Parenting

Setiap Orangtua Ingin Anak Patuh pada Orangtua, Ini Cara Mendidik Anak Agar Patuh pada Orangtua Tanpa Paksaan

StockSnap_HA3JD0XRX2

Cara mendidik anak agar patuh terhadap orang tua bukan dengan cara kekerasan fisik maupun mental. Kepatuhan anak akan lebih baik jika dimunculkan dari kesadaran anak kita sendiri atau tanpa paksaan. Hal ini bisa dilakukan dengan cara mendidik anak agar mengerti bahwa patuh kepada orang tua adalah hal yang baik dan bernilai positif.

Namun, hal ini tentu tidaklah mudah, karena orang tua harus memiliki kesabaran ekstra dan usaha yang keras. Dalam video ini digambarkan beberapa cara mendidik anak agar patuh terhadap orang tua:

Click to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *


Sponsored Content

Baterai Gawai Harus Dihemat Karena Takut Ada Hal Darurat

samson-vowles-191386-unsplash

Gawai alias gadget pasti menemani Bunda kemana-mana saat ini. Mulai dari alat untuk selfie ketika ketemu kawan hingga update urusan sosial media. Terkadang malah kita terlupa fungsi utama dari gawai kita, yaitu untuk komunikasi. Seringkali gawai digunakan terus menerus untuk urusan remeh temeh. Tanpa pernah berpikir jika sewaktu-waktu dibutuhkan dalam keadaan mendesak.

Mulai dari hal sederhana misalnya ketika dalam janji bertemu teman sudah di lokasi malah terkendala memberi kabar. Atau ketika di tengah jalan ingin memesan ojek online, jadi terhambat karena baterai habis. Lalu adakah tipsnya untuk memaksimalkan urusan baterai ini?

Jangan Mengaktifkan WiFi dan Bluetooth, Apabila Tak Memakai Karena Berimbas Kepada Baterai

bernard-hermant-667645-unsplash

Mengaktifkan fitur-fitur tersebut saat tidak menggunakannya akan membuat baterai cepat habis karena wifi dan bluetooth dalam kondisi ON membuat sinyal terus bekerja dan mencari. Sehingga ini berimbas terhadap baterai Bunda yang tergerus secara cepat. Maka dari itu apabila tidak digunakan jangan diaktifkan.

Kunci Gawai Bunda Saat Tidak Digunakan, Jangan Dibiarkan

fabian-albert-450447-unsplash

Langkah lainnya yang dapat Bunda lakukan jangan lupa untuk menguci gawai anda. Karena mengunci gawai menjadikan smartphone ke dalam mode rehat dan istirahat, maka dari itu layar pun dalam kondisi mati tidak stand by saat Bunda mengunci gawai. Hal ini dilakukan agar gawai Bunda dapat bertahan lebih lama.

Jangan Membiasakan Menggunakan Gawai Saat Sedang Dicharge

chelsia-qiao-483318-unsplash

Apabila Bunda menggunakan gawai saat sedang dicharge itu akan memicu kerusakan pada baterai. Memang sekilas terlihat kalau gawai nampaknya normal-normal saja dan tak menghasilkan efek apa saja. Tetapi apabila Bunda kerap mekainnya dalam waktu yang lama dan sering, kondisi baterai akan cepat bocor sehingga gawai gampang sekali untuk lowbatt meskipun pemakaian belum menghabiskan waktu sampai seharian.

Lowbat Itu Tanda, Jangan Diabaikan Begitu Saja

fancycrave-698664-unsplash

Gawai memiliki kekuatan masing-masing tergantung seberapa besar daya yang dimiliki. Apabila daya dimiliki sangat banyak mungkin ia dapat bertahan hingga satu hari penuh. Seperti halnya gawai yang memiliki kapasitas baterai 5.000 mAh. Namun, tak berarti saat sedang lowbat Bunda dapat memakai sesuka hati, karena membiarkan gawai dalam kondisi mati baru charger dapat membuat baterai smartphone cepat rusak.

