Kesehatan Ibu & Anak

Terkesan Biasa Sih, Namun Membiarkan Buah Hati Anda Tidur Di Dada Bisa Mengakibatkan Sindrom Kematian Bayi Mendadak!

anaktidur

“Dada ayah dan ibu adalah tempat terbaik untuk si kecil bisa terlelap”

Dalam hal pendampingan tidur untuk mengasuh si kecil, kalimat ini tentu sangat sering kita dengarkan. Digambarkan sebagai alternatif untuk bisa membantu pada orang tua dalam hal menidurkan bayi, terlebih ketika si kecil sedang rewel. Sayangnya kebiasaan membiarkan buah hati tidur di dada orang tua ternyata memiliki bahaya tersendiri.

Mungkin satu atau dua orangtua yang pernah melakukannya akan menggeleng tanda tak setuju, karena mereka pernah melakukannya dan si kecil ternyata tidak mendapat masalah. Namun sebagai orangtua kita tentu tetap harus waspada, karena kebiasaan ini justru berbahaya.

Menyajikan Pemandangan Yang Manis, Hal Ini Justru Sering Berakhir Dengan Tragis

Selain membuatnya terlelap lebih cepat kebiasaan ini jadi sesuatu yang tentu terlihat manis. Namun Lullaby Trust, sebuah organisasi yang memberi saran keamanan tidur pada bayi. Mengatakan bahwa keputusan orangtua yang membiarkan bayi terlelap di dadanya adalah sesuatu yang berbahaya. Karena ketika si kecil sedang lelap di dada  kita, resiko SIDS pada bayi meningkat sebanyak 50%.

Hal ini dibuktikan oleh sebuah kasus yang telah terjadi pada seorang dokter bernama Sam Hanke. Beliau bercerita bahwa pada tahun 2010 ia telah mengalami pengalaman pahit karena telah kehilangan bayinya yang bernama Charlie. Ia menuturkan kejadian itu bermula saat dirinya sedang tiduran di sofa sambil membawa bayinya di dalam dekapan dadanya. Dokter Hanke membiarkan Charlie tertidur dengan posisi tengkurap di dadanya. Karena ikut merasa nyaman dirinya ikut tertidur, tapi ketika terbangun bayinya sudah tak lagi membuka matanya. Setelah dicari tahu penyebabnya ternyata Charlie mengalami Sudden Infant Death Syndrome atau yang sering dikenal sebagai sidrom kematian mendadak.

Lalu Apa Sebenarnya Sudden Infant Death Syndrome Itu?

SIDS - Sudden infant death syndrome

Sindrom ini adalah sebuah keadaan yang menjelaskan kematian pada bayi secara mendadak, meski kelihatannya sedang baik-baik saja. Selain itu hal ini juga disebut sebagai salah satu penyebab kematian yang paling sering ditemukan, pada bayi yang berusia antara 2 minggu – 1 tahun. Sedikitnya 3 dari 2000 bayi mengalami SIDS ketika mereka sedang tidur.

Meski penyebab ketidaknormalan itu masih belum ditemukan dengan jelas. Salah satu bukti statistik menunjukkan bahwa tidur tengkurap pada bayi adalah penyebabnya. Meski meletakkan bayi pada dada kita tak selalu dengan posisi tengkurap, namun para peneliti tidak menyarankan hal ini untuk dilakukan. Apalagi untuk si kecil yang masih berusia 2 minggu hingga 1 tahun. Hal ini juga dikuatkan oleh juru bicara dari Lullaby Trust yang mengatakan bahwa, “Tidur di sofa atau kursi dengan bayi adalah salah satu situasi paling beresiko”.

