Parenting

Tumbuh Kembang Balita Adalah Indikator Penting Status Kesehatannya, Oleh Karena Itu Pastikan Tumbuh kembangnya Sudah Sesuai Usianya

StockSnap_AXIRTFTYRA

Pertumbuhan memiliki kaitan yang alamiah dan sangat erat mengenai perubahan dalam besar, jumlah, atau juga ukuran yang memang bisa diukur dengan menggunakan ukuran berat, ukuran panjang, usia, hingga struktur tulang yang berkembang secara alami sesuai dengan usianya dan keseimbangan metabolisme.

Sedangkan perkembangan adalah bertambahnya kemampuan pada struktur serta fungsi tubuh yang semakin bertambah komplit dalam sistem pola yang teratur dan mampu untuk diramalkan, sebagai hasil dari pelaksanaan proses pematangan.

Begitupun yang terjadi pada anak. Setelah melewati masa tumbuh kembang di dalam rahim, si kecil akan mulai mengenal dan beradaptasi dengan lingkungannya. Berbagai aspek perkembangan motorik, kognitif, serta bahasa pada anak balita terjadi sangat pesat. Lantas bagaimana perkembangan dan pertumbuhan yang terjadi pada anak balita?

Pada Usia 0-4 Bulan Bayi Mulai Berbicara

Melatih senyum dan bicara dari si kecil, membiasakan bayi usia ini untuk mengenal tentang music juga sangat membantu dalam pertumbuhan dan perkembangannya. Bayi juga sudah mampu diajak tersenyum dan mulai berbicara.

Bayi Berusia 1 Bulan Mengeluarkan suara “o….o…o…”, Menggerakkan Tangan Serta Kakinya, Dan Tersenyum.

Fokus si kecil akan semakin bertambah pada usia ini. karena bayi akan mampu fokus menatap ke Ibu jika sedang di ajak berbicara. Mengeluarkan suara “o….o…o…”, menggerakkan tangan serta kakinya, dan tersenyum.

Pada Usia 3 Bulan Bayi Bisa mengangkat kepala secara tegap saat tengkurap Dan Mengoceh

Pertumbuhan dengan mengangkat kepala secara tegap saat tengkurap dan spontanitas mulai mengoceh adalah langkah lanjutan pertumbuhan dan perkembangannya.

Di Usia 4-6 Bulan Bayi Mulai Bisa Diajak Bermain Bun

Pada usia 4-6 bulan bayi akan lebih sering tengkurep. Bayi juga sudah mulai dapat diajak bermain dengan bantuan benda yang menarik motoriknya, dan matanya dengan warna-warna dari benda tersebut.

Pada Usia 6 Bulan Bayi Dapat Berbalik Dari Posisi Tengkurap Ke Telentang

Mulai dapat berbalik dari posisi tengkurap ke posisi telentang, dan si kecil juga sudah mulai mampu mempertahankan kepalanya dalam posisi tegak.

Saat Si Kecil Berusia 6-12 Bulan, Dia Sudah Mulai Bisa Duduk

Permainan ci-luk-ba sudah mulai dimainkan, karena bayi sudah mulai bisa duduk, memegang biskuitnya sendiri, hingga mulai berjalan dengan berpegangan.

“Ma…ma…Pa…pa…” Akan Mulai Terdengar Saat Bayi Berumur 9 Bulan

Ma…ma…Pa…pa… sudah mulai bisa memanggil sapaan pada orang tua dengan baik, bayi juga sudah mulai bisa mencari atau mengikuti mainannya yang bergerak atau yang jatuh.

Pada Usia 12 Bulan Bayi Mulai Berjalan Dengan Cara Berpegangan

Bayi sudah mulai dapat berjalan dengan cara berpegangan, bayi juga bisa mengenali anggota keluarga, hingga respon menangis jika ada orang baru.

Bayi Berusia 1-2 Tahun Sudah Dapat Mencoret-coret Kertas Dan Bercerita

Memulai mengajari anak berjalan di anak tangga dapat mulai Anda lakukan, bayi juga sudah dapat mencorat-coret di kertas, hingga menyebut anggota tubuh dan juga bercerita.

