Parenting

Terkesan Sepele, Namun 5 Kesalahan Dalam Mendidik Anak Ini Bisa Berakibat Buruk Untuk Buah Hati Bun

pexels-photo-532508

Anak adalah amanah dari Tuhan yang wajib kita jaga. Mendidik anak dengan sebaik-baiknya adalah salah satu wujud untuk menjalankan amanah tersebut. Dan langkah awal untuk mendidik anak dengan baik harus dimulai dari keluarga. Sebab keluarga menjadi sekolah pertama bagi anak. Sebelum anak mengenal para tetangganya, teman-teman yang ada di sekitar rumahnya, dan bangku sekolah, anak lebih dulu dididik oleh keluarganya. Untuk itulah keluarga ini memiliki peran yang sangat penting dalam mendidik anak.

Namun tidak sedikit orangtua yang melalaikan kewajiban mendidik anak. Malah ada beberapa orangtua yang justru memberikan contoh yang kurang baik dalam mendidik anaknya. Dan ketika anak-anak mereka sudah menjadi seorang dewasa yang memiliki perilaku kurang baik, barulah sibuk menyalahkan sana-sini. Untuk itu sebelum terlanjur, inilah beberapa cara salah mendidik anak yang perlu diketahui oleh para orangtua.

Menakut-nakuti Anak Hanya Akan Membuatnya Tumbuh Menjadi Sosok Penakut

Menangis merupakan aktivitas yang sepertinya tidak bisa dilepaskan dari anak-anak. Maka tak heran, jika setiap harinya anak menangis beberapa kali. Oleh karena itu, sudah seharusnya sebagai orangtua, Bunda dapat menghentikan tangisannya. Namun tidak seharusnya pula dengan cara menakut-nakuti. Beberapa orangtua menggunakan hantu, suara angin, gelap, dan lain sebagainya untuk menakut-nakuti anak. Akibatnya anak pun akan menjadi seorang yang penakut. Dia akan takut terhadap sesuatu yang sebenarnya tidak perlu ditakuti.

Mendidik Anak Hingga Membuatnya Kelewat Berani Juga Tak Tepat Bun

Memang menjadikan anak sebagai seorang penakut adalah hal yang salah. Namun mendidiknya menjadi anak yang terlalu berani pun juga salah. Anak yang terlalu berani akan menjadi seorang yang congkak dan sombong. Untuk itu, didiklah anak sesuai dengan porsinya. Misalnya Bunda boleh menjelaskan anak untuk takut terhadap binatang buas, takut berbohong, takut membolos, berani berbuat baik, dan menyampaikan kebenaran. Namun jangan didik anak unuk kelewat berani tanpa memperhitungkan resikonya ya Bun.

Bunda Mungkin Sangat Sayang Pada Si Kecil, Tapi Menuruti Semua Permintaannya Justru Akan Berpengaruh Buruk Padanya

Karena besarnya rasa sayang orangtua kepada anaknya ,membuat apa pun yang diinginkan oleh anak selalu dipenuh. Ini adalah cara yang salah. Cara mendidik yang demikian akan membuat anak menjadi seorang yang manja. Hal itu terjadi karena semua keinginannya selalu dipenuhi oleh orangtuanya. Selain itu, cara ini pun bisa menjadikan anak pemboros dan nantinya tidak dapat mengatur keuangan dengan baik.

Untuk itu, penuhilah keinginan anak sesuai dengan kebutuhannya Bun. Belum tentu apa yang diminta oleh anak adalah sesuatu yang dibutuhkannya saat itu. Sebagai orangtua, Bunda tentu bisa bisa mengetahui mana yang menjadi kebutuhan anak atau sekedar keinginannya saja.

Menggunakan Kekerasan Untuk Mendidik Anak Bukanlah Hal Yang Patut Dilakukan

Ternyata mendidik anak dengan kekerasan bisa berpengaruh buruk kepada kejiwaan anak. Mendidik anak dengan tegas memang diperlukan. Namun mendidik anak dengan tegas dan mendidik anak dengan kekerasan adalah dua hal yang jauh berbeda. Sebisa mungkin Bunda harus menghindari mendidik anak dengan kekerasan, apa lagi jika Bunda melakukan kekerasan tersebut sebagai pelampiasan amarah saja.

