Parenting

Sebelum Tantrum Terjadi pada Anak, Penuhi Dulu ini

4_sebelumanaktantrum

Mungkin Ayah dan Bunda pernah mengalami situasi Anak Tiba Tantrum ? Anak kecil yang gampang marah bahkan mengamuk dalam dunia psikologi biasa disebut “tantrum”.

Tantrum merupakan bagian dari tahap perkembangan anak yang ditandai dengan ledakan emosi. Anak yang menunjukan gejala tantrum, bisa secara tiba-tiba menangis dengan sangat keras, berteriak, memukul, melempar benda, berguling-guling di lantai, menendang, bahkan membentur-benturkan kepala.

Kenali Temper Tantrum pada anak

tantrum

Sebelum Tantrum Terjadi pada Anak, Penuhi Dulu ini
4_sebelumanaktantrum

1 Comment

1 Comment

  1. Pingback: Jenis Tantrum pada Anak, Tantrum Frustasi atau Tantrum Manipulatif. Mana yang Sering Terjadi Pada Anak Anda? | SayangiAnak

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *


Sponsored Content

Kompetisi Foto Wefie Momen Cinta Keluargamu, Kirimkan Foto Terbaik Keluargamu

momenkeluarga

Zaman dahulu kenangan keluarga diceritakan hanya melalui kisah-kisah verbal orang tua kepada anak cucunya. Kemudian datang era tulisan, dimana kenangan dituliskan dalam buku tulis dan untuk diberikan kepada generasi selanjutnya.

Lalu cara itu berganti ketika Kodak memperkenalkan kamera portabel yang bisa dibawa kemana-mana. Momen-momen penting keluarga tersimpan manis dalam album-album foto atau pigura yang dipajang di ruang-ruang tamu.

Tapi kemudian cara itu mulai luntur ketika datang era telepon pintar. Foto-foto kebersamaanmu Kini seringnya hanya tersimpan dalam penyimpanan gadget atau dalam unggahan sosial media. Saat itu pula kita tak lagi melihat keberadaan foto-foto itu sepenting ketika era dalam album dahulu.

Berapa banyak foto yang hilang karena gadgetmu bermasalah dan harus direset? Bagaimana pulak dengan foto jalan pertama si kecil yang kini hilang karena akun sosial mediamu diretas orang tak bertanggung jawab?

Ah, apakah kamu termasuk orang yang sangat telaten menyimpan semua foto-foto kenangan itu? Kamu menyimpan salah satu foto terbaik momen bersama keluargamu yang mungkin tak pernah terulang?

Kirimkan foto terbaikmu itu, agar semua bisa belajar dari kasih dan sayangmu bersama keluarga. Foto terbaik akan memenangkan Smartpone dan Smartfren MIFI

Ikuti Kompetisi Foto Wefie Momen Cinta Keluargamu

Upload

 

 

 

1 Comment

1 Comment

  1. Pingback: Jenis Tantrum pada Anak, Tantrum Frustasi atau Tantrum Manipulatif. Mana yang Sering Terjadi Pada Anak Anda? | SayangiAnak

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *


Parenting

Anak Anda Cengeng? Ini 6 Faktor penyebab Anak Cengeng dan 7 Cara Mendidiknya yang dapat Diterapkan

anakcengeng

Perasaan marah, malu atau sedih adalah bagian dari emosi yang normal pada masa kanak-kanak. Tetapi sebagai orang tua perlu mengetahui cara meredakan emosi anak yang meluap-luap agar anak tidak tumbuh menjadi anak cengeng.

anakcengeng

Anak yang gampang menangis cenderung mengungkapkan keinginan dengan disertai tangisan. Secara umum tangisan masih menjadi salah satu bentuk komunikasi, terutama bayi di bawah tiga tahun atau batita, karena terbatasnya kemampuan verbal. Hal ini perlahan-lahan harus dihilangkan.

Ada banyak banyak faktor anak cengeng. Berikut beberapa faktor penyebab anak cengeng:

1.  Emosi anak tidak stabil berawal Emosi ibu tak stabil saat hamil

Kalau mau dirunut ke belakang, salah satu penyebab anak gampang menangis adalah kondisi psikologis ibu kurang mendukung saat hamil, seperti sedang banyak masalah, sehingga emosinya tidak stabil. Kondisi ini bisa “menular” pada janin dan bila tidak terselesaikan, bukan tidak mungkin terus terbawa hingga batita. Jadi salah satu penyebab anak cengeng karena emosi anak tidak stabil yang disebabkan oleh  Emosi ibu tak stabil saat hamil.

