Parenting

Untuk Ibu Pemula; Begini Tips Memandikan Bayi Yang Benar

baby-2859657_640

Bagi sebagian orang, memandikan bayi menjadi aktivitas yang mendebarkan. Hal ini karena saat memandikan bayi, Bunda sebagai orang tua harus selalu berhati-hati agar jangan sampai terjadi sesuatu pada si kecil. Tentunya hal yang sama juga dialami oleh para ibu muda, terutama bagi mereka yang baru saja melahirkan anak pertamanya.

Rasa waswas dan berdebar-debar tentu dialami oleh para ibu muda. Untuk itu, agar proses memandikan bayi dapat berjalan lancar, Bunda dapat melakukan tips-tips di bawah ini.

Hindari Memandikan Bayi Dengan Air Dingin

Perlu Bunda ketahui bahwa kulit bayi yang masih sensitif akan menjadi kering jika terkena air dingin. Selain itu, air dingin juga tidak baik untuk kesehatan bayi sehingga hindari menggunakan air dingin saat memandikan bayi. Akan lebih baik bila Bunda memandikannya dengan air hangat.

Minimalisir Penggunaan Busa yang Mengandung Banyak Detergen Saat Memandikannya

Saat ini banyak sekali produk perawatan bayi yang mengandung detergen, terutama pada sabun mandi dan sampo. Untuk bayi yang berusia antara 0-6 bulan, sebaiknya hindari penggunaan produk perawatan yang mengandung banyak busa. Sebagai solusinya, pilihlah sabun bayi yang mengandung vitamin E, dengan sedikit kandungan detergen.

Penggunaan Sabun Antibakteri Dan Antiseptik Sebaiknya Juga Dihindari

Saat ini banyak dijual sabun bayi antibakteri atau antiseptik. Ternyata jenis sabun seperti ini tidak dianjurkan oleh dokter karena sabun-sabun antibakteri bersifat irritant sehingga tidak baik untuk kulit bayi. Bunda bisa memilih sabun bayi dengan kandungan PH balance sehingga tidak pedih di mata.

Jangan Langsung Memandikan Bayi Setelah Selesai Makan, Sebab Dapat Membuatnya Muntah

Sebaiknya Bunda jangan langsung memandikan bayi saat selesai makan atau minum ASI, terutama untuk bayi yang masih berusia beberapa hari. Hal itu karena pada umumnya bayi yang dimandikan setelah makan akan muntah sehingga Bunda harus memandikannya lagi.

Buka Baju Bayi Dengan Hati-hati Dan Letakkan Pada Posisi yang Nyaman

Tahap ini harus dilakukan hati-hati agar si kecil tak terkilir. Untuk bayi dengan usia antara 0 sampai 4 bulan, Bunda harus meletakannya di pangkuan. Sebaiknya alasi dengan handuk supaya posisinya lebih nyaman. Dengan demikian, buah hati pun tidak akan rewel saat dimandikan.

Bersihkan Area Wajah dan Kepala Bayi Dengan Lembut

Proses memandikan bayi diawali dengan membersihkan sekitar area wajah. Mulailah dengan membersihkan area mata dengan kapas yang sudah dibasahi dengan air hangat. Kemudian, bersihkan seluruh wajah secara lembut dan hati-hati. Setelah area wajah dirasa sudah bersih, maka langkah selanjutnya adalah dengan membasuh kepala.

Setelah Itu Bersihkan Seluruh Tubuh Bayi

Jika area wajah dan kepala dianggap sudah bersih, maka langkah yang selanjutnya adalah dengan membersihkan seluruh tubuh. Basuh seluruh tubuh bayi mulai dari leher, tangan, perut, area kemaluan, pantat, dan kaki. Perhatikan juga area-area lipatan seperti ketiak dan lipatan pada kaki.

Selanjutnya Bunda Bisa Mulai Menyabuni Tubuh Bayi

Setelah seluruh tubuh bayi basah oleh air, maka gilirannya untuk memberi sabun. Sabunilah tubuh bayi mulai dari kepala sampai ujung kaki. Sebaiknya gunakan waslap agar proses penyabunan lebih mudah. Tetap lakukan dengan lembut agar bayi tak gelisah ya Bun!

Setelah Penyabunan Selesai, Bilas Badan Bayi Hingga Tak ada Sabun Yang Menempel

Jika penyabunan telah selesai, maka langkah selanjutnya adalah membersihkan sabun dari tubuh bayi. Lakukan seperti saat Bunda membasuhnya diawal mandi. Bilas badannya hingga tidak ada lagi sabun yang masih menempel. Saat akan melakukan tahapan ini, pastikan air yang akan digunakan masih tetap hangat.

