Mom Life

Sedang Hamil Daya Tahan Tubuh Ikut Menurun, Pastikan Bunda Tahu Sebabnya!

megan-lynette-402624-unsplash

Kehamilan merupakan masa yang begitu indah ya Bun. Walau kadang tak selalu mudah saat menjalaninya. Bukan hanya perut yang membesar, saat hamil, banyak perubahan terjadi secara drastis pada tubuh Bunda. Salah satunya yaitu kekebalan tubuh Bunda pun menurun.

Padahal saat hamil, Bunda sejatinya diharapkan untuk selalu kuat agar kesehatan Bunda dan calon buah hati dalam kandungan pun senantiasa terjaga. Bun, kekebalan tubuh yang menurun tidak terjadi secara tiba-tiba lho. Karena nyatanya hal semacam itu pun ada penyebabnya.

Aktivitas Sel T yang Berkurang

Dominic Marchiano, seorang asisten profesor obstetri dan ginekologi Universitas Kedokteran Pennsylvania, Amerika Serikat menyebutkan, di dalam tubuh manusia terdapat sel T yang berfungsi sebagai agen pengontrol infeksi virus. Selama kehamilan, aktivitas sel ini di dalam tubuh Bunda umumnya akan mengalami penurunan. Hal inilah yang kemudian mengakibatkan imunitas tubuh menjadi lebih lemah sehingga Bunda jadi lebih mudah sakit lantaran infeksi virus.

Berlebihan Saat Beraktivitas

Kalau biasanya tubuh Bunda berenergi dan cukup prima  untuk melakoni berbagai aktivitas fisik, maka saat hamil biasanya Bunda akan lebih mudah letih saat hamil. Karenanya, saat hamil, Bunda memang dianjurkan untuk melakukan berbagai aktivitas, hanya saja pedulikan juga tubuh Bunda.

Jangan melakoni tugas fisik yang terlalu banyak. Kalau tubuh lelah, hal ini dapat berdampak negatif pada daya tahan tubuh. Jadi, berusahalah membatasi aktivitas fisik agar tidak melebihi batas wajar, ya, Mum.

Kebutuhan Nutrisi Bunda Kurang Terpenuhi

Selama di dalam kandungan, janin akan mengambil nutrisi yang ia butuhkan langsung dari tubuh Bunda. Ini sebabnya selama masa kehamilan, Bunda dianjurkan untuk lebih memperhatikan asupan nutrisi untuk tubuh Bunda. Sebab kalau kekurangan jumlah nutrisi, terutama janin, hal itu akan memperbesar peluang tumbuh kembangnya jadi kurang optimal lho Bun.

Sementara untuk Bunda, kalau asupan nutrisi kurang, hal ini dapat menyebabkan gejala lemas, letih, lesu, dan lunglai, hingga berdampak pada menurunnya imunitas tubuh, lho. Oleh sebab itu, mulailah lebih memerhatikan asupan gizi harian ya, Bun!

Tingkat Stres Bunda Mungkin sedang Tinggi-tingginya

Sejak berkembangnya ilmu psikoneuroimunologi, para ahli menyimpulkan, ada kaitan yang kuat antara sistem kekebalan tubuh dan kondisi psikologi seseorang. Nah, menurut Profesor Christopher Coe dari Universitas Wisconsin, Amerika Serikat, beragam penelitian telah mengungkap fakta bahwa hormon kortisol yang diproduksi saat stres dapat melemahkan sistem imun manusia.

Dalam kuliahnya yang berjudul “All Roads Lead To Psychoneuroimmunology”, Profesor Coe menjelaskan, setidaknya ada dua penyakit yang bisa dipicu oleh stres, yaitu asma dan fibromyalgia. Fibromyalgia  sendiri merupakan penyakit yang menimbulkan rasa nyeri dan ketidaknyamanan di tubuh.

Berhubung asma dan fibromyalgia sama-sama mengganggu, sebisa mungkin hindari stres dan khawatir berlebihan selama hamil. Karena, stress yang Bunda rasakan saat mengandung si kecil juga bisa menurunkan respon sistem imun tubuh si Kecil saat ia diberi vaksin di usia enam bulan nanti. Fakta ini dipublikasikan di Jurnal Brain, Behavior and Immunity, Bun.

