Parenting

Tugas Orangtua Memastikan Keamanan dan Kenyamanan Anak, Lakukan Tips ini agar Anak Terhindar dari Modus Penculikan

kenyamanananak

Kasus penculikan anak menjadi hal yang sangat mengkhawatirkan bagi orangtua.  Berdasarkan data yang ada, angka penculikan di Indonesia masih tinggi.  Dimana menurut data dari Komisi Perlindungan Anak disebutkan bahwa sejak tahun 2010 hingga 2015 jumlah penculikan di Indonesia mencapai 472 kasus atau rata-rata 100 kasus per tahun.

Tentu fakta ini sangat mengkhawatirkan sehingga orangtua untuk selalu waspada agar anak-anak tidak menjadi korban penculikan.  Sebagai orangtua, tugas utama kita adalah memastikan keamanan dan kenyamanan anak dalam lingkungan yang selalu mendukung perkembangannya.

Lalu apa yang sebaiknya dilakukan untuk mengantisipasi resiko terjadinya penculikan?  Dikutip dari situs Humas Polda Metro Jaya, Anda bisa mencoba tips berikut ini agar anak terhindar dari modus penculikan.

Mengajari anak untuk menolak ajakan orang yang tidak dikenal

Usia anak-anak adalah usia yang paling rentan untuk menjadi korban penculikan.  Dimana pada usia di bawah 8 tahun, anak cenderung belum bisa mengambil keputusan atau menyadari bahwa dirinya sedang dalam keadaan bahaya.  Bahkan dalam beberapa kasus, hanya dengan iming-iming dibelikan permen atau es krim saja, seorang anak bisa menurut diajak pergi oleh penculiknya.  Di sinilah peran orangtua sangat diperlukan untuk memberikan pemahaman kepada mereka agar menolak ajakan orang yang tidak dikenal.

Sebagai orangtua, Anda juga perlu mengajarinya bagaimana merespon situasi yang bisa membahayakannya.  Seperti misalnya dengan berteriak minta tolong kepada orang lain ketika orang yang tidak dikenal memaksanya untuk ikut pergi bersama.  Untuk anak dengan usia yang lebih besar biasakan untuk mengingat nomor telepon Anda sebagai antisipasi jika sewaktu-waktu berada dalam situasi yang berbahaya.

Menemani anak dalam berbagai aktifitas

Sebagai orangtua Anda bisa mencegah aksi penculikan, salah satunya adalah dengan menemani anak dalam berbagai aktifitasnya.  Meskipun Anda tidak bisa selalu menemaninya setidaknya bisa meminta tolong keluarga atau pengasuh untuk selalu mengawasi keberadaan buah hati Anda, terlebih jika mereka masih di usia balita.

Jangan biasakan anak menggunakan barang-barang mahal

Cobalah untuk menurunkan gengsi Anda dengan tidak membiasakan anak menggunakan barang-barang mahal yang bisa memancing kejahatan pada anak Anda.  Perhiasan mahal dan gadget terbaru bukanlah barang yang seharusnya Anda berikan kepada anak-anak, terutama ketika usianya bahkan belum memahami kemewahan itu apa.

Biasakanlah untuk selalu berkomunikasi dengan anak

Komunikasi yang baik antara orangtua dan anak bisa mengantisipasi resiko penculikan terhadap mereka.  Meski anak anda masih balita, mereka tetap akan bercerita mengenai apapun yang dialami sehari-hari.  Dan sebagai orangtua Anda harus jeli mendengarkan setiap ceritanya tersebut, kalaupun Anda sedang bertugas di luar kota Anda tetap harus mengetahui kondisinya setiap saat.  Anda tetap bisa menelponnnya atau bahkan videocall untuk sekedar bertatap muka.

Menjalin komunikasi dengan pihak sekolah

Penting bagi orangtua untuk mengetahui jam belajar dan jam pulang termasuk kegiatan ekstra yang diikuti oleh buah hatinya.  Tentu saja pihak sekolah juga memiliki tanggungjawab untuk mengawasi anak-anak selama di sekolah dan memastikan bahwa anak-anak dijemput oleh keluarga atau orang yang biasa mengantar dan menjemput mereka.

