Parenting

Untuk Ibu Baru Seperti Putri Marino, Ini Tips Merawat Bayi Baru Lahir Saat Bunda Terpaksa Tinggal Jauh dari Orangtua

bayi

Pasangan selebriti Putri Marino dan Chicco Jerikho baru saja dikaruniai buah hati bernama Surinala Carolina Jarumilind pada 24 September lalu. Bayi berjenis kelamin perempuan sekaligus anak pertama Putri dan Chicco pasti akan membawa cerita tersendiri untuk keduanya ya Bun. Apalagi Putri sendiri diketahui tak tinggal bersama dengan orangtua maupun mertuanya. Dan pengalaman mengurus buah hati, pasti jadi tantangan tersendiri.

Bukan hanya Putri, jangan-jangan Bunda pun sedang atau akan mengalami hal serupa. Saat hendak jadi ibu baru, namun nantinya harus terpaksa tinggal jauh dari orangtua. Kekhawatiran pasti ada ya Bun. Tapi percayalah pada diri Bunda. Naluri sebagai seorang ibu nantinya yang akan menguatkan Bunda. Selain itu, banyak-banyak cari tahu seputar bayi baru lahir ya Bun!

Bayi baru lahir harus menyusu tiap 1-2 jam

Bayi memiliki ukuran lambung yang kecil sehingga Anda perlu memberinya susu dalam jumlah yang sedikit-sedikit namun sering. Biasanya si kecil akan menyusu 1-2 jam dalam beberapa hari pertama. Saat bayi lapar, biasanya ia akan memberikan tanda seperti menangis dengan kuat, mengisap tangannya, atau mengecap-ngecap seperti mencari puting. Di lain kondisi, Bunda bisa saja melihat bayi yang tertidur terus. Bayi memang memiliki waktu tidur yang cukup panjang. Namun bila bayi Bunda tertidur terus, Bunda perlu membangunkannya dan tetap memberinya susu. Usahakan ia tidak tertidur lagi ketika menyusu ya Bun.

Bayi baru lahir sering mengalami gumoh

Setelah bayi menyusu, ia akan mengeluarkan lagi susu tersebut dari mulutnya. Kebanyakan orang menyebutnya dengan istilah gumoh. Gumoh (spitting up, atau refluks gastroesofageal) terjadi karena fungsi katup antara esofagus dan lambung belum sempurna. Selain itu, ukuran lambung bayi yang kecil dapat menjadi salah satu penyebab gumoh. Nah, untuk mencegah terjadinya gumoh, coba posisikan bayi  Bunda dalam posisi tegak selama 30 menit setelah ia selesai menyusu dan biarkan si kecil bersendawa.

Bayi yang Baru Lahir Tidur selama 16 Sampai 18 Jam Per Hari

Durasi tidur bayi memang cukup panjang. Biasanya bayi tidur selama 1-2 jam dalam sekali tidurnya, kalau dijumlahkan dalam satu hari ia dapat tertidur selama 16 hingga 18 jam. Nah, saat mencapai usia 6 bulan, sebagian besar bayi tidur selama 6 jam pada malam hari. Di malam hari, supaya bayi tak terbangun, cara yang dapat dicoba yaitu dengan melakukan banyak aktivitas ketika siang hari sehingga ia tetap terjaga dalam waktu yang lama dan dapat tidur lebih lama ketika malam hari.

Bayi Baru Lahir Punya Kulit yang Sensitif ya Bun

Jaga kebersihan si kecil ya Bun, apalagi kulit bayi baru lahir sangat sensitif lho. Usahakan popok bayi Bunda tetap bersih dan kering agar menghalau ancaman ruam popok. Gunakan air hangat dan kapas yang halus ketika membersihkan bokongnya lalu keringkan dengan handuk yang lembut. Bun, cara ini lebih dianjurkan dibanding memakai tisu basah yang mengandung alkohol lantaran justru bisa memicu iritasi kulit. Selain itu, jangan memakaikan popok pada bayi terlalu kencang karena dapat membuat kulitnya menjadi lecet.

