Parenting

Sopan Santun Penting Dimiliki Anak, Pastikan 16 Cara Mendidik Anak Bersikap Sopan Santun Anda Ajakarkan padanya

pexels-photo-1913447

Sopan santun merupakan sesuatu yang mahal. Pasalanya semakin lama sikap sopan santun terutama pada anak-anak semakin berkurang.  Pendidikan anak dalam keluarga adalah yang paling utama untuk mengajarkan sopan santun.

sopansantunpadaanak

Bagaimana cara mengajarkan anak sikap sopan santun ? Ini dia 20 cara mendidik anak bersikap sopan santun.

1. Mengajarkan sopan santun pada anak harus dimulai sejak dini

Saat anak Anda masih balita mulailah untuk menunjukkan bagaimana bersikap sopan santun agar tertanam kuat dibenaknya. Usia sekitar 2 atau 3 tahun anak harus dibiasakan melihat orang tuanya bersikap baik dan santun.

2. Pendidikan yang paling efektif adalah dengan contoh dan teladan di rumah maka berikan Contoh Yang Baik

Anda hanya bermimpi jika ingin melihat anak bersikap manis dan sopan santun jika Anda sendiri tidak bersikap demikian. Pendidikan yang paling efektif adalah dengan contoh dan teladan di rumah. Sejak kecil ajarkan anak Anda dengan sikap sopan santun dengan contoh Anda sendiri. Tanpa perlu berkata-kata pun anak akan melihat sendiri bagaimana seharusnya bersikap, apalagi jika masih balita, mungkin dengan kata-kata anak tidak terlalu faham. Jadi, mulailah bersikap sopan santun dan menjadi orangtua yang memberikan teladan.

3. Terima kasih, Tolong Dan Maaf, Ini adalah tiga kata kunci dasar dalam bersikap sopan santun.

Biasakan di rumah jika meminta sesuatu pada anak Anda dengan menggunakan kata “tolong”. Jika melakukan salah, kecil apalagi besar, sengaja ataupun tidak, gunakanlah kata “maaf”. Jangan lupa gunakan kata “terima kasih” jika anak melakukan sesuatu untuk Anda.

Tidak sulit bukan, tapi itu akan sangat berpengaruh bagi anak Anda. Ajarkan juga kata-kata lain seperti permisi, ucapan salam dan lainnya, cara mendidik anak dengan membiasakan kata-kata dan bahasa seperti itu cukup efektif bagi anak.

4. Melatih sikap sopan santun mereka dengan belajar sambil bermain sandiwara

Jika Anak Anda masih kecil, ajaklah dia bermain peran. Anak biasanya akan suka bermain peran dengan teman sebayanya. Libatkan diri Anda dan gunakan kesempatan ini untuk melatih sikap sopan santun mereka. Misalnya latihan berperan sebagai tamu dan tuan rumah secara bergiliran dengan anak, ajaran cara menjadi tamu yang santun, ajarkan juga anak cara menjadi tuan rumah yang baik.

5. Terpenting adalah jangan pernah lelah mengingatkan, latihlah dengan konsisten

Namanya juga anak-anak, mereka masih sering lupa dan tak cukup diajarkan sekali untuk bersikap sopan santun. Jangan marahi mereka, ingatkan dengan lembut, ajarkan anak dengan penuh cinta.  Dan yang terpenting adalah jangan pernah lelah mengingatkan mereka, jangan sekali-kali memaklumi karena nanti orang tua tidak konsisten di mata anak.

6. Ajarkan santun dan kesopanan Lewat Cerita

Ada dua hal yang biasanya tidak ditolak oleh anak, yaitu cerita dan musik (lagu). Pilihlah buku-buku cerita atau dongeng yang baik untuk dibacakan pada anak Anda. Mereka akan mengenal karakter yang santun dalam cerita tersebut dan akan meresap ke dalam hatinya.