Mengajari anak teknik dasar beladiri

Untuk mengantisipasi jika anak berada dalam situasi yang membahayakan keselamatannya, maka perlu bagi orangtua untuk mengajari teknik dasar beladiri.  Anda bisa mengikutsertakan anak pada program latihan bela diri sesuai minat anak agar mereka tidak merasa terpaksa dalam latihan.  Anda juga harus memberikan pamahaman bahwa latihan tersebut perlu untuk menjaga diri ketika mereka dihadapkan dalam situasi yang mengancam.

Biasakan anak untuk selalu berkelompok

Anak yang pulang sekolah seorang diri lebih beresiko mengalami penculikan dibandingkan mereka yang pergi dan pulang sekolah berkelompok.  Penting juga bagi orang tua untuk mengetahui siapa saja teman-teman mereka, di mana mereka biasa bermain bersama dan nomor telepon teman mereka yang bisa dihubungi sewaktu-waktu.  Berikan saran untuk selalu melewati jalanan yang ramai dan hindari jalanan sepi karena rawan kejahatan.

Jangan mudah mempercayai orang baru

Bukan bermaksud untuk berprasangka buruk terhadap orang lain, namun hal ini penting sebagai antisipasi agar anak terhindar dari modus penculikan.  Dalam hal ini orang baru seperti sopir atau asisten rumah tangga yang baru, perlu dimintai data lengkap sesuai dengan data yang sesungguhnya.  Mulai dari domisili mereka dan latar belakang mereka di pekerjaan sebelumnya.  Karena ada beberapa kasus yang menjadikan mereka sebagai anggota sindikat penculikan sehingga harus selalu diwaspadai.  Selain itu, jangan pernah mengijinkan orang asing untuk masuk ke dalam rumah.

Memantau media sosial milik anak

Bagi Anda yang memiliki anak dengan usia lebih besar dan sudah memiliki akun media sosial, sebaiknya Anda memiliki akses untuk bisa memantau media sosial milik anak Anda.  Hal ini sangat penting karena pada beberapa kasus, penculikan terjadi dengan memanfaatkan media sosial untuk menarik perhatian calon korban.

Beberapa hal tersebut di atas bisa Anda coba sebagai langkah antisipasi agar anak terhindar dari modus penculikan.  Orangtua dan lingkungan memiliki peran yang cukup besar dalam memberikan perlindungan kepada anak, sehingga anak berada dalam situasi yang aman dan nyaman.  Dan jika ada penculikan orangtua harus berani untuk segera melaporkannya kepada polisi secara diam-diam meskipun ada ancaman dari pihak penculik.

Click to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *


Sponsored Content

Kompetisi Foto Wefie Momen Cinta Keluargamu, Kirimkan Foto Terbaik Keluargamu

momenkeluarga

Zaman dahulu kenangan keluarga diceritakan hanya melalui kisah-kisah verbal orang tua kepada anak cucunya. Kemudian datang era tulisan, dimana kenangan dituliskan dalam buku tulis dan untuk diberikan kepada generasi selanjutnya.

Lalu cara itu berganti ketika Kodak memperkenalkan kamera portabel yang bisa dibawa kemana-mana. Momen-momen penting keluarga tersimpan manis dalam album-album foto atau pigura yang dipajang di ruang-ruang tamu.

Tapi kemudian cara itu mulai luntur ketika datang era telepon pintar. Foto-foto kebersamaanmu Kini seringnya hanya tersimpan dalam penyimpanan gadget atau dalam unggahan sosial media. Saat itu pula kita tak lagi melihat keberadaan foto-foto itu sepenting ketika era dalam album dahulu.

Berapa banyak foto yang hilang karena gadgetmu bermasalah dan harus direset? Bagaimana pulak dengan foto jalan pertama si kecil yang kini hilang karena akun sosial mediamu diretas orang tak bertanggung jawab?

Ah, apakah kamu termasuk orang yang sangat telaten menyimpan semua foto-foto kenangan itu? Kamu menyimpan salah satu foto terbaik momen bersama keluargamu yang mungkin tak pernah terulang?

Kirimkan foto terbaikmu itu, agar semua bisa belajar dari kasih dan sayangmu bersama keluarga. Foto terbaik akan memenangkan Smartpone dan Smartfren MIFI

Ikuti Kompetisi Foto Wefie Momen Cinta Keluargamu

Upload

 

 

 

Click to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Most Share

To Top