Parenting

Tak Harus Mahal Kok Bun, Ini Kriteria Memilih Susu Formula Yang Terbaik Untuk Buah Hati

pexels-photo-374756

Memberikan susu formula terbaik untuk anak rasanya  menjadi hal yang harus diupayakan. Apa lagi kondisi anak yang sedang dalam masa pertumbuhan, membuatnya membutuhkan asupan nutrisi terbaik. Namun untuk memilih susu formula yang tepat untuk anak tidaklah semudah kelihatannya. Lantas kriteria apa saja hal yang harus diperhatikan oleh Bunda agar dapat memberikan susu formula terbaik untuk buah hati?

Bunda Harus Terlebih Dahulu Memeriksa Kandungan Yang Ada Dalam Susu Formula

Langkah paling utama yang harus anda perhatikan ketika membeli susu formula adalah kandungan gizinya, bukan memperhatikan merek atau harganya. Pada prinsipnya susu formula memang terdiri dari kumpulan nutrisi utama, yaitu protein, karbohidrat, lemak, vitamin, dan juga mineral. Namun yang membedakan susu formula tersebut adalah jenisnya. Sebagai contoh, produk A memakai bahan dari whey protein, dan produk B memakai bahan jenis casein protein, sementara produk C terdiri dari gabungan keduanya. Lebih jeli dan teliti ya Bun!

Pastikan Pada Kemasannya Tertulis Bahwa Produk Tersebut Cocok Dikonsumsi Buah Hati Anda

Sebaiknya Bunda memilih produk susu formula yang berasal dari susu sapi. Lalu jenis protein yang digunakan dalam susu tersebut juga harus diperhatikan. Protein susu sapi dibagi menjadi dua yakni whey dan casein. Untuk bayi yang baru lahir, protein jenis whey lebih direkomendasikan, karena ini dianggap lebih mudah untuk dicerna.

Bunda juga bisa menggunakan jenis protein yang merupakan gabungan dari keduanya yakni whey dan casein, namun komposisi whey haruslah lebih tinggi ketimbang casein. Biasanya rasio antara whey dengan casein sekitar 60:40. Rasio tersebut setara dengan kandungan protein pada asi. Teruskan pemakaian tersebut sampai bayi berusia setahun. Tetapi jika Bunda merasa bahwa bayinya tidak menyukainya maka boleh diganti dengan merek lain. Bunda juga bisa menggantinya jika bayi diare, lemas, atau muntah.

Hindari Susu Formula Yang Terbuat Dari Kedelai

Sebaiknya Bunda menghindari susu formula yang berasal dari bahan kedelai. Jika bayi mengalami alergi susu sapi, maka konsultasikan kepada dokter. Karena pada umumnya bayi yang alergi terhadap susu sapi akan alergi pula pada susu kedelai. Selain itu para pakar kesehatan juga tidak merekomendasikan susu kedelai untuk bayi dibawah usia enam bulan.

Jika anak alergi susu sapi biasanya dokter akan memberikan resep susu formula dengan protein yang sudah terhidralisis sepenuhnya. Susu tersebut masihlah berbasis susu sapi, tetapi untuk proteinnya sudah terhidralisis sehingga sangat mudah untuk dicerna oleh bayi.

Selain susu kedelai ada pula jenis susu formula yang harus Bunda hindari, diantaranya adalah susu sapi reguler, susu serial, susu kental manis, susu kambing, susu evaporasi, dan susu almond.

Kenalkan Susu Formula Pada Buah Hati Dengan Sabar Dan Telaten Bun. Jangan Memaksa Anak Untuk Langsung Menghabiskan Satu Botol Penuh Susu!

Mungkin beberapa bayi akan menolak ketika diberi susu formula, kalau sudah begitu pasti Bunda merasa stres, bingung dan gelisah. Untuk tahap awal Bunda memang harus sabar, jangan paksa dia untuk menghabiskan satu botol penuh susu. Sebab bisa saja bayi masih dalam tahap adaptasi. Perlahan tapi pasti berikanlah pelan-pelan, lambat laun bayi pun akan menyukai rasa manis yang ada dalam susu formula tersebut.

Click to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *


Sponsored Content

Baterai Gawai Harus Dihemat Karena Takut Ada Hal Darurat

samson-vowles-191386-unsplash

Gawai alias gadget pasti menemani Bunda kemana-mana saat ini. Mulai dari alat untuk selfie ketika ketemu kawan hingga update urusan sosial media. Terkadang malah kita terlupa fungsi utama dari gawai kita, yaitu untuk komunikasi. Seringkali gawai digunakan terus menerus untuk urusan remeh temeh. Tanpa pernah berpikir jika sewaktu-waktu dibutuhkan dalam keadaan mendesak.

