Kesehatan Ibu & Anak

Sejatinya Bunda Bisa Mengatasi Batuk Berdahak Tanpa Perlu ke Dokter

baby-baby-with-mom-mother-kiss-tenderness-67663

Saat si kecil batuk berdahak, jangan panik ya Bun. Memang si kecil jadi lebih rentan rewel. Apalagi saat batuk melanda, biasanya juga disertai gejala lain seperti sesak napas, demam, sakit dada, sakit tenggorokan, sampai hidung tersumbat. Tapi sebagai Bunda yang hebat, ada lho cara-cara yang bisa Bunda terapkan di rumah sebelum memutuskan membawa buah hati ke dokter.

Cukupkan Kebutuhan Cairan Si Kecil Terutama Saat Batuk dan Flu Melanda

pexels-photo-972307

Sama seperti orang dewasa, jangan abaikan kebutuhan cairan si kecil. Berikan asupan cairan yang cukup. Banyak minum sejatinya akan membantu membuat dahak jadi lebih encer serta mencegah dahak tersebut menumpuk dan menebal. Di lain sisi, sebaiknya berikan air hangat atau kuah sup demi meredakan rasa sakit di dada saat batuk serta memudahkan si kecil mengeluarkan dahak.

Berikan Madu Agar Si Kecil Juga Bisa Tidur Nyenyak

pexels-photo-973970

Berdasarkan penelitian, memberikan madu dapat meredakan batuk berdahak sekaligus membantu si kecil tertidur nyenyak. Caranya, cukup mencampurkan madu ke dalam teh hangat dan biarkan si kecil mengonsumsinya. Namun Bunda perlu tahu, jangan berikan madu jika anak masih berusia dibawah 12 bulan.

Bantu Si Kecil Mengeluarkan Lendir dan Sebaiknya Jangan Biarkan Si Kecil Terpapar Polusi Udara

pexels-photo-701014 (1)

Batuk berdahak bisa menyebabkan si kecil kesulitan tidur, bernapas, bahkan batuk-batuk di malam hari. Untuk itu, Bunda perlu membantunya mengeluarkan dahak yang ada di tenggorokan atau lendir dari tenggorokan agar si kecil lebih nyaman dan tak kesulitan bernapas. Di lain sisi, dalam situasi seperti ini, jangan biarkan buah hati terpapar asap kendaraan, debu, atau asap rokok. Ajak saja dahulu untuk bermain di dalam rumah.

Jangan Lupa untuk Memastikan Kepala Si Kecil Tertopang Saat Tidur

adult-baby-boy-755049

Agar si kecil lebih nyaman saat tidur, sebaiknya atur ketinggian bantal untuk si kecil. Setidaknya, buatlah lebih tinggi. Di lain sisi, Bunda bisa menggunakan obat berdahak seperti ekspektoran yang bisa membantu mengurangi dahak. Hanya saja Bunda perlu tahu, obat bebas tanpa resep dokter tidak disarankan diberikan untuk anak-anak di bawah usia 6 tahun. Kalaupun memang batuknya semakin parah, sebaiknya pemberian obat batuk anak-anak dikonsultasikan terlebih dahulu pada dokter.

Click to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *


Kesehatan Ibu & Anak

Tidak Diharuskan, Tapi Jika Ibu Hamil dan Menyusui Ingin Puasa, Ada Kiat yang Bisa Membantu Bunda Kuat

pexels-photo-259363

Sebenarnya, seorang ibu hamil atau menyusui diberi kelonggaran untuk tidak memaksakan diri berpuasa. Dari segi kesehatan, dokter selalu menyebutkan bahwa usia kehamilan pada trimester pertama dan ketiga, ibu hamil tidak diizinkan untuk berpuasa. Tapi, selama kita merasa kuat dan tak ada masalah kesehatan yang akan berpengaruh buruk, rasanya sah-sah saja.

Sejalan dengan itu, pada salah satu kesempatan Dokter Spesialis Gizi Klinis dari Rumah Sakit Pondok Indah Bintaro, Diana F Suganda MKes, pernah berkata bahwa, “Selama berpuasa, ibu hamil tetap harus mengonsumsi aneka ragam pangan untuk memenuhi nutrisi janin dan bayinya.”

