Parenting

Tak Perlu Bingung Saat Anak Berperilaku Agresif Namun Cengeng, Atasi Dengan Langkah Ini Bunda

rsz_pexels-photo-262103

Bukanlah hal yang mudah saat Bunda menghadapi anak berperilaku agresif namun cengeng. Perilaku agresif berhubungan erat dengan kenakalan anak yang terjadi tidak sewajarnya. Misalnya anak sedikit-sedikit marah, teriak-teriak, membuang benda-benda yang ada di sekitarnya, dan lain sebagainya. Sedangkan cengeng adalah perilaku anak yang mudah menangis. Lalu bagaimana menghadapi anak yang berperilaku agresif tapi cengeng?

Memang tidak mudah untuk mengatasi anak yang berprilaku demikian. Jika Bunda lunak, maka perilaku agresif tersebut bisa-bisa semakin menjadi, tapi jika Bunda keras maka kemungkinan besar anak akan menangis. Meskipun sulit namun bukan berarti tidak bisa diatasi. Di bawah ini adalah beberapa langkah yang bisa Bunda lakukan untuk menghadapi anak yang berperilaku agresif namun cengeng.

Awali Dengan Mencari Penyebab Utamanya

Langkah paling awal yang harus Bunda lakukan untuk mengatasi anak yang berprilaku agresif namun cengeng adalah dengan lebih dulu mencari penyebab utamanya. Karena ada dua penyebab yang harus Bunda cari tahu, yaitu keagresifannya dan kecengengannya itu. Namun langkah awal yang harus Bunda utamakan adalah mencari penyebab perilaku agresifnya. Ini sangat penting karena dengan mengetahui penyebabnya, Bunda baru bisa  menentukan langkah apa yang harus dilakukan untuk menanganinya.

Kemudian setelah penyebab perilaku agresivitasnya sudah berhasil ditemukan, maka langkah berikutnya adalah mencari tahu faktor yang membuat si kecil cengeng atau gampang menangis. Biasanya penyebab yang paling umum adalah karena anak tersebut terlalu dimanjakan oleh orang-orang yang ada di sekitarnya. Namun bisa juga karena hal lain yang membuat anak berperilaku seperti itu.

Bunda Tetap Harus Bersabar

Langkah selanjutnya untuk menghadapi anak dengan perilaku agresif tapi cengeng adalah dengan tetap bersikap sabar. Tidak seharusnya Bunda ikut-ikutan marah karena hal itu justru akan semakin menambah masalah saja. Tanamkan pada diri Bunda, bahwa kesabaran adalah hal utama untuk menghadapi anak yang menunjukkan prilaku demikian.

Ajarkan Buah Hati Untuk Meminta Maaf

Jangan Bunda angggap meminta maaf adalah hal yang sepele, karena justru meminta maaf merupakan cara yang sangat bagus untuk mempererat hubungan pertemanan. Untuk itu, Bunda juga bisa menggunakan cara ini untuk menghentikan perilaku agresif anak yang cengeng. Bunda cukup memberi dua pilihan kepadanya, meminta maaf atau dihukum. Anak yang cengeng kemungkinan akan lebih memilih untuk meminta maaf.

Berikan Pujian Untuk Hal Positif Apa Pun Yang Telah Dilakukan Anak

Penanganan anak yang berperilaku agresif tapi cengeng bukan hanya dilakukan saat dia sedang berperilaku agresif saja, namun saat dia melakukan hal postif pun Bunda harus tetep melakukan hal yang sama. Salah satu dengan memberikan pujian kepadanya. Berikan pujian terhadap apa pun kebaikan yang dilakukan oleh si kecil. Dengan begitu dia akan termotivasi untuk selalu berbuat baik. Dan jika ini berlangsung dalam waktu yang lama, maka bisa jadi akan menghapus perilaku agresif dan sifat cengengnya itu.

Berikan Hadiah Sesuai Kebutuhan Dan Porsinya Pada Anak

Tidak ada salahnya sesekali Bunda memberikan hadiah untuk si kecil. Berikan hadiah sesuai dengan kebutuhan dan porsinya. Namun Bunda harus membuat buah hati agar mau berjanji untuk tidak nakal dan cengeng lagi.

