Parenting

Tahukah Bunda, Mainan dengan 4 Kriteria Ini Ternyata Efektif Merangsang Perkembangan Anak

rsz_stocksnap_pbhff6rjph

Jika ditanya tentang aktivitas apakah yang banyak dilakukan oleh anak-anak? Mungkin akan diperoleh jawaban yang berbeda-beda. Namun dari sekian banyaknya jawaban yang ada, bermain merupakan aktivitas yang paling sering dilakukan oleh anak. Hal itu tidak lepas dari dunia anak yang memang tengah senang-senangnya bermain. Lalu pertanyaannya adalah, apakah mainan-mainan yang sudah kita berikan telah memiliki manfaat untuk anak? Terutama untuk merangsang perkembangan otaknya?

Sebisa mungkin anak bermain bukan hanya mendapatkan kesenangan saja, namun kalau bisa dia pun mendapatkan manfaat yang besar, khususnya untuk mendukung perkembangannya, baik secara fisik maupun nonfisik. Untuk itulah, Bunda sebaiknya memperhatikan 4 kriteria di bawah ini saat memilih mainan untuk anak.

Pertama, Pilihlah Mainan yang Sesuai dengan Usianya

Ketepatan Bunda sebagai orangtua dalam menentukan jenis mainan sangatlah berpengaruh pada perkembangan si kecil. Untuk itulah sebaiknya Bunda tidak membelikan mainan berdasarkan kesukaan anak saja, tapi juga perhatikan juga apakah mainan tersebut memang tepat untuk diberikan kepada anak. Sebagai contoh jika saat ini usia anak telah memasuki 6 bulan, biasanya akan menyukai jenis mainan yang mengeluarkan bunyi-bunyian. Selain akan melatih indera pendengarannya, jenis mainan ini juga menjadi kesukaannya sehingga dia akan senang saat memainkannya.

Perhatikan Juga Warnanya Bun!

Selain ketepatan jenis mainan, tips berikutnya saat memilihkan mainan untuk anak adalah ketepatan warna. Anak-anak cenderung menyukai jenis mainan yang memiliki warna yang cerah, kontras, dan berwarna-warni. Selain memang menjadi kesukaannya, jenis mainan seperti ini juga bisa Bunda manfaatkan untuk mengajarkan macam-macam warna dan konsep warna kepada anak. Kenalkan warna-warna dasar dan juga warna-warna hasil perpaduan beberapa jenis warna. Dengan begitu anak akan memiliki konsep warna sejak usianya masih dini.

Berikan Mainan yang dapat Melatih Logika dan Kreativitas Buah Hati Bun

Salah satu cara untuk menjadikan anak cerdas adalah dengan melatih kecerdasannya sejak kecil. Ada banyak cara yang bisa Bunda lakukan untuk melatih kecerdasan anak, dan salah satunya adalah melalui mainan. Melalui mainan, kecerdasan anak akan terasah secara tidak sadar. Saat ini telah banyak dijual jenis mainan yang mampu mengasah logika dan kreativitas anak, salah satunya adalah puzzle. Namun harus diingat bahwa puzzle ini dibuat sesuai dengan tahapan usia anak. Belikan puzzle yang sesuai dengan usianya. Jenis mainan seperti inilah yang dapat merangsang perkembangan otak dan motorik anak.

Pastikan Keamanan Mainan Tersebut, Jangan Sampai Keberadaannya Justru Membahayakan Buah Hati Ya Bun!

Tips selanjutnya yang tidak boleh dilupakan adalah keamanan dari mainan tersebut. Adanya anak yang terluka akibat mainan yang digunakan merupakan contoh keteledoran orangtua dalam memilihkan jenis mainan untuk anaknya. Untuk itulah, perhatikan seluruh bagian dari mainan tersebut. Amati apakah ada bagian-bagian yang mungkin membahayakan si kecil ataukah tidak. dan jika mainan tersebut berjenis mainan elektronik, maka tanyakan kepada penjual tentang keamanan dari mainan itu. Semua ini dilakukan demi keamanan si kecil.

