Parenting

Untuk Ibu Pemula; Begini Tips Memandikan Bayi Yang Benar

baby-2859657_640

Bagi sebagian orang, memandikan bayi menjadi aktivitas yang mendebarkan. Hal ini karena saat memandikan bayi, Bunda sebagai orang tua harus selalu berhati-hati agar jangan sampai terjadi sesuatu pada si kecil. Tentunya hal yang sama juga dialami oleh para ibu muda, terutama bagi mereka yang baru saja melahirkan anak pertamanya.

Rasa waswas dan berdebar-debar tentu dialami oleh para ibu muda. Untuk itu, agar proses memandikan bayi dapat berjalan lancar, Bunda dapat melakukan tips-tips di bawah ini.

Hindari Memandikan Bayi Dengan Air Dingin

Perlu Bunda ketahui bahwa kulit bayi yang masih sensitif akan menjadi kering jika terkena air dingin. Selain itu, air dingin juga tidak baik untuk kesehatan bayi sehingga hindari menggunakan air dingin saat memandikan bayi. Akan lebih baik bila Bunda memandikannya dengan air hangat.

Minimalisir Penggunaan Busa yang Mengandung Banyak Detergen Saat Memandikannya

Saat ini banyak sekali produk perawatan bayi yang mengandung detergen, terutama pada sabun mandi dan sampo. Untuk bayi yang berusia antara 0-6 bulan, sebaiknya hindari penggunaan produk perawatan yang mengandung banyak busa. Sebagai solusinya, pilihlah sabun bayi yang mengandung vitamin E, dengan sedikit kandungan detergen.

Penggunaan Sabun Antibakteri Dan Antiseptik Sebaiknya Juga Dihindari

Saat ini banyak dijual sabun bayi antibakteri atau antiseptik. Ternyata jenis sabun seperti ini tidak dianjurkan oleh dokter karena sabun-sabun antibakteri bersifat irritant sehingga tidak baik untuk kulit bayi. Bunda bisa memilih sabun bayi dengan kandungan PH balance sehingga tidak pedih di mata.

Jangan Langsung Memandikan Bayi Setelah Selesai Makan, Sebab Dapat Membuatnya Muntah

Sebaiknya Bunda jangan langsung memandikan bayi saat selesai makan atau minum ASI, terutama untuk bayi yang masih berusia beberapa hari. Hal itu karena pada umumnya bayi yang dimandikan setelah makan akan muntah sehingga Bunda harus memandikannya lagi.

Buka Baju Bayi Dengan Hati-hati Dan Letakkan Pada Posisi yang Nyaman

Tahap ini harus dilakukan hati-hati agar si kecil tak terkilir. Untuk bayi dengan usia antara 0 sampai 4 bulan, Bunda harus meletakannya di pangkuan. Sebaiknya alasi dengan handuk supaya posisinya lebih nyaman. Dengan demikian, buah hati pun tidak akan rewel saat dimandikan.

Bersihkan Area Wajah dan Kepala Bayi Dengan Lembut

Proses memandikan bayi diawali dengan membersihkan sekitar area wajah. Mulailah dengan membersihkan area mata dengan kapas yang sudah dibasahi dengan air hangat. Kemudian, bersihkan seluruh wajah secara lembut dan hati-hati. Setelah area wajah dirasa sudah bersih, maka langkah selanjutnya adalah dengan membasuh kepala.

Setelah Itu Bersihkan Seluruh Tubuh Bayi

Jika area wajah dan kepala dianggap sudah bersih, maka langkah yang selanjutnya adalah dengan membersihkan seluruh tubuh. Basuh seluruh tubuh bayi mulai dari leher, tangan, perut, area kemaluan, pantat, dan kaki. Perhatikan juga area-area lipatan seperti ketiak dan lipatan pada kaki.

Selanjutnya Bunda Bisa Mulai Menyabuni Tubuh Bayi

Setelah seluruh tubuh bayi basah oleh air, maka gilirannya untuk memberi sabun. Sabunilah tubuh bayi mulai dari kepala sampai ujung kaki. Sebaiknya gunakan waslap agar proses penyabunan lebih mudah. Tetap lakukan dengan lembut agar bayi tak gelisah ya Bun!

