Kesehatan Ibu & Anak

Tahukah Bunda Bedanya Saat Menyusui Anak Pertama dan Kedua?

adult-art-baby-235243 (2)

Seorang ibu akan memiliki beragam pengalaman yang berbeda saat menyusui. Ada yang lancar-lancar saja saat menyusui, namun ada juga yang harus menyusui dengan penuh perjuangan. Bahkan menyusui anak pertama dan kedua pun juga ada bedanya. Bunda sendiri, bagaimanan pengalaman saat menyusui anak kedua? Lebih mudah, sulit, atau sama saja seperti sebelumnya?

Biasanya, anak pertama akan membuat Bundanya berjuang sekeras mungkin. Sementara saat sang adik lahir, ASI Bunda jauh lebih mudah keluarnya. Faktanya, akan selalu ada perbedaan antara menyusui anak pertama dan kedua. Berikut ini rangkumannya.

Kelenjar Susu Bersiap untuk Memproduksi ASI Lebih Cepat

Dalam penelitian yang sama, ada fakta menarik yaitu sel-sel di dalam kelenjar susu yang bertindak sebagai rem dan menjaga atau memperlambat produksi ASI selama kehamilan, lepas dan tidak kembali. Akibatnya, kelenjar susu memproduksi ASI lebih cepat selama kehamilan berikutnya.

Ada Kemungkinan Kelenjar Susu Akan Menghasilkan ASI Lebih Banyak

Bila Bunda pernah menyusui sebelumnya, maka biasanya kelenjar susu sudah berubah dan ada kemungkinan Bunda akan menghasilkan lebih banyak ASI. Hal ini telah didukung sebuah studi Lancet di tahun 2001 yang dilakukan terhadap 22 ibu. Hasilnya, ibu yang menyusui untuk kedua kalinya menghasilkan sekitar 30 persen lebih banyak ASI ketimbang saat mereka menyusui anak pertama.

ASI Akan Keluar Lebih Cepat dan Kelenjar Susu Akan Berubah

Di proses menyusui pada anak kedua, Bunda tak hanya menghasilkan ASI lebih banyak. Tapi ASI pun akan keluar lebih cepat. Hal ini didukung penelitian serupa di Lancet. Namun di samping itu, mengutip dari Science News, pada penelitian yang sama menemukan bahwa kelenjar susu tikus yang pernah hamil sebelumnya memiliki lebih banyak cabang saluran susu ketimbang tikus yang belum pernah hamil. Ini artinya, kelenjar susu tidak akan pernah sama setelah wanita pernah hamil sebelumnya.

Bila Bunda Masih Menyusui Si Sulung, Kalori di Tubuh Bunda Akan Lebih Banyak Terbakar

Bun, bila Bunda sedang menyusui secara bersamaan antara si sulung dan si bungsu, alias tandem nursing, kemungkinan Bunda akan membakar lebih banyak kalori dibanding hanya ketika menyusui seorang bayi. Menurut Institute of Medicine, seorang ibu yang menyusui bayi yang baru lahir perlu mengkonsumsi 650 kalori tambahan. Sedangkan, ibu yang menyusui anak usia 6 – 12 bulan perlu mengkonsumsi tambahan 500 kalori.

Tubuh Otomatis Ingat Cara Memproduksi ASI Nih Bun

Berdasarkan sebuah penelitian di tahun 2015 dalam Cell Reports, tubuh kita akan ingat bagaimana proses memproduksi ASI. Bila Bunda sebelumnya pernah menyusui, maka berdasarkaan penelitian ini, kelenjar susu tetap dalam keadaan siap sehingga lebih mudah untuk mulai memproduksi ASI untuk yang kedua kalinya.

Di lain sisi, bila Bunda sudah berhasil menyusui anak pertama, stres bisa berkurang saat menyusui anak kedua. Selain lebih percaya diri, berbagai pengalaman menyusui anak pertama bisa membuat proses menyusui anak kedua dan selanjutnya lebih mudah.

