Parenting

Untuk Ibu Pemula; Begini Tips Memandikan Bayi Yang Benar

baby-2859657_640

Bagi sebagian orang, memandikan bayi menjadi aktivitas yang mendebarkan. Hal ini karena saat memandikan bayi, Bunda sebagai orang tua harus selalu berhati-hati agar jangan sampai terjadi sesuatu pada si kecil. Tentunya hal yang sama juga dialami oleh para ibu muda, terutama bagi mereka yang baru saja melahirkan anak pertamanya.

Rasa waswas dan berdebar-debar tentu dialami oleh para ibu muda. Untuk itu, agar proses memandikan bayi dapat berjalan lancar, Bunda dapat melakukan tips-tips di bawah ini.

Hindari Memandikan Bayi Dengan Air Dingin

Perlu Bunda ketahui bahwa kulit bayi yang masih sensitif akan menjadi kering jika terkena air dingin. Selain itu, air dingin juga tidak baik untuk kesehatan bayi sehingga hindari menggunakan air dingin saat memandikan bayi. Akan lebih baik bila Bunda memandikannya dengan air hangat.

Minimalisir Penggunaan Busa yang Mengandung Banyak Detergen Saat Memandikannya

Saat ini banyak sekali produk perawatan bayi yang mengandung detergen, terutama pada sabun mandi dan sampo. Untuk bayi yang berusia antara 0-6 bulan, sebaiknya hindari penggunaan produk perawatan yang mengandung banyak busa. Sebagai solusinya, pilihlah sabun bayi yang mengandung vitamin E, dengan sedikit kandungan detergen.

Penggunaan Sabun Antibakteri Dan Antiseptik Sebaiknya Juga Dihindari

Saat ini banyak dijual sabun bayi antibakteri atau antiseptik. Ternyata jenis sabun seperti ini tidak dianjurkan oleh dokter karena sabun-sabun antibakteri bersifat irritant sehingga tidak baik untuk kulit bayi. Bunda bisa memilih sabun bayi dengan kandungan PH balance sehingga tidak pedih di mata.

Jangan Langsung Memandikan Bayi Setelah Selesai Makan, Sebab Dapat Membuatnya Muntah

Sebaiknya Bunda jangan langsung memandikan bayi saat selesai makan atau minum ASI, terutama untuk bayi yang masih berusia beberapa hari. Hal itu karena pada umumnya bayi yang dimandikan setelah makan akan muntah sehingga Bunda harus memandikannya lagi.

Buka Baju Bayi Dengan Hati-hati Dan Letakkan Pada Posisi yang Nyaman

Tahap ini harus dilakukan hati-hati agar si kecil tak terkilir. Untuk bayi dengan usia antara 0 sampai 4 bulan, Bunda harus meletakannya di pangkuan. Sebaiknya alasi dengan handuk supaya posisinya lebih nyaman. Dengan demikian, buah hati pun tidak akan rewel saat dimandikan.

Bersihkan Area Wajah dan Kepala Bayi Dengan Lembut

Proses memandikan bayi diawali dengan membersihkan sekitar area wajah. Mulailah dengan membersihkan area mata dengan kapas yang sudah dibasahi dengan air hangat. Kemudian, bersihkan seluruh wajah secara lembut dan hati-hati. Setelah area wajah dirasa sudah bersih, maka langkah selanjutnya adalah dengan membasuh kepala.

Setelah Itu Bersihkan Seluruh Tubuh Bayi

Jika area wajah dan kepala dianggap sudah bersih, maka langkah yang selanjutnya adalah dengan membersihkan seluruh tubuh. Basuh seluruh tubuh bayi mulai dari leher, tangan, perut, area kemaluan, pantat, dan kaki. Perhatikan juga area-area lipatan seperti ketiak dan lipatan pada kaki.

Selanjutnya Bunda Bisa Mulai Menyabuni Tubuh Bayi

Setelah seluruh tubuh bayi basah oleh air, maka gilirannya untuk memberi sabun. Sabunilah tubuh bayi mulai dari kepala sampai ujung kaki. Sebaiknya gunakan waslap agar proses penyabunan lebih mudah. Tetap lakukan dengan lembut agar bayi tak gelisah ya Bun!

