Kesehatan Ibu & Anak

Stimulasi Dini Dapat Bantu Cerdaskan Bayi, Lakukan 5 Stimulasi Sederhana ini

Setelah dilahirkan, bayi perlu mendapatkan stimulus agar menjadi anak cerdas di masa belajarnya nanti. Stimulus pada bayi sejak dini dapat membantu kematangan struktur otak dan sistem saraf.

stimulusbayi

Pemberian stimulasi pada bayi mencakup enam yakni stimulus taktil (perabaan, belaian dan sentuhan), stimulus visual, stimulus auditori (pendengaran), stimulus vestibular (keseimbangan), stimulus olfaktori (penciuman), stimulus proprioseptif (otot, sendi dan ligamen) dan stimulus gustatory (pengecap).

Keenam stimulus ini dapat diterapkan ke dalam sejumlah ritual perawatan sehari-hari bayi. Di antaranya pemijatan dan sentuhan (stimulus taktil), mandi (stimulus vestibular) dan pemberian wewangian (stimulus olfaktori).

Anda pun tak perlu jungkir balik untuk melakukan stimulasi.  Asalkan Anda mau, Anda dapat lakukan kapan saja dan dimana saja:

1.  Dengan dicium, bayi tahu ada orang yang melindungi dan menjaganya

Itu sebabnya bayi suka sekali  dicium, karena dia merasa aman.

Cium di pipi, perut, lengan atau kaki bayi. Anda dapat menghujani bayi dengan ciuman, tapi lakukan dengan lembut karena bayi tidak suka dikejutkan atau gerakan kasar.

Tiup bagian tubuh bayi hingga berbunyi. Bunyi “bbrrppp” dari mulut Anda  sangat disukai bayi dan sensasi rasa geli membuat bayi senang.

2. Menggendong dan membuai penting untuk pengembangan rasa percaya, empati, belas kasih, dan hati nurani bayi

Selanjutnya bayi mengembangkan kecerdasan dan kemampuannya untuk menerima, memberikan kasih sayang, keintiman, cinta dan kebahagiaan.

Gendong bayi pada posisi tidur, dengan bagian leher bayi ditopang oleh lengan Anda. Bagian leher bayi baru masih lemah, belum bisa menopang kepalanya.  Untuk bayi usia 2 – 3 bulan, gendonglah bayi dengan posisi kepala berada di bahu Anda dengan tetap menopang lunggung, leher dan kepala.

3. Sandarkan di dada karena Bunyi detak jantung yang teratur terekam  dalam meori otak hingga tercipta keseimbangan antara kognitif dan emosi

Irama jantung Bunda yang teratur akan membuat sirkuit otak bayi khususnya di bagian korteks yang menjadi pusat ingatan dan pengendalian emosi terbentuk dengan sempurna. Bunyi detak jantung yang teratur terekam  dalam meori otak hingga tercipta keseimbangan antara kognitif dan emosi.

4. Pelukan terbukti bisa mengurangi depresi dan meningkatkan kekebalan tubuh

Pelukan adalah obat yang mujarab. Secara ilmiah pelukan terbukti bisa mengurangi depresi dan meningkatkan kekebalan tubuh. Pelukan juga bisa memberi energi baru pada tubuh lelah menjadi segar dan merasa muda. Pelukan yang dilakukan di rumah secara rutin akan memperkokoh tali kasih.

5. Tatap matanya! Dengan menatap mata bayi, Anda mendapat balasan, dia juga menatap Anda

Meski penglihatan bayi masih samar, dia bisa melihat wajah Anda dalam jarak pandang 20 – 30 cm. Dengan menatap mata bayi, Anda mendapat balasan, dia juga menatap Anda. Saat menatap wajah Anda, dia sedang mempelajari dan mengingat wajah Anda.

