Mainan Anak

Yuk Asah Kreatifitas Anak Dengan Membuat Mainan Ini Di Rumah! Mudah dan Hemat Kok!

mainananak

Dunia anak adalah dunia bermain. Tidak salah rasanya bila kemudian orang tua memanjakan buah hatinya dengan aneka mainan. Namun akan lebih bijak bila kita sebagai orang tua sesekali mengajak anak membuat mainannya sendiri. Bukan hanya lebih hemat, kegiatan ini juga akan ampuh meningkatkan kreativitas anak. Melakukan kegiatan ini bersama-sama juga bisa menciptakan kedekatan antara anak dan orang tuanya.

Cukup dengan memanfaatkan barang-barang yang ada di rumah, anda dapat bermain dengan buah hati. Bukankah tak harus bermain dengan mainan yang mahal untuk menciptakan suasana yang menyenangkan? Berikut ide seru untu membuat mainan dari benda-benda yang ada di rumah.

1. Telepon kaleng dari kaleng susu bekas

Hanya dengan menggunakan dua kaleng susu kental manis, tali, paku dan paper clips anda dapat sudah dapat bersenang-senang dengan anak. Lubangi dasar kaleng dengan paku. Kemudian masukkan tiap ujung benang ke dalam lubang. Agar tidak lepas tahan dengan paper clips yang diletakkan di dalam kaleng. Renggangkan benangnya. Telepon kaleng siap digunakan. Mudah bukan?

2. Melukis dengan jari

Biarkan si kecil berekspresi di atas kertasnya. Hanya dengan bantuan kertas gambar dan cat air, anda dapat menciptakan suasana bermain yang menyenankan. Melukis dengan jari akan memberi pengalaman yang berbeda pada anak. Sesekali memberi kebebasan berekspresi pada anak akan baik untuk perkembangan jiwanya.

3. Perahu dari kotak kecil

Setiap bulan kotak susu anda hanya berakhir di tong sampah? Mulai sekarang hal itu tak akan terjadi lagi. Ajak anak untuk membuat perahu atau bus dari kardus susu yang telah terpakai. Hanya dengan menggunakan kardus bekas susu, lem, gunting dan kertas warni-warni anda dapat mewujudkan imajinasinya.

4. Rumah kertas dari paper bag

Memiliki paper bag bekas belanja yang tak terpakai? Ajak anak anda untuk membuat rumah kertas. Hanya dengan gunting, sedikit lem dan kertas warna-warni bebaskan anak anda untuk menjadi arsitek. Kalau hanya satu rumah kertas mungkin kurang menarik ya? Anda pun juga bisa ikut berkreasi untuk membuat rumah kertas yang diletakkan bertetanga dengan rumah kertas anak. Kalau sudah begini kegiatan bermain pun pasti jadi kian seru.

5. Kereta api dari pasta

Ada stok pasta di lemari es yang sudah expired dan tak bisa dimakan lagi? Daripada hanya dibuang percuma, anda bisa mengajak buah hati berkreasi. Ajak si kecil untuk membuat kereta dari pasta yang berbentuk panjang. Bukan hanya membuat kereta saja, bebaskan buah hati untuk membuat bentuk-bentuk sesuai dengan imajinasinya. Bukankah kreativitas itu tidak memiliki batas?

6. Menghias kelereng

Hanya dengan media kelereng anda sudah dapat mengajak anak bermain dan belajar. Siapkan kelereng, kemudian ajak anak untuk memberi warna pada kelereng. Setelah itu minta anak untuk mengelompokkan kelereng berdasarkan warnanya. Ajak anak untuk menghitung kelereng sesuai dengan warnanya. Kalau sudah begini bukan hanya bermain, anak pun bisa belajar penjumlahan.

7. Tempat tidur untuk boneka

Anda memiliki kardus besar atau koper yang tak terpakai? Jangan buru-buru dibuang. Dengan sedikit modifikasi anda dapat mengubahnya menjadi rumah boneka yang cantik. Cukup siapkan kertas warna-warni, kain perca, lem dan gunting. Ajak anak anda untuk mewujudkan imajinasinya.