Jika cara ini yang Bunda pilih, maka Bunda pun harus memastikan jika perbuatan baik yang dilakukan oleh si kecil, tidak hanya dilakukan semata-mata agar mendapatkan hadiah dari Bunda, namun mulai ajarkan nilai-nilai agama padanya. Berilah pemahaman bahwa berbuat baik adalah perintah dari Tuhan. Dengan begitu saat dia dewasa, dia akan menjadi seseorang yang berbuat baik tanpa pamrih.

 

Click to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *


Sponsored Content

Baterai Gawai Harus Dihemat Karena Takut Ada Hal Darurat

samson-vowles-191386-unsplash

Gawai alias gadget pasti menemani Bunda kemana-mana saat ini. Mulai dari alat untuk selfie ketika ketemu kawan hingga update urusan sosial media. Terkadang malah kita terlupa fungsi utama dari gawai kita, yaitu untuk komunikasi. Seringkali gawai digunakan terus menerus untuk urusan remeh temeh. Tanpa pernah berpikir jika sewaktu-waktu dibutuhkan dalam keadaan mendesak.

Mulai dari hal sederhana misalnya ketika dalam janji bertemu teman sudah di lokasi malah terkendala memberi kabar. Atau ketika di tengah jalan ingin memesan ojek online, jadi terhambat karena baterai habis. Lalu adakah tipsnya untuk memaksimalkan urusan baterai ini?

Jangan Mengaktifkan WiFi dan Bluetooth, Apabila Tak Memakai Karena Berimbas Kepada Baterai

bernard-hermant-667645-unsplash

Mengaktifkan fitur-fitur tersebut saat tidak menggunakannya akan membuat baterai cepat habis karena wifi dan bluetooth dalam kondisi ON membuat sinyal terus bekerja dan mencari. Sehingga ini berimbas terhadap baterai Bunda yang tergerus secara cepat. Maka dari itu apabila tidak digunakan jangan diaktifkan.

Kunci Gawai Bunda Saat Tidak Digunakan, Jangan Dibiarkan

fabian-albert-450447-unsplash

Langkah lainnya yang dapat Bunda lakukan jangan lupa untuk menguci gawai anda. Karena mengunci gawai menjadikan smartphone ke dalam mode rehat dan istirahat, maka dari itu layar pun dalam kondisi mati tidak stand by saat Bunda mengunci gawai. Hal ini dilakukan agar gawai Bunda dapat bertahan lebih lama.

Jangan Membiasakan Menggunakan Gawai Saat Sedang Dicharge

chelsia-qiao-483318-unsplash

Apabila Bunda menggunakan gawai saat sedang dicharge itu akan memicu kerusakan pada baterai. Memang sekilas terlihat kalau gawai nampaknya normal-normal saja dan tak menghasilkan efek apa saja. Tetapi apabila Bunda kerap mekainnya dalam waktu yang lama dan sering, kondisi baterai akan cepat bocor sehingga gawai gampang sekali untuk lowbatt meskipun pemakaian belum menghabiskan waktu sampai seharian.

Lowbat Itu Tanda, Jangan Diabaikan Begitu Saja

fancycrave-698664-unsplash

Gawai memiliki kekuatan masing-masing tergantung seberapa besar daya yang dimiliki. Apabila daya dimiliki sangat banyak mungkin ia dapat bertahan hingga satu hari penuh. Seperti halnya gawai yang memiliki kapasitas baterai 5.000 mAh. Namun, tak berarti saat sedang lowbat Bunda dapat memakai sesuka hati, karena membiarkan gawai dalam kondisi mati baru charger dapat membuat baterai smartphone cepat rusak.

Miliki Tunggangan yang Bisa Charger, Karena Gawai Menyala itu Penting Jadi Jangan Diambil Pusing

Membawa Powerbank kemana-mana mungkin terlalu ribet, belum lagi kalau powerbank mati karena dayanya habis. Mungkin membeli Suzuki Nex II tak ada salahnya, selain dapat membantu Bunda lebih cepat untuk urusan mobilitas di dalam kota. Kuda besi satu ini menawarkan satu fitur yang berguna di era sekarang yakni USB Charger, yang dapat menyelamatkan Bunda saat kehabisan daya gawai di tengah perjalanan.

nex-brilliant-white2

Ditambah lagi kalau Bunda menempuh perjalanan jauh menggunakan motor maka makin pas saja menggunakan motor ini. Karena ukurannya kompak. Dari segi panjang saja Nex II berukuran 1.890 mm, kemudian lebar 675 mm dan tinggi 1.045 mm, yang sangat nyaman untuk di bawa berkendara selama berjam-jam. Apalagi ruang kakinya sangat lega sehingga bisa mengubah-ubah posisi kaki selama perjalanan.