Mulai dari hal sederhana misalnya ketika dalam janji bertemu teman sudah di lokasi malah terkendala memberi kabar. Atau ketika di tengah jalan ingin memesan ojek online, jadi terhambat karena baterai habis. Lalu adakah tipsnya untuk memaksimalkan urusan baterai ini?

Jangan Mengaktifkan WiFi dan Bluetooth, Apabila Tak Memakai Karena Berimbas Kepada Baterai

bernard-hermant-667645-unsplash

Mengaktifkan fitur-fitur tersebut saat tidak menggunakannya akan membuat baterai cepat habis karena wifi dan bluetooth dalam kondisi ON membuat sinyal terus bekerja dan mencari. Sehingga ini berimbas terhadap baterai Bunda yang tergerus secara cepat. Maka dari itu apabila tidak digunakan jangan diaktifkan.

Kunci Gawai Bunda Saat Tidak Digunakan, Jangan Dibiarkan

fabian-albert-450447-unsplash

Langkah lainnya yang dapat Bunda lakukan jangan lupa untuk menguci gawai anda. Karena mengunci gawai menjadikan smartphone ke dalam mode rehat dan istirahat, maka dari itu layar pun dalam kondisi mati tidak stand by saat Bunda mengunci gawai. Hal ini dilakukan agar gawai Bunda dapat bertahan lebih lama.

Jangan Membiasakan Menggunakan Gawai Saat Sedang Dicharge

chelsia-qiao-483318-unsplash

Apabila Bunda menggunakan gawai saat sedang dicharge itu akan memicu kerusakan pada baterai. Memang sekilas terlihat kalau gawai nampaknya normal-normal saja dan tak menghasilkan efek apa saja. Tetapi apabila Bunda kerap mekainnya dalam waktu yang lama dan sering, kondisi baterai akan cepat bocor sehingga gawai gampang sekali untuk lowbatt meskipun pemakaian belum menghabiskan waktu sampai seharian.

Lowbat Itu Tanda, Jangan Diabaikan Begitu Saja

fancycrave-698664-unsplash

Gawai memiliki kekuatan masing-masing tergantung seberapa besar daya yang dimiliki. Apabila daya dimiliki sangat banyak mungkin ia dapat bertahan hingga satu hari penuh. Seperti halnya gawai yang memiliki kapasitas baterai 5.000 mAh. Namun, tak berarti saat sedang lowbat Bunda dapat memakai sesuka hati, karena membiarkan gawai dalam kondisi mati baru charger dapat membuat baterai smartphone cepat rusak.

Miliki Tunggangan yang Bisa Charger, Karena Gawai Menyala itu Penting Jadi Jangan Diambil Pusing

Membawa Powerbank kemana-mana mungkin terlalu ribet, belum lagi kalau powerbank mati karena dayanya habis. Mungkin membeli Suzuki Nex II tak ada salahnya, selain dapat membantu Bunda lebih cepat untuk urusan mobilitas di dalam kota. Kuda besi satu ini menawarkan satu fitur yang berguna di era sekarang yakni USB Charger, yang dapat menyelamatkan Bunda saat kehabisan daya gawai di tengah perjalanan.

nex-brilliant-white2

Ditambah lagi kalau Bunda menempuh perjalanan jauh menggunakan motor maka makin pas saja menggunakan motor ini. Karena ukurannya kompak. Dari segi panjang saja Nex II berukuran 1.890 mm, kemudian lebar 675 mm dan tinggi 1.045 mm, yang sangat nyaman untuk di bawa berkendara selama berjam-jam. Apalagi ruang kakinya sangat lega sehingga bisa mengubah-ubah posisi kaki selama perjalanan.

Macet pun bukan lagi masalah serius bagi Suzuki Nex II. Karena motor ini mengusung Suzuki Eco Performance (SEP) dengan konfigurasi 1 silinder SOHC yang berkapasitas 113 cc mampu menyalurkan tenaga ke roda secara maksimal. Dengan kapasitas tangki penuh 3,6 Liter, konon bahan bakar tersebut bisa dipakai untuk jarak tempuh sejauh 176 km. Jadi Bunda tak perlu sering-sering mengisi bahan bakar.

Layaknya gawai yang selalu melengkapi penampilan Bunda, motor Suzuki Nex II ini juga penampilan yang menarik. Dengan bentuk lampu yang modern berbentuk meruncing disematkan pada bagian depannya. Bunda juga punya banyak pilihan warna dan grafis sesuai dengan selera.

Jadi jangan lupa menerapkan tips di atas agar bisa menjaga gawai selalu online ya Bunda.

 

Click to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *


Hiburan Anak

Si Kecil Sudah Minta Hewan Peliharaan? Pilih Salah Satu Hewan Ramah Ini yuk Bun

kids

Hewan peliharaan akan jadi teman terbaik untuk buah hati Bunda. Ada banyak pilihan lho Bun selain kucing dan anjing.