7. Jangan pernah menjadikan lelucon atas setiap sikap kurang sopan anak

Kenapa demikian? karena itu hanya akan membuat anak sulit untuk memahami arti sopan santun. Apalagi jika anak Anda masih kecil atau balita, setiap perbuatannya yang salah harus diingatkan dengan lembut, jangan dijadikan bahan tertawaan karena anak akan menganggap perbuatannya adalah hal lucu.

8. Berikan perhatian pada buah hati Anda sesibuk apapun Anda di rumah

Kadang Anak melakukan hal-hal atau sikap yang dinilai kurang santun karena untuk menarik perhatian  Anda sebagai orang tua. Karena itu berikan perhatian pada buah hati Anda sesibuk apapun Anda di rumah.

9. Jika anak bersikap baik dan sopan, berikan pujian namun tidak usah terlalu berlebihan

Tidak adil rasanya jika anak terus diingatkan tentang kesalahannya, sementara dia tidak mendapatkan sesuatu atas keberhasilannya. Jika anak bersikap baik dan sopan, berikan pujian namun tidak usah terlalu berlebihan, seperti ucapan “Wah pintar anak Mamah”. Atau jika perlu berilah anak imbalan berupa makanan atau minuman kesukaannya.

10. Sabar, ajari anak Anda dengan telaten dan jangan marah-marah

Mengajarkan sopan santun harus terus dilakukan dengan konsisten dan penuh kesabaran. Mungkin anak butuh waktu yang tidak sebentar, seminggu atau dua minggu tidak akan cukup. Ajari anak Anda dengan telaten dan jangan marah-marah jika anak masih mengulangi perbuatannya.

11. Kenalkan dengan nilai moral dalam Agama sangat penting untuk perkembangan kepribadian anak 

Bagaimanapun Agama merupakan pilar yang sangat penting bagi semua manusia. Kenalkan Anak Anda dengan Agama sejak dini, nilai-nilai moral dalam Agama sangat penting untuk perkembangan kepribadian anak saat ia besar nanti.

12. Berbicara dengan halus dan libatkan mereka dalam percakapan dengan memberi contoh cara berbicara yang sopan

Jangan terbiasa berteriak-teriak biarpun di rumah, anak-anak akan mengikuti kebiasaan ini.  Ingat, Berbicara dengan anak harus mendekat dan bukan seperti Tarzan berteriak, ini bukan hutan.  Misalnya di meja makan ajarkan mereka berbicara dengan suara perlahan, libatkan mereka dalam percakapan dengan memberi contoh cara berbicara yang sopan.

13. Ketika bertemu orang, ajarkan supaya mereka tersenyum, menatap mata dan memberi salam

Ajarkan anak-anak untuk tidak menjadi pemalu. Bila ada teman atau kerabat orang tua mereka yang belum mereka kenal datang berkunjung ke rumah, ajarkan supaya mereka tersenyum, menatap mata dan memberi salam dengan menyebutkan nama mereka. Anda dapat melatih anak-anak dengan mengadakan sandiwara kecil seolah-olah Anda menjadi tamu di rumah itu. Beritahu anak-anak bahwa sikap sopan santun membantu kita menjalin hubungan dengan orang lain.

14.Tanamkan pada anak untuk selalu memilih kata-kata yang pantas

Anak-anak gampang meniru kata-kata yang mereka dengar dari orang lain, teman di sekolah atau teve. Tanamkan dalam diri mereka kebiasaan untuk selalu memilih kata-kata yang pantas dan menghindari kata-kata yang tidak pantas.  Selain memberikan penjelasan, mungkin Anda dapat memberi mereka peraturan, setiap kali mereka memakai kata kata tidak pantas, maka anak akan kena denda satu rupiah dari uang saku mereka.