Miliki Tunggangan yang Bisa Charger, Karena Gawai Menyala itu Penting Jadi Jangan Diambil Pusing

Membawa Powerbank kemana-mana mungkin terlalu ribet, belum lagi kalau powerbank mati karena dayanya habis. Mungkin membeli Suzuki Nex II tak ada salahnya, selain dapat membantu Bunda lebih cepat untuk urusan mobilitas di dalam kota. Kuda besi satu ini menawarkan satu fitur yang berguna di era sekarang yakni USB Charger, yang dapat menyelamatkan Bunda saat kehabisan daya gawai di tengah perjalanan.

nex-brilliant-white2

Ditambah lagi kalau Bunda menempuh perjalanan jauh menggunakan motor maka makin pas saja menggunakan motor ini. Karena ukurannya kompak. Dari segi panjang saja Nex II berukuran 1.890 mm, kemudian lebar 675 mm dan tinggi 1.045 mm, yang sangat nyaman untuk di bawa berkendara selama berjam-jam. Apalagi ruang kakinya sangat lega sehingga bisa mengubah-ubah posisi kaki selama perjalanan.

Macet pun bukan lagi masalah serius bagi Suzuki Nex II. Karena motor ini mengusung Suzuki Eco Performance (SEP) dengan konfigurasi 1 silinder SOHC yang berkapasitas 113 cc mampu menyalurkan tenaga ke roda secara maksimal. Dengan kapasitas tangki penuh 3,6 Liter, konon bahan bakar tersebut bisa dipakai untuk jarak tempuh sejauh 176 km. Jadi Bunda tak perlu sering-sering mengisi bahan bakar.

Layaknya gawai yang selalu melengkapi penampilan Bunda, motor Suzuki Nex II ini juga penampilan yang menarik. Dengan bentuk lampu yang modern berbentuk meruncing disematkan pada bagian depannya. Bunda juga punya banyak pilihan warna dan grafis sesuai dengan selera.

Jadi jangan lupa menerapkan tips di atas agar bisa menjaga gawai selalu online ya Bunda.

 

Click to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *


Parenting

Bila Si Kecil Terbuka Tunjukkan Setiap Emosinya, Itu Tanda Orangtua Berhasil dalam Pola Asuhnya

kidsss1

Urusan menerapkan pola asuh pada si kecil tak semudah kelihatannya. Ada banyak aspek yang harus dipahami atau diterapkan orangtua. Kalau keliru, bukannya membuat anak semakin disiplin, justru ia bisa saja jadi mudah berontak atau bahkan enggan mendengar masukkan.

Karenanya, Bun, orangtua harus kompak dahulu dalam menentukan pola asuh apa yang akan diterapkan. Dengan begitu, si kecil pun tak akan bingung. Nah, menurut psikolog klinis Nadene van der Linden, ada beberapa tanda anak mendapatkan pola asuh yang tepat dan sesuai dengan kepribadiannya.

Ia Mau Terbuka dalam Menunjukkan Setiap Emosi kepada Orangtuanya

Saat si Kecil sudah percaya sepenuhnya pada orangtuanya, percayalah, ia tak akan ragu menunjukkan setiap ekspresi emosinya. Baik saat ia marah, sedih, senang, atau bahkan takut. Kalau si kecil justru tertutup, ini yang justru perlu dikhawatirkan.

Bisa jadi ini terjadi karena selama ini ia merasa jarang diperhatikan, sehingga enggan untuk mencari perhatian. Kalau Bunda merasakan hal demikian, cobalah kesampingkan dulu gawai atau hal-hal lain yang membuat jarak antara Bunda dan buah hati serta mulailah memberikan banyak waktu untuk bicara atau bermain bersamanya.

Ia Pun Tak Masalah Membicarakan Tiap Masalah pada Orangtuanya

Kalau hubungan Bunda dan buah hati sudah dekat, sudah pasti si kecil akan mencari kedua orangtuanya saat mengalami masalah. Mereka akan menganggap orangtua sebagai pihak yang bisa memberi solusi. Kalau hubungan seperti ini sudah terjadi, tandanya orangtuanya sudah memberikan rasa aman, sehingga si kecil mau mencari bantuan saat sedang bermasalah.

Perlu diingat Bun, respon yang diharapkan si kecil tentu saja orangtuanya mau mendengarkan mereka terlebih dahulu. Di lain sisi, hindari memarahi atau menolak cerita anak ya, Bun. Hal ini justru bisa membuat anak jadi ragu untuk bercerita lagi untuk kali kedua.

Saat Diberi Nasehat, Mereka Pun Tak Keberatan Untuk Mendengar Masukkan dari Orangtuanya

Salah satu tanda positif dari hubungan antara orang tua dan anak adalah ketika masing-masing mau saling mendengarkan masukan. Beberapa orang tua tanpa sadar seringkali membatasi komunikasi dengan anak. Entah lewat perilaku maupun emosi yang suka mempertanyakan masalah anak dengan nada tinggi.

