Parenting

Tak Perlu Disuapi Terus, Latih kemandiriannya Dengan Mengajari Anak Makan Sendiri

people-2560321_640

Menyuapi anak hingga usia tertentu, bahkan hingga usianya diatas lima tahun  nampaknya telah menjadi kebiasaan masyarakat kita. Tentu ini bukanlah sesuatu yang baik untuk perkembangan anak, terutama untuk perkembangan motorik anak.

Kabar baiknya, akhir-akhir ini tren tersebut telah berubah. Para orangtua masa kini sudah mulai mengajarkan anak-anaknya untuk makan sejak sejak usia dini. Cara ini disebut juga dengan self-feeding. Selain dapat melatih kemampuan motorik anak, metode ini pun dapat dijadikan sebagai cara untuk meningkatkan kepercayaan diri anak.

Bunda Harus Memastikan Kesiapan Anak Untuk Belajar Makan Sendiri Terlebih Dahulu

Sebelum mengetahui bagaimanakah tips untuk mengajarkan makan sendiri pada anak, Bunda harus terlebih dahulu mengetahui kapan anak sudah bisa diajarkan untuk makan sendiri. Syarat awal anak untuk belajar makan sendiri adalah saat dia sudah dapat menopang lehernya dengan baik.

Jangan mengajarkan anak untuk makan sendiri jika dia belum dapat menopang lehernya karena hal itu akan membuat anak tersedak. Selain itu anak juga harus sudah terbiasa dengan makanan semi padat yang bisa dilakukan oleh anak usia 6 bulan ke atas.

Lalu Contohkan Cara Makan Yang Benar Pada Anak. Dari Mulai Cara Mengambil makanan, Memasukannya Ke Mulut, dan Mengunyahnya

Seperti yang sudah dijelaskan di awal bahwa anak-anak suka untuk meniru. Untuk itu, berilah contoh tentang bagaimana cara makan yang benar.  Berikan contoh tentang cara mengambil makanan, memasukannya ke mulut, dan mengunyahnya. Sesekali Bunda dapat mengajaknya untuk makan bersama. Momen tersebut dapat menjadi momen yang baik bagi si kecil untuk belajar makan dengan benar.

Memberikan Finger Food Akan Membantu Proses Belajar Makan Anak

Jika tips di atas dirasa masih sulit untuk diterapkan kepada si kecil, maka gunakanlah finger food. Apa itu? Finger food adalah makanan-makanan yang mudah dimakan oleh si kecil tanpa menggunakan alat makan. Jenis makanan seperti ini biasanya berupa makanan lunak yang mudah dipegang oleh si kecil. Contohnya adalah wortel baby yang dikukus, jeruk, dan sebagainya. Namun, hindari memberikan makanan-makanan yang dapat membuat si kecil tersedak seperti anggur utuh, kismis, kacang utuh, dan sebagainya.

Bunda Juga Tetap Harus Mengawasi Si Kecil Dari Jauh

Beberapa anak justru bisa makan lebih baik bila tidak diawasi. Untuk itu, Bunda dapat memberikan waktu kepada si kecil untuk makan sendiri tanpa pengawasan di dekatnya. Namun jangan tinggalkan dia begitu saja. Bunda dapat mengawasinya dari jarak yang cukup jauh sambil melakukan aktivitas lain. Ini bertujuan agar Bunda dapat segera melakukan sesuatu jika si kecil tersedak atau kesulitan untuk makan sendiri.

 Tetap Telaten Dan Sabar Ya Bun Saat Mengajarkan Anak Makan Sendiri!

Memang membutuhkan kesabaran yang ekstra untuk mengajarkan anak makan sendiri. Mungkin pada tahap awal makanan tersebut akan jadi berantakan dan tumpah ke mana-mana. Namun ini adalah hal yang wajar. Bunda jangan terlalu mudah untuk memberikan bantuan kepada anak. Cukuplah menyiapkan karpet atau alas agar makanannya tidak banyak tumpah ke tempat lain.

 

Click to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *


Sponsored Content

Apa Bunda Termasuk Orang Yang Bahagia? Simak hasil surveynya yuk!

Bahagia itu sederhana, begitu katanya. Tapi sebetulnya apa bahagia itu? Jawabannya mungkin relatif dan berbeda untuk masing-masing orang. Namun beberapa lembaga mencoba untuk membuat pengukuran kebahagian ini. Salah satunya adalah Badan Pusat Statistik alias BPS.