Kurang Memberikan Kasih Sayang Pada Buah Hati Dan Membuatnya Tak Nyaman Berada Di Rumah

Beberapa orangtua memiliki anggapan bahwa yang dibutuhkan oleh anak adalah uang jajan yang banyak, hp, baju yang bagus, kendaraan, dan hal-hal yang berhubungan dengan materi lainnya. Padahal selain materi, anak-anak juga membutuhkan kasih sayang dari orangtuanya. Jika anak-anak kurang mendapatkan kasih sayang dari orangtuanya, maka mereka kemungkinan akan mencari kasih sayang di luar rumahnya. Akibatnya mereka pun terjerumus dalam pergaulan bebas, obat-obatan terlarang, dan hal-hal buruk lainnya. Untuk itu, berikan kasih sayang kepada anak-anak agar mereka merasa nyaman saat berada di rumah.

 

Click to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *


Sponsored Content

Ketika Bunda Sudah Kembali Bekerja dan Si Kecil Mulai MPASI

Aulia adalah ibu bekerja dengan anak yang belum lagi menginjak usia 1 tahun. Setiap hari Aulia berangkat pukul 6.30 pagi dan baru pulang kembali pukul 18.00. Kendati begitu semangatnya tak pernah luntur untuk menyiapkan yang terbaik untuk buah hatinya.

Seiring bertambahnya bulan, aktivitas Aulia makin terasa padat. Pasalnya si kecil mulai butuh untuk mendapat asupan makanan pendamping ASI (MPASI). Otomatis Ia pun harus pintar berstrategi memenuhi kebutuhan buah hatinya ini.

Bunda juga sedang mengalami pengalaman serupa Aulia? Tak perlu panik ya Bunda. Meskipun bekerja, Bunda bisa tetap menyiapkan makanan pendamping ASI yang sehat untuk si kecil lho. Berikut ini ada beberapa tips agar para Bunda bisa menghemat waktu saat menyiapkan variasi MPASI di rumah.

Agar Lebih Yakin Ikuti Prinsip Tekstur Makanan Berdasarkan Usia Si Kecil

d28c24696d3b6b33

Buat Bunda yang baru pertama kali memiliki anak pastinya punya keraguan ketika memberikan asupan makanan tambahan. Khawatir anak tersedak atau justru khawatir anak tak berkembangan semestinya karena makanan terlalu halus.

Nah prinsipnya sederhana ya Bunda. Untuk usia 6-7 bulan, sebaiknya makanan yang diberikan masih sangat halus. Jadi setelah dihaluskan, makanan perlu untuk disaring lagi. Bentuk teksturnya harus lumat dan kental. Sementara ketika sudah masuk usia 8-9 bulan, makanan tidak perlu lagi bersifat cairan kental. Namun harus tetap berbentuk makanan lumat ya. Nantinya ketika sudah 9-12 bulan barulah diberikan makanan yang agak bertekstur kasar atau nasi yang dihaluskan sebentar dengan lauk cincang.

Berbelanja untuk Stok 2-3 Hari, Bisa Dilakukan Sambil Melewati Perjalanan Ke Kantor

scott-warman-525481-unsplash

Bagian satu ini memang perlu strategi. Mengingat waktu Bunda yang begitu padat. Apalagi buat Bunda yang tidak memiliki Asisten Rumah Tangga (ART) dan harus melakukannya sendiri.

Karena itu cobalah atur durasi belanja untuk stok 2-3 hari, sehingga tidak perlu setiap hari dihabiskan buat berbelanja. Siapkan dulu listnya sebelum di hari belanja untuk mempercepat durasi belanja. Bunda perlu sedikit menyesuaikan rute perjalanan agar bisa melewati area perbelanjaan agar belanja bisa dilakukan sambil dalam perjalanan.

Menyiapkan Peralatan Tepat Akan Mempermudah Aktivitas MPASI

Alat mpasi

Agar proses memasak MPASI bisa dilakukan lebih mudah, tepat dan cepat, Bunda bisa menggunakan beberapa peralatan rumah tangga yang mendukung. Misalnya slow cooker yang dapat membantu Anda memasak bubur atau sup dengan mudah. Selain itu, blender juga bisa membantu haluskan tekstur makanan.

Bunda bisa melirik produk Philips Avent dengan Essential Steamer Blender SCF862 Baru yang memudahkan dalam membuat MPASI rumahan yang sehat. Mempunyai sirkulasi penguapan dari atas ke bawah untuk memastikan makanan matang merata, sehingga tekstur dan nutrisi makanan tetap terjaga.

Design tutup wadah nya yang cerdas sehingga semua bahan makanan aman di dalam wadah, mencegah makanan masuk ke dalam tangki air. Tangki air ekstra besar membuatnya mudah dibersihkan dan diisi ulang, memungkinkan Ibu memasak dengan uap bersih setiap saat.