Setelah Penyabunan Selesai, Bilas Badan Bayi Hingga Tak ada Sabun Yang Menempel

Jika penyabunan telah selesai, maka langkah selanjutnya adalah membersihkan sabun dari tubuh bayi. Lakukan seperti saat Bunda membasuhnya diawal mandi. Bilas badannya hingga tidak ada lagi sabun yang masih menempel. Saat akan melakukan tahapan ini, pastikan air yang akan digunakan masih tetap hangat.

Terakhir, Keringkan Tubuh Bayi dengan Handuk Kering dan Pakaikan Baju Untuknya

Kemudian langkah yang berikutnya adalah mengeringkan tubuh bayi. Bungkus bayi dengan handuk yang kering lalu tepuk-tepuklah tubuhnya secara lembut. Biarkan handuk tersebut melekat pada tubuhnya hingga beberapa saat. Dan jika dianggap sudah cukup maka pakaikanlah bajunya.

Ingat, semua proses di atas sebaiknya dilakukan secara lembut dan hati-hati. Mintalah bantuan kepada orang yang lebih berpengalaman untuk mengawasi, sehingga jika terjadi kesalahan dapat segera dibetulkan.

Click to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *


Sponsored Content

Baterai Gawai Harus Dihemat Karena Takut Ada Hal Darurat

samson-vowles-191386-unsplash

Gawai alias gadget pasti menemani Bunda kemana-mana saat ini. Mulai dari alat untuk selfie ketika ketemu kawan hingga update urusan sosial media. Terkadang malah kita terlupa fungsi utama dari gawai kita, yaitu untuk komunikasi. Seringkali gawai digunakan terus menerus untuk urusan remeh temeh. Tanpa pernah berpikir jika sewaktu-waktu dibutuhkan dalam keadaan mendesak.

Mulai dari hal sederhana misalnya ketika dalam janji bertemu teman sudah di lokasi malah terkendala memberi kabar. Atau ketika di tengah jalan ingin memesan ojek online, jadi terhambat karena baterai habis. Lalu adakah tipsnya untuk memaksimalkan urusan baterai ini?

Jangan Mengaktifkan WiFi dan Bluetooth, Apabila Tak Memakai Karena Berimbas Kepada Baterai

bernard-hermant-667645-unsplash

Mengaktifkan fitur-fitur tersebut saat tidak menggunakannya akan membuat baterai cepat habis karena wifi dan bluetooth dalam kondisi ON membuat sinyal terus bekerja dan mencari. Sehingga ini berimbas terhadap baterai Bunda yang tergerus secara cepat. Maka dari itu apabila tidak digunakan jangan diaktifkan.

Kunci Gawai Bunda Saat Tidak Digunakan, Jangan Dibiarkan

fabian-albert-450447-unsplash

Langkah lainnya yang dapat Bunda lakukan jangan lupa untuk menguci gawai anda. Karena mengunci gawai menjadikan smartphone ke dalam mode rehat dan istirahat, maka dari itu layar pun dalam kondisi mati tidak stand by saat Bunda mengunci gawai. Hal ini dilakukan agar gawai Bunda dapat bertahan lebih lama.

Jangan Membiasakan Menggunakan Gawai Saat Sedang Dicharge

chelsia-qiao-483318-unsplash

Apabila Bunda menggunakan gawai saat sedang dicharge itu akan memicu kerusakan pada baterai. Memang sekilas terlihat kalau gawai nampaknya normal-normal saja dan tak menghasilkan efek apa saja. Tetapi apabila Bunda kerap mekainnya dalam waktu yang lama dan sering, kondisi baterai akan cepat bocor sehingga gawai gampang sekali untuk lowbatt meskipun pemakaian belum menghabiskan waktu sampai seharian.

Lowbat Itu Tanda, Jangan Diabaikan Begitu Saja

fancycrave-698664-unsplash

Gawai memiliki kekuatan masing-masing tergantung seberapa besar daya yang dimiliki. Apabila daya dimiliki sangat banyak mungkin ia dapat bertahan hingga satu hari penuh. Seperti halnya gawai yang memiliki kapasitas baterai 5.000 mAh. Namun, tak berarti saat sedang lowbat Bunda dapat memakai sesuka hati, karena membiarkan gawai dalam kondisi mati baru charger dapat membuat baterai smartphone cepat rusak.

