Kesehatan Ibu & Anak

Simak Bun, Cara Mendapat Anak Laki-laki Bagi Para Pasutri

Cara mendapatkan bayi laki-laki

Bun, sebagai pengantin baru tentu saja wajar bila Bunda atau pasangan langsung terpikir untuk memiliki momongan. Nah, ada orang bilang, guna mendapatkan momongan, tentu perlu usaha ya Bun. Dalam arti begini, agar bisa hamil cepat, maka Bunda harus berada di waktu yang tepat dimana terdapat telur dan sperma sehingga terjadi pembuahan nih Bun.

Sementara itu, kemauan lain calon orangtua biasanya soal jenis kelamin bayi. Untuk dapat hamil bayi laki-laki, Bunda dan suami dapat mengupayakan beberapa hal ini.

1. Tak Ada Salahnya Mencoba Posisi berdiri

Posisi seks ternyata membawa pengaruh pada jenis kelamin janin Bunda kelak. Bila mendambakan anak laki-laki maka tak ada salahnya mencoba berhubungan badan dengan posisi berdiri. Banyak orang percaya, dengan menerapkan posisi ini, maka peluang mendapatkan anak laki-laki semakin besar.

Faktanya, posisi berdiri akan membuat penetrasi saat berhubungan jadi lebih dalam sehingga sperma pun lebih dekat mencapai sel telur, Bun. Selain itu, posisi laki laki di atas juga dipercaya akan memudahkan untuk terbentuknya janin laki-laki.

2. Lelaki Harus Memperbanyak Konsumsi Kopi

Sekalipun terdengar unik, ternyata kopi yang mengandung kafein dipercaya dapat memudahkan Bunda dan suami mendapatkan janin berjenis kelamin laki-laki. Minta ayah mengonsumsi kopi 30 menit sebelum berhubungan intim, pakar kesehatan mengatakan, sperma yang membawa kromosom laki-laki akan cenderung memiliki performa yang jauh lebih baik dalam mencapai sel telur.

3. Pertimbangkan Juga Waktu Berhubungan Seksual

Tahukah Bunda, ternyata melakukan hubungan seksual di masa-masa mendekati masa ovulasi. Sperma kromosom Y (laki-laki) memliki sifat lebih cepat, agresif dan lincah dibanding sperma X (perempuan). Sementara itu, sperma X (perempuan) lebih lambat namun lebih kuat dan lebih bertahan lama sehingga jika ingin memiliki anak perempuan, hubungan seksual harus dilakukan 2 hingga 4 hari sebelum masa ovulasi.

Namun demikian, sangat sulit untuk memprediksi secara tepat waktu ovulasi wanita. Tingkat keberhasilannya tidak dapat dibuktikan dengan pasti, karena pada dasarnya kesempatan untuk memiliki anak laki-laki atau perempuan adalah 50:50.

4. Pastikan Asupan Nutrisi Tercukupi dengan Baik

Ada sebuah studi yang mengungkapkan jika sekelompok wanita yang banyak melahirkan anak laki-laki dibanding wanita lainnya–karena asupan sereal dan makanan yang kaya akan kandungan potasium satu tahun sebelumnya.

Kendati para ahli belum bisa memastikan apakah asupan kalori atau potasium yang turut memengaruhi jenis kelamin, setelah melakukan percobaan dengan hewan, yaitu induk yang memperoleh cukup makanan tersebut melahirkan jenis kelamin jantan.

Sedangkan yang kurang memperoleh makanan melahirkan betina. Satu lagi, cobalah meningkatkan asupan makanan yang mengandung natrium dan kalium melalui menu-menu makanan asin, telur, dan daging merah, Bun.

5. Pastikan Bunda Mencapai Orgasme

Salah satu cara yang efektif guna mendapatkan anak laki-laki adalah sang istri harus mendapatkan orgasme. Ya Bun, orgasme akan memicu produksi cairan vagina bersifat basa yang bisa membantu sperma kromosom Y bertahan hidup lebih lama.

Namun, kondisi basa ini menciptakan lingkungan yang kurang bersahabat bagi sperma X (perempuan). Selain itu, orgasme wanita juga memudahkan gerak sperma menuju serviks. Kondisi ini memfasilitasi sperma anak laki-laki untuk merebut satu-satunya kesempatan untuk membuahi sel telur.