Setelah Penyabunan Selesai, Bilas Badan Bayi Hingga Tak ada Sabun Yang Menempel

Jika penyabunan telah selesai, maka langkah selanjutnya adalah membersihkan sabun dari tubuh bayi. Lakukan seperti saat Bunda membasuhnya diawal mandi. Bilas badannya hingga tidak ada lagi sabun yang masih menempel. Saat akan melakukan tahapan ini, pastikan air yang akan digunakan masih tetap hangat.

Terakhir, Keringkan Tubuh Bayi dengan Handuk Kering dan Pakaikan Baju Untuknya

Kemudian langkah yang berikutnya adalah mengeringkan tubuh bayi. Bungkus bayi dengan handuk yang kering lalu tepuk-tepuklah tubuhnya secara lembut. Biarkan handuk tersebut melekat pada tubuhnya hingga beberapa saat. Dan jika dianggap sudah cukup maka pakaikanlah bajunya.

Ingat, semua proses di atas sebaiknya dilakukan secara lembut dan hati-hati. Mintalah bantuan kepada orang yang lebih berpengalaman untuk mengawasi, sehingga jika terjadi kesalahan dapat segera dibetulkan.

Click to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *


Hiburan Anak

Punya Banyak Waktu Bersama Anak? Ajak Saja Liburan Keliling Jakarta Saat Akhir Pekan

Menghabiskan waktu dengan keluarga jelas menyenangkan. Terutama untukmu yang sekarang sedang menikmati peran sebagai orangtua baru, rasanya setiap hari ingin rasanya pergi bersama si kecil. Tak perlu khawatir, selagi kamu menetap di Jakarta, sejatinya hal itu mudah kamu wujudkan. Sekalipun mungkin di hari biasa kamu akan disibukkan mengurusi keperluan keluarga, manfaatkan saja waktu di akhir pekan.

Ajak Si Kecil Berkunjung ke TMII Sekaligus Kenalkan Budaya Indonesia

Ini dia tempat yang dari dulu selalu jadi tujuan wisata warga Jakarta, bahkan destinasi ini juga populer bagi pengunjung dari luar Jakarta yang ingin berwisata di Jakarta. Hal ini terbukti dari ribuan pengunjung memadati tempat wisata ini, mayoritas terdiri dari anak-anak, kaum muda, dan orang tua.

child-childrens-baby-children-s

Tiket masuk ke TMII dibagi menjadi tiket pintu masuk perorangan normal yang terhitung untuk umur 3 tahun keatas Rp. 10.000/orang. Mengingat TMII ini merupakan tempat wisata yang cukup luas, akan lebih menyenangkan kalau bisa mengelilingi tempat ini dengan kendaraan pribadi. Penting diingat, jam operasional TMII adalah buka pada Pkl. 07.00 WIB sampai Pkl. 22.00 WIB.

Kalau Untukmu dan Buah Hati yang Ingin Berkeliling Taman Hiburan, Mungkin Taman Impian Jaya Ancol Bisa Jadi Pilihan Menarik

Nah untukmu yang lebih suka berkeliling taman hiburan sembari melihat pemandangan pantai, datang saja ke taman Impian Jaya Ancol tepatnya. Disini kamu bisa menemukan berbagai macam tempat yang bisa kamu pilih untuk rekreasi. Taman Impian Jaya Ancol yang berlokasi di Jakarta Utara, dan untuk dapat mencapai tempat ini juga sangat mudah karena kamu bisa naik kendaraan pribadi ataupun alat transportasi umum.

ancol
Tiket masuk Taman Impian Jaya Ancol yaitu sebesar Rp 25.000/orang. Untuk menikmati kawasan tertentu, kamu masih harus membayar biaya tambahan. Tapi jangan khawatir, ada juga beberapa kawasan yang dapat kamu nikmati secara gratis.

Latih Si Kecil Untuk Tak Takut Ketinggian dengan Menikmati Pemandangan Apik dari Puncak Monas

Tempat yang paling ikonik ini bisa jadi pilihan saat kamu dan buah hati ingin berjalan-jalan santai tapi sekaligus pelesiran ke pusat kota. Monumen ini terbuka untuk umum dan buka setiap hari dari Pukul 08.00 hingga Pukul 15.00 WIB, kecuali pada Senin pekan terakhir setiap bulan biasanya ditutup untuk umum.

monas
Tak perlu merogoh kocek dalam-dalam, sebab untuk harga tiket masuknya, hanya dikenakan biaya Rp 5.000 per orang. Namun kalau kamu ingin mencapai puncak Monas, dikenakan biaya tambahan yaitu Rp 10.000 per orang. Murah meriah, bukan?

