Parenting

Sebaiknya Jangan Ajarkan Anak di Bawah 4 Tahun Calistung, Ini Alasannya

Ada pandangan, makin dini mengajarkan anak belajar membaca, menulis dan menghitung (calistung) akan berdampak baik masa depan anak. Banyak orangtua memasukan anak ke  Taman Kanak-Kanak (TK) bahkan PAUD dengan tujuan demikian.

EMOSI

Anak TK belum wajib mengerti tentang calistung, yang penting kemampuan ini

Sebenarnya kemampuan yang diharapkan dimiliki anak usia TK sebenarnya adalah kemampuan berbahasa, perkembangan motorik halus, dan motorik kasar, kemampuan emosional sehingga ia tak mudah tantrum, serta kemampuan sosial seperti berbagi dan bermain dengan teman-teman seusianya.

baby-teddy-bear-cute-39369

Anak TK belum wajib mengerti tentang calistung  alias membaca, menulis, dan berhitung. Di bangku TK, materi ini biasanya dipelajari dasar-dasarnya saja. Misalnya mulai mengenalkan anak pada simbol huruf dan angka. Kalau pun anak berhitung, biasanya diberi media berupa benda-benda konkret.

Pakar yang mempelajari tentang otak atau neurosains sangat tidak menyarankan calistung diajarkan di bawah empat tahun

Sebaiknya anak usia dibawah 4 tahun jangan belajar membaca, menulis dan menghitung (calistung). Mengapa demikian?

pakar neurosains, dr Amir Zuhdi mengatakan “Kalau empat tahun ke bawah empat tahun jangan. Kalau diatas boleh 5 atau 6 bolehlah. Otak anak saat usia itu belum sempurna melakukan membaca, perhitungan dan menulis. Bahayanya karena penangkapannya masih kurang, justru membuat emosi orangtua. Ini bahayanya”

baby-baby-with-mom-mother-kiss-tenderness-67663

Apalagi kalau sampai orangtua mengeluarkan kata-kata yang menimbulkan ketakutan, itu sangat membahayakan perkembangan otak. Sebaiknya usai 1-4 tahun adalah bukan memberikan pelajaran calistung tapi belajar mengelola emosi dan membentuk perilaku.

4 Comments

4 Comments

  1. Supriyadi

    April 23, 2016 at 6:01 pm

    Kapan saat yang tepat untuk mengajarkan anak membilang ?
    Kapan saat yang tepat untuk mengajarkan anak mengenal jumlah ?
    Kapan saat yang tepat untuk mengajarkan anak mengenal angka ?
    Kapan saat yang tepat untuk mengajarkan anak berhitung

  2. Rydha

    April 16, 2017 at 8:14 pm

    Artikel ini rasanya kurang lengkap karena tidak ada contoh dari yg dibilang mengajar anak mengendalikan emosi. Bisa tolong kasi contoh kegiatan apa yg bisa dilakukan orang tua terkait hal tersebut?

  3. sri dewi susanty

    November 24, 2017 at 7:51 pm

    Saya sangat setuju dengan artikel ini, namun saya sangat kecewa dng kurikulum pemerintah ketika SD anak kelas 1 baru 3 bulan belajar calistung sudah harus bisa menulis kalimat dan menghitung deret bilangan dng logika yg cukup sulit tingkatannya. Sungguh tdk masuk akal dan membuat anak hrs belajar ekstra dan jika tdk mau ketinggalan hrs ikut les tambahan.
    Jadi saya tdk menyalahkan org tua yg sudah mengajarkan anaknya calistung dng lbh serius jika anak tsb memang sudah tertarik agar di SD lbh siap

  4. Pingback: Sebaiknya Jangan Ajari Anak ‘Baca Tulis Hitung’ Jika Masih di Bawah 4 Tahun, Ini Alasannya | islamidia.com

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *


Hiburan Anak

Punya Banyak Waktu Bersama Anak? Ajak Saja Liburan Keliling Jakarta Saat Akhir Pekan

Menghabiskan waktu dengan keluarga jelas menyenangkan. Terutama untukmu yang sekarang sedang menikmati peran sebagai orangtua baru, rasanya setiap hari ingin rasanya pergi bersama si kecil. Tak perlu khawatir, selagi kamu menetap di Jakarta, sejatinya hal itu mudah kamu wujudkan. Sekalipun mungkin di hari biasa kamu akan disibukkan mengurusi keperluan keluarga, manfaatkan saja waktu di akhir pekan.