Lembaga ini melakukan survei yang terdiri atas indeks komposit yang disusun oleh tiga dimensi. Dimana ketiga dimensi ini terdiri dari Kepuasan Hidup (Life Satisfaction), Perasaan (Affect), dan Makna Hidup (Eudaimonia). Nah, berdasarkan tiga kompenen inilah kemudian ditentukan kategori orang-orang yang bahagia itu.

Kalau Bunda Mau Lebih Bahagia Mungkin Bisa Pindah Dari Kota

desa

Lupakan dulu materi dan infrastruktur yang ada, mari bicara soal bahagia dari dalam diri setiap orang. Mereka yang tinggal di desa tentu memiliki lebih banyak waktu untuk sekedar bercengkrama dengan tetangga rumahnya. Sangat jauh berbeda dengan orang-orang yang hidup di kota, dengan predikat yang sangat individualis.

Jika di desa Bunda tak akan susah payah untuk mendapatkan hasil bumi dan tanaman. Sebaliknya di kota Bunda sering kelabakan akan harga dari barang yang sering menguras pendapatan.

Hal ini tercermin dari hasil survei dari BPS. Mulai dari tingkat kenyamanan dan juga keamanan, nilai dari kepuasan hidup di desa terbukti lebih unggul daripada mereka yang di kota. Dengan nilai perbandingan 71,64% untuk orang desa menyatakan dirinya puas dan bahagia. Berbanding hanya 69,75% bagi mereka yang hidup di kota.

Bunda Tinggal Di Provinsi Mana? Maluku Utara Terpilih Sebagai Provinsi Paling Bahagia Loh

maluku

Yap, penduduk dari provinsi yang resmi berdiri sejak 4 Oktober 1999 ini memang nampaknya beda dari penduduk lain di Nusantara. Provinsi yang terdiri dari 1.474 pulau ini jadi urutan pertama untuk gelar provinsi paling bahagia dengan angka 75,68.

Suhariyanto selaku ketua BPS, menyebutkan bahwa hal yang membuat Maluku Utara menjadi provinsi paling bahagia adalah kemampuan mereka dalam soal memaknai hidup jauh lebih tinggi dibanding beberapa provinsi lainnya. Maka tak heran jika provinsi ini jadi provinsi paling bahagia se-Indonesia.

Mana Lebih Bahagia Laki-laki Atau Perempuan? Hasilnya Hanya Selisih Sedikit

lakiperempuan

Ini mungkin bisa jadi perdebatan tiada akhir. Soal mana yang lebih bahagia antara laki-laki dan perempuan. Apalagi struktur sosial di Indonesia belum bisa dikatakan sama kesempatannya untuk laki-laki dan perempuan.

Tapi hasil data dari BPS menujukan bahwa bahagia antara laki-laki dan perempuan cenderung sama. Malah angka tepatnya perempuan justru lebih unggul. Berdasarkan nilai yang dihasilkan, wanita bisa bahagia dengan indeks sebesar 71,12% lebih unggul sedikit dari laki-laki yang cuma 70,30% saja.

Dan Meski Kalah dengan Orang Tua Dalam Hal Pengalaman, Orang Muda Menang Pada Indeks Kebahagiaan

orang-tua

Data terakhir yang disajikan oleh BPS menyebutkan, bahwa kepuasan para milenial lebih tinggi dibandingkan mereka yang sudah lebih senior. Karena semakin seseorang memasuki usia tua, indeks kepuasan hidup personal semakin menurun.

Fakta ini diambil dari usia rata-rata orang tua yang telah 65 Tahun, hanya mendapat indeks kebahagiaan di angka 69,18% sedang mereka kaum muda yang masih 24 tahun berada di nilai 71,29%. Survei indeks kebahagiaan yang dilakukan oleh BPS ini, diambil pada waktu April 2017 di 487 kabupaten atau kota di 34 provinsi, dengan sampel sekitar 72.317 rumah tangga.

Selain BPS, Tabolid Otomotif Juga Mengadakan Survei Kebahagian, Hasilnya…

address

Nah tabloid otomotif juga mengadakan survei tentang kebahagian. Fokusnya adalah soal Indeks Kebahagiaan Berkendara. Indeks Kebahagiaan Berkendara merupakan formulasi dari kepuasan berkendara, kondisi kendaraan dan tingkat emosi saat berkendara yang semuanya mempengaruhi seberapa besar kebahagiaan seseorang dalam berkendara.