Bahkan ada pula orangtua yang justru menutup diri dan enggan mendengar keluhan anak sehingga lambat laun si kecil pun merasa enggan menambah beban dan memilih untuk tak mengungkap masalah. Kalau begini, justru bahaya lho Bun. Hindari meremehkan anak karena bisa membuatnya jadi tidak percaya diri.

Orangtua Bisa Untuk Tidak Memberi Label Pada Anak

Hindari memberikan label dengan menyebut anak menggunakan kata ganti lain ya Bun, Misalnya ‘si Nakal’, ‘si Cengeng’, atau ‘si Malas’. Sementara kalau Bunda berkomunikasi dengannya tanpa memanggil anak dengan sebutan nama dan tanpa label, ini adalah salah satu tanda positif.

Menyebut anak dengan sebutan label tertentu justru akan membuatnya lebih fokus pada hal tersebut. Ia jadi tidak mau mencari kebaikan lain dalam dirinya. Bahkan bukan tak mungkin label yang tersemat padanya bisa membuatnya jadi tak percaya diri dan mudah emosi.

Bunda Secara Adil dan Terbuka Mendukung Bakat Buah Hati

Memberikan kesempatan untuk anak mengejar minat dan bakatnya merupakan salah satu tanda pengasuhan yang positif, Bun. Saat anak didukung, ia akan menjadi lebih tekun. Kalau ia mampu mengikuti kegiatan atau fokus di bidang tertentu yang hanya sebagai tuntutan orang tua, bisa jadi ia akan merasa terkendali dan tidak mau mengungkapkan pendapat.

Ada Batasan yang Jelas dan Bisa Ditaati oleh Anggota Keluarga

Meski hubungan Bunda dan si kecil kian akrab, tetap perlu diterapkan batasan agar anak mau berperilaku sopan. Hal Bimbingan yang tepat akan membantu anak bisa memahami batasan tersebu. Sebab kalau si kecil dibiarkan tanpa batasan, seiring bertambahnya usia anak justru bisa semakin hilang kendali dan jadi bermasalah.

Bun, penting sekali untuk tak sekedar tegas, tapi juga memberi batasan. Hal ini akan membantu si kecil merasa dicintai dan dihargai, bahkan jika mereka sebenarnya tidak menyukai batasan tersebut. Beberapa contoh batasan dan aturan yang perlu diterapkan orang tua yakni jadwal rutinitas sehari-hari dan bahasa sopan terhadap anggota keluarga.

Kalau Bunda Salah, Bunda Mau mengakui kesalahan

Salah satu tanda lain pengasuhan Bunda sebagai orang tua sudah berhasil kalau Bunda mau mengakui kesalahan dan meminta maaf di hadapan si kecil. Selain bisa menjadi contoh positif untuk anak, hal ini juga akan membantu memperbaiki hubungan orang tua dan anak saat terjadi masalah.

Bicarakan pada anak tentang kesalahan yang mungkin dilakukan oleh orangtua, minta maaf dan diskusikan bagaimana cara untuk memperbaiki kesalahan tersebut ya Bun.

Click to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *


Parenting

Kenali Tanda Si Kecil Sudah Siap Melakukan Toilet Training yuk Bun!

Sumber : Baby Bjorn

Melakukan toilet training pada anak merupakan sesuatu yang menantang. Bun, kunci melatih agar si kecil paham toilet training yaitu Bunda jangan memaksanya ya. Dengan memaksa, ia justru bisa trauma dan makin susah untuk diajak toilet training.

Soal minimal usia, sejatinya tak ada batasan baku sejak kapan si kecil mulai dikenalkan toilet training. Tapi sebagian Bunda sudah melakukannya sejak si kecil usia 5 bulan. Tapi di usia tersebut, si anak belum bisa berbicara. Karenanya mungkin  jauh lebih baik memulainya kalau si kecil sudah bisa diajak komunikasi dua arah ya Bun. Dan soal ciri-cirinya, ini dia tanda kalau si kecil sudah siap untuk toilet training.

Si Kecil Sudah Bisa Bicara

Kalau si kecil sudah bisa bicara dan diajak komunikasi dua arah, tandanya ia sudah mampu melakoni kegiatan buang air kecil di toilet ni Bun. Bunda bisa mulai mengajarkan kata-kata seperti “pis” dan “pup” agar si kecil dapat memberitahu Bunda soal keinginannya untuk buang air.

