Parenting

Sebentar Lagi Tahun Ajaran Baru Tiba, Pertimbangkan Hal-hal Ini Untuk Memilih Sekolah yang Tepat Bagi Anak

portrayal-89193_640

Pendidikan merupakan sesuatu yang sangat penting dalam kehidupan ini. Setiap orang membutuhkan pendidikan untuk meningkatkan kualitas hidupnya. Untuk itu, tak heran jika banyak orangtua yang begitu antusias saat mencarikan sekolah untuk anak-anaknya. Tapi pertanyaannya adalah apakah sekolah tersebut benar-benar tepat untuk anak? Inilah yang mungkin menjadi kebingungan sebagian orangtua.

Sebagai orangtua, Bunda tentulah menginginkan sebuah sekolah yang tepat agar benar-benar membentuk anak menjadi seseorang yang berkualitas, tapi disisi lain Bunda juga belum tahu bagaimana sih sebenarnya sekolah yang tepat tersebut. Untuk itulah, disini akan dibahas tentang tips untuk mendapatkan sekolah yang tepat bagi anak.

Sekolah yang Mampu Memahami Psikologis Anak

Psikologis adalah faktor yang sangat berpengaruh kepada pendidikan anak di sekolah. Sekolah yang baik adalah sekolah yang dapat memahami psikologis siswanya. Sebagai contoh sekolah tersebut dapat mengikutkan anak pada setiap kompetisi meskipun dia belumlah berprestasi. Ini sangat penting untuk anak. Bukan hanya memberi kesempatan kepadanya untuk berkompetisi tapi cara ini juga bisa menumbuhkan rasa percaya diri bagi anak.

Dapat Memenuhi Kebutuhan Individual Masing-masing Anak

Perlu Bunda ketahui bahwa setiap anak adalah berbeda. bahkan ada yang bilang bahwa masing-masing anak itu memiliki keunikan. Untuk itu, antara satu anak dengan anak lainnya memiliki kebutuhan yang berbeda-beda. Sekolah yang dapat memenuhi kebutuhan individual anak adalah mereka yang bisa memberi pengajaran sesuai dengan kebutuhan anak. Misalnya untuk anak yang memiliki pemahaman lebih, maka akan diberikan soal yang sedikit lebih sulit. Atau untuk anak yang memiliki gaya belajar visual, maka guru akan menggunakan gambar-gambar saat memberi penjelasan di kelas.

Memiliki Tujuan yang Sama Dengan Orangtua

Sekolah yang terbaik untuk anak adalah sekolah yang memiliki visi dan misi yang sama dengan Bunda. Misalnya saja Bunda menginginkan anak untuk menjadi seorang yang kuat dalam menganalisis sesuatu, maka pilihlah sekolah yang memiliki kegiatan-kegiatan yang berkaitan dengan kemampuan analisis. Dengan begitu kemampuan anak pun akan terasah.

Bunda Juga Perlu Melakukan Pengamatan Pada Kondisi Fisik Sekolah

Selain dari ketiga tips di atas, Bunda juga perlu melakukan pengamatan ke sekolah secara langsung. Hal ini untuk mengetahui secara langsung tentang kondisi sekolah yang sebenarnya. Beberapa bagian yang perlu Bunda amati adalah:

1. Pengaturan kelas

Bunda perlu memperhatikan bagaimana kelas itu diatur. Apakah memiliki ukuran yang ideal? Apakah memiliki ruang yang cukup untuk siswa bergerak? Apakah memungkinkan terjadinya komunikasi yang baik antara siswa dengan gurunya? Semua itu harus Bunda perhatikan.

2. Dinding kelas

Amati juga dinding kelasnya. Apakah dinding tersebut dipenuhi dengan hasil karya siswa atau tidak? Jika iya, perhatikan kualitas karya-karya yang tertempel di sana!

3. Suasana di dalam kelas

Bunda juga bisa memperhatikan ekspresi para siswa yang belajar di kelas. Apakah mereka menunjukan ekspresi senang dan tampak antusias belajar, ataukah justru ekspresi sebaliknya.