Ajak bayi bermain “ciluk ba” dan fokuslah menatap matanya saat membuka kedua tangan Anda.Anda juga bisa sering-sering ajak keluar rumah agar ia melihat pemandangan berbeda.

4. Meski bayi belum paham kalimat Anda,  mengajak bayi ngobrol dapat menjadi landasan bagi perkembangan bahasa bayi kelak

Beberapa bulan sebelum bayi bisa berbicara dengan baik, kata-kata yang sering didengarnya akan berperan  penting dalam perkembangan otaknya.

Bicaralah sambil menatap matanya, dengan kalimat singkat, jelas pengucapannya, intonasi naik-turun dan ekspresi menarik sesuai cerita yang Anda sampaikan.

5. Sentuhan dapat mengenalkan  bayi akan arti nilai kasih sayang dan menyayangi

Bayi tak hanya akan tumbuh menjadi pribadi yang lebih percaya diri, namun juga tumbuh menjadi pribadi yang bisa menyayangi dan peka pada lingkungan sekitarnya.

Bayi yang banyak diber sentuhan dan belaian, perilakunya akan lebih mudah diatur,  tidur lebih nyenyak dan  tidak rewel.

Click to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *


Sponsored Content

Apa Bunda Termasuk Orang Yang Bahagia? Simak hasil surveynya yuk!

Bahagia itu sederhana, begitu katanya. Tapi sebetulnya apa bahagia itu? Jawabannya mungkin relatif dan berbeda untuk masing-masing orang. Namun beberapa lembaga mencoba untuk membuat pengukuran kebahagian ini. Salah satunya adalah Badan Pusat Statistik alias BPS.

Lembaga ini melakukan survei yang terdiri atas indeks komposit yang disusun oleh tiga dimensi. Dimana ketiga dimensi ini terdiri dari Kepuasan Hidup (Life Satisfaction), Perasaan (Affect), dan Makna Hidup (Eudaimonia). Nah, berdasarkan tiga kompenen inilah kemudian ditentukan kategori orang-orang yang bahagia itu.

Kalau Bunda Mau Lebih Bahagia Mungkin Bisa Pindah Dari Kota

desa

Lupakan dulu materi dan infrastruktur yang ada, mari bicara soal bahagia dari dalam diri setiap orang. Mereka yang tinggal di desa tentu memiliki lebih banyak waktu untuk sekedar bercengkrama dengan tetangga rumahnya. Sangat jauh berbeda dengan orang-orang yang hidup di kota, dengan predikat yang sangat individualis.

Jika di desa Bunda tak akan susah payah untuk mendapatkan hasil bumi dan tanaman. Sebaliknya di kota Bunda sering kelabakan akan harga dari barang yang sering menguras pendapatan.

Hal ini tercermin dari hasil survei dari BPS. Mulai dari tingkat kenyamanan dan juga keamanan, nilai dari kepuasan hidup di desa terbukti lebih unggul daripada mereka yang di kota. Dengan nilai perbandingan 71,64% untuk orang desa menyatakan dirinya puas dan bahagia. Berbanding hanya 69,75% bagi mereka yang hidup di kota.

Bunda Tinggal Di Provinsi Mana? Maluku Utara Terpilih Sebagai Provinsi Paling Bahagia Loh

maluku

Yap, penduduk dari provinsi yang resmi berdiri sejak 4 Oktober 1999 ini memang nampaknya beda dari penduduk lain di Nusantara. Provinsi yang terdiri dari 1.474 pulau ini jadi urutan pertama untuk gelar provinsi paling bahagia dengan angka 75,68.

Suhariyanto selaku ketua BPS, menyebutkan bahwa hal yang membuat Maluku Utara menjadi provinsi paling bahagia adalah kemampuan mereka dalam soal memaknai hidup jauh lebih tinggi dibanding beberapa provinsi lainnya. Maka tak heran jika provinsi ini jadi provinsi paling bahagia se-Indonesia.

