Parenting

Tak Perlu Gugup Berlebihan Bun, Begini Cara Memandikan Bayi Yang Baru Lahir

StockSnap_NNW5IOOD6F

Memandikan bayi yang baru lahir merupakan pengalaman yang sangat berharga bagi orangtua, terutama mereka yang baru saja melahirkan anak pertamanya. Akan tetapi kebanyakan orang akan merasa gugup, berbagai kehawatiran pun jadi bermunculan. Semua itu karena bayi yang baru lahir masih sangat peka dan rentan. Untuk itu kehati-hatian merupakan solusi yang baik untuk menghindari berbagai kemungkinan yang tidak diinginkan.

Penting Untuk Mencuci Tangan Sebelum Memandikan Bayi

Setelah anda beraktivitas maka ada kemungkinan tangan anda terkena kotoran-kotoran yang mengandung kuman. Agar kuman-kuman tersebut tidak menempel pada kulit buah hati, maka sebaiknya cuci tangan lebih dulu sebelum mulai memandikan bayi.

Setelah Itu Bunda Bisa Membuka Pakaian Bayi

Bukalah seluruh pakaian bayi dan tempatkan dia pada posisi yang menurut anda aman dan nyaman. Lakukan dengan pelan dan lembut agar si kecil tidak merasa terganggu ya Bun. Agar bayi merasa nyaman, Bunda dapat membuka pakaiannya sambil mengajak si kecil mengobrol.

Saat Bayi Belum Lepas Tali Pusar, Usahakan Tali Pusarnya Tidak Terkena Air Ya Bun!

Pada umumnya bayi dengan usia antara 2 sampai 3 minggu masih memiliki tali pusar yang melekat pada tubuhnya. Usahakan agar jangan sampai tali pusar ini terkena air karena bisa membuat bayi kedinginan atau tidak nyaman. Untuk itu, mandikanlah dia dengan cara-cara yang benar.

Perlengkapan yang harus disiapkan

  1. Baskom berukuran sedang yang berisi air hangat
  2. Waslap atau spons khusus untuk bayi yang baru lahir
  3. Sabun khusus untuk bayi yang baru lahir
  4. Kosmetika bayi
  5. Handuk dan popok

Cara memandikan bayi yang masih memiliki tali pusar

  1. Persiapkan sebuah tempat yang datar dan empuk. Anda bisa menggunakan meja yang telah diberi alas handuk
  2. Baringkan bayi dalam posisi terlentang dan tahan kepala bagian belakang menggunakan salah satu tangan anda
  3. Usap kepala, wajah, dan seluruh bagian tubuh bayi menggunakan waslap yang telah dibasahi air hangat;
  4. Setelah itu, usap kembali seluruh bagian tubuh bayi menggunakan waslap yang telah diberi sabun khusus untuk bayi lahir
  5. Selanjutnya usap seluruh tubuh anak menggunakan waslap yang telah dibasahi air hangat. Hal ini bertujuan untuk menghilangkan sisa-sisa sabun yang menempel pada tubuh anak
  6. Kemudian untuk membersihkan bagian mata, gunakanlah kapas berserat lembut. Anda dapat memulainya dari bagian mata yang paling dekat dengan hidung kemudian lanjutkan ke bagian-bagian lainnya. Gunakan kapas yang berbeda untuk setiap mata
  7. Bersihkan daerah-daerah lipatan seperti bagian leher belakang, ketiak, selangkangan, dan sebagainya
  8. Selanjutnya bersihkan bagian alat kelamin dan pantat bayi. Bersihkan mulai dari bagian depan ke belakang
  9. Jika dirasa sudah cukup, angkat bayi dan balut tubuhnya menggunakan handuk.

Saat Tali Pusar Bayi Telah Lepas, Itu Artinya Bunda Bisa Mulai Membasuh Seluruh Badannya

Saat tali pusar si kecil telah lepas, Bunda sudah boleh membasuh seluruh badannya. Sebelum anda memulai proses memandikan si kecil, sebaiknya persiapkan beberapa perlengkapan berikut ini:

  1. Baskom berukuran secukupnya yang berisi air hangat
  2. Bantal dan handuk. Ini berfungsi untuk mengelap tubuh bayi saat selesai mandi
  3. Bak mandi khusus bayi
  4. Spons atau kain waslap
  5. Bola kapas
  6. Popok bayi
  7. Dan aneka produk perawatan bayi seperti baby oil, baby lotion, sampo sabun, bedak bayi, minyak telon, dan sebagainya.

