Parenting

Walau Ayah dan Bunda Baru Pulang Kerja, Selalulah Berusaha untuk Tetap Ajak Si Kecil Main Bersama

anak sakit

Kendati baik ayah maupun Bunda sama-sama bekerja, ketika si kecil sudah lahir dan sedang dalam masa tumbuh kembang seharusnya kondisi tersebut tak harus menghalangi bunda memiliki waktu bermain khusus bersama si kecil. Ya, kami tahu bunda harus bekerja, tapi manfaatkanlah waktu selepas pulang kerja untuk mengajaknya bermain.

Bukan semata untuk menyenangkan buah hati bunda. Justru dengan melihat tingkah, senyum, dan suaranya yang menggemaskan, si kecil akan membantu mengusir lelah yang Bunda rasakan, sekaligus membuat Bunda bersemangat kembali.

Tapi ingat bun, karena mungkin bunda atau ayah tiba di rumah di malam hari, dan mungkin tubuh sudah mulai lelah, aktivitas atau permainan yang bunda pilih pun harus disesuaikan. Ini dia permainan yang tidak menguras energi dan bisa bunda lakukan bersama si Kecil sepulang kerja. Yuk disimak, bun!

Bermain Balok Susun

Seperti halnya kemampuan motorik dan psikomotorik, daya imajinasi si kecil pun perlu mendapatkan stimulasi yang cukup ya bun. Terutama di usianya yang sekarang ini, yuk bun sering-seringlah mengajaknya memainkan permainan yang memacunya untuk berimajinasi. Salah satunya dengan bermain bongkar pasang atau balok susun bun!

Bunda hanya perlu menyiapkan balok susun dan ajari si kecil soal cara menyusunnya. Kalau sudah, tantang si kecil untuk menyusun hingga bentuknya serupa dengan benda-benda yang sudah ia kenal. Mulai dari mobil, rumah, sampai pesawat. Nah, selama si kecil asyik menyusun balok, bunda bisa memperhatikannya sembari istirahat.

Atau Ajaklah Bermain Flash Cards, Bun!

Berikutnya, bunda juga bisa mengajak si kecil bermain flash cards. Di balik cara bermainnya yang sederhana, permainan satu ini menstimulasi otak si kecil, sekaligus melatih konsentrasi dan daya ingatnya agar semakin kuat, Bun.

Bunda hanya perlu menyiapkan flash cards dengan aneka seri dan tema. Selanjutnya, bacakan flash cardsatu per satu sambil memperlihatkan gambarnya pada si kecil. Bila sudah, uji daya ingat si kecil dengan menantangnya untuk mengambilkan kartu sesuai kata benda yang bunda sebutkan.

Atau Ajak si Kecil untuk Mewarnai Saja Bun

Aktivitas menggambar atau mewarnai bersama jelas menyenangkan dan tak perlu menguras banyak tenaga. Yup dengan melakukan hal ini, bunda tak akan kelelahan sekalipun baru pulang kerja.

Cukup sediakan buku gambar, pensil, serta pensil warna, kemudian mulailah menggambar satu atau dua objek yang sudah dikenal si kecil. Misalnya, bunga dan pohon. Selanjutnya, ajak si kecil untuk mewarnai hasil gambar bunda bersama-sama. Aktivitas ini juga bisa menjadi cara menyenangkan untuk mengajari si kecil mengenal aneka warna, bun!

Bermain Dokter-dokteran Juga Seru

Permainan yang satu ini juga bisa jadi win-win solution untuk bunda dan si kecil. Selama bermain, si kecil akan mendapatkan waktu berkualitas yang ia butuhkan bersama. bunda juga bisa banyak beristirahat. Cara bermainnya, mintalah si Kecil berpura-pura menjadi dokter, sedangkan Bunda menjadi pasiennya.

Kemudian, berpura-puralah sakit dan minta si kecil untuk memeriksa serta merawat bunda. Tak sekadar memberi bunda waktu beristirahat sambil tetap bermain bersama si Kecil, permainan ini juga akan sekaligus menghibur bunda. Siap-siap dibuat geli dengan tingkah balita tersayang saat ia berpura-pura menjadi dokter dan merawat bunda dengan sigap.

Membangun Benteng dari Peralatan Plastik yang Sudah Tak Dipakai

Bunda juga bisa mengajak si Kecil membangun benteng dari susunan gelas plastik. Cukup siapkan gelas-gelas plastik berbagai ukuran, kemudian contohkan pada pada si kecil bagaimana cara menyusunnya supaya menyerupai sebuah benteng. Permainan yang satu ini akan melibatkan imajinasi sehingga bisa membuatnya tenggelam dengan alam imajinasinya sendiri. Nah, saat itulah Bunda bisa curi-curi waktu untuk istirahat.