Fakta Ini Tentu Membuat Kita Lebih Hati-Hati, Terlebih Ketika Menemani Si Kecil Tidur

Untuk penanganan yang satu ini kita memang harus ekstra hati-hati, jangan biarkan sembarangan orang tidur dengan si kecil. Sebagai orangtua, kita tentu tak ingin memberikan pengaruh buruk, apalagi hingga membahayakan buah hati. Oleh karena itu, jika anda atau pasangan adalah seorang perokok, maka sebisa mungkin tidak menyentuh anak secara intim dan tidur sekamar dengannya.

Meski tak terlihat kita ada ribuan sumber bakteri dan penyakit yang mungkin bisa tertular pada anak. Mengingat ketahanan tubuhnya yang masih sangat lemah, tidak ada salahnya jika kita membatasi aktivitas untuk tak membiarkannnya tersentuh oleh sembarangan orang. Bahkan oleh orangtuanya sendiri sekalipun, demi menjaga kesehatan dan keselamatannya.

Hal Lain Yang Patut Diperhatikan Adalah Lebih Jeli Dalam Memilih Tempat Tidur Untuk Si Kecil

Ini jadi salah satu kunci penting dalam menjaganya dari hal-hal yang mungkin membahayakan kesehatan si kecil. Red Nose, sebuah lembaga nirlaba di Australia mengungkapkan beberapa tips dan trik aman untuk bayi yang sedang tidur yang mungkin bisa kita jadikan patokan. Menurutnya sebaiknya orangtua memilih kasur atau tempat tidur yang kencang, bersih dan memiliki permukaan yang rasa. Hindari pemakaian selimut yang terlalu tebal dan tak sesuai dengan panjang tubuh si kecil. Selanjutnya hindari pula penggunaan bantal dan mainan yang terlalu banyak di sekitar tempat tidur. Serta jangan sesekali membiarkan anak tertidur dengan posisi tengkurap, atau memakaikan selimut hingga ke permukaan wajahnya.

Berhentilah Berpikir Bahwa Mendekap Si Kecil Di Dada Adalah Sesuatu Yang Baik

Pilihan kita untuk tidur dengan si kecil memang jadi pembahasan yang cukup kontroversial. Dibeberapa budaya, pemandangan bayi yang tertidur di dada orangtua adalah hal biasa, termasuk di negara kita. Namun di beberapa negara barat hal ini justru bukanlah sesuatu yang direkomendasikan. Jika memang meletakkannya di dada membuatnya tenang dan bisa tertidur lebih lelap, segera pindahkan si kecil ke tempat tidurnya. Karena meski dada orangtua adalah tempat terhangat untuknya, ini bukanlah sesuatu yang baik untuk kesehatannya.

Meski menurut anda satu-satunya cara untuk membantu si kecil untuk lebih cepat terlelap dengan menaruhnya di dada. Charlie’s Kids sebuah yayasan yang juga milik Dr. Sam Hanke, menyarankan para orangtua untuk selalu meletakkan bayi tidur di ranjang sendiri, baik saat siang maupun malam hari.

 

Click to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *


Sponsored Content

Apa Bunda Termasuk Orang Yang Bahagia? Simak hasil surveynya yuk!

Bahagia itu sederhana, begitu katanya. Tapi sebetulnya apa bahagia itu? Jawabannya mungkin relatif dan berbeda untuk masing-masing orang. Namun beberapa lembaga mencoba untuk membuat pengukuran kebahagian ini. Salah satunya adalah Badan Pusat Statistik alias BPS.

Lembaga ini melakukan survei yang terdiri atas indeks komposit yang disusun oleh tiga dimensi. Dimana ketiga dimensi ini terdiri dari Kepuasan Hidup (Life Satisfaction), Perasaan (Affect), dan Makna Hidup (Eudaimonia). Nah, berdasarkan tiga kompenen inilah kemudian ditentukan kategori orang-orang yang bahagia itu.

Kalau Bunda Mau Lebih Bahagia Mungkin Bisa Pindah Dari Kota

desa

Lupakan dulu materi dan infrastruktur yang ada, mari bicara soal bahagia dari dalam diri setiap orang. Mereka yang tinggal di desa tentu memiliki lebih banyak waktu untuk sekedar bercengkrama dengan tetangga rumahnya. Sangat jauh berbeda dengan orang-orang yang hidup di kota, dengan predikat yang sangat individualis.