Pada Usia 2 Tahun Anak Dapat Berlari-lari Dan Menyebut 3-6 Kata Yang Mempunyai Arti

Naik tangga dan berlari-lari, selanjutnya adalah menyebut 3-6 kata yang mempunyai arti, seperti bola, piring dan sebagainya, mengajari anak untuk mulai berpakaian sendiri, cuci tangan, juga buang air kecil dan buang air besar di tempatnya.

Anak Dapat Berdiri Satu Kaki Tanpa Berpegangan Tangan Saat Berusia 3 Tahun

Anak sudah dapat mengayuh sepeda roda tiga, anak juga bisa mulai berdiri satu kaki tanpa berpegangan tangan, serta mampu memakai sepatunya sendiri.

Pada usia 3-5 tahun Anak Sudah Dapat Menceritakan Apa Yang Dilakukannya

Anak sudah dapat menceritakan apa yang dilakukan, bahkan anak juga mampu menceritakan sesuatu yang merupakan hal baru yang ia coba.

Di Usia 5 Tahun Anak Bisa Melakukan Banyak Hal. Dari Berinteraksi Dengan Temannya, Melompat, Berlari, Hingga Bersekolah

Anak sudah dapat melakukan banyak hal, dari berinteraksi dengan teman seumurannya, melompat, berlari, sekolah, hingga menyebut angka dan pengertian tentang pelajaran si sekolah, anak juga sudah mampu diberikan tanggung jawab seperti berpakaian sendiri serta menggosok giginya saat mandi.

Click to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *


Parenting

Ajak Si Kecil Mau Merawat dan Mencintai Giginya yuk, Bun!

girl-rabbit-friendship-love-160933

Sebagai orangtua, Bunda pasti tak mau si kecil mengalami hal-hal yang tak menyenangkan. Tumbuh kembangnya harus berjalan dengan baik. Termasuk urusan menjaga kesehatan. Makanan yang diasupnya harus bergizi seimbang, kebutuhan ASI-nya pun harus terpenuhi. Seiring berjalannya waktu, mengasuh si kecil bukan hanya soal membesarkannya lho, Bun. Ada hal-hal lain berupa pembelajaran yang harus Bunda ajarkan padanya. Salah satunya perkara merawat gigi.

Mengenalkan cara hidup higienis pun bisa dilakukan dengan membiasakan si kecil untuk rutin menyikat gigi dan mencuci tangan. Hanya saja, banyak ibu muda yang sering melewatkan sikat gigi dengan alasan gigi si kecil masih cukup bersih. Padahal, yang namanya kuman pasti tak terlihat oleh mata ‘kan, Bun? Di lain sisi, menjaga kesehatan gigi ternyata bisa dimulai dari Bunda yang peduli perihal asupan makanannya.

Kenalkan Menu Makanan Sehat dan Ajak Si Kecil Suka dengan Sayuran

pexels-photo-1073776

Peneliti Duke University mengatakan, konsumsi junk food ternyata bisa jadi penyebab kesehatan gigi pada si kecil jadi menurun. Berdasarkan penelitian, anak-anak yang terbiasa tidak rajin menyikat gigi, mengonsumsi permen, soda, dan karbohidrat dalam jumlah yang tidak dibatasi akan membuat giginya cepat rusak. Karenanya, penting sekali mengubah gaya hidup semacam ini. Bunda tak mau ‘kan, gigi si kecil rusak karena Bunda kurang telaten mengajari cara hidup sehat padanya? Mulai dari sekarang, dibanding mengajaknya makan makanan cepat saji, lebih baik Bunda lebih rutin mengenalkan sayuran dan buah-buahan.

Jangan Biarkan Si Kecil Merasa Tertekan dalam Kesehariannya

pexels-photo-1118429

Bila si kecil tertekan, hal ini akan membuatnya mengalami fase bruxism, atau lebih sering disebut ‘gertak gigi’. Peneliti mengungkapkan, anak-anak yang lebih sering menggertakkan gigi justru lebih sukar bersosialisasi saat di sekolah. Penyebabnya mungkin beragam dan Bunda tak menyadarinya. Keseringan gertak gigi bisa memicu kerusakan pada giginya, lho. Untuk itu, sebisa mungkin ciptakan suasana yang nyaman ya, Bun. Biarkan si kecil memiliki waktu tidur yang teratur dan nyaman. Jangan lupa, seringlah berinteraksi dengannya supaya Bunda tahu apa yang sedang dipikirkan oleh si kecil.