Terakhir, Keringkan Tubuh Bayi dengan Handuk Kering dan Pakaikan Baju Untuknya

Kemudian langkah yang berikutnya adalah mengeringkan tubuh bayi. Bungkus bayi dengan handuk yang kering lalu tepuk-tepuklah tubuhnya secara lembut. Biarkan handuk tersebut melekat pada tubuhnya hingga beberapa saat. Dan jika dianggap sudah cukup maka pakaikanlah bajunya.

Ingat, semua proses di atas sebaiknya dilakukan secara lembut dan hati-hati. Mintalah bantuan kepada orang yang lebih berpengalaman untuk mengawasi, sehingga jika terjadi kesalahan dapat segera dibetulkan.

Click to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *


Kesehatan Ibu & Anak

Hal yang Perlu Bunda Ketahui Tentang Prosedur Sunat Pada Bayi

perkembangan bayi usia 1 bulan

Bagi para orangtua di zaman sekarang, budaya sunat pada bayi laki-laki yang dilakukan beberapa hari setelah hari kelahirannya sudah menjadi hal yang lazim untuk dilakukan. Dalam agama tertentu, sunat memang sangat dianjurkan guna kesehatan organ vital laki-laki. Sunat sendiri merupakan sebuah pilihan bedah untuk menghilangkan lapisan kulit, yang disebut kulup, yang menutupi kepala penis.

Bahkan selain karena anjuran agama, dalam dunia medis sunat pun memberikan manfaat yang luar biasa. American Academy of Pediatrics memaparkan, banyak manfaat yang akan didapat bila laki-laki melakukan sunat. Salah satunya, memperkecil kemungkinan terkena Infeksi Saluran Kemih (ISK). Ya Bun, sunat sudah menjadi sebuah tindakan pencegahan. Lebih jauh lagi, sunat juga mampu mengurangi kemungkinan terjadinya penyakit menular seksual dan infeksi HIV pada laki-laki. Bahkan untuk perempuan yang menikahi laki-laki yang sudah disunat, hal tersebut membantu mencegah risiko kanker serviks untuk perempuan.

Bolehkah Sunat Dilakukan Pada Bayi Laki-laki yang Baru Berusia Beberapa Hari?

Mengenai kapan sunat sebaiknya dilakukan, mayoritas orangtua mulai menyunat anaknya yaitu ketika duduk di bangku Sekolah Dasar. Seiring berjalannya waktu, kini banyak juga ditemui orangtua yang memutuskan untuk menyunat anak-anak bahkan ketika masih bayi. Mungkin masih banyak orangtua yang bertanya-tanya, apakah aman bila memutuskan menyunat bayi di usianya yang baru beberapa hari?

Terkait dengan itu, The American College of Obstetricians and Gynecologists (ACOG) mengatakan, sunat pada bayi laki-laki dapat dilakukan bila bayi tersebut lahir dalam keadaan stabil dan sehat, Bun. Selain itu, pihaknya menyebutkan jika ada beberapa kondisi tertentu yang disarankan untuk menunda menyunat bayi baru lahir. Seperti ketika bayi lahir prematur, bayi dengan kelainan bawaan, atau mengalami masalah dengan darah dan memiliki riwayat gangguan darah. Sebab, bayi dengan kondisi seperti itu, jika dipaksa disunat, khawatir menimbulkan risiko yang tak diinginkan.

Tapi di lain sisi, Canadian Pediatric Society justru tidak menyarankan orangtua untuk melakukan sunat pada bayi laki-laki yang baru lahir. Bila Bunda tetap ingin melakukannya, disarankan untuk konsultasi dengan dokter guna mengetahui apakah kondisi si kecil boleh disunat atau belum.

Tapi Kenali Dulu Risikonya Bun

Menurut Craig Peters, M.D, kepala Pediatric Urology, ada dua risiko paling umum yang akan terjadi jika bayi baru lahir disunat. Yaitu perdarahan dan infeksi sekalipun potensi risiko tersebut relatif rendah.

“Kami akan bertanya kepada orangtua apakah ada riwayat keluarga dengan gangguan perdarahan seperti hemofilia, sebelum kami melakukan sunat. Setelah prosedur, beberapa bayi mungkin mengalami infeksi pada sayatan, meskipun ini jarang terjadi,” jelasnya seperti dikutip dari situs UT Southwestern Medical Center.