15. Ajarkan Memanggil Nama

Cobalah membiasakan memanggil nama ketika berinteraksi dengan temannya. Namun tentu saja, dengan cara yang hangat. Anak-anak juga akan belajar sopan santun dengan bicara menyertakan namanya, misal, “Ayah, bolehkah Ade…” atau “Bu, apakah ibu ijinkan Ade..”. Kendati sesekali permintaan anak sedikit mendesak atau memaksa, orangtua pasti akan lebih terkesan dengan kata-kata yang sopan.

16. Lakukan Koreksi secara Sopan dan lembut, bukan marah

Ketika  anak membuat sebuah kebodohan atau kesalahan, jaga intonasi dan suara tetap terkontrol. Tetap upayakan kontak mata dan letakkan tangan di bahunya sembari menasihati. Gestur ini merefleksikan jika Anda mengoreksi anak karena kepeduliannya. Dan, bukan karena marah.

Kesopanan yang diperlihatkan pada anak akan menunjukkan betapa berharganya anak di mata orangtua. Dan, orangtua ingin anak belajar dari kesalahannya serta selalu mendengarkan nasihat orangtua.  Kelak, anak juga akan menjadi orang dewasa yang dapat menghormati dan menghargai orang lain.

Jadi, pernahkah Anda perhatikan mengapa anak-anak bisa menjadi anak yang sopan? Alasannya, karena mereka dibesarkan di lingkungan yang memberikan mereka kesopanan.

 

1 Comment

1 Comment

  1. Pingback: Sopan Santun Penting Dimiliki Anak, Pastikan 16 Cara Mendidik Anak Bersikap Sopan Santun Anda Ajakarkan Padanya | Triple "F" Corner

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *


Parenting

Kenapa Harus Membentak Bila Masih Sanggup Menasehati?

pexels-photo-1438511

Saat marah, ada kalanya orangtua tak bisa menghindari untuk tak membentak anak. Akhirnya banyak orang yang bertanya-tanya, bagaimana caranya demi mencegah hal tersebut tak terjadi lagi. Apalagi, orangtua pasti pernah merasa sangat marah sampai seolah-olah murka akibat ulah buah hatinya. Belum lagi, usaha dalam mengendalikan amarah bukanlah hal yang mudah lho Bun.

Sebagai orangtua muda, teknik mengendalikan emosi jadi tantangan tersendiri. Namun ingat lagi Bun, kenapa Bunda harus membentak bila kita masih sanggup menasehati? Di lain sisi, kunci mengendalikan amarah sebenarnya tetap bisa kita lakukan. Akan tetapi, bila Bunda tak punya perencanaan atau strategi yang matang dalam mengatasi amarah, alih-alih menasehati, yang ada Bunda mungkin akan kian emosi.

Walaupun kami percaya, hanya segelintir orangtua yang terbiasa membentak anak. Sementara yang lain tentu masih berusaha mengatasi kebiasaan buruk ini. Lalu mesti bagaimana? Jika Bunda benar-benar ingin bisa berhenti membentak saat memarahi anak, tak peduli seberapa marah pun Anda, ada beberapa hal yang bisa dilakukan yang disarankan oleh Lifehacker.

Tinggalkan ‘Area Konflik’ Sejenak ya Bun

Biasanya anak-anak senang bikin ‘ulah’ bila sedang di rumah. Hal-hal seperti mengacak-acak mainan, corat coret tembok atau bidang kosong sudah jadi pemandangan lumrah bagi bunda. Bila hal ini sedang terjadi dan merasa emosi sudah mulai meluap, mintalah pasangan untuk mengambil alih.

Ya, Bunda perlu meninggalkan sejenak lokasi kejadian yang bisa disebut ‘area konflik’, hal ini bukan berarti Bunda melimpahkan masalah pada pasangan, melainkan mencari cara untuk mengontrol diri. Dengan pergi ke tempat yang lebih tenang sejenak, biasanya kepala mereka jadi lebih dingin.

Ketika situasi sebaliknya terjadi, jangan segan untuk segera mengambil alih masalah, ketika melihat terlebih bila pasangan mulai kewalahan.

