Parenting

Untuk Ibu Muda, Kenali Gerak Gerik Tubuh Buah Hatimu yang Membawa Banyak Makna

sharon-mccutcheon-519968-unsplash

Saat melihat si Kecil yang masih berusia beberapa bulan dan belum bisa bicara, tentu gerak-geriklah yang Bunda jadikan cara untuk mengetahui maunya dan apa ia pikirkan dan rasakan. Seperti, apa yang sebenarnya dirasakannya saat tertawa dan menangis, atau bahkan saat ia terdiam.

Sebagai orangtua, kita hanya bisa menebak-nebak jawaban yang paling memungkinkan karena si Kecil belum bisa berbicara untuk mengungkapkannya. Namun ternyata, para pakar anak berpendapat bahwa bayi Bunda sebenarnya memiliki cara berkomunikasi sendiri. Misalnya dengan gerakan-gerakan ini.

Memalingkan Pandangan

Saat Bunda mencoba menarik perhatiannya namun si kecil justru memalingkan pandangannya terus, Bunda perlu mencari tahu penyebabnya. Biasanya ini karena anak bayi seusianya sejatinya tak tertarik melakukan aktivitas tersebut atau mungkin saja, tertarik dengan hal lain yang lebih menyenangkan untuknya.

Nah, kalau sudah begini, Bunda disarankan untuk membiarkan si kecil fokus kepada hal lain yang menarik perhatiannya. Setelah itu, mulailah untuk menarik perhatiannya lagi apabila aktivitas yang Bunda tengah upayakan harus dilakukan saat itu juga.

Mengucek Atau Menutup Mata

Saat menjaganya, Bunda pasti sesekali melihat si kecil tampak mengucek-ucek matanya saat sedang terbangun dan menjalani aktivitas. Tidak jarang, ia menutup matanya begitu saja yang terkadang dibarengi dengan gerak-gerik menguap. Ini sejatinya tanda paling mudah yang ditunjukkan buah hati saat mereka mengantuk dan ingin tidur.

Mungkin karena aktivitas yang dianggapnya membosankan atau hal lainnya sehingga ia memilih untuk tidur. Hanya saja, diatas segalanya, Bunda harus paham kalau anak kecil seusianya memang perlu jam tidur yang sangat banyak. Tidak aneh, ia sering mengantuk dan ingin istirahat.

Memainkan Rambut

Si kecil kian cermat dan pintar memperhatikan lingkungan sekitar sekaligus apa yang ada di dirinya. Tidak aneh, ia suka meraba-raba beberapa bagian tubuhnya yang mungil termasuk rambutnya. Saat si kecil memainkan rambut, bisa jadi ia sebenarnya ingin memberitahukan kalau dirinya risih akan sesuatu.

Memainkan rambut secara berulang-ulang diketahui sebagai salah satu cara anak bayi “melarikan diri” dari perasaan gelisah atau risih yang tengah digumulinya. Jadi Bun, saat si kecil menunjukkan gerak-gerik tersebut, Bunda diharapkan memberi atau merespon dengan kontak fisik yang membuat buah hati merasa tenang. Bunda bisa mengelus rambutnya, memeluknya atau mengeluarkan suara yang halus untuk menenangkannya.

Menggenggam Telapak Tangan

Selama ini si kecil menunjukkan gerak-gerik tubuh dimana ia menyentuh bagian tubuh lainnya dengan jari-jemarinya. Tapi Bun, akan ada momen dimana ia akanmenggenggam kedua telapak tangannya sendiri. Maksud si kecil melakukan hal ini ternyata untuk menyatakan bahwa tubuhnya merasa kedinginan.

Itu kenapa, tidak aneh, apabila Mama mengamatinya seusai mandi, ia cenderung berupaya untuk menggenggam kedua telapak tangannya dengan erat. Saat Bunda melihat si kecil melakukan hal itu, Bunda sangat dianjurkan untuk memberikan kehangatan dengan handuk, selimut atau mengganti bajunya dengan pakaian yang lebih hangat.

Merentangkan Tangan

Salah satu gerak-gerik tubuh yang sering diperlihatkan oleh anak bayi adalah merentangkan tangan atau membiarkan kedua tangannya terbuka ke atas atau ke masing-masing sisi. Bila si kecil melakukan ini, kemungkinan supaya Bunda mengerti kalau ia ingin pindah dari satu tempat ke tempat lainnya. Bisa jadi, ia ingin digendong oleh ibunya. Tapi tak menutup kemungkinan, gerak gerik tubuh si kecil ini juga menandai suasana hatinya yang sedang gembira.