8. Menjadi astronot

Hanya dengan bermodalkan kardus susu atau kardus sepatu anda dapat mengajak anak anda untuk bermain peran sebagai astronot. Lapisi kardus dengan kertas berwarna silver atau putih. Berikan dua tali di kanan dan kiri agar kadus dapat digendong di punggung. Tempelkan gulungan kertas tisu toilet yang telah habis. Astronot siap beraksi!

9. Membuat warna sendiri

Hanya dengan cat air atau cat minyak aneka warna anda dapat mengajarkan anak untuk mengenal warna. Ajak dia untuk mencampurkan dua atau tiga warna yang berbeda untuk menghasilkan kreasi warnanya sendiri. Misalnya dengan mencampurkan warna orange dan kuning, maka akan dihasilkan warna merah.

10. Kreasi dari tusuk gigi

Tusuk gigi adalah benda yang nyaris tersedia di setiap meja makan. Jangan salah! Anda juga dapat menggunakan tusuk gigi untuk bermain bersama si kecil. Agar lebih seru, warnai tusuk gigi dengan warna menarik. Ajak anak untuk membuat bentuk-bentuk. Kalau sudah begini, bukan hanya bermain saja, anak pun jadi bisa belajar bentuk.

 

Click to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *


Parenting

Jangan Remehkan Kesedihan Anak Setelah Kematian Orangtuanya, Terus Dampingi Dan Beri Empati

pexels-photo-236215

Memberitahukan berita kematian kepada anak bukanlah hal yang mudah. Hal ini karena pemahaman anak-anak yang masih terbatas dan belum sesempurna layaknya pemahaman orang dewasa. Sedangkan berita kematian merupakan sebuah berita yang membutuhkan kekuatan hati dan emosi untuk menerimanya.

Menurut Hana Yasmira, M.Si., seorang Parenting Communication Specialist menyatakan bahwa ada 3 topik atau tema yang sukar untuk dibicarakan dengan anak-anak, yaitu topik yang menyangkut dengan Sex, Death, and Divorce (SDD). Hal itu karena 3 topik tersebut menyangkut dengan pornografi dan juga perasaan kehilangan. Tapi dari ketiga tema tersebut, Death (kematian) dan Divorce (perceraian) merupakan topik yang paling sukar untuk dibicarakan dengan anak-anak.

Saat Anak Berduka Karena Kematian Ayah Atau Ibunya, Beri Ruang Padanya Untuk Mengekspresikan Kesedihan

Menurut Hana, ketika anak berduka karena kematian ayah atau ibunya, maka biarkan dia mengekspresikan kesedihannya. Dia juga mengatakan bahwa orang-orang di sekitar perlu belajar untuk memahami bahwa kesedihan yang dialami oleh anak merupakan bagian dari proses si anak untuk bisa menerima kehilangan. Selain itu, Hana juga menyatakan bahwa jangan mengabaikan, apa lagi meremehkan kesedihan anak.

Biarkan Anak Menangis, Jangan Doktrin Dia Dengan Perkataan Yang Tak Masuk Akal

Orangtua bisa membantu anak untuk mengkonfrontasi kesedihannya. Biarkan dia menangis karena itu adalah sebuah ekspresi yang akan membuatnya menjadi lega. Tapi sayangnya banyak orangtua yang tidak melakukan hal itu. Banyak diantara mereka yang justru mendoktrin anaknya dengan perkataan yang tidak masuk akal. Misalnya ketika yang menangis anak laki-laki, maka orangtua akan mengatakan bahwa anak laki-laki sebagai jagoan tidak boleh menangis. Doktrin seperti ini tidak membuat anak menjadi lega tapi justru akan membebani anak.