 

Click to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *


Sponsored Content

Ketika Membuat Jadwal untuk Anak, Jangan Pisahkan Waktu Bermain dan Belajar Ya Bunda

4-Ketika-Waktu-Bermain_-Ayah-dan-Bunda








Bunda pasti ingin si buah hati tumbuh jadi anak yang disiplin. Wajar jika kemudian berusaha menanamkan sikap disiplin tersebut sedari dini. Salah satu cara yang biasa ditempuh adalah dengan membuatkan jadwal untuknya. Kapan waktunya makan, kapan waktunya tidur, kapan bermain, kapan waktunya belajar dan sejumlah jadwal lainnya.

Tentunya membuat jadwal semacam ini tak salah. Tapi tahukah Bunda, khusus untuk si buah hati yang masih usia dini seharusnya jadwal bermain dan belajarnya tidak dipisah.

Meski Belajar itu Penting, Rasa Bahagia Anak Jauh Lebih Penting

1-Meski-Belajar-Itu-Penting-namun-Rasa-Bahagia

Kenapa demikian? Menurut Dr. Sofia Hartati., M.Si Ketua Asosiasi Pendidikan Guru PAUD, sangatlah penting untuk menstimulasi rasa ingin tahu anak, memperkenalkan anak pada banyak hal, dan juga memberikan asupan nutrisi yang baik dan lengkap.

Namun, Dr. Sofia Hartati menambahkan, perlu diingat walaupun belajar itu penting, tapi pengalaman yang menyenangkan menjadi prioritas terpenting bagi anak di usia dini. Untuk itu, sebisa mungkin belajar anak dilakukan sambil bermain.

Salah satu cerita menarik tentang belajar sambil bermain ini dialami sendiri oleh Albert Einstein. Salah satu peristiwa yang menginspirasinya terjadi ketika dia berusia 4 tahun dan ayahnya memberinya alat kompas untuk dimainkan. Einstein selama berjam-jam bermain dengan memutar-mutar kompas tersebut sambil penasaran kenapa jarumnya selalu menunjuk ke arah utara. Rasa penasaran dan kagumnya inilah yang dibawa Einstein hingga dewasa dan membuatnya menjadi tertarik pada ilmu pengetahuan.

Jika Bunda Menjadikan Satu Waktu Bermain dan Belajar, Minat Belajar Anak Bisa Meningkat

3-Jika-Bunda-Memisahkan-Waktu-Bermain-dan-Belajar

Berbeda dengan kita yang dewasa, si kecil justru akan lebih bisa konsentrasi jika waktu belajar dan bermainnya dijadikan satu. Beberapa penelitian menyebutkan soal ini. Salah satu yang sering menyuarakannya adalah Nancy Carlsson Paige, profesor bidang pendidikan dari Lesley University di Cambridge.

Menurutnya emosi anak akan lebih cepat berkembang jika ia tidak dikhususkan waktunya untuk belajar dan dibiarkan lebih banyak bermain. Dengan menjadikan satu waktu belajar dan bermain anak tidak akan mudah stres dan minat belajar dan konsentrasinya akan terus meningkat ketika ia dewasa kelak.

Pilih Permainan yang Mendukung Metode Belajar Sambil Bermain ini ya Bunda

5-Pilih-Permainan-yang-Mendukung-Metode-Belajar-

Nah, untuk mewujudkan pola bermain sambil belajar tentunya dibutuhkan perangkat dan mainan yang bisa mendukung hal tersebut. Permainan itu harus memberikan pengalaman yang menyenangkan sambil membantu si kecil belajar.

Contohnya Bunda bisa mencoba program edukasi Kodomo Challenge dari Benesse. Kodomo Challenge ini dilengkapi dengan kurikulum dan materi ajar berdasarkan penelitian dan diawasi para ahli yang telah disesuaikan dengan usia dan perkembangan anak, baik fisik maupun pikirannya. Sehingga anak bisa menikmati dan mengerti lebih baik permainan dan materi ajar yang dimainkannya.

Apalagi Kodomo Challenge Indonesia ini menggunakan metode pendekatan “multi-platform”. Hal ini membuat pemahaman anak lebih mendalam dimulai dari media favoritnya, baik itu DVD, buku, maupun mainan. Serunya lagi, permainan yang ada pada Kodomo Challenge akan melibatkan peran Bunda sebagai teman bermain bersama si kecil.