Ajak Si Kecil Berkunjung ke TMII Sekaligus Kenalkan Budaya Indonesia

Ini dia tempat yang dari dulu selalu jadi tujuan wisata warga Jakarta, bahkan destinasi ini juga populer bagi pengunjung dari luar Jakarta yang ingin berwisata di Jakarta. Hal ini terbukti dari ribuan pengunjung memadati tempat wisata ini, mayoritas terdiri dari anak-anak, kaum muda, dan orang tua.

child-childrens-baby-children-s

Tiket masuk ke TMII dibagi menjadi tiket pintu masuk perorangan normal yang terhitung untuk umur 3 tahun keatas Rp. 10.000/orang. Mengingat TMII ini merupakan tempat wisata yang cukup luas, akan lebih menyenangkan kalau bisa mengelilingi tempat ini dengan kendaraan pribadi. Penting diingat, jam operasional TMII adalah buka pada Pkl. 07.00 WIB sampai Pkl. 22.00 WIB.

Kalau Untukmu dan Buah Hati yang Ingin Berkeliling Taman Hiburan, Mungkin Taman Impian Jaya Ancol Bisa Jadi Pilihan Menarik

Nah untukmu yang lebih suka berkeliling taman hiburan sembari melihat pemandangan pantai, datang saja ke taman Impian Jaya Ancol tepatnya. Disini kamu bisa menemukan berbagai macam tempat yang bisa kamu pilih untuk rekreasi. Taman Impian Jaya Ancol yang berlokasi di Jakarta Utara, dan untuk dapat mencapai tempat ini juga sangat mudah karena kamu bisa naik kendaraan pribadi ataupun alat transportasi umum.

ancol
Tiket masuk Taman Impian Jaya Ancol yaitu sebesar Rp 25.000/orang. Untuk menikmati kawasan tertentu, kamu masih harus membayar biaya tambahan. Tapi jangan khawatir, ada juga beberapa kawasan yang dapat kamu nikmati secara gratis.

Latih Si Kecil Untuk Tak Takut Ketinggian dengan Menikmati Pemandangan Apik dari Puncak Monas

Tempat yang paling ikonik ini bisa jadi pilihan saat kamu dan buah hati ingin berjalan-jalan santai tapi sekaligus pelesiran ke pusat kota. Monumen ini terbuka untuk umum dan buka setiap hari dari Pukul 08.00 hingga Pukul 15.00 WIB, kecuali pada Senin pekan terakhir setiap bulan biasanya ditutup untuk umum.

monas
Tak perlu merogoh kocek dalam-dalam, sebab untuk harga tiket masuknya, hanya dikenakan biaya Rp 5.000 per orang. Namun kalau kamu ingin mencapai puncak Monas, dikenakan biaya tambahan yaitu Rp 10.000 per orang. Murah meriah, bukan?

Sementara Untukmu yang Memburu Sore Hari Nan Santai, Coba Saja Sambangi Area Kota Tua

Ada sejumlah tempat historis di kawasan Kota Tua, seperti Museum Fatahillah, Pelabuhan Sunda Kelapa, Museum Bank Indonesia, Museum Seni Rupa dan Keramik, Toko Merah, dan masih banyak lagi museum yang ada di kawasan Kota Tua Jakarta. Kamu punya banyak pilihan kalau menyambangi tempat ini.

kota tua

Selain itu, tidak hanya tempat-tempat historis, kamu juga dapat menikmati kuliner bersama si kecil dengan menyempatkan berkunjung ke Cafe Batavia atau Cafe Gazebo, serta kamu dapat menikmati aneka jajanan seperti gado-gado, soto, hingga kerak telor khas Jakarta.

Agar Lebih Seru Coba Ajak Berkendara Dengan Motor

Naik mobil mungkin nyaman, namun kalau anak sudah beranjak besar tak ada salahnya untuk mengajaknya jalan-jalan mengisi liburannya dengan naik motor. Sensasinya akan terasa berbeda, karena si kecil akan bersentuhan langsung dengan sekitarnya ketika dalam perjalanan. Ia jelas akan lebih banyak bicara menghadapi situasi jalanan secara langsung.