Bunda Perlu Menyimpan Makanan Yang Tak Perlu Dimasak

alyson-mcphee-499812-unsplash

Memasak MPASI memang membutuhkan waktu yang lebih panjang. Namun hal ini bisa disiasati dengan memilih secara berselang-seling bahan makanan yang tak perlu dimasak. Contohnya Bunda bisa membeli buah pisang, pepaya dan juga alpukat.

Namun ingat ya Bunda, porsinya harus bergantian. Karena jika ingin membuat MPASI sendiri, Bunda harus memastikan komponen makannya diselingi dengan protein hewani atau nabati.

Kalau Mau Dimasak, Buatlah Seiring Menu Keluarga

syd-wachs-120739-unsplash

Ini salah satu siasat menghemat waktu yang paling praktis jika Bunda memutuskan membuat MPASI yang dimasak. Yaitu dengan tidak membedakan menu keluarga yang lain dengan menu si kecil. Jadi saat Bunda ingin masak untuk anggota keluarga, Bunda juga dapat sekaligus membuat MPASI.

Misalnya, anggota keluarga lain bisa disiapkan makan sayur bayam atau sup. Nah si kecil juga bisa mengkonsumsi menu yang sama. Tentunya dengan dihaluskan sesuai patokan usianya tadi. Ini bisa diberikan sekaligus sebagai makanan bergizi untuk si kecil.

Siasati Waktu Kegiatan Bersih-bersih di Malam Hari

Ibu Mpasi

Kenapa aktivitas bersih-bersih ini tidak dilakukan pagi ketika sebelum berangkat atau sore setelah pulang kantor? Ini untuk menghindari waktu yang terlalu terburu-buru. Dikhawatirkan Bunda tidak membersihkannya secara tepat karena diburu waktu.

Lagi pula ketika pulang atau berangkat kerja biasanya jadi momen si kecil sedikit rewel karena ingin menghabiskan waktu bersama kita. Biarkanlah waktu tersebut menjadi momen quality time bersamanya. Bunda bisa memanfaatkan waktu di sela-sela waktu bangunnya di malam hari untuk membersihkan peralatan setelah ia tertidur kembali.

Blender Philips

Bunda juga bisa menghemat waktu bersih-bersih ini dengan menggunakan peralatan yang melakukan berbagai tugas sekaligus. Ini untuk mengurangi jumlah item yang harus dibersihkan. Contohnya saja Philips Avent Essential Steamer Blender SCF862 tadi. Bunda tidak memerlukan wadah yang banyak serta tidak perlu pusing dengan dapur penuh tumpukan panci kotor karena dengan satu alat yang praktis dapur tetap bersih dan Bunda bisa menyambi melakukan kegiatan yang lain saat proses steamer maupun blender. Apalagi harga lebih ekonomis karena alat bisa dipakai untuk menyiapkan makanan dan minuman keluarga seperti smoothie atau jus segar.

Jadi, yuk Bunda Semangat menyiapkan MPASI untuk si kecil!

Click to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *


Hiburan Anak

Ide Dekorasi yang Epik Untuk Kamar Anak Perempuan, Wujudkan Mimpinya Jadi Puteri Negeri Dongeng

Cover Kamar

Bunda percaya tidak, jika setiap anak peremuan selalu punya keinginan untuk menjadi seorang putri di kerajaan impiannya? Maka jangan heran, jika ia akan betah berlama-lama di dalam kamar, untuk bermain seolah menjadi seorang putri seperti yang ada dalam dongeng-dongeng yang didengarnya. Sejalan dengan itu, memilih dekorasi yang pas untuk keinginannya ini bukanlah sesuatu yang salah. Sebab tak hanya membuatnya merasa senang, hal ini juga jadi alasan untuk dia betah bermain di dalam kamar.

Jangan buru-buru khawatir Bun, sebab untuk memilih dekorasi yang pas demi menyenangkan si putri kecil, bukanlah sesuatu yang berat. Dan jika Bunda adalah salah seorang yang sedang butuh inspirasi untuk mewujudkan mimpi si kecil, kami memiliki beberapa referensi ide yang bisa Bunda tiru di rumah.

Kamar Anak Perempuan Ala Putri Kerajaan dengan Nuansa Putih dan Toska yang Mendominasi

Sumber : http://fourcheekymonkeys.com

Sumber : http://fourcheekymonkeys.com

Tak terlalu feminin dengan kesan girlynya, tapi nuansa yang didapat si kecil saat memasuki kamarnya dengan nuansa seperti ini jelas akan jadi sesuatu yang menyenangkan untuknya. Dimulai dari kasur empuk yang tidak terlalu tinggi untuk ukuran tubuhnya, dengan beberapa hiasan dinding di tembok yang berwarna putih, dan seprei senada tembok yang menambah kesan elegan pemandangan dari dalam kamarnya.

