Parenting

Tips Menjadi Teman Terbaik untuk Anak dari Mona Ratuliu

menjadi teman anak
Saya mau sedikit bercerita tentang Saya dan Davina, anak pertama saya yang saat ini sudah berusia 10 tahun. Dulu,saat Davina masih balita, hubungan saya dan Davina sama sekali nggak asik. Kebiasaan saya yang suka memaksakan kehendak pada Davina, marah-marah, melarang-melarang dan menghukum Davina, membuat Davina tumbuh menjadi anak yang defensif. Selalu ambil ancang-ancang untuk membela diri tiap bertatap muka dengan saya. Apalagi kalau sifat saya yang suka memaksa lagi kumat. Harus mandi sekarang! Harus makan sekarang! Harus tidur siang sekarang! Wuiiiih, nggak pake lama, kondisi seperti ini bikin Davina segera eror. Plus lama kelamaan Davina menjadi anak yang suka maksa, karena ternyata dia belajar memaksa dari ibunya.menjadi teman anakTerus terang saya bingung saat itu, kenapa niat saya yang ingin memberikan yang terbaik untuk anak saya, malah menghasilkan hubungan yang nggak asik begini. Seringkali saya nggak tau apa yang harus saya lakukan kepada anak saya sendiri saat dia nangis, nggak mau makan, menolak mandi, dan nggak nurut sama saya. Padahal saya tahu bahwa tugas orang tua begitu banyak. Mengajarkan anak supaya mandiri, bertanggung jawab, bisa merawat diri, pandai bersyukur, rajin beribadah, dan banyaaaak lagi. Bagaimana mungkin saya bisa mendidik anak saya untuk menguasai begitu banyak hal baik, kalau menghadapi Davina saat rewel saja saya nggak mampu.Melihat hubungan saya yang kian hari kian merenggang dengan Davina, melihat Davina yang nggak nyaman dengan saya, saya mulai membayangkan apa yang terjadi disaat Davina beranjak remaja… Karena ketika Davina mulai masuk SD saja, dia mulai berontak. Wah, saat masuk usia remaja nanti, dia bisa kabur dari rumah kalau begini terus.

Dari sini, mulailah perjalanan saya mencari ilmu untuk memperbaiki pola asuh. Dan akhirnya saya menemukan jawabannya… Orang tua harus sanggup menjadi teman yang asik untuk anak-anak. Pada usia 6-12 tahun, anak sedang asik-asiknya berteman. Berbincang seru dengan temannya adalah aktifitas yang paling disukai anak-anak diusia ini. Ketika kita berhasil menjadi tauladan yang baik untuk anak-anak, bukan menjadi komandan yang memaksakan anak untuk terus mengikuti perintah kita, maka kita sebagai orang tua memiliki peluang besar untuk jadi teman yang asik buat anak-anak. Kenapa jadi teman yang asik? Karena semua orang nggak akan ada yang mau berteman sama orang yang nggak asik. Anak-anak akan ogah bersahabat sama orang tua yang suka ngomel, serba perintah-perintah, dan ngebetein.

Terus kenapa juga harus bersahabat sama anak? Agar anak nyaman untuk bercerita dan meminta pendapat kepada orang tuanya. Kalau anak nggak nyaman curhat sama orang tuanya, lalu kepada siapa anak akan meminta pendapat? Kepada siapa anak akan mempertanyakan hal-hal yang sensisitif? Bukankah orang tua adalah tempat paling aman untuk bertanya? Masalahnya, apakah orang tua sanggup jadi tempat paling nyaman untuk bercerita?

Ketika orang tua bukan lagi tempat paling nyaman untuk berbicara, mulai deh anak mencari tempat curhat. Bukan cuma asik diajak curhat, tapi juga yang mau menerima dirinya apa adanya. Masalahnya, apakah orang tersebut mengajak kepada kebaikan, atau justru menyeret anak ke dunia gelap? Ya, memang inilah resikonya apabila orang tua bukan lagi tempat yang nyaman untuk diajak diskusi. Anak kemudian akan mencari orang lain untuk meminta pendapat dalam rangka menentukan jalan hidupnya.

Untuk itu, sangat penting bagi orang tua untuk mau belajar lebih banyak tentang bagaimana menciptakan hubungan yang win-win dengan anak. Yang salah satunya adalah belajar bersepakat dengan anak, membiarkan anak belajar mengambil keputusannya sendiri dan menstimulasi anak untuk bisa hidup mandiri. Agar orang tua nggak lagi berperan sebagai komandan yang selalu mengambil keputusan dan terus memerintah bahkan memaksa anak untuk menjalankan keputusannya. Sikap orang tua yang seperti ini hanya akan menciptakan relasi yang kian memburuk dengan anak.