2. Mencari perhatian karena kadang-kadang anak menangis karena ingin diperhatikan

Terutama sewaktu masih bayi dan hanya itu yang dapat dia lakukan untuk mendapatkan perhatian kita. Tetapi tentu saja ada alasan mengapa dia menginginkan perhatian kita. Bisa saja karena sakit, lapar, haus atau bisa saja karena dia mendambakan kasih sayang, ingin dipeluk dan dimanja. Pelukan dan kasih sayang sama pentingnya bagi pertumbuhan rohani seperti makanan bagi pertumbuhan jasmani. Konon di zaman perang dunia banyak anak bayi di rumah yatim yang haus kasih sayang meninggal karena lebih rentan terhadap penyakit.

3. Anak cenderung lebih sensitif

Selain itu, ada anak-anak yang memang lebih sensitif. Perasaannya halus, sehingga apa saja gampang memancing tangisannya. Ada orang bersuara keras, ia menangis, karena merasa dirinya sedang dimarahi.

4. Pentingnya Orangtua konsisten, dia bisa saja menggunakan tangisan sebagai upaya terhindar dari hukuman atau teguran

Kalau diperhatikan, ada juga anak yang selalu menangis saat melakukan kesalahan sehingga orangtua merasa kasihan atau mengurungkan niat untuk menegur atau menghukumnya. Meski masih batita, anak sudah bisa melihat celah, menggunakan tangisnya sebagai upaya terhindar dari hukuman atau teguran.

5. karena Pola asuh yang terapkan Ia selalu tidak yakin dengan apa yang dilakukannya

Pola asuh orangtua juga ikut berperan. Anak yang serba dilarang akan tumbuh menjadi pribadi penakut atau pencemas. Ia selalu tidak yakin dengan apa yang dilakukannya. Akibatnya ia mudah menangis bila menghadapi situasi yang membuatnya takut atau khawatir.

6. Anak yang serba boleh atau dimanja berlebihan juga berpotensi menjadi anak cengeng

Ia akan menggunakan tangisan untuk mendapatkan apa yang diinginkannya. Apalagi kalau anak ini sudah bisa “menandai” orangtua akan memberikan apa saja kalau ia menangis di muka umum. Menangis menjadi pilihan caranya manakala menginginkan sesuatu.

Untuk membantu anak agar tidak cengeng, berikut beberapa strategi mendidik anak agar tidak cengeng:

1. Anak dengan karakter cengeng mudah dikenali pada usia ini, Jadi kenali sejak dini

Tak ada seorang pun di dunia ini yang mengenali karakter manusia selain orang tuanya sendiri, terutama ibu. orangtua diharapkan dapat mengetahui arah perkembangan karakter anak sejak ia mulai berusia satu atau dua tahun, agar dapat menentukan pola pengasuhan yang tepat untuknya. Anak dengan karakter cengeng mudah dikenali pada usia ini, apalagi jika ia adalah anak bungsu.

2. Jangan menganggap tangisan anak sebagai suatu kesalahan

Beberapa anak yang lebih sensitif kadang mengekspresikan perasaannya tersebut dengan menangis. Tangisan anak bukanlah suatu kesalahan besar, sehingga Anda harus menghadapinya dengan tenang.

3. Ketika anak menangis, jangan memarahi anak dan memaksanya untuk diam

Hal ini biasanya terjadi saat Anda mengajak anak menghadiri suatu acara, kebanyakan orang tua merasa malu jika anaknya menangis berteriak hingga menjadi perhatian banyak orang.

4. Hindari menakut-nakuti anak terhadap suatu hal

Seperti ada monster yang akan muncul pada tengah malam jika anak tidak segera tidur. Mungkin tujuan Anda baik, yaitu mendisiplinkan anak agar tidur pada waktu yang sama setiap harinya, tetapi cara yang Anda gunakan salah.

5. Bantu anak agar merasa aman

Perasaan anak yang terlalu sensitif juga dapat ditunjukkan dengan ketakutan yang berlebihan. Yang perlu Anda lakukan adalah memberikan ruang dan waktu pada anak agar terbiasa dengan kegiatan baru yang mungkin membuatnya cemas atau ketakutan. Menurut para psikolog, anak yang terlalu sensitif hanya perlu merasa aman dan membutuhkan dukungan dari orang tua agar dapat lebih percaya diri, sehingga mampu mengenali kekuatannya sendiri dalam berperang melawan rasa takut.