Jika di desa Bunda tak akan susah payah untuk mendapatkan hasil bumi dan tanaman. Sebaliknya di kota Bunda sering kelabakan akan harga dari barang yang sering menguras pendapatan.

Hal ini tercermin dari hasil survei dari BPS. Mulai dari tingkat kenyamanan dan juga keamanan, nilai dari kepuasan hidup di desa terbukti lebih unggul daripada mereka yang di kota. Dengan nilai perbandingan 71,64% untuk orang desa menyatakan dirinya puas dan bahagia. Berbanding hanya 69,75% bagi mereka yang hidup di kota.

Bunda Tinggal Di Provinsi Mana? Maluku Utara Terpilih Sebagai Provinsi Paling Bahagia Loh

maluku

Yap, penduduk dari provinsi yang resmi berdiri sejak 4 Oktober 1999 ini memang nampaknya beda dari penduduk lain di Nusantara. Provinsi yang terdiri dari 1.474 pulau ini jadi urutan pertama untuk gelar provinsi paling bahagia dengan angka 75,68.

Suhariyanto selaku ketua BPS, menyebutkan bahwa hal yang membuat Maluku Utara menjadi provinsi paling bahagia adalah kemampuan mereka dalam soal memaknai hidup jauh lebih tinggi dibanding beberapa provinsi lainnya. Maka tak heran jika provinsi ini jadi provinsi paling bahagia se-Indonesia.

Mana Lebih Bahagia Laki-laki Atau Perempuan? Hasilnya Hanya Selisih Sedikit

lakiperempuan

Ini mungkin bisa jadi perdebatan tiada akhir. Soal mana yang lebih bahagia antara laki-laki dan perempuan. Apalagi struktur sosial di Indonesia belum bisa dikatakan sama kesempatannya untuk laki-laki dan perempuan.

Tapi hasil data dari BPS menujukan bahwa bahagia antara laki-laki dan perempuan cenderung sama. Malah angka tepatnya perempuan justru lebih unggul. Berdasarkan nilai yang dihasilkan, wanita bisa bahagia dengan indeks sebesar 71,12% lebih unggul sedikit dari laki-laki yang cuma 70,30% saja.

Dan Meski Kalah dengan Orang Tua Dalam Hal Pengalaman, Orang Muda Menang Pada Indeks Kebahagiaan

orang-tua

Data terakhir yang disajikan oleh BPS menyebutkan, bahwa kepuasan para milenial lebih tinggi dibandingkan mereka yang sudah lebih senior. Karena semakin seseorang memasuki usia tua, indeks kepuasan hidup personal semakin menurun.

Fakta ini diambil dari usia rata-rata orang tua yang telah 65 Tahun, hanya mendapat indeks kebahagiaan di angka 69,18% sedang mereka kaum muda yang masih 24 tahun berada di nilai 71,29%. Survei indeks kebahagiaan yang dilakukan oleh BPS ini, diambil pada waktu April 2017 di 487 kabupaten atau kota di 34 provinsi, dengan sampel sekitar 72.317 rumah tangga.

Selain BPS, Tabolid Otomotif Juga Mengadakan Survei Kebahagian, Hasilnya…

address

Nah tabloid otomotif juga mengadakan survei tentang kebahagian. Fokusnya adalah soal Indeks Kebahagiaan Berkendara. Indeks Kebahagiaan Berkendara merupakan formulasi dari kepuasan berkendara, kondisi kendaraan dan tingkat emosi saat berkendara yang semuanya mempengaruhi seberapa besar kebahagiaan seseorang dalam berkendara.