Tapi untuk mengajak si kecil tentunya diperlukan motor yang menjamin kenyamanannya. Salah satu yang bisa dijajal adalah Suzuki NEX II Sebagai keluaran terbaru, Suzuki NEX II tampil lebih besar dari generasi sebelumnya. Dari segi panjang, Nex II berukuran 1.890 mm, dengan lebar 675 mm dan tinggi 1.045 mm. Sedangkan generasi pertamanya, Nex, memiliki panjang  1.850 mm, lebar 665 mm, dan tinggi 1.035 mm. Meskipun berukuran lebih besar dari pendahulunya, Nex II masih memiliki prinsip sebagai kendaraan roda dua yang berukuran kompak dan ramping.

nex stronger red

Demi menunjang sisi kenyamanan pengendara, Suzuki pun melakukan perubahan pada posisi jok motor, agar rasa pegal saat riding tidak lagi menjadi musuh utama setiap pengendara. Nah, lebar jok dan panjang jok pun ditingkatkan, yang semula 240 mm dan 620 mm di Nex, menjadi 250 dan 690 untuk bagian lebar dan panjang pada Nex II. Tentunya membonceng anak akan lebih nyaman dengan komposisi macam ini. Ditambah lagi pijakan kaki alias floor boardingnya juga dilebarkan sehingga kaki bisa leluasa selama perjalanan

Menyalakan motor juga sudah dipermudah dengan sudah disematkannya teknologi Suzuki Easy Start System. Sistem kelistrikan ECU-nya akan memastikan listrik tetap stabil sampai motor menyala. Jadi tak ada lagi kekhawatiran motor akan susah hidup dalam kondisi dingin.

nex elegant premium blue

Sebagai pilihan Suzuki NEX II hadirkan 5 varian menarik, yakni Sporty Runner, Fancy Dynamic, Elegant Premium, Elegant dan Standard. Setiap varian dibedakan dari pilihan kelengkapan fitur dan aksesoris yang dimiliki.

1. Suzuki NEX II Standard
Varian NEX II Standard merupakan varian paling dasar dari seluruh pilihan yang tersedia di NEX II. Dibekali kelengkapan fungsional untuk keperluan sehari-hari yang ekonomis dan praktis. NEX II Standard tersedia dalam warna brilliant white, stronger red dan titan black.

2. Suzuki NEX II Sporty Runner
Menggambarkan ekspresi generasi muda yang sporty dan aktif. NEX II Sporty Runner dilengkapi dengan LED Headlight, USB Charger, Sporty Body Striping Set, Meter Visor, Cover Muffler + Hole dan Rim Decal. NEX II Sporty Runner tersedia dalam warna brilliant white, stronger red dan titan black.

3. Suzuki NEX II Fancy Dynamic
Terinspirasi dari kedinamisan dan kreatifitas generasi muda yang stylish, NEX II Fancy Dynamic dibekali fitur LED Headlight, LED Lamp Line, USB Charger, Dynamic Body Striping Set dan Rim Decal.

4. Suzuki NEX II Elegant
Varian NEX II Elegant merupakan pilihan yang lebih ekonomis dan fungsional dengan warna yang tetap mewah yaitu mat stellar blue dan solid black. NEX II Elegant menjadi pilihan bagi yang ingin mulai menunjukkan jati dirinya dengan cara yang mudah.

5. Suzuki NEX II Elegant Premium
Mewakili karakter berkelas, NEX II Elegant Premium dilengkapi dengan LED Headlight, USB Charger, Floorboard Guard dan Cover Muffler. Warna tampilan pun berbeda dan lebih mewah dengan pilihan mat stellar blue dan solid black.

4 Comments

4 Comments

  1. Supriyadi

    April 23, 2016 at 6:01 pm

    Kapan saat yang tepat untuk mengajarkan anak membilang ?
    Kapan saat yang tepat untuk mengajarkan anak mengenal jumlah ?
    Kapan saat yang tepat untuk mengajarkan anak mengenal angka ?
    Kapan saat yang tepat untuk mengajarkan anak berhitung

  2. Rydha

    April 16, 2017 at 8:14 pm

    Artikel ini rasanya kurang lengkap karena tidak ada contoh dari yg dibilang mengajar anak mengendalikan emosi. Bisa tolong kasi contoh kegiatan apa yg bisa dilakukan orang tua terkait hal tersebut?

  3. sri dewi susanty

    November 24, 2017 at 7:51 pm

    Saya sangat setuju dengan artikel ini, namun saya sangat kecewa dng kurikulum pemerintah ketika SD anak kelas 1 baru 3 bulan belajar calistung sudah harus bisa menulis kalimat dan menghitung deret bilangan dng logika yg cukup sulit tingkatannya. Sungguh tdk masuk akal dan membuat anak hrs belajar ekstra dan jika tdk mau ketinggalan hrs ikut les tambahan.
    Jadi saya tdk menyalahkan org tua yg sudah mengajarkan anaknya calistung dng lbh serius jika anak tsb memang sudah tertarik agar di SD lbh siap

  4. Pingback: Sebaiknya Jangan Ajari Anak ‘Baca Tulis Hitung’ Jika Masih di Bawah 4 Tahun, Ini Alasannya | islamidia.com

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Most Share

To Top