6. Kondisi fisik dan mental Juga Berpengaruh

Saat seorang wanita mengalami stres yang cukup berat, maka tubuhnya akan mengalami peningkatan hormon kortisol dan testosteron. Kondisi inilah yang kemungkinan memengaruhi sel telur untuk lebih mudah menerima sperma pembawa anak laki-laki.

Bahkan ada penelitian yang mengungkap bila beban kerja dan polusi yang dialami pria dapat mempengaruhi jenis kelamin anaknya kelak. Jadi, semakin tinggi stres kerja atau polusi, maka akan lebih tinggi kemungkinan memiliki anak perempuan.

7. Frekuensi hubungan seksual

Salah satu cara membuat anak laki laki yaitu dengan sering melakukan hubungan seksual. Semakin sering Anda melakukan hubungan seks, maka kemungkinan memiliki anak laki-laki semakin tinggi. Sebab, sperma untuk anak laki-laki lebih ringan, dengan kepala lebih kecil, dan buntut lebih pendek akan lebih mudah berenang menuju sel telur.

8. Usia

Usia juga menjadi faktor penentu pasangan berpeluang mendapatkan anak laki-laki atau tidak.  Semakin tua pasangan maka kemungkinan untuk memiliki anak perempuan lebih tinggi. Hal ini antara lain disebabkan pengaruh hormon pada wanita di atas usia 35 tahun. Selain itu, kualitas dan jumlah produksi sperma pada pria di atas 40 tahun juga bisa memengaruhi.

9. Bayi Tabung

Diantara sederet cara, maka yang dinilai akurat adalah dengan mengikuti program bayi tabung. Namun kendalanya,  program bayi tabung butuh biaya yang lumayan tinggi dan prosesnya juga cukup rumit. Cara ini juga pada umumnya hanya digunakan sebagai pilihan terakhir saat semua cara mencoba kehamilan tidak kunjung berhasil. Jika Bunda tertarik untuk menjalani prosedur ini, maka mulailah berkonsultasi langsung dengan dokter spesialis kandungan.

10. Buat Kalender Ovulasi

Seorang pakar kandungan, Landrum menyarankan,  bila hendak mendapatkan bayi laki-laki maka baiknya bercinta dilakukan di waktu mendekati masa ovulasi. Misalnya apabila masa ovulasi perempuan bermula di tanggal 26, maka lakukanlah hubungan intim di tanggal 25, 26, dan 27. Kemudian setelah itu, pastikan untuk tidak terlalu sering bercinta, Bun.

11. Mengonsumsi Makanan dengan Kalori Lebih Tinggi

Beberapa penelitian mengatakan para wanita yang mengonsumsi sarapan sehat dan 2.000 kalori setiap harinya ketika sedang dalam program mendapatkan anak laki-laki, akan menambah peluang keberhasilan Bunda mendapatkan anak laki-laki.

Untuk itu, pilihlah makanan yang tinggi energi seperti pisang, ikan dan sayuran. Sementara itu, Dr Ava Cadell, terapis cinta dan seks mengatakan, dengan mengatur konsumsi makanan tentu dapat meningkatkan kemungkinan wanita untuk mengandung anak laki-laki.

12. Pakaian Nyaman

Salah satu faktor yang berpengaruh yaitu pakaian ayah. Karena faktanya kromosom Y tidak tahan dengan suhu panas, maka disarankan agar si laki-laki memakai pakaian yang nyaman dan berbahan dingin. Kenapa? Agar area gential dapat terjaga dengan suhu dingin sehingga sperma dari gen laki-laki tersebut dapat bertahan lebih lama, Bun.

Click to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *


Kesehatan Ibu & Anak

Benarkah Bentuk Perut Ibu Hamil Tentukan Jenis Kelamin Bayi?

anticipation-belly-body-1376959 (1)

Sebagai seorang ibu, Bunda mungkin pernah mendengar beberapa mitos tentang bayi dalam kandungan. Mitos yang paling sering terdengar juga tentang jenis kelamin bayi yang bisa ditebak dari bentuk perut ibunya. Bunda sendiri apakah percaya dengan hal itu? Kendati sumber pastinya tak dapat dipastikan, kenyataannya banyak ibu yang percaya dengan mitos tersebut.