Click to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *


Kesehatan Ibu & Anak

Tips Bangunkan Si Kecil Tak Perlu dengan Suara Keras, Bun

bed-child-cute-101523 (2)

Salah satu tantangan orangtua yang buah hatinya sudah mulai sekolah adalah cara membangunkan si kecil di pagi hari. Bahkan kadang si anak bisa saja mengamuk bila dibangunkan pagi-pagi nih Bun. Ternyata ada tips tersendiri supaya si kecil lebih mudah dibangunkan nih Bun. Pertama, orangtua perlu memperhatikan jam tidur si kecil di malam hari. Anak usia 3-5 tahun membutuhkan 10-13 jam tidur agar saat pagi bangun dengan segar.

“Jadi kita lihat kalau anak bangun jam 6 pagi dan tidak segar, berarti jam tidurnya harus dipercepat lagi,” jelas Andyda seperti dikutip dari Liputan6.com.

Jam tidur yang cukup sangat diperlukan untuk kesehatan dan tumbuh kembang anak. Kurang tidur dapat menganggu kemampuan anak untuk belajar. Selain itu, kurang tidur mengganggu emosi sehingga menyebabkan gangguan mood, kecemasan, hiperaktif dan berbagai gangguan perilaku lainnya pada anak.

Mengingat pentingnya tidur bagi kesehatan anak, maka orangtua perlu memprioritaskan tidur sebagai ritual utama keluarga. Bagi orangtua yang bekerja dan pulang larut malam, maka bisa menugaskan kepada orang di rumah yang mengasuh anak untuk mengajak anak tidur pada jamnya.

Bisa dimulai dengan membacakan cerita, mendongeng, atau mendampingi anak hingga anak tertidur lelap kata Andyda. Menyanyikan lagu atau membaca dongeng dengan menyenangkan dapat membantu anak untuk bisa tidur lebih cepat dan bangun dengan segar.

Bangunkan secara perlahan

Bun, tak semua orang merasa nyaman karena terbangun lantaran suara keras atau tubuh diguncang-guncang. Begitu juga dengan si Kecil. Karenanya, sediakan waktu untuk membangunkan si Kecil sehingga Bunda bisa membangunkannya dengan perlahan.

Misalnya dengan memberi pelukan, menggosok punggungnya atau mengajaknya bangun dengan nada suara yang gembira. Biasakan untuk membangunkan si Kecil 5-10 menit lebih awal dari waktu bangun sehingga Bunda punya cukup waktu untuk membangunkannya secara perlahan.

Pasang musik kesukaannya

Cara membangunkan anak ini lebih efektif dari yang Bunda bayangkan, lho. Pasang saja musik kesukaanya yang berirama gembira atau energik agar suasana hati anak menjadi gembira saat ia terbangun. Tentunya secara berkala Bunda perlu mengganti lagunya, ya. Tapi tenang saja, Bunda tak akan pernah kehabisan stok lagu, kok.

Beri reward jika ia bisa bangun pagi tanpa kesulitan

Tak ada salahnya kok Bun, membuat kesepakatan dengan si kecil mengenai reward untuk bangun di pagi hari yaitu dengan memberikan pujian bahwa ia berhasil bangun pagi dengan tertib.

Beri waktu adaptasi setelah liburan

Nah, biasanya yang lebih menantang adalah bagaimana cara membangunkan anak pagi hari setelah liburan panjang. Karenanya, sebaiknya seminggu sebelum liburan berakhir anak sudah mulai dibiasakan untuk bangun lebih pagi daripada biasanya sehingga ia ada waktu untuk beradaptasi kembali dengan rutinitas pagi di hari sekolah.

Click to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *


Kesehatan Ibu & Anak

Simak Bun, Cara Mendapat Anak Laki-laki Bagi Para Pasutri

Cara mendapatkan bayi laki-laki

Bun, sebagai pengantin baru tentu saja wajar bila Bunda atau pasangan langsung terpikir untuk memiliki momongan. Nah, ada orang bilang, guna mendapatkan momongan, tentu perlu usaha ya Bun. Dalam arti begini, agar bisa hamil cepat, maka Bunda harus berada di waktu yang tepat dimana terdapat telur dan sperma sehingga terjadi pembuahan nih Bun.