Nah, untuk bisa memastikan diri kuat menjalani ibadah ini, sebenarnya kita hanya perlu mengupayakan asupan nutrisi yang tetap seimbang. Supaya tak berpengaruh buruk terhadap perkembangan janin pada ibu hamil, dan tetap menjaga kualitas ASI dari ibu menyusui. Ada beberapa hal yang Bunda perlu pahami, agar tetap bisa kuat menjalani ibadah puasa. Lalu apa saja ya kira-kira, Bun?

Dimulai dengan Memastikan, Jika Bunda Sudah Mengonsumsi Karbohidrat Kompleks

a68f1a39ace1f126

Dilihat dari kandungan gizinya, karbohidrat kompleks sangat kaya akan kandungan serat yang baik untuk pencernaan dan merupakan sumber energi bagi tubuh. Bahkan untuk orang-orang yang sedang menjalani program diet, selalu disarankan untuk mengonsumsi karbohidrat kompleks. Sebab ini akan membuat kita kenyang lebih lama loh, Bun. Dan beberapa sumber karbohidrat kompleks yang bisa Bunda konsumsi antara lain nasi merah, jagung, ubi, singkong, sereal, dan kentang atau roti gandum untuk sahur.

Jangan Lupa Juga untuk Menambahkan Makanan yang Memiliki Protein dan Serat Tinggi

7999c3c61c33f18c

Tak hanya baik untuk menguatkan kita menjalankan puasa, memperhatikan jenis makanan yang akan dikonsumsi jadi upaya untuk menjaga bayi dalam kandungan. Nah, untuk itu baik bumil atau ibu menyusui, haruslah mengonsumsi makanan yang mengandung protein dan serat tinggi.

Sumber protein pun beragam Bun, tergantung Bunda akan mengonsumsi jenis protein hewani atau nabati. Protein dari hewani terkandung dalam daging rendah lemak seperti daging merah, ikan, dan daging unggas, atau jenis protein nabati yang ada dalam kacang kedelai, tempe, dan tahu.

Hindari Mengonsumsi Makanan Berlemak, Seperti Santan dan Gorengan

joshua-hoehne-500546-unsplash

Jangankan kala sedang puasa, saat tak berpuasa pun dokter pasti selalu mengingatkan kita untuk tak terlalu banyak mengonsumsi makanan-makanan yang menjadi sumber lemak. Baik santan ataupun jenis-jenis gorengan.

Karena lemak jadi salah satu makanan yang sulit dicerna, dan sering kali memicu mual pada tubuh kita, apalagi jika sedang berpuasa. Maka, jika pada menu buka puasa ada gorengan, meski itu terlihat menggiurkan, sebaiknya Bunda menahan diri, demi kebaikan janin dan asupan ASI si buah hati.

Sebisa Mungkin, Sebaiknya Bunda Jangan Minum Teh dan Kopi Dulu

emre-gencer-364602-unsplash

Faktanya, biasanya tubuh akan merasa jauh terasa lebih haus beberapa saat setelah minum teh atau kopi. Situasi seperti ini, jelas akan mengganggu ibadah puasa yang akan kita jalani. Sebab kandungan kopi dan teh yang berhasil masuk ke dalam tubuh, akan memancing reaksi urine keluar. Selanjutnya, kita akan mudah merasa haus dan lemas. Bukannya berhasil menjalankan puasa sampai berbuka, bisa-bisa kita hanya akan kuat berpuasa sampai jam 12 siang saja.

Selalu Pastikan Jika Saat Sahur dan Berbuka Tubuh Mendapat Asupan Air Putih yang Cukup

f82017fd8d66a01f

Nah, beberapa orang kerap keliru dalam memenuhi apa yang tubuh butuhkan. Salah satunya, menjadikan minuman sebagai hal pertama yang dikonsumsi saat sedang ingin sahur atau berbuka. Padahal, kita salah kaprah.

Minuman manis mungkin akan memuaskan dahaga saat berbuka, tapi kandungannya jelas tak baik untuk tubuh yang sedang berpuasa. Sebaliknya, cukupkan kebutuhan tubuh akan air dengan asupan air putih yang banyak. Bahkan beberapa dokter menganjurkan, ibu hamil dan menyusui sebaiknya mengonsumsi air putih setidaknya 3 liter sehari. Hal ini demi menghindarkan kita dari bahaya dehidrasi dan menguatkan tubuh untuk terus berpuasa.