Sementara Untukmu yang Memburu Sore Hari Nan Santai, Coba Saja Sambangi Area Kota Tua

Ada sejumlah tempat historis di kawasan Kota Tua, seperti Museum Fatahillah, Pelabuhan Sunda Kelapa, Museum Bank Indonesia, Museum Seni Rupa dan Keramik, Toko Merah, dan masih banyak lagi museum yang ada di kawasan Kota Tua Jakarta. Kamu punya banyak pilihan kalau menyambangi tempat ini.

kota tua

Selain itu, tidak hanya tempat-tempat historis, kamu juga dapat menikmati kuliner bersama si kecil dengan menyempatkan berkunjung ke Cafe Batavia atau Cafe Gazebo, serta kamu dapat menikmati aneka jajanan seperti gado-gado, soto, hingga kerak telor khas Jakarta.

Agar Lebih Seru Coba Ajak Berkendara Dengan Motor

Naik mobil mungkin nyaman, namun kalau anak sudah beranjak besar tak ada salahnya untuk mengajaknya jalan-jalan mengisi liburannya dengan naik motor. Sensasinya akan terasa berbeda, karena si kecil akan bersentuhan langsung dengan sekitarnya ketika dalam perjalanan. Ia jelas akan lebih banyak bicara menghadapi situasi jalanan secara langsung.

Tapi untuk mengajak si kecil tentunya diperlukan motor yang menjamin kenyamanannya. Salah satu yang bisa dijajal adalah Suzuki NEX II Sebagai keluaran terbaru, Suzuki NEX II tampil lebih besar dari generasi sebelumnya. Dari segi panjang, Nex II berukuran 1.890 mm, dengan lebar 675 mm dan tinggi 1.045 mm. Sedangkan generasi pertamanya, Nex, memiliki panjang  1.850 mm, lebar 665 mm, dan tinggi 1.035 mm. Meskipun berukuran lebih besar dari pendahulunya, Nex II masih memiliki prinsip sebagai kendaraan roda dua yang berukuran kompak dan ramping.

nex stronger red

Demi menunjang sisi kenyamanan pengendara, Suzuki pun melakukan perubahan pada posisi jok motor, agar rasa pegal saat riding tidak lagi menjadi musuh utama setiap pengendara. Nah, lebar jok dan panjang jok pun ditingkatkan, yang semula 240 mm dan 620 mm di Nex, menjadi 250 dan 690 untuk bagian lebar dan panjang pada Nex II. Tentunya membonceng anak akan lebih nyaman dengan komposisi macam ini. Ditambah lagi pijakan kaki alias floor boardingnya juga dilebarkan sehingga kaki bisa leluasa selama perjalanan

Menyalakan motor juga sudah dipermudah dengan sudah disematkannya teknologi Suzuki Easy Start System. Sistem kelistrikan ECU-nya akan memastikan listrik tetap stabil sampai motor menyala. Jadi tak ada lagi kekhawatiran motor akan susah hidup dalam kondisi dingin.

nex elegant premium blue

Sebagai pilihan Suzuki NEX II hadirkan 5 varian menarik, yakni Sporty Runner, Fancy Dynamic, Elegant Premium, Elegant dan Standard. Setiap varian dibedakan dari pilihan kelengkapan fitur dan aksesoris yang dimiliki.

1. Suzuki NEX II Standard
Varian NEX II Standard merupakan varian paling dasar dari seluruh pilihan yang tersedia di NEX II. Dibekali kelengkapan fungsional untuk keperluan sehari-hari yang ekonomis dan praktis. NEX II Standard tersedia dalam warna brilliant white, stronger red dan titan black.

2. Suzuki NEX II Sporty Runner
Menggambarkan ekspresi generasi muda yang sporty dan aktif. NEX II Sporty Runner dilengkapi dengan LED Headlight, USB Charger, Sporty Body Striping Set, Meter Visor, Cover Muffler + Hole dan Rim Decal. NEX II Sporty Runner tersedia dalam warna brilliant white, stronger red dan titan black.

3. Suzuki NEX II Fancy Dynamic
Terinspirasi dari kedinamisan dan kreatifitas generasi muda yang stylish, NEX II Fancy Dynamic dibekali fitur LED Headlight, LED Lamp Line, USB Charger, Dynamic Body Striping Set dan Rim Decal.