Sementara itu, kemauan lain calon orangtua biasanya soal jenis kelamin bayi. Untuk dapat hamil bayi laki-laki, Bunda dan suami dapat mengupayakan beberapa hal ini.

1. Tak Ada Salahnya Mencoba Posisi berdiri

Posisi seks ternyata membawa pengaruh pada jenis kelamin janin Bunda kelak. Bila mendambakan anak laki-laki maka tak ada salahnya mencoba berhubungan badan dengan posisi berdiri. Banyak orang percaya, dengan menerapkan posisi ini, maka peluang mendapatkan anak laki-laki semakin besar.

Faktanya, posisi berdiri akan membuat penetrasi saat berhubungan jadi lebih dalam sehingga sperma pun lebih dekat mencapai sel telur, Bun. Selain itu, posisi laki laki di atas juga dipercaya akan memudahkan untuk terbentuknya janin laki-laki.

2. Lelaki Harus Memperbanyak Konsumsi Kopi

Sekalipun terdengar unik, ternyata kopi yang mengandung kafein dipercaya dapat memudahkan Bunda dan suami mendapatkan janin berjenis kelamin laki-laki. Minta ayah mengonsumsi kopi 30 menit sebelum berhubungan intim, pakar kesehatan mengatakan, sperma yang membawa kromosom laki-laki akan cenderung memiliki performa yang jauh lebih baik dalam mencapai sel telur.

3. Pertimbangkan Juga Waktu Berhubungan Seksual

Tahukah Bunda, ternyata melakukan hubungan seksual di masa-masa mendekati masa ovulasi. Sperma kromosom Y (laki-laki) memliki sifat lebih cepat, agresif dan lincah dibanding sperma X (perempuan). Sementara itu, sperma X (perempuan) lebih lambat namun lebih kuat dan lebih bertahan lama sehingga jika ingin memiliki anak perempuan, hubungan seksual harus dilakukan 2 hingga 4 hari sebelum masa ovulasi.

Namun demikian, sangat sulit untuk memprediksi secara tepat waktu ovulasi wanita. Tingkat keberhasilannya tidak dapat dibuktikan dengan pasti, karena pada dasarnya kesempatan untuk memiliki anak laki-laki atau perempuan adalah 50:50.

4. Pastikan Asupan Nutrisi Tercukupi dengan Baik

Ada sebuah studi yang mengungkapkan jika sekelompok wanita yang banyak melahirkan anak laki-laki dibanding wanita lainnya–karena asupan sereal dan makanan yang kaya akan kandungan potasium satu tahun sebelumnya.

Kendati para ahli belum bisa memastikan apakah asupan kalori atau potasium yang turut memengaruhi jenis kelamin, setelah melakukan percobaan dengan hewan, yaitu induk yang memperoleh cukup makanan tersebut melahirkan jenis kelamin jantan.

Sedangkan yang kurang memperoleh makanan melahirkan betina. Satu lagi, cobalah meningkatkan asupan makanan yang mengandung natrium dan kalium melalui menu-menu makanan asin, telur, dan daging merah, Bun.

5. Pastikan Bunda Mencapai Orgasme

Salah satu cara yang efektif guna mendapatkan anak laki-laki adalah sang istri harus mendapatkan orgasme. Ya Bun, orgasme akan memicu produksi cairan vagina bersifat basa yang bisa membantu sperma kromosom Y bertahan hidup lebih lama.

Namun, kondisi basa ini menciptakan lingkungan yang kurang bersahabat bagi sperma X (perempuan). Selain itu, orgasme wanita juga memudahkan gerak sperma menuju serviks. Kondisi ini memfasilitasi sperma anak laki-laki untuk merebut satu-satunya kesempatan untuk membuahi sel telur.

6. Kondisi fisik dan mental Juga Berpengaruh

Saat seorang wanita mengalami stres yang cukup berat, maka tubuhnya akan mengalami peningkatan hormon kortisol dan testosteron. Kondisi inilah yang kemungkinan memengaruhi sel telur untuk lebih mudah menerima sperma pembawa anak laki-laki.

Bahkan ada penelitian yang mengungkap bila beban kerja dan polusi yang dialami pria dapat mempengaruhi jenis kelamin anaknya kelak. Jadi, semakin tinggi stres kerja atau polusi, maka akan lebih tinggi kemungkinan memiliki anak perempuan.

