Parenting

Yuk, Latih Anak Membiasakan Sikat Gigi Tiap Hari!

yuk, mulai ajak si kecil sikat gigi bersama!Sejak si kecil sudah mulai bisa mengonsumsi berbagai macam makanan dan minuman, Bunda sebagai orangtua harusnya mulai khawatir akan kesehatan gigi anak sebab besar kemungkinan akan ada sisa makanan yang menempel di sela-sela gigi.

Jika tidak dibersihkan secara optimal, maka hal tersebut akan memicu timbulnya gigi keropos dan berlubang, lho! Lalu, pada usia berapakah idealnya Bunda bisa mulai membiasakan anak untuk menggosok gigi secara rutin?

Beberapa dokter gigi menyarankan para orangtua untuk mulai mengajarkan anak tentang betapa pentingnya kebersihan organ mulut sejak ia berusia 2-3 tahun. Terdengar mudah, padahal dalam praktiknya, Bunda akan menemui beberapa rintangan. Sebut saja kemungkinan anak rewel, memberontak, hingga menangis.

Enggan hal tersebut terjadi, bukan? Ini dia beberapa cara seru melatih buah hati untuk rutin menggosok gigi yang bisa Bunda coba di rumah:

1. Biasakan sejak masih kecil

Seperti yang telah disebutkan sebelumnya, Bunda disarankan untuk mengajari anak menggosok gigi dengan benar sejak ia berusia 2-3 tahun. Hal ini sejalan dengan pernyataan yang dilansir dari situs Colgate yang mengatakan bahwa semakin dini nilai pentingnya kebersihan gigi ditanamkan, maka akan semakin menempel pula pemahaman tersebut di benak anak hingga ia beranjak dewasa kelak.

 

2. Menggosok gigi bersama si kecil

Bukankah salah satu hal yang paling sering dilakukan oleh anak-anak adalah meniru kebiasaan orangtuanya? Karenanya, sebagai orangtua, sudah seharusnya Bunda memberikan contoh yang baik dengan membiasakan diri menggosok gigi setiap habis makan dan sebelum tidur.

Ada baiknya, setiap kali Bunda akan menggosok gigi, ajak serta si kecil agar ia merasa ditemani. Manfaatkan kesempatan ini untuk mengawasi apakah si kecil sudah menggosok gigi secara benar atau tidak, ya!

 

3. Ajak anak untuk memilih peralatan sikat giginya

Si kecil tentunya akan merasa senang jika dilibatkan untuk memilih sikat giginya sendiri. Maka dari itu, biarkanlah ia memilih sikat gigi yang disukainya berdasarkan gambar hewan atau karakter kartun favoritnya.

Selain itu, berilah ia kebebasan untuk memilih pasta gigi dengan rasa yang disukai. Ssstttt… dua cara tersebut dijamin ampuh untuk membuat buah hati rajin sikat gigi, lho!

 

4. Puji si kecil setelah menggosok gigi

Eits, jangan salah! Bukan hanya orang dewasa, anak-anak pun akan kegirangan jika mendapatkan pujian. Karenanya, setelah si kecil selesai menggosok gigi, pujilah ia sewajarnya. Jika perlu, berikan ia kecupan di kening sebagai bentuk apresiasi.

Hal ini dilakukan untuk memotivasi anak agar ia menjadikan aktivitas menggosok gigi sebagai kebiasaan baik yang harus dilakukan setiap hari. Efeknya, si kecil pun jadi terbiasa menemukan cara memutihkan gigi untuk dirinya sendiri. Praktis, bukan?

 

5. Ajak anak menggosok gigi sebelum tidur dengan cerita

Bunda tentunya tahu bahwa anak-anak sangat menyukai cerita. Nah, Bunda dapat memanfaatkan hal tersebut untuk melatihnya menggosok gigi sebelum tidur.

Caranya? Buatlah jalan cerita tentang jahatnya kuman-kuman di dalam mulut yang perlu dibasmi dengan menggunakan sikat dan pasta gigi. Jangan lupa untuk memasukkan karakter pahlawan kesukaan si kecil dalam cerita karangan Bunda, ya! Dengan cara ini, si kecil tidak akan lagi merasa terpaksa ketika diminta untuk menggosok gigi.

 

Itu tadi beberapa tips dan trik jitu untuk memulai kebiasaan menggosok gigi bagi si kecil. Selamat mencoba!

Click to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *


Sponsored Content

Baterai Gawai Harus Dihemat Karena Takut Ada Hal Darurat

samson-vowles-191386-unsplash

Gawai alias gadget pasti menemani Bunda kemana-mana saat ini. Mulai dari alat untuk selfie ketika ketemu kawan hingga update urusan sosial media. Terkadang malah kita terlupa fungsi utama dari gawai kita, yaitu untuk komunikasi. Seringkali gawai digunakan terus menerus untuk urusan remeh temeh. Tanpa pernah berpikir jika sewaktu-waktu dibutuhkan dalam keadaan mendesak.