Bayi Baru Lahir Sering Buang air Besar Setelah Menyusu

Ada bayi yang selalu buang air besar setelah menyusu, ada juga bayi yang buang air besar hanya dua kali per minggu. Tapi biasanya pada bayi baru lahir, ia akan sering buang air besar setelah ia menyusu (sekitar 6 sampai 10 kali per hari). Baru Bun, saat usianya menjelang usia 3 sampai 6 minggu, frekuensinya akan semakin menurun. Hal yang perlu diperhatikan ketika bayi buang air besar yaitu konsistensi kotorannya. Ketika bayi baru lahir, kotoran bayi akan berwarna hitam kehijauan dan lengket yang disebut dengan mekonium. Seiring berjalannya waktu, saat ia berusia 2 hingga 4 hari, warna kotorannya akan semakin muda dan tidak lengket. Sementara itu, Bunda juga tak boleh lupa dengan tali pusatnya. Jaga tali pusat dan kulit di sekitarnya agar tetap bersih dan kering. Jika tali pusat si kecil berubah menjadi kemerahan dan berbau, segera bawa ke dokter karena kemungkinan si kecil mengalami infeksi pada tali pusatnya.

 

Click to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *


Sponsored Content

Bunda yang Sedang Hamil, Ketika Tidur Usahakan Miring Ke Kiri Ya

pexels-photo-1464822

Selama kehamilan Bunda mungkin dilanda kecemasan karena khawatir terjadi sesuatu pada bayi dalam kandungan karena kesalahan perilaku. Karena itu kemudian Bunda berlaku sangat berhati-hati dalam melakukan segala sesuatu.

Setelah si kecil lahir, bukan berarti perasaan langsung lega begitu saja. Bunda lagi-lagi merasa cemas melakukan kekeliruan dalam merawat si kecil. Semua hal itu wajar dan tak perlu panik ya Bunda.

Sebab semua orang tua pasti ingin yang terbaik bagi anaknya. Namun kebanyakan dari kita tidak punya pengetahuan yang cukup untuk menangani bayi yang baru lahir. Karena itu Bunda dilanda kecemasan soal hal ini.

Nah mari coba menenangkan diri ya Bunda, setidaknya ada beberapa hal yang menjadi dasar penting yang wajib bunda kuasai dalam hal merawat bayi yang baru lahir. Dengan melakukannya sesuai petunjuk, si kecil akan baik-baik saja dan Bunda akan membantunya dalam perkembangannya di kemudian hari kelak.

Selama Tali Pusat Belum Puput, Harus Dirawat Ya Bunda

newborn-1399193_640

Tali pusat jadi bagian penting dari bayi ketika dalam kandungan karena organ ini menjadi sumber makanan dan mengalirkan oksigen dari Bunda. Setelah bayi lahir, tali pusat yang tadinya jadi penghubung oksigen dari bunda pada bayi akan dipotong sekitar 2 sampai 3 cm. Sisa tali pusat nantinya akan puput dengan sendirinya.

Meski akan puput secara alami, ada hal penting yang harus Bunda perhatikan ketika menanganinya. Gusti Ayu Puspita Devi S.Keb, seorang Bidan yang sudah mengedukasi lebih dari 1.000 bayi menuturkan bahwa selama tali pusat belum puput, bunda disarankan untuk tetap memastikan tali pusat tetap bersih dan kering. Sebisa mungkin mandikan bayi dengan washlap atau spons. Hindari pula memandikan bayi ke dalam bak mandi yang airnya penuh, agar tali pusat tidak terendam air.

Sebab hal ini akan mengakibatkan tali pusat basah dan lembap, yang tidak baik untuk kesehatan si Bayi. Hindari pula untuk membersihkan tali pusat dengan sabun atau cairan antiseptik lainnya. Seusai mandi, keringkan tali pusat dengan kain bersih dan balut dengan kain kasa yang steril.

Selanjutnya bunda juga perlu memastikan pemasangan popok. Pastikan jika tali pusat tak akan terkena air seni dan tinja untuk menghindari infeksi pada tali pusat. Jangan pula menarik tali pusat dengan paksa, karena ini bisa menyebabkan pendarahan pada pusat. Biarkan ia kering dan puput dengan sendirinya, dengan memastikan tali pusat tetap bersih dan tidak basah.

Bayi Boleh Dipijat Dari Usia 0, Tapi…

Mother massaging her child's foot, shallow focus

Faktanya pemijatan pada bayi dapat dilakukan sejak bayi baru lahir, dari usia 0 hingga 3 tahun. Namun alangkah lebih baik, jika dilakukan pada masa 6 atau 7 bulan kehidupannya. Dengan catatan, si kecil sedang dalam kondisi baik dan stabil dari segi medis.

Bunda bisa memberikan sentuhan-sentuhan lembut untuk memijatnya. Bunda juga boleh melakukannya dengan penyertaan komunikasi secara verbal kepada dirinya sebagai bentuk cinta kasih. Hal ini akan jadi salah satu cara untuk meningkatkan bonding antara bunda dan bayi.