Selanjutnya, Agar Tak Terlalu Lapar Bunda Baiknya Makan Sesaat Sebelum Imsak

pexels-photo-1071979

Ini mungkin jadi siasat kecil yang juga bisa membantu Bunda kuat dalam hal berpuasa, yakni memilih makan beberapa saat menjelang imsak saat sedang sahur. Sehingga, untuk bisa menjalani puasa sepanjang hari, kita tak akan merasa terlalu lapar.

Dan Pastikan Pula, Jika Bunda Mendapat Istirahat yang Cukup pada Siang Hari

pexels-photo-914905

Untuk ibu hamil yang masih bekerja dan harus berpuasa, cobalah untuk mengatur waktu istirahat yang cukup. Biasanya, beberapa perusahaan memberi keringanan saat bulan puasa berlangsung. Bunda bisa memanfaatkan waktu itu untuk beristirahat sejenak. Cari posisi tidur yang baik, di tempat yang memungkinkan. Walau hanya 40 – 50 menit, ini akan memberi energi baru untuk tubuh. Dan tetap ingat, jangan terlalu memforsir diri untuk melakukan hal-hal yang berat dulu. Karena selain hamil dan menyusui, kita juga sedang berpuasa. Jadi, tidak boleh terlalu lelah ya, Bun!

Click to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *


Kesehatan Ibu & Anak

Sadarkah Bunda, Tenyata Ada yang Hilang pada Label Kemasan Susu Kental Manis

pexels-photo-1028735

Kapan terakhir kali Bunda membeli susu kental manis? Sadar tidak Bun, kalau ternyata ada yang berubah—atau malah cenderung dihilangkan pada label kemasan susu kental manis?

Sebelumnya, susu ini begitu populer dengan berbagai jingle dan iklan yang bernuansa ceria, membuat anak-anak pun akhirnya suka dan berpikir kalau susu ini kaya akan sejuta manfaat. Padahal keberadaan susu kental manis menimbulkan pro kontra. Yang paling baru, susu kental manis dinilai ‘berbohong’ karena bahan dasar produk olahan susu ini justru mengandung banyak gula sehingga meningkatkan risiko diabetes pada konsumennya.

pexels-photo-373897

Di lain sisi, banyak orangtua, atau mungkin semula Bunda pun percaya jika susu kental manis memiliki manfaat setara susu lainnya yang bisa memenuhi asupan nutrisi vitamin D pada anak. Padahal, tahukah Bunda, mengutip dari CNN Indonesia, susu kental manis hanya memiliki kandungan vitamin D sebanyak 0,6 persen sementara susu sapi murni mencapai 31,1 persen. Sangat jauh berbeda ya, Bun?

Nah, keberadaan susu kental manis pun mulai mendapat sorotan dari berbagai pihak, sebagian media mengangkat topik ini jadi isu yang lumayan panas. Apalagi konsumsi susu kental manis terbilang tinggi lantaran disukai anak-anak. Keresahan dari konsumen pun muncul. Berangkat dari hal ini, mungkin akhirnya produsen mulai menerima masukkan dari berbagai pihak yang akhirnya tercetus ide untuk mengubah label kemasan susu kental manis.

Bunda, belakangan ini, jika diamati secara seksama, ada kata yang hilang pada label kemasan tersebut. Hal ini sudah diinsiasi oleh salah satu produsen susu kental manis terkenal, Bun. Bunda bisa mengambil contoh produsen dengan merek Bendera. Mereka memilih untuk menghilangkan kata ‘susu’ pada kemasannya sehingga kalimat ‘susu kental manis’ yang semula selalu terpajang pada label kemasan kini hanya tertera ‘kental manis’ diawali dengan kata Bendera sebagai nama merek dari produsen tersebut.

bendera kental manis

Meski belum terungkap alasan dari produsen menyoal hal ini, dalam sebuah tulisan di Kompasiana karya Lukmanul Hakim pada tanggal 6 Mei 2018, diungkapkan bahwa sikap yang dipilih produsen patut diapresiasi.

Begini keterangan Lukmanul Hakim tentang hakikat susu kental manis.