Berikan Minuman yang Cukup Padanya Setiap Hari

girl-rabbit-friendship-love-160933

Jangan sampai si kecil mengalami dehidrasi, Bun! Sebab yang namanya dehidrasi bisa jadi pemicu masalah kebersihan mulut pada si kecil. Kuman akan mudah berdatangan dan bukan tak mungkin nantinya mulut dan gigi si kecil yang jadi korbannya. Untuk itu, demi mencegah agar hal semacam ini tak terjadi, ajaklah si kecil rutin menyikat gigi dan jangan sampai si kecil mengalami dehidrasi. Buatlah jadwal atau pengingat rutin yang bisa Bunda pakai untuk mengingatkan jam minum si kecil setiap harinya.

Jangan Membuatnya Takut pada Dokter Gigi seperti Anak Kecil Kebanyakan

pexels-photo-122101

Jangan membuat si kecil merasa takut dengan dokter gigi, Bun! Justru yang baik adalah membuatnya selalu mau dan nyaman kalau diajak periksa gigi secara rutin. Dengan melunakkan hati si kecil, hal ini akan lebih membantu Bunda untuk urusan menjaga kesehatan mulut dan gigi, bukan? Untuk itu, berhentilah menakut-nakuti kalau dokter gigi itu galak.

Ajaklah Si Kecil Menyikat Gigi secara Rutin

pexels-photo-298611

Carilah tips yang tepat agar membuat aktivitas menyikat gigi itu menyenangkan. Mungkin dengan memilih sikat gigi yang lucu sesuai karakter kesukaannya, menceritakan cerita favoritnya selama menyikat gigi, atau mungkin biasakan menyikat gigi dengan anggota keluarga lainnya. Saat mereka merasa nyaman dan melihat sikat gigi sebagai sebuah aktivitas yang menyenangkan, maka mereka pun akan terbiasa lho, Bun. Bahkan tidurnya akan jauh lebih nyenyak setelah menyikat gigi.

Click to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *


Parenting

Terbiasa Bilang ‘Hati-hati’ ke Anak Justru Bisa Mengekang Kebebasan Si Kecil Lho, Bun

pexels-photo-1089077

“Mainnya jangan jauh-jauh ya Nak. Hati-hati.”

Sebagai orangtua pasti Bunda sering berpesan demikian. Terutama kalau si kecil minta izin pergi bermain bersama teman-temannya. Tapi coba ingat lagi, sepertinya frasa ‘hati-hati’ tak hanya diucapkan saat si kecil di luar pengawasan Bunda. Bahkan kalau mungkin Bunda berada di dekatnya, sering lho terucap lagi kata ‘hati-hati’ itu. Mungkin sebagai orangtua, Bunda hanya takut si kecil kenapa-napa. Sampai-sampai saat buah hati Bunda sedang berlarian, main bersama teman, atau belajar menggunting kertas, reaksi pertama Bunda adalah menegaskan kata “Hati-hati ya, Nak.”

Bun, sebagai protektor bagi buah hatinya, justru ada baiknya untuk belajar mengurangi melontarkan kalimat hati-hati. Bukannya melarang, hanya saja kalau terlalu sering diucapkan kepada si kecil, dampaknya pun tak terlalu baik lho Bun, salah satunya ya si kecil jadi merasa tertekan dan dikekang.

Memberi Peringatan ‘Hati-hati’ pada Si Kecil Ternyata Bukan Kebiasaan yang Terlalu Baik

pexels-photo-69100

Sejak anak masih kecil, belum bisa bicara bahkan berjalan, semua aktivitasnya tentu dalam pengawasan orangtuanya. Tapi saat ketika bayi itu beranjak jadi anak-anak, Bunda perlu sadari kalau setiap anak yang tumbuh pun butuh kebebasan lho, Bun. Lantaran aktivitasnya bertambah, orangtua pun jadi tak bisa terus-terusan memantau aktivitas si kecil.

