. Kemudian Anda perlu mendorong perilaku positifnya dengan cara memberikan pujian dan sebagainya.

5. Memberikan sedikit hukuman terhadap kesalahan anak

Jika anak melakukan kesalahan sekali atau dua kali, Anda hanya perlu menasehatinya saja dan memberitahu hal yang benar. Tetapi jika kesalahan anak tersebut terus diulangi, Anda dapat memberikan sedikit hukuman yang sifatnya positif seperti mengurangi jam bermainnya di luar.

Hal ini akan membuat anak Anda berpikir ulang untuk melakukan kesalahan yang sama.

6. Jangan timbulkan kesenjangan antara kedua orang tua

Jika ibu mengatakan tidak dan ayah mengatakan iya, anak akan cenderung mendekat ke ayah karena mendapatkan apa yang diinginkannya. Orang tua harus sepaham dalam mengajar dan mendidik anak.

Tujuannya adalah agar tercipta kestabilan dalam keluarga. Ini mungkin sulit jika anak dihadapkan dalam situasi perceraian, tetapi demi anak-anak kedua orang tua harus mengesampingkan perbedaan dan sepaham.

7. Jaga perilaku Anda

Anak-anak cenderung megikuti perilaku orang tuanya. Jika Anda berbohong, menipu, mengumpat, mencuri, atau bahkan membuat pilihan gaya hidup yang tidak sehat, anak cenderung berpikir bahwa tidak apa-apa jika melakukan hal yang sama dengan orang tuanya.

8. Memahami persepsi mereka

Setiap orang pasti memiliki pandangan yang berbeda mengenai kehidupan, demikian juga anak dan orang tua. Meskipun ia adalah darah daging Anda, bukan berarti ia harus seperti Anda dan menyikapi suatu masalah dengan cara Anda.

Anda mungkin merasa menasihati anak adalah tugas dan kewajiban orang tua. Namun, hindarilah pemakaian kata-kata yang ekstrim sehingga anak tidak merasa kita terlalu mengekang kebebasannya.

9. Menghargai pendapat/ pilihan anak

Anda sudah tahu bahwa anak memiliki pandangan yang keliru tentang sesuatu hal. Namun, Anda tak bisa mengubah pandangan yang salah itu dengan marah besar terhadap anak.

Jika Anda ingin anak mendengarkan Anda, maka dengarkanlah mereka terlebih dahulu.

10. Membentuk kembali persepsi dan sikap anak

Memang benar bahwa orang tua berkewajiban mendidik anak sebaik mungkin. Tapi menekan atau memaksa anak untuk bersikap sesuai keinginan Anda adalah ide buruk.

Sekali lagi, dengarkanlah dan pahamilah mereka lebih dulu. Lalu ajukan alternatif sikap yang Anda inginkan.

11. Perubahan dimulai dari Orang Tua

Semua trik dan metode yang saya paparkan di atas akan menjadi sia-sia, jika Anda tak memulai perubahan dari diri Anda sendiri. Meski tak mengakuinya secara terang-terangan, orang tua adalah idola di mata anak. Dan anak akan meniru semua tindakan Anda, baik yang baik maupun buruk.

Perubahan dimulai dari hal-hal sederhana, Bunda. Jadi jika ingin anak berubah, maka rubahlah kebiasaan Anda.

12. Siapkan metode baru

‘Banyak jalan menuju Roma’, kata sebuah pepatah. Jangan terpaku pada satu metode untuk mengubah perilaku anak. Anda perlu memikirkan beberapa strategi untuk mengantisipasi kegagalan metode mendidik anak yang Anda gunakan saat ini.

Anggap saja Anda sedang bermain perang-perangan dengan anak, dan anak Andalah pemenangnya jika metode yang Anda terapkan tak berhasil mengubah sikapnya menjadi lebih baik.

12. Bersikap fleksibel

Kebanyakan orang tua hanya mengenal dua metode untuk mendidik anak mereka, yaitu cara halus (menasehati) atau cara kasar (membentak, menghukum). Anak tidaklah sepolos yang Anda kira, karena lama kelamaan mereka bisa memperkirakan tindakan apa yang akan dilakukan orang tuanya saat mereka tak berperilaku baik.

