Parenting

15 Daftar Makanan yang Membuat Anak Semangat Menjalani aktivitasnya

ini dia daftar asupan yang baik bagi si kecil agar ia bisa tumbuh dengan optimal dan tetap berenergi setiap hari:

1. Telur

Telur adalah makanan yang banyak mengandung protein dan vitamin D yang membantu memberi kebutuhan kalsium pada tubuh anak. Sarapan makanan kaya protein bisa menolong si kecil kenyang lebih lama dan bisa berkonsentrasi saat di sekolah.

2. Oatmeal

Penelitian menunjukkan anak yang makan oatmeal di pagi hari bisa lebih berkonsetrasi dan memperhatikan materi di sekolah. Makanan kaya serat seperti oatmeal yang dicerna lebih lambat bisa menstabilkan energi anak.

3. Buah-buahan

erbagai jenis buah baik untuk anak Anda karena mengandung vitamin dan mineral. Buah juga mengandung serat yang bisa memperlancar pencernaan. Berikan berbagai macam buah pada anak terutama melon, jeruk, kiwi, dan berry.

4. Kacang

Kacang terdiri dari lemak baik yang dibutuhkan untuk pertumbuhan anak-anak, termasuk untuk kesehatan jantungnya. Menambahkan selai kacang di menu sarapan anak bisa menambah energinya untuk menjalankan aktivitas seharian.

5. Susu

Protein dan kalsium pada susu atau produk olahannya bisa menjadi bahan bakar bagi otak si kecil. Protein juga membantu pembentukan jaringan otak sedangkan kalsium pada susu menjaga gigi dan tulang anak tetap kuat.

6. Blueberry

Penelitian terbaru menunjukkan bahwa selain melindungi diri dari penyakit jantung dan diabetes, blueberry juga bisa meningkatkan fungsi otak anak-anak. Blueberry juga bisa membantu mengurangi lemak beracun pada perut yang dikaitkan dengan obesitas dan sindrom metabolik. Anda bisa membuat olahan dari blueberry misalnya saja cake, es yang dicampur dengan yogurt dan madu, atau hanya dengan memcapurkan buah blueberry bersama sereal dan susu untuk menu sarapan si kecil

7. Tahu

“Seluruh produk kedelai merupakan sumber protein yang baik bagi pertumbuhan anak-anak. Pada anak perempuan, tahu sangat bagus bagi mereka karena memiliki efek perlindungan pada jaringan payudara ketika payudara mulai berkembang,” tutur Rachel Beller. RD, pendiri Beller Nutritional Institute in Beverly Hills, California.

8. Tomat

Dengan kandungan lycopene-nya, tomat bisa melindungi tubuh dari kanker. Memasak dengan menggunakan tomat juga bisa menyerap lemak dengan baik, seperti menggunakan menggunakan minyak zaitun.

9. Yogurt rendah lemak

Yogurt mengandung bakteri sehat yang bisa meningkatkan kekebalan tubuh dan melancarkan pencernaan. Tak ada salahnya memberi dua atau tiga porsi yogurt sehari pada anak-anak. Jika ingin pemanis, gunakan madu atau sirup maple.

10. Kol

Sayuran seperti kol, brokoli, dan kale mengandung fitonutrien yang bisa memperlancar pencernaan serta mencegah kanker. Sayuran ini juga membantu melepaskan toksin-toksin dalam tubuh.

11. Salmon

Kandungan omega-3 pada salmon baik untuk kesehatan jantungan. Selain itu, omega-3 juga berguna untuk meningkatkan perkembangan otak, menangkal depresi, dan memiliki kekuatan anti inflamasi.

12. Cokelat

Cokelat bubuk merupakan salah satu asupan yang memiliki kandungan flavanoid tertinggi. Flavanoid dikenal untuk meningkatkan tekanan darah dan jantung serta kesehatan mulut. Flavanoid juga bisa melindungi kulit rusak akibat sinar matahri.

13. Kedelai hitam

“Kedelai hitam merupakan sumber protein yang juga kaya serat serta kalsium. Semakin gelap warna kedelai, maka semakin baik kualitasnya. Kedelai hitam juga membantu mencegah penyakit jantung serta kolesterol,” tutur Beller.