Miliki Tunggangan yang Bisa Charger, Karena Gawai Menyala itu Penting Jadi Jangan Diambil Pusing

Membawa Powerbank kemana-mana mungkin terlalu ribet, belum lagi kalau powerbank mati karena dayanya habis. Mungkin membeli Suzuki Nex II tak ada salahnya, selain dapat membantu Bunda lebih cepat untuk urusan mobilitas di dalam kota. Kuda besi satu ini menawarkan satu fitur yang berguna di era sekarang yakni USB Charger, yang dapat menyelamatkan Bunda saat kehabisan daya gawai di tengah perjalanan.

nex-brilliant-white2

Ditambah lagi kalau Bunda menempuh perjalanan jauh menggunakan motor maka makin pas saja menggunakan motor ini. Karena ukurannya kompak. Dari segi panjang saja Nex II berukuran 1.890 mm, kemudian lebar 675 mm dan tinggi 1.045 mm, yang sangat nyaman untuk di bawa berkendara selama berjam-jam. Apalagi ruang kakinya sangat lega sehingga bisa mengubah-ubah posisi kaki selama perjalanan.

Macet pun bukan lagi masalah serius bagi Suzuki Nex II. Karena motor ini mengusung Suzuki Eco Performance (SEP) dengan konfigurasi 1 silinder SOHC yang berkapasitas 113 cc mampu menyalurkan tenaga ke roda secara maksimal. Dengan kapasitas tangki penuh 3,6 Liter, konon bahan bakar tersebut bisa dipakai untuk jarak tempuh sejauh 176 km. Jadi Bunda tak perlu sering-sering mengisi bahan bakar.

Layaknya gawai yang selalu melengkapi penampilan Bunda, motor Suzuki Nex II ini juga penampilan yang menarik. Dengan bentuk lampu yang modern berbentuk meruncing disematkan pada bagian depannya. Bunda juga punya banyak pilihan warna dan grafis sesuai dengan selera.

Jadi jangan lupa menerapkan tips di atas agar bisa menjaga gawai selalu online ya Bunda.

 

Click to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *


Parenting

Saat Si Kecil Aktif, Bunda Pun Harus Lebih Protektif

kidsss1

Saat si kecil sudah memasuki usia batita, rasa ingin tahunya jadi lebih besar, Bun. Ia pun siap “menginvansi” segala penjuru di sekitarnya demi mengatasi rasa ingin tahunya. Yup, mereka mulai aktif di setiap gerak geriknya. Kendati hal tersebut adalah hal baik, tak sedikit Bunda yang justru jadi khawatir karena anak yang terlampau aktif.

Si kecil pun belum punya pemikiran untuk mengukur seberapa aman atau bahayanya setiap hal yang ia lakukan. Itulah sebabnya anak kecil terlihat suka  melompat-lompat di tempat tidur atau meja, memanjat tembok bahkan melemparkan mainannya.

Menurut Mary Sheedy Kurcinka, penulis buku yang dikenal dengan karyanya yaitu Raising Your Spirited Child and Kids, Parents, and Power Struggles: Winning for a Lifetime, mendidik batita yang begitu aktif memang merupakan satu tantangan tersendiri bagi para orangtua.

Bunda harus benar-benar bekerja keras untuk bisa mengendalikan sikap si kecil. Selain itu, kita juga harus belajar meredam amarah, sehingga sikapnya tidak mudah marah ketika si kecil berbuat sesuatu yang menyusahkan bunda. Nah, Berikut ini tips yang bisa Bunda praktikkan di rumah saat sedang bersama si kecil  yang sedang aktif-aktifnya seperti dilansir dari ibupedia.com.

Hindarkan Si Kecil Dari Tempat-Tempat Berbahaya

Mengingat batita Bunda masih sangat aktif sebaiknya Bunda harus pandai-pandai dalam memilih perabotan di rumah. Pilihlah perabotan-perabotan yang aman untuk si kecil dengan menghindari memilih perabotan rumah tangga yang mudah pecah. Pilihlah perabotan yang mudah dijangkau oleh anak sehingga si kecil tak usah memanjat-manjat ataupun harus naik kursi untuk mendapatkan suatu barang karena letaknya lebih tinggi.

Begitupun ketika Bunda mengajak si kecil keluar rumah untuk makan di restaurant, pergi piknik atau berkunjung ke rumah teman. Pilihlah dan pikirkan dengan matang kemana Bunda harus pergi mengajak buah hati Bunda. Hal ini agar si kecil tidak merugikan orang lain disekitarnya dengan sikap aktifnya. Kewaspadaan tinggi orangtua harus terus dijaga agar si kecil terhindar dari hal-hal yang tidak diinginkan.