Dr. Jennifer Graham, asisten profesor di Sekolah Kedokteran Hewan Cummings Universitas Tufts mengatakan, memelihara hewan peliharaan yang ukurannya relatif kecil adalah pilihan yang baik untuk anak-anak yang berusia lebih dari 5 tahun.

Hal ini akan melatih si kecil untuk bertanggung jawab karena Bunda mengajaknya untuk mengurusi hewan peliharaannya tersebut. Mengutip dari Parents, lima hewan kecil ini yang aman untuk jadi teman baik si kecil Bun.

Hamster

Hewan peliharaan yang satu ini tergolong mudah dirawat bahkan dapat dilatih. Bentuk wajahnya yang lucu serta ukurannya yang mini akan membuat si kecil tertarik untuk memeliharanya. Hamster kecil dikenal lincah, hanya saja Bunda harus tetap hati-hati karena keturunannya bisa sangat agresif.

Bun, membelikan hamster kecil untuk si kecil sejatinya tak masalah. Tetapi pastikan Bunda rutin membersihkan kandangnya serta arena bermain hamster yang biasanya ada di kandangnya.

Marmut

Hewan pengerat ini lembut dan kemungkinan menggigitnya sangat kecil. Di lain sisi, mereka bisa diajak bersosialisasi dimana mereka merasa tak keberatan ditaruh di tangan manusia selama dipegang dengan baik. Hewan ini sangat ideal untuk anak yang baru belajar merawat hewan peliharaan karena cenderung tidak frustrasi dengan perawatnya yang masih muda. Mereka tidak akan keberatan jika anak-anak ingin berinteraksi.

Kelinci

Hewan peliharaan yang satu ini baik untuk si kecil selama ada pengawasan orang dewasa ya Bun. Kelinci terbilang aman karena sifatnya yang lembut dan mudah bergaul. Menariknya, kelinci bisa hidup dari usia 8-12 tahun. Mereka pun tergolong mudah dirawat serta cukup menyiapkan pakannya saja. Kalau Bunda dan si kecil banyak waktu, bahkan Bunda bisa memberikan latihan untuk kelinci si kecil.

Landak

Mamalia berduri yang satu ini mungkin tak suka digendong atau diemong. Tapi mereka lucu, ramah, dan relatif berumur panjang dengan jangka waktu dari lima hingga tujuh tahun. Jika landak ditangani saat masih kecil, mereka akan bersosialisasi dengan baik. Kelemahannya, kita harus siap-siap mengeluarkan uang lebih untuk merawat mereka.

Gerbil

Gerbil mudah dirawat dan umur hidupnya hanya dua tahun. Makanannya pun sama dengan marmut dan tikus. Hewan ini tidak agresif jadi sangat mudah dipegang. Namun pergerakan mereka cepat sehingga tidak mudah untuk bermain lama-lama.

Click to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *


Parenting

Jangan Sampai si Kecil Tumbuh Jadi Anak yang Cemburuan ya Bun

kisd

Setiap anak pasti pernah merasa cemburu. Entah kepada saudara, teman, bahkan pada ayah atau ibunya sendiri. Terlebih kalau dirinya terbiasa jadi pusat perhatian orang-orang terdekatnya. Bun, faktanya, kecemburuan adalah emosi yang bisa secara diam-diam masuk ke dalam kehidupan buah hati lho.

Amat bahaya kalau sampai Bunda mengabaikan perasaan cemburu si kecil dan justru menganggapnya sepele. Justru, kalau si kecil mulai menunjukkan tanda-tanda cemburu, atasi dengan hal-hal ini yuk Bun.

Bantu Mengubah Kecemburuan Jadi Ambisi

Bimbing si kecil untuk berpikir positif yuk Bun. Cara ini bagus untuk membantunya mengurangi perasaan negatif. Misalnya, kalau anak sedih atau cemburu karena temannya mendapat nilai bagus. Ini saatnya Bunda mulai mendorong dan memotivasinya untuk belajar lebih giat lagi demi mendapatkan nilai yang lebih bagus lagi.

Siapkan Waktu untuk Mendengarkan Si Kecil Bercerita

Biasanya mereka memiliki masalah kekhawatiran khusus di balik cemburunya itu Bun. Karenanya, bicaralah dengan si kecil dan cobalah ketahui alasan mengapa dia cemburu pada orang tertentu dan kemudian dengarkan dia. Tak menutup kemungkinan si kecil merasa tak percaya diri sehingga ia pun jadi mudah cemburu terhadap orang lain.