Survey IKB 2017 ini diadakan pada bulan Juli hingga Agustus 2017. Melibatkan responden yang berusia lebih dari 18 tahun, mengendarai kendaraan sendiri, tahun produksi kendaraan minimal tahun 2000, serta kendaraan milik pribadi. Para responden yang terdiri dari pria dan wanita dengan kategori SES A sampai SES C melakukan survei IKB 2017 dengan mengisi angket online di website OTOMOTIFNET melibatkan pengguna kendaraan motor dan mobil.

piagam address

Hasilnya? Mereka yang memakai motor Suzuki Address FI merajai kategori Skutik 110-125 cc dalam hal kebahagian berkendara. berkat transmisi CVT yang membuatnya semakin nyaman dikendarai. Apalagi Address FI dilengkapi dengan mesin SOHC 4 langkah kapasitas 113 cc yang menghasilkan performa yang baik. Teknologi full injectionnya mampu menekan konsumsi bahan bakar dengan perbandingan kompresi yang mencapai 9.4:1.

Selain itu, walau memiliki kabin yang luas bodi Suzuki Address FI cukup ramping dengan desain sporty yang menjadi andalan ke-210 responden yang mengendarai motor. Dimensi bodi panjang 1855 mm, lebarnya 655 mm dan tinggi 1095 mm serta memiliki jarak sumbu roda atau wheelbase 1260 mm. Bodi yang cukup mungil dengan jarak pijak hanya 120 mm dan ramping karena hanya memiliki bobot sebesar 97 Kg.

Itu dia list kategori mereka yang bahagia, jadi Bunda sudah masuk kategori mereka yang bahagia atau belum?

Click to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *


Parenting

Ajak si Kecil Bermain dan Belajar dengan Menyenangkan di RISE

Rise 2

Tak ada yang bisa menolak Bun, jika perkembangan teknologi dan zaman memaksa kita untuk turut serta mengasah kemampuan. Terlebih dalam hal berbahasa Inggris yang telah menjadi bahasa global.

Fakta ini tentu bukan lagi hal baru bagi kita sebagai orangtua. Bunda yang memang mahir berbahasa Inggris, mungkin bisa memulainya dengan membiasakan si kecil berkomunikasi dalam bahasa Inggris. Biar bagaimana pun komunikasi di rumah tentu jadi faktor utamanya.

Melihat fenomena ini, Bina Nusantara ingin turut serta berkontribusi pada pendidikan yang ada di Indonesia. Dan salah satunya dengan menggandeng RISEGlobal untuk menghadirkan RISE Immersive Subject-based English (RISE) di Indonesia.

Rise

RISE merupakan tempat kursus bahasa Inggris yang diperuntukan bagi anak-anak berusia 2 hingga 12 tahun. Hadir mengusung konsep berbeda dengan tempat kursus pada umumnya, kurikulum yang digunakan sangat inovatif, menggabungkan konten pembelajaran dengan lingkungan belajar, dan pendekatan pembelajaran yang tepat bagi anak-anak agar dapat belajar bahasa Inggris dengan efisien.

Sebagaimana hasil dari penelitian yang dilakukan oleh beberapa profesor dari Harvard, RISE jadi salah satu sarana pendidikan yang akan menjadi wadah untuk menekankan peran bahasa Inggris sebagai bahasa yang penting di kehidupan zaman sekarang.

Tak ingin terpaku pada tradisi pengajaran yang masih bersifat sangat konvensional, RISE menciptakan suasana belajar yang aktif dan menyeluruh. Memberikan kesempatan pada anak-anak untuk bereksplorasi dan berinteraksi tentang apa saja yang mereka mau. Bukan hanya belajar dari buku cetak saja.

Sebagaimana tuntutan kebutuhan belajar saat ini, RISE menggabungkan 4 prinsip kemampuan yang memang dibutuhkan untuk mengembangkan kemampuan bahasa Inggris yang baik bagi anak-anak, yakni: oral language, dibutuhkan sebagai landasan dan pintu gerbang untuk mengembangkan kemampuan membaca dan menulis yang efektif, strong reading and writing skills, dibutuhkan oleh anak untuk siap menghadapi paparan topik dan ide-ide yang kompleks, speaking, listening, reading and writing skills, diajarkan kepada anak melalui penggunaan dan praktek sehari-hari, dan student engagement, digunakan sebagai inti dari pembelajaran 21st century language-learning.