Kendalikan Sikap Aktif Buah Hati Bunda

Untuk mengendalikan batita yang aktif, Bunda bisa membujuknya dengan permainan-permainan yang menarik dan menantang. Kita bisa mencoba untuk memberinya clay atau lego, untuk batita perempuan Bunda bisa mengajaknya belajar mengenakan kutek dengan aksesoris- aksesorisnya. Hal ini bisa jadi alternatif untuk membantu Bunda menyalurkan sikap aktif anak Bunda.

Pastikan Buah Hati Bunda Mempunyai Waktu Untuk Bermain

Anak pada usia batita tentu masih sangat suka bermain dan berlari-lari di luar ruangan. Bermain sebenarnya bisa mengendalikan tingkat keaktifan mereka. Dengan bermain si kecil harus bisa bertoleransi dan menyesuaikan sikap dengan teman-teman lainya. Misalnya Bunda mengajak si kecil untuk bermain bola, Bunda menendang bola kearahnya lalu bola tersebut ditendang balik kearah Bunda dan seterusnya.

Bunda bisa lihat disini bahwa ternyata bermain hal kecil seperti itu memberi pelajaran pada si kecil untuk mampu mengontrol diri sehingga bola tidak keluar jalur dan bisa ditendang bergiliran. Jadi biarkan si kecil bermain dan berkembang secara alami. Semakin banyak ia bersosialisasi, semakin besar kemampuannya dalam mengontrol dirinya.

Jelas dan Konsisten

Si kecil yang sikapnya sangat aktif memerlukan aturan-aturan jelas yang diterapkan secara terus menerus serta tegas. Jadi sangat penting untuk memberikan batasan-batasan pada si kecil. Jika memang telah waktunya untuk si kecil tidur siang segeralah ajak ia tidur. Bila si kecil berontak tetaplah konsisten untuk mengajaknya tidur siang.

Jangan pernah sekalipun melewatkan jadwal tidur siangnya, hanya untuk sekedar menonton film favoritnya. Hal ini akan jadi boomerang bagi Bunda. Si kecil mungkin akan terus meminta hal serupa di hari-hari berikutnya. Jadi kedisiplinan harus tetap dijaga ya Bun.

Tetap Jaga Kontak Fisik Bunda dengan Si Kecil

“Batita yang mulai mandiri dalam melakukan semua kegiatannya tetap memerlukan sentuhan kasih orangtua mereka” kata Kurcinka. Sentuhan kasih seperti ketika Bunda mengelus-elus punggung si kecil sebelum tidur atau memeluk buah hati Bunda sambil bersenda gurau di pagi hari.

Hal-hal semacam ini membuat buah hati Bunda merasa dekat dengan Bunda dan percaya bahwa orangtua bukanlah orang yang akan membuat ia merasa terancam. Sehingga ketika dirinya berada di dekat Bunda, ia selalu merasa gembira.

Buatlah Situasi “Ya”

“Ya, aku mau coba” adalah kata-kata yang paling disukai batita” jelas Kurcinka. Biarkan anak Bunda belajar menuangkan jus kedalam gelasnya, belajar menggunakan garpu saat makan malam dan biarkan si kecil belajar mengenakan sepatunya sendiri, meskipun hasilnya akan terlihat berantakan.

Kegiatan ini sangat menguntungkan Bunda, lewat kegiatan ini Bunda bisa mengajari beberapa keterampilan pada si kecil, sekaligus bisa mengajari ia agar bisa melakukan hal-hal tersebut dengan baik dan benar.

Beritahulah Apa Yang Akan Dihadapinya

Semua batita mulai gelisah dan khawatir memikirkan apa yang terjadi setelah ini? Apakah ia akan melakukan sesuatu yang menyenangkan ataukah sesuatu yang ia tidak sukai? Maka dari itu sebaiknya para orangtua harus selalu mengingatkan dan memberitahu apa yang akan si kecil lakukan sehingga si kecil tidak merasa tertekan ketika orangtua ingin buah hatinya melakukan sesuatu yang orangtua inginkan.