Tapi, bukan berarti orangtua jadi tak bisa apa-apa. Memberikan pesan atau nasehat perihal mana yang baik dan benar, jauh lebih baik dibanding menunjukkan kekhawatiran yang berlebihan atau melontarkan peringatan. Cukup katakan saja misalnya kalau jalan di sebelah kiri. Atau kalau ada di jalan raya, jangan berlarian. Kalau memang perlu menyebrang, carilah zebra cross.

Ucapan ‘Hati-hati’ Jangan Hanya Diucapkan Tanpa Makna

pexels-photo-122101

Memang selalu ada alasan kenapa orangtua meminta anaknya untuk berhati-hati. Sejak masih kecil, baik dari kita maupun saat kita sudah jadi orangtua, nasehat semacam itu sudah sering terdengar. Orangtua tak ingin anaknya celaka atau terjebak di situasi yang berbahaya. Untuk itu, demi menciptakan suasana yang aman, banyak orangtua yang akhirnya memilih untuk membatasi gerak-gerik si kecil. Dan pada akhirnya, kata ‘hati-hati’ pun jadi sering terlontar.

Sebab ya Begitu, Kalau Terlalu Sering, Ungkapan ini Malah Kehilangan Arti

pexels-photo-424441

Tapi Bunda sering tak sadar, apa yang Bunda ungkapkan, apalagi soal kata ‘hati-hati’, mungkin si kecil mengiyakan atau mengangguk saat Bunda mengucapkan hal tersebut. Hanya saja, tak menutup kemungkinan kalau si kecil sebenarnya belum terlalu paham makna kata tersebut.

“Hati-hati yang seperti apa yang harus aku lakukan? Kenapa harus berhati-hati? Apa jangan-jangan setiap benda di sekitarku memang berbahaya?” Mungkin kalimat tersebut yang akan digumamkan anak Bunda. Mereka terbiasa menerima peringatan ‘hati-hati’ tanpa mendengar penjelasan lebih lanjut soal makna kata tersebut. Bahkan karena terlalu sering mendengar peringatan tersebut, yang ada si kecil jadi tumbuh jadi anak yang takut untuk mencoba sesuatu yang baru. Mereka merasa ada risiko yang menghantui sehingga lebih memilih untuk mengamati saja dan tidak berani mencobanya.

Untuk Itu, Cobalah untuk Membimbing dan Mendampinginya, Bukan Memperingatkannya

pexels-photo-1089077

Menjadi orangtua yang bisa membimbing dan mendampingi itu menyenangkan lho, Bun. Bunda akan membuat si kecil nyaman dalam melakukan hal apa pun. Mereka jadi tak punya ketakutan tertentu hanya karena memikirkan peringatan orangtuanya yang seringkali berlebihan. Untuk itu, saat memiliki buah hati yang masih dalam masa pertumbuhan, belajar jadi orangtua yang bijak akan jauh lebih baik dibanding mendikte dan melarang si kecil melakukan ini-itu.

Click to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *


Event and Komunitas

Bantu Dukung Masa Depan Anak yang Lebih Sehat, DANCOW Inspiring Mom Hadir Kembali

4

Menjadi ibu mengharuskan kita untuk terus belajar. Seolah tak ada habisnya, setiap hari ada saja hal-hal baru yang butuh kita pahami untuk menemani tumbuh kembang buah hati. Hal inilah yang memicu Dancow Advanced Excelnutri+, untuk bisa membantu dan lebih memahami bunda. Sehingga membuat sebuah gerbrakan yang diberi nama Dancow Inspiring Mom.

Berhasil dilaksanakan dan mendapat respon baik dari para bunda pada batch pertamanya, pembekalan untuk batch kedua diadakan kembali. Jika pada batch pertamanya hanya ada 150 bunda yang dipilih dari 20 kota di seantero nusantara. Pada Batch II ini, sudah ada 200 orang bunda yang terpilih dari 40 kota yang akan mengikuti beragam edukasi pada 10 – 12 Agustus 2018 nanti.