4. Suzuki NEX II Elegant
Varian NEX II Elegant merupakan pilihan yang lebih ekonomis dan fungsional dengan warna yang tetap mewah yaitu mat stellar blue dan solid black. NEX II Elegant menjadi pilihan bagi yang ingin mulai menunjukkan jati dirinya dengan cara yang mudah.

5. Suzuki NEX II Elegant Premium
Mewakili karakter berkelas, NEX II Elegant Premium dilengkapi dengan LED Headlight, USB Charger, Floorboard Guard dan Cover Muffler. Warna tampilan pun berbeda dan lebih mewah dengan pilihan mat stellar blue dan solid black.

Click to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *


Sponsored Content

Harus Mudik Bersama Si Kecil? Tenang Bunda, Ini Yang Harus Dipersiapkan

mom-packing-toddler

Memboyong si kecil untuk turut serta mudik ke kampung halaman, jelas jadi sebuah tantangan. Bahkan mendadak bunda akan bertanya pada diri sendiri. Memangnya sanggup?

Dibandingkan bepergian sendiri, kegiatan ini memang akan jadi perjalanan yang cukup merepotkan. Apalagi jika ini adalah kali pertama si kecil ikut dalam perjalanan yang cukup panjang. Tanpa terkecuali, baik itu naik mobil pribadi atau transportasi umum.

Karena itu kita butuh melakukan persiapan dengan matang. Jangan sampai si kecil akan rewel dan menganggu perjalanan. Nah, agar mudik bersama si kecil bisa dilalui dengan menyenangkan. Ada beberapa hal yang perlu bunda persiapkan.

Jika si Kecil Sudah Dirasa Cukup Paham, Cobalah Bunda Ceritakan Situasi yang Akan Dilalui

4b8432c9e9f38e1b

Anak yang sudah mulai bisa berinteraksi, biasanya akan merasa bingung dan kaget jika tiba-tiba diajak pergi mudik. Apalagi jika itu adalah, kali pertama mereka merasakannya. Untuk itu bunda boleh memberinya pengertian lewat cerita.

“Nanti kita naik mobilnya lama ya, nak. Kita akan lewat jalan yang naik turun, dan melewati banyak pohon-pohon. Kita juga akan berbagi jalan sama orang lain. Jadi, kita akan mengantri. Nanti seru deh, kamu bisa lihat banyak mobil dan motor selama perjalanan.”

Dengan begitu, si kecil tak lagi akan bertanya-tanya kenapa kita masih saja di perjalanan dan belum sampai tujuan. Selanjutnya, bunda bisa mulai menceritakan beberapa hal yang mungkin akan disaksikannya di kampung halaman. Hal ini bertujuan untuk membantu si kecil beradaptasi, ketika nanti sudah sampai.

Siapkan Tas Khusus Perlengkapan Anak yang Bisa Memuat Segala Keperluannya

Tas

Demi memudahkan kita selama perjalanan, baiknya bunda membawa satu tas yang khusus untuk perlengkapan si buah hati. Pilihlah tas yang tidak terlalu besar, tapi juga tak terlalu kecil. Lalu tempatkan peralatan sesuai dengan fungsinya masing-masing.

Usahakan tas ini terpisah dengan tas yang memuat barang bawaan lain. Jadi khusus tas ini bisa diletakan di dekat Bunda. Sehingga jika nanti ada yang perlu, bunda tak perlu susah payah mencari untuk menemukannya lagi. Selain menghemat waktu, ini juga akan jadi salah satu hal yang memudahkan kita melakukan perjalanan sembari tetap memomong si kecil di jalan.

Bawalah Buku atau Mainan Lain yang Menjadi Kesukaannya

Kids-Looking-at-Books

Menurut Rainer Jenss, presiden dan pendiri Family Travel Association, Anak-anak baru lahir hingga usia 2 tahun, sesungguhnya berada pada usia yang lebih mudah untuk diajak dalam perjalanan. Kita bisa membawa mereka ke mana saja dan membuat mereka senang selama kita menciptakan lingkungan yang nyaman bagi mereka dan menjaga mereka tetap dalam rutinitas seperti biasanya.

Itu artinya, selama perjalanan kita hanya perlu membuat si kecil merasa senang dan nyaman dan tetap merasa ‘homie’, dengan kegiatan yang biasa dilakoninya. Maka, agar terhindar dari kebosanan, bunda perlu untuk membawa beberapa buku atau mainan kesukaan. Pilihlah buku atau mainan yang bersifat interaktif dan edukatif. Sehingga memungkinkan untuk bisa dimainkan atau dibaca bersama dengan anggota keluarga lainnya.