13. Jauhkan anak dari pesimistis

Halangan untuk bisa bersikap baik kadang kala datang dari anak sendiri. Ketika anak mendapat teguran dari guru, bisa saja ia berkata, “Ibu guru tidak suka sama aku.” Perkataan semacam ini menunjukkan bahwa anak menganggap dirinya tidak baik dan tak yakin ia bisa berubah.

Anda bisa mengubah cara pandang anak terhadap diri sendiri melalui dukungan tanpa henti dan menghindari kata bernada menghakimi tingkah lakunya.

14. Dukunglah cita-cita mereka

Cita-cita anak menjadi presiden, pendaki gunung atau penari latar mungkin terdengar aneh bagi Anda. Namun, menertawakan keinginan mereka tak membawa dampak positif apapun.

Orang tua bijaksana adalah orang tua yang tak henti memberikan dukungan pada anak, seaneh apapun cita-cita mereka. Dukungan Anda akan membantu anak dalam menemukan tujuan hidupnya dan kemampuannya yang tersembunyi.

15. Bimbing mereka dengan pertanyaan

nak yang berkarakter keras kepala bisa dipastikan akan membantah ketika Anda menasihati mereka.

Alternatifnya, ajukan pertanyaan sebagai respon atas sikap mereka untuk membentuk pemahaman tentang sebab dan akibat dari segala perbuatannya.

mendidik anak, cara mendidik anak

Sumber: detikheath &theasianparent

Click to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published.

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.


Parenting

8 Peran Orang Tua Dalam Kehidupan Anak

Setiap orang pasti memahami jika peran orang tua dalam kehidupan anak sangatlah penting. Bahkan, peran orang tua diperlukan sejak anak emas dalam kandungan hingga dewasa. Entah itu berperan untuk mengajari anak hingga memenuhi kebutuhannya. 

Pentingnya Peran Orang Tua

Orang tua menduduki peran yang sangat penting, karena menjadi sekolah pertama bagi anak-anak. Sekalipun anak sudah sekolah, peran orangtua masih diperlukan. Mengingat aktivitas anak akan paling banyak dilakukan di rumah.

Tentu jika orang tua tidak melakukan peranannya dengan baik, pasti akan berpengaruh terhadap pertumbuhan anak. Contoh sederhananya jika orang tua tidak menanamkan hal-hal positif dan memberikan contoh tidak baik, tentu anak akan menirunya.

Begitu juga sebaliknya, orang tua yang melakukan perannya dengan baik, maka akan berdampak pada karakternya. Intinya, orang tua mempunyai peranan penting dalam pembentukan karakter anak yang akan berguna untuk masa depan. 

Inilah 8 Peran Orang Tua Di Kehidupan Anak

Meskipun setiap orang memahami jika peran orang tua dalam kehidupan anak sangat penting, tapi tidak semua orang yang benar-benar memahami dan menerapkannya. Apalagi bagi Anda yang baru pertama kali mempunyai anak, penting mengetahui beberapa peranannya berikut ini. 

  1. Menjamin Kebutuhan Anak Tercukupi

Bukan menjadi hal yang asing lagi jika orang tua mempunyai peranan yang cukup penting terutama dalam memenuhi kebutuhan anak. Beberapa hal yang termasuk dalam kebutuhan Anda seperti pakaian yang layak, makanan bergizi, tempat tinggal dan lainnya.

Terutama dalam hal ini penting untuk memastikan kebutuhan anak dalam asupan bergizi sangat diperlukan. Hal ini disebabkan karena asupan yang bergizi sangat berperan penting dalam menunjang pertumbuhan dan perkembangan anak. 

  1. Memastikan Anak Berada Di Lingkungan yang Baik

Peran orang tua terhadap kehidupan anak selanjutnya yaitu memastikan berada di lingkungan yang baik. Tentunya jika anak berada di lingkungan yang tepat, maka akan berpengaruh juga terhadap tumbuh dan kembangnya.

Begitu juga sebaliknya, jika anak berada di lingkungan yang tidak baik maka akan mudah terpengaruh melakukan hal-hal yang negatif. Kenapa menjadi orangtua penting untuk melakukan pengawasan terhadap anak. 

  1. Menciptakan Keamanan dan Kenyamanan

Menciptakan keamanan atau rasa aman terhadap anak merupakan salah satu peran orang tua. Mengingat orang tua adalah tempat pulang, sehingga jika tidak terdapat rasa aman maka anda akan merasa tertekan.