Mading

Lalu bagaimana dengan akhlak dan penanaman rasa nasionalis pada anak? Tenang, Bunda tak perlu khawatir sebab meski kemampuan berbahasa inggris adalah tujuan utamanya, faktanya RISE juga tidak mengesampingkan pentingnya kemampuan mereka untuk saling terhubung, menyelesaikan masalah, dan memimpin. Sebagaimana tujuannya, RISE hadir untuk menjadi bagian dari pengembangan para pemimpin masa depan, dan bisa jadi mereka adalah anak-anak Bunda sekarang.

Di RISE, si kecil akan mendapat pengalaman belajar yang interaktif dan berbasis teknologi yang menggunakan kurikulum yang telah dipakai di banyak sekolah terkemuka di berbagai negara. Tema dari mata pelajarannya pun beragam, mulai dari Pengetahuan Alam, Binatang, Matematika, Seni, dan hal-hal lain yang mungkin disukai oleh si kecil. Karena tak ingin terfokus pada bahasa Inggris saja, RISE ingin si kecil terbiasa untuk melatih diri berbahasa Inggris pada pembahasan apa saja.

Nah, untuk Bunda yang mungkin sedang bingung memilih tempat belajar untuk si kecil, RISE mungkin jadi salah satu solusinya. Hingga saat ini, lokasinya sudah ada di 3 mall dengan lokasi sangat strategis di Jakarta dan Tangerang yaitu: Living World – Alam Sutera, Bintaro XChange, dan Central Park Mall.

Click to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *


Parenting

Sebab Kerap Susah Tidur Pada Anak Dapat Mengganggu Perkembangannya, Atasi Dengan Tips Ini Bun

StockSnap_AHFXOY83GL

Apakah buah hati anda sering terbangun dan menangis di malam hari? Jika frekuensinya tidak terlalu sering maka hal itu bisa disebut sebagai sesuatu yang wajar, namun jika kerap terjadi bisa jadi si kecil mengalami gangguan tidur.

Gangguan tidur terjadi saat ritme biologisnya terganggu, sehingga si kecil tak dapat tidur nyenyak saat malam hari. Namun anda tidak perlu khawatir, agar anak tak lagi sulit tidur, ada sejumlah tips sederhana yang bisa Bunda terapkan.

Hentikan Aktivitas Bermain Anak Beberapa Jam Sebelum Waktu Tidurnya Tiba

Bermain merupakan aktivitas yang tidak bisa dilepaskan dari dunia anak. Kebanyakan anak akan menghabiskan banyak waktu untuk bermain. Namun ternyata dekatnya jarak antara selesai bermain dengan waktu tidur dapat menyebabkan si kecil mengalami kesulitan untuk tidur nyenyak.

Sebuah penelitian yang dilakukan di Amerika menyatakan bahwa satu jam jarak antara selesai bermain dengan waktu tidur akan menyebabkan si kecil mengalami sulit tidur. Untuk itu, para ahli menyarankan para orangtua untuk menghentikan aktivitas bermain anak beberapa jam sebelum waktu tidurnya tiba demi menjaga kualitas tidur si kecil.

Pastikan Tempat Tidur Yang Digunakan Anak Bisa Membuatnya Nyaman

Cara lainnya untuk membuat tidur si kecil nyenyak adalah dengan memberikan tempat tidur yang nyaman. Bisa jadi sering terbangunnya si kecil pada malam hari disebabkan oleh bahan seprei yang panas, adanya pasir, atau semut. Untuk mengatasinya, gantilah seprei si kecil secara teratur sehingga tempat tidurnya pun akan menjadi nyaman.

Berikan Camilan Untuk Anak Beberapa Jam Sebelum Waktu Tidurnya Tiba

Mungkin masih banyak orangtua yang belum menggunakan cara yang satu ini untuk menidurkan si kecil. Padahal beberapa ahli anak menyarankan para orangtua untuk memberikan cemilan beberapa jam sebelum waktu tidurnya tiba. Makanan kecil seperti kacang, sereal, pisang, telur, keju, ikan tuna, segelas susu hangat, dan yoghurt dapat memicu rasa kantuk pada anak.

