Parenting

Tak Melulu Berdampak Negatif, Ibu Yang Bekerja Di Luar Rumah Pun Bisa Mendatangkan Pengaruh Positif Untuk Buah Hati

pexels-photo-532389

Kebutuhan hidup yang semakin besar membuat para ibu harus rela meluangkan waktunya untuk bekerja di luar rumah. Secara sepintas inisiatif ibu untukmembantu ayah mencari uang tambahan adalah sikap yang bagus, karena dengan begitu penghasilan tentu menjadi bertambah sehingga kebutuhan dapat terpenuhi.

Saat Bunda memutuskan untuk bekerja di luar rumah, tentu akan berpengaruh pada keluarga. Pihak yang merasakan dampaknya paling besar adalah anak. Dampak tersebut bisa berupa dampak positif maupun dampak negatif. Apa sajakah itu?

Iya Sih, Bila Tidak Disikapi Dengan Tepat Bisa Membuat Prestasi Anak Jadi Menurun

Salah satu dampak yang timbul akibat ibu yang bekerja di luar adalah menurunnya prestasi anak. Penelitian yang dilakukan oleh Crouter Amerika Serikat menunjukan bahwa anak laki-laki yang ditinggal bekerja di luar oleh ibunya akan cenderung pemalas dan tidak memiliki prestasi yang bagus di sekolahnya. Hal itu karena kebanyakan anak laki-laki akan lebih dekat dengan ibunya daripada dengan ayahnya. Namun ternyata orang yang selama ini dianggap dekat dengannya jarang berada di rumah.

Disisi lain, suasana kantor yang kadang kurang menyenangkan, beban kerja yang kadang berlebih, dan berbagai persoalan di tempat kerja sering menjadi keluhan tersendiri. Ternyata keluhan anda tersebut dicermati oleh anak, dan akibatnya akan berpengaruh pada fikirannya. Inilah yang menjadi salah satu faktor menurunnya prestasi anak di sekolah.

Rasa Bersalah Karena Bekerja Di Luar Membuat Bunda Memberikan Apa Pun Yang Diminta Anak. Hal Ini Bisa Membuat Anak Jadi Manja Loh!

Beberapa ibu justru merasa menyesal setelah memutuskan untuk bekerja di luar. Penyesalan tersebut biasanya ditunjukan dengan cara memberikan apa pun yang diminta oleh anak sebagai penebusan rasa bersalahnya. Ternyata justru cara inilah yang akan mendidik anak menjadi seorang yang manja. Anak-anak yang segala keinginannya selalu dipenuhi cenderung memiliki sikap manja. Dia merasa orangtuanya selalu ada untuk memenuhi keinginannya sehingga ketergantungannya pada orangtua pun semakin besar.

Namun Anak Akan Melihat Anda Sebagai Sosok Pekerja Keras Demi Keluarga. Buah Hati Pun Akan Semakin Mencintai Anda

Tidak semuanya berdampak negatif. Ternyata ada juga dampak positif dari ibu yang bekerja di luar bagi anak-anaknya. Mereka akan memiliki rasa cinta yang dalam kepada anda. Hal itu karena anak-anak melihat anda sebagai sosok ibu yang pekerja keras dan mencintai keluarganya. Kegigihan anda untuk menambah penghasilan keluarga pun ternyata menjadi perhatian anak.

Kemandirian Anak Jadi Kian Terasah. Buah Hati Pun Jadi Terbiasa Mengatur Waktunya Sendiri

Dampak positif lainnya dari seorang ibu yang bekerja adalah dapat melatih anak-anak untuk mandiri. Mereka telah terbiasa untuk memenuhi kebutuhan sehari-harinya, mulai dari menyiapkan makanan, menyiapkan pakaian, danberbagai kebutuhan lainnya. Mereka juga terbiasa untuk mengatur waktunya sendiri. Kapan mereka harus belajar, bermain, dan beristirahat. Semuanya dilakukannya sendiri.

Meski Begitu Komunikasi Yang Efektif Akan Sangat Membantu Bunda Untuk Meminimalisir Dampak-dampak Negatif Tersebut

Bagaikan dua sisi mata uang yang saling berkaitan, para ibu yang telah memutuskan untuk bekerja di luar rumah pun tentu berdampak positif dan negatif bagi keluarganya. Untuk itu, kurangi dampak negatif yang mungkin timbul dan perbanyak dampak positifnya. Semua itu dapat dilakukan dengan cara menjalin komunikasi yang baik.

Meskipun anda sibuk di tempat kerja tapi sebaiknya luangkan waktu sesaat untuk menghubungi anak-anak anda di rumah. Tanyakan informasi yang berkaitan dengan aktivitas anak-anak anda. Anda juga harus tahu tentang tugas-tugas mereka di sekolah sehingga meskipun sibuk tapi anda tetap bisa mengarahkan mereka. Dengan cara ini, anda akan tetap dekat dengan mereka meskipun disibukkan dengan pekerjaan.

Click to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *


Sponsored Content

Apa Bunda Termasuk Orang Yang Bahagia? Simak hasil surveynya yuk!

Bahagia itu sederhana, begitu katanya. Tapi sebetulnya apa bahagia itu? Jawabannya mungkin relatif dan berbeda untuk masing-masing orang. Namun beberapa lembaga mencoba untuk membuat pengukuran kebahagian ini. Salah satunya adalah Badan Pusat Statistik alias BPS.

Lembaga ini melakukan survei yang terdiri atas indeks komposit yang disusun oleh tiga dimensi. Dimana ketiga dimensi ini terdiri dari Kepuasan Hidup (Life Satisfaction), Perasaan (Affect), dan Makna Hidup (Eudaimonia). Nah, berdasarkan tiga kompenen inilah kemudian ditentukan kategori orang-orang yang bahagia itu.