Peters kembali menjelaskan, infeksi serius juga jarang terjadi, tetapi dapat mencakup perdarahan berlebihan atau infeksi kulit yang memasuki aliran darah. Sangat jarang kesalahan bedah dapat terjadi saat ujung penis dilepas, kondisi ini hampir selalu dapat diperbaiki.

Dari informasi yang telah dijelaskan, sebenarnya memang tak ada salahnya sunat pada bayi laki-laki, tapi dengan catatan jika bayi berada dalam kondisi yang sehat. Jangan lupa untuk berkonsultasi terlebih dahulu dengan dokter sebelum memutuskan untuk melakukannya.

Lalu Apa Manfaat Sunat pada Anak Laki-laki yang Masih Bayi?

Sejatinya memang tak ada anjuran mengenai usia yang tepat untuk sunat. Khusus bayi dan anak-anak, asalkan penis anak normal, tidak terlalu kecil atau mengalami masalah lain pada penis, anak bisa saja disunat. Pasca sunat, Bunda harus memperhatikan perawatan si kecil ya Bun terutama aspek kebersihannya supaya terhindar dari infeksi.

Para dokter mengungkapkan, usia bayi merupakan usia di mana perubahan jumlah sel manusia terjadi paling cepat dan paling banyak. Jadi, sepanjang usia manusia dari bayi sampai tua, sel berlipat ganda untuk sembuh dan tumbuh paling banyak saat usia bayi. Selain itu, saat usia bayi kurang dari 6 bulan, biasanya anak belum bisa tengkurap, sehingga kondisi ini akan lebih memudahkan proses keringnya luka lho Bun.

Click to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *


Kesehatan Ibu & Anak

Hari Lupus Sedunia, Kenali Gejala Penyakit ini Pada Anak ya Bunda

bed-blanket-blur-1243364

Mungkin belum banyak yang tahu jika setiap tanggal 10 Mei kita memperingati Hari Lupus Sedunia. Bun, tentu pernah dengar soal lupus, kan? Tapi tahukah Bunda apa itu penyakit lupus? Secara singkat, lupus adalah suatu penyakit autoimun lantaran tubuh memproduksi antibodi yang berlebihan dan menyerang jaringan tubuh snediri di berbagai organ. Efeknya, organ di dalam tubuh pun rusak dan menyebabkan berbagai keluhan dan gejala. Nama ‘lupus’ sendiri merupakan kependekan dari systemic lupus erythematous.

Diketahui, penyakit ini lebih banyak diidap oleh anak perempuan. Banhkan angka kejadiannya meningkat seiring bertambahnya usia. Penderita lupus sebagian besar adalah golongan usia 9-15 tahun. Penyebab terjadinya lupus itu bisa disebabkan beragam faktor. Penelitian yang ada menunjukkan jika beberapa hal seperti genetik, hormon, dan lingkungan seperti terpapar sinar matahari dan obat-obatan pun bisa memicu terjadinya lupus.

Sebagai orang dewasa, Bunda perlu mencurigai seorang anak mengalami lupus bila menunjukkan beragam gejala meliputi:

Demam Tinggi dan Lama Tanpa Penyebab yang Jelas

Seringkali pasien lupus datang ke rumah sakit lantaran keluhan demam ringan namun hilang dan timbul. Alias, sudah reda kemudian demam lagi. Atau mengalami demam yang tak kunjung reda dalam waktu yang lama, bisa berminggu-minggu atau bahkan berbulan-bulan tanpa diketahui penyebabnya.

Si Kecil Tampak Pucat dan Memiliki Riwayat Transfusi Berulang Kali, bBun

Mengutip dari situs Ikatan Dokter Anak Indonesia, bila si kecil tampak pucat, bahkan mudah lelah dan lesu serta memiliki riwayat transfusi darah berulang kali, maka Bunda perlu curiga si kecil mengalami lupus. Juga dengan anak yang memiliki riwayat penyakit anemia hemolitik autoimun ya Bun. Biasanya anak yang aktif namun tetiba jadi malas beraktivitas pun perlu dicurigai.

Munculnya Ruam Pada Kulit

Bun, pernah dengar istilah bercak melar? Ruam seperti ini biasanya muncul di wajah dan berbentuk seperti sayap kupu-kupu. Umumnya disebut dengan butterfly rush. Ruam semacam ini sejatinya beraneka ragam. Ada juga yang bentuknya bulat dan dapat muncul di bagian tubuh yang lain seperti di area leher, badan, bahkan di tungkai yang disebut bercak diskoid. Selain itu, umumnya penderita lupus mudah mengalami bercak kemerhana bila terkena sinar matahari.