Mana Lebih Bahagia Laki-laki Atau Perempuan? Hasilnya Hanya Selisih Sedikit

lakiperempuan

Ini mungkin bisa jadi perdebatan tiada akhir. Soal mana yang lebih bahagia antara laki-laki dan perempuan. Apalagi struktur sosial di Indonesia belum bisa dikatakan sama kesempatannya untuk laki-laki dan perempuan.

Tapi hasil data dari BPS menujukan bahwa bahagia antara laki-laki dan perempuan cenderung sama. Malah angka tepatnya perempuan justru lebih unggul. Berdasarkan nilai yang dihasilkan, wanita bisa bahagia dengan indeks sebesar 71,12% lebih unggul sedikit dari laki-laki yang cuma 70,30% saja.

Dan Meski Kalah dengan Orang Tua Dalam Hal Pengalaman, Orang Muda Menang Pada Indeks Kebahagiaan

orang-tua

Data terakhir yang disajikan oleh BPS menyebutkan, bahwa kepuasan para milenial lebih tinggi dibandingkan mereka yang sudah lebih senior. Karena semakin seseorang memasuki usia tua, indeks kepuasan hidup personal semakin menurun.

Fakta ini diambil dari usia rata-rata orang tua yang telah 65 Tahun, hanya mendapat indeks kebahagiaan di angka 69,18% sedang mereka kaum muda yang masih 24 tahun berada di nilai 71,29%. Survei indeks kebahagiaan yang dilakukan oleh BPS ini, diambil pada waktu April 2017 di 487 kabupaten atau kota di 34 provinsi, dengan sampel sekitar 72.317 rumah tangga.

Selain BPS, Tabolid Otomotif Juga Mengadakan Survei Kebahagian, Hasilnya…

address

Nah tabloid otomotif juga mengadakan survei tentang kebahagian. Fokusnya adalah soal Indeks Kebahagiaan Berkendara. Indeks Kebahagiaan Berkendara merupakan formulasi dari kepuasan berkendara, kondisi kendaraan dan tingkat emosi saat berkendara yang semuanya mempengaruhi seberapa besar kebahagiaan seseorang dalam berkendara.

Survey IKB 2017 ini diadakan pada bulan Juli hingga Agustus 2017. Melibatkan responden yang berusia lebih dari 18 tahun, mengendarai kendaraan sendiri, tahun produksi kendaraan minimal tahun 2000, serta kendaraan milik pribadi. Para responden yang terdiri dari pria dan wanita dengan kategori SES A sampai SES C melakukan survei IKB 2017 dengan mengisi angket online di website OTOMOTIFNET melibatkan pengguna kendaraan motor dan mobil.

piagam address

Hasilnya? Mereka yang memakai motor Suzuki Address FI merajai kategori Skutik 110-125 cc dalam hal kebahagian berkendara. berkat transmisi CVT yang membuatnya semakin nyaman dikendarai. Apalagi Address FI dilengkapi dengan mesin SOHC 4 langkah kapasitas 113 cc yang menghasilkan performa yang baik. Teknologi full injectionnya mampu menekan konsumsi bahan bakar dengan perbandingan kompresi yang mencapai 9.4:1.

Selain itu, walau memiliki kabin yang luas bodi Suzuki Address FI cukup ramping dengan desain sporty yang menjadi andalan ke-210 responden yang mengendarai motor. Dimensi bodi panjang 1855 mm, lebarnya 655 mm dan tinggi 1095 mm serta memiliki jarak sumbu roda atau wheelbase 1260 mm. Bodi yang cukup mungil dengan jarak pijak hanya 120 mm dan ramping karena hanya memiliki bobot sebesar 97 Kg.

Itu dia list kategori mereka yang bahagia, jadi Bunda sudah masuk kategori mereka yang bahagia atau belum?