Dekorasi Berikut Memberi Kesan Si Kecil Tengah Tidur Bersama Putri-putri Negeri Dongeng

Sumber : HGTV.com

Sumber : HGTV.com

Dekorasi seperti ini jadi pilihan yang cukup sederhana, namun terlihat mewah. Tak terlalu membutuhkan benda yang banyak, Bunda hanya perlu menaruh satu ranjang di sisi dekat tembok dengan meja kecil yang akan jadi tempat lampu tidurnya kala malam. Kemudian cobalah untuk menambahkan karpet merah muda bermotif kotak-kotak di bawah untuk menutup area lantai yang bisa dipakai sebagai arena bermain. Sebagai pemanis, Bunda bisa meletakkan cardboard berbentuk putri-putri negeri dongeng yang berukuran besar agar si kecil merasa tidur bersama para putri,

Selanjutnya, Ada Desain Kamar Anak Ala Tinkerbell

Sumber : pinterest.com

Sumber : pinterest.com

Anak perempuan mana yang tak suka cerita Tinkerbell? Nah, untuk memastikannya, Bunda boleh bertanya terlebih dahulu pada si kecil yang ada di rumah. Apakah ia akan suka, jika kamarnya didekorasi dengan nuansa Tinkerbell seperti pada cerita-cerita negeri dongeng. Dengan modal anggukan tanda setuju darinya, Bunda bisa memilih dekorasi ini sebagai pilihan.

Dominasi warna merah muda yang terkesan bersahaja dan lembut, jadi paduan pas dengan kasur tidur model mobil yang berwarna senada.

Atau Tidur Berlatar Pemandangan Indah Negeri Dongeng dengan Para Putrinya?

Sumber : pinterest.com

Sumber : pinterest.com

Tak mengambil banyak perintilan dan model serta perkakas dalam jumlah yang berlebih. Dekorasi seperti ini hanya akan meminta Bunda untuk menempatkan satu sisi kasur tidur untuk dua orang dengan bentuk yang sedang, tidak terlalu besar tapi juga tak terlalu kecil. Satu kaca hias di sisi arah kaki tempat tidur, dengan dinding sebelah kiri yang diberi lukisan atau wallpaper akan pemandangan 7 orang putri cantik dari negeri dongeng. Tak lagi merasa kesepian, si kecil jelas merasa punya banyak teman.

Bergaya Ala Kastil, Si Kecil Pasti Senang Setiap Kali Berada di Dalam Kamarnya

Sumber : pinterest.com

Sumber : pinterest.com

Bunda mungkin jadi ingat pada Putri Rapunzel, si rambut panjang yang dikurung di kastil tinggi oleh ibunya. Eits, tapi ini kastilnya beda loh, Bun. Dekorasi seperti ini, tak hanya menyiapkan tempat bermain untuknya pada bagian atas tempat tidur yang memang menyerupai kastil, si kecil juga punya ruang yang pas untuk tidur tepat di bawah kastilnya berdiri.

Kita hanya perlu menambahkan beberapa lampu sebagai penerang, serta sprei dan sarung bantal yang senada dengan warna kasur maupun kastilnya.

Kalau Dekorasi yang Satu Ini, Rumah Mungil di Dalam Kamar Untuknya

Sumber : pinterest.com

Sumber : pinterest.com

Ada tangga di sisi kanan, dua jendela dekat dengan kasur hingga satu kasur lain yang lebih mirip balkon sebuah bangunan rumah. Keinginannya untuk memiliki rumah sendiri, jelas terasa terpenuhi dengan dekorasi ini. Tak butuh banyak benda lain, Bunda hanya perlu menambahkan satu karpet lantai bergambar kepala kucing lucu dengan warna yang lebih soft dari bangunan rumah tempat tidurnya.

Tak hanya itu saja, ia juga bisa menyimpan beberapa benda lain di sisi tempat tidurnya. Boneka kecil miliknya, hingga koleksi buku bacaan yang ia punya.