Pasien Lupus Biasanya Alami Nyeri dan Bengkak di Area Sendi dan Kelopak Mata

Bila si kecil sering mengeluh nyeri dan bengkak pada persendian, terutama di sendi-sendi besar seperti siku dan lutut, maka dikhawatirkan ia menderita lupus. Selain itu, salah satu gejala yang dapat timbul yakni bengkak pada kelopak mata dan tungkai bawah, disertai buang air kecil yang lebih sedikit dari biasanya. Bila ada keluhan ini, segeralah periksa si kecil ke dokter guna mewaspadai kelainan ginjal akibat lupus ya Bun.

Rambut Rontok dan Sesak Napas pun Bisa Jadi Gejala

Bila rambut anak rontok lebih dari 100 helai per hari, maka Bunda perlu waspada sebab adanya kemungkinan penyakit lupus. Gejala ini muncul karena penyakit ini dapat menyerang organ paru-paru dan jantung, sehingga anak mungkin mengeluhkan adanya nyeri di daerah dada dan sesak napas.

Lantas Apa yang Perlu Dilakukan Orangtua?

Yang paling utama tentu segera memeriksakan kondisi si kecil ke dokter spesialis anak ya Bun. Biarkan dokter melakukan pemeriksaan penunjang meliputi pemeriksaan darah, urin, foto Rontgen dada, dan pemeriksaan jantung (ekokardiografi) untuk menemukan diagnosa yang lebih jelas. Bila si kecil memang positif mengalami lupus, maka dokter akan memberikan obat untuk mengendalikan peradangan yang timbul untuk mencegah dan meredakan kerusakan organ.

Nah, yang harus dilakukan oleh pasien lupus adalah:

  • Minum obat dan kontrol secara rutin ke dokter sampai penyakitnya dinyatakan remisi (dalam kondisi perbaikan). Minum obat dapat berlangsung cukup lama, sampai bertahun-tahun tergantung derajat keparahan penyakit lupus.
  • Anak dengan lupus harus menghindari paparan sinar matahari langsung (memakai tabir surya, payung, baju lengan panjang)
  • Mengendalikan stress psikis
  • Membatasi konsumsi makanan berkadar garam tinggi
  • Minum suplemen kalsium dan vitamin D3 (untuk mencegah osteoporosis akibat efek samping obat)

Bun, penyakit lupus adalah salah satu penyakit yang hanya dapat dikontrol agar gejalanya tidak kambuh. Kondisi anak dapat membaik (remisi) atau memburuk (kambuh, namun tidak dikatakan sembuh. Untuk itu, dibutuhkan kerjasama antara orangtua dan dokter spesialis anak guna menjaga kondisi anak tetap optimal sehingga penyakit ini tetap dapat terkontrol ya Bun.

 

Click to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *


Kesehatan Ibu & Anak

Ternyata Ini Perkembangan Bayi 6 Bulan

Perkembangan bayi usia 6 bulan sangat menakjubkan

Tak terasa Bunda dan si kecil sudah berhasil melewati setengah tahun pertama dengan berbagai tantangan yang ada. Si kecil bukan lagi bayi merah yang mungil, ia kini sudah semakin pintar bahkan mulai belajar berkomunikasi dan mengonsumsi MPASI. Perkembangan bayi usia 6 bulan sangat menakjubkan.

Jika di beberapa bulan pertama kehidupannya, berat bayi hanya bertambah sekitar 600 gr sampai 1,5 kg per bulannya. Di usianya yang sekarang, berat badan bayi usia 6 bulan seharusnya sudah dua kali lipat dari berat badan waktu lahir.Di lain sisi, pertumbuhan tinggi badan juga melambat antara 1 sampai 1 1⁄2 cm per bulan di periode ini.

Tetap Perhatikan Perkembangan Motorik Kasarnya, Bun

Ia akan mulai bisa duduk sendiri, Bun. Di usia 6 bulan bayi mulai bisa duduk sendiri. Awalnya ia mungkin harus menopang badannya dengan tangannya tapi sejalan dengan waktu ia akan bisa duduk tanpa topangan tangannya. Di usianya, dia pun juga bisa berguling ke posisi telungkup dan telentang sendiri. Ia bahkan mungkin dapat menggeser badannya maju atau mundur pada saat tengkurap.