Bawa Makanan dan Beberapa Snack Selama Perjalanan

306edea47315dda0

Biasanya, si kecil yang masih berusia di bawah satu tahun haruslah didampingi makanan pelengkap selain ASI. Maka untuk itu, pastikan jika bunda membawa makanan yang dibutuhkannya untuk tetap menjaga nutrisi yang ia butuhkan selama perjalanan.

Begitu pula dengan anak yang sudah menginjak 1 hingga 3 tahun, yang juga utuh asupan makanan tepat waktu setiap hari. Bunda bisa mempersiapkan makanannya sebelum berangkat, dengan menaruhnya pada wadah yang bisa menyimpan makanan sementara. Baik untuk yang tetap hangat atau yang tetap dingin.

Tak hanya itu saja, Bunda juga boleh membawa beberapa snack yang mungkin lebih disenangi oleh si Kecil. Seperti beberapa jenis cookies dan buah-buahan yang sudah dipotong kecil-kecil. Membawa makanan si Kecil ke perjalanan akan membantu Bunda untuk menjaganya tetap kenyang dan tak kekurangan asupan.

Dan Jangan Lupa Untuk Membawa Keperluan Khusus Lain, yang Memang Bunda Butuhkan Selama Mudik

Kesiapan lain yang juga perlu Bunda perhatikan adalah tetap menjaga kesehatan dan kondisi si Kecil selama perjalanan. Khususnya, kebersihan pakaian yang si Kecil kenakan selama mudik lebaran.

Tentunya Bunda tidak mungkin membawa seluruh isi lemari pakaian si Kecil, bukan? Sementara dalam situasi mudik dan libur lebaran, bisa jadi jasa cuci belum banyak yang buka. Oleh karena itu, Bunda perlu mengatasi sendiri kebersihan baju-baju si Kecil.

Mom Pack

Untuk mempermudah Bunda, bawalah cairan pembersih pakaian khusus anak, yang memang diperuntukan untuk situasi dalam perjalanan. Salah satu yang terbaik adalah Sleek Baby Laundry Travel Wash. Produk ini, mampu menghilangkan noda membandel, dengan kandungan ekstra jeruk nipis dan Natural Plant Extract yang alami melindungi pakaian si Kecil dari kuman dan bakteri.

Sleek Baby Laundry Travel Wash sudah teruji oleh para ahli dermatologis, aman untuk kulit si Kecil. Selain itu, produk ini juga tidak mengandung paraben, dan lembut di tangan Bunda. Sleek Baby Laundry Travel Wash memang dirancang khusus sebagai perlindungan alami si Kecil, terlebih pada 1000 Hari Pertama Kehidupannya.

Sleek Baby

Karena ukurannya yang kecil dan travel friendly, Bunda bisa dengan praktis membawanya ke dalam tas khusus pakaian si Kecil. Selain itu, produk ini hadir dengan bentuk tube yang dipercaya sangat aman dari kemungkinan tumpah. Sehingga, Sleek Baby Laundry Travel Wash sangat pas untuk dibawa di perjalanan, dibanding deterjen berukuran besar yang biasa Bunda gunakan.

Nah, setelah Bunda mempersiapkan segala hal di atas, tentunya tak perlu lagi khawatir melakukan mudik lebaran bersama si Kecil. Nantinya, pengalaman ini justru akan jadi pengalaman tak terlupakan bagi Bunda sekeluarga. Selamat mudik, Bunda!

Click to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *


Sponsored Content

Ketika Bunda Sudah Kembali Bekerja dan Si Kecil Mulai MPASI

Aulia adalah ibu bekerja dengan anak yang belum lagi menginjak usia 1 tahun. Setiap hari Aulia berangkat pukul 6.30 pagi dan baru pulang kembali pukul 18.00. Kendati begitu semangatnya tak pernah luntur untuk menyiapkan yang terbaik untuk buah hatinya.

Seiring bertambahnya bulan, aktivitas Aulia makin terasa padat. Pasalnya si kecil mulai butuh untuk mendapat asupan makanan pendamping ASI (MPASI). Otomatis Ia pun harus pintar berstrategi memenuhi kebutuhan buah hatinya ini.