7. Frekuensi hubungan seksual

Salah satu cara membuat anak laki laki yaitu dengan sering melakukan hubungan seksual. Semakin sering Anda melakukan hubungan seks, maka kemungkinan memiliki anak laki-laki semakin tinggi. Sebab, sperma untuk anak laki-laki lebih ringan, dengan kepala lebih kecil, dan buntut lebih pendek akan lebih mudah berenang menuju sel telur.

8. Usia

Usia juga menjadi faktor penentu pasangan berpeluang mendapatkan anak laki-laki atau tidak.  Semakin tua pasangan maka kemungkinan untuk memiliki anak perempuan lebih tinggi. Hal ini antara lain disebabkan pengaruh hormon pada wanita di atas usia 35 tahun. Selain itu, kualitas dan jumlah produksi sperma pada pria di atas 40 tahun juga bisa memengaruhi.

9. Bayi Tabung

Diantara sederet cara, maka yang dinilai akurat adalah dengan mengikuti program bayi tabung. Namun kendalanya,  program bayi tabung butuh biaya yang lumayan tinggi dan prosesnya juga cukup rumit. Cara ini juga pada umumnya hanya digunakan sebagai pilihan terakhir saat semua cara mencoba kehamilan tidak kunjung berhasil. Jika Bunda tertarik untuk menjalani prosedur ini, maka mulailah berkonsultasi langsung dengan dokter spesialis kandungan.

10. Buat Kalender Ovulasi

Seorang pakar kandungan, Landrum menyarankan,  bila hendak mendapatkan bayi laki-laki maka baiknya bercinta dilakukan di waktu mendekati masa ovulasi. Misalnya apabila masa ovulasi perempuan bermula di tanggal 26, maka lakukanlah hubungan intim di tanggal 25, 26, dan 27. Kemudian setelah itu, pastikan untuk tidak terlalu sering bercinta, Bun.

11. Mengonsumsi Makanan dengan Kalori Lebih Tinggi

Beberapa penelitian mengatakan para wanita yang mengonsumsi sarapan sehat dan 2.000 kalori setiap harinya ketika sedang dalam program mendapatkan anak laki-laki, akan menambah peluang keberhasilan Bunda mendapatkan anak laki-laki.

Untuk itu, pilihlah makanan yang tinggi energi seperti pisang, ikan dan sayuran. Sementara itu, Dr Ava Cadell, terapis cinta dan seks mengatakan, dengan mengatur konsumsi makanan tentu dapat meningkatkan kemungkinan wanita untuk mengandung anak laki-laki.

12. Pakaian Nyaman

Salah satu faktor yang berpengaruh yaitu pakaian ayah. Karena faktanya kromosom Y tidak tahan dengan suhu panas, maka disarankan agar si laki-laki memakai pakaian yang nyaman dan berbahan dingin. Kenapa? Agar area gential dapat terjaga dengan suhu dingin sehingga sperma dari gen laki-laki tersebut dapat bertahan lebih lama, Bun.

Click to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *


Kesehatan Ibu & Anak

Kesalahan Ibu yang Sering Terjadi Saat Menyusui

adult-art-baby-235243 (3)

Menyusui selalu dipenuhi banyak drama ya Bun. Tubuh Bunda tak hanya harus bugar setiap hari sehingga produksi ASI untuk si kecil bisa lancar, makanan pun harus dijaga supaya asupan nutrisi yang dibawa oleh ASI akhirnya berkontribusi pada tumbuh kembang si kecil.

Sayangnya, keinginan Bunda untuk selalu prima kadang tak sejalan dengan kenyataan yang terjadi. Bahkan tak jarang ada Bunda harus merelakan kalau akhirnya tak bisa memberikan ASI eksklusif untuk si kecil karena melakukan kesalahan yang akhirnya membuat produksi ASI menurun.

Mengutip dari Mother Child and Health, beberapa kesalahan yang biasanya dilakukan para Bunda yakni seputar pasokan ASI dan rasa sakit yang kemungkinan muncul selama menyusui.

