Parenting

Sebab Kerap Susah Tidur Pada Anak Dapat Mengganggu Perkembangannya, Atasi Dengan Tips Ini Bun

StockSnap_AHFXOY83GL

Apakah buah hati anda sering terbangun dan menangis di malam hari? Jika frekuensinya tidak terlalu sering maka hal itu bisa disebut sebagai sesuatu yang wajar, namun jika kerap terjadi bisa jadi si kecil mengalami gangguan tidur.

Gangguan tidur terjadi saat ritme biologisnya terganggu, sehingga si kecil tak dapat tidur nyenyak saat malam hari. Namun anda tidak perlu khawatir, agar anak tak lagi sulit tidur, ada sejumlah tips sederhana yang bisa Bunda terapkan.

Hentikan Aktivitas Bermain Anak Beberapa Jam Sebelum Waktu Tidurnya Tiba

Bermain merupakan aktivitas yang tidak bisa dilepaskan dari dunia anak. Kebanyakan anak akan menghabiskan banyak waktu untuk bermain. Namun ternyata dekatnya jarak antara selesai bermain dengan waktu tidur dapat menyebabkan si kecil mengalami kesulitan untuk tidur nyenyak.

Sebuah penelitian yang dilakukan di Amerika menyatakan bahwa satu jam jarak antara selesai bermain dengan waktu tidur akan menyebabkan si kecil mengalami sulit tidur. Untuk itu, para ahli menyarankan para orangtua untuk menghentikan aktivitas bermain anak beberapa jam sebelum waktu tidurnya tiba demi menjaga kualitas tidur si kecil.

Pastikan Tempat Tidur Yang Digunakan Anak Bisa Membuatnya Nyaman

Cara lainnya untuk membuat tidur si kecil nyenyak adalah dengan memberikan tempat tidur yang nyaman. Bisa jadi sering terbangunnya si kecil pada malam hari disebabkan oleh bahan seprei yang panas, adanya pasir, atau semut. Untuk mengatasinya, gantilah seprei si kecil secara teratur sehingga tempat tidurnya pun akan menjadi nyaman.

Berikan Camilan Untuk Anak Beberapa Jam Sebelum Waktu Tidurnya Tiba

Mungkin masih banyak orangtua yang belum menggunakan cara yang satu ini untuk menidurkan si kecil. Padahal beberapa ahli anak menyarankan para orangtua untuk memberikan cemilan beberapa jam sebelum waktu tidurnya tiba. Makanan kecil seperti kacang, sereal, pisang, telur, keju, ikan tuna, segelas susu hangat, dan yoghurt dapat memicu rasa kantuk pada anak.

Matikan Atau Jauhkan Perangkat Elektronik Dari Tempat Tidur Anak

Beberapa pakar kesehatan anak berpendapat bahwa sambungan listrik yang terdapat pada perangkat elektronik seperti TV, radio, ponsel, dan berbagai jenis peralatan listrik lainnya dapat menghambat produksi hormon melatonin pada si kecil. Hormon melatonin adalah hormon yang menyebabkan rasa mengantuk.

Meskipun beberapa ahli meragukan hasil penelitian tersebut tapi tidak ada salahnya anda memutus aliran listrik di sekitar si kecil. Atau paling tidak menjauhkannya dari tempat tidur si kecil.

Gunakan Lampu Tidur Atau Matikan Lampu Agar Si Kecil Cepat Tidur

Banyak pakar kesehatan yang menyarankan untuk mematikan lampu saat sedang tidur. Hal itu karena cahaya lampu dapat menghambat produksi hormon tidur. Namun jika bayi anda tidak terbiasa dengan tidur dalam suasana yang gelap, maka Bunda dapat memasang sebuah lampu tidur di kamar tidur.

Buat Anak Merasa Rileks Agar Tidurnya Nyenyak Bun!

Beberapa aktivitas ringan seperti memberikan pelukan, ciuman, bercerita, dan bersenandung akan membuat si kecil menjadi rileks. Dengan begitu anak dapat tidur nyenyak dan beristirahat dengan maksimal. Hal ini tentu berpengaruh baik untuk pertumbuhannya.

Ternyata tidak terlalu sulit untuk membuat tidur si kecil nyaman. Dengan tips sederhana di atas, Bunda dapat membuat tidur si kecil jadi berkualitas. Namun jika tips tersebut sudah dilakukan dengan baik tapi tidur si kecil belum juga nyenyak, maka anda dapat berkonsultasi dengan dokter anak demi mengetahui penyebabnya.