Keterlibatan Bunda dalam permainan si kecil ini penting. Menurut hasil penelitian Kathy Hirsh-Pasek and Roberta Michnick Golinkoff, peneliti pendidikan anak usia dini sekaligus pengarang buku best seller Becoming Brilliant: What Science Tells us About Raising Successful Children, keinginan anak untuk bermain meningkat jika ada orang dewasa yang ikut bermain bersamanya. Nah, sejalan dengan hal tersebut permainan yang ada di Program Edukasi Kodomo Challenge ini akan secara aktif melibatkan Ayah atau Bunda untuk ikut bermain bersama buah hati

Penasaran? Sebagai langkah awal, Bunda cukup mendaftar di sini, untuk mendapatkan Free Trial Kit Kodomo Challenge untuk dikirimkan ke rumah.

Dikirim ke rumah? Iya Bunda, inilah bagian paling menyenangkan dari Kodomo Challenge. Setelah mendaftar Free Trial Kit, nantinya kita akan dikirimkan ke rumah buku bergambar, DVD serta buku panduan orang tua.

Bunda akan mendapatkan Free Trial Kit Kodomo Challenge sesuai dengan usia si kecil. Ada Kodomo Challenge Toddler yang diperuntukan bagi anak usia 1-2 tahun dan ada Kodomo Challenge Playgroup untuk anak usia 2-3 tahun. Jadi bisa dipastikan si kecil akan nyaman bermain dan belajar dari Free Trial Kit Kodomo Challenge tersebut karena sesuai dengan perkembangan usianya.

Caranya? Cukup lengkapi form yang ada di sini maka paket Free Trial Kit akan segera dikirim ke alamat rumah Bunda. Kalau Bunda memutuskan mendaftar sekarang, selain mendapatkan Free Trial Kit, Bunda juga bisa mendapatkan konten parenting dan edukasi untuk anak di shimajiro.id sekaligus berkesempatan memenangkan hadiah kejutan berupa bantal, baby bib atau trolley Shimajiro untuk Bunda yang beruntung.

Yuk, Bunda daftar sekarang, jadi Bunda bisa menikmati quality time, bermain sambil belajar bersama si kecil dengan program edukasi Kodomo Challenge!

 

Click to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *


Parenting

Bunda, Buah Hati Susah Belajar Matematika? Siasati dengan Permainan Ini!

pexels-photo-256468

Bagi sebagian orang, Matematika menjadi mata pelajaran yang menyulitkan. Begitu sulit dan rumit hingga ujung-ujungnya menjadi mata pelajaran yang menyebalkan. Padahal Matematika sangatlah berguna dalam kehidupan sehari-hari. Dan jika buah hati Bunda termasuk orang yang tidak menyukai mata pelajaran yang satu ini, maka sebagai orangtua, Bunda haruslah berusaha untuk menumbuhkan minatnya belajar Matematika.

Bagaimana caranya? Ada banyak cara yang bisa Bunda praktekkan untuk menumbuhkan minat anak untuk belajar Matematika kepada anak. Salah satunya adalah melalui beberapa permainan. Nah, dalam tulisan ini akan dibahas permainan apa sajakah yang bisa digunakan untuk menumbuhkan minat belajar Matematika pada anak.

Mencari Sesuatu dengan Buku

Ini adalah salah satu jenis permainan yang dapat Bunda manfaatkan untuk menumbuhkan minat belajar Matematika pada anak. Idealnya adalah Bunda dan anak membawa buku dengan judul dan edisi yang sama. Meskipun ini bukanlah sebuah keharusan namun jika bisa diperoleh buku dengan judul dan edisi yang sama maka itu akan memudahkan Bunda untuk memberi pertanyaan kepada buah hati.

Contoh permainannya adalah tulislah kalimat ke-2 pada paragraf ke-3 yang ada pada halaman 5 setelah halaman ke-6? Maka biarkan anak mencari kalimat ke-2 yang terletak paragraf ke-3 yang ada pada halaman ke-5 setelah halaman ke-6 atau tepatnya adalah pada halaman kesebelas. Semakin besar usia anak, maka semakin rumit juga pertanyaannya.