Click to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *


Parenting

Menegur, Bukan Berarti Harus Memarahi Lho Bun…

kids menegur

Saat balita melakukan kesalahan atau hal lain yang kurang baik, sudah sewajarnya Bunda menegurnya. Tapi Bun, menegur bukan berarti memarahi atau menghukum nya Bun. Seringkali orangtua tak tahu cara menegur dengan tepat. Padahal, dampak yang ditimbulkan kalau Bunda salah memilih cara menegur akan berdampak pada psikologisnya.

Karenanya, pilihlah cara yang tepat ya Bun. Dengan menemukan cara yang tepat, hal ini akan meminimalisasi dampak negatif pada mental anak. Misalnya…

1. Saat Menegur, Tekankan Pada Perilaku Anak, Bukan Pada Pribadinya

Bagaimanapun, percayalah, semua anak itu baik ya Bun. Hanya saja, perilakunya yang kadang salah. Untuk itu, Bunda perlu membimbingnya. Ketika Bunda mengajarkan anak naik sepeda dan ia gagal, Bunda tidak langsung memarahinya, bukan? Bunda pasti menyemangati dan memberi petunjuk agar ia melakukannya lebih baik.

Hal ini pun yang dianjurkan oleh para ahli, termasuk dijelaskan Rex Forehand, Ph.D., dan Nicholas Long, Ph.D., dalam buku Parenting the Strong-Willed Child.

2. Jangan Berteriak ya Bun, Hal itu Hanya Akan Menghentikan Seketika Perilaku Balita yang Berbahaya

Misalnya saat si kecil berusaha menyentuh api, tegur ya Bun. Tapi jangan dimarahi apalagi berteriak di depannya ya Bun. Cukup katakan saja, “Stop!” Jangan dilanjutkan dengan kalimat ini, “Kamu nakal!” Sebaliknya, tanya pada si kecil kenapa dia mau menyentuh api itu dan baru jelaskan kenapa Bunda melarangnya.

3. Hindari Gertak Sambal.

Jika Bunda menegur sekali, Bunda bisa mengulanginya lagi satu kali. Jika teguran Bunda masih tidak dihiraukan oleh buah hati, baru Bunda bisa mempertimbangkan hukuman secara bijak, contohnya dengan ‘mengambil’ sesuatu yang menjadi kesenangan anak.

4. Menegur atau Memarahi Dalam Batas Wajar 

Masih boleh, tetapi jangan sampai memukul anak, ya, Bun. Bagaimanapun, orangtua harus bisa mengajari dan mengasihi buah hati dengan lemah lembut. Kalau si kecil sampai menerima hukuman fisik, ada yang perlu dievaluasi dari cara asuh Bunda.

Click to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *


Parenting

20 Cara Kenalkan Angka Pada Si kecil nih Bun…

kids counting

Mengenalkan angka pada si kecil seringkali dilakukan dengan cara membosankan. Inilah alasan kenapa si kecil pun jadi kurang antusias, Bun. Padahal, mengenalkan angka pada balita bisa dilakukan dengan banyak cara yang tak membosankan, lho.

Justru ini jadi tantangan bagi orangtua supaya menemukan cara yang tepat supaya si kecil antusias belajar angka dan jumlah. Susan A. Miller Ed.D., pakar pendidikan anak usia dini dan profesor di University of Pennsylvania, AS, mengatakan kalau mengajarkan konsep pramatematika dapat menstimulasi anak untuk berpikir logis dan sistematis sejak dini, melalui pengamatan terhadap benda atau gambar di sekitarnya.

Mengutip dari ayahbunda.com, ini dia tips yang bisa Bunda terapkan saat berusaha mengenalkan angka pada si kecil.

1. Menyanyikan Lagu Tentang Angka

Melalui nyanyian, anak akan lebih mudah mengenal konsep angka. Ajak balita bernyanyi bersama lagu Satu-satu Aku Sayang Ibu. Lagu itu mengenalkan anak kepada bilangan dan urutan. Lagu lain yang bisa dinyanyikan, misalnya, Dua Mata Saya. Selain angka, lagu itu juga mengajarkan balita tentang konsep jumlah.

2. Menghitung Mainannya

Bunda bisa menggunakan mainan balita sebagai sarana mengenalkan angka. Saat anak bermain atau membereskan mainan bersama Bunda, ajak ia menghitung jumlahnya, seperti, “Lihat, bonekanya ada dua. Satu… dan dua.” Atau, “Yuk, kita masukkan mobil-mobilannya ke kotak, sambil dihitung. Satu… dua… tiga….” Jadi, setiap bermain, anak akan terbiasa menghitung secara sederhana.