Macet pun bukan lagi masalah serius bagi Suzuki Nex II. Karena motor ini mengusung Suzuki Eco Performance (SEP) dengan konfigurasi 1 silinder SOHC yang berkapasitas 113 cc mampu menyalurkan tenaga ke roda secara maksimal. Dengan kapasitas tangki penuh 3,6 Liter, konon bahan bakar tersebut bisa dipakai untuk jarak tempuh sejauh 176 km. Jadi Bunda tak perlu sering-sering mengisi bahan bakar.

Layaknya gawai yang selalu melengkapi penampilan Bunda, motor Suzuki Nex II ini juga penampilan yang menarik. Dengan bentuk lampu yang modern berbentuk meruncing disematkan pada bagian depannya. Bunda juga punya banyak pilihan warna dan grafis sesuai dengan selera.

Jadi jangan lupa menerapkan tips di atas agar bisa menjaga gawai selalu online ya Bunda.

 

Click to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *


Mainan Anak

Tak Hanya Laki-laki, Anak Perempuan Juga Boleh Main LEGO Kok Bun…

Bunda mungkin pernah berpikir bahwa mainan untuk si kecil, baiknya dipilih sesuai gendernya saja. Robot-robotan untuk anak laki-laki dan bonerka barbie untuk anak perempuan. Padahal nih bun, di Inggris ada satu kampanye “Let’s Toys Be Toys” yang sudah dimulai sejak 2012 lalu yang masih berlangsung hingga saat ini.

Bertujuan untuk menyetarakan mainan anak-anak, sehingga perlu ada label untuk perempuan dan laki-laki lagi. Menariknya lagi, menurut Kementrian Pendidikan Inggris, kampanye ini dipercaya mampu untuk mengurangi ketimpangan gender dalam sektor-sektor tertentu. Entah itu pekerjaan, hobi atau hal lain yang akan mereka lakukan.

Nah, jika selama ini bunda juga berpikir bahwa mainan LEGO hanya diperuntukkan untuk anak laki-laki saja. Nyatanya nggak loh bun. Karena pada beberapa serinya, ada juga yang memang diperuntukkan untuk anak perempuan dengan beberapa seri. Kalau bunda masih bingung, kira-kira seri mana yang sekira pas untuk si kecil cantik di rumah. LEGO Friends 41329 yang diperuntukkan dia yang berusia 6-12 tahun ini mungkin sangatlah pas.

P1090216

Seperti karakter perempuan pada LEGO Friends yang biasanya, Olivia nama dari gadis kecil di seri ini, juga mendapatkan kamar tidur dengan alas tempat tidur bentuk hati dengan beberapa benda lain yang memang jadi kebutuhan khususnya. Seri LEGO Friends Olivia’s Deluxe Bedroom 41329 adalah salah satu yang terbesar dari tiga seri yang dirilis pada awal 2018 lalu. Memiliki tempat tidur yang mirip roket dengan satu set pc yang terlihat nyaman.  

P1090235

Seperti yang tadi kami sudah bilang,sebagian besar warna dari komponen seri ini didominasi oleh warna merah muda. Jadi warna yang mungkin disukai si kecil di rumah. Ia juga memiliki robot bernama Zobito, yang terletak di sisi tempat tidurnya, yang memiliki sistem lift dan track yang berfungsi untuk naik turun hingga ke atas bagian ruangan. Tidak terlalu memiliki banyak komponen, si kecil pasti bisa merakitnya dengan mudah tanpa halangan hanya dalam waktu satu atau dua jam.

P1090404

Oh iya bun, satu benda lucu yang si kecil juga pasti suka adalah Elemen aksesori termasuk tablet, cangkir kopi, dan botol susu, dan grinder kopi yang juga dimilikinya.