“Ternyata beda, menurut media goasiana, susu kental manis adalah susu sapi yang airnya dihilangkan dan ditambahkan gula, sehingga menghasilkan susu yang sangat kental dan dapat bertahan selama satu tahun bila tidak dibuka.”

“Creamer bahan utamanya adalah vegetable oil/fat, hydrolyzed starch dan protein susu. Atau seperti dari Lauric (inti kelapa/sawit) dan non lauric (minyak sawit).”

“Sehingga, saat ini kita jangan menyebut susu lagi, tapi creamer, begitu juga jangan sebut susu cokelat lagi, tapi Cokelat saja.”

“Ini sikap yang pantas diapresiasi, ketika diberi masukan oleh media lain dan mengungkap kandungannya yang ternyata bukan susu, namun lebih banyak kandungan gulanya. Perusahaan tersebut berani mengubah desain logonya menjadi sesuai apa yang dipasarkan.”

“Begitu juga, kalau kita melihat di iklan susu bendera cokelat maupun kental manis, yang terbaru saat ini kalau kita mau jeli dan teliti. Tidak ada kata “susu”-nya, namun krimer dan cokelat saja.”

Jadi, kalau dari produsen saja sudah bisa mengambil sikap yang tepat terkait keberadaan susu kental manis, bagaimana dengan Bunda? Yang pasti, utamakan kesehatan si kecil ya, Bun!

 

Click to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *


Kesehatan Ibu & Anak

Anak-anak Berpenyakit Langka: Tak Banyak Tapi Mereka Ada

P1040708

Bunda pasti tahu, betapa hancurnya hati seorang orangtua ketika mendapati anaknya mengidap satu penyakit. Apa lagi jika ternyata penyakit tersebut adalah jenis penyakit langka, yang pengobatannya jelas butuh biaya tak sedikit.

Dan berkenaan dengan itu, kemarin untuk yang ketiga kalinya sejak 2016 lalu, bertempat di Aula IMERI FKUI, Salemba, Indonesia Rare Disorders menggelar acara peringatan Hari Penyakit Langka, yang jatuh pada tanggal 28 Februari setiap tahunnya. Dengan serangkaian acara seminar singkat dan diskusi dengan beberapa narasumber baik dari dalam dan luar negeri. Dihadiri sekitar 150 orang peserta, yang diantaranya adalah keluarga pasien dan para perwakilan lembaga pemerintahan terkait. Acara ini jadi salah satu ajang yang kembali membuka mata kita, akan mereka yang selama ini ada namun jarang terdengar beritanya.

Sebelum berjalan lebih jauh, ada baiknya Bunda pahami lebih dulu apa itu sebenarnya penyakit langka.

Langka Memang Berarti Jarang, Namun Bukan Berarti Tak Ada

P1040726

Masih dalam acara yang sama, Direktur Rumah Sakit Umum Pusat Nasional Dr. Cipto Mangunkusumo (RSCM), Czeresna Heriawan Soejono yang juga hadir ditengah-tengah acara memaparkan bahwa penderita penyakit ini kurang dari 2.000 orang.

“Di indonesia kurang dari 5 persen (pasien penyakit langka) yang tertolong. Penyakitnya menahun, makin lama makin berat. Sebagian berinvestasi saat masih kecil sebagian saat sudah dewasa,” ujar beliau saat memberi kata sambutan dalam acara Media Gathering Rare Disease Day 2018 di Aula IMERI Fakultas Kedokteran Universitas Indonesia, Rabu kemarin.

Lebih lanjut, Heriawan juga menuturkan bahwa berbeda dengan jenis penyakit lain, diagnosis penyakit langka memang mengalami ketertinggalan, untuk itu jenis penyakit ini disebut langka. Tapi bukan berarti lantas akan terabaikan.

Tak hanya itu saja, ketua Yayasan MPS dan Penyakit Langka Indonesia, Peni Utami juga menambahkan bahwa di Indonesia sendiri, banyak penyakit langka yang ditemukan namun belum pernah diidentifikasi. Untuk itu dirinya berharap, pemerintah dapat memberi solusi terhadap kebutuhan obat dan terapi bagi para pasien penderita. Mengingat biaya yang dibutuhkan cukup banyak.