3. Mencocokkan Angka dan Gambar

Caranya, Bunda menulis angka 1 sampai 10 di satu set kartu, lantas menggambar jumlah benda yang sesuai dengan angka yang ditulis (misalnya, 2 lingkaran atau 3 kotak) di set kartu lain. Ambil selembar kartu berisi angka, dan minta balita mencocokkannya dengan gambar yang sesuai jumlahnya.

Sebutkan juga angkanya saat mengambil kartu. Contohnya, Bunda berkata, “Enam,” saat mengambil kartu angka 6. Ajak juga balita menyebutkan angkanya saat ia mencocokkan.

4. Membuat Gambar

Salah satu kegiatan favorit anak adalah menggambar. Nah, Bunda juga bisa mengajarinya tentang jumlah dan angka lewat aktivitas tersebut. Tulis sebuah angka di selembar kertas, dan minta anak Bunda membuat gambar sejumlah angka yang Bunda tulis tadi. Misalnya, jika Bunda menulis angka 1, maka anak menggambar sebuah lingkaran. Bisa juga Bunda menulis angka 1, balita menempelkan sebuah stiker di kertas tersebut.

5. Bermain Engklek

Saat hari cerah, ajak anak melakukan permainan tradisional engklek di luar rumah. Selain mengasah kemampuan motorik kasarnya, engklek juga bisa melatih anak belajar urutan bilangan. Gambarlah kotak-kotak engklek disertai angka-angkanya dengan kapur.

Ajak balita melompat ke kotak nomor 1, lalu nomor 2, dan seterusnya, sembari menyebutkan angka di dalam kotak yang ia pijak.

6. Bergoyang Angka

Ajak anak melakukan goyangan angka. Saat Bunda menyebutkan sebuah angka, anak akan menari dan bergoyang sebanyak angka yang disebutkan. Misalnya, jika Bunda bilang, “Tiga,” balita dapat menari dan menggoyangkan pinggulnya tiga kali.

7. Berburu Angka

Permainan mencari harta karun bisa Bunda modifikasi untuk mengajarkan anak mengenal angka dan jumlah. Bunda tulis masing-masing angka di selembar kertas, dan letakkan di beberapa tempat di rumah. Misalnya, di dalam lemari, di balik bantal, atau di bawah kursi.

Anak harus mencari angka-angka tersebut dan menyerahkan kepada Bunda, sambil menyebutkan angka yang ia temukan. Minta juga ia menemukan empat buah krayon atau dua buah buku yang sudah Bunda taruh sebelumnya.

8. Menebak Angka

Ajak balita bermain tebak-tebakan angka. Minta ia menebak angka berdasarkan petunjuk yang Bunda berikan. Misalnya, Bunda katakan, “Aku ada sebelum angka 5 dan sesudah angka 3. Angka berapakah aku?” Jika balita sudah mulai mahir, minta ia yang memberikan petunjuk, dan Bunda yang menebaknya.

9. Menghitung Cucian

Ubah rutinitas mencuci pakaian yang membosankan menjadi permainan menghitung untuk anak. Ajak balita membantu memisahkan antara pakaian putih dan pakaian berwarna, sambil menghitungnya. Selain belajar menghitung, anak juga bisa mengenal aneka warna. Namun, jangan biarkan anak berada dekat mesin cuci yang sedang menyala.

10. Membilang Sambil Berbelanja

Bahkan momen belanja bulanan atau mingguan bisa menjadi cara menyenangkan buat balita untuk mengenal jumlah. Saat berbelanja, katakan kepada anak bahwa Bunda perlu 4 buah jeruk dan 6 buah apel. Ajak ia membantu menghitungnya, saat Bunda mengambil dan memasukkan buah-buahan tersebut ke keranjang belanja.

11. Memasak Bersama

Aktivitas memasak di dapur juga bisa Bunda manfaatkan untuk mengajarkan balita keterampilan berhitung secara sederhana. Minta ia, misalnya, memberi dua sendok teh garam ke dalam masakan, mengambil tiga buah tomat atau lima siung bawang putih. Usai memasak, Bunda dan balita bisa menikmati makanan yang dibuat bersama-sama itu.