4. Lingkungan

Bunda juga perlu memperhatikan kondisi lingkungan sekolah dan lingkungan di sekitarnya. Hal ini berpengaruh pada kenyamanan siswa dalam belajar. Selain itu, perhatikan juga kebersihan sekolah beserta kebersihan kelas-kelasnya.

Memang untuk menentukan sekolah yang terbaik untuk anak bukanlah hal yang bisa dilakukan begitu saja. Namun dengan usaha yang gigih pastilah hal itu bisa kita dapatkan.

Click to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *


Parenting

Supaya Tidak Tantrum, Ajak Si Kecil ke Mall pun Ada Triknya Lho Bun

pexels-photo-266004 (1)

Mengajak bayi sambil bepergian sejatinya bukanlah hal yang mudah. Selain banyak sekali bawaan yang harus disiapkan, orangtua pun harus mengorbankan rencananya untuk sekadar cuci mata maupun belanja. Sebab yang namanya jalan bareng si kecil ya tentunya tugas utama kita sebagai orangtua adalah menjaga buah hati ya Bun. Menjaga supaya dia tetap tenang, nyaman, serta jauh dari macam bahaya.

Jagalah Kebersihan Tangan Si Kecil, Ancaman Kuman Jahat Jauh Lebih Nyata Lho Bun di Tempat Umum

child-childrens-baby-children-s

Bawalah hand sanitizer saat berjalan-jalan ke mall, si kecil mungkin bisa menyentuh permukaan apa saja yang berpotensi banyak kumannya. Karenanya, penting sekali Bunda menjaga kebersihan tangan si kecil. Di lain sisi, Bunda pun perlu menjaga kebersihan tangan juga. Tangan Bunda pasti akan terpapar berbagai hal seperti pegangan eskalator, tombol lift, dan banyak hal lainnya. Untuk itu, biasakan membersihkan tangan sebelum memegang si kecil ya Bun.

Kalau Perlu, Minimalkan Kontak dengan Orang Lain

pexels-photo-532389

Tubuh si kecil itu masih rentan Bun. Salah satunya karena kekebalan tubuhnya belum sempurna. Nah, kalau Bunda membiarkan si kecil digendong oleh orang lain di tempat umum, sejatinya hal ini berisiko karena Bunda membiarkan si kecil terpapar kuman dari orang tersebut. Bukan maksudnya sombong, tapi Bunda punya hak lho menolak orang lain yang ingin menggendong si kecil.

Kalau Bunda Memang Mau Berbelanja, Lakukanlah Saat Si Kecil Sedang Tidur Saja ya…

pexels-photo-266004 (1)

Saat si kecil tertidur, Bunda pasti lebih nyaman untuk memilih pakaian dan belanja barang-barang. Karenanya, kendati mengajak si kecil jalan-jalan, tetap berikan waktu si kecil untuk tertidur. Baru kemudian manfaatkanlah waktu tersebut dengan maksimal, namun ketika bayi bangun, fokuslah menemani dan memenuhi kebutuhannya selama jalan-jalan di mal.

Di lain sisi, Bunda perlu memahami kebiasaan si kecil ya. Ada bayi yang tenang dan bisa tertidur saat berada di tengah keramaian, tapi ada juga yang sebaliknya, malah menangis dan cranky. Pahami kebiasaan anak yang satu ini sebelum memutuskan mengajaknya pergi ke mal. Kalau si kecil tipe yang mudah cranky, coba atur waktu kunjungan Bunda, misalnya di pagi hari sebelum mal benar-benar ramai.

 

Click to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *


Parenting

Jadi Seorang Ibu Tak Ada Sekolahnya, Itu Dulu Bun, Karena Sekarang Sudah Ada!

omar-lopez-716653-unsplash

Menjadi seorang ibu memang bukan perkara mudah, bahkan banyak pula yang menyerah karena merasa tak sanggup untuk menjalaninya. Benar memang, setiap orang memang pula pandangan yang berbeda-beda. Tapi, jika beberapa perempuan akan bilang tak bisa menjadi seorang ibu karena tak paham bagaimana carannya. Kali ini pemerintah Kota Bogor menjawabnya.