Walaupun dalam perjalanannya, menjadi orang tua yang smart adalah pelajaran hidup yang nggak mudah, tapi membayangkan anak-anak yang nyaman dan bahagia bersama saya ketika mereka menginjak remaja adalah mimpi yang indah buat saya. Dan saya yakin bahwa tiap mimpi selalu bisa diwujudkan apabila kita mau berusaha…

 

Click to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *


Sponsored Content

Bunda yang Sedang Hamil, Ketika Tidur Usahakan Miring Ke Kiri Ya

pexels-photo-1464822

Selama kehamilan Bunda mungkin dilanda kecemasan karena khawatir terjadi sesuatu pada bayi dalam kandungan karena kesalahan perilaku. Karena itu kemudian Bunda berlaku sangat berhati-hati dalam melakukan segala sesuatu.

Setelah si kecil lahir, bukan berarti perasaan langsung lega begitu saja. Bunda lagi-lagi merasa cemas melakukan kekeliruan dalam merawat si kecil. Semua hal itu wajar dan tak perlu panik ya Bunda.

Sebab semua orang tua pasti ingin yang terbaik bagi anaknya. Namun kebanyakan dari kita tidak punya pengetahuan yang cukup untuk menangani bayi yang baru lahir. Karena itu Bunda dilanda kecemasan soal hal ini.

Nah mari coba menenangkan diri ya Bunda, setidaknya ada beberapa hal yang menjadi dasar penting yang wajib bunda kuasai dalam hal merawat bayi yang baru lahir. Dengan melakukannya sesuai petunjuk, si kecil akan baik-baik saja dan Bunda akan membantunya dalam perkembangannya di kemudian hari kelak.

Selama Tali Pusat Belum Puput, Harus Dirawat Ya Bunda

newborn-1399193_640

Tali pusat jadi bagian penting dari bayi ketika dalam kandungan karena organ ini menjadi sumber makanan dan mengalirkan oksigen dari Bunda. Setelah bayi lahir, tali pusat yang tadinya jadi penghubung oksigen dari bunda pada bayi akan dipotong sekitar 2 sampai 3 cm. Sisa tali pusat nantinya akan puput dengan sendirinya.

Meski akan puput secara alami, ada hal penting yang harus Bunda perhatikan ketika menanganinya. Gusti Ayu Puspita Devi S.Keb, seorang Bidan yang sudah mengedukasi lebih dari 1.000 bayi menuturkan bahwa selama tali pusat belum puput, bunda disarankan untuk tetap memastikan tali pusat tetap bersih dan kering. Sebisa mungkin mandikan bayi dengan washlap atau spons. Hindari pula memandikan bayi ke dalam bak mandi yang airnya penuh, agar tali pusat tidak terendam air.

Sebab hal ini akan mengakibatkan tali pusat basah dan lembap, yang tidak baik untuk kesehatan si Bayi. Hindari pula untuk membersihkan tali pusat dengan sabun atau cairan antiseptik lainnya. Seusai mandi, keringkan tali pusat dengan kain bersih dan balut dengan kain kasa yang steril.

Selanjutnya bunda juga perlu memastikan pemasangan popok. Pastikan jika tali pusat tak akan terkena air seni dan tinja untuk menghindari infeksi pada tali pusat. Jangan pula menarik tali pusat dengan paksa, karena ini bisa menyebabkan pendarahan pada pusat. Biarkan ia kering dan puput dengan sendirinya, dengan memastikan tali pusat tetap bersih dan tidak basah.

Bayi Boleh Dipijat Dari Usia 0, Tapi…

Mother massaging her child's foot, shallow focus

Faktanya pemijatan pada bayi dapat dilakukan sejak bayi baru lahir, dari usia 0 hingga 3 tahun. Namun alangkah lebih baik, jika dilakukan pada masa 6 atau 7 bulan kehidupannya. Dengan catatan, si kecil sedang dalam kondisi baik dan stabil dari segi medis.

Bunda bisa memberikan sentuhan-sentuhan lembut untuk memijatnya. Bunda juga boleh melakukannya dengan penyertaan komunikasi secara verbal kepada dirinya sebagai bentuk cinta kasih. Hal ini akan jadi salah satu cara untuk meningkatkan bonding antara bunda dan bayi.