4

Bertempat di Discovery Hotel, Ancol, Jakarta Utara. Para bunda terpilih akan mengikuti beragam sesi edukasi mulai dari kelas parenting, kelas nutrisi termasuk pola makan sehat dan portion-plating, kelas financial management, kelas grooming, kelas literasi media sosial, kelas memasak hingga kelas komunikasi, serta malam apresiasi dan kunjungan ke pabrik Nestle di Karawang.

Pada media gathering yang diadakan di kawasan Jakarta Selatan kemarin, Kamis, 09 Agustus 2018. Onny Wulandari, selaku Senior Brand Executive DANCOW Advanced Excelnutri+ mengatakan bahwa, “DANCOW sangat mengerti bahwa tidak ada sekolah untuk menjadi orang tua, sehingga menjadi bunda merupakan sebuah anugerah sekaligus tantangan terbesar bagi seorang wanita. Untuk itu keberadaan dan dukungan dari sesama Bunda menjadi sebuah kebutuhan. Inilah yang melatarbelakangi kegiatan Arisan Inspirasi yang merupakan rangkaian dari program DANCOW Inspiring Mom”

P1070754

Bahkan konon, selama kurang lebih 4 bulan sejak Dancow Inspiring Mom digelar sudah ada lebih dari 600 lebih Arisan Inspirasi yang diselenggarakan di kota masing-masing para bunda yang menjadi Dancow Inspiring Mom di Batch I. Dan sampai akhir Agustus nanti, total ada 1.200 program Arisan Inspiratif yang sudah mereka terima, yang juga akan melibatkan 45.000 orang bunda di berbagai daerah. 

Arisan tersebut diadakan sebagai bentuk berbagi pada bunda-bunda yang ada disekitarnya oleh para bunda Dancow Inspiring Mom yang terpilih di batch I. Mulai dari kelompok-kelompok ibu di kelurahan, ibu-ibu pkk, arisan keluarga, teman-teman, hingga bunda-bunda lain yang mau turut serta.

3

Sejalan dengan itu, ahli nutrisi Dr. Rita Ramayulis, DCN, M.Kes, menjelaskan, “Mengontrol porsi makanan melalui portion plating memang merupakan salah satu cara untuk mengoptimalkan asupan nutrisi yang dikonsumsi bagi Si Kecil untuk membentuk generasi sehat, cerdas dan percaya diri. Sesuai portion plating, sebaiknya makanan yang dikonsumsi oleh Si Kecil terdiri dari ½ piring berisi buah dan sayuran, ¼ piring berisi karbohidrat dan ¼ piring berisi protein. Penting sekali bagi para Bunda untuk mulai mengimplementasikanportion platingini dalam kesehariannya agar Si Kecil mendapatkan asupan nutrisi yang optimal.”

Hal-hal seperti inilah yang dibagikan oleh para bunda di kelas-kelas Arisan Inspiratif yang diadakan mereka.

P1070742

Nah, jika selama ini ternyata pemahaman bunda akan nutrisi yang dibutuhkan si kecil salah. Sudah seharusnya diperbaiki ya. Tak hanya menghadirkan para pakar dan ahli yang sudah kompeten di bidangnya masing-masing saja. Dancow Inspiring Mom Batch II, juga akan menghadirkan dau pubik figur yang juga di dapuk jadi Brans Ambassador Dancow, yakni Ussy Sulistiawaty dan Intan Nuraini.

Kedua bunda bijak ini, bercerita bahwa banyak sekali pengalaman yang juga mereka dapatkan selama pembekalan di batch pertama. Hal-hal yang tadinya salah diartikan kini lebih dipahami dengan benar. Hingga pada kesalahan-kesalahan dalam memahami nutrisi dan kebutuhan anak yang sesuai usianya, kini lebih mereka ketahui dengan baik. Bahkan jauh lebih baik dari sebelumnya.

Nah, untuk bunda yang penasaran bagaimana acara pembekalan Dancow Inspiring Mom Batch II, akan digelar. Serangkaian acara yang akan dilakukan mulai hari ini sampai, Minggu tanggal 12 Agustus 2018 besok, disiarkan secara lansgung pada facebook live Dancow. Jadi meski belum bisa ikut pada batch ini, bunda bisa melihatnya dari sosial media dulu ya.

Click to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Most Share

To Top