Survey IKB 2017 ini diadakan pada bulan Juli hingga Agustus 2017. Melibatkan responden yang berusia lebih dari 18 tahun, mengendarai kendaraan sendiri, tahun produksi kendaraan minimal tahun 2000, serta kendaraan milik pribadi. Para responden yang terdiri dari pria dan wanita dengan kategori SES A sampai SES C melakukan survei IKB 2017 dengan mengisi angket online di website OTOMOTIFNET melibatkan pengguna kendaraan motor dan mobil.

piagam address

Hasilnya? Mereka yang memakai motor Suzuki Address FI merajai kategori Skutik 110-125 cc dalam hal kebahagian berkendara. berkat transmisi CVT yang membuatnya semakin nyaman dikendarai. Apalagi Address FI dilengkapi dengan mesin SOHC 4 langkah kapasitas 113 cc yang menghasilkan performa yang baik. Teknologi full injectionnya mampu menekan konsumsi bahan bakar dengan perbandingan kompresi yang mencapai 9.4:1.

Selain itu, walau memiliki kabin yang luas bodi Suzuki Address FI cukup ramping dengan desain sporty yang menjadi andalan ke-210 responden yang mengendarai motor. Dimensi bodi panjang 1855 mm, lebarnya 655 mm dan tinggi 1095 mm serta memiliki jarak sumbu roda atau wheelbase 1260 mm. Bodi yang cukup mungil dengan jarak pijak hanya 120 mm dan ramping karena hanya memiliki bobot sebesar 97 Kg.

Itu dia list kategori mereka yang bahagia, jadi Bunda sudah masuk kategori mereka yang bahagia atau belum?

Click to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *


Kesehatan Ibu & Anak

Benarkah Normal Jika Bayi Mendengkur? Ketahui Penyebab Dan Cara Mengatasinya Bun

adorable-21998_640

Pada umumnya mendengkur terjadi pada orang dewasa yang sedang tidur. Namun bagaimanakah jika seorang bayi tidur mendengkur? Ini tentu jadi pertanyaan tersendiri bagi para orangtua. Bahkan bisa saja hal ini membuat Bunda begitu cemas.

Lalu apa sebenarnya yang terjadi saat bayi sedang mendengkur? Perlu Bunda ketahui bahwa suara-suara yang timbul saat bayi tertidur sebenarnya bukanlah sebuah dengkuran.

Belum Sempurnanya Sistem Pernafasan Pada Bayi Bisa Menjadi Penyebab Timbulnya Suara Mirip Dengkuran Tersebut

Suara mirip dengkuran itu terjadi karena belum sempurnanya sistem pernafasan pada bayi. Suara tersebut berasal dari selaput dan cairan yang berada di sekitar saluran pernafasan. Selaput dan cairan tersebut kemudian bergetar saat bayi sedang tertidur. Hal inilah yang menjadikan bayi seperti mendengkur saat dia sedang tidur Bun.

Namun Bunda tidak perlu khawatir karena biasanya suara tersebut akan hilang seiring dengan bertambahnya usia anak. biasanya ketika anak sudah bisa menelan ludahnya sendiri maka secara otomatis suara seperti dengkuran tersebut akan hilang dengan sendirinya.

Apa lagi saat gigi si kecil sudah mulai tumbuh, maka otomatis suara seperti dengkuran tersebut akan semakin berkurang. Hal ini disebabkan pada masa itu tubuh si kecil telah memproduksi saliva dalam jumlah yang banyak.

Saat Bayi Mengeluarkan Suara Mirip Dengkuran Karena Saluran Pernafasannya Tersumbat Ingus, Atasi Dengan Nasal Aspirator dan NaCl Fisiologis 0,9% Bunda

Untuk mengatasi saluran pernafasan bayi yang tersumbat Bunda bisa menggunakan nasal aspirator atau penyedot ingus dan NaCl fisiologis yang bisa diperoleh di apotek. Bila ingus bayi padat, berikan NaCl fisiologis 0,9% dengan cara memasukkan sedikit bagian pipet yang telah terisi NaCl fisiologis 0,9% ke dalam hidung bayi, lalu teteskan dengan lembut. NaCl fisiologis 0,9% ini berfungsi untuk mengencerkan ingus agar mudah dikeluarkan Bun!