Dengarkan Dan Terima Apa Yang Dikatakan Anak

Dengarkan dan terima apa pun yang dikatakan oleh si anak, baik itu berupa harapan, perasaannya, maupun ketakutan si anak. Sikap seperti ini akan membuat anak untuk berbicara secara terbuka. Dengan begitu dia akan merasa bahwa anda memahami perasaannya. Bebannya jadi berkurang, karena dia tak merasa sendiri lagi.

Pancing Anak Untuk Berbicara. Berikan Bantuan Padanya Jika Memang Dibutuhkan

Pancinglah apa yang menjadi kesedihan si anak dan anda sebagai orangtua harus dapat memberi jalan keluar. Jika anak tidak bisa mengungkapkan perasaannya secara lisan, maka pancing dengan cara lain, misalnya melalui permainan, boneka, dan lain sebagainya.

Anda Juga Tidak Perlu Menghakimi. Biarkan Kesedihan Anak Reda Dengan Sendirinya

Apa pun yang diungkapkan oleh anak, maka orangtua sebaliknya tidak menyampaikan pesan balik. Menurut Hana, orangtua harus menerima apa pun yang diungkapkan oleh anak. Misalnya saja ketika anak sedang sedih, maka orangtua mengiyakan kesedihannya. Cara ini akan membuat emosi anak menjadi reda dengan sendirinya.

Jangan Ungkapkan “Ayah Atau Ibu Pergi Ke Surga”

Kadang untuk menjawab pertanyaan anaknya, orangtua menjawab “ayah pergi ke surga”, “pergi jauh”, dan lain sebagainya. Jawaban ini justru akan membingungkan anak karena pikiran anak yang masih konkrit bisa saja menunggu dan mencari orang yang dikatakan “pergi jauh” itu. untuk itulah, orangtua sebaiknya jujur dan mengungkapkan apa adanya. Jelaskan kepada anak tentang situasi yang sebenarnya dengan bahasa yang sederhana sehingga mudah dipahami oleh anak.

Kesedihan Anak Akan Usai, Namun Jangan Paksa Anak Untuk Segera Menghilangkan Kesedihannya

Menurut Hana, rasa sedih pada anak tidak selalu mudah untuk pergi. Tapi ketika sudah pergi maka anak pun akan kembali seperti semula. Untuk itulah, saat menemani anak, orangtua tidak boleh membiarkan kesedihannya menumpuk terus, tapi juga tidak boleh mengabaikan lalu menghilangkannya.

Bantu Anak Untuk Tak Merasa Bersalah

Bukan tidak mungkin anak akan merasa bersalah oleh kematian orangtuanya. Mungkin selama orangtuanya sakit, dia jarang menjenguknya. Apakah hal ini bisa hilang? Itu tergantung sejauh mana orang tuanya berempati. Jika orangtuanya kurang peka dan empati pada perasaan anak maka bukan tidak mungkin perasaan itu akan berubah jadi rasa kecewa,dan perasaan kecewa tersebut bisa berdampak negatif. Untuk itulah, dalami perasaan anak agar dia mau mengungkapkannya.

Memang tidak mudah untuk menyampaikan berita duka kepada anak-anak. tapi dengan ketulusan hati maka hal itu akan bisa dilakukan.

Click to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *


Parenting

Kerap Dilakukan Sehari-hari, Menyusui Sambil Bermain Gadget Ternyata Berbahaya

pexels-photo-235243

Gadget telah menjadi gaya hidup masyarakat modern. Sejak kemunculannya beberapa waktu yang lalu, ponsel pintar telah berhasil menarik jutaan orang yang ada di seluruh dunia, bukan hanya mereka yang berusia muda tapi orang tua pun banyak yang tertarik. Aneka fitur yang disematkan di dalamnya, membuat keberadaaan gadget layaknya kebutuhan.

Namun ternyata kecanggihan teknologi yang satu ini tidak selalu menimbulkan dampak baik. Salah satu dampak negatif dari gadget adalah adanya para ibu yang menyusui sambil bermain gadget. Aktivitas ini ternyata memiliki dampak negatif, terutama untuk si kecil loh Bunda.