Misalnya, konon katanya bila perut bagian atas lebih besar maka bayi yang dikandung adalah perempuan. Sebaliknya, jika yang besar bagian bawah maka bayinya adalah laki-laki. Selain teori itu, ada juga yang mengatakan kalau perut ibu hamil melebar maka anaknya perempuan. Sementara, apabila perut ibu hamil lonjong ke depan maka ibu mengandung bayi laki-laki. Lantas, benar tidak ya anggapan tersebut?

Dikutip dari Kumparan.com, dalam bukunya yang berjudul Mitos Seputar Masalah Seksualitas & Kesehatan Reproduksi, dokter umum dr. Handrawan Nadesul dan dr. Kartono Mohamad menjelaskan bahwa kedua teori itu tidak benar. Sebab, bentuk dan tinggi perut ditentukan oleh otot perut, rahim dan bayi yang ada di dalamnya.

Sementara untuk perut yang besar di bagian bawah–dekat pelvis atau selangkangan, justru menandakan ibu hamil semakin dekat dengan waktu melahirkan. Bentuk perut yang lebar atau menonjol ke depan juga dipengaruhi oleh kandungan kemih dan posisi bayi di dalam perut.

Sementara mengenai tinggi atau rendahnya bentuk perut saat hamil lantaran dikarenakan bentuk tubuh serta riwayat kehamilan, Bunda perlu tahu lebih lanjut. Justru misalnya Bunda tengah mengandung anak kedua, otot perut sudah lebih kendur sehingga bentuk perut tampak lebih rendah. Dilansir BBC, sebuah penelitian menunjukkan rata-rata bayi laki-laki memang lebih berat daripada bayi perempuan saat lahir. Sehingga logikanya, perut ibu hamil cenderung lebih besar saat mengandung bayi laki-laki.

Jadi jika suatu waktu keluarga ataupun tetangga melihat bentuk perut Bunda dan mengomentari jenis bayi di dalam kandungan, jangan percaya sepenuhnya ya. Berikan saja senyuman padanya dan berterima kasih atas perhatian mereka.Kalaupun tebakan mereka benar, ya memang mungkin terjadi. Apalagi memang lantaran semua kehamilan punya peluang 50 persen bayi perempuan dan 50 persen bayi laki-laki.

Click to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *


Parenting

Perbedaan Mual Hamil dan Maag yang Bunda Perlu Tahu

abdomen-casual-close-up-1415554 (1)

Mual merupakan salah satu tanda kehamilan yang biasa muncul yang sering dirasakan wanita. Tapi, sekalipun mual memang bisa jadi pertanda yang cukup akurat, ada kalanya mual juga dikaitkan dengan penyakit maag Bun. Sekilas, gejala mual yang disebabkan kehamilan dan penyakit maag memang mirip. Sejatinya ada sedikit perbedaan mual hamil dengan mual maag nih Bun. Berikut ini ciri hamil muda dan gejala hamil muda, Bun.

Mual Hamil disebabkan Karena Perubahan Hormon

Sepintas, mual hamil dan mual maag memang terlihat sama. Saat hamil, mual yang Mama rasakan terjadi karena adanya perubahan hormonal yang menyebabkan asam lambung meningkat sehingga rasa mual dan ingin muntah pun muncul. Pada tahap ini memang terlihat tidak ada yang berbeda. Yang berbeda hanyalah mual hamil karena perubahan hormon, sementara mual maag bukan terkait perubahan hormon.

Mual Maag Tak Terjadi Secara Terus Menerus, Bun

Bun, mual maag cenderung tak terjadi secara terus menerus. Saat Bunda sudah mengonsumsi obat dan memperbaiki pola makan, mual yang Bunda alami akan segera mereda. Berbeda dengan mual saat hamil. Mual akan berlangsung secara terus menerus. Sekitar 50 persen perempuan hamil mengalami mual dan muntah sering yang terjadi pada sebulan setelah haid berakhir.

Mual Hamil Hanya Muncul Saat Mencium Bau-bau Tertentu

Jika Bunda mengalami mual saat mencium bau tertentu yang cukup menyengat padahal sebelumnya tidak pernah mengalami masalah dengan bau, maka bisa jadi mual yang Bunda alami sejatinya adalah pertanda kehamilan. Saat hamil, indera penciuman Bunda akan jadi lebih sensitif dibandingkan sebelumnya. Untuk itu, Bunda disarankan untuk melakukan uji kehamilan menggunakan test pack guna memastikannya.

