Parenting

Sebab Memiliki Anak Yang Jadi Tukang Bully Bukankah Kebanggaan Untuk Orangtua, Antisipasi Dengan Cara Ini!

Bantu Si Kecil Agar Tak Jadi Tukang Bully Dengan Cara Ini

Saat anak di sekolah ada banyak keresahan yang dirasakan orangtua di rumah. Adakah anak lain yang mau berteman dengannya? Apakah dirinya jadi korban ejekan teman-temannya? Akankah dia akan dikucilkan atau bahkan disakiti?

Kekhawatiran kita sebagai orangtua nyatanya tak behenti hanya sampai disitu saja. Nyatanya masih ada hal lain yang membuat kita cemas. Bagimana jika ternyata si kecil justru menjadi pelaku dari semua hal tersebut?

Namun Bunda juga tak perlu terlalu takut. Orangtua hanya perlu lebih jeli mengamati sikap buah hatinya. Dengan begitu kita bisa menolong anak yang memang telah menunjukkan potensinya sebagai tukang bully.

Keluarga Sebagai Rumah Tempatnya Belajar Memulai Segala Hal, Untuk Itu Sebisa Mungkin Hindari Melakukan Hal-Hal Buruk Di Hadapannya

Peran keluarga terlebih kita sebagai orangtua, memang punya andil yang kuat dalam tumbuh kembangnya. Jadi jangan heran jika orangtua yang selalu berbicara kasar, juga akan memiliki anak dengan pola bicara yang sama. Tak hanya faktor genetik yang kita turunkan, aktivitas di dalam rumah juga akan jadi patokan untuknya. Diusianya yang masih dalam tahap tumbuh kembang, dia akan begitu mudah menyerap segala hal yang dilihatnya.

Jika sebagai orangtua kita sering menunjukkan sikap kasar, atau kata-kata yang tak sepantasnya. Maka kelak dia akan berpotensi untuk melakukan hal yang sama pada orang lain. Sikap ini jadi pemicu mengapa dia bisa menjadi tukang bully.

Sejak Dini Ajaklah Si Kecil Untuk Membicarakan Apa Sebab Dan Akibat Yang Akan Didapat Dari Bullying

Untuk beberapa sikap yang sudah jelas menunjukkan bullying, kita masih bisa meredam amarah. Alih-alih berpikir mereka masih kecil, orangtua mungkin berpikir bahwa dia tak paham apa yang sedang diperbuatnya. Tapi tunggu dulu, apakah ini adalah sikap yang baik  untuk menanggapinya? Tentu tidak!

Memberinya pengertian untuk sebab dan akibat dari bullying, harus diterapkan sejak dini. Dimulai dari memberi contoh perbuatan untuk saling mengasihi sesama manusia dan makhluk lain. Kemudian beritahu dia apa yang akan diterima seseoran ketika di-bully, dengan begitu dia paham bahwa hal tersebut tidaklah baik.

Perhatikan Pula Lingkungan Sekolah Dan Bermain Sehari-harinya, Bisa Jadi Sikap Buruk Tersebut Berasal Dari Sana

Namun untuk beberapa kasus, ternyata potensi anak yang suka mem-bully temannya tak hanya didapat dari rumah saja. Sebagaimana keluarga, sekolah dan teman bermain tentu juga punya kontribusi untuk pembentukan perilakunya.

Meski tak semua, ada beberapa sekolah yang justru terkesan lalai untuk dampak dari bullying. Belum lagi teman bermain yang kadang, menggiring mereka ada sikap tak menghargai satu sama lain. Seringnya si anak melakukan bully karena didorong oleh rasa ingin membuktikan.