Bunda juga sedang mengalami pengalaman serupa Aulia? Tak perlu panik ya Bunda. Meskipun bekerja, Bunda bisa tetap menyiapkan makanan pendamping ASI yang sehat untuk si kecil lho. Berikut ini ada beberapa tips agar para Bunda bisa menghemat waktu saat menyiapkan variasi MPASI di rumah.

Agar Lebih Yakin Ikuti Prinsip Tekstur Makanan Berdasarkan Usia Si Kecil

d28c24696d3b6b33

Buat Bunda yang baru pertama kali memiliki anak pastinya punya keraguan ketika memberikan asupan makanan tambahan. Khawatir anak tersedak atau justru khawatir anak tak berkembangan semestinya karena makanan terlalu halus.

Nah prinsipnya sederhana ya Bunda. Untuk usia 6-7 bulan, sebaiknya makanan yang diberikan masih sangat halus. Jadi setelah dihaluskan, makanan perlu untuk disaring lagi. Bentuk teksturnya harus lumat dan kental. Sementara ketika sudah masuk usia 8-9 bulan, makanan tidak perlu lagi bersifat cairan kental. Namun harus tetap berbentuk makanan lumat ya. Nantinya ketika sudah 9-12 bulan barulah diberikan makanan yang agak bertekstur kasar atau nasi yang dihaluskan sebentar dengan lauk cincang.

Berbelanja untuk Stok 2-3 Hari, Bisa Dilakukan Sambil Melewati Perjalanan Ke Kantor

scott-warman-525481-unsplash

Bagian satu ini memang perlu strategi. Mengingat waktu Bunda yang begitu padat. Apalagi buat Bunda yang tidak memiliki Asisten Rumah Tangga (ART) dan harus melakukannya sendiri.

Karena itu cobalah atur durasi belanja untuk stok 2-3 hari, sehingga tidak perlu setiap hari dihabiskan buat berbelanja. Siapkan dulu listnya sebelum di hari belanja untuk mempercepat durasi belanja. Bunda perlu sedikit menyesuaikan rute perjalanan agar bisa melewati area perbelanjaan agar belanja bisa dilakukan sambil dalam perjalanan.

Menyiapkan Peralatan Tepat Akan Mempermudah Aktivitas MPASI

Alat mpasi

Agar proses memasak MPASI bisa dilakukan lebih mudah, tepat dan cepat, Bunda bisa menggunakan beberapa peralatan rumah tangga yang mendukung. Misalnya slow cooker yang dapat membantu Anda memasak bubur atau sup dengan mudah. Selain itu, blender juga bisa membantu haluskan tekstur makanan.

Bunda bisa melirik produk Philips Avent dengan Essential Steamer Blender SCF862 Baru yang memudahkan dalam membuat MPASI rumahan yang sehat. Mempunyai sirkulasi penguapan dari atas ke bawah untuk memastikan makanan matang merata, sehingga tekstur dan nutrisi makanan tetap terjaga.

Design tutup wadah nya yang cerdas sehingga semua bahan makanan aman di dalam wadah, mencegah makanan masuk ke dalam tangki air. Tangki air ekstra besar membuatnya mudah dibersihkan dan diisi ulang, memungkinkan Ibu memasak dengan uap bersih setiap saat.

Bunda Perlu Menyimpan Makanan Yang Tak Perlu Dimasak

alyson-mcphee-499812-unsplash

Memasak MPASI memang membutuhkan waktu yang lebih panjang. Namun hal ini bisa disiasati dengan memilih secara berselang-seling bahan makanan yang tak perlu dimasak. Contohnya Bunda bisa membeli buah pisang, pepaya dan juga alpukat.

Namun ingat ya Bunda, porsinya harus bergantian. Karena jika ingin membuat MPASI sendiri, Bunda harus memastikan komponen makannya diselingi dengan protein hewani atau nabati.

Kalau Mau Dimasak, Buatlah Seiring Menu Keluarga

syd-wachs-120739-unsplash

Ini salah satu siasat menghemat waktu yang paling praktis jika Bunda memutuskan membuat MPASI yang dimasak. Yaitu dengan tidak membedakan menu keluarga yang lain dengan menu si kecil. Jadi saat Bunda ingin masak untuk anggota keluarga, Bunda juga dapat sekaligus membuat MPASI.

Misalnya, anggota keluarga lain bisa disiapkan makan sayur bayam atau sup. Nah si kecil juga bisa mengkonsumsi menu yang sama. Tentunya dengan dihaluskan sesuai patokan usianya tadi. Ini bisa diberikan sekaligus sebagai makanan bergizi untuk si kecil.