14. Kemangi

“Kemangi kaya akan antioksidan yang terdiri dari vitamin A, C, dan K, serta zat besi, kalium, dan kalsium yang bisa membantu memperlancar pencernaan. Beberapa penelitian bahkan menunjukkan kemangi bisa menyembuhkan sakit kepala,” kata Beller.

15. Kayu manis

Penelitian menunjukkan rampah-rempah ini bisa membantu kadar gula darah dan bisa meminimalisir krisis energi yang sering dialami anak-anak saat siang hari.

Click to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published.

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.


Kesehatan

5 Menu MPASI untuk Tumbuh Gigi dan Poin Penting Lainnya yang Harus Bunda Pahami

Pemberian wajib MPASI untuk tumbuh gigi bayi tidak boleh sembarangan! Karena, makanan pendamping ASI harus disesuaikan berdasarkan umur atau usianya. Bayi sejak pertama lahir ke dunia hingga berusia 6 bulan diberikan ASI eksklusif agar pertumbuhan dan perkembangan berjalan optimal. Selanjutnya, ketika ia sudah memasuki usia keenam, ia perlu makanan pendamping untuk memenuhi kebutuhan nutrisinya. 

Menu MPASI untuk Tumbuh Gigi yang Harus Diketahui Orangtua

MPASI yang baik mampu merangsang pertumbuhan gigi si kecil. Karena itu, sebagai orang tua penting sekali menemukan menu yang tepat supaya bayi dapat asupan bergizi. Berikut ini ada 5 menu MPASI yang cocok sekali diberikan untuk tumbuh gigi bayi.

1. Telur Orak Arik 

Menu ini bahannya mudah didapat begitu juga dengan cara mengolahnya. Tidak butuh waktu lama, hanya beberapa menit saja, telur orak arik siap disajikan. Lebih bagus lagi jika ditambahkan sayur dan keju untuk menambah nutrisinya. 

Umumnya, masak menu telur orak arik menggunakan mentega (butter), minyak kelapa, minyak canola. Jangan gunakan minyak terlalu banyak agar makanan tetap sehat. Sayur yang cocok digunakan seperti bayam, wortel dan brokoli yang sudah dicincang halus. 

2. Es Loli

Tujuan diberikan es untuk mengurangi rasa tidak nyaman dan nyeri saat tumbuh gigi. Suhu dingin es mematikan saraf untuk sementara, tetapi hindari mengoleskan es batu langsung ke gusi atau area tumbuh gigi tersebut.

Karena itu, disarankan memberikan es loli menggunakan bahan dasar buah mangga atau buah naga. Bahan lain yang digunakan seperti whipped cream, susu kental manis dan susu cair full cream. Sesuai dengan nama MPASI ini, sebelum diberikan untuk si kecil harus dimasukkan dalam freezer terlebih dulu agar beku. 

3. Bubur Ayam 

Bubur memang identik dengan makanan bayi karena teksturnya yang halus dan lembut. Jika tidak sempat masak sendiri, tinggal beli di tempat orang jual MPASI. Daging dan hati ayam dihaluskan terlebih dulu sebelum dimasukkan ke dalam bubur. 

Tekstur daging yang masih kasar sulit dikunyah oleh bayi sebab giginya belum tumbuh sempurna. Tujuan diberikan MPAS ini untuk merangsang dan mendukung pertumbuhan gigi. Jadi, harus dihaluskan dulu untuk melindungi gigi si kecil.

4. Biskuit Lumer Bayi 

MPASI untuk tumbuh gigi berikutnya yang bagus adalah biskuit lumer. Tidak hanya bergizi, namun rasanya yang lezat dengan tekstur lembut pasti disukai bayi. Tinggal dihisap saja kemudian ditelan, tidak perlu susah payah mengunyahnya terlebih dulu. 

Mendapatkan biskuit sangat mudah berbagai merek tersedia di pasaran. Pastikan beli varian yang disukai si kecil supaya semangat mengkonsumsinya. Cara unik makan biskuit yang umumnya dilakukan bayi adalah mencelupkan ke dalam air terlebih dulu sampai teksturnya lembek, baru dimakan.