Entah itu karena diminta oleh temannya atau atas keinginan sendiri. Semata-mata ingin menunjukkan bahwa dirinya juga bisa melakukan hal yang sama dengan yang lainnya. Kurangnya pemahaman yang dimilikinya pun jadi alasan mengapa akhirnya dia memilih melakukannya

Namun Jika Memang Sudah Terlanjur Jadi Tukang Bully, Baiknya Orangtua Mulai Menerapkan Komunikasi Konsultatif Pada Anak

Sebagai orangtua yang tak luput dari kelalaian, kadang kita menyadarinya setelah semua telah terjadi. Begitu pula dengan hal-hal yang terjadi dengan anak. Jika memang dirinya sudah terlanjur beberapa kali melakukan bully, kita tetap masih harus membantunya. Ini hanyalah masalah ketidakmampuannya untuk mengendalikan agresivitasnya dengan semestinya. Sehingga untuk beberapa kesempatan, selalu berujung dengan bullying yang dampaknya tentu buruk.

Untuk itu sebaiknya kita, mulai mengajaknya untuk berkomunikasi secara intensif. Bisa saja selama ini, dirinya kurang leluasa dalam menyampaikan segala sesuatu yang sedang dipikirkannya. Untuk itu kehadiran orangtua tentu akan membuatnya merasa dihargai dan mau mendengarkan.

Kemudian Dorong Si Kecil Untuk Melakukan Hal-Hal Positif Atau Kegiatan Yang Memang Disukainya

Tak hanya mendengarkannya saja, sesuatu yang akan membantu si kecil menghilangkan sikap buruknya itu adalah kegiatan lain. Berilah dia ruang untuk bebas berekspresi dan mengungkapkan semua keinginannya. Sampaikan semua hal-hal baik tersebut lewat permainan yang menyenangkan. Secara tidak langsung dia akan mulai belajar, bahwa sikap -sikap yang dilakukannya kemarin tidaklah baik.

Berdiskusi dengannya juga salah satu cara yang bisa kita lakukan, mintalah dia bercerita atas segala yang mungkin menjadi keluhannya. Mulai dari bagaimana keadaan di sekolah, hingga siapa saja temannya yang selalu bersikap tak baik. Sebagai orangtua kita juga tentu belajar darinya untuk lebih memahami apa yang dia butuhkan.

Sebagai Orang Tua Kita Juga Tak Boleh Menunjukkan Kemarahan Yang Lantas Membuatnya Merasa Terhakimi

Terlepas dari dari memahami dan membantunya membuang sikap yang suka mem-bully tersebbut. Ada sesuatu hal lain yang tak boleh kita tunjukkan dihadapannya yaitu menunjukkan amarah dihadapannya. Karena biar segala hal yang kini sedang dilakukannya, tentu ada sebab dan akibatnya.

Sebagai orangtua sudah seharusnya kita membantu mereka untuk menemukan jalan keluar. Memberinya label anak yang tak baik, akan terkesan menghakiminya tanpa ampun. Bukan tak mungkin hal ini justru semakin memberikan pengaruh buruk terhadapnya. Sehingga tak henti untuk melakukan hal yang sama secara terus menerus.

Karena perkembangannya tentu akan dibumbui dengan beberapa hal baik dan buruk.Untuk itu sebagai orangtua telah sepantasnya kita tetap berada di dekatnya untuk menjadi orang pertama yang paling memahaminya.

 

Click to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *


Parenting

Anak Cerdas Punya Rasa Ingin Tahu yang Besar, Ini Manfaat Anak Memiliki Rasa Ingin Tahu dan Cara Praktis Merangsang Keingintahuan Anak

Calm children playing with  toys in home interior

.

Memiliki rasa ingin tahu yang besar adalah sebuah anugerah yang diberikan Tuhan. Jika seseorang mampu mengarahkan rasa ingin tahu kepada hal-hal yang positif, sifat tersebut akan menjadi keuntungan bagi kita. Namun sebaliknya, jika rasa ingin tahu tersebut digunakan untuk hal-hal yang negatif sifat tersebut bisa menjadi bumerang untuk kita.
Rasa keingintahuan akan sesuatu hal, jadi motivator yang kuat. Mampu membangun mental dan emosi, serta mendorong seseorang mau belajar dan maju. Nah sebagai orangtua, hal ini jelas jadi tugas kita bersama. Sebab menjaga agar rasa  tersebut terus tumbuh didalam dirinya, kita butuh beberapa cara untuk menstimulasinya.