Setelah itu Bunda bisa memasukkan nasal aspirator khusus untuk bayi ke dalam hidung si kecil, tapi jangan terlalu dalam. Saat memasukkan, ujung karet yang berfungsi sebagai penyedot harus dalam keadaan ditekan, kemudian lepas perlahan saat sudah berada di dalam hidung. Lakukan dengan lembut agar hidung buah hati tak iritasi ya Bun! Bila Bunda menggunakan nasal aspirator terbaru, maka Bunda tinggal memasukkannya ke dalam hidung di kecil dengan lembut dan tekan tombol pelan-pelan.

Bunda Juga Bisa Menggunakan Uap Air Hangat

Cara lain yang bisa digunakan untuk mengatasi sumbatan pernafasan pada bayi adalah dengan menggunakan uap air hangat. Udara yang lembab akibat dari uap air panas akan bermanfaat untuk menghilangkan sumbatan pada hidung. Caranya ajaklah si kecil untuk berdiri di depan shower air hangat atau di dekat bak yang berisi air hangat. Lakukan cara ini setiap hari, terutama saat si kecil akan tidur.

Singkirkan Benda-benda Penyebab Alergi Dari Sekitar Si Kecil Agar Tak Menyumbat Saluran Pernafasannya

Benda-benda yang berdebu adalah salah satu faktor yang menyebabkan tersumbatnya saluran pernafasan pada bayi. Selain itu, bulu binatang juga bisa menyumbat  saluran pernafasan. Untuk itu, Bunda perlu menyingkirkan benda-benda yang dapat menyebabkan alergi agar tak menyumbat saluran pernafasan si kecil.

Bila Suara Mirip Dengkuran Itu Tak Kunjung Hilang Padahal Anak Sudah Bisa Menelan Ludahnya Sendiri, Maka Bunda Harus Segera Membawanya Ke Dokter

Mungkin Bunda bertanya-tanya sampai kapankah dengkuran tersebut akan terjadi? Pada saat anak sudah bisa menelan ludahnya sendiri seharusnya suara mirip dengkuran itu sudah tak terjadi. Namun jika dengkuran anak tak juga kunjung reda juga, maka Bunda harus segera membawanya ke dokter. Dokter akan mengecek saluran pernafasan bayi dan memastikan apakah benar ada sumbatan pada saluran pernafasannya atau tidak. Jika dianggap memerlukan penanganan khusus, maka dokter pun akan segera memberikan perawatan yang dibutuhkan untuk si kecil.

Setelah mengetahui tips untuk mengatasi bayi yang mendengkur, maka kini Bunda tidak perlu cemas lagi. Namun tetap amati suara tersebut dan kenali perbedaannya. Jika dengkuran tersebut hilang sendiri seiring dengan bertambahnya usia, maka suara seperti dengkuran tersebut adalah hal yang wajar. Tapi jika tak kunjung hilang, bahkan setelah si kecil bisa menelan ludahnya sendiri, maka Bunda harus segera membawanya ke dokter anak.

Click to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *


Mainan Anak

Supaya Tak Membahayakan Buah Hati, Bunda Jangan Asal Membelikan Mainan Untuk Anak

thomas-and-friends-2435542_640

Mainan merupakan benda yang tidak bisa dilepaskan dari dunia anak-anak. Bahkan sebagian besar waktu anak dihabiskan untuk bermain. Meski begitu Bunda juga harus tahu bahwa tidak semua mainan aman untuk anak. Banyak mainan yang justru berbahaya untuk anak-anak.

Untuk itu, Bunda bisa memilihkan mainan yang memenuhi standar keamanan untuk anak-anak. Nah untuk menyiasati hal itu, Bunda bisa membelikan mainan yang aman untuk buah hati dengan karakteristik berikut ini.