Mereka yang Menangani Masih Kesulitan, Meski Sekarang Sudah Mulai Ada Beberapa Jalan yang Memudahkan

P1040708

Masih dalam acara yang sama, Dr. dr. Damayanti Sjarif, SpA(K) dari RSCM yang juga jadi salah satu promotor dalam menangani penyakit langka di Indonesia berujar, bahkan para pakar kesehatan pun memiliki tantangan tersendiri dalam menghadapi kasus penyakit langka.

Sebab, data dari penyakit ini terbilang cenderung masih sangat terbatas. Maka tak heran jika akhirnya banyak pasien yang akhirnya meninggal dunia sebelum berhasil terdiagnosis, apa lagi sampai diobati. Tak hanya itu saja, Dr. Damayanti juga menyebutkan fasilitas kesehatan yang ada di tanah air pun masih belum bisa dikatakan sempurna, sehingga kerap jadi tantangan untuk memberi penanganan penderita penyakit langka.

Selain itu, biaya dan kurangnya informasi dan pengetahuan ilmiah akan penyakit langka juga jadi hambatan bagi para keluarga. Dan hal lain yang kerap jadi masalah, adalah perihal biaya untuk mendapat obat yang memang sangat mahal. Bahkan untuk mendapatkan obat berupa susu saja, bisa mencapai angka 3 miliar rupiah.

Dan Umumnya Penyakit Ini Menyerang Mereka yang Masih Terbilang Belia

P1040760

Di Indonesia sendiri, penyakit dikatakan langka apabila dialami kurang dari 2000 orang yang juga bersifat sangat kronis dan bisa mengancam kehidupan penderitanya. Dan faktanya ada sekitar 75 persen penderita penyakit langka adalah anak-anak. Dimana 30 persen diantaranya kerap meninggal sebelum berusia 5 tahun. Bunda juga perlu tahu jika 80 persen penyakit langka disebabkan oleh kelainan genetik, dan faktor lingkungan seperti sinar radiasi.

Sulitnya lagi, dari hampir 8000 jenis penyakit langka ini, gejala dan tanda-tanda yang ditunjukkan sering tak sama dan berbeda satu dengan yang lainnya. Akan tetapi Dr. Damayanti, menyampaikan bahwa setidaknya ada 3 gejala utama yang bisa Bunda perhatikan, mulai dari penerimaan ASI, kemunduran perilaku, dan sakit yang tidak kunjung sembuh.

“Saat anak lahir normal, lalu beberapa hari setelahnya tidak bisa minum ASI, itu salah satu gejala yang banyak terjadi. Yang kedua, terjadi kemunduran dari yang bisa duduk atau jalan lalu tidak bisa. Lalu, sakit yang diobati tapi tidak sembuh-sembuh. Ini patut curiga,” begitu sang dokter menjelaskan. Hal lain yang bisa Bunda perhatikan adalah bentuk wajah seperti kepala membesar. Walau pada kenyataannya penyakit langka ini sulit didiagnosis karena harus melalui banyak tes.

Menggandeng Brand Ambassador dan Beberapa Pihak Terkait, Semoga Akan Banyak Orang yang Lebih Peka Akan Penyakit yang Sebenarnya Ada

P1040757

Bersamaan dengan peringatan yang diadakan kemarin, untuk pertama kalinya Yayasan MPS juga memperkenalkan Brand Ambassador Penyakit Langka untuk Indonesia, yakni Joanna Alexandra dan Raditya Oloan yang juga jadi orangtua dari Ziona Eden Alexandra, salah satu anak berpenyakit langka.

Tak hanya itu saja, sejumlah instansi pemerintah terkait, mulai dari BPOM, Kementerian Kesehatan, dan Direktorat Bea Cukai Kementerian Keuangan dengan beberapa perusahaan yang memproduksi obat-obatan bersama-sama menyepakati alur akses, emergensi untuk obat, dan makanan bagi pasien penderita penyakit langka.

P1040747

“Di luar negeri penanganan penyakit langka cukup bagus karena mereka disupport oleh pemerintah. Semoga di Indonesia juga bisa seperti itu,” tegas dr Damayanti. Sebab sama seperti penderita penyakit lainnya, anak-anak yang berpenyakit langka juga memiliki hak yang sama guna mendapat bantuan pengobatan untuk disembuhkan.

Click to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Most Share

To Top