Sudah Ada Jadwal Buang Air yang Secara Biologis Muncul secara Teratur

Yup! Bunda mulai bisa mengenali dan melihat pola si kecil dalam membuang air. Bun, jadwal buang air ini biasanya teratur setiap hari. Karenanya, Bunda perlu memperhatikan kebiasaan si kecil agar lebih lancar lagi melakukan toilet training ya Bun.

Popok yang Dikenakan Si Kecil Ternyata Tak Basah Selama Dua Jam

Kalau popok si kecil tetap kering minimal selama dua jam, itu berarti dia sudah bisa mengontrol otot di kandung kemihnya. Nah, kalau ia mulai bisa mengontrol dan menunda buang airnya, ini tanda kalau buah hati Bunda sudah mulai bisa diajarkan untuk menggunakan toilet.

Ia Terlihat Tak Nyaman dengan Popok yang Kotor

Ada lho anak yang secara terang-terangan mengatakan kalau ia merasa tak nyaman dengan popok yang ia gunakan. Kalau si kecil sudah mengaku demikian, maka begitu ia buang air kecil di diapers, Bunda bisa cepat-cepat mengganti dan membuang diapers kotornya ya Bun dan pelan-pelan kenalkan soal toilet.

Sadar Tak Sadar, Ia Jadi Suka dengan Toilet dan Siap Menerima Instruksi

Salah satu ciri anak tertarik toilet training adalah ia menyukai dan tertarik dengan toilet. Si Kecil mulai menyukai kegiatan di kamar mandi seperti memainkan selang siram dan tombol siram. Selain itu, ia pun bisa menerima kala Bundanya memberikan instruksi.

Misalnya saat Bunda memintanya melepaskan pakaian sendiri, mengambil barang, atau apapun itu. Kalau permintaan Bunda berhasil dilakukannya, maka sejatinya Bunda bisa mulai memintanya untuk buang air di toilet. Mulailah dari memintanya untuk membuka celana sendiri, duduk di toilet, setelahnya, Bunda bisa pelan-pelan mengajarkan cara membasuh kemaluan, menyiram toilet dan mencuci tangan dengan sabun.

Click to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *


Parenting

Walau Jarang Bertemu Ayah, Biasakan Si Kecil Punya Banyak Waktu Bermain dengan Ayahnya ya, Bun!

Father and son (3-4) playing catch in park, side view

Tak seperti Bunda, waktu antara si kecil dan ayahnya cenderung lebih sebentar. Ayah harus pergi bekerja berangkat pagi pulang malam sehingga quality time akan terasa kurang. Sementara si kecil terus bertumbuh dan tak terasa ia pun sudah mengerti kalau ia butuh sosok ayah yang bisa menemaninya saat bermain.

Sebab saat si kecil dewasa, pasti akan ada waktu ia mengenang masa kecilnya. Kalau si kecil tak memiliki banyak memori dengan ayahnya, lantas apa yang bisa dikenang, Bun? Karena itu, yuk Bun ajak si ayah untuk mau berinisiatif menyiapkan waktu dan aktivitas yang menimbulkan banyak keseruan bersama ayahnya. Mengutip ayahbunda.com, ini dia keseruan yang bisa dilakukan bersama ayah.

Belajar Naik Sepeda 

Salah satu kebanggaan seorang ayah adalah saat mengajari anaknya mengendarai sepeda roda dua. Bunda mungkin tidak akan tega melihat si kecil terjatuh atau terluka saat belajar naik sepeda. Namun, bersama ayah, ia akan selalu melindungi dan menyemangati anak kala ia jatuh dari sepeda. Hingga pada waktunya si kecil mahir bersepeda nanti, ia akan selalu ingat saat pertama ayahlah yang mengajarinya naik sepeda.

Menari Bersama 

Saat ada waktu senggang di rumah, putarlah musik riang. Lalu, taruh kaki anak di atas kaki Anda. Pegang tangannya dan bergeraklah. Bunda bisa merekam dengan video semua kegembiraan ini. Saat besar nanti, ia akan bisa pamer jika ayahnyalah yang pertama kali mengajarinya menari.

Membeli Es Krim

Kalau Bunda sering berpendapat agar si kecil belum boleh terlalu sering makan es krim, menurut ayah tidak begitu. Sesekali makan es krim berdua anak tidak apa-apa. Jadi, ajak balita ke toko es krim dan pilih rasa es krim yang berbeda.