Mual Hamil Terjadi Saat Mengonsumsi Makanan Tertentu

Bun, mual karena hamil bisa terjadi karena sensitif terhadap bau tertentu. Sementara mual maag terjadi dan semakin parah jika Bunda mengonsumsi makanan yang memicu penyakit maag muncul, Bun. Makanan tersebut diantaranya makanan pedas, asam, berlemak dan berminyak.

Mual Hamil Biasanya Disertai Rasa Pusing

Tahukah Bunda, mual kehamilan biasanya disebabkan dengan munculnya rasa pusing. Sementara bila mual akibat maag, memang ada rasa pusing, namun biasanya lebih merasakan sakit di ulu hati. Untuk itu, bila Bunda punya riwayat maag, namun saat mual tak disertai rasa sakit di ulu hati, bisa saja kondisi tersebut jadi tanda-tanda kehamilan.

Click to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *


Kesehatan Ibu & Anak

Tips Bangunkan Si Kecil Tak Perlu dengan Suara Keras, Bun

bed-child-cute-101523 (2)

Salah satu tantangan orangtua yang buah hatinya sudah mulai sekolah adalah cara membangunkan si kecil di pagi hari. Bahkan kadang si anak bisa saja mengamuk bila dibangunkan pagi-pagi nih Bun. Ternyata ada tips tersendiri supaya si kecil lebih mudah dibangunkan nih Bun. Pertama, orangtua perlu memperhatikan jam tidur si kecil di malam hari. Anak usia 3-5 tahun membutuhkan 10-13 jam tidur agar saat pagi bangun dengan segar.

“Jadi kita lihat kalau anak bangun jam 6 pagi dan tidak segar, berarti jam tidurnya harus dipercepat lagi,” jelas Andyda seperti dikutip dari Liputan6.com.

Jam tidur yang cukup sangat diperlukan untuk kesehatan dan tumbuh kembang anak. Kurang tidur dapat menganggu kemampuan anak untuk belajar. Selain itu, kurang tidur mengganggu emosi sehingga menyebabkan gangguan mood, kecemasan, hiperaktif dan berbagai gangguan perilaku lainnya pada anak.

Mengingat pentingnya tidur bagi kesehatan anak, maka orangtua perlu memprioritaskan tidur sebagai ritual utama keluarga. Bagi orangtua yang bekerja dan pulang larut malam, maka bisa menugaskan kepada orang di rumah yang mengasuh anak untuk mengajak anak tidur pada jamnya.

Bisa dimulai dengan membacakan cerita, mendongeng, atau mendampingi anak hingga anak tertidur lelap kata Andyda. Menyanyikan lagu atau membaca dongeng dengan menyenangkan dapat membantu anak untuk bisa tidur lebih cepat dan bangun dengan segar.

Bangunkan secara perlahan

Bun, tak semua orang merasa nyaman karena terbangun lantaran suara keras atau tubuh diguncang-guncang. Begitu juga dengan si Kecil. Karenanya, sediakan waktu untuk membangunkan si Kecil sehingga Bunda bisa membangunkannya dengan perlahan.

Misalnya dengan memberi pelukan, menggosok punggungnya atau mengajaknya bangun dengan nada suara yang gembira. Biasakan untuk membangunkan si Kecil 5-10 menit lebih awal dari waktu bangun sehingga Bunda punya cukup waktu untuk membangunkannya secara perlahan.

Pasang musik kesukaannya

Cara membangunkan anak ini lebih efektif dari yang Bunda bayangkan, lho. Pasang saja musik kesukaanya yang berirama gembira atau energik agar suasana hati anak menjadi gembira saat ia terbangun. Tentunya secara berkala Bunda perlu mengganti lagunya, ya. Tapi tenang saja, Bunda tak akan pernah kehabisan stok lagu, kok.

Beri reward jika ia bisa bangun pagi tanpa kesulitan

Tak ada salahnya kok Bun, membuat kesepakatan dengan si kecil mengenai reward untuk bangun di pagi hari yaitu dengan memberikan pujian bahwa ia berhasil bangun pagi dengan tertib.

Beri waktu adaptasi setelah liburan

Nah, biasanya yang lebih menantang adalah bagaimana cara membangunkan anak pagi hari setelah liburan panjang. Karenanya, sebaiknya seminggu sebelum liburan berakhir anak sudah mulai dibiasakan untuk bangun lebih pagi daripada biasanya sehingga ia ada waktu untuk beradaptasi kembali dengan rutinitas pagi di hari sekolah.

Click to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Most Share

To Top