Siasati Waktu Kegiatan Bersih-bersih di Malam Hari

Ibu Mpasi

Kenapa aktivitas bersih-bersih ini tidak dilakukan pagi ketika sebelum berangkat atau sore setelah pulang kantor? Ini untuk menghindari waktu yang terlalu terburu-buru. Dikhawatirkan Bunda tidak membersihkannya secara tepat karena diburu waktu.

Lagi pula ketika pulang atau berangkat kerja biasanya jadi momen si kecil sedikit rewel karena ingin menghabiskan waktu bersama kita. Biarkanlah waktu tersebut menjadi momen quality time bersamanya. Bunda bisa memanfaatkan waktu di sela-sela waktu bangunnya di malam hari untuk membersihkan peralatan setelah ia tertidur kembali.

Blender Philips

Bunda juga bisa menghemat waktu bersih-bersih ini dengan menggunakan peralatan yang melakukan berbagai tugas sekaligus. Ini untuk mengurangi jumlah item yang harus dibersihkan. Contohnya saja Philips Avent Essential Steamer Blender SCF862 tadi. Bunda tidak memerlukan wadah yang banyak serta tidak perlu pusing dengan dapur penuh tumpukan panci kotor karena dengan satu alat yang praktis dapur tetap bersih dan Bunda bisa menyambi melakukan kegiatan yang lain saat proses steamer maupun blender. Apalagi harga lebih ekonomis karena alat bisa dipakai untuk menyiapkan makanan dan minuman keluarga seperti smoothie atau jus segar.

Jadi, yuk Bunda Semangat menyiapkan MPASI untuk si kecil!

Click to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *


Kesehatan Ibu & Anak

Anak-anak Berpenyakit Langka: Tak Banyak Tapi Mereka Ada

P1040708

Bunda pasti tahu, betapa hancurnya hati seorang orangtua ketika mendapati anaknya mengidap satu penyakit. Apa lagi jika ternyata penyakit tersebut adalah jenis penyakit langka, yang pengobatannya jelas butuh biaya tak sedikit.

Dan berkenaan dengan itu, kemarin untuk yang ketiga kalinya sejak 2016 lalu, bertempat di Aula IMERI FKUI, Salemba, Indonesia Rare Disorders menggelar acara peringatan Hari Penyakit Langka, yang jatuh pada tanggal 28 Februari setiap tahunnya. Dengan serangkaian acara seminar singkat dan diskusi dengan beberapa narasumber baik dari dalam dan luar negeri. Dihadiri sekitar 150 orang peserta, yang diantaranya adalah keluarga pasien dan para perwakilan lembaga pemerintahan terkait. Acara ini jadi salah satu ajang yang kembali membuka mata kita, akan mereka yang selama ini ada namun jarang terdengar beritanya.

Sebelum berjalan lebih jauh, ada baiknya Bunda pahami lebih dulu apa itu sebenarnya penyakit langka.

Langka Memang Berarti Jarang, Namun Bukan Berarti Tak Ada

P1040726

Masih dalam acara yang sama, Direktur Rumah Sakit Umum Pusat Nasional Dr. Cipto Mangunkusumo (RSCM), Czeresna Heriawan Soejono yang juga hadir ditengah-tengah acara memaparkan bahwa penderita penyakit ini kurang dari 2.000 orang.

“Di indonesia kurang dari 5 persen (pasien penyakit langka) yang tertolong. Penyakitnya menahun, makin lama makin berat. Sebagian berinvestasi saat masih kecil sebagian saat sudah dewasa,” ujar beliau saat memberi kata sambutan dalam acara Media Gathering Rare Disease Day 2018 di Aula IMERI Fakultas Kedokteran Universitas Indonesia, Rabu kemarin.

Lebih lanjut, Heriawan juga menuturkan bahwa berbeda dengan jenis penyakit lain, diagnosis penyakit langka memang mengalami ketertinggalan, untuk itu jenis penyakit ini disebut langka. Tapi bukan berarti lantas akan terabaikan.

Tak hanya itu saja, ketua Yayasan MPS dan Penyakit Langka Indonesia, Peni Utami juga menambahkan bahwa di Indonesia sendiri, banyak penyakit langka yang ditemukan namun belum pernah diidentifikasi. Untuk itu dirinya berharap, pemerintah dapat memberi solusi terhadap kebutuhan obat dan terapi bagi para pasien penderita. Mengingat biaya yang dibutuhkan cukup banyak.