Click to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *


Parenting

Cerita Donna Agnesia Urus Tiga Buah Hati yang Beranjak Remaja

donna

Bun, sebagai seorang ibu, tentu kita punya tantangan masing-masing dalam menjalankan peran ya. Nah, hal ini juga yang dirasakan oleh Donna Agnesia. Perempuan yang menikah dengan Darius Sinathrya ini dikaruniai tiga orang anak yaitu Lionel Nathan Sinathrya Kartoprawiro, Diego Andres Sinathrya dan Quinesha Sabrina Sinathrya.

Sebagai wanita karier sekaligus ibu dengan tiga anak, Donna pun dituntut untuk dapat membagi waktu. Bagi Donna, salah satu hal penting yang harus diperhatikan oleh ibu bekerja adalah memastikan kebutuhan anak-anaknya terpenuhi, meskipun tak bisa mendampingi selama 24 jam.

“Saya pergi keluar rumah, saya pastikan anak-anak di rumah kebutuhannya terpenuhi. Dia tidak pernah kehilangan kasih sayang, walaupun papa mamanya sibuk bekerja,” kata Donna Agnesia seperti dikutip dari Kumparan, Selasa (25/6).

Donna mengatakan seorang ibu harus bisa menguasai banyak hal. Bukan hanya pintar mengatur keuangan dan anak, tapi juga bisa melihat bakat dan masa depan anak-anaknya.

“Aku juga masih belajar terus jadi ibu yang sempurna, paling enggak buat anak-anak saya dan oh ya, happy mom, happy life. Happy mom, happy kids,” tuturnya.

Ia juga mengatakan, sosok seorang ibu pun harus mampu menjadi teman, kakak, bahkan menjadi sosok ayah untuk anak-anaknya. Ia pernah merasakan peran sebagai ayah ketika Darius meninggalkan rumah untuk bekerja dalam waktu yang lama.

Kendati demikian, tanggung jawab untuk mengurus buah hati bukan hanya ada di tangan ibu saja. Kehadiran ayah juga penting untuk tumbuh kembang anak-anaknya.

“Saya bilang ke Darius, ‘kita punya dua anak laki-laki, tapi di rumah isinya perempuan semua, butuh figur laki-laki. Jadi, kalau kamu lagi punya waktu di rumah manfaatkanlah itu untuk quality time sama anak-anak’,” ujar Donna.

Darius pun selalu menanamkan cara menjadi laki-laki yang baik kepada anak-anaknya ketika mereka sedang berkumpul bersama.

“Supaya anak bisa jadi laki-laki yang baik dan membangun keluarga, enggak bisa salah satu. Anak-anak bahagia itu, kalau melihat orang tuanya akur, rukun, gitu kan anak-anak jadi rasakan di keluarga,” tutup Donna Agnesia.

Click to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *


Mom Life

Tips Me Time untuk Ibu Muda Ala Cynthia Riza

cynthia rizaa

Sebagai seorang ibu, ada baiknya Bunda tak hanya bekerja, tapi juga merawat diri sendiri atau melakukan self-care. Setelah bekerja seharian, entah di kantor atau merapikan rumah, maka Bunda punya hak istimewa yaitu melakoni me time guna relaksasi atau membuat seorang ibu jadi lebih percaya diri. Nah, salah satu ibu muda yang selalu menyediakan waktu untuk me time yakni Cynthia Riza, influencer sekaligus istri Giring Ganesha.

Cynthia bercerita setiap hari ia bangun setidaknya 1 jam sebelum suami dan anak-anaknya. Tujuannya, agar ia punya quality time untuk diri sendiri di pagi hari.

“Aku bangun jam 5 setiap hari. Biasanya aku siapin sarapan dulu, keperluan sekolah anak setelah semua beres baru aku mandi, pakai make-up, bangunin suami deh. Jadi aku bangunin suami udah cantik dan wangi. Merawat diri di pagi hari itu penting buat bikin mood enak sepanjang hari,” papar Cynthia.

Tak hanya di pagi hari, Cynthia juga meluangkan waktu untuk “mandi mewah” setiap sore. Yang dimaksud mandi mewah adalah mandi tanpa diteriaki anak sehingga ia tak perlu buru-buru. Tentu momen seperti itu langka ya, Moms, bagi para ibu. Namun karena dukungan suami dan anak-anaknya, Cyntia bisa menikmati mandi mewah ini setiap sore.

“Setiap hari aku butuh quality time di mandi sore aku. Anak-anak sudah tahu, kalau mama mandi sore, butuh 15 menit minimal, jangan diganggu dulu. Biasanya aku mandi sambil dengerin musik, nyanyi lagu kesukaan, kadang juga luluran. Keluar juga, sudah happy lagi,” cerita Cyntia.