Setelah mengetahui bahwa ia bisa menggunakan tangannya untuk memukul, memegang dan menggoncangkan berbagai benda, kini ia belakar bahwa ia dapat menggunakan jarinya satu per satu atau bersama-sama untuk mengambil sesuatu yang lebih kecil. Percayalah, kemampuan ini akan terus berkembang dalam beberapa bulan ke depan. Di lain sisi, cobalah untuk mengembangkan kemampuan motorik kasarnya daripada motorik halus, Bun. Ada yang sudah mulai mencoba merangkak dengan menyeret perutnya di usia ini ini, ada pula yang lebih senang duduk dan mengamati saja.

Jam Tidurnya Pun Mengalami Perubahan  

Umumnya bayi yang berusia enam bulan sudah bisa tidur terus menerus selama enam sampai delapan jam per sekali tidur. Mengingat ia sudah bisa berguling, ia mungkin tidur dalam keadaan telentang dan bangun dalam posisi tengkurap, Bun. Risiko SIDS atau Sudden Infant Death Syndrom alias sindrom kematian mendadak pada bayi juga menurun di usia ini, namun tetap hindari hal-hal yang bisa mengakibatkan SIDS.

Perhatikan Juga Asupan Makanannya ya Bun

Umumnya bayi usia 6 bulan memang sudah siap menerima makanan padat. Untuk itu, yuk Bun mulailah dengan memberinya bubur ssusu atau buah-buahan yang mudah dicerna oleh si kecil. Bila si kecil mau menerima, perkenalkan berbagai buah dan sayur satu demi satu – berikan selang waktu tiga atau empat hari sebelum mengenalkan makanan baru – untuk memastikan bayi tidak alergi (seperti ruam, mata gatal, diare atau muntah) terhadap makanan tersebut. Cobalah tunggu responnya. Jika ia tak menyukai makanan baru, tunggu beberapa hari dan coba berikan kembali setelahnya. Bayi mudah berubah dan seleranya bisa berbeda dari hari ke hari. Bunda perlu memahami makanan apa saja yang sekiranya aman untuk MPASI dan tak menimbulkan alergi.

Bayi Usia Enam Bulan Semakin Sering Berceloteh Lho Bun

Si kecil yang sudah menginjak usia enam bulan umumnya sudah bisa tertawa, tersenyum, sekaligus berceloteh. Sekalipun ia mungkin hanya mengucapkan kata-kata sederhana seperti ‘mamama’, tapi Bunda harus tetap menanggapi celotehannya ya Bun. Hal ini guna menambah kosa katanya kelak saat ia mulai bisa berbicara.

Seiring pertumbuhan bayi 6 bulan, bayi juga sudah mulai mengenali orang dan benda di sekitarnya. Ia akan merasa nyaman dengan hal-hal yang dikenalnya seperti mama, papa, kakek, nenek serta mainan favoritnya. Bahkan si kecil mungkin sudah bisa meminta digendong dengan cara mengangkat kedua tangannya. Bayi 6 bulan juga dapat menunjuk sesuatu yang diinginkan, menggeleng jika tidak setuju, atau melambai pada orang lain, meski belum dapat mengatakan apa yang ia maksud.

Di lain sisi, Bunda perlu membacakan dongeng pada si kecil dan biarkan ia memperhatikan gambar-gambar menarik dalam buku. Dengan kebiasaan ini, ia juga akan tumbuh menjadi anak yang cinta pada buku. Si Kecil memang belum akan memperhatikan atau sabar mendengarkan Bunda membacakan cerita, namun dia akan senang memperhatikan warna dan gambar, meski hanya sebentar.

Selain itu menyanyi juga dapat menjadi sarana untuk meningkatkan kemampuannya berbahasa dan merasa. Bahkan, musik tanpa lirik pun dapat membawa manfaat yang baik bagi perkembangan otak si kecil lho Bun.

Tips Mendukung Perkembangannya:

Sebagai seorang ibu, Bunda harus berkreasi dalam hal mendukung perkembangan bayi di usia emasnya ini Bun. Caranya:

  1. Konsultasikan dengan dokter anak anda jika Bunda mungkin khawatir bayi anda belum mencapai beberapa pencapaian seperti berceloteh, duduk sendiri, melakukan kontak mata atau bereaksi pada suara.
  2. Cobalah bermain ci-luk-ba dengan bayi anda akan mengajarkan konsep keberadaan objek – objek tetap ada meskipun tidak terlihat.
  3. Jauhkan mainan dengan bagian-bagian kecil yang bisa mengakibatkan tersedak.
  4. Untuk membantu perkembangan bayi usia 6 bulan dalam hal kemampuan motorik, tempatkan mainan di lantai jauh dari jangkauannya untuk mendorongsi kecil

baca juga tahapan perkembangan bayi usia selanjutnya di perkembangan bayi 7 bulan

Click to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Most Share

To Top