Matikan Atau Jauhkan Perangkat Elektronik Dari Tempat Tidur Anak

Beberapa pakar kesehatan anak berpendapat bahwa sambungan listrik yang terdapat pada perangkat elektronik seperti TV, radio, ponsel, dan berbagai jenis peralatan listrik lainnya dapat menghambat produksi hormon melatonin pada si kecil. Hormon melatonin adalah hormon yang menyebabkan rasa mengantuk.

Meskipun beberapa ahli meragukan hasil penelitian tersebut tapi tidak ada salahnya anda memutus aliran listrik di sekitar si kecil. Atau paling tidak menjauhkannya dari tempat tidur si kecil.

Gunakan Lampu Tidur Atau Matikan Lampu Agar Si Kecil Cepat Tidur

Banyak pakar kesehatan yang menyarankan untuk mematikan lampu saat sedang tidur. Hal itu karena cahaya lampu dapat menghambat produksi hormon tidur. Namun jika bayi anda tidak terbiasa dengan tidur dalam suasana yang gelap, maka Bunda dapat memasang sebuah lampu tidur di kamar tidur.

Buat Anak Merasa Rileks Agar Tidurnya Nyenyak Bun!

Beberapa aktivitas ringan seperti memberikan pelukan, ciuman, bercerita, dan bersenandung akan membuat si kecil menjadi rileks. Dengan begitu anak dapat tidur nyenyak dan beristirahat dengan maksimal. Hal ini tentu berpengaruh baik untuk pertumbuhannya.

Ternyata tidak terlalu sulit untuk membuat tidur si kecil nyaman. Dengan tips sederhana di atas, Bunda dapat membuat tidur si kecil jadi berkualitas. Namun jika tips tersebut sudah dilakukan dengan baik tapi tidur si kecil belum juga nyenyak, maka anda dapat berkonsultasi dengan dokter anak demi mengetahui penyebabnya.

Click to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *


Kesehatan Ibu & Anak

Keterlambatan Si Kecil dalam Berjalan Tak Selalu Berarti Buruk

rsz_ismail-taibi-408252

Kemampuan si kecil dalam berjalan jadi salah satu indikasi dari tumbuh kembangnya. Namun bagaimana jika ternyata dia masih belum bisa berjalan saat anak-anak seusianya sudah berjalan?

Sebagai orangtua kita tentu menginginkan buah hati bisa berkembang dengan baik. Namun faktanya, perkembangan motorik khususnya kemampuan berjalan usia normal anak dapat berjalan sebenarnya berbeda-beda, mulai dari usia 9 hingga 18 bulan Bunda.

Brenda Nixon, seorang ahli parenting, pada salah satu jurnalnya pernah berkata bahwa “Jika seorang bayi belum bisa berjalan pada akhir usia 18 bulan, bisa jadi karena beberapa alasan, seperti: kurangnya kesempatan dan latihan, genetik, atau temperamen.”

Nah, agar Bunda tak terlalu khawatir, mari kita pahami masalah tersebut mulai dari sini!

Bunda Bisa Memulainya Dengan Kembali Mengingat Bagaimana Tumbuh Kembang Si Kecil Sejak Terlahir Ke Dunia

rsz_daniela-rey-357038

Setiap anak hadir dengan berbagai macam kelebihan dan kekurangannya. Ini akan jadi sesuatu yang sangat wajar tentunya. Tapi sebagai orangtua, Bunda tak perlu terlalu cemas. Keresahan ini bisa kita atasi dengan pelan-pelan mencari solusi.

Coba ingat dulu, berapa usianya ketika anak sudah mampu duduk dengan tegak. Jika ternyata dulu si kecil juga mengalami keterlambatan motorik dalam kemampuan untuk duduk, hal ini tentu akan berpengaruh pada kemampuannya untuk berjalan.

Hal lain yang kerap mempengaruhinya, mungkin dikarenakan anak fokus mengembangkan diri pada kemampuan lain. Seperti kemampuan berbicara, mendengar, dan memerhatikan sekelilingnya.

Kemungkinan Si Kecil Memang Ada Kelainan Untuk Beberapa Penyakit Tertentu

rsz_1feliphe-schiarolli-420093

Beberapa anak lahir dengan cara yang tak biasa. Katakanlah si kecil mungkin lahir secara caesar dan prematur. Tak hanya pada masa awal kelahirannya saja, hal ini akan berpengaruh pada tumbuh kembangnya. Coba Bunda ingat-ingat dulu apa saja hal-hal yang pernah si kecil derita. Seperti beberapa penyakit tertentu, hingga kelainan lain yang memang jadi salah satu penyebab tumbuh kembangnya menjadi tidak normal.