Stimulasi ini akan jadi pengaruh baik yang akan mendukung tumbuh kembang si kecil. Mulai dari meningkatkan sistem imunitas tubuh, membantu bayi belajar rileksasi, serta meningkatkan kualitas dan kuantitas tidur miliknya.

Bayi Boleh Dimandikan, Tapi Jangan Terlalu Sering

279228-P5UI7Z-794

Tak ada patokan pasti, sebaiknya berapa kali bayi dimandikan dalam sehari. Ada yang 2 kali sehari, dan ada pula yang 1 kali sehari. Atau pagi hari dimandikan, sorenya cukup diseka saja.

Namun yang utama beberapa ahli pun menganjurkan untuk memandikan bayi 2 hingga 3 kali per minggu. Dan frekuensinya bisa ditingkatkan, seiring bertambahnya usia.

Caranya? Setidaknya ada 3 cara yang biasa digunakan oleh beberapa perawat, untuk memandikan bayi yang baru saja lahir. Pertama dengan memakai washlap dan diusapkan ke Bayi. Kedua memandikan bayi dengan dicelupkan ke bak mandi. Sedangkan ketiga memandikan bayi dengan dibedong menggunakan selimut. Bunda boleh memilih. Kira-kira cara mana yang paling sesuai untuk bunda lakukan pada si kecil sesuai dengan kebutuhan.

Meski tata cara memandikannya berbeda, hal lain yang perlu dilakukan dalam proses memandikan hampir serupa untuk ketiga tekniknya. Diawali dengan membersihkan area mata dari dalam keluar, mulut, dan membersihkan wajah bayi hingga ke kepala sampai ujung kakinya. Selanjutnya, bunda boleh mengeringkan bayi dengan menggunakan handuk berbahan lembut.

Hal Lain yang Juga Perlu Bunda Perhatikan Adalah Tata Cara Mengganti Popok yang Sesuai Anjuran

pexels-photo-1556706

Sekilas kegiatan ini mungkin terlihat sepele, karena dalam bayangan bunda mungkin mengganti popok hanyalah membuka dan memasang pakaian bawah pada tubunya si kecil saja. Tapi, untuk mengganti popok pada bayi baru lahir beda loh bun.

Karena setidaknya ada beberapa hal yang bunda perlu siapkan, mulai dari matras pelapis, popok yang bersih, wadah berisi air hangat, kapas untuk membersihkan bokong bayi dan baby cream.

Mulailah dengan meletakkan si kecil di atas matras dengan memastikan posisinya aman. Lepaskan popok yang ia kenakan, lalu bersihkan bagian pinggang kebawah menggunakan kapas yang dibasahi dengan air hangat dari depan ke belakang. Keringkan bagian lipatan bokongnya dengan handuk bersih dan oleskan baby cream.

Selanjutnya, pasang popok yang bersih dengan posisi menutupi bokong dan tubuh bagian depan dengan baik, lalu ikat tali popok dengan tidak terlalu longgar tapi juga tidak terlalu kencang.

Jika Masih Dirasa Kurang, Bunda Juga Boleh Belajar Tentang Cara Perawatan Bayi yang Baru Lahir Lainnya dari Para Ahli di Bidangnya

pexels-photo-789786

Menjadi orangtua baru atau kembali merawat bayi yang baru lahir, memang bukanlah sebuah tugas mudah. Tapi bukan berarti juga, bunda tak bisa melakoninya. Beruntungnya, kini kita ada pada masa yang bisa dengan mudah mempelajari banyak hal hanya dengan telepon genggam saja. Termasuk tata cara perawatan si kecil yang baru saja lahir.

Menariknya, untuk urusan hal terbaik dan perawatan bayi baru lahir, bunda bisa menengok beberapa video yang disajikan oleh JOHNSON’S® . Menjadi, standar dunia dalam perawatan kulit bayi selama lebih dari 125 tahun ini, kali ini JOHNSON’S® menghadirkan 125 video edukasi yang mencakup hal-hal yang “Terbaik Untuk Bayi”, dan salah satunya bagiannya adalah “Perawatan Bayi Baru Lahir” yang bisa bunda lihat disini.

Informasi yang disajikan tersebut bekerja sama dengan beberapa tenaga ahli kesehatan yang ahli di bidangnya masing-masing. Video-video ini ditujukan oleh JOHNSON’S® sebagai bentuk apresiasi kepada para ibu di seluruh Indonesia.

Bagaimana bunda? Yuk, belajar bersama-sama agar lebih paham tata cara perawatan bayi baru lahir yang benar.

Click to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Most Share

To Top