12. Bermain Lego

Mainan Lego memang seru! Bunda bisa menggunakan Lego untuk mengajarkan anak konsep angka, jumlah, atau menghitung secara sederhana. Tuliskan angka di selembar kertas, dan minta anak mengambil Lego sesuai jumlah angka yang tertulis di kertas. Bunda juga bisa mengajak anak belajar berhitung, misalnya, 1 buah Lego dengan 2 buah Lego digabung menjadi 3 buah Lego.

13. Mencari Jumlah Benda di Rumah

Benda-benda di rumah juga bisa menjadi sarana belajar angka. Minta balita menghitung jumlah pintu di rumah, bantal di sofa ruang tamu, atau kursi di ruang makan. Ia juga bisa belajar menghitung benda-benda yang ada di kamarnya sendiri.

14. Bermain Ular Tangga

Siapa yang tidak kenal dengan permainan ular tangga? Permainan itu merangsang balita belajar berhitung sederhana, yaitu saat membilang mata dadu yang keluar, dan langkah yang harus dilakukan pada kotak-kotak papan permainan. Ia bisa mengajak teman-temannya bermain bersama juga. Ajarkan mereka aturan permainan terlebih dulu, jika mereka belum terlalu mengerti permainan ini.

15. Menghitung Kelopak Bunga

Jika aktivitas belajar angka di dalam rumah membuat balita bosan, Bunda bisa mengajak ia pergi ke taman di dekat rumah. Di sana, Bunda dan anak akan melihat bunga beraneka rupa dan warna. Ajak ia menghitung jumlah kelopak bunga. Tanyakan ia, bunga mana yang memiliki jumlah kelopak terbanyak.

16. Menghubungkan Titik

Kegiatan ini juga populer sebagai sarana edukasi anak belajar angka. Bunda bisa membuat gambar sendiri di sehelai kertas, mencetak gambar dari internet, atau men-download app-nya di smartphone. Minta anak menghubungkan titik-titik dengan garis sesuai urutan angka, lantas menyebutkan gambar apakah itu. Setelah selesai, ia bisa mewarnai gambar dengan warna-warna favoritnya.

17. Menyebutkan Jumlah Kendaraan

Biasanya saat melakukan perjalanan jauh dengan kendaraan, anak akan merasa lekas jemu. Untuk mengusir kebosanannya, Bunda bisa mengajak ia menghitung kendaraan di jalan. Minta ia menyebutkan jumlah mobil berwarna merah yang lewat, atau bus yang ada di jalan. Tidak perlu banyak-banyak, cukup sampai hitungan kelima.

18. Melahap Camilan

Saat snack time balita, Bunda bisa menyajikan buah-buahan yang dipotong kecil-kecil. Lalu, ambil sebuah dadu, dan minta anak melempar dadu tersebut. Jika mata dadu yang keluar adalah dua, maka anak akan memakan 2 potong buah. Begitu seterusnya, hingga semua buah habis dimakan. Permainan ini bisa membuat snack time balita jadi lebih menarik.

19.  Jalan-jalan di Kompleks

Di lingkungan rumah Bunda juga terdapat banyak tBunda berkaitan dengan angka, seperti nomor rumah atau jalan. Jadi, saat mengajak anak jalan-jalan di sekitar kompleks, Bunda juga bisa sekalian mengenalkan angka. Ajak juga ia membilang dari 1 sampai angka yang tertera di nomor rumah Bunda, misalnya. Atau, hitung jumlah mobil yang diparkir di tepi jalan, pohon, bahkan kucing yang ia temui di jalan.

20.  Memancing Ikan Kertas

Bunda bisa membuat sendiri kolam-kolaman kecil dari kotak bekas sepatu yang berisi potongan kertas berwarna biru, beberapa ekor ikan, dan alat pancingnya. Gambar bentuk ikan di atas kertas karton atau lembaran busa warna-warni, lantas gunting. Tulis angka 1 sampai 6 di setiap badan ikan, dan selipkan klip kertas.

Taruh ikan-ikan tersebut di “kolam” buatan Bunda. Siapkan alat pancing yang terbuat dari seutas tali yang satu ujungnya diikatkan pada sebuah tusuk satai, dan ujung yang lain pada magnet kecil. Sediakan juga dadu. Minta anak melempar dadu, kemudian memancing ikan yang memiliki angka sesuai dengan jumlah yang ditunjukkan oleh mata dadu.

Click to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Most Share

To Top