Dimana kelainan tersebut mempengaruhi kemampuan otot kakinya untuk menopang tubuhnya saat berdiri dan berjalan. Bunda hanya perlu paham apa yang sedang dialami si kecil, untuk kemudian bisa memberinya penanganan yang tepat.

Tapi Lingkungan Eksternal Juga Bisa Jadi Salah Satu Pemicunya

rsz_janko-ferlic-153521

Suatu kali si kecil sudah pernah menunjukkan kemampuannya untuk bisa berdiri dan kemudian berjalan. Tanpa disadari dia terjatuh hingga membuatnya terluka. Selain membuatnya merasakan sakit, kejadian tersebut kadang menimbulkan trauma baginya. Sehingga pada masa tertentu anak pun jadi belum ingin melakukan hal yang sama lagi.

Tak berhenti disitu saja, pemicu yang datang dari lingkungan bisa terjadi saat Bunda mengandungnya. Nutrisi dan kebutuhan gizi yang tak terpenuhi saat masa kehamilan, jadi salah satu hal yang berpengaruh pada kemampuan berjalannya.

Atau Untuk Saat Ini Dirinya Mungkin Masih Lebih Merasa Nyaman Jika Tetap Tengkurap

rsz_daniela-rey-357045

Keinginan si kecil sebenarnya jadi salah satu faktor yang paling berpengaruh untuk kemampuan berjalannya. Karena biar bagaimana pun, usaha dari luar akan menjadi tak efektif jika ternyata si kecil masih belum ingin berdiri dan berjalan. Tentu semuanya akan sia-sia saja.

Kadang kala, ada sosok anak yang nampaknya lebih suka berbaring, atau merangkak untuk menggerakkan tubuhnya. Karena dia hanya akan bangkit dan berdiri, jika dirasa sudah cukup kuat untuk menopang tubuhnya.

Tak ada yang bisa kita lakukan selain, tetap memberinya semangat dan pengertian untuk berjalan. Dan jangan lupa untuk tetap memberikan buah hati makanan serta nutrisi yang akan membantu tumbuh kembangnya.

Dan Sebagai Orangtua, Kita Jadi Pihak Yang Paling Bertanggung Jawab Untuk Menanganinya

pexels-photo-235243

Barangkali syaraf-syaraf yang ada di pusat susunan syarafnya belum berkembang dan berfungsi sesuai dengan fungsinya, yaitu mengontrol gerakan-gerakan motorik belum terbentuk dengan sempurna. Meski teman sesuainya sudah mampu berjalan dan berlari, Bunda tak boleh menjadikan anak lain sebagai acuan. Karena setiap anak tentu berbeda. Wajar memang jika akan hal tersebut membuat kita khawatir dan was-was. Tapi tak perlu takut secara berlebihan.

Justru Bunda harus tetap mengawasi tumbuh kembanganya. Memberinya nutrisi yang cukup dengan porsi yang memang dia butuhkan. Sembari mulai mengajarinya untuk kembali berdiri dan melangkahkan kakinya.

Meski Begitu Biarkan Buah Hati Tumbuh Sesuai Dengan Keinginannya Ya Bun!

rsz_thiago-cerqueira-191866

Jangan dipakasa, dia akan berjalan jika sudah waktunya!

Meski kata-kata ini terdengar sangat pasrah, bukan berarti kita tak akan berusaha. Tapi cara terbaik untuk melatihnya memang dengan memberinya kebebasan memilih. Kapan anak akan mulai berdiri dan berjalan.

Ingat, dia hanyalah anak kecil yang masih belum tahu apa-apa. Bisa jadi menurutnya, berjalan bukanlah kewajiban. Disini peran kita sebagai orangtua dibutuhkan. Tetap berikan dirinya pengertian untuk hal-hal yang memang seharusnya dilakukanya.

Jika Bunda sudah tahu, apa yang memang menyebabkan si kecil delayed walking. Tentu tahu apa penanganan yang memang seharusnya dilakukan. Tetap berada di sampingnya untuk memberi dukungan dan stimulasi lewat makanan dan nutrisi. Bantu pula dia untuk menghilangkan keraguannya. Tetap Semangat Bunda!

Click to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Most Share

To Top