Selain itu, Giring juga mendukung Cyntia untuk merawat diri dengan memberinya waktu untuk ke salon. Dalam seminggu, ia bisa 2-3 kali pergi ke salon. Cynthia mengaku kegiatan self-care ini membuatnya lebih nyaman dengan dirinya sendiri.

Click to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *


Parenting

KPAI Ungkapkan Keuntungan PPDB dengan Sistem Zonasi Nih Bun

children-close-up-crowd-764681

Tahukah Bunda, sistem zonasi pada Penerimaan Peserta Didik Baru (PPDB) ternyata masih menuai pro dan kontra di berbagai kalangan. Kalau Bunda melihat dan membaca berita, masih banyak bahkan ratusan orang tua rela antre untuk mendaftarkan anaknya di sekolah pilihan. Lalu, ada pula yang melakukan protes lantaran anaknya dirasa pintar namun tak bisa melanjutkan pendidikan di sekolah unggulan.

Mengenai polemik sistem zonasi ini, ternyata KPAI punya pandangannya tersendiri. Menurut Komisioner Komisi Perlindungan Anak Indonesia bidang pendidikan, Retno Listyarti justru akan ada beberapa keuntungan yang dirasakan betul oleh anak lewat sistem zonasi PPDB 2019.

“Kami dari KPAI menilai bahwa mendekatkan anak dari rumah ke sekolah adalah kepentingan terbaik bagi anak. Sebagaimana amanat pada undang-undang perlindungan anak. Bayangkan anak yang rumahnya dekat, dia sehat enggak perlu naik kendaraan, cukup jalan kaki atau sepeda,” ujarnya kepada awak media, Rabu (19/6/2019).

Anak-anak Diharapkan Jadi Lebih Sehat

Anak-anak khususnya yang ada di Jakarta terbiasa berangkat ke sekolah sejak pagi hari sebelum jam enam. Untuk yang rumahnya jauh dari sekolah, hal ini membuat anak-anak melewatkan momen sarapan. Padahal, kalau bisa bersekolah di sekolah yang dekat rumah, kesehatan anak akan jauh lebih baik karena mereka jadi lebih sempat sarapan. Dengan jarak ke sekolah yang dekat, makanan siang bisa diantar orang rumah. Dari masalah gizi, kesehatan pencernaan bisa teratasi.

“Ketiga, anak ini karena dekat rumahnya dengan sekolah. Maka temannya di sekolah sama dengan teman mainnya di rumah. Kenal orang tuanya, keluarganya, ini akan menutup akses terkait dengan tawuran. Semuanya kenal, enggak mugkin tawuran. Ini kan baik dengan anak-anak,” kata Retno.

Sistem Zonasi Dianggap Mampu Menurunkan Angka Kekerasan

Retno melanjutkan, karena dekat dengan sekolah, jadi orang tua bisa terlibat dan memantau beragam kegiatan anak. Bahkan lebih jauh lagi, sistem zonasi dapat menurunkan angka kekerasan dalam pendidikan termasuk tawuran yang rentan meresahkan.

“Ketika mereka bergaul dengan teman yang diketahui sejak kecil. Bagus untuk tumbuh kembang anak. Apalagi kan anak SD, ngapain sih jauh-jauh sekolah? Kalau SMA, taruhlah di tempat yang agak jauh misalnya, mungkin pilihannya bisa lebih. Kalau SMA, mungkin dia mau lebih jauh, pergaulan yang luas. Ini orang tua mempermasalahkan nanti anaknya kurang pergaulan. Padahal sekarang semuanya lewat gadget, enggak terbatas ruang dan waktu,” tutur Retno.

Orangtua Pun Dapat Mengawasi Anak

KPAI memandang ini lebih penting bagi tumbuh kembang anak terutama anak SD. Sekarang kalau kita lihat yang anak SD, Bun, pasti semuanya dijemput dengan mobil, motor karena sekolahnya jauh. Jika dekat rumah, menurut Retno, kita sebagai orang tua bisa awasi anak.

“Semua hal yang membahayakan anak bisa kita minimalkan. Saat anak SMA atau SMK, misalnya pakai zonasi, mau lebih jauh, kita bisa lepas. Enggak ada syaratnya kalau SD. KPAI sepakat dengan sistem zonasi. Kita harus bersabar saat ini, hasilnya belum kelihatan karena baru mulai. Tapi perlahan akan mulai kelihatan contohnya di Kota Bekasi, di sana sudah membuka tujuh sekolah baru,” ujar Retno.

Click to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Most Share

To Top