Parenting

Supaya Kolam Tak Jadi Tempat Berbahaya untuk Si Buah Hati, Yuk Bunda Lakukan Empat Hal Ini

people-children-child-happy-160946 (1)

Keberadaan kolam renang atau kolam ikan memang menambah elemen natural pada sebuah hunian. Tapi nyatanya, adanya kolam pun bisa berbahaya bagi anak ya Bun. Terutama untuk balita. Kabar terbaru, kemarin cucu Menko Polhukam Wiranto yang bernama Achmad Daniyal Alfatih meninggal dunia lantaran tercebur di kolam renang yang ada di dekat rumahnya.

Tak ada yang menyadari kepergian bayi berusia satu tahun empat bulan tersebut. Sang ayah, Abdi Setiawan mengatakan, putranya memang sedang aktif-aktifnya. Akhirnya si kecil pun melompat ke air dan tak ada yang memperhatikan. Tak lama, ada orang rumah yang menyadarinya baru kemudian dibawa ke RS. Namun nyawa Daniyal tak tertolong. Kini Abdi mengaku sudah ikhlas seiring kepergian putranya.

Bun, saat memiliki kolam di area rumah, orang tua memang harus sangat berhati-hati dan memperhatikan keselamatan dan keamanan anak di sekitar kolam. Mengutip Parents, berikut 4 hal yang harus diperhatikan ketika memiliki kolam di area rumah.

Bunda Harus Mengetahui Keberadaan Anak Setiap Saat ya Bun

Mengawasi segala tindak tanduk anak adalah kewajiban Bunda. Terlebih di fase dimana ia sedang aktif bergerak. Terlebih kalau di rumah Bunda ada kolam atau bak mandi yang besar. Ketika anak menghilang dari pandangan, tempat pertama yang harus dicek yaitu area kamar mandi dan kolam ya Bun. Dikhawatirkan si kecil memang bermain sendirian di tempat-tempat yang rawan licin atau dekat kolam.

Boleh Saja Ada Kolam Ikan, Tapi Perhatikan Juga Aspek Keamanannya

Salah satu supaya si kecil tetap aman sekalipun ada kolam ikan adalah Bunda dan Ayah kompak membuat pagar pembatas supaya si kecil tak bisa mengakses langsung area kolam. Idealnya, tinggi pagar sekitar 1,2-1,5 meter. Pasang juga pengait di pintu pagar. Pengait tersebut harus lebih tinggi dan sulit dijangkau oleh anak, terutama balita.

Jangan Tinggalkan Mainan dekat Kolam ya Bun, Hal ini Akan Memancing Perhatiannya

Melihat mainannya ada di luar rumah atau dekat kolam, si kecil pasti akan tertarik mendekat ke area kolam dan berniat mengambil mainannya. Sementara Bunda tak tahu bagaimana area disana. Selain itu, orang tua juga baiknya tidak menyimpan benda yang menyerupai mainan dan menarik perhatian anak.

Siapkan Tindakan Antisipasi untuk Kecelakaan yang Diluar Ekspetasi

Bunda dan Ayah perlu menyimpan peralatan yang dibutuhkan ketika terjadi keadaan darurat di dekat kolam. Misalnya, P3K dan telepon. Bahkan bila perlu, Bunda disarankan mempelajari CPR (Cardiopulmonary Resuscitation). CPR merupakan pertolongan pertama pada orang yang berhenti bernapas lantaran sebab tertentu. Kejadian meninggalnya Danial pada akhirnya menjadi pelajaran bagi seluruh orangtua agar tak melepaskan pandangan dari kegiatan si kecil. Terutama bila di tempat-tempat yang kelihatan aman tapi ada potensi berbahaya juga. Bagaimanapun, tetap awasi si kecil ya Bun.

Click to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *


Sponsored Content

Baterai Gawai Harus Dihemat Karena Takut Ada Hal Darurat

samson-vowles-191386-unsplash

Gawai alias gadget pasti menemani Bunda kemana-mana saat ini. Mulai dari alat untuk selfie ketika ketemu kawan hingga update urusan sosial media. Terkadang malah kita terlupa fungsi utama dari gawai kita, yaitu untuk komunikasi. Seringkali gawai digunakan terus menerus untuk urusan remeh temeh. Tanpa pernah berpikir jika sewaktu-waktu dibutuhkan dalam keadaan mendesak.