Click to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *


Parenting

Kesalahan yang Umum Dilakukan Orangtua Saat Menyuapi Anak

baby-baby-eating-chair-973970 (4)

Proses memberikan makan pada si kecil seharusnya menjadi momen yang menyenangkan sekaligus menyehatkan. Hanya saja, sebagai orangtua, ada kalanya Bunda mengabaikan beberapa hal yang akhirnya justru merugikan si kecil. Baik kebiasaan maupun asupan makanan yang diberikan, bisa jadi pemicu si kecil jadi bermasalah dengan kebiasaan makannya kelak. Untuk itu, perhatikan lagi ya Bun apa-apa saja yang sebaiknya tak dilakukan saat menyuapi si kecil.

Anti Makan Berantakan

Saat menyuapi si kecil dan suapan tersebut luber kemana-mana, pasti Bunda segera mencari lap basah dan membersihkannya sesegera mungkin. Rasanya jangan sampai si kecil terlihat kotor karena sisa makanan yang berantakan ke sisi-sisi wajah atau bahkan bajunya. Padahal, kebiasaan ini justru sebaiknya dikurangi. Biarkan si kecil bereksplorasi dengan kondisi ‘kotor’ yang muncul saat ia makan. Ia akan belajar tentang apa yang dikonsumsinya dari situ.

Untuk itu, tak usah khawatir atau takut kotor, justru biarkan si kecil makan sendiri saat usianya sudah cukup mampu untuk memegang sendok sendiri. Di masa-masa eksplorasi, berikan varian menu yang semakin beragam. Sembari mengajarinya tentang makanan, Bunda juga bisa mengajarinya untuk belajar bersih-bersih sendiri setelah makan.

Proses Menyuapi yang Terlalu Lama

Banyak sekali orangtua yang memilih untuk memanjakan buah hati mereka dengan selalu menyuapinya saat makan. Padahal, Bunda disarankan melatih si kecil untuk makan sendiri sejak usia 8-9. Baru kemudian di usia 12 bulan, ia sudah benar-benar memilih untuk makan sendiri dan menggunakan peralatan makan dengan baik. Jangan takut si kecil justru tak mau makan, bersabarlah dalam membimbingnya dan biarkan si kecil berproses.

Memilih Makanan yang Terlalu Sehat untuknya

Orangtua selalu terperangkap pada pemikiran bahwa bayi dan anak-anak harus diberikan makanan terbaik dan menyehatkan. Di lain sisi, tren makanan sehat pun semakin berkembang, dan menekankan bahwa golongan makanan sehat adalah buah-buahan, sayuran, dan biji-bijian.

Padahal makanan tersebut rendah lemak dan lebih cocok untuk orang dewasa yang tengah menjalankan diet sehat. Untuk itu, lebih bijaklah untuk urusan memberikan makanan pada si kecil ya Bun. Di usianya, mereka membutuhkan asupan lemak untuk tumbuh kembangnya.

Membiarkan Si Kecil Menggigit Makanan atau Mengonsumsi Minuman orang Dewasa

Mungkin Bunda sama sekali tak sadar ada beberapa kebiasaan orang dewasa yang justru membahayakan si kecil. Misalnya membiarkan ia menyeruput sedikit kopi atau atau memberikannya sepotong brownies. Padahal, ada bahaya yang mengintai. Kafein, soda, yang mungkin terkandung dalam minuman, akan mengancam kesehatannya.

Serta makanan manis akan membahayakan kesehatan giginya. Bahkan kalau si kecil sudah terlanjur menyukai rasanya, tak menutup kemungkinan ia akan meminta makanan itu lagi. Untuk itu, lebih berhati-hati ya Bun saat memberikan makanan atau snack pada si kecil. Di usianya, tak semua makanan disarankan untuk dikonsumsi. Terutama yang tinggi gula.

Click to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *


Parenting

Tips Mendongeng dari Pakar Sastra Anak Indonesia

story-4220329_640

Kebanyakan orangtua, khususnya Bunda kadang kala dilema tiap kali hendak mencoba mendongeng untuk si kecil di rumah. Biasanya kita takut gagal, tak didengar, takut tak bisa berekspresi di depan anak atau hal-hal lain yang membuat kita mengurungkan niat dan tak jadi mendongeng untuk si kecil. Padahal, sebenarnya semua orangtua bisa mendongeng kok Bun.