Dapat Menghilangkan Kepekaan Ibu Terhadap Keadaan Anaknya Yang Tengah Disusui

Keasyikan bermain gadget dapat membuat ibu tak tahu keadaan buah hatinya. Bisa saja karena fokus dengan gadgetnya, ibu jadi tak tahu saat anaknya telah kenyang atau bahkan ngompol. Kondisi-kondisi seperti ini hendaknya diketahui oleh ibu agar dapat memberikan ASI-nya sesuai dengan kebutuhan si kecil.

Belum Lagi Keterikatan Antara Ibu Dan Anak Yang Bisa Ikut Rusak

Keterikatan antara ibu dan anak pada masa-masa awal usianya sangatlah penting. Namun hal itu bisa rusak akibat ibu yang memainkan gadget-nya pada saat menyusui. Kondisi ini dapat berdampak buruk bagi perkembangan emosi anak pada saat telah dewasa nanti. Salah satu dampak yang cukup serius adalah anak jadi bisa memiliki masalah kecemasan saat dia besar nanti.

Lebih Parahnya Lagi, Anak Pun Merasa “Dicuekin”

Bisa dibayangkan bagaimana rasanya jika anda sedang mengajak bicara dengan suami namun dia justru lebih memperhatikan tayangan pertandingan sepak bola yang ada di layar kaca? Rasa kesal dan jengkel tentu akan anda rasakan. Begitu pula dengan bayi anda. Dia akan merasa bahwa ibunya lebih perhatian dengan gadget atau hal lainnya dari pada dengan dirinya.

Sehingga pada beberapa kasus, ada ibu yang putingnya digigit oleh anaknya saat sedang menyusui. Hal itu terjadi karena saat sedang menyusui ibu tidak fokus terhadap anaknya. Mungkin saat itu ibu sedang bermain gadget, menonton TV, atau aktivitas lainnya yang membuat konsentrasi ibu terpecah. Mengigit puting adalah salah satu ekspresi anak untuk mengungkapkan rasa kesalnya pada ibunya.

Meski Begitu Ada Beberapa Ahli Psikologi Anak Yang Memperbolehkan Ibu Menyusui Sambil Memainkan Gadget

Meskipun banyak ahli psikologi anak yang tidak menyarankan para orangtua memainkan gadget sambil menyusui, namun ada beberapa ahli psikologi anak juga yang menganggapnya tidak masalah. Menurut mereka bahwa ibu adalah seseorang yang mampu melakukan beberapa aktivitas sekaligus atau disebut multitasking. Sehingga meskipun sambil menyusui buah hatinya, ibu masih diperbolehkan untuk memainkan gadgetnya.

Pada Akhirnya Fokus Saat Menyusui Dan Hanya Menggunakan Gadget Saat Ada Hal Yang Penting Saja Akan Jauh Lebih Berarti Untuk Anak

Dari kedua pendapat tersebut, manakah yang menurut anda paling bisa diikuti? Tentu yang paling tepat adalah berhati-hati dalam mendidik dan menjaga buah hati kita. Tentu para ibu lebih menyayangi anak-anak daripada sebuah gadget bukan? Untuk itu, fokuskan diri saat sedang menyusuinya. Anda dapat bermain gadget saat sedang menyusui si kecil jika memang ada pesan yang sangat penting dan membutuhkan balasan segera. Cara ini jauh lebih baik dari pada anda keasyikan bermain gadget sementara si kecil yang ada di pangkuan dicuekin begitu saja.

Click to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *


Parenting

Agar Tak Salah Pakai, Para Ibu Wajib Tahu Kegunaan Dari Produk-produk Perawatan Bayi Yang Sekilas Mirip Ini

pexels-photo-208153

Ada berbagai macam produk perawatan bayi yang ada di sekitar kita. Umumnya produk perawatan bayi akan didapatkan secara lengkap jika kita membelinya dalam satu paket. Meskipun mudah didapatkan secara lengkap, sebaiknya kita sebagai orangtua mengetahui kegunaan dari masing-masing produk produk perawatan bayi tersebut.

