Parenting

Susah Makan Pada Buah Hati Bisa Dipicu Penyakit Ini Loh Bun

pexels-photo-208134

Susah makan pemicunya beragam. Salah satunya problem susah makan pada anak sering pula disebabkan oleh penyakit berupa infeksi atau kelainan bawaan lho Bun. Anak pun jadi sukar makan sehingga asupan nutrisinya tak mencukupi sehingga muncul berbagai masalah.

Untuk itu, jangan buru-buru memaksanya untuk makan, kenali dulu penyebab dirinya menolak makanan yang Bunda siapkan. Kalau memang karena didera penyakit, tandanya Bunda perlu mengajaknya ke dokter agar penyakit pun terastasi dan kondisi susah makannya bisa berangsur-angsur pulih.

Diare

Ya Bun, diare akut bisa menyebabkan si kecil susah makan lho. Ini karena ia jadi sering muntah serta perutnya mulas dan berlangsung terus menerus. Untuk itu, Bunda perlu atasi dulu diare yang menyerang buah hati. Diare bisa disebabkan oleh virus, bakteri,  amuba atau bisa juga karena gangguan pencernaan.

Kelainan Jantung

Bunda perlu tahu, pada anak-anak yang mengalami kebocoran jantung, tubuhnya akan kekurangan oksigen karena darah kotor dan darah bersih akan bercampur. Akibat kekurangan oksigen ini, nafsu makan si anak akan berkurang. Nafasnya pun jadi cepat sehingga setiap ada makanan yang masuk akan dimuntahkan kembali. Tidak usah heran, jika gangguan ini menyebabkan anak sulit makan.

Gangguan atau Reflux Lambung dan Pencernaan

Anak sering muntah sampai ia jadi susah makan pun disebabkan karena adanya penyakit bawaan di area lambung dan pencernaannya lho Bun. Lambung pun akan mengirimkan sinyal ke otak yang membuat tubuh si kecil jadi menolak makanan yang masuk.

Sementara itu, refluks lambung menyebabkan anak memuntahkan makanan yang ditelannya. Penyebabnya bermacam-macam; infeksi lambung, kelainan lambung, atau produksi getah lambungnya terlalu banyak, sehingga makanan masuk akan segera dimuntahkan kembali. Ini juga yang menyebabkan anak sulit makan.

Kelainan Esofagus, Lidah, dan Bibir, serta Mengalami Fistula Trakeosofagus

Namun ada kasus lain dimana terdapat kelainan pada esofagus atau kerongkongan. Hal ini pun terjadi terutama pada anak-anak dengan kondisi bibir sumbing, mengunyah jadi sulit dilakukan. Apalagi kalau ukuran lidahnya besar, ia akan susah menelan karena terhalang oleh lidah tersebut.

Sementara itu, fistula merupakan sambungan antara tenggorokan dan kerongkongan. Pada fistula yang mengalami kelainan, saluran napas dan kerongkongan menjadi satu, sehingga anak sering tersedak di saat makan. Makan pun tak lancar. Akibatnya, anak jadi sulit makan.

Adanya Kelainan Metabolisme di Tubuh

Akibat proses metabolisme yang tak lancar, anak pun jadi tak bersemangat makan alias sulit makan. Kelainan metabolisme tubuh bisa disebabkan kurangnya jumlah produksi enzim tertentu di dalam tubuh, bisa juga karena infeksi, sifat bawaan, ataupun kelainan genetik.

Gangguan Susunan Sistem Saraf

Kemampuan makan sangat berkaitan dengan berjalannya fungsi sistem saraf. Jika sistem ini mengalami gangguan, biasanya selera makan anak akan turun. Anak pun jadi susah makan. Apalagi jika gangguan itu disertai gejala kejang dan panas tinggi. Adapun penyebab gangguan susunan saraf pusat, bisa bersifat genetik ataupun tidak. Ciri-cirinya bisa diketahui dari segi fisik.

Terkena Influenza

Anak sulit makan boleh jadi gara-gara penyakit influenza. Influenza merupakan infeksi virus yang umum dengan gejala batuk, pilek, radang tenggorokan, demam, serta nyeri pada sendi. Influenza atau flu yang menyerang anak-anak akan membuatnya sulit atau susah makan.

Tak heran jika sering terkena flu, berat badan anak pun tak kunjung bertambah atau malah turun. Masalahnya, lendir yang terdapat di saluran napas bisa memaksanya bernapas lewat mulut. Jika mulutnya diisi makanan, tentu napasnya semakin sulit. Itulah mengapa ia jadi malas atau susah makan.