Menciptakan keamanan dan rasa nyaman bisa dilakukan dengan berbagai hal Salah satunya memberikan kasih sayang. Selain itu, penting juga untuk memberi arahan mengenai apa yang seharusnya dilakukan dan tidak seharusnya.

  1. Menanamkan Nilai yang Baik

Peran lain yang harus dilakukan oleh orang tua terhadap anaknya yaitu menanamkan nilai-nilai baik. Mengingat orang tua menjadi guru pertama dalam pendidik anak, sehingga karakter anak dimulai dari orang tuanya. Ada beberapa hal yang harus ditanamkan sejak dini dan setiap orang tua wajib mengetahuinya.

Adapun beberapa hal yang dimaksudkan seperti bersikap jujur, tidak mengambil barang orang lain, saling tolong-menolong, tidak merendahkan orang lain dan lain sebagainya. Selain itu, penting juga untuk memberi pengertian kepada anak jika melakukan sesuatu yang buruk tidak diperbolehkan. 

  1. Mengajari Anak dalam Hal Baik

Mengajari dan mendidik anak juga menjadi salah satu peran orang tua yang wajib untuk dilakukan. Tentunya dalam hal ini harus mengajari anak dalam hal yang baik. Didikan yang diberikan oleh orang tua sejak dini bisa berpengaruh terhadap karakternya di masa depan. 

Semakin baik didikan dari orang tua sejak dini, maka anak akan lebih mudah untuk berbaur dengan masyarakat dengan cara yang baik. Misalnya saja mempunyai sopan santun, saling tolong-menolong, saling memaafkan dan lain sebagainya. 

  1. Memberikan Arahan

Peran orang tua selanjutnya yang yaitu memberikan arahan kepada anak dan juga bimbingan. Arahkan anak untuk selalu melakukan hal yang baik. Selain itu, jelaskan juga alasan kenapa tidak boleh melakukan hal yang buruk dan apa dampaknya kepada diri sendiri dan orang lain.

Sekalipun anak melakukan sebuah kesalahan, jangan langsung memarahinya. Langkah yang paling tepat untuk menanganinya yaitu menasehati dan memberi hukuman yang sekiranya bisa memberikan kesadaran kepada anak. Selain itu, penting juga untuk memberikan motivasi kepada anak. 

  1. Identitas Keagamaan

Identitas agama seorang anak berasal dari keluarganya, terutama orang tua. Tentunya peran orang tua dalam hal ini harus mengenalkan nilai-nilai agama dan keberadaan Sang Pencipta. Terutama untuk anak-anak, penyampaian tersebut harus dalam bahasa yang mudah dipahami. 

Tentunya untuk menyampaikan nilai-nilai tersebut akan lebih mudah jika dipraktekkan dalam kehidupan sehari-hari. Selain itu, orang tua juga harus memberikan contoh yang baik agar anak lebih mudah untuk menirunya. 

  1. Mendisiplinkan Anak

Meskipun kasih sayang dari orang tua sangat diperlukan oleh anak, tapi tetap saja harus menerapkan disiplin. Justru dengan membiarkan anak melakukan apapun yang disukainya dapat berdampak menjadi manja dan tidak bisa bertanggung jawab atas setiap perbuatannya.

Semakin dini mengajarkan untuk disiplin, anak akan tumbuh menjadi orang yang bertanggungjawab. Contoh sederhananya mengajarkan anak untuk makan dan tidur tepat waktu. Bahkan, tidak ada salahnya juga untuk membuat jadwal harian anak. Demikian penjelasan mengenai peran orang tua yang dibutuhkan untuk kehidupan anak. Dari penjelasan ini bisa diambil kesimpulan jika karakter anak dibentuk dari didikan dan peran orang tua. Begitu juga sebaliknya, jika orang tua tidak melakukan perannya dengan baik, karakter yang terbentuk juga tidak baik.

Click to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published.

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.


Extra

Apa Sajakah Tantangan Mendidik Anak 1 – 3 Tahun itu?

Setiap fase pertumbuhan anak mengalami tantangan tersendiri mulai dari ketika si kecil lahir ke dunia hingga tumbuh dewasa, menikah, dan bisa mandiri sendiri. Bagaimana tantangan mendidik anak 1 – 3 tahun? Fase ini termasuk dalam golden age yang sangat penting untuk diperhatikan perkembangannya.