Click to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *


Kesehatan Ibu & Anak

5 Penyakit Ini Sering Menyerang Anak Balita, Kenali Penanganannya Agar Bunda Tak Panik

StockSnap_WEVW54ATOC

Anak balita (bawah lima tahun) adalah kelompok masyarakat yang rentan terhadap penyakit. Hal itu dikarenakan sistem kekebalan tubuh yang dimiliki anak balita belumlah sempurna sebagaimana sistem kekebalan tubuh yang ada pada orang dewasa.

Dengan demikian penyakit-penyakit ringan yang menyerang orang dewasa bisa menjadi sebuah penyakit yang berbahaya jika terjadi pada anak balita. Nah Bunda, berikut ini adalah 5 jenis penyakit yang biasa menyerang anak balita.

Diare Menjadi Salah Satu Penyakit Yang Cukup Sering Menyerang Si Kecil

Menurut para ahli kesehatan bayi dan anak, diare merupakan salah satu jenis penyakit yang cukup sering menyerang anak balita. Ada banyak faktor terjadinya diare pada anak balita, seperti sensitif terhadap jenis makanan tertentu, terlalu sering mengonsumsi jus buah, hingga terjadinya infeksi pada saluran pencernaannya.

Untuk mengatasinya, Bunda dapat memperbanyak asupan air putih kepada anak. Cara lainnya adalah dengan memberikan oralit pada si kecil sesuai dengan porsinya. Hal ini untuk mengganti cairan tubuh yang hilang akibat diare. Namun jika dalam waktu 24 jam diare belum reda, atau bahkan diikuti dengan muntah-muntah, maka Bunda harus segera membawanya ke dokter anak.

Demam Pada Balita Juga Harus Diwaspadai Bun

Perlu Bunda ketahui, sebenarnya demam bukanlah termasuk jenis penyakit. Demam merupakan mekanisme pertahanan tubuh terhadap infeksi atau masuknya zat asing ke dalam tubuh.  Misalnya saat influenza atau setelah imunisasi.

Untuk mengatasinya, Bunda dapat mengompres kepala dan tubuh anak dengan menggunakan air dingin. Usahakan untuk tidak mengenakan pakaian terlalu tebal. Namun jika suhu badannya telah mencapai 38 derajat Celcius, maka Bunda harus segera membawanya ke dokter. Untuk mengetahui suhu tubuhnya, Bunda dapat melakukan pengukuran suhu dengan termometer melalui anus si kecil.

Konstipasi Atau Sembelit Pun Umum Menyerang Anak Balita

Konstipasi atau sembelit pun termasuk jenis penyakit yang umum menyerang anak. Tanda-tanda si kecil mengalami konstipasi adalah dia akan menangis saat bab, atau vesesnya terlihat keras saat dia BAB. Untuk mengatasinya, Bunda dapat menambah asupan ASI atau jus buah. Namun jika langkah tersebut sudah dilakukan dan kondisi si kecil masih belum juga membaik, maka Bunda harus segera membawanya ke dokter.

Ruam Pada Balita Biasanya Disebabkan Oleh Alergi, Infeksi, Kulit Kering, dan Lecet pada Kulit

Sama seperti ketiga jenis penyakit di atas, ruam pun termasuk salah satu penyakit yang umum menyerang kulit balita. Biasanya penyakit yang satu ini disebabkan oleh alergi, infeksi, kulit kering, dan lecet pada kulit. Selain itu, ruam juga terjadi akibat pemakaian popok basah dalam waktu yang lama.

Untuk mengatasinya, gantilah popok buah hati anda sesering mungkin. Selain itu, Bunda dapat menggunakan baby oil atau lotion khusus untuk anak. Hal ini dilakukan untuk mencegah terjadinya ruam pada kulit anak.

Saat Batuk Belum Juga Reda Hingga 4 Hari, Segera Bawa Buah Hati Ke Dokter Ya Bun!