Diharapkan akan jadi sarana yang bisa membantu para perempuan mempersiapkan dirinya. Kemarin, pemerintah Kota Bogor, baru saja meresmikan Sekolah Ibu yang juga merupakan wadah pertama di Indonesia, yang akan jadi tempat untuk para ibu bisa belajar. Didirikan sebagai wadah yang akan menyelamatkan keluarga dari berbagai macam masalah, sekolah ini diharapkan akan bisa membantu para perempuan meningkatkan kapasitasnya dalam hal mengurus rumah tangga dan mendidik anak-anaknya kelak.

tanja-heffner-252586-unsplash

“Jadi persiapan Sekolah Ibu ini membutuhkan waktu dua tahun. Harapan kami semoga bisa menjadi solusi bagi keluarga khususnya para ibu untuk menuntaskan permasalahan keluarga yang dihadapi ibu dan masalah di tengah masyarakat,” terang Ketua Tim Penggerak Pembinaan Kesejahteraan Keluarga (TP-PKK) Kota Bogor, Yane Ardian, pada hari Selasa, 17 Juli 2018 kemarin.

Rencananya, Sekolah Ibu ini akan mulai berjalan pada Kamis, 19 Juli 2018 besok, secara serentak di seluruh kelurahan di Kota Bogor. Adapun tempat atau ruang pembelajaran yang akan digunakan, adalah aula yang berada di setiap  kantor kelurahan.

Tak hanya meresmikan pembukaan Sekolah Ibu-nya saja, Pemkot Bogor juga melakukan pelantikan untuk beberapa tenaga pengajar yang akan jadi pendidik di Sekolah tersebut. Disamping itu, para pengajarnya pun juga telah diberikan materi yang dirangkum dalam 19 modul. Dimana sebelumnya, mereka juga telah mengikuti pelatihan yang dilakukan selama lima hari di Sekretariat TP-PKK Kota Bogor saat bulan ramadan lalu.

pedro-nogueira-637466-unsplash

Masih dari Yane, ia mengatakan bahwa “Untuk jumlah pengajarnya sendiri ada 68 orang, dengan latar belakang profesi mengajar tentang ilmu ketahanan keluarga. Seperti manajemen keluarga, manajemen keuangan keluarga, mengelola potensi diri, dan memahami kepribadian anggota keluarga,”

Hal lain yang juga dipaparkan pada acara peresmian Sekolah Ibu ini adalah, modul yang diberikan para pengajar ini disusun langsung oleh pengurus TP-PKK. Nah, jika kamu adalah seorang perempuan yang masih belum merasa mampu jadi ibu, ingin belajar jadi ibu atau yang sedang ingin menikah dan akan jadi ibu. Kamu boleh mendaftar di kelurahan masing-masing, yang berarti kamu adalah warga kota Bogor ya. Untuk bahan pembelajaran dan modul nanti akan disesuaikan, dengan kapisitas pertemuan wajib sebanyak 18 kali.

Direktorat Keluarga, Perempuan, Anak, Pemuda, dan Olahraga Badan Perencana Pembangunan Nasional (BAPPENAS) Ani Puji Astuti juga menyambut baik adanya Sekolah Ibu ini. Ia menyebut ibu adalah sosok yang melahirkan generasi penerus.

Nah, para bunda bagaimana?

 

Click to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *


Parenting

Info Penting Nih Bun, Belajar Piano Bisa Meningkatkan Kemampuan Bahasa pada Si Kecil Lho!

kids play piano

Mungkin untuk sebagian orangtua, bermain musik tak sepenting memberikan pendidikan formal di sekolah. Terutama di Indonesia, masih banyak orangtua yang mengedepankan edukasi tapi melupakan untuk mengenalkan musik pada si kecil. Padahal, melatih si kecil bermain alat musik seperti main piano membawa manfaat yang bisa meningkatkan kecerdasannya lho, Bun!