Hal Pertama yang Harus Bunda Perhatikan Adalah Ukuran Mainan

Untuk Bunda yang memiliki bayi dengan usia dibawah 2 tahun, memperhatikan ukuran mainan adalah hal yang sangat penting. Pilihlah mainan dengan ukuran yang sedikit lebih besar, paling tidak memiliki diameter 3 cm dan panjang 6 cm agar mainan tersebut tidak tertelan oleh si kecil.

Bentuk Mainan Juga Tidak Boleh Diabaikan Ya Bun!

Bunda pun perlu menghindari mainan berbentuk koin, kelereng, ataupun bola-bolaan. Jenis mainan seperti ini rawan untuk dimasukan ke dalam mulut. Selain itu, jenis mainan seperti ini akan sangat membahayakan si kecil jika sampai tertelan.

Luangkan Waktu Untuk Membaca Aturan Penggunaan Mainan Anak

Biasanya pada mainan yang dijual di toko-toko khusus mainan anak terdapat aturan penggunaannya. Bacalah baik-baik aturan penggunaan tersebut. Jangan sampai Bunda salah dalam menggunakannya karena hal itu bisa membahayakan si kecil.

Setelah Itu Baca Petunjuk Rekomendasi Mainan Yang Tertera Pada Jenis Makanan Tertentu. Pastikan Si Kecil Telah Cukup Umur Ya Bun

Pada beberapa jenis mainan tertentu terdapat petunjuk rekomendasi mainan. Pada petunjuk rekomendasi mainan ini tertera usia anak yang sudah dan belum diperbolehkan untuk menggunakan mainan tersebut. Hal ini penting untuk diperhatikan agar tujuan dari pemberian mainan tersebut dapat tersampaikan.

Perhatikan Seluruh Bagian Mainan Dengan Cermat Dan Pastikan Tidak Menimbulkan Bahaya Bagi Si Kecil

Sebelum memutuskan untuk membeli jenis mainan tertentu, Bunda harus memperhatikan seluruh bagian dari mainan itu. Perhatikan dengan cermat apakah ada bagian-bagian yang memungkinkan untuk menimbulkan bahaya bagi si kecil atau tidak. Bukan hanya pada bagian luar saja, untuk memastikan keamanan dari mainan tersebut Bunda juga perlu memperhatikan hingga bagian-bagian terkecilnya.

Bila Bunda Ingin Memberikan Mainan Elektronik Untuk Si Kecil, Pastikan Baterai Yang Terdapat Di Dalamnya Telah Ditutup Dengan Benar

Saat ini banyak beredar jenis mainan elektronik. Kebanyakan jenis mainan seperti ini menggunakan baterai sebagai sumber energinya. Jika jenis mainan ini yang Bunda pilih, maka pastikan bahwa baterainya telah ditutup rapi dengan sekrup. Ini bertujuan agar si kecil tidak bisa membukanya. Perlu  Bunda tahu bahwa di dalam baterai terdapat bahan-bahan kimia yang sangat berbahaya bagi anak. Jika baterai tersebut mudah untuk dikeluarkan dihawatirkan akan diemut oleh si kecil dan ini sangat berbahaya.

Akan Lebih Baik Bila Bunda Membeli Mainan Untuk Si Kecil Di Authorized Toys Store

Authorized toys store adalah toko yang khusus menjual mainan anak. Toko yang resmi dan legal ini akan menaati standar mainan yang aman untuk anak. Jadi Bunda tak perlu lagi khawatir jika di dalam mainan tersebut mengandung material berbahaya. Dengan demikian, anak bisa bermain dengan riang, dan Bunda pun tetap tenang.