Padahal obat flu karena virus ini justru istirahat yang banyak dan makan makanan bergizi. Untuk itu, Bunda perlu membujuknya lebih giat lagi serta menyiapkan kreasi yang lebih menarik aagr si kecil mau mengasup makanan yang bergizi.

Click to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *


Parenting

Kesalahan yang Umum Dilakukan Orangtua Saat Menyuapi Anak

baby-baby-eating-chair-973970 (4)

Proses memberikan makan pada si kecil seharusnya menjadi momen yang menyenangkan sekaligus menyehatkan. Hanya saja, sebagai orangtua, ada kalanya Bunda mengabaikan beberapa hal yang akhirnya justru merugikan si kecil. Baik kebiasaan maupun asupan makanan yang diberikan, bisa jadi pemicu si kecil jadi bermasalah dengan kebiasaan makannya kelak. Untuk itu, perhatikan lagi ya Bun apa-apa saja yang sebaiknya tak dilakukan saat menyuapi si kecil.

Anti Makan Berantakan

Saat menyuapi si kecil dan suapan tersebut luber kemana-mana, pasti Bunda segera mencari lap basah dan membersihkannya sesegera mungkin. Rasanya jangan sampai si kecil terlihat kotor karena sisa makanan yang berantakan ke sisi-sisi wajah atau bahkan bajunya. Padahal, kebiasaan ini justru sebaiknya dikurangi. Biarkan si kecil bereksplorasi dengan kondisi ‘kotor’ yang muncul saat ia makan. Ia akan belajar tentang apa yang dikonsumsinya dari situ.

Untuk itu, tak usah khawatir atau takut kotor, justru biarkan si kecil makan sendiri saat usianya sudah cukup mampu untuk memegang sendok sendiri. Di masa-masa eksplorasi, berikan varian menu yang semakin beragam. Sembari mengajarinya tentang makanan, Bunda juga bisa mengajarinya untuk belajar bersih-bersih sendiri setelah makan.

Proses Menyuapi yang Terlalu Lama

Banyak sekali orangtua yang memilih untuk memanjakan buah hati mereka dengan selalu menyuapinya saat makan. Padahal, Bunda disarankan melatih si kecil untuk makan sendiri sejak usia 8-9. Baru kemudian di usia 12 bulan, ia sudah benar-benar memilih untuk makan sendiri dan menggunakan peralatan makan dengan baik. Jangan takut si kecil justru tak mau makan, bersabarlah dalam membimbingnya dan biarkan si kecil berproses.

Memilih Makanan yang Terlalu Sehat untuknya

Orangtua selalu terperangkap pada pemikiran bahwa bayi dan anak-anak harus diberikan makanan terbaik dan menyehatkan. Di lain sisi, tren makanan sehat pun semakin berkembang, dan menekankan bahwa golongan makanan sehat adalah buah-buahan, sayuran, dan biji-bijian.

Padahal makanan tersebut rendah lemak dan lebih cocok untuk orang dewasa yang tengah menjalankan diet sehat. Untuk itu, lebih bijaklah untuk urusan memberikan makanan pada si kecil ya Bun. Di usianya, mereka membutuhkan asupan lemak untuk tumbuh kembangnya.

Membiarkan Si Kecil Menggigit Makanan atau Mengonsumsi Minuman orang Dewasa

Mungkin Bunda sama sekali tak sadar ada beberapa kebiasaan orang dewasa yang justru membahayakan si kecil. Misalnya membiarkan ia menyeruput sedikit kopi atau atau memberikannya sepotong brownies. Padahal, ada bahaya yang mengintai. Kafein, soda, yang mungkin terkandung dalam minuman, akan mengancam kesehatannya.

Serta makanan manis akan membahayakan kesehatan giginya. Bahkan kalau si kecil sudah terlanjur menyukai rasanya, tak menutup kemungkinan ia akan meminta makanan itu lagi. Untuk itu, lebih berhati-hati ya Bun saat memberikan makanan atau snack pada si kecil. Di usianya, tak semua makanan disarankan untuk dikonsumsi. Terutama yang tinggi gula.