Jenis penyakit lainnya yang cukup sering menyerang si kecil adalah batuk. Pada umumnya batuk disebabkan akibat serangan virus. Jika si kecil terkena batuk disertai dengan demam ringan, maka kemungkinan besar batuk tersebut terjadi akibat infeksi virus.

Untuk mengatasinya, anda dapat menambah jumlah asupan ASI pada anak. Hal ini dilakukan karena para ahli kesehatan bayi dan anak tidak menganjurkan bayi berusia dibawah 4 bulan untuk mengonsumsi obat batuk. Untuk itu, ASI dianggap sebagai cairan yang dapat memenuhi asupan nutrisi si kecil. Namun jika demam dan batuk tersebut belum juga reda hingga 4 hari, maka Bunda harus segera membawanya ke dokter.

Penyakit-penyakit seperti demam, batuk, konstipasi atau sembelit, dan juga diare merupakan penyakit yang biasa ketika menyerang orang dewasa. Namun Bunda harus waspada jika penyakit-penyakit tersebut menyerang bayi atau anak karena jika dibiarkan bisa berbahaya.

Click to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *


Kesehatan Ibu & Anak

Bunda, Bahan Alami Yang Ada Di Rumah Ini Manjur Mengatasi Batuk Pada Bayi Dan Balita Loh

pexels-photo-265958

Batuk merupakan salah satu jenis penyakit yang umum menyerang bayi dan balita. Hal itu karena bayi dan juga balita sistem kekebalan tubuhnya belum sempurna sehingga rawan terserang penyakit. Namun perlu anda tahu bahwa batuk bukanlah penyakit biasa jika menyerang bayi. Batuk bisa menjadi sebuah tanda adanya penyakit tertentu yang menyerang bayi anda sehingga Bunda harus waspada.

Untuk itu batuk pada bayi dan balita pun sebisa mungkin harus segera diatasi. Tak melulu terpancang pada obat kimia, bahan-bahan alami yang banyak terdapat di rumah ini ternyata manjur untuk menyembuhkan batuk pada bayi dan balita.

Minyak Rosemary, Minyak Peppermint, Dan Minyak Kayu Putih Dapat Menyembuhkan Batuk Pada Bayi Dan Balita

Beberapa jenis minyak tradisional yang beredar di masyarakat seperti minyak rosemary, minyak peppermint, dan minyak kayu putih dipercaya dapat menjadi penyembuh batuk pada bayi dan balita. Untuk menggunakannya, oleskan salah satu jenis minyak tradisional pada dada bayi. Ingat, hanya dioleskan saja bukannya dikonsumsi atau diminumkan. Pada awalnya Bunda hanya perlu mengoleskan sedikit minyak tradisional ini ke dada bayi. Cara ini dapat diterapkan pada bayi dengan usia paling tidak 5 bulan.

Khasiat Bawang Putih Pun Bisa Menyembuhkan Batuk Si Kecil

Selain dapat digunakan sebagai pereda sakit gigi pada orang dewasa, bawang putih juga dapat digunakan untuk mengatasi batuk pada bayi dan balita. Untuk bayi yang berusia dibawah 6 bulan, Bunda dapat membakar atau memanaskan bawang putih lalu setelah dingin masukan ke dalam kain. Letakan kain tersebut di tempat tidur si kecil dan pastikan aman dari jangkauannya. Sedangkan untuk bayi yang berusia diatas 6 bulan, Bunda bisa langsung menggosokkan kain yang berisi bawang putih tersebut ke dada si kecil. Pastikan temperatur atau suhu bawang tersebut sudah benar-benar dingin ya Bun!