Tak Apa, Biarkan Si Kecil Tahu Bundanya Sedang marah

Saat marah, alih-alih membentak, tarik napas panjang dan bilang pada anak, “Bunda sedang marah sekarang.” Ada tipikal anak yang mudah mengerti, sehingga saat Bunda mengatakan demikian, ia akan berhenti sejenak dari aktivitasnya.

Tapi seringnya, mereka akan melawan balik dan bilang, “Aku juga marah,” atau, “Tidak, bunda tak boleh marah.” (argumen ini biasanya dilontarkan oleh anak-anak yang lebih kecil). Namun apapun reaksi mereka, setidaknya hal ini sudah bisa menjalin komunikasi.

Setelahnya, Bunda bisa meninggalkan buah hati sejenak dan berikan waktu padanya untuk menenangkan diri. Atau Bunda bisa menggendong anak atau memangkunya dan bilang, “Coba kita sekarang diam dulu sebentar sampai tenang.” 

Sumitha Bhandakar, pendiri komunitas afineparent.com, menerapkan trik ini yang ia dapat dari buku Peaceful Parent, Happy Kids: How to Stop Yelling and Start Connecting. Berdasarkan pengalamannya, trik ini sukses membuat putrinya yang baru berusia 5 tahun jadi tenang usai mengamuk.

Jadikan Alasan Berkegiatan Lain Sebagai ‘Batas Waktu’ Konflik Antara Bunda dan Buah Hati

Belajarlah memberikan nasehat daripada marah-marah pada anak. Salah satu nasehat yang perlu Bunda lakukan, biarkan anak mengerti mengenai ‘batas waktu’ konflik antara Bunda dengan si kecil. Begini misalnya,

“Bunda sangat marah sekarang, jadi bunda akan mencuci piring dan mencoba menenangkan diri. Nanti pas bunda selesai, bunda tidak akan marah lagi.”

Ucapan ini biasanya akan memicu rengekan atau tangisan si kecil yang tak mau marah pada Bundanya. Setelahnya, jangan meninggalkan anak begitu saja ya Bun. Tapi jelaskan bahwa Bunda tak marah padanya dibarengi dengan ‘batasan waktu’ seperti ini misalnya, “Bunda tidak marah sama kamu, ibu masih sayang kamu. Tapi kamu enggak selesai-selesai makannya dari tadi, dan sekarang sudah malam sekali.”

Awalnya anak mungkin akan terus merengek karena keinginannya tidak terkabul. Tapi, biasanya setelah itu mereka akan diam dan melakukan apa yang Bunda minta. Setelah semuanya selesai, jangan lupa untuk memeluk anak untuk memastikan dia tahu semuanya baik-baik saja.

Bereskan Mood Bunda dengan Memakai Perspektif Bunda Saat Dulu Masih Kanak-kanak

Seringkali menenangkan diri adalah dengan menempatkan segalanya pada perspektif yang benar. Sebelum Bunda hilang sabar karena si kecil yang sukar dinasehati, ada baiknya Bunda berpikir lagi. Bukankah demikian adanya anak-anak yang sedang tumbuh?

Mereka begitu aktif dan enggan dikekang. Dulu, saat Bunda masih kecil pun pasti melakukan hal serupa. Tentu Bunda pun ingin terus bermain, kan. Memang begitulah anak-anak. Jadi, tidak ada gunanya marah-marah. Tarik napas panjang, dan pikirkan cara lain agar dia mau melakukan apa yang Bunda mau. Pelan-pelan, berikan nasehat yang bisa diingat dan diterapkan si kecil.

Bunda Juga Bisa Menggunakan Cerita yang Ada untuk Menghadapi Anak yang Tantrum 

Kebanyakan anak-anak suka sekali mendengar cerita. Sebagai orangtua, kemampuan bercerita sebenarnya perlu diasah orangtua setelah anak mereka lahir adalah, bagaimana mengarang cerita yang baik. Kenapa? Karena cerita bisa Bunda gunakan sebagai “senjata” saat menghadapi anak yang tantrum dan tidak mau mendengarkan Bunda.