Click to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *


Parenting

Tips Mendongeng dari Pakar Sastra Anak Indonesia

story-4220329_640

Kebanyakan orangtua, khususnya Bunda kadang kala dilema tiap kali hendak mencoba mendongeng untuk si kecil di rumah. Biasanya kita takut gagal, tak didengar, takut tak bisa berekspresi di depan anak atau hal-hal lain yang membuat kita mengurungkan niat dan tak jadi mendongeng untuk si kecil. Padahal, sebenarnya semua orangtua bisa mendongeng kok Bun.

Nah Bun, Dr.Murti Bunanta SS., MA, selaku seorang Peneliti dan Pakar Sastra Anak Indonesia yang sudah berkecimpung dalam dunia dongeng sejak puluhan tahun lalu, menyebutkan jika peran orangtua dalam mendongeng sebenarnya adalah hal positif yang patut diaperisiasi.

Ditemui di acara Peluncuran ‘Dongeng Aku dan Kau’ dari Dancow, Kamis (18/7/2019) di The Dharmawangsa, Jakarta Selatan. Beliau memberikan beberapa tips untuk bunda yang ingin mulai mendongeng buat si kecil namun masih bingung cara memulainya. Diantaranya :

  1. Ambil dan pilih cerita yang Bunda senangi, yang tak bersikap memaksa si kecil atau menakuti.
  2. Saat Bunda hendak mendongeng, jadilah seperti anak kecil dan ikut berimajinasi.
  3. Gunakan benda yang ada di sekitar sebagai objek untuk memberinya gambaran cerita yang sedang Bunda sampaikan.
  4. Bunda juga boleh mengarang cerita apa saja.
  5. Cari waktu yang nyaman untuk si kecil dan untuk Bunda juga.
  6. Jangan memaksa anak untuk mendengarkan, tetap bacakan dongeng meski ia tak memerhatikan. Perlahan, si kecil nanti akan mulai mendekat dan mendengarkan dongeng dari Bunda.
  7. Dan kalau anak terus meminta satu cerita yang sama secara terus menerus, Bunda jangan bosan, karena itu artinya ia sedang ingin memahami cerita itu secara mendalam.

Selain itu, Dr.Murti juga menyarankan, agar Bunda tak memaksa anak untuk diam atau meyelesaikan permainan yang ia sedang lakukan hanya untuk mendengar dongeng dari Bunda. Karena itu tak akan memberinya stimulasi  apa-apa.

Selain itu, pilih juga waktu yang tepat dimana Bunda sedang merasa nyaman dan senggan, dan begitu pula dengan anak. Sebab menurut beliau, anak akan lebih mudah mencerna kosa kata dan cerita yang kita sampaikan ketika ia sedang merasa nyaman dibanding ketika ia sedang mengantuk karena mendengar dongeng saat sedang tertidur pada malam hari.

Click to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *


Mainan Anak

Di AS, Mainan Forky Ditarik dari Pasaran Lantaran Dinilai Tak Aman

forky

Karakter baru Forky dalam film Toy Story 4 menuai polemik baru di kehidupan nyata. Terbaru, Disney telah mengeluarkan imbauan penarikan secara sukarela mainan Forky dengan alasan masalah keamanan. Bahkan Komisi Keamanan Produk Konsumen Disney melaporkan bila bagian mata Forky dapat terlepas dan menuai risiko tertelan pada anak di bawah umur tiga tahun.

Dilansir dari Aceshowbiz, Rabu, 10 Juli 2019 perusahaan akan mengembalikan dana secara penuh kepada pelanggan yang mengembalikan mainan tersebut.

“Kami mendukung pengembalian penuh mainan Forky. Tidak ada ada yang lebih penting dibanding keselamatan konsumen kami,” ujar Disney dalam sebuah pernyataan yang diunggah di Twitter pada Senin, 8 Juli. “Silakan hubungi 866-537-7649 atau kembalikan barang tersebut ke toko Disney / Disney Parks Amerika Utara.”

Mainan Forky memang dijual di Toko Disney, Disney Theme Parks, shopdisney.com dan melalui toko Disney di Amazon Marketplace dari April hingga Juni dengan harga sekitar US$20 atau Rp 281 ribu. Sekitar 80.650 mainan telah terjual di AS dan Kanada. Langkah ini diambil sebagai tindakan pencegahan karena belum ada cedera yang dilaporkan.

Dalam film Toy Story 4, Forky berjuang dengan krisis percaya diri setelah Bonnie menciptakannya dari sampah. Tubuh Forky terbuat dari senpu atau sendok garpu dan ditambahkan aksesoris lain sehingga membuatnya menjadi mainan yang utuh.

Click to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Most Share

To Top