Mulai dari hal sederhana misalnya ketika dalam janji bertemu teman sudah di lokasi malah terkendala memberi kabar. Atau ketika di tengah jalan ingin memesan ojek online, jadi terhambat karena baterai habis. Lalu adakah tipsnya untuk memaksimalkan urusan baterai ini?

Jangan Mengaktifkan WiFi dan Bluetooth, Apabila Tak Memakai Karena Berimbas Kepada Baterai

bernard-hermant-667645-unsplash

Mengaktifkan fitur-fitur tersebut saat tidak menggunakannya akan membuat baterai cepat habis karena wifi dan bluetooth dalam kondisi ON membuat sinyal terus bekerja dan mencari. Sehingga ini berimbas terhadap baterai Bunda yang tergerus secara cepat. Maka dari itu apabila tidak digunakan jangan diaktifkan.

Kunci Gawai Bunda Saat Tidak Digunakan, Jangan Dibiarkan

fabian-albert-450447-unsplash

Langkah lainnya yang dapat Bunda lakukan jangan lupa untuk menguci gawai anda. Karena mengunci gawai menjadikan smartphone ke dalam mode rehat dan istirahat, maka dari itu layar pun dalam kondisi mati tidak stand by saat Bunda mengunci gawai. Hal ini dilakukan agar gawai Bunda dapat bertahan lebih lama.

Jangan Membiasakan Menggunakan Gawai Saat Sedang Dicharge

chelsia-qiao-483318-unsplash

Apabila Bunda menggunakan gawai saat sedang dicharge itu akan memicu kerusakan pada baterai. Memang sekilas terlihat kalau gawai nampaknya normal-normal saja dan tak menghasilkan efek apa saja. Tetapi apabila Bunda kerap mekainnya dalam waktu yang lama dan sering, kondisi baterai akan cepat bocor sehingga gawai gampang sekali untuk lowbatt meskipun pemakaian belum menghabiskan waktu sampai seharian.

Lowbat Itu Tanda, Jangan Diabaikan Begitu Saja

fancycrave-698664-unsplash

Gawai memiliki kekuatan masing-masing tergantung seberapa besar daya yang dimiliki. Apabila daya dimiliki sangat banyak mungkin ia dapat bertahan hingga satu hari penuh. Seperti halnya gawai yang memiliki kapasitas baterai 5.000 mAh. Namun, tak berarti saat sedang lowbat Bunda dapat memakai sesuka hati, karena membiarkan gawai dalam kondisi mati baru charger dapat membuat baterai smartphone cepat rusak.

Miliki Tunggangan yang Bisa Charger, Karena Gawai Menyala itu Penting Jadi Jangan Diambil Pusing

Membawa Powerbank kemana-mana mungkin terlalu ribet, belum lagi kalau powerbank mati karena dayanya habis. Mungkin membeli Suzuki Nex II tak ada salahnya, selain dapat membantu Bunda lebih cepat untuk urusan mobilitas di dalam kota. Kuda besi satu ini menawarkan satu fitur yang berguna di era sekarang yakni USB Charger, yang dapat menyelamatkan Bunda saat kehabisan daya gawai di tengah perjalanan.

nex-brilliant-white2

Ditambah lagi kalau Bunda menempuh perjalanan jauh menggunakan motor maka makin pas saja menggunakan motor ini. Karena ukurannya kompak. Dari segi panjang saja Nex II berukuran 1.890 mm, kemudian lebar 675 mm dan tinggi 1.045 mm, yang sangat nyaman untuk di bawa berkendara selama berjam-jam. Apalagi ruang kakinya sangat lega sehingga bisa mengubah-ubah posisi kaki selama perjalanan.

Macet pun bukan lagi masalah serius bagi Suzuki Nex II. Karena motor ini mengusung Suzuki Eco Performance (SEP) dengan konfigurasi 1 silinder SOHC yang berkapasitas 113 cc mampu menyalurkan tenaga ke roda secara maksimal. Dengan kapasitas tangki penuh 3,6 Liter, konon bahan bakar tersebut bisa dipakai untuk jarak tempuh sejauh 176 km. Jadi Bunda tak perlu sering-sering mengisi bahan bakar.

Layaknya gawai yang selalu melengkapi penampilan Bunda, motor Suzuki Nex II ini juga penampilan yang menarik. Dengan bentuk lampu yang modern berbentuk meruncing disematkan pada bagian depannya. Bunda juga punya banyak pilihan warna dan grafis sesuai dengan selera.

Jadi jangan lupa menerapkan tips di atas agar bisa menjaga gawai selalu online ya Bunda.

 

Click to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Most Share

To Top