Teruslah Jadi Teladan yang Baik untuk Si Kecil

Bagaimanapun, si kecil pasti akan menirukan Bunda. Untuk itu, trik terbaik demi menekan pentingnya perasaan positif tentang semua orang adalah dengan menjadikan diri Bunda sebagai teladan. Jangan sungkan untuk memuji orang lain di depan buah hati sehingga si kecil pun terlatih untuk berpikiran positif dibanding menaruh rasa cemburu.

Ajari Si Kecil Soal Makna Berbagi dengan Orang Lain

Faktanya, si kecil cenderung cemburuan terhadap anak-anak seusianya tanpa alasan. Kalau hal itu terjadi, ajarkan si kecil soal pentingnya berbagi dan perhatian ya Bun. Percayalah, dengan mengajarkan berbagi entah itu soal makanan, mainan, atau yang lainnya, perlahan tapi pasti hal itu akan bisa menghilangkan rasa cemburunya.

Stop Membandingkan Anak-anak Bunda

Rasa cemburu dalam keluarga bisa muncul kalau Bunda sering membandingkan anak-anak Bunda. Padahal hal semacam itu tak membawa dampak positif dan justru membuat salah satu dari mereka merasa diremehkan lho Bun.

Meski mungkin konteksnya bercanda, tapi lebih baik Bunda tak membandingkan setiap anak. Sebab bisa jadi salah satu anak Bunda justru jadi cemburu pada saudaranya dan membenci saudaranya hanya karena Bunda menganggap saudaranya lebih unggul darinya.

 

 

Click to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *


Mom Life

Bun, Kalau Gabung ke Komunitas Justru Tak Membawa Manfaat Berarti, Mending Tak Usah Ikut Deh!

moms

Demi bertukar informasi dan mencari wadah mendapatkan support system, kadang para Bunda memilih gabung ke beberapa komunitas. Ya kan, Bun? Nah, sebelum bergabung dengan salah satu komunitas, coba pertimbangkan dahulu tiga hal ini yuk Bun!

Mengutip Haibunda.com, psikolog keluarga dan pernikahan Nadya Pramesrani dari Rumah Dandelion, menyarankan untuk mempertimbangkan dan menanyakan pada diri sendiri. Sudahkah Bunda memiliki tujuan pasti untuk bergabung dengan komunitas yang akan dituju? Adakah yang dicari dari komunitas tersebut? Kalau hanya iseng atau karena ikut-ikut teman, lebih baik pertimbangkan lagi ya Bun.

“Karena beranjak dari kebutuhan itu kita akan skrining komunitas yang ada. Misalnya pertama, ada komunitas ibu-ibu yang bisa memenuhi kebutuhan kita ya sudah gabung aja,” kata Nadya.

Pertimbangan selanjutnya, sebelum gabung ke komunitas tersebut, yakinkan diri, akankah Bunda menemukan kenyamanan bersama dengan orang-orang yang ada di dalamnya? Seperti saat sekolah aja, Bun, kata Nadya biasanya kita berkelompok. Nah, perhatikan apakah lingkungan kelompok tersebut bikin nyaman.

Meskipun, kenyamanan relatif ya, berbeda-beda tiap orang. Nadya menyarankan, demi mengetahui nyaman atau tidaknya saat mencoba masuk ke komunitas ibu-ibu tersebut, lakukan interaksi ya Bun. Apakah kita merasa nyaman saat berbagi cerita kemudian dapat info yang dicari? Lalu apakah kita percaya dengan orang-orang yang ada di dalamnya? Bila ada keterikatan tersebut bisa dibilang kita nyaman.

Terakhir, yaitu soal diversitas. Cobalah identifikasi keragaman yang ada di komunitas ibu-ibu tersebut. “Makin besar diversitas otomatis pengetahuan yang kita dapat lebih beragam,” tambah Nadya.

Komunitas ibu-ibu termasuk untuk ibu baru memang membantu kok, Bun. Komunitas ibu-ibu penting untuk media belajar. Khususnya untuk orangtua baru yang pasti menurut mereka sangatlah penting. Hal ini agar ibu-ibu tak hanya dapat pengetahuan dari baca aja tapi juga bisa berdiskusi secara langsung.

“Komunitas orang tua ini bagus banget dilakukan, kalau perlu ada kurikulum. Memang jadinya dia sekolah rutin dan dia dapat sesuatu yang baru entah cuma seminggu, dua minggu, atau sebulan sekali yang penting ada hal baru yang didapat tentang parenting dan itu dilakukan berdasar usia anak,” tambah Ratih seperti dikutip dari detikcom.

Jadi kalau sejauh ini Bunda tak menemukan hal-hal tersebut di komunitas yang Bunda ikuti, lebih baik tak usah memaksakan atau melanjutkan untuk terlibat atau berinteraksi.

Click to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Most Share

To Top