Cara memandikan bayi yang tali pusarnya telah lepas

  1. Bunda bisa memulainya dengan membersihkan sekitar area mata dengan menggunakan kapas lembab yang berbeda untuk setiap mata
  2. Anda dapat mulai membersihkannya dari area mata bagian dalam kemudian area mata bagian luar
  3. Setelah seluruh area mata dianggap sudah bersih, maka langkah selanjutnya adalah membersihkan seluruh tubuh si kecil. Berawal dari bagian kepala, wajah, leher, lengan, tungkai, dan daerah-daerah lipatan
  4. Gunakanlah waslap dan sabun bayi yang tidak pedih saat anda membersihkan bagian wajah dan kepala. Jangan lupa anda harus menopang kepala dan pundak anak saat sedang membersihkan seluruh tubuhnya.

Lalu Keringkan Badan Bayi Dengan Handuk Yang Bersih Dan Lembut

Setelah seluruh proses mandi sudah selesai, maka balut seluruh tubuh anak menggunakan handuk. Letakan anak di atas bantal yang telah dipersiapkan sebelumnya. Pastikan handuk yang digunakan bersih dan cukup lembut untuk kulit bayi ya Bun!

Setelah Badannya Kering Bunda Bisa Memakaikan Produk Perawatan Bayi, Serta Popok Dan Bajunya

Kemudian aplikasikan produk perawatan bayi yang sering digunakan seperti minyak telon, lotion, bedak bayi, dan sebagainya. Hal ini bertujuan agar si kecil merasa nyaman dan juga wangi. Dan rangkaian terakhir memandikan bayi adalah dengan memakaikan popok dan baju.

Click to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *


Sponsored Content

Baterai Gawai Harus Dihemat Karena Takut Ada Hal Darurat

samson-vowles-191386-unsplash

Gawai alias gadget pasti menemani Bunda kemana-mana saat ini. Mulai dari alat untuk selfie ketika ketemu kawan hingga update urusan sosial media. Terkadang malah kita terlupa fungsi utama dari gawai kita, yaitu untuk komunikasi. Seringkali gawai digunakan terus menerus untuk urusan remeh temeh. Tanpa pernah berpikir jika sewaktu-waktu dibutuhkan dalam keadaan mendesak.

Mulai dari hal sederhana misalnya ketika dalam janji bertemu teman sudah di lokasi malah terkendala memberi kabar. Atau ketika di tengah jalan ingin memesan ojek online, jadi terhambat karena baterai habis. Lalu adakah tipsnya untuk memaksimalkan urusan baterai ini?

Jangan Mengaktifkan WiFi dan Bluetooth, Apabila Tak Memakai Karena Berimbas Kepada Baterai

bernard-hermant-667645-unsplash

Mengaktifkan fitur-fitur tersebut saat tidak menggunakannya akan membuat baterai cepat habis karena wifi dan bluetooth dalam kondisi ON membuat sinyal terus bekerja dan mencari. Sehingga ini berimbas terhadap baterai Bunda yang tergerus secara cepat. Maka dari itu apabila tidak digunakan jangan diaktifkan.

Kunci Gawai Bunda Saat Tidak Digunakan, Jangan Dibiarkan

fabian-albert-450447-unsplash

Langkah lainnya yang dapat Bunda lakukan jangan lupa untuk menguci gawai anda. Karena mengunci gawai menjadikan smartphone ke dalam mode rehat dan istirahat, maka dari itu layar pun dalam kondisi mati tidak stand by saat Bunda mengunci gawai. Hal ini dilakukan agar gawai Bunda dapat bertahan lebih lama.

Jangan Membiasakan Menggunakan Gawai Saat Sedang Dicharge

chelsia-qiao-483318-unsplash

Apabila Bunda menggunakan gawai saat sedang dicharge itu akan memicu kerusakan pada baterai. Memang sekilas terlihat kalau gawai nampaknya normal-normal saja dan tak menghasilkan efek apa saja. Tetapi apabila Bunda kerap mekainnya dalam waktu yang lama dan sering, kondisi baterai akan cepat bocor sehingga gawai gampang sekali untuk lowbatt meskipun pemakaian belum menghabiskan waktu sampai seharian.

Lowbat Itu Tanda, Jangan Diabaikan Begitu Saja

fancycrave-698664-unsplash

Gawai memiliki kekuatan masing-masing tergantung seberapa besar daya yang dimiliki. Apabila daya dimiliki sangat banyak mungkin ia dapat bertahan hingga satu hari penuh. Seperti halnya gawai yang memiliki kapasitas baterai 5.000 mAh. Namun, tak berarti saat sedang lowbat Bunda dapat memakai sesuka hati, karena membiarkan gawai dalam kondisi mati baru charger dapat membuat baterai smartphone cepat rusak.