Click to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *


Parenting

Agar Anak Makin Nyaman Belajar, Siapkan Gadget Ini Saat Dia Kembali Masuk Sekolah Bun

child-1822471_640

Libur telah tiba. Anak-anak pun antusias menikmati liburan. Untuk sejenak mereka tak lagi menjalani rutinitas belajar di sekolah. Bunda tentu juga telah menyiapkan agenda seru agar liburan terasa menyenangkan bukan? Meski begitu, sebaiknya Bunda pun meluangkan waktu untuk menyiapkan gadget-gadget yang akan kembali dibutuhkan si kecil begitu liburan usai.

Keberadaan gadget tersebut tidak bisa dianggap remeh, sebab bisa digunakan untuk memantau keberadaan buah hati dan juga digunakan anak untuk menunjang proses pembelajarannya. Lalu apa sajakah gadget-gadget yang dibutuhkan anak?

Jam Tangan Pintar Untuk Memantau Keberadaan Anak

Keamanan anak menjadi salah satu hal yang dikhawatirkan orangtua. Apa lagi baru-baru ini banyak berita adanya penculikan terhadap anak sekolah. Hal itu membuat orangtua semakin khawatir dan cemas akan keberadaan anak-anaknya. Maka akan lebih baik jika orangtua bisa memberikan jam tangan yang memiliki fitur untuk mengetahui lokasi anak. Dengan demikian Bunda pun bisa lebih tenang.

Bekali Anak Dengan Handphone, Namun Sebaiknya Bunda Tidak Memberinya Smartphone

Menurut seorang psikolog anak dan remaja, anak yang berusia 10 tahun sudah boleh dibekali dengan gadget. Maka dari itulah, kita sebagai orangtua bisa memberikan gadget pada anak ketika dia duduk di bangku sekolah dasar sesuai kebutuhannya. Karena kebutuhan akan gadget masih sebatas untuk mengetahui keberadaan anak dan melakukan komunikasi dengan Bunda, maka memberinya smartphone sebenarnya belum terlalu dibutuhkan.

Komputer atau Laptop Juga Tak Kalah Penting. Lengkapi Juga Dengan Printer ya Bun!

Dizaman sekarang ini, anak yang duduk dibangku sekolah dasar sudah membutuhkan laptop atau komputer untuk mengerjakan tugas sekolahnya. Maka, orangtua sebaiknya memberikan komputer atau laptop untuk anak mengerjakan tugas sekolahnya. Namun dengan catatan, jangan diletakan di kamar anak, melainkan letakanlah di ruang keluarga atau kamar Bunda. Dengan demikian Bunda bisa mengecek apa saja yang telah diakses oleh anak saat berselancar di dunia maya.

Bunda sebaiknya juga menyiapkan printer demi kelancaran anak mengerjakan tugass. Sebab banyak tugas yang harus dikerjakan dengan komputer kemudian dicetak. Sebagai contoh saja, ketika anak memiliki PR untuk membuat silsilah keluarga dan diminta mengumpulkannya dalam bentuk hard copy, maka tentu harus dicetak dengan menggunakan printer.

Sebaiknya Bunda pun Menyediakan Koneksi Internet atau Modem

Sekarang ini sudah zamannya serba online, maka koneksi internet juga sangat diperlukan oleh anak. Namun meski demikian, kita sebagai orangtua harus benar-benar ketat memantau kondisi anak saat dia mulai mengoperasikan internet, sebab jika dibiarkan akan sangat berbahaya. Selain itu, jika kita tidak memantaunya, dikhawatirkan anak akan membuka hal-hal yang tidak mendidik. Misalnya membuka game atau mengakses tayangan yang tidak layak untuk anak.

Dari uraian di atas dapat disimpulkan bahwa anak perlu dibekali dengan gadget, tetapi kita sebagai orangtua wajib untuk memantau penggunaannya. Hal itu dimaksudkan supaya anak-anak kita tak terjerumus pada hal-hal yang tidak diinginkan. Tentu tidak ada orangtua yang menginginkan anaknya sampai kecanduan gadget atau game online hingga tak mau belajar. Oleh karena itu peran aktif orangtua untuk mengontrol anak dalam hal penggunaan gadget sangat dibutuhkan

 

Click to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *


Parenting

Benarkah Kopi Dapat Mencegah Step Pada Anak?

pexels-photo (1)

Ketika orangtua sedang minum kopi, biasanya mereka akan memberikan satu atau dua sendok kepada anaknya yang masih balita. Para orangtua zaman dulu sangat percaya, dengan memberikan minum kopi maka akan  menghindarkan anak dari step atau kejang-kejang. Kebiasaan memberikan minum kopi kepada anak, nampaknya memang sudah menjadi tradisi bagi sebagian masyarakat kita. Lalu bagaimana sebenarnya?