6. Pelajari strategi khusus untuk mengatasi kemarahan anak

Meredakan kemarahan anak sebenarnya bukan suatu hal yang sulit, cukup memberikan apa yang diinginkan oleh anak. Tetapi hal ini hanya berlaku pada satu waktu saja dan anak akan tumbuh menjadi pribadi yang manja jika semua keinginannya terpenuhi dengan mudah. Cobalah mempelajari strategi terapi untuk mengendalikan emosi anak, misalnya dengan permainan berhitung atau melempar bola. Cara ini dapat melatih kesabaran anak sehingga anak lebih mudah mengendalikan kemarahannya dan tidak mudah menangis.

7. Meminta bantuan psikolog anak

Jika anak sering sekali marah, merasa cemas atau depresi yang melebihi sensitivitas alaminya dan tidak dapat Anda atasi dengan ketiga cara tersebut di atas, jangan mengabaikannya. Hal ini mungkin merupakan tanda-tanda masalah serius pada kondisi psikologi anak.

1 Comment

1 Comment

  1. Pingback: Jenis Tantrum pada Anak, Tantrum Frustasi atau Tantrum Manipulatif. Mana yang Sering Terjadi Pada Anak Anda? | SayangiAnak

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *


Parenting

Orangtua Mana yang Tidak Saya pada Anaknya, 10 Hal yang Tidak Harus Anda Lakukan Untuk Menunjukan Rasa Cinta

memberikan

Kita ingin memberikan anak-anak kita yang terbaik. Kita akan senang untuk memberikan anak-anak kita semua hal yang kita tidak pernah memiliki. Tapi kadang-kadang orang tua terlalu jauh dalam menunjukkan kasih sayang mereka. Dan ini tidak memberikan dampak yang baik untuk anak-anak kita. Karena itu, sebelum terjadi hal-hal yang tidak kita inginkan, perhatikan poin-poin yang tercantum di bawah ini.

memberikan

1. Membuat mereka merasa seperti raja.

Memang penting untuk membuat anak-anak Anda merasa istimewa, tapi kehilangan otoritas Anda kepada mereka hanya akan memiliki konsekuensi negatif. Menegaskan otoritas Anda berarti membangun perbatasan, batas-batas dan keterbatasan Anda dalam membesarkan mereka. Meskipun penting untuk mempercayakan mereka dengan tanggung jawab tertentu, tugas Anda sebagai orang tua adalah untuk membimbing mereka melalui hal itu dan menjadikan keberhasilan sesuai dengan apa yang mereka raih dan lakukan.

2. Percayakan mereka dengan terlalu banyak uang.

Uang adalah alat; bukan hiasan. Semakin awal Anda membuat mereka mengerti ini, semakin paham anak-anak menggunakannya. Meskipun kita hidup berkecukupan dan begitu banyak pilihan yang mudah, tapi tugas Anda adalah untuk mengelola sumber daya, meskipun berlimpah. Mempercayakan mereka dengan satu juta dolar atau membeli perhiasan mahal bagi mereka di tahun-tahun awal mereka akan menjadi terlalu banyak bagi mereka, dan hasil akhirnya: mereka dapat tumbuh menjadi anak yang tidak bersyukur.

3. Tidak membuat mereka bekerja.

Kerja sangat penting dalam kehidupan. Setiap orang dewasa yang bertanggung jawab harus bekerja untuk mencari nafkah. Membuat mereka mengerti ini bermanfaat bagi keberhasilan mereka sebagai orang dewasa. Memang sangat dimaklumi bahwa Anda mungkin ingin melindungi mereka dari segala sesuatu yang melelahkan, tapi mengajarkan mereka pelajaran penting dari pekerjaan akan lebih protektif dari destruktif. Terutama mereka akan menghargainya saat mencoba ke jenjang perguruan tinggi. Biarkan mereka menghargai mendapatkan sesuatu yang bernilai dan merasa bangga karenanya.

4. Tidak mendorong mereka untuk memberi dan menolong tanpa pamrih

Salah satu pelajaran yang paling penting yang diajarkan orang tua dulu adalah adalah membalas kebaikan. Itu adalah aliran kehidupan. Kit amendapatkan sesuatu dan kita memberikan sesuatu. Berikan kebebasan kepada anak yang meminta ijin untuk berbagi, menolong, berbuat baik, dalam hal perbuatan atau amal.

5. Tidak mengharuskan mereka untuk bersyukur.

Anda mungkin merasa anak Anda layak mendapat segala sesuatu yang dia menerima dan tidak berutang apapun. Hal ini akan tidak akan membentuk semangat menghargai bagi mereka. Cobalah membiasakan kata sederhana seperti “terima kasih” sebagai cara untuk membuat mereka memahami pentingnya segala sesuatu yang mereka dapatkan.