Untuk mengatahui Jenis Bahan Yang Digunakan Dalam Mainan, Bunda Bisa Membeli Mainan Yang Dilengkapi Dengan Kotak

Biasanya pada kotak mainan tertera berbagai jenis material yang digunakan dalam membuat mainan tersebut. Dengan demikian Bunda jadi tahu apakah mainan tersebut aman atau tidak untuk dimainkan anak. Hal ini tentu tidak akan Bunda dapatkan jika membeli mainan tanpa kotak. Namun, hal ini dapat diatasi dengan bertanya pada penjaga tokonya bila Bunda berbelanja di toko resmi.

Selalu Periksa Kondisi Mainan Setelah Digunakan Bermain Anak

Saat Bunda membantu si kecil untuk membereskan mainannya, lakukan pengecekan kondisi mainan tersebut. Pastikan mainan dalam kondisi yang aman. Tidak ada baut yang lepas dan tidak ada bagian mainan yang keluar. Hal ini sangat penting dilakukan Bun, sebab mainan yang tidak dalam kondisi semestinya bisa saja melukai si kecil.

Ternyata tidak semudah yang dibayangkan untuk memilihkan mainan si kecil. Ada hal-hal yang harus diperhatikan. Untuk itu, pilihlah mainan yang benar-benar aman untuk anak. Jangan sampai Bunda menuruti keinginan si kecil begitu saja tanpa memperhatikan keamanan mainan tersebut.

Click to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *


Kesehatan Ibu & Anak

Para Ibu Perah dengan Aktivitas Pumping di Tempat Kerja

rsz_pompa-asi-manual-atau-elektrik

Setelah masa cuti selama tiga bulan terlewati, mau tak mau Bunda harus kembali bekerja. Semua hal yang dahulu jadi kegiatan sehari-hari, kini akan kembali berjalan seperti biasa. Namun kali ini tantangannya mungkin agak sedikit berbeda, dengan kemarin ketika Bunda masih mengandung buah hati.

Untuk Bunda yang baru memiliki anak pertama, tentu ini akan jadi hal yang mendebarkan. Dan salah satu hal yang cukup membuat resah, adalah kebutuhan si kecil akan ASI. Momen ini akan jadi membuat Bunda didera bermacam-macam perasaan. Mulai dari takut, bingung, khawatir stok ASI tak akan cukup, hingga pada kualitas ASI yang tentu berpengaruh tumbuh kembangnya.

Tapi Bunda tak perlu khawatir, keputusan memberikan ASI eksklusif untuk anak pertama ini justru akan menjadi pengalaman yang luar biasa indah.

Hal yang Paling Utama, Bunda Harus Belajar Bagaimana Teknik Pumping yang Benar

rsz_tanja-heffner-252586

Menjadi ibu perah untuk anak bayi di rumah itu artinya Bunda harus tahu bagaimana proses pumping. Mulai dari bagaimana caranya untuk mengeluarkan ASI dengan alat pumping, hingga pada waktu kapan payudara kita akan menghasilkan ASI yang banyak dan berkualitas baik tentunya.

Demi menghindari hal yang mungkin menganggu, Bunda bisa latihan terlebih dahulu saat di rumah. Dengan begitu saat nanti sedang ada di kantor untuk bekerja, Bunda tak kerepotan untuk melakukannya.

Peralatan Pumping Bak Amunisi Saat Perang, Jangan Sampai Ketinggalan Bun!

rsz_pompa-asi-manual-atau-elektrik

Memang sih tujuan Bunda berangkat ke kantor tentu untuk bekerja, namun kini telah ada kewajiban lain yang harus dilakukan. Nikmatnya menjadi seorang ibu, adalah ketika Bunda tak pernah merasa terbebani untuk melakukan beberapa hal untuk si kecil yang disayangi.

Rasanya tak ada alasan untuk bisa lupa, kecuali Bunda mungkin sedang dalam situasi yang darurat dan buru-buru. Karena satu hari tanpa melakukan pumping saat di kantor, tentu akan mengurangi stok ASI di rumah yang harusnya sudah bisa bertambah.