Anggapan Jika Memberikan Kopi Dapat Menghindarkan Anak Dari Step Ternyata Hanya Mitos, Bahkan Malah Membahayakan Anak

Padahal sejauh ini ternyata kabar tersebut masih mitos dan belum pernah ada penelitian yang bisa membuktikan anggapan tersebut, ungkap Dr. Rifan Fauzie, SpA. Lebih mengkhawatirkan lagi, ada beberapa orangtua justru memberikan anaknya kopi pada saat anak tersebut mengalami kejang, lanjutnya. Dr. Rifan mengungkapkan jika kondisi tersebut sangatlah berbahaya, karena ketika sedang kejang, kemampuan menelan anak akan terganggu.

Menurut dokter yang berpraktek di RSAB Harapan Kita ini, kopi yang diberikan ketika anak sedang kejang tidak akan masuk ke dalam pencernaan atau ke lambung, tetapi akan masuk ke dalam paru-paru. Nantinya kopi tersebut akan menimbulkan reaksi yang bisa mengakibatkan peradangan di paru-paru.

Memberikan Kopi Pada Anak Balita Justru Mendatangkan Lebih Banyak Efek Samping Ketimbang Manfaatnya Bun

Kopi yang telah dikonsumsi ternyata bisa merangsang sistem simpatik. Oleh karena itu, orang dewasa yang mengkonsumsi kopi akan mengalami jantung berdetak lebih cepat atau menyebabkan diare jika minum kopi berlebihan. Tentu hal itu juga berlaku pada anak balita yang telah diberi kopi meski jumlahnya tidak banyak atau sangat sedikit. Menurut Dr. Rifan, pada intinya memberikan kopi pada anak balita justru akan lebih banyak efek sampingnya jika dibandingkan dengan manfaatnya.

Untuk Mengatasi Anak Kejang, Bunda Harus Menurunkan Demamnya

Salah satu cara yang tepat untuk mengatasi anak kejang adalah dengan menurunkan demamnya, misalnya dengan cara mengompresnya menggunakan air hangat, memberikan minum yang banyak atau obat penurun demam. Oleh karena itulah sangat penting bagi para orangtua untuk memiliki termometer di rumahnya. Sehingga kenaikan suhu badannya bisa segera diketahui. Jika sudah mencapai suhu 37-38°C segeralah memberinya pertolongan.

Saat Anak Kejang, Usahakan Memindahkannya Ke Tempat Tidur Untuk Meminimalisir Resiko Terbentur Benda Keras

Jika si kecil terdapat riwayat  kejang pada demam sebelumnya, maka disarankan untuk menurunkan temperaturnya. Jika sudah mengalami kejang, maka Bunda juga harus cepat tanggap terhadap kondisi tempat kejadian demi meminimalisir resiko anak terbentur benda keras. Saat si kecil mengalami kejang pada saat bermain atau berada di lantai, maka berikanlah pengamanan bagi anak, misalnya dengan meletakan bantal atau sesuatu yang empuk di sekitarnya dan jika memungkinkan pindahkan anak ke tempat tidur.

Jadi Bun, Memberi Balita Kopi Bukanlah Upaya Tepat Untuk Mencegah Terjadinya Step Atau Kejang

Dari uraian di atas dapat disimpulkan bahwa memberi kopi bukanlah upaya yang tepat untuk mencegah terjadinya step atau kejang pada anak-anak balita. Hingga saat ini belum ada penelitian yang dapat membuktikan khasiat dari kopi untuk pencegahan step atau kejang. Jadi daripada memberinya kopi, akan lebih baik bila Bunda berupaya agar demam anak bisa turun.

 

Click to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *


Parenting

Dear Calon Ibu; Begini Ciri Tempat Tidur yang Aman dan Nyaman untuk Bayi!

pexels-photo-266061

Setiap orangtua tentu ingin memberikan yang terbaik untuk buah hatinya. Termasuk dalam hal memilihkan tempat tidur untuk bayi. Apa lagi sebagian besar bayi memang akan menghabiskan waktunya di atas tempat tidur.

Dengan demikian, maka Bunda pun harus memilih tempat tidur yang aman dan nyaman untuk bayi. Mengingat bayi yang baru lahir bisa tidur selama 16-20 jam dalam sehari. Lantas bagaimana kriteria tempat tidur yang aman dan nyaman untuk bayi? Simak ulasan di bawah ini Bun!