Dan Berikut  Caranya :

Click to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *


Parenting

Sebab Kerap Susah Tidur Pada Anak Dapat Mengganggu Perkembangannya, Atasi Dengan Tips Ini Bun

StockSnap_AHFXOY83GL

Apakah buah hati anda sering terbangun dan menangis di malam hari? Jika frekuensinya tidak terlalu sering maka hal itu bisa disebut sebagai sesuatu yang wajar, namun jika kerap terjadi bisa jadi si kecil mengalami gangguan tidur.

Gangguan tidur terjadi saat ritme biologisnya terganggu, sehingga si kecil tak dapat tidur nyenyak saat malam hari. Namun anda tidak perlu khawatir, agar anak tak lagi sulit tidur, ada sejumlah tips sederhana yang bisa Bunda terapkan.

Hentikan Aktivitas Bermain Anak Beberapa Jam Sebelum Waktu Tidurnya Tiba

Bermain merupakan aktivitas yang tidak bisa dilepaskan dari dunia anak. Kebanyakan anak akan menghabiskan banyak waktu untuk bermain. Namun ternyata dekatnya jarak antara selesai bermain dengan waktu tidur dapat menyebabkan si kecil mengalami kesulitan untuk tidur nyenyak.

Sebuah penelitian yang dilakukan di Amerika menyatakan bahwa satu jam jarak antara selesai bermain dengan waktu tidur akan menyebabkan si kecil mengalami sulit tidur. Untuk itu, para ahli menyarankan para orangtua untuk menghentikan aktivitas bermain anak beberapa jam sebelum waktu tidurnya tiba demi menjaga kualitas tidur si kecil.

Pastikan Tempat Tidur Yang Digunakan Anak Bisa Membuatnya Nyaman

Cara lainnya untuk membuat tidur si kecil nyenyak adalah dengan memberikan tempat tidur yang nyaman. Bisa jadi sering terbangunnya si kecil pada malam hari disebabkan oleh bahan seprei yang panas, adanya pasir, atau semut. Untuk mengatasinya, gantilah seprei si kecil secara teratur sehingga tempat tidurnya pun akan menjadi nyaman.

Berikan Camilan Untuk Anak Beberapa Jam Sebelum Waktu Tidurnya Tiba

Mungkin masih banyak orangtua yang belum menggunakan cara yang satu ini untuk menidurkan si kecil. Padahal beberapa ahli anak menyarankan para orangtua untuk memberikan cemilan beberapa jam sebelum waktu tidurnya tiba. Makanan kecil seperti kacang, sereal, pisang, telur, keju, ikan tuna, segelas susu hangat, dan yoghurt dapat memicu rasa kantuk pada anak.

Matikan Atau Jauhkan Perangkat Elektronik Dari Tempat Tidur Anak

Beberapa pakar kesehatan anak berpendapat bahwa sambungan listrik yang terdapat pada perangkat elektronik seperti TV, radio, ponsel, dan berbagai jenis peralatan listrik lainnya dapat menghambat produksi hormon melatonin pada si kecil. Hormon melatonin adalah hormon yang menyebabkan rasa mengantuk.

Meskipun beberapa ahli meragukan hasil penelitian tersebut tapi tidak ada salahnya anda memutus aliran listrik di sekitar si kecil. Atau paling tidak menjauhkannya dari tempat tidur si kecil.

Gunakan Lampu Tidur Atau Matikan Lampu Agar Si Kecil Cepat Tidur

Banyak pakar kesehatan yang menyarankan untuk mematikan lampu saat sedang tidur. Hal itu karena cahaya lampu dapat menghambat produksi hormon tidur. Namun jika bayi anda tidak terbiasa dengan tidur dalam suasana yang gelap, maka Bunda dapat memasang sebuah lampu tidur di kamar tidur.

Buat Anak Merasa Rileks Agar Tidurnya Nyenyak Bun!