Mulai dari alat peras, botol higienis ASI, kain lap untuk membersihkan alat peras dan area payudara, hingga cold storage untuk menyimpan ASI.

Mulailah Beradaptasi pada Aktivitas Pumping dengan Melatih Diri Lebih Rileks

rsz_linkedin-sales-navigator-402819

Untuk pengalaman pertama, aktivitas pumping ini tidak akan mudah. Kita bisa saja merasa nervous, takut atau bahkan tiba-tiba malu. Padahal kita melakukannya seorang diri loh. Dan kecemasan seperti ini bisa mempengaruhi produksi ASI yang keluar loh Bun. Kondisi tubuh yang sedang stres atau tak nyaman, juga memicu berhentinya produksi ASI.

Jadi Bunda harus memastikan diri sedang rileks, nyaman dan dalam keadaan senang atau bahagia saat akan melakukan pumping.

Jika Memang Tempat Kerja Tak Punya Ruang Khusus Untuk Pumping, Bunda Bisa Mencari Ruangan yang Benar-benar Nyaman

rsz_samantha-gades-367198

Dari sekian banyaknya perusahaan di negara kita, rasanya masih sedikit kantor yang memang benar-benar peduli pada ibu menyusui. Ini terlihat dari kecilnya angka kantor-kantor yang menyediakan ruang khusus untuk karyawati yang juga seorang ibu menyusui.

Tapi Bunda tak boleh putus asa, setidaknya pasti ada beberapa ruang yang bisa dimanfaatkan dengan baik. Bunda bisa memilih untuk menggunakan ruang istirahat yang diperuntukkan bagi perempuan, atau ruangan di mushola yang khusus diperuntukkan untuk perempuan bila ingin merasa lebih nyaman. Perhatikan pula kondisi sekitar, pastikan bersih dan tidak akan mengundang bakteri pada ASI yang akan disimpan.

Tak Berada di Rumah Bersamanya Itu Berarti Bunda Harus Bisa Mengatur Stok ASI Agar Cukup Untuknya

https://shintadaniel.wordpress.com/2016/08/06/world-breastfeeding-week-2016/

https://shintadaniel.wordpress.com/2016/08/06/world-breastfeeding-week-2016/

Suatu kali mungkin tanpa tahu apa sebabnya, si kecil tiba-tiba kehabisan stok ASI di rumah. Dan jelas, hal-hal seperti ini harusnya jadi tanggung jawab kita sebagai ibunya. Bukan dia yang menjaga anak di rumah.

Aktivitas memerah ASI umumnya bisa kita lakukan untuk menggantikan sesi menyusui yang terlewat ketika tidak bersama bayi. Kuncinya, Bunda memang harus disiplin dengan berusaha memerah ASI setidaknya 3 jam sekali dengan durasi kurang lebih 15 menit untuk setiap payudara. Bunda pun perlu tahu jika frekuensi memerah akan mempengaruhi kualitas ASI yang dihasilkan.

Dan Bila Sedang Berada Bersamanya, Utamakan Untuk Menyusui Si Kecil Secara Langsung Ya Bun!

rsz_sean-roy-202825

Hal penting lain yang memang perlu untuk Bunda lakukan adalah menyusui anak secara langsung saat sedang bersama. Baik itu pada malam hari atau ketika sedang berada di rumah saat akhir pekan. Bunda juga bisa dengan leluasa menyusui  si kecil hingga dia merasa kenyang, sesaat sebelum berangkat kerja.

Bunda tak perlu merasa takut kalau aktivitas ini akan menganggu kinerja kita di kantor. Selama dilakukan dengan porsi dan manajemen waktu yang tepat, tentu tak akan menjadi masalah.

Kita hanya perlu mempersiapkan diri dengan hal-hal lain yang mungkin terjadi. Bagaimana Bun? Pernah merasakan perjuangan yang sama? Yuk share di kolom komentar.

Click to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Most Share

To Top