 

Artikel ini merupakan bagian Sayangi Anak Extra

Sayangi Anak Extra adalah konten mendalam dan premium dari Sayangianak.com. Langganan Sayangi Anak Extra akan membantu Bunda & Ayah mengakses artikel premium, ebook, video dan kelas – kelas dari Sayangi Anak. Yuk Bantu Sayangi Anak membuat konten – konten berkualitas..

Lebih Detail

Already a subscriber? Log in here.

Click to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published.

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.


Parenting

9 Cara Orang Tua Membentuk Pribadi Anak yang Kuat Agar Tak Jadi Sasaran Bully Bagi Anak yang Nakal

Semua orangtua pasti ingin anak yang kuat dan tegar dalam menghadapi kehidupannya. Hal ini bisa dilatih sejak kecil sebab karakter ini tidak bisa melekat pada diri anak secara instan. Semuanya butuh proses dan pelan-pelan, tidak berhasil jika dilakukan terburu-buru. 

Hal yang Harus Dilakukan Orang Tua Membentuk Pribadi Anak yang Kuat, Berani dan Tegar

Kuat dan tegar sangat dibutuhkan terutama saat anak beranjak dewasa. Pasalnya, semakin meningkat umur anak, masalah yang dihadapi juga bertambah banyak. Tanpa mental yang kuat dan tegar, mudah terpuruk, stress, frustasi bahkan paling fatal bunuh diri. Anda tentu tidak ingin hal ini terjadi, karena itu harus mendidik si kecil dengan langkah berikut. 

1. Biarkan Anak Membuat Kesalahan, Maka Ia Akan Belajar

Berikan pemahaman kepada anak bahwa kesalahan yang dilakukan merupakan bagian dari proses. Jangan hakimi anak karena satu tindakan salah, supaya ke depannya lebih berani lagi menghadapi berbagai masalah. Orangtua tidak selamanya bisa hadir saat anak membutuhkan. 

Ajarkan anak bahwa kesalahan adalah hal biasa dalam hidup. Tanpa berbuat salah, sulit sekali mendapat pengetahuan dan pelajaran. Didik si kecil agar tidak malu berbuat salah, asalkan dapat belajar setelahnya. Komunikasikan juga apa yang harus dilakukan anak agar tidak mengulangi kesalahan yang sama. 

2. Sering-seringlah Bertanya Pendapat Anak Tentang Apa Saja yang Ia Lakukan dan Miliki

Semua manusia memiliki otak untuk berpikir tak terkecuali anak. Karena itu, orangtua harus paham si kecil juga memiliki pendapat pada segala hal dalam hidupnya. Misalnya, saat akan berbelanja tas terdapat banyak pilihan warna dan model. Tanyakan pendapatnya mana tas yang bagus. 

Orangtua dapat menggunakan kalimat, “Menurut pendapatmu gimana, nak?” Cara ini memberi ruang kepada si kecil untuk mengutarakan isi hatinya. Tidak ada paksaan untuk sepaham dengan orangtua. Anak bisa lebih percaya kepada orangtua sebab mau mendengar pendapatnya.

3. Latih Anak Mencari Jalan Keluar dengan Berikan Kesempatan Memilih Solusi 

Saat anak memiliki masalah, tentu dia berpikir bagaimana cara mengatasinya. Mungkin terasa agak berat, tetapi pertanyaan ini lebih baik dibandingkan mendikte si kecil langkah yang harus dilakukan. Sebab, tidak selamanya anak mudah melakukan perkataan orang tua. 

Anak mungkin saja marah dan memberontak jika Bunda selalu mendikte. Sebagai manusia, si kecil juga harus diberi kesempatan untuk memikirkan solusi sendiri. Setelah itu, biarkan anak berdiskusi dengan tentang solusi tersebut. 

4. Jangan Dibatasi, Berikan Anak Ruang dan Biarkan Anak Eksplor 

Orangtua dapat bertanya atas pilihan anak dengan kalimat, “Kamu sudah mempertimbangkan pilihanmu?” Hal ini untuk meyakinkan anak dan memikirkan kembali pilihannya. Orangtua dapat menyodorkan beberapa pilihan lain jika melihat anak masih ragu. 