Mulai dari hal sederhana misalnya ketika dalam janji bertemu teman sudah di lokasi malah terkendala memberi kabar. Atau ketika di tengah jalan ingin memesan ojek online, jadi terhambat karena baterai habis. Lalu adakah tipsnya untuk memaksimalkan urusan baterai ini?

Jangan Mengaktifkan WiFi dan Bluetooth, Apabila Tak Memakai Karena Berimbas Kepada Baterai

bernard-hermant-667645-unsplash

Mengaktifkan fitur-fitur tersebut saat tidak menggunakannya akan membuat baterai cepat habis karena wifi dan bluetooth dalam kondisi ON membuat sinyal terus bekerja dan mencari. Sehingga ini berimbas terhadap baterai Bunda yang tergerus secara cepat. Maka dari itu apabila tidak digunakan jangan diaktifkan.

Kunci Gawai Bunda Saat Tidak Digunakan, Jangan Dibiarkan

fabian-albert-450447-unsplash

Langkah lainnya yang dapat Bunda lakukan jangan lupa untuk menguci gawai anda. Karena mengunci gawai menjadikan smartphone ke dalam mode rehat dan istirahat, maka dari itu layar pun dalam kondisi mati tidak stand by saat Bunda mengunci gawai. Hal ini dilakukan agar gawai Bunda dapat bertahan lebih lama.

Jangan Membiasakan Menggunakan Gawai Saat Sedang Dicharge

chelsia-qiao-483318-unsplash

Apabila Bunda menggunakan gawai saat sedang dicharge itu akan memicu kerusakan pada baterai. Memang sekilas terlihat kalau gawai nampaknya normal-normal saja dan tak menghasilkan efek apa saja. Tetapi apabila Bunda kerap mekainnya dalam waktu yang lama dan sering, kondisi baterai akan cepat bocor sehingga gawai gampang sekali untuk lowbatt meskipun pemakaian belum menghabiskan waktu sampai seharian.

Lowbat Itu Tanda, Jangan Diabaikan Begitu Saja

fancycrave-698664-unsplash

Gawai memiliki kekuatan masing-masing tergantung seberapa besar daya yang dimiliki. Apabila daya dimiliki sangat banyak mungkin ia dapat bertahan hingga satu hari penuh. Seperti halnya gawai yang memiliki kapasitas baterai 5.000 mAh. Namun, tak berarti saat sedang lowbat Bunda dapat memakai sesuka hati, karena membiarkan gawai dalam kondisi mati baru charger dapat membuat baterai smartphone cepat rusak.

Miliki Tunggangan yang Bisa Charger, Karena Gawai Menyala itu Penting Jadi Jangan Diambil Pusing

Membawa Powerbank kemana-mana mungkin terlalu ribet, belum lagi kalau powerbank mati karena dayanya habis. Mungkin membeli Suzuki Nex II tak ada salahnya, selain dapat membantu Bunda lebih cepat untuk urusan mobilitas di dalam kota. Kuda besi satu ini menawarkan satu fitur yang berguna di era sekarang yakni USB Charger, yang dapat menyelamatkan Bunda saat kehabisan daya gawai di tengah perjalanan.

nex-brilliant-white2

Ditambah lagi kalau Bunda menempuh perjalanan jauh menggunakan motor maka makin pas saja menggunakan motor ini. Karena ukurannya kompak. Dari segi panjang saja Nex II berukuran 1.890 mm, kemudian lebar 675 mm dan tinggi 1.045 mm, yang sangat nyaman untuk di bawa berkendara selama berjam-jam. Apalagi ruang kakinya sangat lega sehingga bisa mengubah-ubah posisi kaki selama perjalanan.

Macet pun bukan lagi masalah serius bagi Suzuki Nex II. Karena motor ini mengusung Suzuki Eco Performance (SEP) dengan konfigurasi 1 silinder SOHC yang berkapasitas 113 cc mampu menyalurkan tenaga ke roda secara maksimal. Dengan kapasitas tangki penuh 3,6 Liter, konon bahan bakar tersebut bisa dipakai untuk jarak tempuh sejauh 176 km. Jadi Bunda tak perlu sering-sering mengisi bahan bakar.

Layaknya gawai yang selalu melengkapi penampilan Bunda, motor Suzuki Nex II ini juga penampilan yang menarik. Dengan bentuk lampu yang modern berbentuk meruncing disematkan pada bagian depannya. Bunda juga punya banyak pilihan warna dan grafis sesuai dengan selera.

Jadi jangan lupa menerapkan tips di atas agar bisa menjaga gawai selalu online ya Bunda.

 

Click to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Most Share

To Top