Mereka yang Menangani Masih Kesulitan, Meski Sekarang Sudah Mulai Ada Beberapa Jalan yang Memudahkan

P1040708

Masih dalam acara yang sama, Dr. dr. Damayanti Sjarif, SpA(K) dari RSCM yang juga jadi salah satu promotor dalam menangani penyakit langka di Indonesia berujar, bahkan para pakar kesehatan pun memiliki tantangan tersendiri dalam menghadapi kasus penyakit langka.

Sebab, data dari penyakit ini terbilang cenderung masih sangat terbatas. Maka tak heran jika akhirnya banyak pasien yang akhirnya meninggal dunia sebelum berhasil terdiagnosis, apa lagi sampai diobati. Tak hanya itu saja, Dr. Damayanti juga menyebutkan fasilitas kesehatan yang ada di tanah air pun masih belum bisa dikatakan sempurna, sehingga kerap jadi tantangan untuk memberi penanganan penderita penyakit langka.

Selain itu, biaya dan kurangnya informasi dan pengetahuan ilmiah akan penyakit langka juga jadi hambatan bagi para keluarga. Dan hal lain yang kerap jadi masalah, adalah perihal biaya untuk mendapat obat yang memang sangat mahal. Bahkan untuk mendapatkan obat berupa susu saja, bisa mencapai angka 3 miliar rupiah.

Dan Umumnya Penyakit Ini Menyerang Mereka yang Masih Terbilang Belia

P1040760

Di Indonesia sendiri, penyakit dikatakan langka apabila dialami kurang dari 2000 orang yang juga bersifat sangat kronis dan bisa mengancam kehidupan penderitanya. Dan faktanya ada sekitar 75 persen penderita penyakit langka adalah anak-anak. Dimana 30 persen diantaranya kerap meninggal sebelum berusia 5 tahun. Bunda juga perlu tahu jika 80 persen penyakit langka disebabkan oleh kelainan genetik, dan faktor lingkungan seperti sinar radiasi.

Sulitnya lagi, dari hampir 8000 jenis penyakit langka ini, gejala dan tanda-tanda yang ditunjukkan sering tak sama dan berbeda satu dengan yang lainnya. Akan tetapi Dr. Damayanti, menyampaikan bahwa setidaknya ada 3 gejala utama yang bisa Bunda perhatikan, mulai dari penerimaan ASI, kemunduran perilaku, dan sakit yang tidak kunjung sembuh.

“Saat anak lahir normal, lalu beberapa hari setelahnya tidak bisa minum ASI, itu salah satu gejala yang banyak terjadi. Yang kedua, terjadi kemunduran dari yang bisa duduk atau jalan lalu tidak bisa. Lalu, sakit yang diobati tapi tidak sembuh-sembuh. Ini patut curiga,” begitu sang dokter menjelaskan. Hal lain yang bisa Bunda perhatikan adalah bentuk wajah seperti kepala membesar. Walau pada kenyataannya penyakit langka ini sulit didiagnosis karena harus melalui banyak tes.

Menggandeng Brand Ambassador dan Beberapa Pihak Terkait, Semoga Akan Banyak Orang yang Lebih Peka Akan Penyakit yang Sebenarnya Ada

P1040757

Bersamaan dengan peringatan yang diadakan kemarin, untuk pertama kalinya Yayasan MPS juga memperkenalkan Brand Ambassador Penyakit Langka untuk Indonesia, yakni Joanna Alexandra dan Raditya Oloan yang juga jadi orangtua dari Ziona Eden Alexandra, salah satu anak berpenyakit langka.

Tak hanya itu saja, sejumlah instansi pemerintah terkait, mulai dari BPOM, Kementerian Kesehatan, dan Direktorat Bea Cukai Kementerian Keuangan dengan beberapa perusahaan yang memproduksi obat-obatan bersama-sama menyepakati alur akses, emergensi untuk obat, dan makanan bagi pasien penderita penyakit langka.

P1040747

“Di luar negeri penanganan penyakit langka cukup bagus karena mereka disupport oleh pemerintah. Semoga di Indonesia juga bisa seperti itu,” tegas dr Damayanti. Sebab sama seperti penderita penyakit lainnya, anak-anak yang berpenyakit langka juga memiliki hak yang sama guna mendapat bantuan pengobatan untuk disembuhkan.

Click to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Most Share

To Top