Parenting

Yuk Bun, Ucapkan Terima Kasih Pada Ayah yang Mau Memberi Diri Mengasuh Buah Hatinya

pexels-photo-1157395

Bicara soal pola asuh anak, sejatinya peran ayah tak kalah penting lho dari ibu. Yup, keberadaan atau sosok ayah sangat diperlukan buah hati sejak ia lahir hingga usianya dewasa. Begini Bun, anak-anak yang tumbuh dengan pola asuh yang melibatkan ayah biasanya punya kehidupan sosial dan akademik yang cenderung lebih baik dibanding mereka yang justru berjarak atau tak punya komunikasi baik dengan ayahnya. Hal ini dipaparkan sendiri oleh Maureen Black, PhD, peneliti dan profesor pediatrik di University of Maryland School of Medicine.
“Kami menemukan anak-anak yang pada pola asuhnya melibatkan ayah cenderung punya masalah lebih sedikit,” ujar Maureen.

Secara spesifik, penelitian Maureen menunjukkan, anak-anak tersebut memiliki skill bicara yang lebih baik, dan masalah tingkah laku yang lebih sedikit, ketika dalam pola asuhnya melibatkan sosok ayah.

 

Penelitian serupa juga datang dari University of Illinois.  Anak-anak yang bahkan tidak tinggal satu rumah dengan ayah mereka. Misalnya, pada situasi perceraian justru memiliki kehidupan sosial yang lebih baik. Ini karena sang ayah rutin menanyakan kehidupan sekolah dan aktivitas sosial, cenderung memiliki hubungan yang baik di sekolah, ketimbang anak-anak yang mengalami hal sebaliknya.

Yang perlu digarisbawahi, makna ayah disini tak harus ayah biologis. Melainkan bisa ayah adopsi, ayah tiri, atau laki-laki dewasa yang ada di lingkungan sekitar anak. Para peneliti dari University of Oxford juga menemukan hasil serupa terhadap penelitian yang melibatkan sekitar 17 ribu anak usia sekolah di Inggris. Para peneliti ini menemukan ada hubungan erat antara hubungan atau kedekatan ayah terhadap kesuksesan akademis anak.
Psikolog Eirine Flouri, salah satu penulis studi menjelaskan, ayah yang benar-benar terjun dalam pengasuhan anak terlibat dalam hal-hal sederhana. Hal sederhana itu antara lain membaca untuk sang anak, pergi bermain dengan anak, tertarik dengan perkembangan akademik anak, dan melakukan peran sama dengan sosok ibu dalam pengasuhan anak.

“Anak-anak yang memiliki ayah dengan tipe seperti ini cenderung mendapatkan nilai yang lebih bagus di sekolahnya,” kata Fluori. Ia juga menekankan manfaat pola asuh ayah terhadap anak laki-laki maupun perempuan.

Terhadap anak laki-laki misalnya, selain manfaat yang telah disebutkan sebelumnya, ada beberapa dampak positif yang spesifik dari hubungan erat ayah dan anak laki-laki.

Contohnya, para peneliti dari University of Oxford menemukan, anak-anak tersebut cenderung jauh dari masalah dengan polisi ketika mereka tumbuh besar. Hal lainnya, menurut para pakar, ayah yang hebat dalam pola pengasuhan anak bisa menjadi role model positif bagi anak.

Ayah semacam ini pun membantu mereka memahami identitas gender ketika tumbuh dewasa, sama seperti bagaimana mereka lebih memahami perasaan dan emosi. Sementara itu, sosok laki-laki selain ayah biologis bisa memberikan manfaat lebih. Misalnya figur kakek, paman, atau teman baik ibu.

Sementara itu terhadap anak perempuan, nantinya hubungan ayah dan anak perempuan yang kuat juga memiliki manfaat tersendiri. Menurut riset dari Vanderbilt University, anak-anak perempuan yang punya hubungan dekat dengan ayahnya selama lima tahun masa awal kehidupan cenderung mencapai masa pubertas lebih lambat.

Selain itu, University of Oxford mencatat, anak-anak perempuan tumbuh dalam pola asuh ayah cenderung lebih jauh dengan masalah kesehatan mental di kemudian hari.

Kata-kata pujian yang sering dilontarkan ayah juga membantu anak perempuan mereka mampu tumbuh menjadi seorang perempuan yang independen dan percaya diri.

Click to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *


Sponsored Content

Baterai Gawai Harus Dihemat Karena Takut Ada Hal Darurat

samson-vowles-191386-unsplash

Gawai alias gadget pasti menemani Bunda kemana-mana saat ini. Mulai dari alat untuk selfie ketika ketemu kawan hingga update urusan sosial media. Terkadang malah kita terlupa fungsi utama dari gawai kita, yaitu untuk komunikasi. Seringkali gawai digunakan terus menerus untuk urusan remeh temeh. Tanpa pernah berpikir jika sewaktu-waktu dibutuhkan dalam keadaan mendesak.