Miliki Tunggangan yang Bisa Charger, Karena Gawai Menyala itu Penting Jadi Jangan Diambil Pusing

Membawa Powerbank kemana-mana mungkin terlalu ribet, belum lagi kalau powerbank mati karena dayanya habis. Mungkin membeli Suzuki Nex II tak ada salahnya, selain dapat membantu Bunda lebih cepat untuk urusan mobilitas di dalam kota. Kuda besi satu ini menawarkan satu fitur yang berguna di era sekarang yakni USB Charger, yang dapat menyelamatkan Bunda saat kehabisan daya gawai di tengah perjalanan.

nex-brilliant-white2

Ditambah lagi kalau Bunda menempuh perjalanan jauh menggunakan motor maka makin pas saja menggunakan motor ini. Karena ukurannya kompak. Dari segi panjang saja Nex II berukuran 1.890 mm, kemudian lebar 675 mm dan tinggi 1.045 mm, yang sangat nyaman untuk di bawa berkendara selama berjam-jam. Apalagi ruang kakinya sangat lega sehingga bisa mengubah-ubah posisi kaki selama perjalanan.

Macet pun bukan lagi masalah serius bagi Suzuki Nex II. Karena motor ini mengusung Suzuki Eco Performance (SEP) dengan konfigurasi 1 silinder SOHC yang berkapasitas 113 cc mampu menyalurkan tenaga ke roda secara maksimal. Dengan kapasitas tangki penuh 3,6 Liter, konon bahan bakar tersebut bisa dipakai untuk jarak tempuh sejauh 176 km. Jadi Bunda tak perlu sering-sering mengisi bahan bakar.

Layaknya gawai yang selalu melengkapi penampilan Bunda, motor Suzuki Nex II ini juga penampilan yang menarik. Dengan bentuk lampu yang modern berbentuk meruncing disematkan pada bagian depannya. Bunda juga punya banyak pilihan warna dan grafis sesuai dengan selera.

Jadi jangan lupa menerapkan tips di atas agar bisa menjaga gawai selalu online ya Bunda.

 

Click to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *


Kesehatan Ibu & Anak

Boleh Saja Memakai Peralatan Plastik untuk Si Kecil, Asal…

gambarpertama

Si kecil mulai memasuki masa dimana MPASI diperlukan. Bunda pasti menyambutnya dengan perasaan gembira dan berharap masa-masa ini akan jadi momen yang menyenangkan. Apalagi ini tandanya si kecil tengah siap menikmati tahapan baru dalam perkembangannya. Satu hal yang mungkin kurang diperhatikan oleh para orangtua yaitu soal peralatan yang sering digunakan selama proses pemberian MPASI nih Bun.

Seringkali untuk fase MPASI, orang tua memberikan bahan makanan berbahan plastik pada si kecil. Piring, mangkuk, sendok, garpu, gelas, bahkan celemek plastik. Alat makan berbahan plastik memang memberikan kenyamanan. Selain alasan tidak mudah pecah, bahan ini juga ringan dibandingkan dengan bahan gerabah, gelas, atau stainless.

Dibandingkan dengan peralatan makan berbahan kayu, permukaan plastik yang rata dan halus memiliki kelebihan. Serat kayu pada permukaan peralatan makan dari kayu berpotensi menyakiti si kecil. Tapi bicara soal peralatan plastik, coba Bunda amati, apakah peralatan makan anak dari plastik memang aman? Cermati unsur-unsur berikut untuk memastikan bahwa peralatan makan plastik yang Bunda beli aman untuk sang buah hati ya.

Pertama, Cobalah Perhatikan, Adakah Label Food Grade Sebelum Membeli Peralatan Tersebut?

Peralatan makan berbahan plastik memang melibatkan unsur kimia. Tapi Bunda tak perlu khawatir kalau semua yang dari plastik tak aman untuknya. Demi memastikan bahwa peralatan makan dari plastik bisa dipakai untuk si kecil, pastikan Bunda membeli yang berlabel food grade. Peralatan makan dengan label ini tidak mengandung toxic dan aman untuk aktivitas konsumsi.

Coba Perhatikan Juga Bun, Adakah Keterangan BPA-Free?

BPA (Bisphenol-A) adalah zat kimia sintetis yang sering digunakan pada peralatan makan berbahan plastik agar terlihat lebih bening dan strukturnya lebih keras atau kokoh. Beberapa studi menyatakan bahwa BPA dapat menjadi faktor pengganggu hormon pada masa pertumbuhan anak.