Nah Bun, Dr.Murti Bunanta SS., MA, selaku seorang Peneliti dan Pakar Sastra Anak Indonesia yang sudah berkecimpung dalam dunia dongeng sejak puluhan tahun lalu, menyebutkan jika peran orangtua dalam mendongeng sebenarnya adalah hal positif yang patut diaperisiasi.

Ditemui di acara Peluncuran ‘Dongeng Aku dan Kau’ dari Dancow, Kamis (18/7/2019) di The Dharmawangsa, Jakarta Selatan. Beliau memberikan beberapa tips untuk bunda yang ingin mulai mendongeng buat si kecil namun masih bingung cara memulainya. Diantaranya :

  1. Ambil dan pilih cerita yang Bunda senangi, yang tak bersikap memaksa si kecil atau menakuti.
  2. Saat Bunda hendak mendongeng, jadilah seperti anak kecil dan ikut berimajinasi.
  3. Gunakan benda yang ada di sekitar sebagai objek untuk memberinya gambaran cerita yang sedang Bunda sampaikan.
  4. Bunda juga boleh mengarang cerita apa saja.
  5. Cari waktu yang nyaman untuk si kecil dan untuk Bunda juga.
  6. Jangan memaksa anak untuk mendengarkan, tetap bacakan dongeng meski ia tak memerhatikan. Perlahan, si kecil nanti akan mulai mendekat dan mendengarkan dongeng dari Bunda.
  7. Dan kalau anak terus meminta satu cerita yang sama secara terus menerus, Bunda jangan bosan, karena itu artinya ia sedang ingin memahami cerita itu secara mendalam.

Selain itu, Dr.Murti juga menyarankan, agar Bunda tak memaksa anak untuk diam atau meyelesaikan permainan yang ia sedang lakukan hanya untuk mendengar dongeng dari Bunda. Karena itu tak akan memberinya stimulasi  apa-apa.

Selain itu, pilih juga waktu yang tepat dimana Bunda sedang merasa nyaman dan senggan, dan begitu pula dengan anak. Sebab menurut beliau, anak akan lebih mudah mencerna kosa kata dan cerita yang kita sampaikan ketika ia sedang merasa nyaman dibanding ketika ia sedang mengantuk karena mendengar dongeng saat sedang tertidur pada malam hari.

Click to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *


Mainan Anak

Di AS, Mainan Forky Ditarik dari Pasaran Lantaran Dinilai Tak Aman

forky

Karakter baru Forky dalam film Toy Story 4 menuai polemik baru di kehidupan nyata. Terbaru, Disney telah mengeluarkan imbauan penarikan secara sukarela mainan Forky dengan alasan masalah keamanan. Bahkan Komisi Keamanan Produk Konsumen Disney melaporkan bila bagian mata Forky dapat terlepas dan menuai risiko tertelan pada anak di bawah umur tiga tahun.

Dilansir dari Aceshowbiz, Rabu, 10 Juli 2019 perusahaan akan mengembalikan dana secara penuh kepada pelanggan yang mengembalikan mainan tersebut.

“Kami mendukung pengembalian penuh mainan Forky. Tidak ada ada yang lebih penting dibanding keselamatan konsumen kami,” ujar Disney dalam sebuah pernyataan yang diunggah di Twitter pada Senin, 8 Juli. “Silakan hubungi 866-537-7649 atau kembalikan barang tersebut ke toko Disney / Disney Parks Amerika Utara.”

Mainan Forky memang dijual di Toko Disney, Disney Theme Parks, shopdisney.com dan melalui toko Disney di Amazon Marketplace dari April hingga Juni dengan harga sekitar US$20 atau Rp 281 ribu. Sekitar 80.650 mainan telah terjual di AS dan Kanada. Langkah ini diambil sebagai tindakan pencegahan karena belum ada cedera yang dilaporkan.

Dalam film Toy Story 4, Forky berjuang dengan krisis percaya diri setelah Bonnie menciptakannya dari sampah. Tubuh Forky terbuat dari senpu atau sendok garpu dan ditambahkan aksesoris lain sehingga membuatnya menjadi mainan yang utuh.

Click to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Most Share

To Top