Cuaca yang Berubah secara Ekstrim

Perubahan cuaca yang berpengaruh terhadap daya tahan tubuh ketika Bunda hamil. Cuaca yang tak menentu dan sering berubah dari panas ke dingin atau sebaliknya membuat tubuh harus beradaptasi dengan cepat. Proses adaptasi yang harus dilakukan dengan cepat ini menguras energi di tubuh Bunda sehingga daya tahan tubuh pun jadi menurun.

Imunitas tubuh yang menurun selama masa kehamilan secara otomatis akan membuat Bunda jadi lebih rentan terhadap risiko infeksi virus. Beberapa penyakit akibat infeksi virus yang biasa dialami ibu hamil di antaranya flu, batuk, demam, serta infeksi saluran kemih. Nah, hal ini cukup mengkhawatirkan bagi kesehatan dan tumbuh kembang janin, Bun.

Click to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *


Kesehatan Ibu & Anak

Seiring Bertambahnya Usia, Kesehatan Kognitif Bunda Juga Perlu Diprioritaskan Juga

active-activity-beach-634030

Bun, kesehatan kognitif seseorang sangat penting untuk dijaga. Sekalipun Bunda sekarang selalu memprioritaskan kesehatan keluarga, jangan lupa untuk tetap menjaga badan dan pikiran Bunda sendiri agar tetap sehat.

Kesehatan fungsi kognitif tak bisa diabaikan, sebab bila terjadi penurunan fungsi, hal ini akan berdampak dengan penyakit yang sudah menanti di usia lanjut. Salah satu penyakitnya adalah Alzheimer, di mana penyakit yang satu ini akan menurunkan kualitas hidup.

Bunda perlu tahu, bila sudah mengalami alzheimer, maka ketrampilan berpikir dan fungsi mental pun akan menurun sehingga seseorang akan kehilangan kemampuan untuk melakukan tugas-tugas bahkan yang paling sederhana sekalipun.

Untuk mengatasi masalah ini, jadi penting untuk kita meningkatkan kesehatan kognitif ini. Melansir dari Boldsky inilah beberapa hal yang dapat membantu Bunda untuk mempertahankan fungsi kognitif.

Bunda Perlu Memantau Sekaligus Mempertahankan Tekanan Darah dan Kolesterol

Banyak penelitian yang menunjukkan bila ternyata ada korelasi antara tekanan darah dan kesehatan otak nih Bun. Jadi, ketika ada gangguan pada tekanan darah maka akan terjadi kerusakan jaringan otak. Tekanan darah yang tinggi akan menurunkan fungsi kognitif dan merusak jaringan otak. Untuk itu, memantau sekaligus menjaga agar tekanan darah tetap stabil akan sangat membantu Bunda meminimalisir penyakit Alzheimer.

Selalu Perbanyak Asupan Asam Lemak Omega 3 Serta Asupan Vitamin B12, Bun

Bun, asam lemak omega 3 memiliki peran untuk mencegah penyakit neurodegeneratif di kemudian hari. Salah satu penyakit yang berhubungan dengan neuro adalah Alzheimer. Untuk itu, yuk Bun tingkatkan lagi asupan asam lemak omega 3 dari bahan-bahan seperti ikan berlemak, telur, kacang, dan biji-bijian akan menurunkan risiko Alzheimer. Selain itu, juga cukupkan gizi si kecil dengan vitamin B12. Vitamin yang satu ini punya peran penting untuk meningkatkan fungsi kognitif lho Bun.

Bila Perlu, Perbanyak Makanan atau Minuman Herbal

Beberapa penelitian menunjukkan bahwa memadukan herbal seperti ginko biloba dan ginseng akan meningkatkan fungsi kognitif. Herbal ini dipercaya sebagai nutrisi untuk meningkatkan daya ingat dan menajamkan otak. Selain itu herbal ini dapat menurunkan kecemasan dan melindungi otak dari tumor.