Bunda Juga Dapat Menggunakan Gambar

Selain buku, Bunda juga bisa menggunakan gambar-gambar untuk mengajarkan Matematika pada anak. Gambar-gambar tersebut bisa Bunda daparkan pada buku gambar atau buku lainnya yang penuh dengan gambar. Contoh perintahnya adalah carilah lima buah bentuk lingkaran! Maka anak akan mencari lima lingkaran seperti bentuk mata, buah-buahan, dan lain sebagainya.

Atau Bisa Juga dengan Memanfaatkan Permainan Arah Mata Angin

Belajar matematika tidak harus di depan meja dengan pensil dan bolpoin di tangan. Tapi bisa juga dilakukan di luar ruangan. Salah satunya dengan permainan arah mata angin. Caranya kumpulkan beberapa anak untuk memainkan permainan ini lalu bagi menjadi beberapa kelompok. Setiap kelompok menunjuk satu anak yang matanya siap untuk ditutup. Kemudian anggota kelompok yang lain bertugas mengarahkan rekannya yang matanya ditutup tersebut untuk menuju sasaran yang sudah ditentukan. Mereka hanya boleh mengarahkan dengan petunjuk angka. Misalnya 3 langkah ke kanan, 5 langkah ke kiri, dan sebagainya. Kelompok yang paling cepat mencapai tujuan adalah pemenangnya.

Kartu Matematika Akan Membuat Anak Jadi Semangat Belajar

Kartu matematika adalah kartu yang berisi tentang soal dan jawaban Matematika. Caranya buatlah soal di atas kartu yang sudah Bunda buat, lalu buat jawabannya pada kartu yang lainnya. Kemudian pisahkan antara kartu pertanyaan dengan kartu jawaban. Langkah selanjutnya, biarkan anak memilih sebuah kartu dan mintalah dia untuk mencari jawabannya pada kartu jawaban yang sudah Bunda persiapkan.

Itulah 4 macam permainan yang bisa Bunda terapkan untuk menumbuhkan minat anak sekaligus mengajarkan Matematika kepada anak. Dan yang paling penting adalah buat suasana senyaman dan semenyenangkan mungkin. Hal ini akan mempercepat anak untuk belajar Matematika. Cara ini juga bisa mengubah anggapan anak yang tadinya menganggap Matematika sebagai mata pelajaran yang sulit serta membosankan, menjadi pelajaran yang menyenangkan dan selalu ditunggu-tunggu.

Click to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *


Sponsored Content

Ketika Membuat Jadwal untuk Anak, Jangan Pisahkan Waktu Bermain dan Belajar Ya Bunda

4-Ketika-Waktu-Bermain_-Ayah-dan-Bunda








Bunda pasti ingin si buah hati tumbuh jadi anak yang disiplin. Wajar jika kemudian berusaha menanamkan sikap disiplin tersebut sedari dini. Salah satu cara yang biasa ditempuh adalah dengan membuatkan jadwal untuknya. Kapan waktunya makan, kapan waktunya tidur, kapan bermain, kapan waktunya belajar dan sejumlah jadwal lainnya.

Tentunya membuat jadwal semacam ini tak salah. Tapi tahukah Bunda, khusus untuk si buah hati yang masih usia dini seharusnya jadwal bermain dan belajarnya tidak dipisah.

Meski Belajar itu Penting, Rasa Bahagia Anak Jauh Lebih Penting

1-Meski-Belajar-Itu-Penting-namun-Rasa-Bahagia

Kenapa demikian? Menurut Dr. Sofia Hartati., M.Si Ketua Asosiasi Pendidikan Guru PAUD, sangatlah penting untuk menstimulasi rasa ingin tahu anak, memperkenalkan anak pada banyak hal, dan juga memberikan asupan nutrisi yang baik dan lengkap.

Namun, Dr. Sofia Hartati menambahkan, perlu diingat walaupun belajar itu penting, tapi pengalaman yang menyenangkan menjadi prioritas terpenting bagi anak di usia dini. Untuk itu, sebisa mungkin belajar anak dilakukan sambil bermain.

Salah satu cerita menarik tentang belajar sambil bermain ini dialami sendiri oleh Albert Einstein. Salah satu peristiwa yang menginspirasinya terjadi ketika dia berusia 4 tahun dan ayahnya memberinya alat kompas untuk dimainkan. Einstein selama berjam-jam bermain dengan memutar-mutar kompas tersebut sambil penasaran kenapa jarumnya selalu menunjuk ke arah utara. Rasa penasaran dan kagumnya inilah yang dibawa Einstein hingga dewasa dan membuatnya menjadi tertarik pada ilmu pengetahuan.