Beberapa aktivitas ringan seperti memberikan pelukan, ciuman, bercerita, dan bersenandung akan membuat si kecil menjadi rileks. Dengan begitu anak dapat tidur nyenyak dan beristirahat dengan maksimal. Hal ini tentu berpengaruh baik untuk pertumbuhannya.

Ternyata tidak terlalu sulit untuk membuat tidur si kecil nyaman. Dengan tips sederhana di atas, Bunda dapat membuat tidur si kecil jadi berkualitas. Namun jika tips tersebut sudah dilakukan dengan baik tapi tidur si kecil belum juga nyenyak, maka anda dapat berkonsultasi dengan dokter anak demi mengetahui penyebabnya.

Click to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *


Sponsored Content

Bunda Tak Perlu Bingung Apalagi Kesal ketika Si Kecil Terus Bertanya “Kenapa”, Ini Penjelasan Ilmiahnya Dan Cara Menghadapinya

Ketika si kecil sudah mulai bisa berkomunikasi, umumnya mereka akan mulai banyak bertanya. Pertanyaan ini akan terus bersambung ke pertanyaannya berikutnya, menggunakan kata tanya “kenapa”.

Si Kecil: “Kenapa aku harus makan, Bunda?”
Bunda: “Kamu makan supaya kamu sehat.”
Si Kecil: “Kenapa aku harus sehat, Bunda?”
Bunda: “Kalau kamu sehat, kamu jadi bisa main.”
Si Kecil: “Kalau aku tidak bisa main, kenapa jadinya, Bunda?”
dan seterusnya.

Banyak orang tua yang panik menghadapi pertanyaan-pertanyaan semacam ini. Tak jarang, mereka malah sedikit terbawa emosi karena pertanyaan si anak seolah tidak ada habisnya. Buntutnya, orang tua melakukan berbagai cara agar pertanyaan si kecil berhenti.

Sering Bertanya “Kenapa” Merupakan Ciri Perkembangan yang Baik, Lho, Bunda. Yup, seringnya anak bertanya merupakan bagian dari perkembangan otak anak. Hal ini ditemukan oleh Leon Hoffman, MD, direktur dari Pacella Parent Child Center di New York Psychoanalytic Society & Institute. Penelitiannya menemukan bahwa salah satu yang melatarbelakangi anak-anak suka bertanya “kenapa” adalah untuk memahami kata-kata baru.

Hal ini karena anak dengan rentang usia 1-5 tahun sedang dalam masa untuk belajar berbicara dan berlogika, sehingga anak sering kali mengulang pertanyaan atau bertanya untuk mendapatkan kejelasan dari setiap kata yang didengar atau diucapkannya.

Seringnya anak bertanya “kenapa” juga disebut Leon Hoffman, berguna untuk membangun memori. Tahapan ini juga menjadi ciri anak berada di tahap perkembangan yang baik. Karena dibutuhkan waktu beberapa saat bagi anak yang sedang berkembang untuk menyimpan informasi baru di dalam memorinya.
Mendengar orang tua yang dipercayainya memberikan jawaban bisa membantu mendorong anak untuk memahami konsep kata baru.

Jadi mungkin bagi ayah bunda, pertanyaan si buah hati terkesan tidak penting. Padahal sesungguhnya ketika itu mereka sedang membangun konsep, melatih kemampuan komunikasi, menambah perbendaharaan kata, dan menambah pengetahuan mereka.

Si Kecil Banyak Bertanya Karena Ingin Dekat dengan Bunda dan Ingin Tahu Lebih Banyak

1

Bunda mungkin masih ingat ketika mereka menangis karena ingin menyusu saat masih bayi. Ketika itu, sesungguhnya mereka bukan hanya ingin memenuhi rasa laparnya. Namun mereka juga menginginkan kehadiran orang yang disayanginya. Si kecil ingin diberikan makanan lewat bunda yang disayanginya.