Bunda Juga Disarankan untuk Mengonsumsi Buah-buahan yang Kaya Akan Antioksidan

Nutrisi yang ada di dalam buah beri berperan untuk melindungi otak dan akan memperlambat penurunan fungsi otak akibat usia. Fitokimia dan antioksidan yang ada pada beri juga membantu mengurangi stres dan peradangan otak yang meningkatkan risiko penyakit Alzheimer.

Serta Tetap Aktif Secara Fisik ya Bun

Terlepas dari asupan bernutrisi, untuk menurunkan risiko terkena penyakit Alzheimer Moms juga harus aktif secara fisik. Hal ini karena aktivitas fisik dapat meningkatkan aliran darah ke otak dan menjaga pembuluh darah tetap sehat.

Untuk itu, tetap sering-sering melakoni aktivitas fisik seperti jogging atau jalan cepat ya Bun. Aktivitas ini tentu akan membantu jaringan otak untuk menghasilkan banyak mitokondria yang dapat menjaga fungsi kogniti, Bun.

Click to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *


Kesehatan Ibu & Anak

Ibu Hamil dengan Darah Rendah Harus Perhatikan Hal Ini

abdomen-active-activity-396133

Bun, banyak ibu hamil yang mengkhawatirkan risiko tekanan darah selama kehamilan. Memang sih Bun, tekanan darah juga harus diperhatikan. Tapi jangan hanya khawatir ketika tekanan darah naik, faktanya, saat Bunda mengalami darah rendah, hal tersebut juga berisiko lho Bun. Segera cari cara penanganan bila Bunda mengalami tekanan darah rendah.

Melansir Motherhow, Bunda yang sedang hamil sebaiknya mengecek tekanan darah secara teratur selama kehamilan. Pengecekan itulah yang membantu mengetahui kondisi kesehatan Bunda selama hamil. Jika tekanan darah Bunda menjadi lebih rendah 100/60 saatnya untuk berkonsultasi dengan dokter.

Bila tekanan darah rendah tak diatasi, aktivitas Bunda akan terganggu dan membuat Bunda tak nyaman. Bahkan berisiko menyebabkan sirkulasi darah melambat dan organ-organ internal calon ibu dan janin kekurangan oksigen. Sebab, pasokan darah yang rendah berhubungan langsung dengan berbagai masalah perkembangan janin serta komplikasi selama persalinan, Bun.

Sirkulasi darah yang buruk di plasenta, sebagai sumber utama oksigen dan nutrisi untuk bayi dapat menyebabkan insufisiensi plasenta. Kondisi ini membuat janin tidak dapat memaksimalkan pertumbuhan dan perkembangannya secara normal. Janin pun mulai kelaparan dan mati lemas.

Kondisi terburuk yang mungkin terjadi dalam situasi tersebut yakni keguguran. Jika tekanan darah dibiarkan dan tidak diobati maka pada akhir kehamilan dapat menyebabkan gestosis, yakni komplikasi kehamilan yang parah dimana mengakibatkan disfungsi organ internal ibu hamil.

Tak hanya itu, tekanan darah selama kehamilan dapat menyebabkan dampak fatal bagi bayi. Bahaya lain yang mungkin terjadi yakni tekanan darah yang rendah menyebabkan pusing selama kehamilan dimana bayi bisa mati jika ibunya pingsan.

Dr Debra Rose Wilson, PhD, associate professor and holistic health care mengatakan, memang tak ada perawatan khusus untuk mengatasi tekanan darah rendah selama kehamilan.

“Dokter biasanya tidak merekomendasikan obat untuk ibu hamil kecuali gejalanya serius atau kemungkinan komplikasi. Tekanan darah ibu hamil pun biasanya akan meningkat dengan sendirinya selama trimester ketiga kehamilan,” jelas Wilson dikutip dari Health Line.