Campurkan Madu dan Air Jeruk Nipis Dengan Setengah Gelas Air Hangat Untuk Meredakan Batuk Anak

Madu dan jeruk nipis merupakan ramuan obat batuk alamiah yang sangat populer di masyarakat. bukan hanya untuk orang dewasa saja, ramuan ini pun dapat digunakan untuk meredakan batuk pada balita. Ramuan madu dan jeruk nipis dapat membantu keluarnya lendir penyebab batuk yang ada pada tenggorokan. Untuk membuatnya sangatlah mudah. Campurkan setengah sendok teh madu dan sedikit air jeruk nipis dengan setengah gelas air hangat. Minumkan pada anak sebelum dia tidur. Ramuan ini hanya boleh digunakan pada anak berusia 1-5 tahun.

Bukan Hanya Manjur Meningkatkan Kekebalan Tubuh Bayi, Kunyit Juga Ampuh Menyembuhkan Batuk

Kunyit dipercaya sebagai tumbuhan yang mampu mengurangi inflamasi dan meningkatkan kekebalan tubuh bayi. Untuk menggunakannya sangatlah mudah. bagi bayi yang masih minum ASI, Bunda dapat mengoleskan bubuk kunyit ini pada payudara sebelum menyusui si kecil. Atau cara lainnya adalah dengan mencampurkan sedikit bubuk kunyit ke dalam susu si kecil. Lakukan cara ini 2 kali sehari.

Saat Anak Sakit Tetap Berikan Air Hangat Agar Kekebalan Tubuhnya Meningkat Bun

Cara lainnya yang dapat anda gunakan adalah dengan memberikan air putih hangat kepada si kecil. Berikan air putih hangat secukupnya. Hal ini bertujuan agar tubuh si kecil tetap terhidrasi sehingga kekebalan tubuhnya pun meningkat.

Nah Bunda, bahan-bahan alami di atas bisa digunakan untuk mengatasi batuk pada si kecil. Memang dampak yang ditimbulkan tidaklah terlalu cepat seperti ketika kita menggunakan obat-obatan kimia. Namun efek samping yang ditimbulkan pun relatif lebih sedikit, bahkan mungkin tanpa efek samping. Namun jika kondisi bayi atau balita belum juga membaik, maka Bunda harus segera membawanya ke dokter anak.

Click to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *


Kesehatan Ibu & Anak

Mengenal Lebih Dekat Metode Mpasi Baby Led Weaning, Si Kecil Yang Makan Sendiri

Tumbuh kembang si kecil memang jadi proses istimewa yang harus kita ikuti. Bagaimana dirinya mulai berkata-kata, merangkak hingga akhirnya belajar untuk makan. Saat si kecil memasuki enam bulan, biasanya ini adalah masa aktif untuknya melakukan banyak hal. Bahkan menjadi momen bagus untuk mulai memberinya makan padat. Nah, untuk memberinya makan, ada beberapa jenis Mpasi yang kita berikan pada si kecil.

Dari beberapa teknik Mpasi yang bisa kita terapkan, saat ini Mpasi dengan metode Baby Led Weaning sedang digemari oleh sebagian besar ibu. Ini adalah metode memperkenalkan makanan pada bayi dengan cara self-feeding, yaitu bayi memberi makan dirinya sendiri. Sebelum memutuskan untuk mencoba metode ini, Bunda dapat membaca ulasan berikut.

Sama Halnya Dengan Metode Lain, Baby Led Weaning Juga Bertujuan Memperkenalkan Makanan Kepada Si Kecil

Dipopulerkan oleh Gill Rapley, seorang health visitor dari Inggris, Baby Led Weaning adalah cara memperkenalkan makanan kepada si kecil dengan membiarkannya makan sendiri. Si kecil pun jadi berkesempatan untuk memegang dan menyuapi makanannya sendiri. Intinya BLW adalah kebebasan untuk anak bisa mengeksplorasi makanannya sendiri.