Nah, hal itu juga yang ditemukan oleh Leon Hoffman dalam penelitiannya. Ketika banyak bertanya, anak juga sedang menemukan kenyamanan. Sejak balita, anak-anak biasanya menemukan kenyamanan dalam hal pengulangan dan mengajukan pertanyaan yang sama kembali sebagai salah satu cara untuk meminta dukungan emosional. Jadi si kecil bukan hanya ingin rasa ingin tahunya terpenuhi, namun juga ingin rasa ingin tahunya dipenuhi oleh orang yang disayanginya. Ia ingin pertanyaannya dijawab oleh orang yang membuatnya merasa aman.

Hindari Meminta Anak Bertanya Ke Orang Lain Ya Bunda

Portrait of young asian mother guiding her children to draw on the paper. shot in the library

Portrait of young asian mother guiding her children to draw on the paper. shot in the library

Ketika si kecil memilih Bunda untuk menjawab pertanyaannya, artinya ia memercayai dan merasa aman bersama bunda. Itulah kenapa sangat tidak bijak meminta anak bertanya kepada orang lain ketika ia sedang bertanya kepada kita. Sayangnya, banyak orang tua mengelak ketika lelah dibombardir dengan pertanyaan oleh si kecil?

“Tanya Ayah, ya”
“Coba tanya sama Nenek”
“Kakak tuh bisa jawab”

Begitu biasanya kita mencoba mengalihkan pertanyaan mereka. Padahal hal ini bisa menurunkan minat mereka untuk menambah pengetahuan. Sebab, ia hanya akan bertanya kepada orang yang membuatnya merasa aman dan nyaman. Memintanya bertanya ke orang lain yang bukan pilihannya jelas akan membuatnya ragu sekaligus kecewa kepada kita.

Seandainya Bunda memang tidak bisa menjawab, maka tawarkan si kecil untuk ditemani bertanya kepada orang lain di sekitarnya. Bunda dapat mengajak si kecil dengan kalimat, “Kita tanya sama Ayah yuk, mungkin Ayah tahu jawabannya”.

Rasa Ingin Tahu Ini Harus Dijaga, Bunda Harus Membuatnya Terus Tertarik

Happy Asian Family enjoying their time in the park

Ketika Bunda sudah memahami pentingnya rasa ingin tahu anak, tentunya yang diperlukan saat ini adalah menjaga agar keingintahuan itu tetap ada. Caranya adalah dengan ikut melibatkannya dalam kegiatan yang menyenangkan sekaligus merangsang rasa ingin tahunya.

Nah salah satu cara menyenangkannya adalah dengan mengenalkan anak kepada Shimajiro. Siapa itu? Shimajiro merupakan karakter edukatif nomer satu di Jepang yang aktif dan selalu tertarik dengan hal-hal baru. Shimajiro dapat menjadi teman belajar yang menyenangkan melalui Ruang Ingin Tahu Shimajiro. Di #RuangInginTahuShimajiro, anak dapat bereksplorasi mengasah rasa ingin tahunya sambil bermain, bersama Shimajiro dan Kak Rini yang merupakan teman Shimajiro sekaligus bertindak sebagai narasumber.

Ada tanya jawab bersama Shimajiro yang ditunjukkan melalui video pertanyaan anak-anak untuk kemudian dibahas bersama dan dijawab oleh Kak Rini. Lalu ada juga Tantangan Shimajiro. Kali ini, Shimajiro bersama Kak Rini akan mencoba berbagai macam tantangan sambil bermain.

Serunya lagi, Shimajiro akan mengajak si kecil di rumah untuk turut mencoba hal tersebut. Tantangan yang diberikan merupakan hal-hal sederhana yang biasa dilakukan dalam kehidupan sehari-hari dan tentunya aman untuk dilakukan oleh anak-anak. Jadi Bunda bersama si kecil bisa ikut keseruan bersama Shimajiro.
Yuk, Bunda, asah terus rasa ingin tahu si kecil melalui Rasa Ingin Tahu Shimajiro di sini!

Click to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Most Share

To Top