Jika Bunda Menjadikan Satu Waktu Bermain dan Belajar, Minat Belajar Anak Bisa Meningkat

3-Jika-Bunda-Memisahkan-Waktu-Bermain-dan-Belajar

Berbeda dengan kita yang dewasa, si kecil justru akan lebih bisa konsentrasi jika waktu belajar dan bermainnya dijadikan satu. Beberapa penelitian menyebutkan soal ini. Salah satu yang sering menyuarakannya adalah Nancy Carlsson Paige, profesor bidang pendidikan dari Lesley University di Cambridge.

Menurutnya emosi anak akan lebih cepat berkembang jika ia tidak dikhususkan waktunya untuk belajar dan dibiarkan lebih banyak bermain. Dengan menjadikan satu waktu belajar dan bermain anak tidak akan mudah stres dan minat belajar dan konsentrasinya akan terus meningkat ketika ia dewasa kelak.

Pilih Permainan yang Mendukung Metode Belajar Sambil Bermain ini ya Bunda

5-Pilih-Permainan-yang-Mendukung-Metode-Belajar-

Nah, untuk mewujudkan pola bermain sambil belajar tentunya dibutuhkan perangkat dan mainan yang bisa mendukung hal tersebut. Permainan itu harus memberikan pengalaman yang menyenangkan sambil membantu si kecil belajar.

Contohnya Bunda bisa mencoba program edukasi Kodomo Challenge dari Benesse. Kodomo Challenge ini dilengkapi dengan kurikulum dan materi ajar berdasarkan penelitian dan diawasi para ahli yang telah disesuaikan dengan usia dan perkembangan anak, baik fisik maupun pikirannya. Sehingga anak bisa menikmati dan mengerti lebih baik permainan dan materi ajar yang dimainkannya.

Apalagi Kodomo Challenge Indonesia ini menggunakan metode pendekatan “multi-platform”. Hal ini membuat pemahaman anak lebih mendalam dimulai dari media favoritnya, baik itu DVD, buku, maupun mainan. Serunya lagi, permainan yang ada pada Kodomo Challenge akan melibatkan peran Bunda sebagai teman bermain bersama si kecil.

Keterlibatan Bunda dalam permainan si kecil ini penting. Menurut hasil penelitian Kathy Hirsh-Pasek and Roberta Michnick Golinkoff, peneliti pendidikan anak usia dini sekaligus pengarang buku best seller Becoming Brilliant: What Science Tells us About Raising Successful Children, keinginan anak untuk bermain meningkat jika ada orang dewasa yang ikut bermain bersamanya. Nah, sejalan dengan hal tersebut permainan yang ada di Program Edukasi Kodomo Challenge ini akan secara aktif melibatkan Ayah atau Bunda untuk ikut bermain bersama buah hati

Penasaran? Sebagai langkah awal, Bunda cukup mendaftar di sini, untuk mendapatkan Free Trial Kit Kodomo Challenge untuk dikirimkan ke rumah.

Dikirim ke rumah? Iya Bunda, inilah bagian paling menyenangkan dari Kodomo Challenge. Setelah mendaftar Free Trial Kit, nantinya kita akan dikirimkan ke rumah buku bergambar, DVD serta buku panduan orang tua.

Bunda akan mendapatkan Free Trial Kit Kodomo Challenge sesuai dengan usia si kecil. Ada Kodomo Challenge Toddler yang diperuntukan bagi anak usia 1-2 tahun dan ada Kodomo Challenge Playgroup untuk anak usia 2-3 tahun. Jadi bisa dipastikan si kecil akan nyaman bermain dan belajar dari Free Trial Kit Kodomo Challenge tersebut karena sesuai dengan perkembangan usianya.

Caranya? Cukup lengkapi form yang ada di sini maka paket Free Trial Kit akan segera dikirim ke alamat rumah Bunda. Kalau Bunda memutuskan mendaftar sekarang, selain mendapatkan Free Trial Kit, Bunda juga bisa mendapatkan konten parenting dan edukasi untuk anak di shimajiro.id sekaligus berkesempatan memenangkan hadiah kejutan berupa bantal, baby bib atau trolley Shimajiro untuk Bunda yang beruntung.