Selain itu, BPA juga berpotensi menganggu metabolisme tubuh lho Bun. Nah, untuk mengetahui kandungan BPA dalam peralatan makan Bunda, coba yuk Bun cari simbol segitiga yang biasanya ada di bagian bawah peralatan makan berbahan plastik.  Jika di dalam simbol segitiga bertuliskan nomor 7 atau ada tanda huruf PC, maka peralatan tersebut mengandung BPA. Umumnya peralatan makan yang BPA-free berwarna sedikit kusam dan agak lentur.

Peralatan Plastik Perlu Memiliki PP 5, Bun!

Selain simbol segitiga yang mencantumkan kandungan BPA, peralatan makan juga mencantumkan PP (Polypropylene).PP merupakan material plastik yang aman untuk aktivitas konsumsi karena memiliki ketahanan kimia yang baik, daya serap air rendah, dan tahan terhadap unsur asam dan basa. Material plastik dengan PP 5 tahan panas, dapat dicuci ulang, serta dapat digunakan berkali-kali dalam jangka waktu lama.

Dan yang Pasti Bebas PVC

Tak hanya BPA nih Bun, kandungan lainnya yang perlu dihindari yaitu PVC atau Poly Vinyl Chloride. PVC merupakan material plastik yang umumnya digunakan untuk pembuatan bahan bangunan. Sejauh ini, beberapa penelitian menunjukkan bahwa terlalu banyak terpapar senyawa kimia ini dapat menyebabkan kanker. Untuk itu, sekalipun Bunda hendak membeli peralatan makan berbahan plastik, pikirkan lagi soal bahan-bahan pembuatnya ya Bun.

Click to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *


Kesehatan Ibu & Anak

Jika Si Kakak Cemburu Pasca Kelahiran Sang Adik, Ini yang Harus Bunda Lakukan

Punya anak kedua itu tantangan tersendiri ya Bun. Apalagi kalau jarak usia antara si kakak dan adiknya tak jauh berbeda. Bukan hanya Bunda dan Ayah yang mempersiapkan diri, sebab si sulung pun juga. Terlebih di usia balita, biasanya anak masih membutuhkan perhatian ekstra dari orangtuanya.

Tidak ada yang melarang bila Bunda memang memiliki program untuk menambah momongan dengan jarak usia yang tak jauh dari si sulung. Tapi pastikan Bunda sudah tahu cara menangani rasa cemburu yang dimunculkan sang kakak saat Bunda memberitahukan kalau ia akan kedatangan seorang adik.

Apalagi banyak cerita kalau balita justru tidak senang dan ‘menolak’ kehadiran adik barunya. Karenanya, Bunda perlu memberikan pengertian kepada Si Kecil sejak adiknya masih di dalam kandungan.

Berikut tipsnya:

  1. Tak usah khawatir bila si sulung berubah perasaannya dalam beberapa minggu atau bulan. Tetap lah bersabar dan Bunda cobalah pahami perasaannya. Beritahukan dengan pelan-pelan bahwa keberadaan adiknya kelak bukanlah sebagai saingan melainkan jadi teman tumbuh bersama.
  2. Merasa terancam akan kedatangan adik baru adalah perasaan normal yang dialami si sulung. Bunda bisa membuatnya tak merasa terancam dengan melibatkannya dalam kehamilan Bunda. Izinkan sang kakak untuk merasakan tendangan kaki bayi di perut Anda. Jelaskan kepadanya mengenai bayi yang akan lahir dan ceritakan bahwa ia dulu juga pernah berada di dalam perut Anda.
  3. Sebelum Bunda ke rumah sakit untuk bersalin, jelaskan terlebih dahulu kepadanya bahwa sebentar lagi adiknya akan lahir. Jelaskan pula siapa yang akan menemaninya saat Bunda dan suami harus ke rumah sakit. Dengan begini, ia tak akan merasa dilupakan atau tersaingi oleh kehadiran sang adik.
  4. Saat adiknya lahir dan setiap perhatian tamu terpusat pada bayi yang baru lahir, Bunda jangan sampai lupa untuk tetap memberikan perhatian kepada Si Kakak. Misalnya, saat tamu memuji bayi baru Anda, katakanlah bahwa ia secantik dan sepintar kakaknya.
  5. Jangan ragu untuk sertakan juga si kakak saat merawat adiknya. Minta bantuannya untuk mengambilkan baju atau popok bayi. Puji ia di depan adik barunya.
  6. Kadang, kakak merasa dituakan dan bisa bersikap agresif terhadap adiknya dengan memukul, menggigit, atau mendorong. Bun, saat menghadapi situasi semacam ini, cobalah katakan dengan tegas namun lembut, bahwa ia tidak boleh menyakiti adiknya.
  7. Luangkan waktu Bunda untuk si kakak dan katakan bahwa ia tetap bagian terpenting dalam hidup Anda. Berikan waktu, serta perhatian khusus bersamanya setiap hari.
  8. Saat adiknya sudah bisa tertawa dan bercanda, buat permainan bersama antara Si Kakak dan adik barunya, seperti cilukba, bernyanyi bersama, dan sebagainya. Dengan begitu, si sulung pun akan menyadari bahwa adiknya adalah teman bermainnya.
Click to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *


Kesehatan Ibu & Anak

Kepada Bunda yang Hendak Memutuskan untuk Tak Menyusui si Kecil…

asi

Sebagian besar Bunda pasti paham kalau menyusui adalah proses yang alami dan menyenangkan untuk si kecil. Tahap ini dimulai saat si kecil sudah lahir. Kandungan kolostrum yang ada pada ASI sangat baik untuk kesehatan bayi. Tapi entah kenapa masih saja ada ibu yang enggan untuk menyusui.

Mungkin Bunda pernah menemukan tipikal ibu maupun calon ibu yang begini. Ada banyak alasan yang akhirnya membuat para calon ibu memutuskan untuk tak memberikan ASI-nya kelak. Padahal Bun, ada lho efek samping kalau sampai ASI-nya tak dikeluarkan untuk si kecil.

Meningkatkan Risiko Gangguan Pernafasan Pada Bayi

Bayi yang tak menerima ASI segera setelah lahir atau dalam jangka panjang maka bisa mengalami gangguan pernapasan, Bun. Hal ini akhirnya bisa menyebabkan bayi mengalami gejala asma pada si kecil atau penyakit pernafasan lain. Sebaliknya, kalau sejak kecil buah hati sudah mengasup ASI, maka gangguan ini bisa teratasi dan membuat tubuh bayi lebih sehat.

Hati-hati, Si Kecil pun Bisa Mengalami Sindrom Kematian Mendadak

Bayi yang  tak menerima ASI biasanya jadi sangat sangat lemah dan bisa mengalami risiko sindrom kematian mendadak. Sindrom ini bisa terjadi karena pengaruh kesehatan yang memburuk setelah dilahirkan dan tidak menerima kekuatan dari ASI. Bagaimanapun, ASI adalah zat yang bisa melindungi tubuh bayi setelah lahir dan membuat bayi bisa bertahan hidup. Meskipun bisa diberikan susu formula, tapi ASI jelas manfaatnya lebih kuat ya Bun.

Bahkan Bayi pun Bisa Mengalami Risiko bayi Terkena Diabetes

Bayi yang tidak menerima ASI sampai waktu lama kemungkinan juga bisa terkena penyakit diabetes tipe 2. Apalagi jika mengalami gestational diabetes saat hamil. Hal ini bisa terjadi lantaran kondisi tubuh bayi menghasilkan insulin lebih sedikit dibandingkan bayi yang mendapatkan ASI sejak lahir atau ASI eksklusif.

Bahkan Anak yang Akhirnya Mengonsumsi Susu Formula jadi Berisiko Mengalami Obesitas

Ada banyak yang bisa diberikan sebagai pengganti ASI. Namun kondisi ini bisa memicu masalah lantaran kandungan gula dalam susu formula memang lebih tinggi dibandingkan dengan ASI yang mengandung gula alami. Apalagi dengan Bunda tidak memberikan ASI berarti bayi membutuhkan makanan pendamping ASI lebih cepat. Jadi mungkin saja sebelum bayi berusia 6 bulan sudah mendapatkan makanan tambahan selain susu.

Bagi Bundanya, Ada Pula Risiko Kanker Payudara Saat Pra Menopause

Bunda yang pernah melahirkan dan tidak pernah menyusui juga memiliki risiko tinggi terkena kanker payudara saat pra menopause. Hal ini terjadi lantaran tak ada pelepasan hormon oksitosin seperti pada ibu menyusui. Dan risiko akan bertambah besar jika ibu sudah pernah melahirkan lebih dari dua kali tanpa pernah menyusui.

Dan Terakhir, Bisa Pula Depresi Setelah Melahirkan

Ibu yang tidak menyusui juga mungkin akan mengalami depresi setelah melahirkan. Begini Bun, kondisi baby blues bisa terjadi dengan cepat setelah ibu melahirkan dan tidak menyusui. Masalah ini bisa dipicu oleh kondisi perubahan hormon yang tidak seimbang setelah melahirkan.

Click to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Most Share

To Top