Mulai dari hal sederhana misalnya ketika dalam janji bertemu teman sudah di lokasi malah terkendala memberi kabar. Atau ketika di tengah jalan ingin memesan ojek online, jadi terhambat karena baterai habis. Lalu adakah tipsnya untuk memaksimalkan urusan baterai ini?

Jangan Mengaktifkan WiFi dan Bluetooth, Apabila Tak Memakai Karena Berimbas Kepada Baterai

bernard-hermant-667645-unsplash

Mengaktifkan fitur-fitur tersebut saat tidak menggunakannya akan membuat baterai cepat habis karena wifi dan bluetooth dalam kondisi ON membuat sinyal terus bekerja dan mencari. Sehingga ini berimbas terhadap baterai Bunda yang tergerus secara cepat. Maka dari itu apabila tidak digunakan jangan diaktifkan.

Kunci Gawai Bunda Saat Tidak Digunakan, Jangan Dibiarkan

fabian-albert-450447-unsplash

Langkah lainnya yang dapat Bunda lakukan jangan lupa untuk menguci gawai anda. Karena mengunci gawai menjadikan smartphone ke dalam mode rehat dan istirahat, maka dari itu layar pun dalam kondisi mati tidak stand by saat Bunda mengunci gawai. Hal ini dilakukan agar gawai Bunda dapat bertahan lebih lama.

Jangan Membiasakan Menggunakan Gawai Saat Sedang Dicharge

chelsia-qiao-483318-unsplash

Apabila Bunda menggunakan gawai saat sedang dicharge itu akan memicu kerusakan pada baterai. Memang sekilas terlihat kalau gawai nampaknya normal-normal saja dan tak menghasilkan efek apa saja. Tetapi apabila Bunda kerap mekainnya dalam waktu yang lama dan sering, kondisi baterai akan cepat bocor sehingga gawai gampang sekali untuk lowbatt meskipun pemakaian belum menghabiskan waktu sampai seharian.

Lowbat Itu Tanda, Jangan Diabaikan Begitu Saja

fancycrave-698664-unsplash

Gawai memiliki kekuatan masing-masing tergantung seberapa besar daya yang dimiliki. Apabila daya dimiliki sangat banyak mungkin ia dapat bertahan hingga satu hari penuh. Seperti halnya gawai yang memiliki kapasitas baterai 5.000 mAh. Namun, tak berarti saat sedang lowbat Bunda dapat memakai sesuka hati, karena membiarkan gawai dalam kondisi mati baru charger dapat membuat baterai smartphone cepat rusak.

Miliki Tunggangan yang Bisa Charger, Karena Gawai Menyala itu Penting Jadi Jangan Diambil Pusing

Membawa Powerbank kemana-mana mungkin terlalu ribet, belum lagi kalau powerbank mati karena dayanya habis. Mungkin membeli Suzuki Nex II tak ada salahnya, selain dapat membantu Bunda lebih cepat untuk urusan mobilitas di dalam kota. Kuda besi satu ini menawarkan satu fitur yang berguna di era sekarang yakni USB Charger, yang dapat menyelamatkan Bunda saat kehabisan daya gawai di tengah perjalanan.

nex-brilliant-white2

Ditambah lagi kalau Bunda menempuh perjalanan jauh menggunakan motor maka makin pas saja menggunakan motor ini. Karena ukurannya kompak. Dari segi panjang saja Nex II berukuran 1.890 mm, kemudian lebar 675 mm dan tinggi 1.045 mm, yang sangat nyaman untuk di bawa berkendara selama berjam-jam. Apalagi ruang kakinya sangat lega sehingga bisa mengubah-ubah posisi kaki selama perjalanan.

Macet pun bukan lagi masalah serius bagi Suzuki Nex II. Karena motor ini mengusung Suzuki Eco Performance (SEP) dengan konfigurasi 1 silinder SOHC yang berkapasitas 113 cc mampu menyalurkan tenaga ke roda secara maksimal. Dengan kapasitas tangki penuh 3,6 Liter, konon bahan bakar tersebut bisa dipakai untuk jarak tempuh sejauh 176 km. Jadi Bunda tak perlu sering-sering mengisi bahan bakar.

Layaknya gawai yang selalu melengkapi penampilan Bunda, motor Suzuki Nex II ini juga penampilan yang menarik. Dengan bentuk lampu yang modern berbentuk meruncing disematkan pada bagian depannya. Bunda juga punya banyak pilihan warna dan grafis sesuai dengan selera.

Jadi jangan lupa menerapkan tips di atas agar bisa menjaga gawai selalu online ya Bunda.

 

Click to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Most Share

To Top