Selain itu, Bunda sebaiknya membiarkan si kecil menikmati dan melihat sendiri hasil atas pilihannya. Jika yang dipilih itu tepat, tentu bagus sekali dan berikan apresiasi. Namun, jika akhirnya pilihan anak keliru atau memberi hasil tidak sesuai harapan, itu memberikan pelajaran baginya.  

5. Jangan Paksa Anak untuk Terbuka, Biarkan dan Tunggu Sampai Ia Ingin Bercerita

Ada saatnya anak ingin menceritakan apa yang dialaminya pada orangtua. Namun, di lain waktu si kecil juga belum nyaman terbuka. Mungkin anak sedang memilih waktu yang tepat agar bisa terbuka dengan perasaan tenang. 

Orangtua harus memberikan ruang pada anak untuk terbuka atau tidak. Hindari memaksa anak membicarakan semua hal, padahal si kecil belum ingin terbuka. Hal ini membuat si kecil merasa dihargai oleh orangtuanya. 

6. Apresiasi Anak untuk Membuatnya Merasa DIhargai

Orangtua penting sekali memberikan apresiasi kepada si kecil atas usahanya mengerjakan sesuatu. Tidak harus pujian luar biasa, sebab ucapan sederhana juga mampu membentuk pribadi anak yang kuat dan bahagia. Si kecil merasa apa yang dilakukannya tidak sia-sia. 

Setiap anak ingin tahu bahwa orang tua bangga padanya. Hal ini digunakan untuk meningkatkan kepercayaan diri dan memperkuat keterampilan baru dalam mengerjakan sesuatu untuk dirinya. Secara tidak langsung juga mengajarkan anak untuk membuat keputusan bijaksana.

7. Tanyakan Bagaimana Perasaan Anak Atas Semua Hal yang Dialaminya 

Saat orangtua memperhatikan perasaannya, anak tentu bahagia. Setelah menceritakan semua hal, pendapat, masalah dan solusinya tunjukkan bahwa Anda tertarik dengan cerita anak. Menanyakan perasaan anak menunjukkan rasa empati dan keterlibatan orangtua.

Si kecil merasa aman, mandiri dan tidak sendiri. Perlahan, hal ini membentuk pribadi anak lebih kuat dan tegar dalam menghadapi berbagai tantangan hidup. Tunjukkan bahwa Bunda benar-benar hadir dan terhubung dengan si kecil. Mudah bagi anak berbagi jika orang tua memberikan respon yang tepat. 

8. Dan Sampaikan Bahwa Orangtuanya Selalu Ada untuk Si Kecil

Orangtua perlu mengingatkan anak bahwa orangtua selalu ada untuknya. Si kecil akhirnya tahu bahwa selalu ada tempat bertanya, bertukar pendapat, berdiskusi dan berkeluh kesah. Hubungan yang mendukung dan memberi ruang kepada anak membuatnya tumbuh menjadi pribadi yang kuat. 

Berhenti melontarkan perintah saklek kepada si kecil. Sebaiknya orang lebih banyak memberikan pertanyaan untuk merangsang daya pikir si kecil. Cara ini mampu mengeluarkan kekuatan dari diri anak yang tidak pernah diduga sebelumnya. 

  1. Ajarkan Anak Cara Menghadapi Ketakutan 

Wajar saja si kecil menghindari semua hal menakutkan. Tetapi, jika dibiarkan tidak bagus untuk perkembangannya. Ketakutan hanya menghambat si kecil mengeksplor rasa ingin tahunya. Akibatnya tidak percaya diri menghadapi  berbagai tantangan hidup. 

Saat si kecil takut gelap, takut mandi, takut berinteraksi dengan orang baru, ajarkan anak agar dapat menghadapi rasa takut tersebut. Perlahan-lahan, bukan memaksa menerobos ketakutan. Tetapi, orang tua dapat menyemangatinya, mendukung dan memberi pujian saat berhasil meningkatkan keberanian.Itulah 9 cara yang harus dilakukan orang tua untuk membentuk pribadi anak yang kuat dan tegar. Hal ini penting sekali sebab semakin banyak tantangan dihadapi saat umur anak bertambah. Didik sejak kecil  untuk mendapatkan hasil optimal.

Click to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published.

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.

Most Share

To Top