5. Bread Puding Banana

Menu ini mengandung karbohidrat, serat, lemak dan protein sehingga cocok sekali disajikan untuk si kecil. Rasa pisang manis dengan tekstur bread puding yang lembut pasti menarik perhatian si kecil. Bahannya mudah didapat dan cara membuatnya juga tidak sulit. 

Selain pisang dan roti tawar, juga menggunakan bahan lain seperti susu cair, mentega, telur, gula pasir dan pasta vanila. Gunakan keju parut untuk topingnya atau masukkan sebagai isiannya. Setelah dipanggang selama 30 menit, bread puding banana siap disajikan. 

Poin Penting Lain yang Harus Diperhatikan Saat Pemberian MPASI untuk Tumbuh Gigi Bayi 

Bayi menunjukkan perilaku yang tak biasa saat masa pertumbuhan gigi seperti badan panas, rewel, sulit makan bahkan bisa sampai diare. Membuat MPASI pun kadang tidak konsentrasi karena khawatir dengan kondisi bayi. Untuk mengatasinya berikan MPASI dengan memperhatikan poin berikut. 

1. Memberikan Makanan Dingin 

MPASI dalam kondisi dingin mampu mengurangi rasa sakit atau nyeri selama proses pertumbuhan gigi. Bayi yang merasakan sakit wajar saja rewel bahkan akan lebih sering menggigit lengan atau pipi ibunya. Memberikan makanan dingin dapat meredam kondisi tidak nyaman pada gusinya. 

Hindari menyajikan MPASI panas ataupun hangat. Suhu tinggi pada makanan bisa memperparah rasa nyeri sehingga menyakiti si kecil. Meskipun begitu, juga tidak dianjurkan langsung mengompres gusi menggunakan es. 

2. Gunakan Sendok Makan Bahan Karet 

Seperti disebutkan di atas, tumbuh gigi membuat bayi suka menggigit apapun yang ditemuinya. Jika menggunakan sendok berbahan stainless steel bisa saja menyakiti gusi si kecil. Sedangkan pakai sendok karet lebih nyaman dengan permukaannya yang lembut aman untuk gusi. 

Ketika sendok karet digigit tidak akan melukai gusi, malah terasa seperti sedang digaruk. Send ok karet bisa diperoleh di toko yang menjual peralatan makan bayi. Pilih bahan berkualitas yang tidak mudah rusak atau robek saat digigit.

3. Cobalah untuk Menyajikan Bubur Kental 

Bubur umumnya memiliki dua tekstur yaitu kental dan encer. Hindari memberi bubur encer karena saat masuk ke mulut langsung bisa ditelan, bayi tidak dilatih untuk belajar mengunyah. Berbeda jika memberikan bubur kental akan merangsang si kecil mengunyah makanan sampai siap untuk ditelan. 

Bubur bayi banyak variannya seperti bubur ayam, bubur beras putih dan bubur beras merah yang dicampur dengan sayuran. Usahakan bahan yang digunakan jangan terlalu kasar untuk memberi perlindungan pada gusinya.

4. Jangan Memaksa Anak untuk Makan 

Saat si kecil tidak mau makan, jangan memaksanya. Tetapi, yang harus dilakukan adalah terus meyakinkan bayi untuk mencicipi makanan. Jika dipaksa, si kecil merasa tidak nyaman, kesal hingga akhirnya rewel dan sulit untuk ditangani. 

Sebagai seorang ibu, sangat dianjurkan menghadapi bayi yang sedang tumbuh gigi. Wajar saja jika sedang tidak mau makan karena kondisi tubuhnya sedang tidak nyaman. Penyebab lain mungkin si kecil masih kenyang dengan makanan sebelumnya.Itulah 5 menu MPASI untuk tumbuh gigi bayi yang dapat disajikan Bunda di rumah. Tetapi tidak boleh memberikan secara sembarangan, perlu memperhatikan beberapa poin sudah dijelaskan di atas. Jangan lupa tingkatkan kesabaran menghadapi si kecil yang sedang tumbuh gigi.

Click to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published.

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.