Bagaiamana bun, menarik kan? Jadi mainan yang akan disukainya, LEGO Friends 41329 Olivia ini bisa bunda temukan di beberapa marketplace dan LEGO Store di seluruh Indonesia dengan kurang lebih 300 ribu rupiah.

Click to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *


Parenting

Jadikan Rumah Sebagai Tempat Terbaik Memberikan Stimulasi Pada Si Kecil yuk Bun!

people-children-child-happy-160946

Memiliki anak yang sedang menginjak usia balita merupakan waktu terbaik yang pantang untuk disia-siakan, Bun! Pada masa ini, balita tengah melewati masa golden age alias masa emas perkembangannya. Lantaran tak bisa diulangi dikemudian hari, sudah saatnya Bunda memberikan yang terbaik termasuk dalam hal pemberian stimulasi. Hal ini penting dilakukan agar Bunda jadi lebih tahu, potensi apa yang dimiliki sang buah hati.

Nah, coba ingat lagi, sudahkah Bunda konsisten memberikan stimulasi yang bisa memancing kecerdasannya? Pemberian stimulus pada anak tak hanya bisa dilakukan di sekolah lho Bun. Bahkan sebaiknya aktivitas ini justru harus lebih sering dilakukan di rumah. Ini Bun, ada beberapa kegiatan yang bisa dilakukan dengan cara sederhana dan menyenangkan saat Bunda berusaha memberikan stimulus.

Kenalkan Peralatan Rumah Tangga dengan Memberikan Label

Cobalah menggunakan trik lama yuk Bun. Misalnya di minggu pertama, pilihlah satu atau dua barang untuk diberi label di rumah seperti di kulkas, jendela, dan kursi. Kemudian di minggu berikutnya,  ganti barang yang diberi label. Di usia anak yang masih balita, menurut Childcarelounge.com, pemberian label memungkinkan anak-anak untuk mengetahui bahwa terdapat simbol umum untuk ditulis dan diidentifikasi. Kegiatan semacam ini akan memperkuat kecerdasan kognitifnya, Bun!

Rutin berjalan-jalan disekitar lingkungan

Bun, mengajak si kecil untuk mengenali lingkungan dan fasilitas umum juga perlu lho. Mulai dari mengenalkan apa itu supermarket, pom bensin, taman, maupun tempat menarik lainnya. Pun kalau Bunda mengajaknya ke tempat baru, jangan lupa ajak si kecil mengobrol mengenai tempat tersebut. Kegiatan semacam ini bisa membantu si kecil mengembangkan keterampilan sosial dan bahasa lho Bun.

Ajaklah Si Kecil untuk Mulai Mengorganisir Barang-barangnya

Mengenalkan si kecil dalam mengorganisir sesuatu pun penting Bun! Hal ini bisa melatih ketrampilan dan kemandiriannya sejak dini. Yuk Bun, biasakan si kecil untuk mau menyimpan barang-barang pribadinya sesuai tempat yang sudah Bunda sediakan

Jangan Ragu untuk Menyanyikan Kosakata

Bunda, sudah lihat bagaimana Anji mendidik putranya, Saga? Berkat kekreatifan Anji, sang anak bahkan sudah bisa menciptakan lagu mengenai telur dadar. Anji mengungkapkan anaknya bisa sampai sekreatif itu karena seringkali dilakukan pembiasaan dalam kesehariannya. Bunda sah-sah saja lho kalau mau meniru cara Anji dalam mengenalkan kosakata pada si kecil. Terutama kalau si kecil sudah kelihatan punya ketertarikan pada bidang musik.

 

Click to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *


Mom Life

Bunda Termasuk Tipe Ibu yang Mana? Apa Termasuk Ibu Tradisional?

home

Jadi orangtua bukanlah pekerjaan mudah Tak ada buku, seminar, atau sekolah yang secara pasti ada demi memberikan informasi detail mengenai bagaimana caranya jadi orangtua. Baik jadi ayah maupun jadi ibu.

Kalau bicara soal ibu, kita masing-masing punya cerita dan pengalaman pribadinya mengenai sosok ibu di dalam benaknya. Bunda sendiri, akankah Bunda tipe ibu yang akan meneruskan pola asuh yang sama dari orangtua Bunda untuk diturunkan ke anak-anak? Sebab ternyata tak semua ibu berlaku demikian. Ini dia tipe-tipenya, Bun.