Pilih Tempat Tidur Dengan Jarak Antar Bilah Kurang Dari 6 Cm Agar Kepala Bayi Tak Terselip Di Antara Bilah

Saat memilih tempat tidur untuk bayi Bunda juga harus memperhatikan keamanan bayi. Salah satunya dengan memperhatikan jarak antar bilah. Tentu akan sangat berbahaya bila kepala bayi terselip di antara bilah tempat tidurnya. Oleh karena itu, sebaiknya Bunda mengantisapasi hal itu dengan memilih tempat tidur yang jarak antar bilahnya kurang dari 6 cm.

Sebaiknya Hindari Tempat Tidur yang Bilahnya Bisa Dinaikan atau Diturunkan

Tempat tidur seperti ini sebaiknya Bunda hindari, karena terkadang bisa saja terjadi kesalahan ketika merakitnya dengan desain bilah yang semacam itu. Apabila salah dalam merakit, maka bayi bisa terjepit atau terjatuh pada saat sedang berpegangan pada bilah yang kurang kokoh.

Perhatikan Baut, Sekrup, Paku, dan Bahan-bahan Material Lainnya

Pastikan material tersebut terpasang dengan kencang supaya tempat tidur bayi bisa berdiri dengan kuat dan kokoh. Akan lebih baik jika Bunda rutin mengeceknya demi memastikan keamanan bayi. Sebab bukan tak mungkin jika pemasangan baut, sekrup, dan paku pada tempat bayi yang tidak sempurna bisa berakibat fatal pada buah hati.

Sangat Dianjurkan untuk Membeli Tempat Tidur yang Baru demi Kenyamanan dan Keamanannya

Perlu Bunda ketahui bahwa tempat tidur yang telah lama dibuat terkadang menggunakan cat yang mengandung bahan beracun, seperti halnya timah. Nah, untuk menghindari resiko tersebut, sebaiknya Bunda membeli tempat tidur yang baru. Apa lagi bayi dikenal suka menggerogoti benda-benda yang ada di dekatnya. Jangan sampai keputusan Bunda untuk tidak membeli tempat tidur baru, justru jadi berdampak fatal bagi buah hati!

Perhatikan Juga Matras Yang Akan Digunakan Bayi

Untuk tempat tidur bayi sebaiknya menggunakan matras yang didesain khusus. Beberapa produsen ada yang menjual tempat tidur tanpa diberi matras.Ketika Bunda memilih matras, maka pilihlah matras yang didesain khusus untuk bayi. Matras yang didesain untuk bayi pada umumnya sangat kuat, kokoh, serta keras untuk mencegah terjadinya SIDS (sudden infant death sydrome) atau sindrom kematian bayi mendadak, dan mampu menopang tulang punggung bayi. Tetapi hindari pula menggunakan matras yang terlalu empuk.

Sesuaikan Luas Matras dengan Ukuran Bayi

Sebaiknya Bunda juga memberikan matras yang sesuai dengan ukuran bayi, Dengan begitu si kecil akan merasa nyaman. Usahakan jangan sampai ada celah sedikit pun antara matras dengan bilah. Pastikan telah melepas plastik sebelum memasang matras ya Bun!

Barang-barang yang Lembut pun Sebaiknya Dihindari

Meski terlihat lucu dan menggemaskan, barang-barang yang lembut seperti boneka berbulu halus, selimut, sprai, dan bantal yang lembut sebaiknya dihindari  dengan tujuan untuk mencegah SIDS. Barang dengan tekstur lembut bisa menjadikan bayi sulit bernafas karena memiliki resiko menutupi wajah si kecil.

Setelah Itu, Sebaiknya Bunda Menidurkan Bayi Dalam Posisi Terlentang Untuk Mencegah Terjadinya SIDS

Mama, sebaiknya bayi tidur dalam posisi terlentang, hal itu untuk menghindari kesulitan bernafas yang bisa mengakibatkan SIDS. Untuk mencegah terjadinya SIDS pada bayi sebaiknya tempat tidur bayi diletakan di kamar Bunda. Sehingga sewaktu-waktu bayi menangis atau memerlukan pertolongan, Bunda bisa dengan cepat menanganinya.

Sebaiknya hindarilah meletakan tempat tidur bayi di dekat jendela, hal ini untuk menghindari segala sesuatu yang tidak diinginkan, tertimpa besi yang menopang tirai misalnya. Selain itu penempatan tempat tidur di dekat jendela juga bisa membuat leher bayi terlilit tirai.

Click to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Most Share

To Top