Parenting

Supaya Si Kecil Mau Mengonsumsi Sayur, Bujuk dengan Cara-cara yang Menyenangkan

Banyak sekali manfaat yang akan didapat bila si kecil terbiasa mengonsumsi sayur. Di masa tumbuh kembangnya, sayur merupakan makanan sumber energi yang mengandung vitami, antioksidan, serat, serta air. Anak yang gemar makan sayur, bisa membantu melindungi mereka dari berbagai penyakit di kemudian hari, seperti jantung, stroke hingga kanker.

Mengutip dari laman raisingchildren, menurut Australian Dietary Guidelines, berikut ini porsi sayur yang sebaiknya dikonsumsi anak-anak, Bun.

– Anak 1-2 tahun, 2-3 porsi sayuran setiap hari
– Anak 2-3 tahun, 2 ½ porsi sayuran setiap hari
– Anak 4-8 tahun, 4 ½ porsi sayuran setiap hari.

Namun memberikan makanan seperti sayur tak semudah yang kita bayangkan. Tak sedikit anak-anak yang mengaku tak suka makan sayur. Untuk itu, perlu cara kreatif untuk mengenalkan sayur pada si kecil. Ingat Bun, tak perlu memarahi atau pusing sendiri. Berikut ini cara-cara yang dapat Bunda aplikasikan.

Berikan Contoh yang Baik tentang Sayuran, Bun

Mendorong anak makan sayur bisa dilakukan dengan memberinya contoh, seperti membiarkan anak melihat orangtuanya makan sayuran. Cobalah cara ini saat sedang kumpul makan bersama keluarga. Lalu beritahukan anak untuk mengonsumsi makanan sehat diawali dengan makan sayur ya Bun. Dengan begitu, anak secara perlahan akan meniru kebiasaan Moms makan sayur.

Terus Mencoba Berikan Sayuran

Salah satu alasan anak tak suka sayur bisa jadi lantaran tekstur atau rasanya. Alasan ini normal lho Bun. Kendati begitu, teruslah berusaha untuk memberikan sayur sampai ia mau mencobanya suatu saat nanti. Beberapa anak biasanya perlu mencoba makanan baru sampai 10 kali sebelum mereka mengonsumsinya. Kemudian 10 kali lagi sebelum anak memutuskan untuk menyukai sayur.

Bunda Juga Bisa, Berikan Pujian Saat Si Kecil Mencoba Makan Sayur

Berikan pujian pada si kecil setiap mau makan sayur ya Bun. Dengan cara ini, si kecil tentu akan menyukainya. Yang perlu diingat, berikan pujian yang bijak ya Bun sehingga si kecil memang benar-benar menyukai sayur, bukan karena hanya ingin mendapatkan pujian dari Bunda saja.

Dan Cobalah Melibatkan Anak Memasak Sayur Bersama saat di Dapur Bun

Melibatkan anak memasak sayuran di dapur, lalu menyiapkan segalanya bersama dengan Bunda, bisa membantu anak untuk menyukai sayuran secara perlahan. Untuk anak yang sudah mulai besar, ajak ia untuk memotong sayuran. Atau sekali waktu, ajak si kecil berbebelanja sayuran sehingga ia dapat memilih sendiri sayur apa yang diinginkannya, Bun.

Jadikan Sayur Sebagai Pilihan Camilan untuknya

Jika si kecil tak suka sayur, Bunda bisa mencari alternatif lain dengan menjadikan sayur sebagai camilan sehat sehingga bila tak ada camilan di rumah, si kecil akan memilih mengonsumsi sayuran saat ia lapar.

Click to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published.

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.


Kesehatan

Kasus Reaksi Alergi Dapat Sebabkan Kematian, Bunda Harus Lebih Waspada

Bun, anak yang mengalami reaksi alergi harus segera ditangani ya sebelum terlambat. Di luar negeri, Denise Saldate yang berusia 11 tahun harus merenggang nyawa akibat reaksi alergi terhadap pasta gigi. Semula, orangtua Denise memang sudah tahu bila gadis kecilnya itu didiagnosa menderita alergi terhadap produk-produk mengandung susu.