6. Memberikan contoh sebagai perengek dan pengeluh

Kita sebagai orang tua seharusnya memimpin dengan contoh. Anak-anak kita harus melihat bahwa tanggung jawab ada dalam diri kita, bahwa kita tegas dan bijaksana. Kita tidak harus merengek dan mengeluh tentang segala sesuatu di depan mereka.

7. Gagal menetapkan batas-batas.

Secara alami, anak-anak ingin dimanja. Ini bukan tugas Anda sebagai orang tua untuk selalu membuat hal ini terjadi. Sebaliknya, Anda perlu mendidik dan memastikan berperilaku baik dan menyenangkan. Untuk melakukan hal ini, Anda perlu memberlakukan pembatasan; jika tidak, anak akan menjadi tidak sopan dan kasar.

8. Membiarkan mereka memilih cara mereka sendiri sepanjang waktu.

Kesemuanya ini adalah tentang memilih apa yang Anda harus berikan kepada mereka dan apa yang tidak. Ada perbedaan dengan menginginkan gadget baru atau memiliki permen. Hal yang tersisa bagi Anda untuk memilih hal-hal yang harus mereka miliki dengan cara mereka dan hal-hal yang tidak sebaiknya mereka miliki.

9. Menawarkan mereka hadiah untuk alasan yang salah.

Jika anak Anda bosan dengan mainan lama, Anda akan membelikan dan menawarkan mainan yang baru sebagai cara untuk menghentikan mereka dari merengek. Jika Anda melakukannya, maka Anda menawarkan mereka hadiah untuk alasan yang salah. Hadiah harus ditawarkan untuk menunjukkan bahwa mereka layak dan telah menunjukkan mereka cukup bertanggung jawab untuk menangani dan mengelola diri mereka sendiri.

10. Mencegah mereka berteman.

Hal ini bukan tentang berteman dengan anak-anak lainnya. Kadang-kadang, banyak manfaat yang bisa dipetik jika Anda membawa mereka ke pertemuan orang tua yang berbagi pengetahuan mendalam. Biarkan mereka melihat manfaat dari bersyukur. Undang orang-orang yang berpartisipasi dalam pekerjaan sukarela ke rumah Anda. Menyesakkan anak dalam hubungan yang tidak sehat akan merusak anak.

11. Melepaskan Anak dari Tanggung Jawab

Anak Anda harus bertanggung jawab atas / tindakannya. Ya anak Anda akan membuat kesalahan, tapi membiarkan mereka lolos dari tanggung jawab untuk kesalahan-kesalahan ini tidak membuat mereka melihat pentingnya belajar dari kesalahan.

1 Comment

1 Comment

  1. Pingback: Jenis Tantrum pada Anak, Tantrum Frustasi atau Tantrum Manipulatif. Mana yang Sering Terjadi Pada Anak Anda? | SayangiAnak

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *


Parenting

Jenis Tantrum pada Anak, Tantrum Frustasi atau Tantrum Manipulatif. Mana yang Sering Terjadi Pada Anak Anda?

tantrum

Tantrum pada anak terdiri dari dua jenis, yaitu tantrum frustasi atau tantrum manipulatif. Kedua jenis tantrum ini dapat dijelaskan melalui tindakan dan tujuan anak melakukannya. Namun, sebelum kita membahas perbedaan antara tantrum frustasi atau tantrum manipulatif, mari cari tahu dulu apa itu tantrum.

Tantrum, bagian dari tahap perkembangan anak

Tantrum merupakan bagian dari tahap perkembangan anak yang ditandai dengan ledakan emosi. Anak yang menunjukan gejala tantrum, bisa secara tiba-tiba menangis dengan sangat keras, berteriak, memukul, melempar benda, berguling-guling di lantai, menendang, bahkan membentur-benturkan kepala.

Gejala tantrum dapat muncul pada usia 15 bulan. Namun, tantrum lebih sering  ditemukan pada anak berusia dua hingga empat tahun. Hal ini bisa disebabkan oleh ketidak mampuan untuk mengungkapkan keinginan dengan kata-kata yang dapat dimengerti orang disekitarnya

Dalam artikel ini, kita akan membahas perbedaan kedua jenis tantrum ini disertai cara untuk mengatasinya.