Bunda Tak Percaya Diri untuk Bisa Menyusui

Biasanya situasi ini sering terjadi pada ibu pekerja. Lantaran padatnya aktivitas, mereka jadi tak percaya diri bahwa ada potensi untuk menyusui secara eksklusif. Bunda perlu tahu, banyak ibu yang bekerja dari berbagai profesi sukses merawat bayi mereka dalam waktu yang lama. Kunci agar Bunda dapat memberikan ASI eksklusif sekalipun harus bekerja adalah mempersiapkan pasokan ASI setiap hari sehingga saat Bunda bekerja, pasokan untuk si kecil jelas sudah terpenuhi.

Bunda Sering Termakan Iklan atau Kampanye Susu Formula

Bun, kesalahan lain yang juga dilakukan banyak ibu menyusui adalah dengan percaya peran susu formula. Ya, semua mungkin berpikir bahwa bayi yang telah diberi susu formula tampaknya secara umum sehat. Namun, bayi-bayi tersebut tidak diberi makan makanan yang telah dirancang sempurna hanya untuk mereka. Padahal, tubuh kecil mereka dapat tumbuh maksimal dengan cara terbaik jika mereka menerima nutrisi yang tepat.

Beberapa profesional mengatakan bahwa memberikan susu formula harus menjadi pilihan terakhir yang dipilih ketika ibu menyusui bayinya. Pilihan pertama tentu saja menyusui bayi, pilihan kedua adalah ASI yang diberikan kepada bayi dalam botol, dan pilihan ketiga adalah ASI yang disumbangkan oleh ibu menyusui, serta pilihan terakhir adalah susu formula.

Bunda Lupa Melibatkan Ayah

Keberadaan atau figur ayah tentu selalu dibutuhkan si kecil dalam pertumbuhannya. Karenanya, dari si kecil baru lahir pun, Bunda sudah sewajarnya menyertakan suami dalam urusan pengasuhan si kecil. Mintalah tolong untuk membangunkan Bunda saat malam jika si kecil menangis, mengganti popok, atau menggendong si kecil saat Bunda lelah. Tahukah Bunda, peran serta ayah dalam menyusui justru bisa memperbanyak ASI Bunda, lho.

Tak Mau Menyusui di Tempat Umum

Ya, memang sebagian orang tidak menyukai ibu menyusui yang memberikan ASI di tempat umum. Namun ini bukan alasan untuk membiarkan si kecil lapar. Saat ini banyak sekali tempat umum yang menyediakan fasilitas untuk ibu menyusui. Jadi jangan khawatir bila Bunda harus sering bepergian dan membawa si Kecil.

Alternatif lain, keberadaan apron khusus ibu menyusui tentu untuk membuat Bunda lebih nyaman saat menyusui. Pakai saja apron yang kini tersedia dengan beragam model dan motif.

Menyertakan Orang Lain dalam Pengasuhan si Kecil

Tak hanya itu, kesalahan yang juga banyak dilakukan ibu menyusui yakni mempercayai bahwa orang lain perlu diikutsertakan dalam memberi makan buah hatinya. Ada banyak anggota keluarga yang mungkin membantu pengasuhan bayi Bunda. Sekalipun memang hal ini sah-sah saja karena meringankan Bunda dalam hal merawat si kecil, tetapi perlu Bunda ingat bahwa seorang Bunda tidaklah dapat tergantikan.

Karenanya, berdayakan orang-orang yang membantu Bunda untuk sekadar memberikan support karena selama menyusui tentunya Bunda membutuhkan dukungan positif dari orang-orang tercinta.

Seperti dikatakan Dr Ann Borders, seorang obgyn di Northshore University Health System. “Sebagian besar wanita tentu ingin menyusui. Untuk itu, tinggal bagaimana caranya memberikan mereka dukungan yang dibutuhkan,” katanya seperti dikutip dari Huffington Post.

Nah, mengingat pentingnya support orang-orang tercinta di lingkungan Bunda, tak ada salahnya melibatkan mereka dalam memberikan semangat bagi Bunda selama menyusui, terutama ayah yang selalu menemani hari-hari Bunda. Semangat mengASIhi ya Bun!

Click to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Most Share

To Top