Begini misalnya: Anggap saja tokoh kesukaan anak adalah Mickey Mouse. Jadi ketika anak sedang tidak mau tidur siang, tak peduli bagaimana pun Anda membujuknya. Lalu mulailah dengan mengatakan,

“Kamu tahu enggak apa yang terjadi pada Upin dan Ipin waktu mereka enggak mau tidur siang?”

Pancing anak untuk naik ke kasur, dan lanjutkan cerita saat kondisinya sudah berbaring. Saat cerita usai, biasanya anak juga sudah hanyut ke alam mimpi. Lakukan hal yang sama untuk kasus-kasus lain, seperti ketika anak tidak mau makan, tidak mau menggosok gigi, dan lain-lain yuk Bun.

1 Comment

1 Comment

  1. Pingback: Sopan Santun Penting Dimiliki Anak, Pastikan 16 Cara Mendidik Anak Bersikap Sopan Santun Anda Ajakarkan Padanya | Triple "F" Corner

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *


Parenting

Sekalipun Terlahir Serupa, Orangtua Tak Dianjurkan Memberi Perlakuan yang Sama Pada Anak Kembar

pexels-photo-225017

Membesarkan anak kembar pada dasarnya sama dengan membesarkan anak yang bukan kembar. Namun, ada beberapa hal yang membuat anak kembar menjadi istimewa. Kemiripan diantara keduanya sering membuat Bunda sebagai orangtua bahkan gemas sendiri.

Bahkan orangtua yang  memiliki anak kembar pasti gemar mendadani si kembar dengan pakaian yang persis sama. Bukan hanya pakaian dan penampilan, seperti potongan rambut yang sama, bahkan segala bentuk kepemilikan si kembar selalu diusahakan sama.

Padahal, anak kembar, sekalipun identik memiliki identitas diri masing-masing. Bahkan sejatinya ada beberapa alasan mendasar kenapa Bunda tak dianjurkan selalu memberi perlakuan sama pada si kembar.

Pertama, Penting Sekali Mengajarkan Arti Perbedaan Pada Keduanya

Sejatinya anak kembar tetaplah dua pribadi yang berbeda sehingga tak perlu apa-apa serba diseragamkan ya Bun. Justru dengan membiasakan anak kembar selalu tampil seragam, mereka bisa salah tangkap dan menganggap harus selalu sama dalam berbagai hal, termasuk dalam pencapaian prestasi. Setiap hari harus tampil sama, saat mereka dihadapkan dengan hal yang semestinya mungkin berbeda, seperti perolehan nilai di sekolah, mereka jadi merasa ada yang salah.

Sebagai orangtua dengan anak-anak kembar, penting sekali mengajarkan arti merayakan perbedaan diantara mereka. Termasuk dalam hal-hal kecil seperti berpakaian. Tampilan berbeda bisa mempermudah si kembar memahami bahwa walaupun mereka memiliki fisik yang hampir sama, mereka bisa berbeda dalam banyak hal. Pendekatan cara ini pun bisa turut membantu Bunda menjelaskan si kembar mengapa prestasi belajar mereka pun tak selalu harus sama.

Kedua, Kompetisi akan Selalu Ada, Berikan Pengertian yang Baik Pada Keduanya Mengenai Menang dan Kalah

Kompetisi yang tak sehat antara dua anak kembar akan menyebabkan kemarahan dan kecemasan diantara masing-masing individu. Pada usia anak sekolah, kompetisi biasanya ditandai dengan keinginan meraih prestasi tertinggi, baik di bidang akademis atau bidang lain, seperti olahraga. Perasaan kompetitif seorang anak berbeda-beda. Ada anak yang merasa sangat kompetitif, dimana ia merasa harus sama dengan yang lain. Ada juga yang punya karakter santai dengan kompetisi.