Yuk, Bunda daftar sekarang, jadi Bunda bisa menikmati quality time, bermain sambil belajar bersama si kecil dengan program edukasi Kodomo Challenge!

 

Click to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *


Parenting

Manfaat Bernyanyi untuk Anak; Meningkatkan Memori dan Semangat Belajarnya

mother-84628_640

Musik merupakan salah satu bagian yang penting dalam kehidupan ini. Bukan hanya orang dewasa saja, tapi anak-anak pun menyukai musik beserta nyanyiannya. Itulah sebabnya banyak para orangtua dan guru yang sering menggunakan metode menyanyi saat mengajarkan sesuatu kepada anak. Dengan metode menyanyi inilah anak akan lebih cepat menyerap sesuatu yang sedang diajarkan. Selain itu, musik pun memiliki fungsi sebagai sarana untuk menenangkan anak. Hal itu terbukti saat anak menangis atau saat mereka mau tidur, para orangtua biasanya akan menyanyikan lagu-lagu untuk anaknya sampai dia tertidur.

Sementara menurut psikolog dari Kanada, Sandra Trehub mengungkapkan bahwa bayi lebih cepat untuk mengenal suara ibunya dibandingkan dengan wajah. Ini sebagai bukti bahwa suara ibu merupakan stimulus yang sangat baik untuk anak. Sehingga wajar saja jika banyak orang tua jaman dulu banyak yang menggunakan suara, baik itu berbentuk nyanyian maupun dongeng saat akan menidurkan anaknya.

Memberikan Ketenangan bagi Anak

Seperti yang sudah dijelaskan secara singkat di atas bahwa salah satu manfaat dari nyanyian adalah dapat memberi efek menenangkan bagi anak. Si kecil akan meraasa tenang saat dia mendengarkan nyanyian, terutama jika itu dinyanyikan oleh ibunya.

Karena dapat menenangkan, maka alangkah baiknya jika anda menyanyikan beberapa lagu saat anak berisik dan membuat suara-suara gaduh. Cara tersebut akan jauh lebih baik dibandingkan bila Bunda marah-marah yang justru membuat anak menjadi stres oleh ucapan Bunda. Apalagi jika Bunda sampai mengucapkan kata-kata yang tidak seharusnya diketahui oleh anak. Namun dengan musik dan nyanyian, Bunda bisa menenangkan anak tanpa harus berteriak dan marah-marah.

Sarana untuk Memberi Pemahaman Emosi pada Buah Hati

Manfaat kedua dari nyanyian adalah dapat menjadi sarana untuk memberi pemahaman emosi kepada anak. Musik merupakan sarana yang baik untuk mengungkapkan perasaan yang tidak bisa diungkapkan dengan ucapan. Baik ada liriknya ataupun tidak, musik tetap bisa membuat suasana hati menjadi lebih baik lagi. Selain itu, musik pun mampu mengatur ritme kegiatan sehari-hari seseorang. Melalui musik, anak bisa belajar untuk mengartikan emosinya.

Mempererat Hubungan Antara Bunda dan Si Kecil

Ternyata musik juga memiliki manfaat untuk mempererat hubungan antara orangtua dengan anaknya. Suara-suara seluruh anggota keluarga, terutama suara ibu merupakan stimulus yang sangat baik untuk perkembangan bayi. Selain itu, melalui musik pula bayi akan mengikuti kondisi yang ada di sekitarnya. Si kecil akan mengingat suara-suara yang didengarnya. Begitu banyak hasil penelitian yang mengungkapkan bahwa musik merupakan salah satu sarana untuk meningkatkan memori dan semangat belajar.

Media Belajar yang Menyenangkan untuk Anak

Salah satu cara yang cukup efektif untuk mempercepat anak dalam menangkap materi pelajaran adalah dengan menggunakan metode menyanyi. Melalui metode yang satu ini, belajar menjadi sebuah kegiatan yang menyenangkan dan selalu ditunggu-tunggu. Hal ini akan sangat baik untuk perkembangan anak, dia akan lebih cepat menerima pelajaran karena suasana belajar yang menyenangkan.

Click to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Most Share

To Top