Mirip Taman Bermain, Ia Pasti Sangat Senang dengan Dekorasi Seperti Ini

Sumber : pinterest.com

Sumber : pinterest.com

Kian terasa lebih lengkap, pada pilihan dekorasi yang ini. Si kecil akan merasa punya dunia yang utuh meski sedang sendiri di kamarnya. Tempat tidur, sisi atap yang bisa dipakai bermain, satu rak untuk gantungan bajunya, sepasang kursi dan meja untuk bersantai, serta beberapa kabinet kecil untuk penyimpanan barang miliknya.

Nah Bun, kira-kira yang mana nih dekorasi yang Bunda pilih untuk putri kecil di rumah?

 

 

Click to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *


Parenting

Jangan Takut ya Bun Saat Si Kecil Punya Teman Khayalan

pexels-photo-755028 (1)

Si kecil tiba-tiba datang pada Bunda dan meminta Bunda menyediakan tempat duduk untuk teman khayalannya. Atau di lain hari, Bunda pernah melihat si kecil tampak bercakap-cakap sendiri padahal tidak ada seorang pun di dekatnya. Kira-kira respon Bunda akan seperti apa?

Pada dasarnya, banyak orangtua yang berpikir bahwa teman khayalan yang suka muncul di benak buah hati adalah tanda kalau si kecil tak punya teman di dunia nyata alias kesepian. Padahal sebenarnya dari beragam karakter anak, mulai dari yang pendiam sampai yang supel bisa saja memiliki teman khayalan.

Dalam Perkembangan Si Kecil, Teman Khayalan pun Punya Perannya Tersendiri, Bun 

baby-teddy-bear-cute-39369

Bunda perlu tahu, teman khayalan ini tidak selalu berupa sosok manusia, tetapi juga bisa hewan dengan nama dan karakter tertentu. Si kecil bisa saja punya teman khayalan yang ia sebut seekor kuda bertanduk atau unicorn, dengan separuh tubuh manusia yang berpakaian seperti putri. Atau mungkin ada juga anak yang berandai-andai kalau mainan favoritnya sebagai teman baiknya dan bisa berbicara kepadanya. Bunda jangan khawatir, sebab hal ini merupakan bentuk kekuatan imajinasi si kecil.

Di lain sisi, sampai usianya tujuh atau delapan tahun, memang ada sebagian anak yang enggan mengaku kalau dia punya teman khayalan. Namun keberadaan teman khayalan tak akan hilang begitu saja. Dalam hubungannya dengan dunia nyata, teman khayalan akan ‘menemani’ anak mengeksplorasi dunia. Karenanya, Bunda perlu tahu keberadaan peran teman khayalan untuk si kecil.

  1. Sebagai media anak untuk beradaptasi dengan lingkungan di sekitarnya.
  2. Membantu anak membangun hubungan dan mengendalikan perubahan.
  3. Membantu anak mengelola emosi.
  4. Membantu anak untuk memahami situasi.
  5. Membantu anak mengelola konflik di sekitarnya.

Lantas Bagaimana Bunda Harus Menyikapinya?

girl-rabbit-friendship-love-160933

Bunda perlu tahu, yang namanya teman khayalan tak lantas membuat si kecil tak berkembang secara normal. Justru pada momen seperti ini, Bunda memanfaatkan masa ini untuk mengajari anak tentang nilai-nilai tertentu.

Misalnya, jika anak tiba-tiba menumpahkan isi toples karena ceroboh dan ia menyalahkan teman khayalannya. Hindari memarahi saat ia berkata bahwa seharusnya teman khayalan yang merapikan.

Di lain sisi, mulailah untuk tidak memarahinya atau menertawakan teman khayalannya. Kalau si kecil tiba-tiba melakukan kesalahan dan mengarahkan kesalahan itu pada teman khayalannya, ingatkan saja tentang peraturan untuk selalu membersihkan rumah yang kotor. Sebab kalau Bunda justru memusuhi teman khayalannya, anak akan cenderung lebih lama untuk lepas dari fase ini.

Namun bukan berarti Bunda juga perlu berinteraksi atau melibatkan teman khayalannya dengan aktivitas si kecil di dunia nyata. Misalnya, hindari memanipulasi dengan mengatakan, “Teman kamu suka makan sayur. Berarti kamu mau juga ya!” Hal itu akan membuat si kecil makin terbiasa dengan keberadaan teman khayalan.

Pada dasarnya Ibu tidak perlu panik dan terlalu khawatir, melainkan tetap tenang saat mengetahui anak memiliki teman khayalan. Ia akan tetap tumbuh seperti anak-anak seusianya. Dan Bunda perlu tahu, setelah usia tujuh tahun, teman khayalan biasanya mulai hilang seiring dengan kesibukan anak di sekolah dasar.

 

Click to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Most Share

To Top