Beri anak kesempatan mencicipi es krim milik ayahnya sebaliknya. Sederhana, namun saat besar nanti, ia akan ingat ayahnya setiap kali lewat toko es krim. Ia juga tidak akan pernah lupa rasa es krim favorit Anda.

Membuat Mainan dari Kardus 

Saat sedang bersih-bersih rumah, Bunda ingin membuang kardus yang tak terpakai. Tahan dulu Bun, siapa tahu ayah bisa mengubah kardus tersebut menjadi mainan buat anak, seperti pesawat terbang atau mobil balap. Ajak si kecil membantu si ayah dan biarkan ia berkreasi dalam membuatnya, misalnya saat mewarnai dan menghiasnya. Setelah jadi, potretlah mainan tersebut bersama anak.  Saat besar nanti, ia akan tersenyum melihat foto berharga tersebut.

Mengemudikan Mobil 

Pangku dan berikan balita kesempatan memegang kemudi mobil yang sedang berhenti. Ayah dan si kecil bisa berimajinasi sedang berjalan-jalan melewati pegunungan, hutan, atau pantai. Jangan lupa menyebutkan segala yang bisa ditemui dalam ‘perjalanan’. Anak akan berterima kasih sudah dipercaya untuk ‘mengemudi’ dalam perjalanan tersebut. Kelak ia akan ingat momen ini sebagai saat pertama Anda mengajarkannya mengemudi.

Menonton Tim Bola Favorit 

Bunda mungkin mulai jarang lagi menemani ayah menonton bola sehingga ayah selalu sendirian menonton tim sepakbola kegemaran di rumah. Sesekali, ajak si kecil menonton tim sepakbola favorit ayahnya saat berlaga. Anak memang belum paham, tapi melihat antusiasme sang ayah, bisa jadi ia semangat dan bahkan ikut berteriak girang saat tim ayahnya mencetak gol. Bukan tidak mungkin, saat besar nanti, ia jadi penggemar tim sepakbola yang sama dengan ayah. Keren, kan?

Memanjat Pohon 

Buat sebagian Bunda, memanjat pohon adalah aktivitas berbahaya untuk balita. Tapi tidak demikian dengan ayahnya. Ayah pasti ingin anak belajar memanjat pohon, seperti yang dulu sering ayah lakukan ketika kecil. Jika kebetulan ada melihat sebuah pohon rindang, mintalah ayah untuk angkat anak dan naikkan di dahan yang kuat.

Bayangkan, betapa senangnya anak melihat sekelilingnya dari ketinggian pohon. Dan ia tidak akan pernah lupa pengalaman mengesankan tersebut. Lebih seru kalau Bunda dan ayah mengajaknya ke rumah pohon.

Bermain di Garasi 

Siapa bilang hanya orang dewasa yang boleh ada di garasi? Anak anak juga bisa. Sertakan si kecil untuk membantu ayahnya saat sedang memperbaiki mobil atau motor. Biarkan juga ia ikut asyik mencuci sepedanya sendiri saat Anda mencuci kendaraan di garasi. Selain belajar bertanggung jawab terhadap barang miliknya, siapa tahu saat besar nanti ia akan jadi insinyur yang merancang mesin-mesin hebat. Dan semuanya berawal dari garasi!

Mendongeng 

Sepulang bekerja, tidak ada salahnya Bunda meminta ayah menyempatkan diri temani anak tidur. Isi kegiatan menjelang tidurnya dengan membacakannya cerita. Pastikan dongeng yang disampaikan menarik dan bacalah dengan beragam ekspresi wajah dan intonasi suara sesuai karakter dalam cerita.
Lewat dongeng, ayah bisa menyisipkan pesan-pesan moral yang bisa ia contoh. Rutinitas ini akan mengingatkannya selalu bahwa ayahnya adalah seorang pendongeng hebat.

Berkemah dan Memanci

Ajak balita menginap di dalam tenda. Dengarkan suara burung, gemerisik dedaunan tersapu angin, menikmati langit penuh bintang pada malam hari. Ajak juga ia memancing di sungai dekat area berkemah. Anak mungkin jijik melihat cacing untuk umpan atau justru berani memegangnya. Lihat ekspresi mukanya saat kail berhasil menangkap ikan. Petualangan itu akan menjadi pengalaman tak terlupakan olehnya, Bun!

Click to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Most Share

To Top