Sponsored Content

Sebetulnya Bagaimana Memilih Mainan Yang Tepat Untuk Si Buah Hati?

1-Sebetulnya-Bagaimana-Memilih







Fitri ibu muda dengan anak usia 1 tahun. Ia sangat antusias karena baru saja membelanjakan sejumlah uangnya untuk membeli mainan untuk anaknya. Namun sesampainya di rumah ia pun harus gigit jari menerima kenyataan, si kecil enggan bermain dengan mainan yang sudah dibeli.

Tentu banyak ayah dan bunda yang mengalami keluhan serupa. Sudah banyak beli mainan, si kecil malah tak mau memainkannya. Sebaliknya mainan yang akhirnya diminati si kecil, tak jarang bikin kita khawatir apakah mainan tersebut sudah aman untuknya.

Kekhawatiran ini kerap terjadi karena ayah dan bunda belum memahami apa saja yang sebetulnya dibutuhkan si kecil. Lantas apa yang harus dilakukan ketika memilih mainan?

Luangkan Waktu untuk Membaca Aturan Penggunaan Mainan Anak

2-Luangkan-Waktu-untuk-Membaca-Aturan

Mainan yang baik untuk si kecil selalu disertai dengan aturan penggunaan. Tapi coba jujur, berapa banyak dari Ayah Bunda yang tak membaca aturan-aturan ini? Padahal ini langkah pertama terpenting yang harus dipahami sebelum memberikan mainan untuk anak.

Sebagian mainan menuliskan peraturan ini di kemasan luarnya. Karena itu sebelum terburu-buru membuka kemasannya pastikan dulu kita sudah membaca segala peraturan ini. Sebab bukan tak mungkin tulisan yang terdapat dalam aturan ini, raib begitu kita menyobek kemasannya.

Untuk si Buah Hati yang Masih Kecil, Perhatikan Betul Ukuran Mainannya ya Bunda

3-Untuk-Si-Buah-Hati

Untuk Bunda yang memiliki bayi dengan usia di bawah 2 tahun dan ingin memberikan mainan, salah satu hal yang harus Bunda perhatikan adalah ukuran dari mainan tersebut. Pilihlah mainan dengan ukuran yang sedikit lebih besar, paling tidak memiliki diameter 3 cm dan panjang 6 cm agar mainan tersebut tidak tertelan oleh si kecil.

Bentuk mainan juga tidak boleh diabaikan ya Bun! Untuk itu Bunda pun perlu menghindari mainan berbentuk koin, kelereng, ataupun bola-bolaan yang terlalu kecil. Jenis mainan seperti ini rawan untuk dimasukkan ke dalam mulut. Tak hanya karena kuman yang masuk ke mulut, jenis mainan seperti ini akan sangat membahayakan si kecil jika sampai tertelan.

Sesuaikan Mainan dengan Usia Anak agar Ia Berminat Memainkannya

4-Sesuaikan-Mainan-dengan-Usia-Anak

Perlu Bunda tahu bahwa anak terus mengalami perkembangan dari waktu ke waktu, termasuk perkembangan otak, motorik, dan sensor-sensor lainnya. Hal inilah yang dijadikan sebagai dasar untuk menentukan apakah mainan tersebut sesuai dengan usia buah hati atau tidak.

Keliru memilih mainan, bisa jadi anak akan enggan memainkannya karena tak sesuai dengan kemampuan dan perkembangannya. Contoh misalnya ketika usia anak memasuki 3 hingga 6 bulan, maka kemampuan yang sedang dikembangkannya adalah keterampilan menggenggam dan menggigit. Untuk itu, jenis mainan yang tepat untuk anak di usia ini adalah mainan yang bisa digenggam dan digigit.

Sementara saat menginjak usia 12 bulan hingga 2 tahun, kemampuannya untuk bergerak lebih banyak, tengah diasahnya. Saat itu anak sudah bisa berjalan sendiri sehingga secara otomatis jenis mainan yang digunakannya pun akan semakin rumit.

Untuk itu, anak dengan usia tersebut membutuhkan jenis mainan seperti gambar-gambar yang berwarna-warni, balok, bongkar pasang, boneka, air, dan juga mainan yang dapat ditarik dan didorong. Jenis-jenis mainan seperti ini akan merangsang kemampuan motorik anak agar dapat berjalan dengan baik.

Tentunya Akan Sangat Baik jika Mainan Anak Bisa Sekaligus sebagai Materi Belajar Mereka

5-Tentunya-Akan-Sangat-Baik-Jika-Mainan

Nah, pastinya akan sangat maksimal seandainya mainan anak bisa juga berfungsi sebagai materi belajar mereka. Namun, perlu juga diingat bahwa walaupun belajar itu penting, tapi pengalaman yang menyenangkan menjadi prioritas terpenting di masa anak-anak. Untuk itu, sebisa mungkin pilih mainan yang bisa memberikan pengalaman menyenangkan sambil membantunya belajar.

Contohnya Bunda bisa mencoba program edukasi Kodomo Challenge dari Benesse. Kodomo Challenge ini dilengkapi dengan kurikulum dan materi ajar berdasarkan penelitian dan diawasi para ahli yang telah disesuaikan dengan usia dan perkembangan anak, baik fisik maupun pikirannya. Sehingga anak bisa menikmati dan mengerti lebih baik permainan dan materi ajar yang dimainkannya.

Apalagi Kodomo Challenge menggunakan metode pendekatan “multi-platform”. Hal ini membuat pemahaman anak lebih mendalam dimulai dari media favoritnya, baik itu DVD, buku, maupun mainan. Memulai pembelajaran lewat media yang disukai akan memicu ketertarikan anak terhadap program dan kurikulum Kodomo Challenge, sehingga menghasilkan pengalaman yang menyenangkan.

Penasaran? Sebagai langkah awal, Bunda cukup mendaftar di sini, untuk mendapatkan free trial kit Kodomo Challenge untuk dikirimkan ke rumah.

Dikirim ke rumah? Iya Bunda, inilah bagian paling menyenangkan dari Kodomo Challenge. Setelah mendaftar free trial kit, nantinya kita akan dikirimkan ke rumah buku bergambar, DVD, serta buku panduan orang tua.

Bunda akan mendapatkan Free Trial Kit Kodomo Challenge sesuai dengan usia si kecil. Ada Kodomo Challenge Toddler yang diperuntukan bagi anak usia 1-2 tahun dan ada Kodomo Challenge Playgroup untuk anak usia 2-3 tahun. Jadi bisa dipastikan si kecil akan nyaman bermain dan belajar dari free trial kit Kodomo Challenge tersebut karena sesuai dengan perkembangan usianya.

Caranya? Cukup lengkapi form yang ada di sini maka paket free trial kit akan segera dikirim ke alamat rumah Bunda. Kalau Bunda memutuskan mendaftar sekarang, selain mendapatkan free trial kit, Bunda juga bisa mendapatkan konten parenting dan edukasi untuk anak di shimajiro.id sekaligus berkesempatan memenangkan hadiah kejutan berupa bantal, baby bib atau trolley Shimajiro untuk Bunda yang beruntung.

Yuk Bunda daftar sekarang, jadi Bunda bisa menikmatiquality time, bermain sambil belajar bersama si kecil dengan program edukasi Kodomo Challenge!

Click to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Most Share

To Top