Kendati demikian, Bunda dengan riwayat tekanan darah rendah sebaiknya harus tetap melakukan hal-hal yang dapat mencegah atau memicu tekanan darah menurun ya Bun. Jika ibu hamil mengalami gejala tekanan darah rendah seperti pusing, segera lakukan langkah-langkah berikut ini:

1.  Bila sedang duduk atau berbaring, tak usah bangun dengan cepat. Santai saja ya Bun.
2.  Jangan berdiri lama-lama karena bisa membuat Bunda pusing dan memicu tensi darah menurun.
3.  Makan makanan kecil sepanjang hari. Menjaga asupan dapat membantu membuat tekanan darah stabil.
4.  Jangan mandi atau berendam air panas
5.  Minum lebih banyak air setiap harinya ya Bun.
6.  Kenakan pakaian longgar. Pakaian yang terlalu ketat tak baik untuk peredaran darah.
7.  Konsumsi makanan sehat dan suplemen prenatal selama kehamilan.

Click to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *


Mom Life

Bun, Yuk Mix And Match Pakaian Serba Hitam Supaya Kelihatan Lebih Menarik

back-back-view-black-dress-1306585

Pakaian serba hitam sudah menjadi salah satu fashion wajib yang ada di lemari banyak orang. Warna hitam memang cenderung aman dan bisa dipakai kapan saja, dimana saja, bahkan untuk acara apa saja. Bahkan mungkin ada lho perempuan yang memiliki baju dengan dominan warna hitam tanpa terlihat monoton.

Memang iya Bun, menurut Menurut Pure Wow, dengan sedikit mix and match, Bunda bisa membuat tampilan dengan pakaian hitam kamu jadi terlihat lebih menarik. Berikut ini tips-tipsnya.

Berikan Sentuhan Aksesori pada Pakaian Bunda

Saat Bunda menggunakan pakaian yang serba hitam, maka berikan aksesori seperti sepatu hak dengan tali atau tas dengan warna dan motif yang menarik. Sementara untuk aksesori di tubuh, Bunda dapat menyematkan anting, kalung, atau cincin. Yang penting, pilihlah aksesori yang mewakili kepribadian Bunda.

Beranikan Diri Bermain dengan Tekstur dan Memadukan Berbagai Ukuran

Bila Bunda mulai merasa bosan dengan pakaian yang serba hitam, maka padukan baju hitam Bunda dengan elemen menarik. Misalnya, baju rajutan bisa dipadukan dengan celana bahan favorit Bunda supaya lebih edgy.

Nah, Bunda juga dapat bermain dengan beragam ukuran baju. Tapi ingat, jangan sampai terlihat berlebihan, misalnya atasan yang terlalu ketat dan bawahan yang ketat. Padukan bawahan yang kecil dengan atasan yang lebih longgar, misalnya t-shirt yang oversized.

Tapi Selalu Utamakan kenyamanan ya Bun

Gunakan pakaian yang praktis dan mudah namun tetap terlihat stylish. Kuncinya memang pintar-pintar memilih busana warna hitam supaya tetap nyaman saat dikenakan. Tak hanya pakaian, pastikan aksesori pendukung juga membuat Bunda nyaman. Misalnya, Bunda dapat menggunakan sepatu flat atau sepasang sandal hak tinggi untuk berkumpul bersama teman-teman Bunda.

Sesekali Beranikan Diri Bermain dengan Menggunakan Pakaian see-through dan Aksesori Warna-warna Lain

Bahan kain tipis yang lebih dikenal dengan sebutan see-through dapat membuat penampilan Bunda yang gemar memakai busana warna hitam terlihat lebih menarik. Bahan pakaian yang satu ini pun disukai karena tak membuat pemakai merasa gerah.

Selain itu, melawan hitam dengan warna lain adalah hal yang mudah. Bunda bisa padukan dengan warna merah. Misalnya tas kecil berwarna merah menyala dan lipstik berwarna ruby untuk membuat penampilan kian menonjol. Bisa juga menggunakan hal simpel seperti sepatu berwarna putih yang akan menonjol di antara warna hitam.

Tetap simpel dan Jangan berlebihan

Ingat ya Bun, terusan hitam sederhana terlihat kasual dan keren ketika Bunda dapat menjaga semua elemen lainnya tetap sederhana. Heels dan kardigan yang nyaman juga sudah membuat pakaian Bunda terlihat lebih stylish.

Click to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Most Share

To Top