Kalau Bunda Mau Lebih Bahagia Mungkin Bisa Pindah Dari Kota

desa

Lupakan dulu materi dan infrastruktur yang ada, mari bicara soal bahagia dari dalam diri setiap orang. Mereka yang tinggal di desa tentu memiliki lebih banyak waktu untuk sekedar bercengkrama dengan tetangga rumahnya. Sangat jauh berbeda dengan orang-orang yang hidup di kota, dengan predikat yang sangat individualis.

Jika di desa Bunda tak akan susah payah untuk mendapatkan hasil bumi dan tanaman. Sebaliknya di kota Bunda sering kelabakan akan harga dari barang yang sering menguras pendapatan.

Hal ini tercermin dari hasil survei dari BPS. Mulai dari tingkat kenyamanan dan juga keamanan, nilai dari kepuasan hidup di desa terbukti lebih unggul daripada mereka yang di kota. Dengan nilai perbandingan 71,64% untuk orang desa menyatakan dirinya puas dan bahagia. Berbanding hanya 69,75% bagi mereka yang hidup di kota.

Bunda Tinggal Di Provinsi Mana? Maluku Utara Terpilih Sebagai Provinsi Paling Bahagia Loh

maluku

Yap, penduduk dari provinsi yang resmi berdiri sejak 4 Oktober 1999 ini memang nampaknya beda dari penduduk lain di Nusantara. Provinsi yang terdiri dari 1.474 pulau ini jadi urutan pertama untuk gelar provinsi paling bahagia dengan angka 75,68.

Suhariyanto selaku ketua BPS, menyebutkan bahwa hal yang membuat Maluku Utara menjadi provinsi paling bahagia adalah kemampuan mereka dalam soal memaknai hidup jauh lebih tinggi dibanding beberapa provinsi lainnya. Maka tak heran jika provinsi ini jadi provinsi paling bahagia se-Indonesia.

Mana Lebih Bahagia Laki-laki Atau Perempuan? Hasilnya Hanya Selisih Sedikit

lakiperempuan

Ini mungkin bisa jadi perdebatan tiada akhir. Soal mana yang lebih bahagia antara laki-laki dan perempuan. Apalagi struktur sosial di Indonesia belum bisa dikatakan sama kesempatannya untuk laki-laki dan perempuan.

Tapi hasil data dari BPS menujukan bahwa bahagia antara laki-laki dan perempuan cenderung sama. Malah angka tepatnya perempuan justru lebih unggul. Berdasarkan nilai yang dihasilkan, wanita bisa bahagia dengan indeks sebesar 71,12% lebih unggul sedikit dari laki-laki yang cuma 70,30% saja.

Dan Meski Kalah dengan Orang Tua Dalam Hal Pengalaman, Orang Muda Menang Pada Indeks Kebahagiaan

orang-tua

Data terakhir yang disajikan oleh BPS menyebutkan, bahwa kepuasan para milenial lebih tinggi dibandingkan mereka yang sudah lebih senior. Karena semakin seseorang memasuki usia tua, indeks kepuasan hidup personal semakin menurun.

Fakta ini diambil dari usia rata-rata orang tua yang telah 65 Tahun, hanya mendapat indeks kebahagiaan di angka 69,18% sedang mereka kaum muda yang masih 24 tahun berada di nilai 71,29%. Survei indeks kebahagiaan yang dilakukan oleh BPS ini, diambil pada waktu April 2017 di 487 kabupaten atau kota di 34 provinsi, dengan sampel sekitar 72.317 rumah tangga.

Selain BPS, Tabolid Otomotif Juga Mengadakan Survei Kebahagian, Hasilnya…

address

Nah tabloid otomotif juga mengadakan survei tentang kebahagian. Fokusnya adalah soal Indeks Kebahagiaan Berkendara. Indeks Kebahagiaan Berkendara merupakan formulasi dari kepuasan berkendara, kondisi kendaraan dan tingkat emosi saat berkendara yang semuanya mempengaruhi seberapa besar kebahagiaan seseorang dalam berkendara.

Survey IKB 2017 ini diadakan pada bulan Juli hingga Agustus 2017. Melibatkan responden yang berusia lebih dari 18 tahun, mengendarai kendaraan sendiri, tahun produksi kendaraan minimal tahun 2000, serta kendaraan milik pribadi. Para responden yang terdiri dari pria dan wanita dengan kategori SES A sampai SES C melakukan survei IKB 2017 dengan mengisi angket online di website OTOMOTIFNET melibatkan pengguna kendaraan motor dan mobil.

piagam address

Hasilnya? Mereka yang memakai motor Suzuki Address FI merajai kategori Skutik 110-125 cc dalam hal kebahagian berkendara. berkat transmisi CVT yang membuatnya semakin nyaman dikendarai. Apalagi Address FI dilengkapi dengan mesin SOHC 4 langkah kapasitas 113 cc yang menghasilkan performa yang baik. Teknologi full injectionnya mampu menekan konsumsi bahan bakar dengan perbandingan kompresi yang mencapai 9.4:1.

Selain itu, walau memiliki kabin yang luas bodi Suzuki Address FI cukup ramping dengan desain sporty yang menjadi andalan ke-210 responden yang mengendarai motor. Dimensi bodi panjang 1855 mm, lebarnya 655 mm dan tinggi 1095 mm serta memiliki jarak sumbu roda atau wheelbase 1260 mm. Bodi yang cukup mungil dengan jarak pijak hanya 120 mm dan ramping karena hanya memiliki bobot sebesar 97 Kg.

Itu dia list kategori mereka yang bahagia, jadi Bunda sudah masuk kategori mereka yang bahagia atau belum?

Click to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Most Share

To Top