Dalam sebuah penelitian, disebutkan 88 kunci dan ratusan senar internal dalam piano standar yang bisa menghasilkan banyak suara dan nada dapat mendorong anak-anak untuk membangun kemampuan bahasa mereka. Hal ini dipaparkan oleh ahli saraf kognitif di Institut McGovern, John Gabrieli untuk penelitian tentang otak di Massachusetts Institute of Technology. John bersama rekan-rekannya kemudian menerbitkan makalah berjudul ‘Proceedings of National Academy of Sciences’, dalam makalah tersebut dijelaskan bahwa belajar main piano bisa membantu anak mempelajari bahasa.

Hasil gambar untuk kids play piano

“Saat telinga anak-anak dilatih untuk membedakan antara nada-nada yang berbeda di piano, mereka juga tampaknya lebih baik dalam menguraikan perbedaan halus antara kata-kata yang diucapkan yang merupakan elemen kunci dari penguasaan bahasa,” kata John seperti dikutip dari Time.

Begini Cara Kerja Para Peneliti…

Dalam studi ini para peneliti mengurutkan 74 anak yang berusia 4 hingga 5 tahun dari taman kanak-kanak berbahasa Mandarin menjadi tiga kelompok. Kelompok pertama adalah yang melakukan les piano tiga kali seminggu dengan durasi 45 menit. Kemudian kelompok kedua adalah yang hanya mendapat pelajaran membaca tambahan. Sementara kelompok terakhir adalah kelompok yang tidak belajar piano maupun diberi pelajaran bacaan tambahan.

Setelah enam bulan, dua kelompok terakhir tidak menunjukkan perubahan yang signifikan dalam pengukuran kemampuan kognitif secara umum seperti IQ, ingatan, dan rentang perhatian. Tapi, kelompok yang mengikuti les piano menunjukkan mereka lebih unggul secara kognitif.

Bahkan dibandingkan dengan kelompok bacaan tambahan, kelompok anak-anak yang belajar piano lebih baik dalam membedakan kata-kata yang diucapkan berbeda hanya dengan satu konsonan.

Nah Efeknya…

Efek ini sangat menonjol bagi penutur bahasa Mandarin, kata Gabrieli, mengingat bahasa tersebut terutama pada penuturan lisan sangat bergantung pada perbedaan nada halus. Namun dia mengatakan penelitian lain telah menunjukkan bahwa kemampuan musik dapat bermanfaat untuk pengguna bahasa non-tonal seperti bahasa Inggris.

Hasilnya sangat mengejutkan bahwa sekolah di Beijing tempat penelitian dilakukan, terus menawarkan pelajaran piano kepada murid-muridnya bahkan setelah percobaan berakhir.

“Semakin sering mereka belajar piano semakin baik mereka maju pada perbedaan pitch dan itu membantu mereka dalam perkembangan bahasanya,” kata Gabrieli. Bahkan penelitian lainnya juga telah menemukan bahwa dengan belajar bermusik ternyata bisa memfasilitasi anak untuk belajar mata pelajaran lain serta meningkatkan keterampilan yang pasti digunakan anak-anak di daerah lain.

Sementara itu menurut Children’s Music Workshop, pengaruh pendidikan musik pada perkembangan bahasa dapat dilihat di otak. Hubungan antara musik dan perkembangan bahasa juga menguntungkan secara sosial bagi anak-anak.

“Perkembangan bahasa dari waktu ke waktu cenderung meningkatkan bagian otak yang membantu proses musik,” kata Dr Kyle Pruett, profesor klinis psikiatri anak di Yale School of Medicine dan praktisi musik.

Bunda sendiri bagaimana? Apakah tertarik mengenalkan musik sejak dini pada si kecil?

 

Click to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Most Share

To Top