Tantrum Frustasi, Jika anak tiba-tiba meledak

Seperti penjelasan di atas, bisa jadi ia merasa tidak mampu mengendalikan emosi. Namun, ia sebenarnya tidak menginginkan hal tersebut. Dr. Sears, dokter spesialis anak ternama, menyebutkan bahwa tantrum frustasi dapat disebabkan kelelahan, rasa lapar, bosan, stimulasi berlebihan, atau karena sakit.

tantrum

Contoh Tantrum Frustasi

Contohnya saja, ketika anak merasa lelah bersilaturahmi setelah lebaran atau hari besar selama seminggu penuh. Di hari terakhir, semua orang di rumah sibuk mempersiapkan diri dan nampak tergesa-gesa. Anak anda kebetulan sedang memakai baju lebaran baru yang lubang-lubang kancingnya sangat ketat. Merasa sangat kesulitan, sambil memaksa kancing-kancing tersebut masuk ke lubang, ia mulai menangis. Namun, karena tidak ada yang memperhatikan, ia mulai berteriak atau malah menendang-nendang lemari baju.

Jika Anak mengalamai Tantrum Frustasi, Anda dapat melakukan beberapa hal di bawah ini :

1. Bantulah ia menyelesaikan pekerjaan yang dianggap sulit.
2. Tetaplah berada di sekitarnya.
3. Berikan kesempatan untuk menyendiri jika ia membutuhkan.
4. Belai atau peluk anak jika ia tidak keberatan.
5. Gunakan suara tegas namun lembut jika tantrum masih terjadi selama sepuluh ke depan.
6. Pastikan ia tidak merusak atau menyakiti diri ketika tantrum terjadi.
7. Konsultasikan dengan ahli tumbuh kembang anak jika anda telah melakukan langkah di atas namun belum berhasil.

Tantrum Manipulatif, tantrum dibuat-buat agar menuruti keinginan anak

Tantrum jenis ini berbeda dengan tantrum frustasi. Cara ini digunakan anak untuk membuat orang dewasa di sekitarnya menuruti keinginannya. Kebanyakan, tantrum ini muncul ketika anak mendapat penolakan. Lalu, anak mulai meledak sampai orang tua atau orang dewasa mengubah pendiriannya.

Contohnya Tantrum Manipulatif

Salah satu contohnya, ketika anak berteriak dan menendang, tepat setelah anda mengatakan tidak  pada terhadap kemauannya membeli es krim. Ini jelas merupakan tantrum manipulatif.

Jika Anak mengalamai Tantrum Manipulatif,  Lakukan hal-hal ini

Yang dapat anda lakukan adalah, mengabaikannya.

Pergilah ke ruangan lain dan biarkan anak anda sendiri tanpa penonton. Namun, jika anda kuatir akan keselamatannya, tetaplah berada di ruangan dan lakukan kegiatan lain tanpa menunjukkan bahwa anda memperhatikan.

Jika tantrum terjadi di tempat umum

Bawalah anak ke tempat yang tidak atau memiliki lebih sedikit ‘penonton’ dan biarkan anak berteriak di sana. Yang terpenting adalah, jangan menyerah hanya karena anda malu atau supaya anak anda diam. Percayalah, anak akan belajar untuk melakukannya lagi.

Setelah anak anda tenang, jelaskan pada bahwa perilaku yang tadi ia tunjukan tidak bisa diterima. Akan lebih baik lagi, jika anda sudah tahu bahwa ia mulai belajar menunjukan tantrum, buatlah perjanjian di awal mengenai konsekuensi yang harus diambil jika ia berperilaku demikian. Misalnya, dengan tidak bermain untuk sementara waktu atau memintanya tidak melakukan hal yang ia sukai untuk beberapa saat.

Tekankan bahwa ia tidak dapat melakukan hal seperti ini lagi dan anda bersedih karena harus memberikan konsekuensi yang lebih berat jika itu terjadi, seperti memperlama waktu konsekuensi. Komunikasikan kepada anak bahwa anda sangat sedih dan kecewa.

Pastikan pula bahwa anda mampu menguasai emosi.

Gunakan suara yang tegas, bukan tinggi, dan hanya anda dan anak yang dapat mendengarnya. Jika anda sulit mengendalikan emosi, ambillah beberapa saat sebelum melakukan diskusi. Ingat, anda adalah tuntunan bagi anak. Selain itu, lakukan konsekuensi yang disepakati tersebut dan jangan ubah pendirian anda.

 

Baca juga:

Sebelum Tantrum Terjadi pada Anak, Penuhi Dulu ini
Tips Meredakan Tantrum Pada Anak
Kenali Temper Tantrum pada anak dan Cara mengatasinya

1 Comment

1 Comment

  1. Pingback: Jenis Tantrum pada Anak, Tantrum Frustasi atau Tantrum Manipulatif. Mana yang Sering Terjadi Pada Anak Anda? | SayangiAnak

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Most Share

To Top