Ketahui Waktu Yang Pas Untuk Mulai Melakukan Baby Led Weaning

Meski usia bukanlah satu-satunya patokan yang harus kita jadikan syarat untuk memperbolehkannya makan sendiri. Tapi hal ini memang jadi faktor penting yang tak boleh luput dari perhatian. Untuk itu para ahli dari The American Academy of Pediatric (AAP) merekomendasikan waktu yang tepat bagi bayi untuk mulai melakukan Baby Led Weaning pada usia 6 bulan.  Pada usia tersebut fungsi lidah untuk mengecap rasa juga sudah berfungsi lebih baik, si kecil pun sudah bisa mengunyah dan melepehkan makanan jika dirasanya tak enak.

Pilihan Makanan Yang Diberikan Saat BLW Juga Harus Diperhatikan

Sebelum memutuskan untuk memperkenalkannya pada Baby Led Weaning kita perlu tahu makanan apa saja yang cocok. Karena si kecil masih baru ingin memulai makan, tidak ada salahnya jika kita memberinya makanan dengan jenis yang berbeda-beda. Pastikan juga jika makanan yang ia konsumsi mengandung gizi yang tinggi.

Seperti wortel, brokoli dan beberapa jenis sayuran dan buah-buah lainnya. Untuk cara penyajian, sayuran sebaiknya dikukus agar memudahkan si kecil mengunyah makanan. Sedangkan untuk buah-buahan, Bunda bisa menyajikannnya dengan ukuran yang cukup bisa dia pegang. Tidak terlalu besar juga tak kelewat kecil untuk meminimalisir kemungkinan buah hati tersedak.

Lalu Bagaimana Teknik Pemberian Baby Led Weaning Yang Tepat Untuk Si Kecil?

Untuk yang satu ini kita mungkin masih banyak bertanya-tanya, tentang bagaimana teknik yang tepat dan benar. Seperti yang dikatakan penyanyi Andien pada akun instagramnya beberapa waktu lalu. Andien menjelaskan bahwa proses makan adalah proses stimulasi. Anak belajar, dia belajar menggigit, mengunyah, menghaluskan, dan menelan. Mereka bermain-main dan mengeksplor setiap makanan yang dipegangnya. Ketika makanan yang berhasil dimasukkan mulut terlalu besar, terlalu panjang, atau tidak bisa dikunyah dengan baik sehingga tidak bisa tertelan, maka bayi secara naluriah akan mengeluarkannya.

Nah jika Bunda masih merasa khawatir jika ternya si kecil akan tersedak, sebaiknya hindari makanan yang bisa membuatnya tersedak, seperti kacang, anggur utuh, serta apel dengan kulitnya. Pastikan pula jika kita tetap bersama dengannya ketika dia sedang makan. Pastikan pula dia tetap duduk selama makan dan hindari juga pemberian makanan yang mengundang alergi untuk si kecil.

Kecemasan Karena Si Kecil Makan Sendiri Memang Wajar Tapi Ini Bukan Berarti Hal Yang Tak Boleh Di Lakukan, Karena BLW Adalah Hal Yang Patut Di Coba

Untuk permulaan mungkin kita akan merasa sedikit was-was ketika buah hati mulai mengambil beberapa makanan dan mengunyahnya sendiri. Pada tahap itu tentu akan sangat wajar jika dia berkali-kali akan menjatuhkan beberapa makanannya. Daripada harus repot-repot untuk membersihkan lantai sebaiknya kita memberinya alas di lantai, untuk menampung semua makanan yang dia jatuhkan.

Karena ini adalah awalan untuk si kecil belajar makan, mungkin dia akan mengalami kekurangan zat besi. Untuk itu selain memberinya makanan yang mengandung asupan zat besi yang tinggi, kita juga bisa menyiasatinya dengan makanan lain yang bisa diterimanya dengan baik. Bunda harus tetap bersamanya ketika si kecil sedang makan untuk  memastikan sudah seberapa banyak makanan yang dia masukkan ke dalam mulutnya. Dengan begitu kita bisa mengukur seberapa banyak asupan gizi yang telah masuk ke dalam tubuhnya

 

Click to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Most Share

To Top