Hal inilah yang membuat orangtuanya memberikan pengawasan ekstra terhadap apapun yang dikonsumsinya sekalipun di lingkungan sekolahnya sudah dipastikan tak ada makanan yang akan mengundang reaksi alergi padanya. Bahkan ibunya harus memeriksa kembali kemasan setiap makanan yang dikonsumsinya.

Namun ketika Denise dan sang ibu pergi ke dokter gigi untuk meminta pasta gigi bebas kandungan susu untuk memperkuat giginya. Kali ini sang ibu abai untuk memeriksakan kemasan pasta gigi yang diberikan oleh dokter.

“Saya tidak memeriksakan kandungan pasta gigi itu. Ia begitu senang memiliki pasta gigi khusus untuk memperkuat giginya,” kisah Ibunya.

Setelah menyikat giginya, ia berlari ke luar kamar mandi sambil menangis dan bibirnya berubah kebiruan dan mengatakan pada ibunya kalau ia tak bisa bernapas. Saat itulah sang ibu menyadari anaknya mengalami syok anafilaksis.

Monique, sang ibu pun menelpon 911 dan memberi inhaler asma dan epinefrin kepada Denise. Tetapi tidak ada yang membantu menghentikan reaksi. Putrinya meninggal di ambulans dalam perjalanan ke rumah sakit. Pasca kepergian sang putri, Monique Altamirano menjelaskan bahwa merek pasta gigi khusus yang mereka berikan mengandung Recaltrant, bahan yang dibuat dari susu sapi, yang memicu syok anafilaksis.

Kematian tragis Denise terbilang sangat jarang. David Stukus, seorang ahli alergi anak dan profesor di Rumah Sakit Anak Nationwide, mengatakan bahwa ia tidak pernah melihat kasus seperti ini.

“Pada umumnya, jenis makanan dan jumlah makanan hampir tidak cukup untuk menyebabkan reaksi pada sebagian besar orang dengan alergi makanan,” katanya.

Namun, Monique mendesak orangtua untuk selalu berhati-hati. Ia mengingatkan orangtua untuk membaca semua isi dari sebuah produk.

Kenali Apa Itu Syok Anafilaksis, Bun

Syok anafilaksis merupakan dampak paling berbahaya dari reaksi alergi yang terjadi pada tubuh seseorang. Gejala syok ini biasanya diawali dengan rasa pusing yang tiba-tiba datang, kemudian napas rasanya seperti tersengal-sengal. Bahkan detak jantung pun tak beraturan Bun. Bahkan seringkali gejala ini juga disertai gatal-gatal, pembengkakan lidah atau tenggorokan.

Kondisi ini terjadi karena sistem imun melepaskan zat untuk memerangi reaksi alergi dalam tubuh seseorang. Akibatnya, tekanan darah perlahan menurun dan pernapasan jadi tersendat akibat reaksi alergi. Bahkan bila seseorang mengalami situasi ini, jika dibiarkan maka efeknya akan fatal. Satu-satunya solusi untuk penyembuhan adalah suntik epinefrin yang disuntikkan ke otot paha untuk melemaskan pembuluh darah dan mengembalikan tekanan darah ke kadar normal.

“Selalu waspada, jangan hanya karena Anda sudah terbiasa dengan kondisi ini maka malah menyepelekan hal-hal kecil seperti yang saya alami,” Ibu Denise mengingatkan.

Mengutip The Asian Parent, selain susu, berikut beberapa daftar makanan lain yang 90% dapat menyebabkan reaksi alergi terhadap seseorang yang perlu diwaspadai meliputi:

  • Telur
  • Kacang
  • Kacang-kacangan (kenari, almond, kacang pinus, kacang brazil, dan pecan)
  • Kedelai
  • Gandum dan butiran gluten lainnya (gandum dan gandum hitam)
  • Ikan
  • Kerang
  • Jagung
  • Gelatin
  • Daging (daging sapi, ayam, kambing dan babi)
  • Bumbu-bumbuan (jintan, ketumbar, bawang putih dan mustard)

Sebagai tindakan preventif, sebaiknya lakukan tes alergi pada anak Bunda sejak dini untuk menghindari kondisi yang lebih serius.

Click to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published.

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.

Most Share

To Top