Baby Oil Digunakan Untuk Melembabkan Kulit Bayi Dan Menghilangkan Kerak Pada Kulit Kepalanya

Siapa yang tidak mengenal produk perawatan bayi yang satu ini? Sebagai orangtua tentulah sudah sangat familier dengan baby oil. Baby oil adalah produk perawatan bayi yang terbuat dari minyak mineral. Kegunaan dari produk perawatan bayi yang satu ini adalah untuk membantu membersihkan area popok pada bayi. Baby oil juga bermanfaat sebagai pelembut kulit bayi.

Selain kegunaan di atas, Bunda juga menggunakan baby oil ini untuk melembabkan kulit bayi dan menghilangkan kerak pada kulit kepalanya. Seperti kita tahu bahwa pada bayi yang baru lahir akan terdapat kerak di kulit kepalanya. Pada usia tertentu kerak ini akan hilang dengan sendirinya. Namun untuk mempercepat proses pengelupasan kulit tersebut, Bunda dapat menggunakan baby oil ini.

Baby Lotion Bisa Membuat Kulit Bayi Tetap Lembab Dan Wangi

Selain baby oil, ada juga produk perawatan bayi yang disebut baby lotion. Produk perawatan bayi yang satu ini terbuat dari campuran minyak dan air. Namun kandungan airnya lebih banyak. Kegunaan dari produk yang satu ini adalah sebagai pelembab kulit bayi dan untuk melembutkannya. Selain itu, baby lotion juga dapat dimanfaatkan untuk mencegah kekeringan pada kulit bayi sehingga kulitnya pun akan tetap lembab dan wangi tentunya.

Sedangkan Baby Cream Dapat Mengurangi Gesekan Dan Juga Pengelupasan Pada Kulit Bayi

Sedikit berbeda dengan baby lotion yang memiliki jumlah air banyak, baby cream terbuat dari campuran air dengan minyak. Namun komposisinya lebih banyak minyaknya. Kegunaan dari produk perawatan yang satu ini adalah untuk menghambat terjadinya kekeringan kulit bayi, terutama kekeringan yang disebabkan oleh eksim susu.

Kegunaan lainnya dari baby cream adalah untuk mengurangi gesekan dan juga pengelupasan pada kulit bayi. Disamping itu, Bunda pun dapat menggunakan baby cream ini untuk melembutkan dan melembabkan kulit bayi.

Mengoleskan Minyak Telon Saat Bayi Selesai Mandi Akan Membuat Badannya Terasa Hangat Dan Nyaman

Selain baby oil, baby lotion, dan baby cream, Bunda tentunya sudah tidak asing dengan minyak telon. Kegunaan minyak ini adalah untuk menghangatkan bayi. Minyak telon sangat cocok diberikan pada saat bayi selesai mandi untuk membuat badannya terasa hangat dan nyaman.

Manfaatkan Bedak Bayi Untuk Mengatasi Biang Keringat Dan Ruam Kulit Pada Kulit Bayi

Produk perawatan bayi yang lainnya adalah bedak bayi. Jenis produk bayi yang satu ini sangat populer dikalangan masyarakat. Bedak bayi berfungsi untuk mengatasi biang keringat pada kulit bayi. Selain itu, bedak bayi pun dapat dimanfaatkan untuk mengatasi ruam pada kulit bayi. Kebanyakan orangtua juga menggunakan bedak bayi setelah bayi ngompol untuk membuat area sekitar popok menjadi kering.

Nah, itulah beberapa produk perawatan bayi beserta kegunaannya. Jangan sampai Bunda salah dalam pemakaian karena hal itu bisa menyebabkan iritasi dan dampak lainnya pada bayi. Untuk lebih jelasnya, bacalah panduan penggunaan pada setiap produk perawatan bayi yang anda beli.

Click to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Most Share

To Top