  1. Ibu Tradisional

Kenapa dikatakan ibu tradisional? Karena ibu yang satu ini selalu mengutamakan nilai-nilai yang sudah mengakar dalam hidupnya dan mengusungnya sebagai pedoman saat dirinya jadi ibu. Ibu tradisional punya jiwa yang hangat dan jadi pengasuh yang baik. Tak lupa, mereka adalah tipe-tipe ibu yang suka bekerja keras dan perfeksionis.

Mereka selalu mengutamakan kepentingan anak. Tipe ibu semacam ini ditandai dengan hobinya yang suka membuatkan makanan kesukaan anak-anaknya. Yup! Ibu tipe tradisional adalah mereka yang mampu membuat anak merasa menjadi pusat perhatian, serta merasa dicintai dan dipuja tanpa pamrih.

  1. Ibu sekaligus Teman bagi Buah Hati

Ibu yang satu ini adalah tipe perempuan yang sejatinya tak ingin membuat jarak dengan si kecil. Bunda dengan tipikal ini berusaha rileks dan mengikuti apa yang sedang disenangi buah hatinya sehingga seringkali si kecil lebih sering menganggap ibunya sebagai kakak daripada ibu yang konvensional.

Menariknya, ibu semacam ini sanggup menerima anak dengan segala kelebihan dan kekurangannya sehingga buah hatinya merasa dimengerti dan tak harus berpura-pura hanya demi mendapatkan perhatian ibunya. Tapi Bunda harus hati-hati, sebab ada risiko anak jadi rentan membantah karena menganggap ibunya sebagai teman.

  1. Ibu yang Bebas

Bunda yang satu ini selalu luwes dan mendambakan buah hatinya bisa mandiri. Bunda selalu punya prinsip kalau setiap orang berhak mendapatkan me time, termasuk dirinya maupun buah hatinya. Di lain sisi, Bunda dengan tipe ini selalu mendorong anaknya untuk berani berpendapat dan membuat keputusan.

Mereka adalah tipikal Bunda yang yakin bahwa seorang ibu yang baik seharusnya membiarkan kebebasan dan kemandirian anaknya. Dengan prinsip yang sudah dibangun, akhirnya Bunda pun bisa memberikan ruang bagi anak untuk mengembangkan kepribadiannya, dan menciptakan kehidupannya sendiri. Bunda pun bisa mendorong mereka untuk belajar dari kesalahan dan mengakui pencapaian yang dilakukannya. Di lain pihak, Bunda pun juga masih bisa menikmati kegiatan Bunda.

  1. Ibu Mata-mata

Sampai anak dewasa, ada lho tipikal ibu yang selalu tak bisa memberikan hukuman atau time out pada buah hatinya. Satu-satunya cara yang baik adalah berusaha untuk mempengaruhi anaknya. Kadang, atau bahkan sering, tipikal ibu semacam ini tak secara langsung memberikan nasihat atau berkomunikasi dengan anak, namun selalu menyimpan apa keinginan anak dalam hati.

Bun, mungkin kelak Bunda bisa selalu terlibat dalam kehidupan buah hati bahkan bisa dengan jeli memperhatikan perkembangan dan kesehatan jiwa raganya. Tapi yang harus diperhatikan, Bunda jangan sampai terbentur dengan kondisi dimana Bunda berusaha menyeimbangkan antara selalu ada di sisinya dan membiarkannya membuat keputusan sendiri.

  1. Ibu yang Komplet

Mungkin ibu dengan karakter yang satu ini yang paling sering muncul sebagai karakter di film-film keluarga. Mereka muncul sebagai karakter yang kuat yang membuat keluarga jadi harmonis. Bun, jadi ibu yang komplet sejatinya bisa lho dilakukan oleh ibu manapun. Kuncinya yaitu belajar dari kesalahan dan tak ragu untuk memperbaiki.

Sewaktu-waktu, Bunda bisa bersikap sebagai teman, tetapi juga tetap dihormati dan ditaati oleh anak. Dengan begini, Bunda pun akhirnya bisa membuat si kecil merasa bangga dengan kehadiran ibunya.. .

Click to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Most Share

To Top