Bila hal itu sudah terjadi, arahkan si kembar agar tak merasa selalu harus menyamai prestasi satu sama lain. Orang tua perlu menekankan bahwa setiap anak itu unik. Jadi kalau nilai si A lebih bagus daripada si B, Bunda pun dianjurkan untuk tak perlu terlalu dipermasalahkan. Bunda bisa mengatakan hal ini:

“Kembaran kamu nilai matematikanya lebih bagus. Kalau kamu mau mengejar nilai yang sama bagusnya, silakan. Tetapi kalau kamu sudah berusaha keras dan merasa tak mampu menyamai, jangan berkecil hati. Kamu punya kelebihan dalam hal lain, kejar saja di situ. Karena biarpun kembar, kalian masing-masing punya kelebihan dan kekurangan yang berbeda.”

Ketiga, Ajarkan Keduanya untuk Menghargai Kekurangan dan Kelebihan Saudaranya

Perbedaan akan terasa indah bila bisa dimaknai dengan cara yang benar. Setidaknya ajarkan si kembar mengenai prinsip ini. Dengan mengajak keduanya untuk mencintai diri sendiri terlebih dahulu, maka si kembar akan mengerti bahwa sekalipun mereka diciptakan dengan paras yang mirip, tetap ada kekurangan dan kelebihan diantara masing-masing individu.

Cara berdamai dengan dua hal itu tentu bukan dengan kompetisi, melainkan dengan tetap saling menghargai dan memberi dukungan. Sejak kecil, Bunda bisa tanamkan nilai-nilai cinta diri sendiri dan mendukung saudaranya lewat hal-hal sederhana, maka dengan demikian si kembar pun tak akan merasa ada yang salah bila mereka melakukan hal yang bertolak belakang sekalipun.

Bahkan dalam keseharian, memanggil sebutan ‘si kembar’ pun lebih baik diganti dengan penyebutan nama langsung. Hal ini akan membantu siapapun melihat keduanya sebagai individu berbeda. Ketika orang tua memperlakukan bayi kembar sebagai individu berbeda, orang lain akan memberikan perlakuan yang sama.

Dengan menghargai kekurangan dan kelebihan masing-masing, orang tua dapat memberikan dukungan kepada anak kembarnya kelak. Pemilihan baju, mainan, atau barang-barang juga disesuaikan dengan karakteristik masing-masing.

1 Comment

1 Comment

  1. Pingback: Sopan Santun Penting Dimiliki Anak, Pastikan 16 Cara Mendidik Anak Bersikap Sopan Santun Anda Ajakarkan Padanya | Triple "F" Corner

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *


Parenting

Susah Makan Pada Buah Hati Bisa Dipicu Penyakit Ini Loh Bun

pexels-photo-208134

Susah makan pemicunya beragam. Salah satunya problem susah makan pada anak sering pula disebabkan oleh penyakit berupa infeksi atau kelainan bawaan lho Bun. Anak pun jadi sukar makan sehingga asupan nutrisinya tak mencukupi sehingga muncul berbagai masalah.

Untuk itu, jangan buru-buru memaksanya untuk makan, kenali dulu penyebab dirinya menolak makanan yang Bunda siapkan. Kalau memang karena didera penyakit, tandanya Bunda perlu mengajaknya ke dokter agar penyakit pun terastasi dan kondisi susah makannya bisa berangsur-angsur pulih.

Diare

Ya Bun, diare akut bisa menyebabkan si kecil susah makan lho. Ini karena ia jadi sering muntah serta perutnya mulas dan berlangsung terus menerus. Untuk itu, Bunda perlu atasi dulu diare yang menyerang buah hati. Diare bisa disebabkan oleh virus, bakteri,  amuba atau bisa juga karena gangguan pencernaan.