Stimulasi ini akan jadi pengaruh baik yang akan mendukung tumbuh kembang si kecil. Mulai dari meningkatkan sistem imunitas tubuh, membantu bayi belajar rileksasi, serta meningkatkan kualitas dan kuantitas tidur miliknya.

Bayi Boleh Dimandikan, Tapi Jangan Terlalu Sering

279228-P5UI7Z-794

Tak ada patokan pasti, sebaiknya berapa kali bayi dimandikan dalam sehari. Ada yang 2 kali sehari, dan ada pula yang 1 kali sehari. Atau pagi hari dimandikan, sorenya cukup diseka saja.

Namun yang utama beberapa ahli pun menganjurkan untuk memandikan bayi 2 hingga 3 kali per minggu. Dan frekuensinya bisa ditingkatkan, seiring bertambahnya usia.

Caranya? Setidaknya ada 3 cara yang biasa digunakan oleh beberapa perawat, untuk memandikan bayi yang baru saja lahir. Pertama dengan memakai washlap dan diusapkan ke Bayi. Kedua memandikan bayi dengan dicelupkan ke bak mandi. Sedangkan ketiga memandikan bayi dengan dibedong menggunakan selimut. Bunda boleh memilih. Kira-kira cara mana yang paling sesuai untuk bunda lakukan pada si kecil sesuai dengan kebutuhan.

Meski tata cara memandikannya berbeda, hal lain yang perlu dilakukan dalam proses memandikan hampir serupa untuk ketiga tekniknya. Diawali dengan membersihkan area mata dari dalam keluar, mulut, dan membersihkan wajah bayi hingga ke kepala sampai ujung kakinya. Selanjutnya, bunda boleh mengeringkan bayi dengan menggunakan handuk berbahan lembut.

Hal Lain yang Juga Perlu Bunda Perhatikan Adalah Tata Cara Mengganti Popok yang Sesuai Anjuran

pexels-photo-1556706

Sekilas kegiatan ini mungkin terlihat sepele, karena dalam bayangan bunda mungkin mengganti popok hanyalah membuka dan memasang pakaian bawah pada tubunya si kecil saja. Tapi, untuk mengganti popok pada bayi baru lahir beda loh bun.

Karena setidaknya ada beberapa hal yang bunda perlu siapkan, mulai dari matras pelapis, popok yang bersih, wadah berisi air hangat, kapas untuk membersihkan bokong bayi dan baby cream.

Mulailah dengan meletakkan si kecil di atas matras dengan memastikan posisinya aman. Lepaskan popok yang ia kenakan, lalu bersihkan bagian pinggang kebawah menggunakan kapas yang dibasahi dengan air hangat dari depan ke belakang. Keringkan bagian lipatan bokongnya dengan handuk bersih dan oleskan baby cream.

Selanjutnya, pasang popok yang bersih dengan posisi menutupi bokong dan tubuh bagian depan dengan baik, lalu ikat tali popok dengan tidak terlalu longgar tapi juga tidak terlalu kencang.

Jika Masih Dirasa Kurang, Bunda Juga Boleh Belajar Tentang Cara Perawatan Bayi yang Baru Lahir Lainnya dari Para Ahli di Bidangnya

pexels-photo-789786

Menjadi orangtua baru atau kembali merawat bayi yang baru lahir, memang bukanlah sebuah tugas mudah. Tapi bukan berarti juga, bunda tak bisa melakoninya. Beruntungnya, kini kita ada pada masa yang bisa dengan mudah mempelajari banyak hal hanya dengan telepon genggam saja. Termasuk tata cara perawatan si kecil yang baru saja lahir.

Menariknya, untuk urusan hal terbaik dan perawatan bayi baru lahir, bunda bisa menengok beberapa video yang disajikan oleh JOHNSON’S® . Menjadi, standar dunia dalam perawatan kulit bayi selama lebih dari 125 tahun ini, kali ini JOHNSON’S® menghadirkan 125 video edukasi yang mencakup hal-hal yang “Terbaik Untuk Bayi”, dan salah satunya bagiannya adalah “Perawatan Bayi Baru Lahir” yang bisa bunda lihat disini.

Informasi yang disajikan tersebut bekerja sama dengan beberapa tenaga ahli kesehatan yang ahli di bidangnya masing-masing. Video-video ini ditujukan oleh JOHNSON’S® sebagai bentuk apresiasi kepada para ibu di seluruh Indonesia.

Bagaimana bunda? Yuk, belajar bersama-sama agar lebih paham tata cara perawatan bayi baru lahir yang benar.

Click to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Most Share

To Top