Kelainan Jantung

Bunda perlu tahu, pada anak-anak yang mengalami kebocoran jantung, tubuhnya akan kekurangan oksigen karena darah kotor dan darah bersih akan bercampur. Akibat kekurangan oksigen ini, nafsu makan si anak akan berkurang. Nafasnya pun jadi cepat sehingga setiap ada makanan yang masuk akan dimuntahkan kembali. Tidak usah heran, jika gangguan ini menyebabkan anak sulit makan.

Gangguan atau Reflux Lambung dan Pencernaan

Anak sering muntah sampai ia jadi susah makan pun disebabkan karena adanya penyakit bawaan di area lambung dan pencernaannya lho Bun. Lambung pun akan mengirimkan sinyal ke otak yang membuat tubuh si kecil jadi menolak makanan yang masuk.

Sementara itu, refluks lambung menyebabkan anak memuntahkan makanan yang ditelannya. Penyebabnya bermacam-macam; infeksi lambung, kelainan lambung, atau produksi getah lambungnya terlalu banyak, sehingga makanan masuk akan segera dimuntahkan kembali. Ini juga yang menyebabkan anak sulit makan.

Kelainan Esofagus, Lidah, dan Bibir, serta Mengalami Fistula Trakeosofagus

Namun ada kasus lain dimana terdapat kelainan pada esofagus atau kerongkongan. Hal ini pun terjadi terutama pada anak-anak dengan kondisi bibir sumbing, mengunyah jadi sulit dilakukan. Apalagi kalau ukuran lidahnya besar, ia akan susah menelan karena terhalang oleh lidah tersebut.

Sementara itu, fistula merupakan sambungan antara tenggorokan dan kerongkongan. Pada fistula yang mengalami kelainan, saluran napas dan kerongkongan menjadi satu, sehingga anak sering tersedak di saat makan. Makan pun tak lancar. Akibatnya, anak jadi sulit makan.

Adanya Kelainan Metabolisme di Tubuh

Akibat proses metabolisme yang tak lancar, anak pun jadi tak bersemangat makan alias sulit makan. Kelainan metabolisme tubuh bisa disebabkan kurangnya jumlah produksi enzim tertentu di dalam tubuh, bisa juga karena infeksi, sifat bawaan, ataupun kelainan genetik.

Gangguan Susunan Sistem Saraf

Kemampuan makan sangat berkaitan dengan berjalannya fungsi sistem saraf. Jika sistem ini mengalami gangguan, biasanya selera makan anak akan turun. Anak pun jadi susah makan. Apalagi jika gangguan itu disertai gejala kejang dan panas tinggi. Adapun penyebab gangguan susunan saraf pusat, bisa bersifat genetik ataupun tidak. Ciri-cirinya bisa diketahui dari segi fisik.

Terkena Influenza

Anak sulit makan boleh jadi gara-gara penyakit influenza. Influenza merupakan infeksi virus yang umum dengan gejala batuk, pilek, radang tenggorokan, demam, serta nyeri pada sendi. Influenza atau flu yang menyerang anak-anak akan membuatnya sulit atau susah makan.

Tak heran jika sering terkena flu, berat badan anak pun tak kunjung bertambah atau malah turun. Masalahnya, lendir yang terdapat di saluran napas bisa memaksanya bernapas lewat mulut. Jika mulutnya diisi makanan, tentu napasnya semakin sulit. Itulah mengapa ia jadi malas atau susah makan.

Padahal obat flu karena virus ini justru istirahat yang banyak dan makan makanan bergizi. Untuk itu, Bunda perlu membujuknya lebih giat lagi serta menyiapkan kreasi yang lebih menarik aagr si kecil mau mengasup makanan yang bergizi.

1 Comment

1 Comment

  1. Pingback: Sopan Santun Penting Dimiliki Anak, Pastikan 16 Cara Mendidik Anak Bersikap Sopan Santun Anda Ajakarkan Padanya | Triple "F" Corner

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Most Share

To Top